Beranda blog Halaman 3

*Polisi Amankan Debt Collector Usai Ancam Pengguna Kendaraan di Cengkareng*

0

JAKARTA,REDAKSI.CO — Polsek Cengkareng mengamankan ML alias E (30), seorang debt collector, terkait perkara pemaksaan secara melawan hukum dan/atau penganiayaan ringan yang terjadi di SPBU Jalan Kamal Raya Ring Road, Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Peristiwa pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB itu menjadi perhatian setelah rekamannya beredar di media sosial.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, penanganan perkara dilakukan setelah polisi menerima laporan dan menelusuri rangkaian kejadian dalam proses penagihan kendaraan. “Persoalan pembiayaan memiliki mekanisme penyelesaian tersendiri. Namun, ketika dalam proses penagihan muncul ancaman atau tindakan yang masuk ke ranah pidana, kepolisian wajib menanganinya berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada,” kata Kombes Nasriadi, Senin (24/8/2026).

Peristiwa bermula ketika ML memperoleh informasi mengenai sebuah mobil yang disebut mengalami tunggakan pembayaran selama tiga bulan. Ia kemudian mendatangi kendaraan tersebut saat sedang mengisi bahan bakar, memperkenalkan diri sebagai penerima kuasa dari BFI Finance, dan meminta persoalan tunggakan diselesaikan di kantor perusahaan pembiayaan di kawasan Cengkareng.

Dalam proses komunikasi, ML sempat berada di dalam mobil bersama keluarga pengguna kendaraan. Ketika kendaraan mulai berjalan, ia meminta pengemudi berhenti karena hendak turun, lalu mengucapkan ancaman akan melakukan kuncian pada leher apabila kendaraan tetap melaju. Polisi mengamankan ML pada Sabtu (22/8/2026) dan menyita satu unit telepon seluler Samsung S24 Ultra sebagai barang bukti.

Tersangka diproses berdasarkan Pasal 448 dan/atau Pasal 471 KUHP. Penyidik masih mendalami keterangan para pihak dan barang bukti untuk melengkapi rangkaian perkara secara menyeluruh.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, hak untuk melakukan penagihan tidak dapat dipisahkan dari kewajiban untuk menghormati hukum dan keselamatan pihak lain. “Ada hak yang dapat ditagihkan, tetapi ada batas yang tidak boleh dilampaui. Penagihan tidak boleh berubah menjadi tekanan, intimidasi, atau ancaman yang justru menimbulkan persoalan hukum baru,” ujar Kombes Budi.

Ia menambahkan, perselisihan dalam proses pembiayaan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang sah. “Kepastian hukum harus menjadi ruang penyelesaian, bukan tekanan atau konfrontasi. Dengan cara itu, hak dan kepentingan semua pihak tetap dapat terlindungi. Apabila masyarakat mengalami tindakan yang melanggar hukum dalam proses penagihan, segera laporkan kepada kepolisian terdekat atau melalui Call Center Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti,” kata Kombes Budi.

Tanggul Pengaman Tebing di Bangun,Warga Berikan Apresiasi dan Berharap di Titik Lain Juga di Perhatikan

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pembangunan tanggul pengaman tebing jenis batu gajah di titik lokasi Krueng Meureubo persisnya di Gampong Ranto Panyang Barat Kecamatan Meureubo telah di laksanakan dan dalam proses pengerjaannya mendapat sambutan positif dari warga dan tokoh masyarakat setempat, harapan selama ini untuk dibangun tanggul telah terwujud sehingga ke khawatiran warga akan dampak abrasi telah berkurang dan warga berharap pelaksanaan pembangunan tanggul dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan target.

Hal ini di sampaikan oleh Surna salah seorang tokoh masyarakat setempat kepada media ini pada Senin 24/8/2026.

Menurut Surna, selaku warga ia mengucapkan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten terutama kepada Bupati Aceh Barat yang menurutnya telah berjuang mewujudkan aspirasi masyarakat khususnya Gampong Ranto Panyang Barat agar di bangun tanggul penahan abrasi karena dampak abrasi yang terjadi kian mengkhawatirkan,kini telah terwujud.

