Beranda blog Halaman 116

Aksi Indonesia ASRI di Purworejo: Ribuan Komunitas Sukses Angkut 249 Kg Sampah di Pantai Dewaruci

0

PURWOREJO (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠) — Menjelang Hari jadi Polri ke-80, Polres Purworejo berkolaborasi dengan Purworejo Automotive bersama Ki Lurah Offroad (M. Harjanto) melaksanakan kegiatan bertajuk pelestarian lingkungan digelar di kawasan pesisir tepatnya di obyek wisata pantai dewaruci jatimalang Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Selain Komonitas Purworejo Automotive Polres Purworejo dan Ki Lurah Offroad juga menggandeng pemerintah daerah, unsur TNI, serta puluhan komunitas untuk melaksanakan aksi bakti sosial masif di Pantai Dewaruci, Jatimalang, Purworejo, pada Sabtu (20/06) pagi.

Aksi yang selaras dengan program pemerintah pusat—Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)—ini melibatkan tidak kurang dari 1.000 peserta. Mereka bergotong-royong melakukan korvei atau bersih-bersih pantai, penanaman pohon cemara laut (cemara udang), hingga pelepasan puluhan tukik (anak penyu) kembali ke habitat alaminya.

Kegiatan diawali sejak pukul 06.00 WIB dengan pelepasan rombongan konvoi secara tertib dari Pendopo Bupati Purworejo menuju lokasi pantai. Rombongan ini dilepas langsung oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih kepada seluruh elemen yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam pesisir Purworejo.

“Kegiatan bersih-bersih pantai dan penanaman pohon pagi ini bukan sekadar aksi memungut sampah. Namun, ini adalah ajakan nyata untuk membangun budaya hidup bersih dan menjaga kelestarian lingkungan. Kawasan ini memiliki potensi besar bagi sektor pariwisata dan roda perekonomian di Kabupaten Purworejo,” ujar Yuli Hastuti di hadapan para peserta.

Senada dengan Bupati, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, yang diwakili oleh Wakapolres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masif dari seluruh pihak. Kompol Nana juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan bersama selama acara berlangsung.

“Dalam perjalanan konvoi menuju Pantai Dewaruci, kami berpesan kepada seluruh peserta untuk tetap hati-hati, waspada, mematuhi aturan lalu lintas, serta menghormati pengguna jalan lainnya,” tegas Kompol Nana.

Sesampainya di lokasi, denyut nadi kepedulian lingkungan langsung terasa. Sebagai pembuka simbolis menjaga keseimbangan ekosistem, panitia melepaskan ratusan burung ke udara bebas. Setelah itu, ribuan peserta langsung menyisir garis pantai untuk mengumpulkan sampah. Hasilnya, sebanyak 249 kilogram sampah berhasil dievakuasi dari area pantai.

Aksi berlanjut dengan penanaman pohon cemara udang di pinggiran pantai. Penanaman vegetasi ini dinilai strategis karena berfungsi sebagai benteng alami pencegah abrasi akibat hantaman ombak, sekaligus pemecah angin laut (windbreaker) agar tidak langsung menerjang permukiman atau lahan pertanian produktif milik warga setempat. Suasana antusiasme juga memuncak saat puluhan tukik dilepas ke laut lepas, menandai komitmen pelestarian fauna dilindungi.

Inisiator kegiatan, M. Harjanto atau Ki Lurah Offroad, mengungkapkan bahwa gerakan ini merupakan bentuk sinergi konkret antara aparat penegak hukum dengan masyarakat sipil dan komunitas hobi.

“Kolaborasi bersih-bersih pantai ini merupakan kado dari kami, khususnya untuk Polres Purworejo dalam menyambut HUT Polri ke-80. Kegiatan ini tentunya linier dan tegak lurus dengan program Bapak Presiden dan Kapolri mengenai Gerakan Indonesia ASRI,” ungkap Ki Lurah Offroad.

