Senin, Februari 16, 2026
Beranda blog

Aktivis Ultimatum Kejari Mamasa, Minta Pengawasan Ketat Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih

0

Redaksi.co MAMASA : Ketua Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamasa (GEPMA), Mondi, mengultimatum Kejaksaan Negeri Mamasa agar melakukan pengawasan ekstra terhadap pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Kabupaten Mamasa.

Program pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan salah satu prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Pembangunan gerai koperasi ini disebut-sebut menyerap anggaran sekitar Rp1,6 miliar per koperasi.

Mondi menegaskan, besarnya anggaran yang digelontorkan harus diimbangi dengan pengawasan ketat dari seluruh pihak yang terlibat. Ia meminta seluruh stakeholder memastikan proses pembangunan berjalan transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Kami ingin pembangunan gerai koperasi ini benar-benar berhasil tanpa ada tindak pidana korupsi di dalamnya. Ini program nasional yang manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat desa dan kelurahan,” tegas Mondi.

GEPMA juga mendesak Kejaksaan Negeri Mamasa untuk terlibat aktif dalam mengawal proses pengerjaan proyek, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Selain itu, mereka mendorong agar masyarakat setempat dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam setiap pembangunan gerai koperasi.

Menurut Mondi, keterlibatan masyarakat tidak hanya akan meningkatkan rasa memiliki terhadap koperasi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas proyek.

Dengan pengawasan yang maksimal dan partisipasi publik, GEPMA berharap pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Mamasa dapat berjalan sukses serta benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat. (ZUL)

bp Indonesia Tegaskan Komitmen Operasi Aman dan Transparan, Paparkan Program Sosial di Fakfak.

0

Jakarta, Redaksi.co – bp Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjalankan operasi yang aman, transparan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Fakfak dan Teluk Bintuni, Papua Barat.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul perhatian publik terhadap aktivitas kapal seismik di wilayah Arguni, Kabupaten Fakfak. bp Indonesia menyatakan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari program eksplorasi hulu migas yang dilaksanakan sesuai peraturan dan tata kelola yang disetujui Pemerintah Republik Indonesia, serta mengikuti standar keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan yang ketat.

Sebagai perusahaan yang telah menjadi bagian dari Indonesia selama lebih dari 60 tahun dan beroperasi di Papua Barat lebih dari dua dekade, bp Indonesia berkomitmen menjalankan operasi secara bertanggung jawab. Perusahaan juga terus menjalin komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah, masyarakat di sekitar lokasi kegiatan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

“Kami percaya keberhasilan kegiatan energi harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat,” demikian disampaikan dalam keterangan resminya.

Sosialisasi dan Penghormatan Adat

Terkait aktivitas seismik, sebelum kegiatan dimulai bp Indonesia telah melaksanakan serangkaian sosialisasi dan upacara adat bersama masyarakat di sejumlah distrik di Fakfak dan Sorong Selatan, bersama pemerintah daerah.

Di antaranya kegiatan doa bersama di Arguni pada Oktober 2025 serta rapat sosialisasi pada 23 Desember 2025 di Kokas yang dihadiri Bupati Fakfak, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan pimpinan dari tujuh suku asli di Kabupaten Fakfak. Rangkaian kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menghormati hak dan adat masyarakat setempat serta memastikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di laut.

Program Pemberdayaan Sejak 2006

Selain kegiatan operasional, bp Indonesia juga memaparkan berbagai program sosial yang telah dijalankan sejak 2006 sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), berdasarkan persetujuan pemerintah dan peraturan yang berlaku.

Di Kabupaten Fakfak, sejumlah program yang telah dilaksanakan antara lain:

1. Beasiswa kepada lebih dari 1.400 pelajar Papua tingkat SMA dan universitas, termasuk pelajar di Fakfak.

2. Kegiatan Rumah Pintar di Kokas, Goras, dan Arguni.

3. Fasilitas Laboratorium IPA dan pengembangan pembelajaran STEM di SMU Negeri 1 Kokas.

4. Politeknik Energi Terbarukan (Polinef) sebagai pusat pelatihan energi terbarukan.

5. Pendampingan koperasi di beberapa kampung terdampak sebagai pusat stocking point untuk suplai produk pertanian dan perikanan ke Tangguh LNG.