” Selaku warga masyarakat, saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih atas perhatian serius dari pemerintah kabupaten dalam hal ini bapak bupati Tarmizi, yang telah menyahuti keluhan masyarakat ,dan tentu kita berharap tidak ada kendala dalam pengerjaan nya hingga selesai nanti ” Ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa abrasi di sepanjang aliran sungai Krueng Meureubo bukan cuma di Gampong Ranto Panyang Barat saja yang terjadi, menurut dia masih ada beberapa lokasi lain yang kondisinya juga memprihatinkan dan mendesak untuk segera di tangani di antaranya di sekitar jembatan pasi mesjid -leuhan – Ranto Panyang tepatnya di Gampong mesjid Tuha dimana kondisi abrasi sudah semakin membahayakan dan nyaris merobohkan rumah penduduk, begitu juga di sambungan batu gajah lama dengan kondisi serupa.

” Ada beberapa titik abrasi yang cukup parah, terutama yang dekat kepala jembatan di Gampong mesjid Tuha,di situ rumah warga dapurnya nyaris roboh karena abrasi, kalau saja boleh meminta, tolong kiranya yang di dekat jembatan di prioritaskan, disamping di beberapa titik abrasi lain di sepanjang aliran sungai Krueng Meureubo ini semata-mata menghindari kerugian yang lebih besar ke depan “Ujarnya

Terpantau di lokasi pembangunan tanggul,tumpukan material batu gajah tertumpuk rapi di sekitar lokasi dengan alat berat jenis eksavator hilir mudik memindahkan tumpukan batu untuk di bawa ke pinggir sungai dalam proses pengerjaannya yang di harapkan oleh masyarakat dapat berjalan sesuai dengan target waktu yang telah di tentukan.****

LAN Muba Gelar Aksi, Desak Penelusuran Dugaan Penyalahgunaan Koperasi untuk Aktivitas Illegal Refinery

0

 

Redaksi.co MUSI BANYUASIN – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Aspirasi Nusantara (DPD LAN) Kabupaten Musi Banyuasin akan menggelar aksi damai untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait dugaan penyalahgunaan koperasi yang dikaitkan dengan aktivitas illegal refinery di Kecamatan Keluang.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan titik kumpul di Stadion Serasan Sekate Sekayu. Massa aksi selanjutnya akan bergerak menuju Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Musi Banyuasin.

Ketua DPD LAN Kabupaten Musi Banyuasin, Fitriandi, S.Sos., dalam surat pemberitahuan aksi tertanggal 20 Agustus 2026, menyatakan bahwa aksi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat secara terbuka dan damai.

“Kami menyampaikan aspirasi secara damai, tertib dan tidak anarkis. Kami juga siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian demi menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan,” demikian disampaikan Fitriandi kepada Tim Liputan, Senin (24/8/2026).

LAN meminta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Musi Banyuasin melakukan evaluasi menyeluruh terhadap legalitas, kegiatan usaha, tata kelola serta kepatuhan Koperasi Inkotani Perindo terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tidak berhenti pada evaluasi administratif, LAN juga mendesak agar hasil pemeriksaan ditindaklanjuti apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan koperasi yang diduga menaungi kegiatan illegal refinery di Kecamatan Keluang.

LAN bahkan meminta adanya rekomendasi kepada Polres Musi Banyuasin atau aparat penegak hukum lainnya apabila hasil pemeriksaan menemukan dugaan pelanggaran hukum.

Selain itu, LAN mendesak dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap pengurus Koperasi Inkotani Perindo terkait dugaan keterkaitan dengan aktivitas illegal refinery di Kecamatan Keluang.

Salah satu poin yang menjadi perhatian serius adalah permintaan penelusuran terhadap dugaan setoran sebesar Rp7 juta per orang, dengan jumlah sekitar 23 orang atau total sekitar Rp161 juta. LAN meminta aparat dan instansi terkait menelusuri asal-usul, tujuan, serta penggunaan dana tersebut apabila informasi tersebut dapat dibuktikan.