Sinergi lintas sektoral ini terlihat dari hadirnya jajaran Kodim 0708/Purworejo, Brimob Kompi 4C Kutoarjo, Satpol PP, Dishub, Dinporapar, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan, Perhutani Kedu Selatan, hingga lembaga penanggulangan bencana dan keuangan seperti BPBD, PLN Purworejo, Bank BPD, Bank BRI, PDAM, dan Pegadaian Purworejo.

Kekuatan acara ini kian solid berkat sokongan puluhan komunitas otomotif dan organisasi kemasyarakatan lokal. Mulai dari IOF Pengcab Purworejo, Member Senam Ceria Ki Lurah Off Road, Sahabat Jetstar Purworejo, TKSCI Toyota Kijang Super Indonesia, Great Corolla Club Purworejo, KIPROC, RJP, 2 Stroke Daddy’s, Gravitic Purworejo, 4WD Purworejo, Thunder Horse Motor Club Indonesia (THMC), PAWIRO, Sedulur Isuzu Panther Purworejo (SIPP), SKIN, Panther Mania Kedu, PATCO, Sono Indah, SOG, 2Stroke, Indolab, TDI Purworejo, AKRAB, Blazer Purworejo, Vespa Purworejo Lovers, TKCI, Purworejo Vespa Berirama, Rapi Purworejo, Komunitas Drone Fishing Pantai Selatan, hingga organisasi pencak silat PSHT.

Menutup rangkaian aksi lingkungan tersebut, kebersamaan para peserta dikunci dengan prosesi pemotongan tumpeng dan makan bersama. Tradisi ini menjadi simbol ungkapan syukur atas bertambahnya usia Korps Bhayangkara, sekaligus mempererat ruang silaturahmi agar Polri dan masyarakat sehingga Polri diharapkan dapat terus hadir, mengayomi, dan menyatu di hati masyarakat. (*/Rico)

Sumber : 𝕊𝕚𝕙𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕠𝕣𝕖𝕛𝕠

Nelayan dan Petambak Mamuju Masih Terjebak Status Kawasan Hutan, Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi

0

Redaksi.co MAMUJU : Pelaksanaan Reforma Agraria di Kabupaten Mamuju diharapkan tidak hanya berhenti pada legalisasi aset dan penerbitan sertifikat tanah, tetapi mampu memberikan kepastian hukum serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini hidup dalam ketidakpastian status lahan.

Harapan tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, S.H., M.H., menyusul penetapan Desa Orobatu, Kecamatan Tapalang Barat, sebagai desa percontohan Reforma Agraria oleh Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Mamuju tahun 2026.

Menurut Yusuf, langkah GTRA patut diapresiasi karena menjadi momentum penting untuk menghadirkan keadilan agraria yang lebih nyata bagi masyarakat. Desa Orobatu dinilai dapat menjadi model pelaksanaan Reforma Agraria yang tidak hanya fokus pada aspek administrasi pertanahan, tetapi juga mampu menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, kelautan, dan perikanan.

Reforma Agraria bukan sekadar membagikan sertifikat tanah, tetapi menata kembali hubungan antara negara, ruang hidup, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Ia menyoroti masih banyak nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak di Mamuju yang menghadapi persoalan aktivitas usaha yang berada dalam indikasi kawasan hutan lindung. Padahal, sebagian masyarakat telah mengelola lahan tersebut secara turun-temurun sebagai sumber utama penghidupan keluarga.

Kondisi tersebut, kata Yusuf, menyebabkan masyarakat hidup dalam ketidakpastian hukum selama bertahun-tahun. Karena itu, persoalan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai masalah administrasi tata ruang, melainkan persoalan kesejahteraan yang membutuhkan kehadiran negara.

Yusuf menegaskan peran Tim GTRA sangat strategis dalam mengidentifikasi subjek dan objek Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), melakukan sinkronisasi data lintas sektor, verifikasi lapangan, hingga merumuskan solusi terhadap berbagai hambatan regulasi yang dihadapi masyarakat.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan Reforma Agraria tidak dapat dicapai apabila pelaksanaannya berjalan secara sektoral. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur yang tergabung dalam tim, mulai dari Kantor Pertanahan, pemerintah daerah, Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, BPKH, akademisi hingga pemerintah desa.

