Beranda blog Halaman 4

Polda Kepri Gelar Perlombaan Semarak HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pererat Kekompakan dan Kekeluargaan 

0

Redaksi.co | Batam – Polda Kepulauan Riau menggelar Apel Pagi Gabungan yang dirangkaikan dengan Lomba Semarak Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Bhayangkara Polda Kepri, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang dipimpin Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., tersebut diikuti para Pejabat Utama Polda Kepri, seluruh personel, Bhayangkari Daerah Kepri, serta anak-anak keluarga besar Polda Kepri, sebagai momentum mempererat soliditas, kekompakan, dan kebersamaan keluarga besar Polda Kepri.

Dalam arahannya, Wakapolda Kepri menyampaikan permohonan maaf dari Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., yang belum dapat hadir karena masih mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dalam rangkaian kegiatan di Pulau Penyengat.

Meski demikian, Wakapolda menegaskan bahwa ketidakhadiran Kapolda tidak mengurangi makna dan semangat pelaksanaan kegiatan Semarak Kemerdekaan yang menjadi momentum kebersamaan keluarga besar Polda Kepri.

Wakapolda Kepri mengatakan bahwa kegiatan olahraga dan perlombaan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran dan kesehatan personel, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota Polri, Bhayangkari, dan keluarga besar Polda Kepri. Ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Selain membangun kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berbagai perlombaan tradisional yang digelar diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong, kekompakan, serta rasa cinta tanah air di tengah keluarga besar Polda Kepri.

Usai apel gabungan, kegiatan dilanjutkan dengan beragam perlombaan yang berlangsung meriah, di antaranya lomba memasukkan pensil, makan kerupuk, jepit balon, estafet sarung, bakiak, tiup gelas, balap karung, estafet tepung, tarik tambang, hingga lomba sepeda hias yang diikuti anak-anak. Antusiasme peserta dan dukungan Bhayangkari turut menciptakan suasana penuh keceriaan di Lapangan Bhayangkara Polda Kepri.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif. Masyarakat juga dapat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang aktif 24 jam dan gratis untuk memperoleh bantuan maupun menyampaikan pengaduan.

Kasum TNI, Letjen Richard Tampubolon Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Bela Negara

0

 

Jakarta, – HKBP Menteng menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat: Terus Melayani dan Berdampak”, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di HKBP Menteng, Jakarta Pusat, ini menjadi ruang refleksi sekaligus dialog untuk memperkuat peran keluarga, gereja, dan masyarakat dalam membangun kehidupan kebangsaan yang harmonis serta memberikan dampak nyata.

 

Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, keteladanan, pelayanan, serta peran keluarga dalam membentuk generasi muda Indonesia yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.

 

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan akademisi, di antaranya Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta; Letjen TNI Richard Tampubolon, Kasum TNI; Pdt. Sahat Manulang, Pendeta Resort HKBP Menteng; Pdt. Prof. Binsar Pakpahan, Ketua STFT Jakarta; Prof. Angel Damayanti, Rektor Universitas Kristen Indonesia; Martin Hutabarat, Jemaat HKBP Menteng; serta David Manalu selaku moderator.

 

Dalam pemaparannya, Letjen TNI Richard Tampubolon menekankan pentingnya menghadirkan kembali keteladanan dan wawasan kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

 

Menurutnya, makna bela negara pada masa kini tidak lagi hanya dimaknai melalui perjuangan fisik seperti pada era kemerdekaan. Bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai bidang pengabdian dan prestasi.

 

“Kalau sekarang bela negara tidak mungkin seperti zaman dulu. Kita menjadi pemain bola dan bisa juara di tingkat SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade, itu juga bela negara. Kita menjadi seorang ahli kesehatan yang berjasa dalam mengatasi COVID-19, itu juga bela negara,” ujar Richard.

 

Ia menegaskan bahwa yang tidak kalah penting adalah menjaga wawasan kebangsaan, semangat kebangsaan, dan rasa cinta terhadap bangsa Indonesia agar tetap hidup di tengah masyarakat.