6. Pendampingan kepada pengusaha lokal Papua agar terlibat dalam proses pengadaan Tangguh LNG, termasuk lima pengusaha asal Fakfak.

7. Penyediaan fasilitator kesehatan di sejumlah kampung untuk program Kesehatan Ibu dan Anak, malaria, TB, sanitasi air, serta HIV/AIDS.

8. Perbaikan fasilitas umum, termasuk Rumah Pintar dan sarana air bersih.

Fokus Penguatan Ekonomi Arguni

Khusus di Arguni, bp Indonesia menyebut telah menjalankan berbagai program yang berfokus pada pendidikan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Sejak 2010 hingga 2025, tercatat sekitar 850 ton produk perikanan atau senilai sekitar Rp37 miliar telah disuplai dari Koperasi Enenem Jaya, Arguni, untuk memenuhi kebutuhan katering Tangguh LNG. Pada tahun 2025 saja, serapan mencapai 95 ton ikan.

Selain itu, perusahaan juga memfasilitasi pembangunan gedung koperasi, pemasangan genset, penyediaan kulkas penyimpanan, serta dukungan peralatan nelayan seperti unit long boat bermesin 15 PK, long boat besar dengan motor tempel 40 PK, peralatan nelayan, dan mesin pemurni air.

Dukungan UMKM dan Infrastruktur

bp Indonesia juga memberikan dukungan bagi usaha produk turunan perikanan seperti abon ikan, mulai dari pengurusan izin usaha, label halal, hingga pengemasan produk.

Pelatihan penguatan UMKM dan usaha lokal juga diberikan kepada 21 pengusaha di Arguni dan Taver serta 26 pengusaha di Kokas, meliputi pelatihan keuangan, pembukuan bisnis, hingga strategi pemasaran.

Di sektor pendidikan, perusahaan melakukan pendampingan dan penguatan kompetensi bagi guru SD di Arguni, termasuk pelaksanaan English Bootcamp dan pemberian beasiswa pendidikan.

Dalam bidang infrastruktur, bp Indonesia mengembangkan pembangkit listrik alternatif di Pulau Arguni dengan kapasitas hingga 150 kWh per hari untuk mendukung rumah ibadah, koperasi, gedung PKK, SMP Arguni, balai kampung, PAUD, dan fasilitas lainnya dengan nilai investasi sekitar Rp2 miliar.

Selain itu, perbaikan jetty masyarakat yang sebelumnya dilakukan pada 2016 akan kembali dilaksanakan pada 2026 dengan anggaran sebesar Rp573 juta.

bp Indonesia menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk membantu pemerintah dalam mencapai kedaulatan energi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Jelang liga 4, Persifa Fakfak Intensifkan Persiapan dan pembenahan team.

0

Fakfak, Redaksi.co – Manajemen Persifa Fakfak terus mematangkan persiapan tim menjelang keikutsertaan dalam Liga 4 Zona Papua Barat yang dijadwalkan bergulir pada 3 Maret 2026 di Manokwari. Kompetisi ini menjadi momentum penting bagi Persifa untuk kembali menunjukkan eksistensinya di kancah sepak bola regional.

Saat ini, skuad Persifa tengah menjalani tahapan Training Center (TC) sebagai bagian dari persiapan akhir. Dalam proses tersebut, tim pelatih melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan fisik, teknik, serta grafik performa setiap pemain. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan guna memastikan komposisi tim yang dibentuk benar-benar siap bersaing di ajang resmi tersebut.

Juru Bicara Persifa Fakfak, Semuel Lesnussa, menjelaskan bahwa seluruh tahapan yang telah dilalui merupakan bagian dari strategi manajemen dalam membangun tim yang solid dan kompetitif. Proses tersebut dimulai dari seleksi terbuka yang memberikan kesempatan bagi talenta lokal untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, dilanjutkan dengan pengumuman pemain terpilih, hingga pemusatan latihan yang kini sedang berlangsung.

“Semua tahapan yang dilakukan, mulai dari proses seleksi terbuka hingga Training Center ini, bertujuan mempersiapkan skuad Persifa Fakfak agar siap mengikuti Liga 4 Zona Papua Barat pada 3 Maret 2026 di Manokwari,” ujar Semuel.

Di sisi lain, manajemen mengakui masih menghadapi kendala anggaran yang cukup signifikan. Saat ini, pihaknya tengah berupaya mencari tambahan dukungan dana guna memastikan keikutsertaan tim dalam kompetisi tersebut. Persoalan ini dinilai krusial, mengingat apabila kembali absen, Persifa Fakfak berpotensi menerima sanksi dari PSSI, berupa pencoretan dari Liga 4 serta kewajiban membayar denda.

Manajemen berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik masyarakat, BUMN, maupun Pemerintah Daerah, untuk bersama-sama berkontribusi dalam memajukan sepak bola di Kabupaten Fakfak. Dukungan tersebut dinilai bukan hanya demi keberlangsungan tim, tetapi juga sebagai investasi pembinaan generasi muda dan kebanggaan daerah.

“Kami berharap ada perhatian dari semua pihak untuk mendukung tim kebanggaan kita bersama, Persifa Fakfak,” tutup Semuel.

Pesantren Mesjid dan Majelis Taklim Pilar Strategis Wujudkan Visi Mubarakah Menuju Sukabumi Adil dan Makmur 

0

Oleh : Aam Abdul Salam, Penasehat PWI Kab.Sukabumi, Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi dan Presidium KAHMI Sukabumi

Redaksi.co || Visi Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah) bukan sekadar jargon politik atau retorika elektoral, melainkan manifestasi peta jalan strategis menuju transformasi Kabupaten Sukabumi yang bermartabat dan inklusif.

Namun, dalam mewujudkan visi besar ini tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik semata, diperlukan pendekatan holistik-integratif yang mensinergikan pembangunan infrastruktur material dengan rekayasa sosial berbasis penguatan spritual dan karakter, yang secara fundamental dapat dicapai melalui optimalisasi “Tiga Pilar Institusi Islam” : Pesantren, Masjid, dan Majelis Taklim.

Pesantren: Laboratorium SDM “Unggul” dan “Maju”

Secara historis, pesantren bukan sekadar institusi transmisi ilmu agama. Ia adalah laboratorium bangsa yang memainkan peran vital dalam mencetak individu berkarakter, berintegritas, dan mandiri. Lebih dari itu, pesantren telah lama berdiri sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu melahirkan agen perubahan di berbagai lini kehidupan.

Guna menjawab tantangan global dan mengaktualisasikan visi mubarakah, pesantren harus direvitalisasi menjadi pusat inkubasi SDM yang adaptif melalui tiga langkah strategis:

Transformasi Kurikulum yang Adaptif: Mengintegrasikan literasi digital dan sains ke dalam kurikulum tradisional tanpa mengikis jati diri serta nilai-nilai luhur kepesantrenan.

Pengembangan Jiwa Santripreneur: Menanamkan mentalitas kewirausahaan agar santri tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga penggerak ekonomi riil yang mandiri.

Sinergi Intelektual dan Moral: Memadukan kedalaman ilmu turats dengan penguasaan teknologi mutakhir untuk melahirkan generasi yang Maju secara kompetensi, namun tetap Rendah Hati secara spiritual.

Dengan langkah ini, pesantren akan bertransformasi menjadi pusat inkubasi SDM unggul yang mampu membawa Kabupaten Sukabumi bersaing di kancah nasional hingga global.