Tidak ada satu lembaga pun yang mampu menyelesaikan persoalan agraria sendirian. Semakin kompleks masalahnya, semakin besar kebutuhan akan kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju telah menyampaikan langsung persoalan masyarakat pesisir yang terdampak kawasan hutan melalui rapat koordinasi virtual dengan Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XV Makassar.

Dalam forum tersebut, DKP Mamuju mendorong lahirnya formulasi kebijakan yang mampu menjembatani kepentingan perlindungan kawasan hutan dengan kebutuhan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada usaha tambak dan perikanan.

Yusuf menilai hal yang paling penting saat ini adalah menghindari kondisi di mana masyarakat terus berada dalam “ruang abu-abu” regulasi tanpa kepastian hukum. Karena itu, ia mendorong Kantor Pertanahan sebagai leading sector Reforma Agraria untuk membangun pola kerja yang lebih kolaboratif dan partisipatif dengan melibatkan seluruh anggota tim sejak tahap perencanaan hingga implementasi.

Menurutnya, ukuran keberhasilan Reforma Agraria tidak terletak pada banyaknya sertifikat yang diterbitkan atau jumlah rapat yang dilaksanakan, tetapi pada sejauh mana program tersebut mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Setelah legalitas aset diperoleh, pemerintah juga harus menghadirkan program penataan akses melalui bantuan benih dan benur, sarana budidaya, akses pembiayaan KUR Perikanan, penguatan kelembagaan kelompok, pembangunan infrastruktur produksi, hilirisasi hasil perikanan hingga perluasan akses pasar.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan tetap harus menjadi perhatian utama. Kawasan mangrove, sempadan pantai, dan kawasan lindung harus tetap dijaga sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga ekosistem pesisir Mamuju.

Reforma Agraria tidak boleh menjadi alat melegalkan kerusakan lingkungan, tetapi juga tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan keadilan sosial bagi rakyat,” pungkasnya.

Dengan ditetapkannya Desa Orobatu sebagai desa percontohan, Mamuju diharapkan mampu melahirkan model Reforma Agraria yang lebih integratif, kolaboratif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir serta masa depan pembangunan daerah. (ZUL)

*Brimob Batalyon B Pelopor Bubarkan Tawuran di Kramat Jati, 4 Remaja dan Dua Celurit Diamankan*

0

Jakarta Timur ,Redaksi.Co- Patroli gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur membubarkan aksi tawuran yang terjadi di kawasan Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/6/2026) dini hari. Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan empat remaja yang diduga terlibat serta menyita dua bilah celurit.

Setelah mengamankan para pelaku tawuran, patroli gabungan kembali melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar di kawasan Cipayung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli gabungan menjadi salah satu langkah untuk merespons potensi gangguan keamanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari. “Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mencegah gangguan kamtibmas berkembang dan merugikan masyarakat,” ujarnya.

“Sinergi antara Brimob dan jajaran kewilayahan akan terus diperkuat guna mengantisipasi berbagai bentuk gangguan ketertiban yang meresahkan warga,” kata Henik. Selain penindakan, upaya pencegahan melalui patroli rutin juga terus dilakukan sebagai langkah menjaga situasi keamanan tetap terkendali.

Masyarakat diimbau untuk turut berperan menjaga lingkungan masing-masing serta segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas.

Gelombang Dukungan untuk Prabowo, 10.000 Massa FMJM Turun ke Jalan di Jember

0

JEMBER, Redaksi.co – Seruan lantang “Hapus Virusnya, Jangan Hapus Programnya” menggema dari ribuan massa yang memadati pusat Kota Jember dalam aksi damai yang digelar Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM), Sabtu 6 Juni 2026.

Sedikitnya 10.000 peserta turun ke jalan untuk menyatakan dukungan terhadap Program Strategis Nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus mendorong perbaikan tata kelola pelaksanaannya.

Aksi ini menjadi simbol dukungan masyarakat terhadap berbagai program kerakyatan yang dinilai telah memberikan manfaat nyata, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat (SR).