 

“Yang paling penting adalah wawasan kebangsaannya, semangat kebangsaannya, rasa kebangsaan ini harus eksis selalu. Saya yakin ini tetap terpelihara dan tetap menyala di seluruh ruas HKBP Menteng,” katanya.

 

Richard juga berharap HKBP Menteng dapat terus menjadi bagian dalam membentuk generasi muda yang unggul dan mampu menjadi kebanggaan Indonesia di masa depan.

 

“Semoga generasi-generasi muda Indonesia, khususnya HKBP Menteng, akan membentuk pohon-pohon juara, generasi-generasi kebanggaan kita di masa yang akan datang,” tuturnya.

 

Lebih jauh, ia mengajak seluruh peserta untuk terus menghadirkan kabar baik melalui karya, pelayanan, dan tindakan nyata. Baginya, kekuatan keluarga harus menjadi fondasi untuk membangun kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang semakin kokoh.

 

Pesan tersebut sejalan dengan semangat utama seminar, yakni bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan pribadi-pribadi yang kuat, dan pribadi yang kuat akan memberikan kontribusi bagi terbentuknya bangsa yang kuat.

 

Richard juga menyampaikan refleksi mengenai pentingnya iman, ketekunan, dan sikap menyerahkan hasil akhir kepada Tuhan setelah manusia melakukan bagian terbaiknya.

 

“Kerjakanlah apa yang kamu kerjakan. Selanjutnya serahkan kepada Tuhan, biarkan Tuhan yang bekerja,” ungkapnya.

 

Seminar Kebangsaan HKBP Menteng diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga, gereja, masyarakat, dan bangsa.

 

Melalui semangat “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat”, HKBP Menteng meneguhkan tekad untuk terus melayani, menghadirkan keteladanan, menjaga semangat kebangsaan, serta memberikan dampak nyata bagi Indonesia.

 

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Sahat Manulang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur DKI Jakarta serta kesempatan untuk berdialog bersama warga HKBP Menteng.

 

Menurutnya, gereja memiliki komitmen untuk menjadi bagian dari pembangunan bangsa dengan mendukung berbagai program positif pemerintah, khususnya yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

 

“Kami sebagai warga gereja dan bagian integral dari bangsa ini berkomitmen mendukung seluruh program dan visi yang telah dicanangkan pemerintah untuk kebaikan bersama, khususnya bagi masyarakat Jakarta,” ujar Pdt. Sahat Manulang.

 

Ia menegaskan, dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pernyataan, tetapi juga melalui aksi nyata di lingkungan masyarakat. HKBP Menteng, kata dia, akan terus melihat berbagai persoalan sosial dan mencari kontribusi yang dapat dilakukan dalam konteks lokal.

 

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin menjadi bagian dari solusi di tengah berbagai persoalan yang kita hadapi, baik sebagai bangsa maupun sebagai masyarakat,” tegasnya.

 

Salah satu bentuk dukungan yang disoroti adalah keterlibatan HKBP dalam gerakan pilah sampah, sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Jakarta. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak warga gereja untuk terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah dari lingkungan masing-masing.

 

Sementara itu, Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, dalam paparannya menyampaikan sejumlah tantangan dan agenda pembangunan Jakarta, mulai dari transportasi, kesehatan, pendidikan hingga persoalan sosial.

 

Menurut Pramono, pembangunan Jakarta harus terus diarahkan agar mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

 

“Tadi saya menyampaikan beberapa hal, di antaranya bagaimana Jakarta yang sudah membangun ini bisa menyelesaikan persoalan transportasi, kesehatan, pendidikan, dan tentunya masalah-masalah sosial yang ada di Jakarta,” kata Pramono.

 

Pramono juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah. Ia mengapresiasi dukungan HKBP terhadap gerakan pilah sampah yang menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat.

 

“Saya bersyukur Bapak Pendeta tadi menyampaikan bahwa HKBP memberikan support dan dukungan sepenuhnya untuk pilah sampah ini,” ujar Pramono.

 

Dialog Kebangsaan HKBP Menteng tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara gereja, pemerintah, keluarga dan masyarakat. Semangat “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi diwujudkan melalui pelayanan, kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, HKBP Menteng meneguhkan komitmennya untuk terus melayani, bersinergi dan memberikan dampak positif, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama membangun Jakarta dan Indonesia yang lebih kuat, inklusif dan berkelanjutan.

Tim Trauma Healing Polda Jatim Bantu Pulihkan Warga Terdampak Gempa NTT

0

http://(redaksi.co )(23 Agustus )(2026)

*Tim Trauma Healing Polda Jatim Bantu Pulihkan Warga Terdampak Gempa NTT*

SURABAYA – Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Trauma Healing untuk membantu pemulihan psikologis warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu berdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Nagekeo, Bajo, Sikka, Ende, Reo, Lambaleda, dan Riung, Sabtu (22/8/2026).

Bagian Psikologi pada Biro SDM Polda Jatim langsung mengerahkan personel untuk memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat.

Tim Psikologi Polda Jatim yang dipimpin Iptu Ellan Wahyudi, M.Psi, Psikolog bersama empat personel lainnya akan memberikan pendampingan psikologis, konseling awal, edukasi pengelolaan stres, hingga aktivitas kelompok di lokasi terdampak bencana.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, langkah ini dilakukan untuk membantu warga mengelola kecemasan, ketakutan, hingga trauma setelah bencana.

Menurut Kombes Pol Abast kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membantu warga melewati masa pemulihan pascabencana.

Kombes Pol Abast menegaskan, Polri hadir untuk membantu masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak psikologis setelah bencana.

“Dukungan psikososial ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali merasa aman, mengurangi kecemasan, dan membangun kembali semangat untuk beraktivitas,” kata Kombes Abast.

Sejumlah metode juga diberikan kepada para penyintas, antara lain teknik USEFT, Butterfly Hug, serta terapi bermain.

“Metode tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terdampak.Pendekatan dilakukan secara humanis dan disesuaikan dengan kondisi penyinta,” jelas Kombes Abast.

Tidak hanya anak-anak, orang tua dan keluarga juga mendapat pendampingan dan diberikan edukasi agar mampu mengenali tanda-tanda stres serta menjadi sumber dukungan bagi anggota keluarga yang masih mengalami tekanan psikologis.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan psikososial yang dikoordinasikan Biro Psikologi SSDM Polri. Dalam pelaksanaannya, turut dilibatkan personel psikologi dari Polda Jateng, Polda Bali, Polda NTB, dan Polda NTT.

“Kami berharap kehadiran tim trauma healing dapat memberikan penguatan bagi masyarakat, bukan hanya membantu mengurangi dampak psikologis akibat gempa, tetapi juga memperkuat solidaritas dan menumbuhkan harapan agar masyarakat bisa bangkit dan menata kembali kehidupannya,” pungkas Kombes Abast. (*)

http://(Agus kustiadi )(23 Agustus )(2026)

AMBOI 2026 Arena Melayu Berkarya Otentik dan Inspiratif,PD MABMI Langkat Gelar ivent budaya

0

LANGKAT, redaksi.co

– Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Langkat akan menyelenggarakan acara budaya bertajuk Arena Melayu Berkarya Otentik dan Inspiratif (AMBOI). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 27 hingga 29 Agustus 2026, bertempat di Gedung Balairung Sri Aru, Jalan Proklamasi Kwala Bingai No. 25, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Acara ini menghadirkan beragam perlombaan dan kegiatan untuk melestarikan budaya Melayu sekaligus mendukung potensi lokal, antara lain:

– Lomba mewarnai

– Lomba peragaan busana Melayu

– Lomba menyanyi lagu Melayu

– Lomba dedeng Melayu

– Lomba menulis aksara arab Melayu

– Lomba pecah bual

– Lomba konten kreator

– Lomba tari melayu

– Serta bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Langkat.

Ketua PD MABMI Kabupaten Langkat, H. Muhammad Suhaimi, S.STP., M.SP., menyampaikan undangan hangat kepada seluruh masyarakat. “Kami mengajak warga Kabupaten Langkat dan masyarakat umum untuk hadir serta memeriahkan acara AMBOI ini. Semoga dukungan dan partisipasi kita menjadikan kegiatan ini berjalan sukses dan penuh semangat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pengurus PD MABMI Kabupaten Langkat yang telah bekerja keras dan bahu-membahu mempersiapkan acara ini hingga siap diselenggarakan.

Sementara itu, Ketua Petuah Tenggara M.Iliyas turut menghimbau masyarakat untuk berkenan hadir dan berkunjung. Ia menambahkan bahwa rangkaian acara yang beragam dan menarik ini sangat sayang untuk dilewatkan, sekaligus menjadi momen berharga dalam menjaga dan memajukan kearifan budaya Melayu di Langkat.

M.iyas

Bongkar Peredaran Sabu Di Gempol Dan Pandaan Polres Pasuruan Sita Barang Bukti 56,3 Gram

0

http://(redaksi.co )(22 Agustus )(2026)

Bongkar Peredaran Sabu di Gempol dan Pandaan, Polres Pasuruan Sita Barang Bukti 56,3 Gram

PASURUAN – Satresnarkoba Polres Pasuruan mengungkap dua kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Gempol dan Pandaan. Dari dua pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka dan menyita total 56,324 gram sabu beserta sejumlah barang bukti lainnya.

Pengungkapan pertama dilakukan di pinggir jalan di Dusun Jurangplem, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada 2 Juni 2026 sekitar pukul 19.30 WIB. Dalam kasus ini, polisi mengamankan IMR (45), warga Jurangplem, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Penangkapan dilakukan setelah petugas memperoleh informasi dari sejumlah pelaku narkotika yang sebelumnya telah diamankan. Informasi tersebut kemudian dikembangkan untuk mengetahui identitas dan keberadaan seseorang yang diduga terlibat dalam peredaran sabu.

Setelah memastikan keberadaan IMR, petugas melakukan penghentian dan penggeledahan saat tersangka dalam perjalanan berangkat bekerja. Dari penggeledahan badan ditemukan dua paket narkotika jenis sabu.

Petugas kemudian mengembangkan penyelidikan ke rumah IMR. Dalam penggeledahan di dalam kamar, ditemukan dua paket sabu dengan berat masing-masing 12,846 gram dan 4,887 gram.

Secara keseluruhan, dari pengungkapan di Gempol tersebut polisi menyita 18,581 gram sabu yang dikemas dalam 10 kantong plastik. Selain itu, diamankan pula timbangan elektrik, plastik klip kosong, sekop plastik, dan satu unit telepon seluler.

Pengungkapan kedua dilakukan di sebuah kamar kos di Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada 11 Juni 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Polisi mengamankan AFK (24), warga Dusun Luwung, Desa Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Dari kamar kos AFK, petugas menemukan 22 paket sabu dengan total berat 37,743 gram. Barang tersebut terdiri dari dua paket besar yang diduga siap dipecah dan 20 paket lainnya yang telah dikemas dalam ukuran lebih kecil.

Dari hasil interogasi dan pengembangan di lokasi, petugas memperoleh informasi mengenai keterlibatan FO (24), perempuan warga Dusun Ngasem, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

FO diduga berperan menerima pembayaran dari para pembeli sabu dan melakukan pembayaran kepada pemasok. Petugas kemudian bergerak menuju rumah FO dan mengamankannya bersama satu kantong plastik berisi kristal putih dengan berat netto 0,158 gram.

Dari perkara di Pandaan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa dua timbangan elektrik, tiga unit telepon seluler, sekop, dompet, serta plastik klip.
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Pasuruan dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Pasuruan. Setiap informasi yang berkaitan dengan peredaran narkoba akan kami tindak lanjuti dan kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam pemberantasan narkotika dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkoba.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika. Polres Pasuruan akan menindaklanjuti setiap informasi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dari dua perkara tersebut, total barang bukti sabu yang diamankan mencapai 56,324 gram. Ketiga tersangka selanjutnya menjalani proses penyidikan di Satresnarkoba Polres Pasuruan.

Untuk perkara IMR, tersangka dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Sementara AFK dan FO dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Keduanya terancam pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum sebagaimana ketentuan yang berlaku ditambah sepertiga.

http://(Agus kustiadi )(22 Agustus )(2026)

Polri Siapkan 3,500 Paket Sembako Besok Dikirim Ke Nagekeo Dan Ngada

0

http://( redaksi.co )(22 Agustus )(2026)

*Polri Siapkan 3.500 Paket Sembako, Besok Dikirim ke Nagekeo dan Ngada*

MANGGARAI BARAT, NTT — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur terus dilakukan. Kali ini, Satgas Mabes Polri bersama Polda NTT dan Polres Manggarai Barat menyiapkan ribuan paket bantuan sosial untuk segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Sebanyak 3.500 paket sembako disiapkan melalui proses packing yang dilakukan di wilayah Manggarai Barat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kapolri untuk masyarakat terdampak bencana gempa di NTT.

Ketua Logistik polda NTT, Kombes Pol Edward Jacky Tofani mengatakan, setiap paket telah disiapkan agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Paket bantuan tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya mi instan, teh celup, gula, beras, dan minyak goreng.
“Kami dari Satgas Mabes Polri berkolaborasi dengan Satgas Polda NTT dan Polres Manggarai Barat melaksanakan proses packing bantuan dari Bapak Kapolri. Ini merupakan kelanjutan dari proses penerimaan, penyimpanan, hingga nantinya bantuan tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kombes Pol Edward Jacky Tofani.

Untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat secara merata, Polri menyiapkan lima gudang, yakni tiga gudang di Manggarai Barat, satu di Kupang, serta satu gudang cadangan di Polres Sikka.

Gudang-gudang tersebut menjadi titik penerimaan bantuan dari Mabes Polri maupun Polda jajaran. Selanjutnya, bantuan akan dipilah berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan dan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.

“Kita identifikasi kebutuhan maupun daerah-daerah yang membutuhkan, kemudian bantuan langsung kita distribusikan kepada sasaran. Harapannya, seluruh bantuan yang sudah disiapkan ini bisa sampai tepat sasaran,” jelasnya.

Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan ke wilayah Polres Manggarai dan Polres Manggarai Timur, distribusi berikutnya akan menyasar Kabupaten Nagekeo dan Ngada.
Sebanyak 10 truk bantuan direncanakan diberangkatkan dari Manggarai Barat untuk membawa bantuan tersebut ke dua wilayah itu.

Proses packing melibatkan sekitar 40 personel gabungan, terdiri dari personel Mabes Polri, Polda NTT, Polres Manggarai Barat, Polwan, Polki, hingga personel Brimob dari Den B Brimob Polda NTT.

Kombes Pol Edward Jacky Tofani menegaskan, percepatan distribusi dilakukan sebagai bentuk respons Polri terhadap kebutuhan masyarakat di sejumlah titik terdampak.

“Atensi kita adalah bagaimana bantuan ini segera didistribusikan, mengingat ada informasi dari masyarakat terkait kebutuhan yang harus segera kita tindaklanjuti. Pesan Bapak Kapolri, bantuan harus sampai dengan selamat, tepat sasaran, dan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama di titik-titik yang betul-betul kritis,” tegasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan Polri dalam membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak gempa dapat terpenuhi.

http://(Agus kustiadi )(22 Agustus )(2026)

Firdaus: Kolaborasi RRI-SMSI Jadi Kunci Menjaga Kebenaran dan Kedaulatan Informasi Nasional

0

Redaksi.co JAKARTA : Perubahan lanskap digital menuntut dunia jurnalistik bergerak lebih cepat. Di tengah derasnya arus informasi, jurnalis tidak lagi cukup hanya piawai menulis berita, tetapi juga dituntut menguasai teknologi, melakukan verifikasi secara ketat, membaca perilaku audiens, serta mampu memproduksi informasi dalam berbagai format.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam Diskusi Panel Pengembangan Kompetensi Jurnalistik LPP RRI yang digelar pada 21 Agustus 2026.

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi antara Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) dan ekosistem media siber nasional merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan disinformasi sekaligus menjaga kualitas ruang publik.

Menurut Firdaus, konvergensi antara media penyiaran publik dan media siber bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.

“Kolaborasi RRI dan SMSI menjadi kunci penjaga kebenaran atau truth enforcer nasional,” kata Firdaus.

Era digital telah membuat pekerjaan jurnalistik semakin kompleks. Wartawan dituntut mampu mengolah informasi dalam berbagai bentuk, mulai dari teks, audio, video, fotografi hingga data.

Karena itu, Firdaus menekankan sedikitnya sejumlah kompetensi yang perlu terus diperkuat oleh insan pers.

Pertama, etika jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kompetensi dan sertifikasi wartawan dinilai penting untuk memastikan setiap jurnalis bekerja secara profesional, independen, berintegritas, serta berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.

Kedua, Mobile Journalism (MoJo). Wartawan masa kini dituntut mampu memanfaatkan perangkat bergerak untuk melakukan peliputan, termasuk mengambil gambar, merekam audio berkualitas dan memproduksi video berita menggunakan smartphone.

Ketiga, fact-checking atau verifikasi informasi. Kemampuan memeriksa data dan menggunakan perangkat investigasi digital menjadi semakin penting di tengah maraknya hoaks, manipulasi informasi dan konten yang menyesatkan.

Keempat, digital analytics dan GEO. Jurnalis dan perusahaan media perlu memahami perilaku audiens sekaligus mengoptimalkan distribusi berita agar informasi berkualitas dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Namun, Firdaus mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat prinsip dasar jurnalistik terabaikan.

RRI memiliki posisi strategis sebagai lembaga penyiaran publik berbasis audio dan multiplatform dengan jaringan yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah perbatasan.

Di sisi lain, SMSI merupakan konstituen Dewan Pers yang menaungi perusahaan media siber yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.

Kekuatan tersebut dinilai dapat dipadukan untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan dari daerah.

Jaringan penyiaran publik RRI dapat diperkuat dengan jaringan media siber SMSI di tingkat daerah. Dengan demikian, informasi pembangunan, potensi daerah dan aspirasi masyarakat lokal memiliki peluang lebih besar untuk diangkat ke panggung nasional.

Dalam pemaparannya, Firdaus juga menawarkan sejumlah bentuk kolaborasi strategis yang dapat dikembangkan antara RRI dan SMSI.

Di antaranya pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi wartawan media anggota SMSI, mencetak penguji UKW melalui Training of Trainer (ToT), serta menyusun dan memperbarui materi UKW agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan jurnalistik modern.

Kolaborasi juga diarahkan pada penguatan newsroom RRI dan SMSI, sehingga kerja sama tidak berhenti pada peningkatan kompetensi individu wartawan, tetapi juga memperkuat kapasitas perusahaan media dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi yang berkualitas.

Firdaus menilai tantangan media ke depan bukan semata-mata soal siapa yang paling cepat mendapatkan perhatian audiens. Tantangan terbesar adalah memastikan masyarakat tetap memperoleh informasi yang benar, terverifikasi, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah dominasi media sosial, kehadiran pers profesional justru semakin dibutuhkan sebagai penjernih informasi.

“Pers yang kuat lahir dari jurnalis yang kompeten dan perusahaan media yang sehat. Kolaborasi LPP RRI dan SMSI adalah kunci utama menjaga kedaulatan informasi serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Firdaus.

Kolaborasi RRI dan SMSI diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kapasitas wartawan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang akurat dan berkualitas.

Lebih jauh, sinergi tersebut dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pers nasional yang sehat, profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memastikan suara masyarakat daerah tidak tenggelam di tengah derasnya arus informasi digital. (ZUL(

LSM MAUNG DPC Kota Tangerang Perkuat Pendampingan Pengaduan Masyarakat

0

LSM MAUNG DPC Kota Tangerang Perkuat Pendampingan Pengaduan Masyarakat

 

TANGERANG — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) MAUNG DPC Kota Tangerang terus memperkuat peran sosial kontrol dan pendampingan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik.

 

Komitmen tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat kerja LSM MAUNG DPC Kota Tangerang yang digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Sekretariat LSM MAUNG DPC Kota Tangerang.

 

Dalam rapat tersebut, LSM MAUNG membahas mekanisme penerimaan, verifikasi, pendalaman, hingga tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. Laporan yang diterima mencakup persoalan ketenagakerjaan, lingkungan hidup, pelayanan publik, serta dugaan pelanggaran aturan lainnya.

 

Sekretaris LSM MAUNG DPC Kota Tangerang, Hendra, mengatakan bahwa setiap pengaduan masyarakat akan ditangani dengan mengedepankan data, fakta, bukti, serta proses klarifikasi.

 

“LSM MAUNG ingin menjadi wadah masyarakat untuk menyampaikan pengaduan. Namun setiap laporan harus dikaji berdasarkan data, fakta, dan bukti. Kami tidak ingin mengambil kesimpulan secara sepihak sebelum melakukan verifikasi dan klarifikasi kepada pihak terkait,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, setiap laporan yang masuk akan melalui tahapan pemeriksaan sebelum organisasi menentukan langkah tindak lanjut.

 

“Prinsip kami adalah menerima laporan, melakukan verifikasi, meminta klarifikasi, kemudian menentukan langkah selanjutnya. Kalau memang ditemukan indikasi pelanggaran dan memiliki dasar bukti yang cukup, tentu akan kami dorong melalui jalur yang sesuai,” tambahnya.

 

Fokus pada Persoalan Ketenagakerjaan dan Lingkungan

 

Dalam rapat kerja tersebut, persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu perhatian utama LSM MAUNG. Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan terkait dugaan pembayaran upah yang tidak sesuai ketentuan, persoalan jam kerja dan lembur, status PKWT maupun outsourcing, perselisihan hubungan industrial, hingga pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan perjanjian kerja.

 

Selain itu, pengaduan mengenai lingkungan hidup juga menjadi perhatian, khususnya laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran air, udara, tanah, serta persoalan pengelolaan limbah perusahaan maupun kegiatan usaha.

 

LSM MAUNG juga membuka ruang pengaduan terkait pelayanan publik dan dugaan pelanggaran aturan lainnya dengan tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah serta memberikan ruang klarifikasi kepada pihak yang dilaporkan.

 

Masyarakat Diminta Lengkapi Bukti

 

Untuk mempermudah proses penanganan, masyarakat yang hendak menyampaikan pengaduan diharapkan memberikan identitas dan kontak yang dapat dihubungi, kronologi kejadian, lokasi, pihak yang terkait, serta bukti pendukung seperti dokumen, foto, video, atau keterangan saksi apabila tersedia.

 

Ketua LSM MAUNG DPC Kota Tangerang, M. Soleh, menegaskan bahwa organisasi akan menjalankan fungsi sosial kontrol secara objektif dan bertanggung jawab.

 

“LSM MAUNG akan terus membuka komunikasi dengan masyarakat. Setiap pengaduan akan kami pelajari terlebih dahulu. Kami ingin membantu masyarakat memperjuangkan haknya dengan cara yang benar, objektif, dan sesuai aturan hukum,” tegasnya.

 

Ia berharap keberadaan LSM MAUNG dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan ruang untuk menyampaikan persoalan dan mendapatkan pendampingan.

 

LSM MAUNG DPC Kota Tangerang menegaskan bahwa setiap pengaduan yang masuk akan didokumentasikan dan menjadi bahan evaluasi organisasi. Dengan demikian, tindak lanjut terhadap laporan masyarakat dapat dilakukan secara lebih terarah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

(*/Red)

Menyalakan Minat Baca dari Teluk Patipi, Pemuda Bergerak Menyiapkan Generasi Emas

0

FAKFAK, Redaksi.co – Semangat menumbuhkan minat baca dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus digelorakan pemuda di Kabupaten Fakfak. Salah satunya melalui kegiatan lapak baca dan diskusi yang digelar Rumah Baca Siboban Irak Igaimanawas bersama Pemuda Teluk Patipi di Kampung Timar, Distrik Teluk Patipi, Jumat 21 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pemuda dan masyarakat untuk berkumpul, membaca, bertukar pikiran serta berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan, kepemudaan dan masa depan generasi muda di Teluk Patipi.

Kegiatan lapak baca ini merupakan bagian dari semangat kawan-kawan Rumah Baca Siboban Irak Igaimanawas dan Pemuda Teluk Patipi dalam mendorong tumbuhnya budaya membaca di tengah masyarakat.

Alwi Ginuni, salah satu pemuda Teluk Patipi, menyampaikan bahwa kegiatan lapak baca dan diskusi tidak sekadar menjadi aktivitas membaca, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Teluk Patipi dan Kabupaten Fakfak secara umum.
“Lapak baca dan diskusi ini merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Fakfak, lebih khususnya di Teluk Patipi,” ujar Alwi.
Menurutnya, kekompakan para pemuda menjadi kekuatan penting dalam menjalankan berbagai kegiatan positif seperti ini. Rumah Baca Siboban Irak Igaimanawas yang berbasis di Teluk Patipi diharapkan dapat terus menjadi ruang belajar bersama bagi generasi muda.
“Kami dari komunitas Rumah Baca Siboban Irak Igaimanawas yang berbasis di Teluk Patipi terus menjaga kekompakan dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. Kami ingin menghidupkan kembali minat baca di Teluk Patipi dan menyiapkan generasi emas Teluk Patipi untuk Tanah Papua dan bangsa Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, gerakan membaca perlu terus dibangun dari lingkungan masyarakat dan melibatkan generasi muda sebagai penggerak. Dengan adanya ruang baca dan diskusi, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam mempersiapkan masa depan daerah.

Kegiatan sederhana yang berlangsung di Kampung Timar tersebut menjadi gambaran bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari komunitas dan kepedulian pemuda. Dari sebuah lapak baca, diharapkan lahir kebiasaan membaca, keberanian berdiskusi, serta gagasan-gagasan baru untuk kemajuan Teluk Patipi.

Rumah Baca Siboban Irak Igaimanawas dan Pemuda Teluk Patipi berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan positif yang dapat menjadi wadah pembelajaran sekaligus mempererat kebersamaan pemuda di wilayah tersebut

Semarak HUT RI ke 81, Wringinagung Hadirkan Ruang Hijau untuk Kebersamaan

0
0-3840x1742-0-0#

JEMBE Redaksi.co – Ribuan warga memadati kawasan Taman Desa Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember, Jumat malam (21/8/2026). Antusiasme masyarakat semakin terasa dalam momentum perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang dirangkai dengan peresmian RTH desa.

Kemeriahan acara dihadiri jajaran Muspika Kecamatan Jombang, pemerintah desa, tokoh masyarakat serta ribuan warga yang datang untuk menyaksikan peresmian sekaligus menikmati rangkaian kegiatan malam tersebut.

Kepala Desa Wringinagung, Sutinah, mengatakan hadirnya RTH diharapkan tidak hanya memberikan ruang terbuka yang nyaman bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga.

0-3840×1742-0-0#

Dengan semakin ramainya kawasan RTH, pelaku UMKM lokal memiliki ruang baru untuk mengembangkan usahanya. Kehadiran masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut diharapkan turut menciptakan perputaran ekonomi bagi pedagang dan pelaku usaha di Desa Wringinagung.

RTH Wringinagung diharapkan menjadi ruang bersama yang tidak hanya memperindah wajah desa, tetapi juga menjadi tempat masyarakat berkumpul, bersosialisasi, beraktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Perayaan HUT RI ke-81 dan peresmian RTH tersebut menjadi momentum kebersamaan warga Wringinagung dalam menyambut hadirnya ruang publik baru yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan. (*)