“Kami ingin persoalan ini dibuka secara terang. Jika memang ada koperasi yang disalahgunakan untuk kepentingan aktivitas ilegal, maka harus ada pemeriksaan dan pertanggungjawaban yang jelas. Jangan sampai koperasi yang seharusnya menjadi wadah kegiatan ekonomi justru dimanfaatkan untuk menutupi atau mendukung aktivitas yang bertentangan dengan hukum,” tegas Fitriandi.

Menurutnya, aksi tersebut bukan ditujukan bukan untuk menghakimi pihak tertentu. LAN, kata Fitriandi, mendorong adanya pemeriksaan objektif dan transparan sehingga setiap dugaan dapat diuji berdasarkan fakta dan bukti.

LAN juga menyebut terdapat informasi mengenai 23 orang yang disebut sebagai pemilik tempat penyulingan sekaligus diklaim sebagai anggota koperasi. Atas informasi tersebut, LAN meminta Dinas Koperasi dan UKM bersama aparat penegak hukum melakukan verifikasi secara menyeluruh.

“Kami meminta semua pihak membuka data dan melakukan pemeriksaan secara transparan. Kalau tidak ada pelanggaran, tentu harus dijelaskan berdasarkan data. Tetapi kalau ditemukan pelanggaran, jangan dibiarkan. Hukum harus berjalan tanpa pandang bulu,” ujar Fitriandi.

Dalam pemberitahuan kepada Kapolres Musi Banyuasin, LAN juga meminta bantuan pengamanan dan pengawalan selama aksi berlangsung. Organisasi tersebut menyatakan komitmennya menjaga ketertiban umum serta menghormati hak masyarakat lainnya.

Aksi diperkirakan diikuti sekitar 50 orang. DPD LAN Muba menyatakan seluruh peserta akan diarahkan mengikuti aksi secara tertib dan damai.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Musi Banyuasin serta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti berbagai dugaan yang disampaikan LAN. Apakah persoalan tersebut sebatas administrasi koperasi atau terdapat dugaan keterkaitan dengan aktivitas ilegal, jawabannya bergantung pada hasil pemeriksaan dan penelusuran berbasis bukti.

(Alam/tim)

Apel Jam Pimpinan, Kapolres Purwakarta Tekankan Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat

0

 

PURWAKARTA | REDAKSI.CO – Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam memimpin Apel Jam Pimpinan sebagai momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat komitmen seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (24/8/2026) di Lapangan Apel Polres Purwakarta dan diikuti oleh Wakapolres Purwakarta KOMPOL Yudiono, Pejabat Utama Polres Purwakarta, serta seluruh personel Polres Purwakarta.

BACA JUGA: Turun Langsung ke Polsek Sukatani, Kapolres Purwakarta Pastikan Polisi Hadir dan Layani Masyarakat

Dalam arahannya, Kapolres Purwakarta menyampaikan sejumlah evaluasi terkait pelaksanaan tugas dan kinerja personel. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui berbagai hal yang telah berjalan baik sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki.

Kapolres menekankan agar setiap personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan profesional, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

  • “Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk melihat apa yang harus kita perbaiki. Setiap personel harus memahami bahwa tugas kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan sikap yang profesional, humanis dan bertanggung jawab,” tegas AKBP Febri Nurzam.

Kapolres juga mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kedisiplinan serta menjaga sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kehadiran personel di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Selain itu, Kapolres mendorong personel untuk terus meningkatkan respons terhadap setiap laporan dan informasi yang disampaikan masyarakat. Kecepatan bertindak, ketepatan dalam mengambil keputusan serta komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepolisian.

Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan, Apel Jam Pimpinan menjadi sarana komunikasi langsung antara pimpinan dan seluruh personel sekaligus memperkuat soliditas internal.

  • “Apel Jam Pimpinan menjadi momentum untuk menyampaikan evaluasi, arahan dan penekanan kepada seluruh personel. Apa yang disampaikan Kapolres menjadi perhatian bersama agar pelaksanaan tugas ke depan semakin baik dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar IPTU Tini Yutini.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari kedisiplinan dan komitmen setiap personel.

“Polri hadir untuk masyarakat. Karena itu, setiap personel harus mampu memberikan pelayanan dengan cepat, tepat, humanis dan tidak diskriminatif. Kepercayaan masyarakat harus terus dijaga melalui kinerja nyata di lapangan,” tambahnya. (*/SK)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta

Polisi Hadir di Hari Minggu, Patroli Gereja Jadi Jaminan Rasa Aman Jemaat di Bungursari

0

 

PURWAKARTA | REDAKSI.CO – Minggu pagi menjadi waktu bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas, termasuk beribadah. Untuk memastikan kegiatan tersebut berlangsung aman dan nyaman, jajaran Polres Purwakarta terus meningkatkan kehadiran personel di tengah masyarakat.

Pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai, AIPTU Rachmat dan AIPDA Bambang, personel Polsek Bungursari Polres Purwakarta, melaksanakan patroli di Gereja Pasundan Sadang, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

Patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan situasi di sekitar gereja tetap kondusif selama masyarakat melaksanakan ibadah.

BACA JUGA: Turun Langsung ke Polsek Sukatani, Kapolres Purwakarta Pastikan Polisi Hadir dan Layani Masyarakat

Personel juga memantau aktivitas jemaat serta kondisi lingkungan sekitar tempat ibadah. Kehadiran polisi diharapkan memberikan rasa aman sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa adanya gangguan.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, melalui Kasi Humas, IPTU Tini Yutini mengatakan, pengamanan dan patroli di tempat ibadah merupakan bentuk pelayanan Polri kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

  • “Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman dan tenang. Patroli di tempat ibadah merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada jemaat,” ujar IPTU Tini Yutini.

Menurutnya, menjaga keamanan dan toleransi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Polri mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan serta menghormati setiap kegiatan keagamaan.

  • “Mari bersama-sama menjaga toleransi dan kerukunan. Perbedaan bukan penghalang untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Ketika masyarakat dan kepolisian saling peduli, keamanan akan semakin kuat,” tambahnya.

Kehadiran personel Polsek Bungursari di Gereja Pasundan Sadang menjadi gambaran bahwa Polri hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan rasa aman. (*/SK)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta

Respons Cepat Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Cek Dugaan Pelemparan Kaca Rumah Warga di Nagritengah

0

 

PURWAKARTA | REDAKSI.CO – Sinergitas TNI-Polri kembali ditunjukkan dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Bhabinkamtibmas bersama Babinsa bergerak cepat melakukan pengecekan setelah menerima informasi adanya dugaan aksi pelemparan terhadap kaca rumah warga di wilayah Kelurahan Nagritengah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. 

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Nagritengah Polsek Purwakarta Kota AIPDA Agus Yahya bersama Babinsa melakukan pengecekan langsung ke rumah warga di RT 08/RW 02, Kelurahan Nagritengah yang dilaporkan mengalami dugaan pelemparan pada bagian kaca rumah.

 

BACA JUGA: Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Mulyamekar

Petugas mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi warga sekaligus melakukan pengecekan terhadap situasi di sekitar rumah. Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga menjadi langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan maupun kejadian serupa.

Petugas mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan adanya orang atau aktivitas yang mencurigakan. Setiap informasi yang berkaitan dengan gangguan kamtibmas diharapkan segera disampaikan kepada pihak kepolisian.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, melalui Kasi Humas, IPTU Tini Yutini mengatakan, respons cepat terhadap informasi masyarakat merupakan bagian dari pelayanan Polri.

  • “Bhabinkamtibmas bersama Babinsa langsung melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi warga dan situasi di sekitar lokasi. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan kepada petugas apabila terjadi gangguan keamanan,” ujar IPTU Tini Yutini.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Apabila masyarakat mengetahui adanya kejadian atau melihat aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian. Jangan melakukan tindakan sendiri yang justru dapat menimbulkan persoalan baru. Masyarakat juga dapat menghubungi layanan Polri 110 untuk mendapatkan respons petugas,” pungkas Kasi Humas Polres Purwakarta menutup keterangannya. (*/SK)

SUMBER: SIHUMAS POLRES PURWAKARTA

HUT RI KE-81JL.BAHAGIA KUALA TUNGKAL

0

Redaksi Co Kuala Tungkal,23 Agustus 2026.