Koordinator aksi FMJM, Agus Nur Yasin, M.Pd., menegaskan bahwa program-program tersebut telah membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi desa, meningkatkan serapan hasil pertanian dan produk UMKM, serta memperluas akses pendidikan dan pemenuhan gizi masyarakat.

“Program – program ini menjadi harapan baru bagi rakyat. Karena itu harus dijaga dan didukung bersama. Manfaatnya nyata dalam menekan angka kemiskinan, stunting, serta kesenjangan sosial,” tegas Agus di hadapan ribuan peserta aksi.

Meski memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah, FMJM menegaskan bahwa keberhasilan program harus diiringi dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Karena itu, melalui pernyataan sikap yang dibacakan dalam aksi damai tersebut, FMJM meminta Presiden Republik Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) hingga tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut FMJM, evaluasi diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, profesional, tepat sasaran, serta bebas dari praktik – praktik yang dapat menghambat tujuan mulia pemerintah.

“Hapus virusnya, jangan hapus programnya. Yang perlu dibenahi adalah oknum atau tata kelola yang bermasalah, bukan program yang manfaatnya sudah dirasakan masyarakat,” menjadi pesan utama yang disuarakan peserta aksi.

Aspirasi FMJM diterima langsung oleh Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim. Kehadiran pimpinan legislatif tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap penyampaian aspirasi masyarakat yang berlangsung secara tertib, damai, dan konstitusional.

Dalam keterangannya, Ahmad Halim menyatakan bahwa seluruh masukan yang disampaikan FMJM akan menjadi bahan diskusi bersama pemerintah daerah guna memperkuat pelaksanaan program – program strategis nasional di Kabupaten Jember.

Ia mencontohkan perlunya penyempurnaan sistem operasional dapur penyedia layanan MBG agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal hingga ke pelosok desa.

“Program MBG dan penguatan sektor pangan merupakan pilar penting dalam menciptakan generasi emas Indonesia yang sehat dan produktif.

Karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilannya,” ujarnya.

Selain menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah, FMJM juga menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Mereka menolak segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, serta tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat dan mengganggu stabilitas nasional.

FMJM bahkan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pihak – pihak yang mencoba menghambat jalannya program pembangunan maupun mengganggu ketertiban dan kedamaian bangsa.

Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 10.000 orang, aksi damai FMJM tercatat sebagai salah satu mobilisasi dukungan masyarakat terbesar di Jember terhadap program – program kerakyatan pemerintah.

Aksi ini menjadi bukti bahwa masyarakat tidak hanya menginginkan keberlanjutan program yang berpihak kepada rakyat, tetapi juga menghendaki tata kelola yang lebih bersih, profesional, dan tepat sasaran demi terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera (Tim).

Penuh Haru dan Prestasi, TK Mahkota Sukses Gelar Pentas Seni dan Penyerahan Kembali Peserta Didik

0

 

PURWOREJO | Redaksi.co – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Desa Kiyangkongrejo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo pada Sabtu (20/06/2026). TK Mahkota secara resmi menggelar acara “Penyerahan Kembali Peserta Didik & Pentas Seni” Tahun Ajaran 2025/2026. Acara ini menjadi puncak dari perjalanan belajar para siswa selama satu tahun penuh.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala TK Mahkota Ibu Indriani Dwi Astuti, S.Pd., Kepala Desa Kiyangkongrejo Bapak Akhmad Asngudi, Bunda PAUD Desa Ibu Rini Anggarawati, Pengurus TK Mahkota Ibu Anjar Purwati, serta Jurnalis sekaligus Pemerhati Pendidikan Desa Bapak Wahid Supriyanto. Turut hadir pula segenap dewan guru, paguyuban wali murid, serta seluruh peserta didik.

​Acara dibuka dengan penuh kehangatan oleh pembawa acara. Isak haru sudah mulai terasa sejak awal saat mengenang memori para siswa yang dulu masuk sekolah dengan menangis, namun kini siap lulus dengan penuh kemandirian.

​Suasana semakin khidmat saat seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Mars Purworejo. Sinergi suara anak-anak dan orang dewasa yang bergemuruh di dalam ruangan menjadi simbol cinta mendalam terhadap bangsa dan daerah.

​TK Mahkota membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan adab sebelum ilmu. Hal ini terlihat saat para siswa dari Kelompok 1 dan Kelompok 2 maju ke atas panggung untuk melafalkan doa-doa serta surat pendek Al-Qur’an dengan fasih.

​Tidak hanya itu, para siswa juga menampilkan praktik salat berjamaah dengan rapi di atas sajadah yang telah digelar. Acara religius ini kemudian disempurnakan oleh penampilan selawat dari Grup Rebana Paguyuban Wali Murid yang membuat suasana semakin sejuk dan damai.

“TK Mahkota memang sekolahnya adab dulu, baru ilmu,” ungkap salah satu hadirin yang mengagumi kemandirian ibadah para siswa.

​Dalam sambutannya, Kepala Desa Kiyangkongrejo, Bapak Akhmad Asngudi berpesan agar anak-anak terus tumbuh menjadi generasi yang saleh dan berbakti kepada orang tua.

​Senada dengan hal tersebut, Bunda PAUD Desa, Ibu Rini Anggarawati memberikan apresiasi yang tinggi kepada TK Mahkota yang secara konsisten terus mencetak generasi muda yang berakhlak mulia di Desa Kiyangkongrejo.

​Kemeriahan acara memuncak saat Tim Drumband TK Mahkota unjuk gigi. Dengan ketukan drum yang kompak dan ayunan stik yang selaras, para siswa menunjukkan kedisiplinan, fokus, dan kerja sama tim yang luar biasa di usia belia.

​Panggung hiburan semakin semarak dengan berbagai unjuk bakat dari para siswa melalui tari daerah, di antaranya:

​> Tari Yamko Rambe Yamko (Papua) yang dibawakan dengan kostum warna-warni yang meriah.

​> Tari Kelinci yang menggemaskan dan memancing gelak tawa penonton.

​> Tari Rasa Sayange yang sarat akan budaya nusantara.

​Tidak mau kalah, Paguyuban Wali Murid juga ikut mempersembahkan penampilan grup Hadroh serta menyanyikan lagu perpisahan dan lagu Suci Dalam Debu.

​Momen paling emosional terjadi saat prosesi penyerahan kembali peserta didik. Secara simbolis, Kepala TK Mahkota, Ibu Indriani Dwi Astuti, S.Pd., menyerahkan kembali para siswa ke pangkuan orang tua masing-masing. Tangis haru pecah dari para wali murid saat mengucap terima kasih atas kesabaran guru dalam mendidik anak-anak mereka.

​Suasana semakin menyayat hati saat ananda Hifza Zunaira maju membacakan puisi berjudul “Terima Kasih Guruku”. Dengan suara yang bergetar penuh penghayatan, puisi tersebut berhasil membuat seisi aula hening dan meneteskan air mata.

​Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan ijazah secara simbolis sebagai tanda kelulusan.

“Tugas kami selesai, Bu Guru. Sekarang giliran SD. Selamat jalan pejuang cilik,” tegas Bu Tiwik, salah satu guru, melepas anak-anak dengan bangga.

​Sebelum berakhir, acara dijeda dengan sesi istirahat ramah tamah melalui meja prasmanan. Momen ini dimanfaatkan oleh para guru, pengurus, dan wali murid untuk saling mengobrol, bercerita tentang perkembangan anak, serta mempererat tali silaturahmi sebagai keluarga besar TK Mahkota.

​Seluruh rangkaian acara yang berjalan dengan lancar dan penuh berkah ini akhirnya ditutup secara resmi dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Fuad. (Wahid)

Perbaikan atau Sekadar Formalitas? Dugaan Judi di DAZZ X Masih Jadi Sorotan

0

Redaksi.co | Palembang, – Hanya batasan level akun baru sebagai topeng perbaikan! Perjudian DAZZ X dengan triliunan rupiah dana ilegal masih beroperasi penuh.

Setelah media kami beberapa hari berturut-turut mengungkap kejahatan DAZZ X yang berkantor pusat di Jakarta, platform siaran langsung ini menyediakan permainan judi ilegal, memiliki aliran dana taruhan skala besar setiap bulan, serta membangun rantai pencucian uang bersama agen dan penyiar, namun platform tidak melakukan perbaikan yang nyata sama sekali.

Langkah yang hanya dibuat platform hanyalah formalitas belaka, akun yang baru mendaftar harus mencapai level tertentu sebelum bisa mengakses permainan judi, sedangkan semua pengguna lama tidak dibatasi sama sekali. Mereka tetap bisa melakukan top up dan ikut semua jenis permainan judi kapan saja.

Seluruh rantai kejahatan platform tetap berjalan tanpa gangguan: pengguna melakukan pembayaran melalui agen di luar sistem daring, setiap 10.000 rupiah dapat ditukar dengan koin virtual, agen mendapatkan komisi sebesar 15% hingga 20%. Jika pengguna menang saat berjudi, mereka bisa memberikan hadiah virtual kepada penyiar untuk mencairkan dana. Penyiar kemudian mentransfer sekitar 60% hingga 70% nilai hadiah kepada pengguna secara offline, sementara penyiar mengambil selisih keuntungan. Seluruh siklus pencucian dana ini tetap beroperasi dengan lancar, aliran dana ilegal setiap bulan masih dalam skala triliunan rupiah.

Pembatasan khusus untuk akun baru ini merupakan bentuk penutupan mata palsu. Bisnis judi inti, jalur aliran dana, serta model pencetakan keuntungan platform tidak ada perubahan sedikit pun. Dana taruhan ilegal dalam jumlah fantastis terus beredar secara rahasia, selain itu platform juga melakukan pelanggaran pajak karena tidak melaporkan perputaran dana dalam jumlah besar.

Perjudian daring merupakan kejahatan berat menurut hukum Indonesia. Meskipun platform ini secara terang-terangan menjalankan bisnis judi ilegal dan sudah diungkap berkali-kali, platform tetap bisa menghindari pengawasan dan belum ada tindakan penindakan dari pihak berwenang. Kami mendesak aparat hukum dan lembaga pengawas segera melakukan penyelidikan khusus, membongkar topeng platform ini, menutup seluruh fitur judi, memutus jalur aliran dana ilegal, serta menindak tegas pengelola platform, agen dan penyiar yang terlibat dalam kejahatan ini.(*)

Menggema di Panggung Bahari, Tari Posasi Wariskan Identitas Maritim Mamuju

0

Redaksi.co MAMUJU : Semangat kemaritiman Sulawesi Barat menggema kuat dalam Pagelaran Seni Budaya Bahari yang diselenggarakan LPP RRI Mamuju di Aula Gedung Perpustakaan Daerah Sulawesi Barat, Sabtu (20/6/2026). Di antara berbagai pertunjukan yang ditampilkan, Tari Posasi berhasil mencuri perhatian penonton melalui kisah menyentuh tentang kehidupan para nelayan pesisir Desa Sumare, Kabupaten Mamuju.

Dengan gerakan yang dinamis dan penuh makna, tiga penari membawakan Tari Posasi yang menggambarkan perjalanan hidup para pelaut Sumare. Mulai dari persiapan berangkat melaut, menghadapi tantangan ombak dan angin, hingga perjuangan mencari nafkah di tengah hamparan lautan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.

Koreografer Tari Posasi, Syambriana Muiz, mengungkapkan bahwa tarian tersebut lahir dari kecintaannya terhadap budaya pesisir dan penghormatan kepada para nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Sumare.

Tari Posasi dalam bahasa daerah Sumare berarti Tari Nelayan. Tarian ini saya ciptakan karena terinspirasi oleh kehidupan masyarakat pesisir Sumare yang mayoritas berprofesi sebagai pelaut,” ujar Syambriana.

Melalui setiap gerakan yang ditampilkan, Tari Posasi tidak hanya menghadirkan keindahan seni, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kerja keras, ketangguhan, dan semangat pantang menyerah yang melekat dalam kehidupan masyarakat bahari.

Menurut Syambriana, kesempatan tampil di panggung RRI Mamuju menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan maritim kepada generasi muda.

