Top 5 This Week

Related Posts

PERPINA dan KOWANI Satukan Gerakan, Tempe Indonesia Didorong Jadi Warisan UNESCO

Jakarta 9 agustus 2026
– Perempuan Pemimpin Indonesia ( PERPINA ) bersama Kongres Wanita Indonesia ( KOWANI ) menggaungkan gerakan Tempe Indonesia menuju UNESCO melalui Deklarasi Nasional. Gerakan tersebut diharapkan memperkuat pengakuan tempe sebagai warisan budaya sekaligus penggerak ketahanan pangan nasional.

Deklarasi tersebut digelar dalam rangkaian program ‘KOWANI Goes to UNESCO–Memory of the World’ di Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026. Lebih dari seribu peserta mengikuti kegiatan yang memadukan olahraga, edukasi, promosi pangan lokal, dan pemberdayaan ekonomi perempuan tersebut.

Ketua Umum PERPINA Ibu Veve Safitri periode 2026-2031 dan KOWANI Ibu Nannie Hadi Tjahjanto 2024-2029 mengatakan tempe berpotensi dikembangkan sebagai pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, perempuan memiliki peluang besar memanfaatkan pengembangan tempe untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui berbagai usaha.

“Tempe bukan hanya pangan. Tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber penghidupan keluarga,” kata Veve Safitri dalam keterangan tertulis bersama Ibu Nannie Hadi Tjahyanto Minggu, 9 Agustus 2026.

Baca juga:
KOWANI Dukung Pengusulan Tempe Indonesia ke UNESCO Perkuat Ketahanan Pangan
Nannie menjelaskan pengembangan tempe tidak hanya bergantung pada kedelai sebagai bahan baku utama. Menurut Veve Safitri inovasi juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan sorgum dan berbagai jenis kacang-kacangan sebagai alternatif pangan.

Juga Menurut Nannie, semakin luasnya pengenalan tempe di berbagai negara menjadi momentum memperkuat pengakuan Indonesia di UNESCO. Ia menegaskan gerakan tersebut juga bertujuan menjaga pengetahuan, keterampilan, dan tradisi pembuatan tempe tetap diwariskan antargenerasi.

“Kalau kita tidak bergerak cepat, sementara tempe semakin dikenal di berbagai negara, kita bisa tertinggal. Karena itu, tempe perlu terus kita dukung menuju UNESCO,” ujarnya.

Veve Safitri juga menilai penguatan ekonomi perempuan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga. Melalui keterampilan, pelatihan, kursus, dan sertifikasi, perempuan diharapkan memiliki kemampuan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Selain deklarasi, KOWANI menggelar Fun walk, Festival Tempe, Sorgum, Cassava, Nusantara Cooking Experience, serta pameran koperasi dan UMKM. Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi gizi, dan pencegahan stunting.

Melalui gerakan tersebut, KOWANI ingin memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, dan ketahanan pangan nasional. Gerakan Tempe Indonesia menuju UNESCO juga diharapkan memperluas manfaat ekonomi bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat.

Redaksi :
Humas PERPINA
Sugiarti

Popular Articles