Mesjid: Episentrum Peradaban yang “Berkah”

Dalam perspektif sosiologi religius, masjid bukan sekadar entitas fisik berupa bangunan peribadatan (ritualitas murni), melainkan sebuah institusi multidimensional yang berfungsi sebagai titik temu antara aspek ketuhanan (hablum minallah) dan kemanusiaan (hablum minannas).

Oleh karena itu, masjid harus direvitalisasi ke fungsi orisinalnya sebagai pusat pemberdayaan umat, yang salah satunya dengan menghidupkan ekonomi umat (seperti Baitul Maal atau koperasi masjid). Karena sejatinya, masjid yang mampu memakmurkan jamaahnya secara ekonomi dan mengedukasi secara sosial adalah perwujudan nyata dari keberkahan yang terukur.

Keberkahan bukan lagi konsep abstrak, melainkan dampak nyata (outcome) berupa meningkatnya kesejahteraan dan menurunnya angka kerentanan sosial di lingkungan sekitar. Dan Inilah yang disebut dengan pusat integrasi sosial di mana program pemerintah dan kebutuhan warga dapat bertemu.

Majelis Taklim: Garda Terdepan Masyarakat “Berbudaya”

Sebagai institusi dengan jangkauan akar rumput terluas, Majelis Taklim memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan keluarga melalui internalisasi nilai-nilai teologis yang kontekstual. Seperti menumbuhkan nilai-nilai etika, sopan santun, dan kearifan lokal yang kian tergerus oleh arus modernitas.

Dalam ruang sosial kontemporer, Majelis Taklim harus diposisikan sebagai benteng pertahanan strategis dalam memitigasi degradasi moral serta menangkal paham radikalisme yang berpotensi memicu disintegrasi bangsa.

Lebih spesifik lagi, lembaga ini memegang mandat moral untuk merawat jati diri Kabupaten Sukabumi yang Religius dan Berbudaya. Dan melalui sinergi antara nilai ukhuwah dan kearifan lokal, Majelis Taklim harus dapat memastikan identitas daerah tetap kokoh dan relevan di tengah dinamisasi zaman

Dalam mensukseskan Visi Mubarakah memerlukan orkestrasi yang harmonis. Jika pemerintah memberikan dukungan regulasi dan anggaran, maka ketiga institusi ini harus menjawabnya dengan inovasi gerakan. Dan ketika pesantren, masjid, dan majelis taklim bergerak serentak secara profesional, maka masyarakat yang maju dan unggul bukan lagi sekadar impian, melainkan keberkahan yang nyata dirasakan oleh seluruh warga Sukabumi.***

Editor : OPK

Jembatan Poros Provinsi di Mamasa Ambruk, Tiga Desa Terisolasi dan Ekonomi Warga Lumpuh

0

Redaksi.co MAMASA : Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, beberapa hari terakhir berujung bencana. Jembatan utama di jalan poros provinsi ambruk, memutus total akses transportasi dan mengisolasi tiga desa sekaligus.

Jembatan sepanjang 8 meter dan lebar 3 meter itu merupakan jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Mehalaan dengan Kecamatan Matangnga. Sejak roboh diterjang arus deras, arus kendaraan terhenti total. Warga tak lagi bisa melintas, baik untuk bekerja, sekolah, maupun mengangkut hasil pertanian.

Kepala Desa Kondo, Selamin, mengungkapkan bahwa dampak terparah dirasakan oleh tiga desa, yakni Desa Kondo, Desa Passembu, dan Desa Botteng. Ketiganya kini terisolasi tanpa akses darat yang memadai.

Akibat robohnya jembatan ini, masyarakat di tiga desa benar-benar terisolasi. Kami sangat berharap ada penanganan darurat dari pemerintah, mulai dari kabupaten, provinsi hingga pusat, agar jembatan bisa segera difungsikan kembali meskipun hanya sementara,” ujar Selamin.

Tak hanya memutus mobilitas, ambruknya jembatan ini juga memukul perekonomian warga. Komoditas andalan seperti cokelat, padi, jagung, dan kopi yang biasanya dipasarkan ke wilayah Mambi dan sekitarnya kini tertahan. Aktivitas jual beli hasil bumi dari dan menuju Matangnga pun ikut terhenti.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan darurat, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah. Tanpa perbaikan cepat, dampak sosial dan ekonomi dikhawatirkan akan semakin meluas. (ZUL)

Hadiri HUT Distrik Bomberay, Bupati Samaun Ajak Masyarakat Kembangkan Potensi UMKM Lokal.

0

Fakfak, Redaksi.co – Pemerintah Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Samaun Dahlan saat menghadiri Festival Kuliner UMKM dalam rangka peringatan HUT ke-21 Distrik Bomberay, Minggu (15/2/2026).

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, mulai dari tingkat kampung hingga kabupaten. Menurutnya, sektor usaha kecil bukan hanya menjadi sumber penghasilan warga, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta memperkuat daya tahan ekonomi daerah.

“Kita ingin Bomberay tumbuh sebagai distrik yang maju dan mandiri dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki. Karena itu, UMKM harus terus kita dorong agar masyarakat semakin percaya diri dan produktif dalam berusaha,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, pertumbuhan UMKM yang stabil akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Fakfak terus menjadikan pemberdayaan ekonomi kerakyatan sebagai agenda prioritas dalam program pembangunan daerah.

Menurut Samaun Dahlan, Bomberay memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Fakfak, terutama pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan yang menjadi kekuatan utama masyarakat setempat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memastikan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah distrik dan kampung, agar seluruh masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati hadir bersama Wakil Bupati Donatus Nimbtekendik. Keduanya mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT Distrik sebagai sarana mempererat kebersamaan, menjaga stabilitas daerah, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat di wilayah Papua Barat.

Polsek Tabulahan Turun Tangan Jemur Jagung Warga, Pastikan Harga Tembus Rp5.500 per Kilogram

0

Redaksi.co MAMASA : Polsek Tabulahan menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan petani dengan turun langsung membantu proses penjemuran jagung milik masyarakat. Kegiatan ini dilakukan demi memperlancar distribusi hasil panen sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Personel kepolisian bersama warga bahu-membahu menjemur jagung agar mencapai kadar air sesuai standar pembelian, yakni antara 13 hingga 15 persen. Dengan kualitas tersebut, harga jagung petani mampu menembus angka tertinggi Rp5.500 per kilogram.

AIPTU Arpandi Petir menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari patroli dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

Kami melakukan patroli sekaligus membantu warga agar hasil panen jagung tidak mengalami kendala saat dijual. Kami ingin memastikan petani tidak kesulitan memasarkan hasilnya,” ujarnya. Senin 16 Februari 2026.

Dalam upaya tersebut, Polsek Tabulahan juga bekerja sama dengan Perum Bulog sebagai pihak penampung. Penyaluran hasil panen dilakukan tanpa mengambil keuntungan, murni untuk membantu masyarakat mendapatkan harga terbaik sesuai standar kualitas.

Langkah ini mendapat apresiasi dari warga setempat karena dinilai mampu mendorong kelancaran roda ekonomi di wilayah Tabulahan. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani jagung. (ZUL)

Lawan Parang dengan Tangan Kosong! Pedagang Ikan di Padangsidimpuan Dirampok, Rp30 Juta Melayang

0

PADANGSIDIMPUAN – Aksi heroik sekaligus memilukan menimpa Anita Harahap (42), seorang pedagang (toke) ikan mas warga Lingkungan Simanorbang, Gang Parsadaan III, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Demi mempertahankan harta bendanya, ibu lima anak ini nekat menangkap bilah parang perampok dengan tangan kosong hingga bersimbah darah.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (9/2/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, Anita yang hendak berangkat berdagang dari kediamannya di Gang Parsadaan III tersebut, dihadang oleh dua pria misterius di jalan menurun tepat di depan rumahnya.

