Top 5 This Week

Related Posts

Tari Pangkalumpang Memukau Panggung RRI Mamuju, Warisan Kuliner Sumare Kembali Bersinar

Redaksi.co MAMUJU : Penampilan Tari Pangkalumpang dari Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, menjadi sorotan utama dalam pagelaran budaya yang digelar LPP RRI Mamuju di Aula Gedung Perpustakaan Daerah Sulawesi Barat, Sabtu (20/6/2026). Tarian yang dibawakan oleh kelompok remaja putri tersebut sukses memikat perhatian penonton melalui gerakan yang menggambarkan kehidupan tradisional masyarakat pesisir Sulawesi Barat.

Pagelaran budaya ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian tradisi lokal yang melibatkan generasi muda sebagai pewaris budaya daerah. Melalui Tari Pangkalumpang, nilai-nilai kearifan lokal dan budaya kuliner masyarakat Sumare kembali dihidupkan di tengah arus modernisasi.

Koreografer Tari Pangkalumpang, Harjuna, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan RRI Mamuju untuk menampilkan karya budaya tersebut di hadapan masyarakat luas. Menurutnya, kegiatan ini menjadi motivasi besar bagi para remaja putri Desa Sumare untuk terus mencintai dan mengembangkan tradisi leluhur.

Alhamdulillah, kami bersyukur diundang RRI. Kegiatan ini sangat memotivasi remaja putri kami untuk mengangkat tradisi di Desa Sumare, terutama aktivitas keseharian ibu-ibu, yaitu mengkalumpang,” ujar Harjuna.

Ia menjelaskan, Tari Pangkalumpang merupakan refleksi dari aktivitas sehari-hari para ibu rumah tangga dalam mengolah makanan tradisional khas Sulawesi Barat. Masyarakat Mamuju mengenalnya sebagai “Kalumpang”, sementara masyarakat Mandar menyebutnya “Jepa”.

Tarian ini menceritakan proses mulai dari mengolah ubi yang tadinya bulat, dihamburkan, hingga dicampur dengan parutan kelapa yang diproses secara manual,” jelasnya.

Proses pengolahan makanan tradisional tersebut kemudian divisualisasikan melalui rangkaian gerakan tari yang dinamis dan penuh makna, termasuk tahapan memasak menggunakan tungku tradisional atau yang dikenal dengan sebutan “dangia”. Setiap gerakan penari menggambarkan ketekunan, kebersamaan, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat pesisir yang diwariskan secara turun-temurun.

Penampilan Tari Pangkalumpang pun mendapat apresiasi dari para penonton yang hadir. Selain menyajikan keindahan seni tari, pertunjukan tersebut juga menghadirkan edukasi budaya tentang tradisi kuliner lokal yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sulawesi Barat.

Harjuna berharap, melalui pertunjukan ini, generasi muda semakin memahami pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah, termasuk tradisi kuliner serta cara hidup masyarakat masa lalu yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

Jangan sampai warisan budaya yang menjadi identitas kita hilang tergerus perkembangan zaman. Lewat tarian ini, kami ingin generasi muda mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri,” tuturnya.

Tari Pangkalumpang menjadi bukti bahwa budaya lokal tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga mampu tampil memukau di panggung modern melalui kreativitas generasi muda yang terus menjaga nyala tradisi leluhur. (ZUL)

Popular Articles