Memerintahkan HUT RI ke 81 di. Jalan Bahagia taman edukasi Kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Adapun acara yang di lombakan untuk anak anak antar lain:

1. Lomba PENGUCAPAN PANCASILA

2. Hapalan UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBIK INDONESIA 1945.

3. LOMBA MAKAN KERUPUK

4. LOMBA SENDOK KELERENG.

5. AMBIL UANG DI DALAM KOTAK

Yang untuk ibu ibu joget kursi dan joget balon,,, adapun hadiah untuk ibu ibu cukup menarik yaitu dari beras premium,, minyak goreng  dan sembako lain nya..

 

Adapun saat awak media menemui pihak ketua panitia yang di sambut ramah,an.PARIYANTO menjelaskan lomba kali ini cari aman,, jangan ada cedera para peserta..

Begitu juga dengan Tokoh masyarakat dan Pemuda an.. Burhanudin memberikan keterangan bahwa terlaksana nya acara di luar dugaan,,, sampai enam RT. Alhamdulillah acara berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan.

Harapan penulis,, semoga orang orang baik yang membantu donasi nya tidak mau di sebut nama nya,, Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan umur panjang.

Dan semoga bermanfaat bagi kita semua

Kaperwil Arifin

 

KOWANI, PIM, dan PPMI Kolaborasi Perkuat Budaya, UMKM, dan Pemberdayaan Perempuan

0

JAKARTA, 23 Agustus 2026

Semangat persatuan dan kolaborasi perempuan Indonesia diwujudkan melalui Festival Merah Putih yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (23/8/2026). Kegiatan yang mempertemukan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Perkumpulan Perempuan Indonesia Maju (PIM), dan Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) tersebut mengangkat pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi UMKM.

Festival Merah Putih dihadiri sejumlah pimpinan dan tokoh organisasi perempuan, di antaranya Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029 Nannie Hadi Tjahjanto, Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro, S.H., M.Kn., Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam, Pembina DPP PIM Tantri Relatami, Rektor UNIPI sekaligus Dewan Pembina DPP PIM Prof. Dr. Francisca Sestri, Dewan Pengawas DPP PIM Soraya Togas, serta Ketua Umum BPP HIPMI Women preneur Aisyah Melissa Hamid. Sejumlah perwakilan panitia, mitra pendukung, desainer, dan juri fashion show dan mendukung kegiatan tersebut, di antaranya Bhyandha by Halida Noor, MIWA Pattern by Mira Hoeng, Enny Collection by Enny, Edith House by Edita, Imogen by Sasa, Rizz Ashar by Fariz Ashar, Meemaa Style, Rakuna by Ratna Kurnia, Opie Ovie, dan Lenny Agustin.

Rangkaian Festival Merah Putih diisi Parade Kebaya Merah Putih, talk show, pertunjukan seni, special show, dan fashion show yang melibatkan berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan generasi muda.

Kolaborasi Perempuan untuk Gerakan Bersama

Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro mengatakan Festival Merah Putih menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama antar elemen perempuan Indonesia. Menurutnya, perbedaan latar belakang organisasi dapat menjadi kekuatan ketika disatukan dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ketika perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi dapat duduk bersama, bekerja bersama, dan menghadirkan kegiatan yang positif, tentu akan memberikan energi yang besar bagi kemajuan perempuan dan bangsa Indonesia,” ujar Lana.

Ia menuturkan, gagasan Festival Merah Putih bermula dari komunikasi dengan Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam. Dari komunikasi tersebut, kolaborasi kemudian dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur organisasi perempuan.

Festival tidak hanya menghadirkan Parade Kebaya Merah Putih, tetapi juga talk show, special show, pertunjukan seni, serta kegiatan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.

Lana menilai keterlibatan anak-anak dan generasi muda menjadi bagian penting karena mereka memiliki peran strategis dalam meneruskan nilai-nilai budaya Indonesia kepada generasi berikutnya.

“Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya, persatuan, dan Indonesia sejak dini,” katanya.

KOWANI: Kebaya Punya Potensi Ekonomi

Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029 Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan pelestarian kebaya tidak sebatas menjaga warisan budaya. Kebaya juga memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi melalui keterlibatan pengrajin, penjahit, desainer, dan pelaku UMKM.

Menurut Nannie, pengembangan kebaya berkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, industri kreatif hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Saya yakin kegiatan seperti ini memberikan dampak yang kuat, terutama karena tidak hanya berbicara tentang kebaya dan budaya, tetapi juga berkaitan erat dengan pemberdayaan perempuan, UMKM, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Nannie.

Ia mengapresiasi para desainer dan pelaku industri kreatif yang terus mengembangkan kebaya dan busana Indonesia. Menurutnya, parade, pameran, dan kegiatan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan karya sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.

Karena itu, Nannie mendorong agar gerakan berkebaya tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dikembangkan secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai daerah.

“Kita harus terus bersinergi dan berkolaborasi. Kegiatan-kegiatan seperti ini jangan berhenti hanya pada satu acara, tetapi harus terus dilanjutkan, dikembangkan, dan dibawa ke berbagai daerah agar manfaatnya semakin luas,” katanya.

Nannie juga menilai pemberdayaan UMKM perempuan perlu dibarengi edukasi dan inovasi. Pelaku usaha, kata dia, perlu memiliki kemampuan dalam melakukan diversifikasi produk, mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi, hingga menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Di sisi lain, ia menilai pengenalan kebaya tidak harus dilakukan melalui kewajiban. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap kebaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Kita tidak harus selalu mewajibkan perempuan memakai kebaya. Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran dan kebanggaan. Ketika perempuan Indonesia melihat bahwa kebaya itu cantik, anggun, nyaman, dan bisa digunakan dalam berbagai kesempatan, saya yakin mereka akan dengan sendirinya tertarik untuk mengenakannya,” jelasnya.

Menurut Nannie, semakin banyak perempuan mengenakan kebaya, semakin besar pula peluang ekonomi yang terbuka bagi pengrajin, penjahit, desainer, dan pelaku UMKM.

“Kita sekaligus memberikan kesempatan kepada UMKM, pengrajin, penjahit, dan para desainer kebaya untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengenalan kebaya kepada generasi muda perlu dilakukan sejak dini, termasuk melalui lingkungan pendidikan. Salah satunya dengan mengenalkan penggunaan kebaya pada hari tertentu di sekolah agar anak-anak terbiasa melihat dan mengenal busana tradisional Indonesia.

“Kalau anak-anak kita sudah terbiasa melihat, mengenal, dan memakai kebaya, mereka akan tumbuh dengan rasa bangga terhadap budaya Indonesia,” tuturnya.

Nannie menegaskan pelestarian kebaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari organisasi perempuan, pelaku UMKM, desainer, dunia pendidikan hingga masyarakat.

“Kebaya bukan sekadar busana. Kebaya adalah identitas, budaya, sejarah, sekaligus peluang ekonomi bagi perempuan Indonesia,” pungkas Nannie.

PPMI Dorong Perempuan Mandiri dan Berdaya Saing

Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara PPMI dan PIM. Menurutnya, kerja sama antar lembaga perempuan menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun gerakan bersama.

Ia menilai perempuan Indonesia memiliki kekuatan besar ketika mampu bersatu, membangun jejaring, dan saling mendukung dalam berbagai bidang.

“Kaum perempuan kalau bersatu, kita akan kuat. Melalui festival ini, jaringan UMKM perempuan di bawah naungan PPMI juga turut dilibatkan untuk diangkat derajat ekonominya secara nyata,” ujar Bundo Suherni.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui peringatan sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga melalui langkah nyata menggerakkan ekonomi kerakyatan, memperkuat kemandirian perempuan, serta menjaga keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara.

Melalui Festival Merah Putih, PPMI mendorong perempuan Indonesia agar semakin mandiri, tangguh, kreatif, dan memiliki daya saing. Perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga, menggerakkan perekonomian, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan keberagaman Indonesia.

Bundo Suherni berharap kolaborasi antar lembaga perempuan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Semoga kolaborasi ini membawa keberkahan, menguatkan cita-cita bersama, serta menjadi inspirasi bagi semakin banyak perempuan Indonesia untuk terus berkarya, berdaya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” katanya.

Festival Merah Putih turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Sudin dan Wanda, Bank Jakarta, serta Hotel Borobudur Jakarta.

PIM Perkuat Perlindungan Perempuan dan Jejaring Digital

Kolaborasi yang dibangun melalui Festival Merah Putih juga diarahkan pada penguatan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan perempuan dan anak.

Lana mengatakan PIM telah memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PIM yang memberikan pendampingan dan bantuan hukum bagi perempuan dan anak.

Selain itu, PIM memperbarui website resminya untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai profil organisasi, kegiatan, dan program. Platform tersebut juga menjadi sarana promosi bagi UMKM sekaligus mendukung perluasan jejaring organisasi perempuan secara nasional.

“Kita juga mengajak seluruh organisasi perempuan untuk saling mendukung melalui berbagai kanal komunikasi dan media sosial. Mari kita follow, like, dan sebarkan berbagai kegiatan positif yang dilakukan organisasi perempuan di Indonesia,” ujar Lana.

Menurutnya, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perempuan yang lebih kuat, tidak hanya dalam bidang budaya, tetapi juga hukum, ekonomi, teknologi, dan pendidikan.

Festival Merah Putih menunjukkan bahwa kolaborasi organisasi perempuan dapat diarahkan pada berbagai agenda sekaligus. Pelestarian budaya, penguatan UMKM, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan kapasitas generasi muda dapat berjalan dalam satu semangat kebersamaan.

“Tujuan kita sama, yaitu membangun persatuan, memperkuat peran perempuan, dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia yang kita cintai,” kata Lana.

Red//Kornellius

Proyek Kakao Rp2 Miliar di Majene Bergejolak, Petani Tolak Bibit Seedling: Ada Apa?

0

Redaksi.co MAJENE : Proyek peremajaan kakao seluas 200 hektare bernilai fantastis Rp2 miliar di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mendadak meledak menjadi skandal panas. Bantuan yang sesumbar menjadi “dewa penolong” produktivitas petani justru memicu gelombang penolakan masif dari para kelompok tani penerima.

Di balik menterengnya sertifikat dan izin administratif pengadaan, borok proyek ini dibongkar langsung oleh para petani di lapangan. PT Mitra Alam Nusantara Evergreen, kontraktor pemenang proyek, yang berkewajiban menggelontorkan 200.000 batang benih untuk 42 kelompok tani di empat kecamatan, disinyalir menyalurkan bibit asal biji (seedling), bukan bibit sambung pucuk (grafting) bermutu tinggi yang selama ini ditunggu-tunggu warga.

“Sertifikat boleh lengkap, label boleh mentereng, tapi kalau yang dibagikan bibit yang memperpanjang derita petani, buat apa? Ini proyek hanya menguntungkan penyedia, tapi buntung buat petani!” tegas Muh Awal, menyuarakan amarah para penerima manfaat.

Para petani menilai bibit seedling ini sebagai “jebakan batman“. Bukannya mempercepat panen, bibit ini malah berpotensi menyedot kembali tenaga, waktu, dan biaya ekstra petani untuk melakukan penyambungan ulang (re-grafting). Uang publik bernilai miliaran rupiah pun terancam menguap hanya demi pemenuhan formalitas pengadaan di atas kertas.

Kondisi makin memanas setelah riak penolakan serupa dilaporkan merembet ke wilayah lain di Sulawesi Barat, mulai dari Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah, hingga Pasangkayu. Bau menyengat ketidakberesan spesifikasi benih ini mengindikasikan adanya celah sistemis dalam penggunaan anggaran daerah.

Kini, publik menuntut transparansi total dari Pemerintah Kabupaten Majene dan pihak penyedia:

  • Transparansi Spesifikasi: Atas dasar apa bibit seedling diloloskan jika secara teknis mengebiri efektivitas peremajaan kakao?
  • Audit Investigatif: Bagaimana mekanisme pengawasan distribusi benih hingga proyek berbiaya Rp2 miliar ini bisa lolos dan menuai penolakan massal?
  • Tanggung Jawab Anggaran: Apa langkah konkret pemda menghadapi boikot petani agar uang publik tidak berujung sampah?

Bukan cuma 200 hektare lahan yang kini dipertaruhkan, melainkan nasib ribuan petani dan pertanggungjawaban uang rakyat. Publik menunggu: apakah pemda berani membongkar skandal ini secara terang-benderang, atau justru memilih pasang badan membela proyek bernilai miliaran tersebut? (ZUL)

Polri Terus Akselerasi Pemadaman Karhutla Dukung Langkah Presiden

0

http://( redaksi.co )(23 Agustus )(2026)

Polri Terus Akselerasi Pemadaman Karhutla, Dukung Langkah Presiden

PALANGKA RAYA, Sabtu, 22 Agustus 2026 — Polri siap mengakselerasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengoptimalkan kekuatan personel, sarana prasarana, teknologi, serta kolaborasi bersama TNI dan seluruh stakeholder.

Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang hari ini turun langsung ke Kalimantan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu dan efektif.

Dari Palangka Raya, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan kesiapan kekuatan TNI-Polri serta sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

Polri sebelumnya telah melakukan berbagai upaya penanganan secara berkelanjutan, mulai dari deteksi dini, patroli, pengerahan personel untuk pemadaman, edukasi masyarakat, penguatan sarana prasarana hingga penegakan hukum.

Wakapolri menegaskan seluruh upaya tersebut akan terus diperkuat dan diselaraskan dengan direktif Presiden.

“Kita hadir sedini mungkin. Setiap potensi api harus segera kita deteksi, verifikasi, dan tangani bersama agar tidak berkembang dan meluas. Dengan kesiapsiagaan, sinergi, dan kecepatan respons, kita optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif.”

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polri telah memantau 31.392 hotspot dan melaksanakan 2.748 tindakan pemadaman.

Peningkatan hotspot menjadi perhatian bersama. Pada Juli tercatat 7.175 hotspot, sedangkan pada periode 1–18 Agustus 2026 mencapai 7.655 hotspot.

Untuk memperkuat respons, Polri telah melaksanakan 168.500 kegiatan patroli, 42.800 kegiatan monitoring titik api, 2.850 kegiatan sosialisasi, 1.285 kegiatan pelatihan, 3.250 kegiatan rapat koordinasi, serta 1.420 kegiatan water bombing.

Upaya tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, kementerian/lembaga terkait serta masyarakat. Kolaborasi mencakup pemadaman, patroli, deteksi dini, pencegahan, edukasi, dukungan sarana prasarana hingga penegakan hukum.

Di bidang sarana prasarana, Polri siap mengoptimalkan dukungan 3.076 embung, 2.056 sekat kanal, 18 sumur bor dan 647 menara pantau sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan sumber air, mempercepat deteksi titik api dan mendukung pemadaman di lapangan.

Khusus Kalimantan Tengah, tercatat 17.513 hotspot dan 1.610 firespot, dengan luas lahan terbakar mencapai 4.383,21 hektare.

Polda Kalimantan Tengah telah menyiagakan 7.775 personel gabungan, didukung 379 menara pantau, 1.227 embung, 4.910 titik sumur bor, 99 pos lapangan dan 15 command center.

Jajaran Polda Kalteng juga telah melaksanakan 26.438 kegiatan sosialisasi, menyebarkan 25.059 lembar maklumat, serta melaksanakan patroli di 18.687 titik.

Dukungan teknologi terus diperkuat, antara lain melalui penggunaan drone pemantau dan inovasi Beehive Drone Precision Fire Interception untuk mendeteksi anomali panas dan melakukan intervensi pada fase awal kebakaran.

Selain pemadaman dan pencegahan, Polri memastikan penegakan hukum tetap berjalan. Hingga 21 Agustus 2026, telah diterima 77 laporan polisi terkait karhutla dan ditetapkan 70 tersangka, dengan luas areal terbakar dalam perkara mencapai 987,6 hektare.

Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran, dengan tetap membuka ruang pendalaman terhadap pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan lahan.

Polri memandang pemadaman, pencegahan, penegakan hukum dan kolaborasi sebagai satu kesatuan dalam penanganan karhutla.

Kehadiran Presiden di Kalimantan hari ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi dan mengakselerasi seluruh upaya yang telah berjalan.

Polri siap melaksanakan direktif Presiden dengan mengoptimalkan seluruh kekuatan bersama untuk mempercepat pemadaman, mencegah api meluas, melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan.

http://(Agus kustiadi )(23 Agustus )(2026)