Modus Pelaku: Menyamar Menggunakan ‘Lobe’
Awalnya, Anita tidak menaruh curiga saat diberhentikan oleh kedua pelaku. Salah satu pelaku terlihat mengenakan lobe (penutup kepala religius), yang membuat korban mengira mereka ingin menanyakan alamat atau memberikan kabar duka.
“Aku kira orang mau menanyakan alamat, karena dia pakai lobe. Tiba-tiba dia mengeluarkan parang dan diacungkan ke wajahku,” kenang Anita saat ditemui wartawan, Kamis (12/2/2026).

Kesadaran korban baru muncul saat pelaku lain menendang sepeda motornya hingga terjatuh. Spontan, Anita berteriak “Rampok!” berkali-kali. Namun, teriakan itu justru membuat pelaku beringas dan mengayunkan parang ke arahnya. Secara refleks, Anita menahan mata parang tersebut dengan tangannya hingga terluka parah.

Harta Benda Digasak, Korban Tergeletak Bersimbah Darah
Melihat korban tak berdaya, para pelaku langsung menggasak barang berharga milik korban dan melarikan diri. Anak korban, Maya Sahrona Siregar (24), menemukan ibunya sudah tergeletak di jalan dalam kondisi bersimbah darah.

Berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/82/II/2026/SPKT/POLRES PADANGSIDIMPUAN, kerugian yang dialami korban meliputi:
Uang tunai Rp30 juta di dalam dompet pink.
Cincin emas seberat 7,5 gram.
Sepeda motor Honda Beat Street hitam (Nopol B 5373 TIS).

Polisi Buru Pelaku
Pihak Polres Padangsidimpuan telah melakukan olah TKP dan sedang melakukan penyelidikan intensif untuk memburu kedua pelaku. Kejadian ini sempat menggegerkan warga sekitar Kelurahan Batunadua Julu.

Anita berharap polisi segera bertindak cepat agar tidak ada korban perempuan lainnya. “Mudah kali perempuan jadi sasaran, saya harap mereka segera tertangkap,” pungkasnya.

Dari Kekeringan Menuju Harapan: Irpom Bangkitkan Sawah Karanganyar Ambulu 

0

Jember, redaksi.co – Puluhan tahun para petani Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, hidup dalam bayang-bayang kekeringan. Setiap musim kemarau datang, sawah mengering, tanaman meranggas, dan harapan panen perlahan memudar. Namun kini, melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) berupa pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) dan saluran irigasi, denyut kehidupan kembali terasa di hamparan persawahan (15/02/2026).

Air yang dulu sulit dijangkau, kini mengalir melalui mesin pompa menuju lahan-lahan pertanian. Saluran irigasi yang dibangun memastikan distribusi air lebih merata, mengubah tanah yang sempat retak menjadi kembali subur dan produktif.

Ketua Poktan Sumber Makmur, Maroji, menyampaikan rasa syukur mendalam atas bantuan tersebut dengan suara bergetar penuh haru.

“Ini bukan hanya soal air. Ini tentang masa depan kami. Bertahun-tahun kami bergantung pada hujan. Setiap kemarau datang, kami hanya bisa pasrah. Tapi hari ini, kami punya kepastian. Kami punya harapan. Sawah kami hidup kembali, dan bersama itu, semangat kami juga bangkit.”

Ia menegaskan bahwa program ini benar-benar membantu upaya swasembada pangan. Dengan ketersediaan air yang lebih stabil, petani dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP), memperluas musim tanam, serta memaksimalkan hasil produksi.

“Dulu kami hanya bisa tanam satu kali dalam setahun. Sekarang, dengan adanya Irpom dan saluran irigasi ini, kami bisa dua kali tanam bahkan lebih optimal. Kami tidak lagi takut menghadapi kemarau. Produksi meningkat, panen lebih terjamin. Ini nyata membantu program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.”

Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian terhadap petani di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden. Bantuan ini bukan sekadar membangun irigasi, tetapi membangun harapan dan martabat kami sebagai petani. Kami siap bekerja lebih keras, berproduksi lebih banyak, demi ketahanan dan swasembada pangan bangsa.”

Kini, air yang mengalir di persawahan Karanganyar bukan sekadar aliran biasa. Ia menjadi simbol kebangkitan, kemandirian, dan tekad petani untuk berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional (Sofyan).

LPG 3 Kg Menggila! Rakyat Mamuju Tercekik, IPMAPUS Sulbar Bongkar Dugaan “Pangkalan Siluman”

0

Redaksi.co MAMUJU : Gejolak harga LPG 3 Kg di Mamuju kian memanas. Di tengah klaim tim sidak yang menyebut harga elpiji subsidi masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.500, fakta di lapangan justru memukul keras wajah pengawasan distribusi.

Ketua IPMAPUS Sulawesi Barat, Akbar, melontarkan kecaman tajam. Ia menyebut kondisi distribusi LPG 3 Kg di Kabupaten Mamuju sudah berada pada titik yang “mencekik rakyat kecil”.

Jangan tutup mata! Masyarakat membeli LPG 3 Kg di pengecer Rp30.000 hingga Rp35.000, bahkan ada yang tembus Rp50.000 per tabung. Ini bukan cerita, ini realita pahit yang dirasakan setiap hari,” tegasnya.

IPMAPUS mengungkap sejumlah temuan yang dinilai sarat kejanggalan:

1. Pangkalan resmi kerap kosong, membuat warga kesulitan memperoleh LPG sesuai HET.

2. Muncul dugaan pangkalan “siluman” yang terdaftar secara administratif, namun tak pernah terlihat beroperasi.

3. Distribusi diduga tidak tepat sasaran, jatah pangkalan tertentu disebut-sebut mengalir ke pengecer ilegal.

Akibatnya, masyarakat terpaksa membeli LPG dari jalur tidak resmi dengan harga yang melambung tinggi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin sidak tidak menemukan harga di atas HET, sementara warga setiap hari membayar hampir dua kali lipat bahkan lebih?

Kalau sidak tidak menemukan pelanggaran, maka metode dan keseriusan pengawasannya patut dipertanyakan. Jangan sampai sidak hanya jadi formalitas laporan tanpa menyentuh penderitaan rakyat,” sindir Akbar tajam.

IPMAPUS Sulawesi Barat menilai ada indikasi kuat permainan distribusi dan lemahnya pengawasan. Mereka bahkan menegaskan, pejabat yang tidak mampu memastikan LPG subsidi tepat sasaran tidak layak menjadi pelayan masyarakat.

Dalam pernyataan sikapnya, IPMAPUS mendesak:

1. Evaluasi menyeluruh terhadap pejabat dan instansi pengawas distribusi LPG 3 Kg.

2. Pencopotan pejabat yang terbukti lalai atau gagal menyelesaikan persoalan.

3. Audit terbuka seluruh pangkalan LPG 3 Kg di Mamuju.

4. Pengusutan dugaan pangkalan siluman dan distribusi ilegal oleh aparat penegak hukum.

5.Transparansi data distribusi LPG agar bisa diakses publik.

IPMAPUS menegaskan LPG 3 Kg adalah hak masyarakat kecil. Subsidi negara, kata mereka, tidak boleh berubah menjadi bancakan oknum tak bertanggung jawab.

Jika dalam waktu dekat tak ada langkah konkret dari pemerintah, IPMAPUS memastikan akan mengambil langkah konstitusional untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas.

Gelombang kemarahan rakyat kini membara. Pertanyaannya: siapa yang akan bertanggung jawab atas mahalnya gas subsidi di Mamuju? (ZUL)