Redaksi.co MAMUJU : Semangat kemaritiman Sulawesi Barat menggema kuat dalam Pagelaran Seni Budaya Bahari yang diselenggarakan LPP RRI Mamuju di Aula Gedung Perpustakaan Daerah Sulawesi Barat, Sabtu (20/6/2026). Di antara berbagai pertunjukan yang ditampilkan, Tari Posasi berhasil mencuri perhatian penonton melalui kisah menyentuh tentang kehidupan para nelayan pesisir Desa Sumare, Kabupaten Mamuju.
Dengan gerakan yang dinamis dan penuh makna, tiga penari membawakan Tari Posasi yang menggambarkan perjalanan hidup para pelaut Sumare. Mulai dari persiapan berangkat melaut, menghadapi tantangan ombak dan angin, hingga perjuangan mencari nafkah di tengah hamparan lautan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.
Koreografer Tari Posasi, Syambriana Muiz, mengungkapkan bahwa tarian tersebut lahir dari kecintaannya terhadap budaya pesisir dan penghormatan kepada para nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Sumare.
“Tari Posasi dalam bahasa daerah Sumare berarti Tari Nelayan. Tarian ini saya ciptakan karena terinspirasi oleh kehidupan masyarakat pesisir Sumare yang mayoritas berprofesi sebagai pelaut,” ujar Syambriana.
Melalui setiap gerakan yang ditampilkan, Tari Posasi tidak hanya menghadirkan keindahan seni, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kerja keras, ketangguhan, dan semangat pantang menyerah yang melekat dalam kehidupan masyarakat bahari.
Menurut Syambriana, kesempatan tampil di panggung RRI Mamuju menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan maritim kepada generasi muda.
“Kami bersyukur atas undangan dari RRI Mamuju. Ini menjadi motivasi bagi remaja putri kami untuk terus mengangkat dan melestarikan tradisi Desa Sumare. Tarian ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya agar generasi penerus tidak melupakan identitas maritim yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat pesisir,” tuturnya.
Penampilan Tari Posasi menjadi bukti bahwa kearifan lokal masyarakat pesisir Mamuju memiliki kekuatan narasi yang mampu menyentuh hati dan membangkitkan kebanggaan terhadap budaya daerah. Melalui seni pertunjukan, kisah perjuangan para nelayan tidak hanya dikenang, tetapi juga diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas maritim Sulawesi Barat yang patut dijaga dan dibanggakan. (ZUL)