“Kami bersyukur atas undangan dari RRI Mamuju. Ini menjadi motivasi bagi remaja putri kami untuk terus mengangkat dan melestarikan tradisi Desa Sumare. Tarian ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya agar generasi penerus tidak melupakan identitas maritim yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat pesisir,” tuturnya.

Penampilan Tari Posasi menjadi bukti bahwa kearifan lokal masyarakat pesisir Mamuju memiliki kekuatan narasi yang mampu menyentuh hati dan membangkitkan kebanggaan terhadap budaya daerah. Melalui seni pertunjukan, kisah perjuangan para nelayan tidak hanya dikenang, tetapi juga diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas maritim Sulawesi Barat yang patut dijaga dan dibanggakan. (ZUL)

Tari Pangkalumpang Memukau Panggung RRI Mamuju, Warisan Kuliner Sumare Kembali Bersinar

0

Redaksi.co MAMUJU : Penampilan Tari Pangkalumpang dari Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, menjadi sorotan utama dalam pagelaran budaya yang digelar LPP RRI Mamuju di Aula Gedung Perpustakaan Daerah Sulawesi Barat, Sabtu (20/6/2026). Tarian yang dibawakan oleh kelompok remaja putri tersebut sukses memikat perhatian penonton melalui gerakan yang menggambarkan kehidupan tradisional masyarakat pesisir Sulawesi Barat.

Pagelaran budaya ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian tradisi lokal yang melibatkan generasi muda sebagai pewaris budaya daerah. Melalui Tari Pangkalumpang, nilai-nilai kearifan lokal dan budaya kuliner masyarakat Sumare kembali dihidupkan di tengah arus modernisasi.

Koreografer Tari Pangkalumpang, Harjuna, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan RRI Mamuju untuk menampilkan karya budaya tersebut di hadapan masyarakat luas. Menurutnya, kegiatan ini menjadi motivasi besar bagi para remaja putri Desa Sumare untuk terus mencintai dan mengembangkan tradisi leluhur.

Alhamdulillah, kami bersyukur diundang RRI. Kegiatan ini sangat memotivasi remaja putri kami untuk mengangkat tradisi di Desa Sumare, terutama aktivitas keseharian ibu-ibu, yaitu mengkalumpang,” ujar Harjuna.

Ia menjelaskan, Tari Pangkalumpang merupakan refleksi dari aktivitas sehari-hari para ibu rumah tangga dalam mengolah makanan tradisional khas Sulawesi Barat. Masyarakat Mamuju mengenalnya sebagai “Kalumpang”, sementara masyarakat Mandar menyebutnya “Jepa”.

Tarian ini menceritakan proses mulai dari mengolah ubi yang tadinya bulat, dihamburkan, hingga dicampur dengan parutan kelapa yang diproses secara manual,” jelasnya.

Proses pengolahan makanan tradisional tersebut kemudian divisualisasikan melalui rangkaian gerakan tari yang dinamis dan penuh makna, termasuk tahapan memasak menggunakan tungku tradisional atau yang dikenal dengan sebutan “dangia”. Setiap gerakan penari menggambarkan ketekunan, kebersamaan, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat pesisir yang diwariskan secara turun-temurun.

Penampilan Tari Pangkalumpang pun mendapat apresiasi dari para penonton yang hadir. Selain menyajikan keindahan seni tari, pertunjukan tersebut juga menghadirkan edukasi budaya tentang tradisi kuliner lokal yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sulawesi Barat.

Harjuna berharap, melalui pertunjukan ini, generasi muda semakin memahami pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah, termasuk tradisi kuliner serta cara hidup masyarakat masa lalu yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

Jangan sampai warisan budaya yang menjadi identitas kita hilang tergerus perkembangan zaman. Lewat tarian ini, kami ingin generasi muda mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri,” tuturnya.

Tari Pangkalumpang menjadi bukti bahwa budaya lokal tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga mampu tampil memukau di panggung modern melalui kreativitas generasi muda yang terus menjaga nyala tradisi leluhur. (ZUL)

Miliki IPAL dan Sertifikat SLHS, SPPG Majene Malunda Mekkatta Selatan Siap Diuji Secara Terbuka

0

Foto : Petugas melakukan pembersihan rutin fasilitas IPAL untuk memastikan sistem pengolahan limbah tetap berfungsi dengan baik, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung standar sanitasi yang optimal.

MAJENE – SPPG Majene Malunda Mekkatta Selatan yang dikelola oleh Yayasan Sinar Bumi Tadulako menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional, termasuk pengelolaan limbah, telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Penegasan tersebut disampaikan menyusul munculnya informasi terkait dugaan bau limbah yang dikeluhkan oleh sejumlah warga di sekitar lokasi.

Kepala SPPG Majene Malunda Mekkatta Selatan, Muh. Ayyub, menyatakan bahwa dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipimpinnya telah dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar serta telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi salah satu syarat penting dalam penyelenggaraan layanan pangan bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan IPAL dan sertifikasi sanitasi tersebut merupakan bentuk komitmen pengelola untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan dengan memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan kelestarian lingkungan.

“Pengelolaan limbah menjadi perhatian utama kami. Karena itu, fasilitas IPAL telah tersedia dan operasional dapur juga telah memenuhi persyaratan higiene sanitasi yang dibuktikan dengan kepemilikan SLHS,” ujarnya.

Muh. Ayyub menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang yang menyatakan sumber bau yang dikeluhkan masyarakat berasal dari aktivitas dapur MBG di Desa Mekkatta Selatan, Kecamatan Malunda. Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan verifikasi fakta dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum adanya hasil pemeriksaan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pihak pengelola juga menyatakan terbuka terhadap pengawasan maupun pemeriksaan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Badan Gizi Nasional, maupun instansi terkait lainnya. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi yang berkembang di masyarakat dapat diuji berdasarkan fakta di lapangan.

“Kami siap diperiksa kapan saja. Jika memang diperlukan pengecekan langsung oleh instansi terkait, kami sangat mendukung agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan objektif,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik. Karena itu, pengelola memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Pihak SPPG berharap persoalan yang berkembang dapat disikapi secara proporsional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Menurutnya, setiap dugaan harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan yang objektif sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

 

Dengan adanya keterbukaan dari pihak pengelola dan kesiapan untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, diharapkan polemik yang berkembang dapat segera memperoleh kejelasan. SPPG Majene Malunda Mekkatta Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan operasional secara profesional, transparan, serta tetap memperhatikan kesehatan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Senyum Ceria Siswa SD Pandangan Jaya Warnai Penyaluran MBG di Buntumalangka

0

“Foto : penyaluran ke penerima manfaat”

MAMASA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memberikan manfaat nyata bagi para pelajar di Kabupaten Mamasa. Kali ini, potret kebahagiaan terlihat dari para siswa SD Pandangan Jaya yang menjadi penerima manfaat layanan gizi dari SPPG Mamasa Buntumalangka – Buntumalangka.

Penyaluran makanan bergizi tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa tampak ceria saat menerima menu yang telah disiapkan sesuai standar pemenuhan gizi untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang mereka. Kehadiran program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Kepala SPPG Mamasa Buntumalangka, Ridwan, menyampaikan bahwa program MBG merupakan bentuk komitmen dalam memastikan setiap penerima manfaat memperoleh asupan makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Menurutnya, pelayanan yang konsisten menjadi kunci keberhasilan program dalam mendukung aktivitas belajar siswa.

Pelaksanaan program ini turut didukung oleh Yayasan Pallawa Lipu Grup sebagai mitra yang berperan dalam mendukung operasional dan kelancaran layanan pemenuhan gizi di wilayah Buntumalangka. Sinergi antara SPPG dan yayasan diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat program kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berlokasi di Dusun Buntumalangka, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa, SPPG terus berupaya menjaga kualitas pelayanan, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat. Seluruh tahapan dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Potret senyum siswa SD Pandangan Jaya menjadi gambaran nyata bahwa program MBG tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar dan kebahagiaan bagi anak-anak di sekolah. Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kesehatan dan pendidikan generasi muda di Kabupaten Mamasa.