Beranda blog Halaman 29

Peringatan 666 Tahun Islam, Bupati Fakfak Tegaskan Fakfak sebagai Ruang Sejarah dan Toleransi.

0

Fakfak, Redaksi.co – Peringatan 666 tahun masuknya agama Islam ke Tanah Papua di Kabupaten Fakfak menjadi momentum untuk kembali menguatkan nilai cinta kasih, kerukunan dan toleransi dalam kehidupan masyarakat.

Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengatakan, nilai Rahmatan Lil Alamin yang bermakna kasih sayang bagi seluruh alam harus menjadi semangat bersama dalam membangun kehidupan masyarakat di Tanah Papua.
Pesan tersebut disampaikan Samaun Dahlan saat memberikan sambutan pada puncak peringatan 666 tahun masuknya agama Islam ke Tanah Papua yang dipusatkan di Kabupaten Fakfak, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Samaun, Islam merupakan agama dakwah yang mengajarkan manusia untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT sekaligus menghadirkan nilai kebaikan dan kasih sayang dalam kehidupan sosial.
“Islam adalah agama dakwah. Misi dakwah Islam mengajak manusia meniti jalan menuju pengabdian kepada Allah SWT. Nilai universalnya adalah Rahmatan Lil Alamin, yang dapat kita maknai sebagai cinta kasih,” ujar Samaun.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kajian dan seminar sejarah, Islam masuk ke Tanah Papua melalui Fakfak pada 8 Agustus 1360 Masehi atau bertepatan dengan 24 Ramadan 761 Hijriah.

Sejarah tersebut menyebutkan, Islam dibawa oleh seorang mubalig asal Aceh, Syekh Abdul Ghaffar, yang mendarat di Gar, Kampung Rumbati, Fakfak.

Bagi Samaun, perjalanan sejarah tersebut menunjukkan bahwa Fakfak memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan kehidupan keagamaan di Tanah Papua.
Selain Islam, wilayah Papua Barat juga menjadi bagian dari sejarah masuknya agama Kristen Protestan dan Katolik. Kristen Protestan masuk melalui Pulau Mansinam, Manokwari, pada 5 Februari 1855, sementara Katolik masuk melalui Fakfak pada 22 Mei 1894 yang dibawa oleh Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville.
“Papua Barat boleh dikatakan sebagai wilayah yang diberkati dan dipilih Tuhan sebagai tempat masuknya tiga agama besar, yakni Islam, Protestan dan Katolik,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Bupati, sejarah tersebut tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Nilai yang terkandung di dalamnya harus diteruskan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat saat ini dan generasi yang akan datang.

Ia menekankan pentingnya membangun masyarakat yang hidup berdampingan secara damai, saling menghormati dan tidak membeda-bedakan latar belakang suku, etnis maupun agama.

Samaun menilai, semangat tersebut sesungguhnya telah lama hidup dalam kebudayaan masyarakat Fakfak melalui filosofi “Idu-Idu Maninina Jojor” atau “Satu Tungku Tiga Batu”.
Filosofi tersebut menjadi salah satu kekuatan sosial masyarakat Fakfak dalam menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.
“Konsep cinta kasih akan melahirkan keharmonisan. Nilai keharmonisan itu harus diaktualkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang beragama,” katanya.
Dorong Masuk Kurikulum Muatan Lokal
Lebih jauh, Samaun mendorong agar sejarah masuknya tiga agama besar di Tanah Papua dapat dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal di sekolah.

Menurutnya, pemahaman sejarah penting bagi generasi muda agar mereka tidak kehilangan akar sejarah daerah sekaligus memahami bagaimana keberagaman dan toleransi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua sejak dahulu.
“Saya berharap kepada kepala dinas pendidikan dan pemuda olahraga, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, agar sejarah masuknya tiga agama besar, Islam, Protestan dan Katolik di Tanah Papua menjadi kurikulum muatan lokal yang terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah secara teoritis, tetapi mampu mengambil nilai-nilai persaudaraan dan toleransi yang terkandung di dalamnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan 666 tahun masuknya Islam ke Tanah Papua juga dinilai menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi masyarakat Fakfak. Kegiatan tersebut, kata Samaun, tidak semata-mata menjadi agenda keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat.

Bupati pun memberikan apresiasi kepada panitia yang telah menggelar berbagai kegiatan dalam rangkaian peringatan, mulai dari lomba hadrat, sawat, bersalawat, baca Yasin, kitab berjanji, ceramah hingga haflah Al-Qur’an.
“Kegiatan ini bersifat tontonan sekaligus tuntunan. Yang dikumandangkan adalah firman Allah dan salawat Nabi. Kegiatan semacam ini harus terus dilaksanakan dalam setiap peringatan masuknya agama Islam ke Tanah Papua,” jelasnya.

Fakfak Punya Warisan Sejarah dan Religi
Dalam kesempatan itu, Samaun juga memperkenalkan sejumlah situs sejarah dan religi yang menjadi bagian dari kekayaan Fakfak.
Di antaranya Masjid Tua Wartutuar di Kampung Patimburak, Distrik Kokas, situs tapak tangan di Distrik Arguni, serta manuskrip Al-Qur’an tua tulisan tangan yang hingga kini masih tersimpan.

Menurutnya, berbagai peninggalan tersebut merupakan kekayaan sejarah yang perlu terus dirawat, dipelajari dan diperkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat luas.
Kehadiran para tokoh agama dan tamu dari berbagai daerah, termasuk Ustaz KH Munawir Aseli, MA., dari Jakarta, diharapkan semakin memperkaya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menghidupkan nilai Rahmatan Lil Alamin dalam kehidupan nyata.
Bagi Fakfak, peringatan 666 tahun masuknya Islam ke Tanah Papua bukan hanya tentang mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga tentang bagaimana warisan nilai keagamaan dan budaya diterjemahkan menjadi kekuatan untuk menjaga persaudaraan, kedamaian dan keharmonisan masyarakat di Tanah Papua.

Plt Ketua Dharma Wanita Persatuan(DWP) Aceh Barat Lantik Pengurus DWP Unit UPTD RSUD Cut Nyak Dien

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat Cut Zulfahnur Syafitri melantik pengurus DWP Unit UPTD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh di Aula Rumah Sakit setempat pada Sabtu 8/8/2026

Zulfanur mengatakan, pengurus DWP memiliki tanggungjawab untuk mendukung terwujudnya keluarga ASN yang berkualitas, menguatkan peran perempuan dalam pembangunan serta menjadi mitra strategis dalam mendukung tugas organisasi dan instansi.

“Hal itu sejalan dengan peran DWP sebagai organisasi yag berfokus pada bidang Pendidikan, ekonomi dan sosial budaya. Saya menitipkan empat hal kepada pengurus DPW Unit UPTD RSUD CND, pertama bengunlah organisasi yang solid, tertib administarsi dan akuntabel,” kata Zulfahnur.

Kemudian, susunlah program kerja yang aktif berinovasi dan relevan dengan kebutuhan anggota, perkuat silaturahmi dan kekompakan, alan kolaborasi dengan DWP kabupaten maupun berbagai stakeholder dalam kegiatan sosial, kesehatan, Pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

“Seluruh Unit DWP di Aceh Barat harus menyelaraskan program kerja dengan arah pembangunan daerah. Sebagai organisasi yang menjadi mitra strategis pemerintah, setiap kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian visi pembangunan Aceh Barat,” katanya.

Dikatakan Zulfahnur, sebagai DWp di lingkup rumah sakit, dia berharap kepedulian sosial harus menjadi identitas yang kuat dalam menghadirkan berbagai inovasi dan kegiatan sosial di bidang Kesehatan.

“Seluruh pengurus harus bekerja sebagai satu tim, tidak ada program yang hasilnya hanya karena satu orang, tetapi karena adanya sinergi, komunikasi dan saling menghargai serta semangat gotong royong,”ujar Zulfahnur.

Adapun susunan pengurus DWP Unit UPTD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh masa bakti 2026 – 2030 adalah, Ketua Yuli Akbar Siregar, Wakil Ketua I Debi Mali, Wakil Ketua II Sri Darlis Munandar, Sekretaris Era Fitria, Wakil Sekretaris Ivany Dini Octary Bendahara diah Lestari Ardian dan Wakil Bendahara Cut Asmanidar ****

*35.936 Anak Muda MainBareng di Kapolri Cup 2026,Wakapolri Jangan Cuma Jadi Penonton,Jadilah Talenta Digital*

0

Jakarta ,Redaksi.Co— Dunia e-sports terus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Aktivitas yang dahulu identik dengan hiburan kini telah menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun komunitas, berkompetisi, hingga meraih prestasi.

Semangat tersebut hadir dalam E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung tagline “Dream to Become”, kompetisi ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang e-sports sekaligus menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi prestasi.

Yang bertanding dalam Kapolri Cup 2026 bukan anggota Polri, melainkan masyarakat umum.

Kompetisi ini terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Mereka mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing, kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga mendapatkan kesempatan tampil di tingkat nasional.

Dengan mekanisme tersebut, Polri tidak menjadi pemain dalam kompetisi, tetapi menjadi pihak yang membuka ruang dan panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.

Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap e-sports sekaligus memperlihatkan besarnya potensi talenta digital yang dimiliki Indonesia.

Polri Bersama Komdigi dan IESPA Bangun Ekosistem E-Sports

Pengembangan e-sports sebagai ruang prestasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, Polri membangun kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia Esports Association (IESPA) serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN. Sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa e-sports kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas permainan. E-sports telah berkembang menjadi bagian dari pengembangan talenta digital, olahraga prestasi, industri kreatif, ekonomi digital, sekaligus ruang interaksi positif bagi generasi muda.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan Polri ingin hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kehadiran Polri di ekosistem digital tidak sekadar berbicara mengenai pengamanan. Polri juga ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.

“Di sinilah Polri hadir bersama generasi muda, memberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dan saling percaya,” katanya.

Dari Hobi Menjadi Skill, dari Skill Menjadi Prestasi

Melalui tagline “Dream to Become”, Kapolri Cup 2026 membawa pesan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global.

“Saya berharap kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tagline ‘Dream to Become’ akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan berdaya saing global,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi seorang juara. E-sports juga membutuhkan karakter dan kemampuan membangun kerja sama.

Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas dan jiwa kepemimpinan menjadi nilai yang harus tumbuh dalam setiap kompetisi.

“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Wakapolri.

Komjen Dedi juga mengingatkan peserta agar menjadikan Kapolri Cup 2026 sebagai ruang pembentukan karakter, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesannya.

Jago Bermain, Cerdas di Ruang Digital

Di balik peluang besar yang ditawarkan dunia digital, terdapat tantangan yang juga perlu diwaspadai. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang siber.

Karena itu, Polri mendorong edukasi digital citizenship agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai pengguna ruang digital.

Ancaman seperti judi online, penipuan digital, berita bohong dan berbagai bentuk kejahatan siber harus dihadapi tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui literasi dan kesadaran masyarakat.

Wakapolri mengajak peserta Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

“Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Melalui Kapolri Cup 2026, Polri ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak perlu meninggalkan dunia yang mereka sukai untuk meraih prestasi. Justru dari minat yang mereka miliki, dapat lahir kemampuan, dari kemampuan dapat lahir prestasi, dan dari prestasi dapat terbuka jalan menuju masa depan.

Polri membuka ruangnya. Masyarakat mengisi panggungnya. Ekosistem e-sports mengembangkannya.

*Dari gaming menuju achievement.*
*Dari dream menuju become.*

*Bakti Kesehatan Kodam Jaya – Polda Metro Jaya Layani 1.876 Masyarakat di Monas*

0

JAKARTA ,Redaksi.Co– Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menggelar Bakti Kesehatan dalam rangkaian Apel Kebangsaan Tahun 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026). Sebanyak 148 tenaga kesehatan gabungan dikerahkan, terdiri atas 120 personel medis dan paramedis Biddokkes Polda Metro Jaya serta 28 personel Kesdam Jaya.

Kabiddokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol. dr. M. Faizal Zulkarnaen, M.H., Sp.F., M.A.R.S. mengatakan, bakti kesehatan merupakan wujud sinergi Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. “Kami menyiapkan tenaga medis dan paramedis untuk memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan hingga pengobatan sesuai kebutuhan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.876 orang mendapatkan pelayanan kesehatan, terdiri atas 700 orang menjalani pengobatan umum, 23 orang pengobatan spesialis, 42 orang pengobatan gigi, 936 orang menerima kacamata baca, 162 orang menjalani pemeriksaan laboratorium, serta 13 orang mendapatkan layanan fisioterapi. Pada pelayanan pengobatan umum, keluhan yang ditangani antara lain hipertensi, diabetes melitus, ISPA, common cold, hiperkolesterolemia, myalgia, asam urat, gastritis, dan dermatitis.

Selain pelayanan kesehatan, Biddokkes Polda Metro Jaya dan Kesdam Jaya juga menyiagakan tim kesehatan lapangan serta tim penghubung di sejumlah rumah sakit rujukan untuk mendukung pengamanan medis selama kegiatan. Seluruh rangkaian Bakti Kesehatan Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya berlangsung aman dan lancar sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi kedua institusi serta masyarakat.

Tanaman tomat pungging Tumbuh baik Bhabinkamtibmas Dukung suksesnya ketahanan Pangan nasional

0

Tanaman Tomat di Pungging Tumbuh Baik, Bhabinkamtibmas Dukung Suksesnya Ketahanan Pangan Nasional

PASURUAN – Tanaman tomat di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, terpantau tumbuh dengan baik. Bhabinkamtibmas Desa Pungging turut melakukan pemantauan sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan pemantauan dilakukan oleh AIPDA Iskandar Muda selaku Bhabinkamtibmas Desa Pungging. Selain meninjau kondisi tanaman tomat, ia juga menyambangi warga untuk memberikan motivasi agar terus memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan yang produktif.

Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam membudidayakan berbagai komoditas pangan. Upaya itu diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

http://( redaksi.co )( 8 Agustus )( 2026 )

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah sekaligus mempererat kemitraan dengan warga.

“Kami berharap masyarakat terus memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk ditanami komoditas pangan. Selain bermanfaat bagi kebutuhan keluarga, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar AKP Budi Luhur Sedjati.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan, Polres Pasuruan akan terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

“Polri berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk program ketahanan pangan. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman tomat di lahan P2B Desa Pungging tumbuh dengan baik dan kegiatan berlangsung aman serta lancar. Diharapkan, semangat masyarakat dalam mengembangkan pertanian pekarangan terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

http://( Agus. kustiadi,)(( 8 Agustus )(2026 )

Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KPU Sulbar Disorot, IPMAPUS Desak APH Bertindak Tegas

0

Redaksi.co MAMUJU : Awan hitam dugaan korupsi besar-besaran kian mengguncang bumi Sulawesi Barat. Ikatan Pelajar Mahasiswa Sulawesi Barat (IPMAPUS) melontarkan gertakan keras kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar tidak “bermain mata” atau main-main dalam mengusut tuntas skandal dugaan penyimpangan dana hibah di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat.

Ketua IPMAPUS Sulbar, Akbar, menegaskan bahwa temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas borok pengelolaan dana hibah tersebut adalah bom waktu yang harus segera meledak di meja hijau. Publik kini menuntut darah transparansi dan akuntabilitas: sikat tanpa pandang bulu!

“Temuan BPK ini bukan sekadar bisik-bisik tetangga, ini sudah jadi sorotan panas publik! APH jangan coba-coba pasang badan atau membiarkan kasus ini menguap begitu saja tanpa kepastian hukum. