Beranda blog Halaman 30

*Biddokkes Polda Metro Jaya Kerahkan Tim Keslap dan DVI Tangani Kebakaran Gedung Bapenda*

0

JAKARTA ,Redaksi.Co– Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya mengerahkan Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan kebakaran Gedung Bapenda di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam.

Tim Biddokkes diterjunkan untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan sekaligus mengantisipasi kebutuhan penanganan dan identifikasi korban. Biddokkes juga berkoordinasi dengan Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri.

Berdasarkan pembaruan sementara, terdapat satu korban hidup yang telah dirujuk ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis akibat mengalami hipoksia.

Biddokkes Polda Metro Jaya terus berkoordinasi dengan unsur terkait di lokasi untuk memastikan dukungan kesehatan dalam proses penanganan kebakaran berjalan optimal.

0

Tanaman Tomat di Pungging Tumbuh Baik, Bhabinkamtibmas Dukung Suksesnya Ketahanan Pangan Nasional

PASURUAN – Tanaman tomat di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, terpantau tumbuh dengan baik. Bhabinkamtibmas Desa Pungging turut melakukan pemantauan sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan pemantauan dilakukan oleh AIPDA Iskandar Muda selaku Bhabinkamtibmas Desa Pungging. Selain meninjau kondisi tanaman tomat, ia juga menyambangi warga untuk memberikan motivasi agar terus memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan yang produktif.

http://( redaksi.co )( 8 Agustus )( 2026 )

Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam membudidayakan berbagai komoditas pangan. Upaya itu diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah sekaligus mempererat kemitraan dengan warga.

“Kami berharap masyarakat terus memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk ditanami komoditas pangan. Selain bermanfaat bagi kebutuhan keluarga, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar AKP Budi Luhur Sedjati.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan, Polres Pasuruan akan terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

“Polri berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk program ketahanan pangan. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman tomat di lahan P2B Desa Pungging tumbuh dengan baik dan kegiatan berlangsung aman serta lancar. Diharapkan, semangat masyarakat dalam mengembangkan pertanian pekarangan terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

http://( Agus kustiadi )( 8 Agustus )( 2026 )

Dari DPD ke DPR, AJBAR Tegaskan Komitmen: “Saya Ingin Mewakafkan Diri untuk Masyarakat”

0

Redaksi.co MAMUJU : Anggota Komisi IV DPR RI AJBAR membawa pesan berbeda saat menyambangi Desa Losso, Kecamatan Sampaga, dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Ia tidak ingin kunjungan ke masyarakat berhenti pada ceramah, menyampaikan janji, lalu pulang tanpa meninggalkan solusi.

Kali ini, AJBAR datang dengan gagasan yang lebih konkret: memperkuat petani melalui akses pupuk, modal produksi, pengembangan kakao, hingga mendorong BUMDes menjadi mitra petani sekaligus pembeli hasil panen.

Bagi AJBAR, kunjungan ke daerah pemilihan bukan sekadar agenda seremonial. Ia ingin memastikan kebijakan dan perjuangan di parlemen benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Saya ingin mewakafkan diri saya untuk dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat Desa Losso, Kecamatan Sampaga dan sekitarnya,” tegas AJBAR.

AJBAR mengawali karier politik nasional pada 2019 ketika maju sebagai calon anggota DPD RI. Setelah terpilih dan menjalani hampir lima tahun sebagai senator, ia mengaku memiliki kegelisahan tersendiri ketika ingin memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.

Keterbatasan kewenangan DPD menjadi salah satu alasan dirinya tidak terlalu sering berkunjung ke sejumlah wilayah.

“Saya takut kalau saya ke sini, bisa bantu apa?” ujar AJBAR.

Kegelisahan itu kemudian menjadi salah satu alasan AJBAR mengambil langkah politik berbeda pada Pemilu 2024 dengan maju sebagai calon anggota DPR RI.

Bagi dia, perpindahan dari DPD ke DPR bukan semata-mata soal posisi politik. Ia menyebutnya sebagai ikhtiar untuk memperluas ruang pengabdian.

“Ikhtiar ini semata-mata karena saya ingin menjadi sebaik-baik manusia yang bermanfaat banyak terhadap sesama,” katanya.

Kini, sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan dan perikanan, AJBAR menilai dirinya memiliki ruang perjuangan yang lebih luas untuk menjawab persoalan masyarakat, terutama petani.

Karena itu, ia berkomitmen memperbanyak kunjungan ke lapangan.

AJBAR secara terbuka mengakui dirinya baru dapat kembali mengunjungi Losso pada tahun kedua masa tugasnya sebagai anggota DPR RI.

Ia bahkan meminta maaf kepada masyarakat karena sebelumnya belum sempat datang.

Namun, ia menegaskan bahwa kunjungan kali ini harus memiliki makna berbeda.

“Saya malu kalau datang lagi di sini sama seperti masa lalu. Dulu datang ceramah dan berjanji. Sekarang saya datang dan bertanya: bisa bantu apa saya?” katanya.

AJBAR juga menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh didasarkan pada pilihan politik saat pemilu.

“Walaupun saya tahu tidak semua yang hadir hari ini memilih saya, itu wajar. Sekarang tugas saya adalah bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, sektor pertanian menjadi salah satu pembahasan utama. AJBAR melihat kakao sebagai komoditas yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Namun, menurutnya, pengembangan kakao tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Petani harus didorong masuk ke tahap hilirisasi agar nilai tambah komoditas tersebut dapat dinikmati lebih besar oleh masyarakat.

“Di Komisi IV ini kami berjuang namanya hilirisasi kakao. Karena kami tahu salah satu sumber pendapatan masyarakat di sini adalah kakao,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan petani agar aktif dalam kelompok tani. Sebab, berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan bibit hingga sarana produksi dan alat pertanian, umumnya membutuhkan kelembagaan petani yang jelas.

Program bantuan bibit kakao, termasuk pengembangan bibit sambung pucuk, menurut AJBAR harus dijemput dan dimanfaatkan secara maksimal.

AJBAR meminta masyarakat tidak hanya menyimpulkan bahwa pupuk sulit diperoleh karena kekurangan pasokan. Menurutnya, ada mekanisme dan persyaratan yang harus dipahami petani.

“Bedakan susah dengan tidak bisa. Pupuk subsidi ada syaratnya. Kalau dia petani, harus terdata sebagai petani. Selain bertani, petani harus berkelompok,” jelasnya.

Ia menjelaskan, petani juga harus tercatat dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sesuai luas lahan dan komoditas yang dibudidayakan.

Menurutnya, ketepatan data menjadi penting agar pupuk subsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak.

AJBAR juga menyoroti dugaan adanya pupuk subsidi yang tidak sampai kepada petani sasaran dan justru berpindah ke sektor maupun wilayah lain.

Padahal, pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi pupuk dalam jumlah besar.

“Negara sudah menyiapkan anggaran subsidi yang sangat besar. Karena itu, ayo dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Tidak berhenti pada persoalan pupuk, AJBAR menawarkan skema yang menurutnya dapat menjadi solusi bagi persoalan klasik petani: keterbatasan modal.

Ia mendorong BUMDes maupun koperasi desa mengambil peran sebagai mitra ekonomi petani.

Konsepnya, BUMDes atau koperasi membantu menyediakan pupuk dan kebutuhan produksi sebagai modal. Petani kemudian membayar setelah panen.

“Kalau petani membutuhkan pupuk, BUMDes atau koperasi bisa membantu sebagai modal. Pembayarannya setelah panen,” ujarnya.

AJBAR menyarankan agar keuntungan BUMDes tetap wajar. Menurutnya, margin sekitar 10 persen sudah cukup untuk menjaga usaha BUMDes berjalan tanpa membebani petani.

“Petani tetap untung, BUMDes juga mendapatkan keuntungan. Tidak perlu mengambil keuntungan 100 persen seperti tengkulak. Sepuluh persen saja sudah cukup,” katanya.

BUMDes, kata dia, jangan hanya berperan sebagai penyedia pupuk atau pemberi modal. BUMDes juga harus menjadi pembeli hasil pertanian masyarakat.

Dengan begitu, BUMDes memiliki dua sumber keuntungan, menyediakan kebutuhan produksi sekaligus membeli hasil panen.

“BUMDes juga yang membeli hasil panennya. Jadi BUMDes mendapatkan keuntungan. Bukan hanya dari fasilitasi pupuk atau modal, tetapi juga dari pembelian hasil panen petani, baik padi maupun kakao,” jelasnya.

Skema ini juga dinilai dapat mempermudah penyelesaian kewajiban petani. Ketika panen tiba, hasil penjualan dapat langsung digunakan untuk membayar modal yang sebelumnya diberikan.

Dengan demikian, petani mendapatkan modal, hasil panen memiliki pasar, sementara keuntungan dan perputaran ekonomi tetap berada di desa.

AJBAR juga menyoroti persoalan harga dan sistem pembayaran hasil panen.

Menurutnya, petani tidak hanya membutuhkan harga yang layak, tetapi juga pembayaran yang cepat.

Jika hasil panen baru dibayar dua minggu atau bahkan satu bulan setelah diserahkan, modal petani akan tertahan dan sulit digunakan kembali untuk musim tanam berikutnya.

“Kalau masyarakat membutuhkan pembayaran secara cash, jangan sampai uang petani harus mandek dua minggu atau satu bulan,” katanya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah dan BUMDes membangun sistem pembelian hasil pertanian yang memberikan kepastian harga dan pembayaran.

Ia memberikan contoh, apabila harga pembelian ditetapkan Rp2.800, BUMDes dapat membeli pada harga tersebut dengan mengambil margin keuntungan yang wajar.

“Masyarakat terbantu, keuntungan tetap ada, BUMDes juga bisa terus berjalan. Kalau ini mau dikerjakan, ayo kita kerjakan bersama,” ujarnya.

Bagi AJBAR, kebijakan pemerintah tidak boleh berhenti di atas kertas. Kebijakan harus benar-benar sampai kepada masyarakat.

“Kalau memang pemerintah ingin membantu petani, pemerintah harus hadir,” tegasnya.

AJBAR menutup kunjungannya dengan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Losso karena baru dapat kembali menginjakkan kaki di wilayah tersebut pada tahun kedua masa tugasnya sebagai anggota DPR RI.

Ia berharap komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat dapat terus diperkuat.

Losso, kata AJBAR, akan tetap menjadi bagian dari perjuangannya, terutama dalam mendorong pengembangan kakao, akses pupuk, penguatan BUMDes, peningkatan produksi pertanian, hingga kesejahteraan petani.

“Saya datang ke sini benar-benar ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada kita semua. Insyaallah ke depan kita bangun terus,” tutup AJBAR. (ZUL)

Kepastian Hukum Warga Jadi Prioritas, Kantah Jakarta Timur Serahkan SHM Pengganti kepada Pemilik Sah

0

Jakarta, Redaksi.co – Komitmen menghadirkan pelayanan pertanahan yang memberikan kepastian hukum kepada masyarakat terus diperkuat Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Timur. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyerahan Sertipikat Hak Milik (SHM) pengganti kepada pemilik sah yang sebelumnya kehilangan dokumen kepemilikannya.

Penyerahan sertipikat dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur, Hermawan, S.E., M.H., kepada Louise G. Takasihaeng, warga Kelurahan Pulogadung, dalam sebuah prosesi di kantor pertanahan setempat, Jumat (7/8/2026).

Penerbitan SHM pengganti tersebut telah melalui seluruh tahapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk proses pengumuman kehilangan sertipikat selama 30 hari kerja, Tahapan tersebut menjadi mekanisme penting untuk memastikan tidak adanya keberatan dari pihak lain sebelum dokumen pengganti diterbitkan.

Sertipikat pengganti yang diserahkan merupakan bukti hak atas sebidang tanah seluas 342 meter persegi di wilayah Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur,Dengan diterbitkannya dokumen baru tersebut, status hukum kepemilikan tanah kembali memiliki kekuatan pembuktian yang sah.

Dalam kesempatan itu, Hermawan menegaskan bahwa setiap sertipikat yang diterbitkan negara bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan jaminan kepastian hukum bagi masyarakat, Karena itu peningkatan kualitas pelayanan menjadi fokus utama yang terus dilakukan di lingkungan Kantor Pertanahan Jakarta Timur.

Menurutnya, berbagai pembenahan masih terus berjalan, mulai dari penyempurnaan tata kelola pelayanan, percepatan proses administrasi, hingga penguatan transparansi agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih efektif, profesional, dan akuntabel.

“Saya meminta maaf atas segala kekurangan maupun keterlambatan yang masih dirasakan masyarakat, Kami terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelayanan pertanahan di Jakarta Timur semakin cepat, transparan, dan memberikan kepastian hukum,” ujar Hermawan.

Bagi Louise G. Takasihaeng, penyerahan sertipikat tersebut mengakhiri penantian panjang yang selama ini menimbulkan kekhawatiran terhadap status dokumen kepemilikan tanah miliknya, Ia mengaku bersyukur karena akhirnya kembali memegang sertipikat resmi yang diterbitkan pemerintah.

Menurutnya, keberadaan sertipikat pengganti memberikan rasa aman sekaligus kepastian bagi dirinya dan keluarga atas aset yang dimiliki.

Penyerahan SHM pengganti ini juga menjadi gambaran bahwa pelayanan pertanahan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga pada perlindungan hak masyarakat. Melalui prosedur yang transparan dan sesuai regulasi, Kantor Pertanahan Jakarta Timur berupaya memastikan setiap warga memperoleh kepastian hukum atas tanahnya tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam proses penerbitan dokumen.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan pertanahan yang semakin modern, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Dampak Kemarau Mulai Terasa, Polres Purwakarta Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Kampung Cikopak

0

 

PURWAKARTA | REDAKSI.CO – Kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Polres Purwakarta menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.50 WIB.

Kegiatan dipimpin oleh Kabag Ops Polres Purwakarta KOMPOL Erwan Dwiyanto, S.H., didampingi Kasat Samapta Polres Purwakarta AKP Erwan Kusbiyantoro, PS Kanit Dalmas, personel Dalmas, personel Turjawali, anggota Polsek Purwakarta Kota, personel ASN Logistik, serta personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta.

BACA JUGA: Polres Purwakarta Tegaskan Komitmen Pelayanan Humanis dan Inklusif

Distribusi air bersih dilakukan menggunakan Kendaraan Rantis Armoured Water Cannon (AWC) Dalmas sebagai respons cepat terhadap berkurangnya ketersediaan air bersih akibat musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat di wilayah tersebut.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, melalui Kabag Ops Polres Purwakarta KOMPOL Erwan Dwiyanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus implementasi pelayanan yang hadir di tengah berbagai kondisi.

  • “Musim kemarau menyebabkan pasokan air bersih di beberapa wilayah mulai berkurang. Polres Purwakarta berupaya hadir membantu masyarakat agar kebutuhan air bersih tetap terpenuhi. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi wujud nyata bahwa Polri selalu siap hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ujar KOMPOL Erwan Dwiyanto.

Warga Kampung Cikopak menyambut baik bantuan tersebut. Air bersih yang didistribusikan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polres Purwakarta dalam memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

  • “Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat yang menghadapi berbagai kesulitan, termasuk saat musim kemarau. Kami juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, menjaga sumber-sumber air yang ada, serta segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kepolisian apabila membutuhkan bantuan terkait dampak kekeringan,” ungkap IPTU Tini Yutini.

Melalui sinergi bersama BPBD dan berbagai pihak, Polres Purwakarta berharap distribusi bantuan air bersih dapat membantu masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi musim kemarau. (*/SK)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta

2.000 Atlet Domino Serbu Polewali, Hotel Penuh dan Komando 11 Manakarra Bidik Juara

0

Redaksi.co POLMAN : Permainan domino memasuki babak baru. Dari aktivitas yang selama ini lekat dengan suasana warung kopi, domino kini berkembang menjadi olahraga yang mengedepankan strategi, kecerdasan, konsentrasi, dan sportivitas.

Perkembangan tersebut semakin mendapat ruang setelah olahraga domino dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sepanjang pelaksanaannya terbebas dari unsur perjudian dan pertaruhan. Di saat yang sama, domino juga telah berkembang sebagai cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan secara resmi.

Momentum perkembangan olahraga domino itu akan berlangsung di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melalui Mandar Domino Turnamen Nasional Seri 3: Road to Pro Liga Domino Indonesia.

Ajang nasional tersebut digelar pada Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026, di Stadion HS Mengga, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar.

Bukan turnamen biasa, kompetisi ini diperkirakan menjadi salah satu perhelatan domino terbesar yang digelar di Sulawesi Barat. Lebih dari 1.000 pasangan atau sekitar 2.000 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia ambil bagian untuk memperebutkan total hadiah utama Rp200 juta, ditambah berbagai doorprize.

Turnamen yang mendapat dukungan sponsor Higgs Games Island (HGI) tersebut sekaligus menjadi panggung bagi para atlet domino untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebelum melangkah menuju persaingan yang lebih tinggi di level nasional.

Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Sulawesi Barat, Andi Ibrahim Masdar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pelaksanaan turnamen secara maksimal.

Menurutnya, kepercayaan menjadikan Polewali Mandar sebagai tuan rumah turnamen nasional merupakan kebanggaan tersendiri bagi Sulawesi Barat.

“Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi kami dapat menjadi tuan rumah ajang sebesar ini. Kami telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, mulai dari venue, sistem pertandingan, hingga kenyamanan para atlet,” ujar Andi Ibrahim Masdar.

Ia menegaskan, Sulawesi Barat tidak ingin hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Lebih jauh, daerah ini ingin menunjukkan kesiapan menjadi salah satu pusat pertumbuhan olahraga domino di Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polewali Mandar dan Sulawesi Barat siap menjadi pusat perkembangan olahraga domino nasional,” tegasnya.

Di balik pertandingan domino, terdapat aspek strategi dan pengambilan keputusan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Karena itu, Andi Ibrahim Masdar menilai pembinaan atlet tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga harus membentuk mental dan karakter.

“Olahraga domino adalah mind sport yang mengasah strategi, kecerdasan, dan ketenangan. Kami fokus pada pembinaan mental agar atlet-atlet kami tidak hanya terampil, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas,” ungkapnya.

Perhelatan tersebut juga membawa dampak langsung bagi perekonomian daerah.
Kehadiran ribuan atlet dan peserta dari berbagai daerah turut meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Polewali Mandar.

Andi Ibrahim Masdar menyebut tingkat okupansi hotel di Polewali bahkan telah mengalami peningkatan signifikan menjelang pelaksanaan turnamen.

“Tingkat okupansi hotel di Kota Polewali sudah penuh sejak jauh-jauh hari. Ini menjadi momentum emas bagi UMKM dan pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk unggulan Polewali Mandar kepada pengunjung dari seluruh Indonesia,” katanya.

Persaingan di arena dipastikan berlangsung ketat. Salah satu kontingen yang menyatakan kesiapan penuh adalah delegasi Komando 11 Manakarra Sulawesi Barat.

Ketua Komando 11 Manakarra Sulawesi Barat, Muhammad Yusuf, yang hadir memimpin langsung delegasi atlet dari Mamuju, mengatakan timnya telah menjalani persiapan dan pembinaan secara intensif.

Ia menegaskan, kedatangan timnya ke Polewali Mandar bukan sekadar untuk meramaikan turnamen.

“Tim kami dari Komando 11 Manakarra telah melalui persiapan dan pembinaan yang sangat intensif. Kami datang tidak sekadar untuk berpartisipasi, tetapi dengan target jelas untuk bertanding, menang, dan memboyong piala juara,” tegas Muhammad Yusuf.

Menurutnya, persaingan di turnamen nasional ini menjadi kesempatan bagi atlet-atlet Sulawesi Barat untuk menunjukkan kualitas mereka di hadapan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami siap mengharumkan nama Sulawesi Barat di kancah nasional,” ujarnya.

Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 2.000 atlet, hadiah utama Rp200 juta, dukungan sponsor, serta status domino yang semakin berkembang sebagai cabang olahraga, Mandar Domino Turnamen Nasional Seri 3 menjadi salah satu agenda olahraga yang menyita perhatian di Sulawesi Barat.

Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, turnamen ini menjadi bagian dari perjalanan panjang domino menuju ekosistem olahraga yang lebih profesional, terorganisasi, dan berorientasi pada prestasi.

Selama dua hari, Stadion HS Mengga akan menjadi pusat perhatian para pecinta domino dari berbagai penjuru Indonesia.

Dari Polewali Mandar, para atlet tidak hanya datang membawa ambisi meraih gelar juara. Mereka juga membawa satu pesan besar: domino bukan lagi sekadar permainan, tetapi telah berkembang menjadi olahraga yang menuntut strategi, kecerdasan, konsentrasi, dan sportivitas.

Perpisahan Penuh Haru Warnai Penutupan Taruna Bakti Akpol di Tidore Kepulauan

0

REDAKSI. CO – Rangkaian kegiatan Taruna Bakti Akademi Kepolisian (Akpol) yang mengusung tema “Kemensos Gandeng TNI & AKPOL” resmi ditutup melalui acara perpisahan dan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa-siswi SRD 7 Tidore Kepulauan, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Trans Halmahera, Desa Ampera, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan itu menjadi penutup dari program pengabdian yang telah dilaksanakan selama lima hari.

Kegiatan penutupan dihadiri Dosen Akpol AKBP Dr. Jojo Christiono, M.M., M.H., Danton Taruna 2A Ipda Kukuh Muhammad Hakim, serta para Taruna Akpol yang terlibat dalam program, yakni Brigadir Kepala Taruna Raphael Jonathan Quinn Napiun, Brigadir Kepala Taruna Ahmad Zihni Zul Fauzi Noer, Brigadir Kepala Taruna Mario Tafuy, Brigadir Kepala Taruna Abraham Sahala Simanjuntak, dan Brigadir Kepala Taruna Brian Lois Sopacua.

Suasana penutupan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Sebelum prosesi perpisahan, para Taruna Akpol mengajak para siswa mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kekompakan, membangun kerja sama tim, serta menumbuhkan semangat kebersamaan.

Antusiasme para siswa tampak mewarnai setiap rangkaian permainan yang berlangsung dalam suasana penuh keceriaan.

Momen haru terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Sampai Jumpa sebagai simbol berakhirnya rangkaian Taruna Bakti. Lagu tersebut menjadi penanda eratnya hubungan yang telah terjalin antara para taruna dan peserta didik selama pelaksanaan program.

Para siswa kemudian menyampaikan pesan dan kesan kepada para Taruna Akpol. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian, motivasi, serta pengalaman berharga yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Sebaliknya, para taruna juga menyampaikan pesan inspiratif agar para pelajar terus giat belajar, menjunjung tinggi disiplin, membangun karakter yang baik, dan tidak pernah berhenti mengejar cita-cita.

Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Hadi Poerwanto, S.I.K., CPHR., mengatakan kegiatan Taruna Bakti yang berlangsung selama lima hari tersebut merupakan bentuk pengabdian sekaligus implementasi sinergi antara Kementerian Sosial, TNI, dan Akademi Kepolisian dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, para taruna tidak hanya berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta kepedulian sosial kepada generasi muda. Diharapkan semangat yang telah dibangun selama kegiatan dapat terus menjadi motivasi bagi para siswa untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Kombes Pol. Hadi.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan perlengkapan alat tulis sekolah kepada seluruh siswa-siswi SRD 7 Tidore Kepulauan.

Selain itu, diserahkan pula paket sembako kepada kepala sekolah dan para guru sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pelaksanaan program

Melalui kegiatan ini, sinergi antara Kementerian Sosial, TNI, dan Akademi Kepolisian diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi antarinstansi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan di wilayah Maluku Utara.

PERKUAT UKHUWAH LEWAT LANGKAT BERSHOLAWAT, PD MABMI LANGKAT BAHAS PERSIAPAN DOA UNTUK NEGERI  

0

LANGKAT – redaksi.co

Pembinaan Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Langkat kembali menggelar kegiatan rutin Langkat Bersholawat pada Jumat (7/8/2026), usai pelaksanaan Sholat Jumat, di Gedung Balairung Sri Aru, Jalan Proklamasi, Stabat, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini telah menjadi agenda tetap setiap minggu sebagai sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat kerukunan masyarakat.

Setelah rangkaian kegiatan sholawat bersama selesai, dilanjutkan dengan pembahasan dan penyusunan persiapan pelaksanaan acara besar Doa untuk Negeri, yang rencananya akan digelar pada malam Sabtu setelah sholat isya, 14 Agustus 2026. Dalam pelaksanaan acara tersebut, Majelis Sholawat HIKMAH RASULULLAH bekerja sama dengan PD MABMI Kabupaten Langkat untuk menyukseskan kegiatan ini.

Ketua PD MABMI Kabupaten Langkat, H. Muhammad Suhaimi, S.STP., M.SP., berharap seluruh rangkaian persiapan dapat berjalan dengan tertib, sehingga kegiatan Doa untuk Negeri nantinya terselenggara dengan lancar, sukses, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta bangsa. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Majelis Sholawat HIKMAH RASULULLAH yang telah bersatu padu ikut serta menyukseskan pelaksanaan rangkaian kegiatan Doa untuk Negeri.

M.ilyas

0

Kapolresta Malang Kota Cek Dua SPPG Polri, Pastikan Standar Pemenuhan Gizi dan Pengelolaan Limbah Berjalan Optimal

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo P.S, melakukan pengecekan langsung ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang berlokasi di Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang dan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru.

Pengecekan bagian dari komitmen Polresta Malang Kota dalam memastikan seluruh sarana pelayanan pemenuhan gizi siap beroperasi sesuai standar, mulai dari kesiapan infrastruktur, operasional, hingga aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan.

http://( redaksi.co ),( 8 Agustus ,)( 2026 )

Selain memastikan kesiapan fasilitas, Kombes Pol. Danang juga memberikan perhatian khusus terhadap sistem pengelolaan dan pembuangan limbah di kedua SPPG, dan koordinasi langsung dengan Kepala SPPG.

Pengecekan yang kami lakukan bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap pembangunan dan operasional SPPG Polri,” ujar Kombes Danang, Kamis (8/8/2026).

Menurut Kombes Danang, limbah sisa pengolahan makanan maupun limbah cair harus dikelola sesuai prosedur sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, maupun potensi gangguan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.

Pengelolaan limbah yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan pemenuhan gizi yang sehat, higienis, ramah lingkungan, serta berkelanjutan,”ujar Kombes Danang.

Pengecekan dimulai dari SPPG Cemorokandang dan selanjutnya ke SPPG Tunjungsekar diikuti Ketua Cabang Bhayangkari Kota Malang Ny. Hani Danang, pejabat utama Polresta Malang Kota, para kapolsek wilayah, unsur Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes), serta Kepala SPPG Polri di masing-masing lokasi.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan bagian dari rangkaian pengawalan sejak awal pembangunan.

“Harapannya, SPPG Polri mampu menjadi fasilitas pelayanan yang profesional, higienis, dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung program pemerintah dalam memberikan pemenuhan gizi masyarakat,” tambahnya.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kedua lokasi SPPG sudah siap operasional, mulai dari sisi kesiapan fisik maupun sarana pendukung.

Sejumlah catatan teknis yang ditemukan selama peninjauan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan sebelum operasional berjalan secara optimal.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan setiap fasilitas memenuhi aspek keamanan pangan, kesehatan, kebersihan lingkungan, serta standar operasional sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

http://( Agus ,kostiadi, )( 8 Agustus )(2026 )

IPHI dan Formasi Perkuat Sinergi Kawal Program Strategis Pemerintahan Prabowo-Gibran

0

 

JAKARTA – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) bersama Forum Indonesia Emas (Formasi) menggelar pertemuan konsolidasi dan kolaborasi sebagai langkah memperkuat dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

 

Kegiatan tersebut berlangsung di APK Podomoro Tower Ballroom, Jakarta, Jumat (7/8/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum IPHI Dr. Ir. H. Erman Suparno, M.B.A., M.Si., Dewan Pembina Formasi Hashim Djojohadikusumo, Menteri Agama Nazaruddin Umar, Ketua Umum Forum Indonesia Emas (Formasi) Y. Handeja Budhisedjati, serta sejumlah tokoh lainnya.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum IPHI Dr. Ir. H. Erman Suparno menegaskan bahwa konsolidasi dan kolaborasi menjadi langkah penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

 

“Dalam pertemuan kali ini kita melakukan konsolidasi dan kolaborasi. Karena berbagai persoalan tidak akan selesai tanpa adanya konsolidasi dan kolaborasi yang dilakukan secara teknis,” ujar Erman Suparno.

 

Ia menjelaskan, IPHI akan memfokuskan perhatian pada lima program prioritas yang dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat.

 

“Pertama adalah ketahanan pangan. Jangan bicara ketahanan pangan kalau tidak dikerjakan secara serius. Kedua pendidikan, ketiga kesehatan, keempat penguatan UMKM atau ekonomi kerakyatan, dan kelima adalah memperkuat persatuan masyarakat,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Erman Suparno juga menyinggung gagasan pembangunan Kampung Haji yang dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi calon jemaah haji Indonesia.

 

Menurutnya, Indonesia setiap tahun memberangkatkan sekitar 220 ribu jemaah haji. Karena itu, diperlukan pusat pelayanan terpadu agar seluruh kebutuhan calon jemaah dapat dipenuhi secara lebih baik.

 

“Kampung Haji merupakan gagasan yang sangat baik. Dengan jumlah sekitar 220 ribu jemaah haji setiap tahun, pelayanan akan lebih maksimal apabila dipusatkan dalam satu kawasan. Di sana nantinya tersedia berbagai layanan, seperti pemeriksaan kesehatan (medical check-up) gratis, pelayanan gizi, hingga fasilitas pendukung lainnya bagi calon jemaah haji,” jelasnya.

 

Ia berharap program tersebut dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji di Indonesia.

 

Selain itu, Erman Suparno menegaskan bahwa setelah terjalinnya nota kesepahaman (MoU), IPHI akan langsung mengimplementasikan berbagai program prioritas, khususnya di sektor ketahanan pangan.

 

Program tersebut mencakup pengembangan pertanian, perikanan, tanaman pangan, perkebunan buah-buahan, hingga komoditas jagung yang dinilai memiliki potensi besar di berbagai daerah.

 

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Di Pulau Jawa saja masih banyak lahan dan sektor yang dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum Forum Indonesia Emas (Formasi), Y. Handeja Budhisedjati, menyampaikan bahwa sinergi antara Formasi dan IPHI diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah menuju Indonesia Emas.

 

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat kerja sama antara organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen bangsa dalam mengawal pelaksanaan program strategis pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya di bidang ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.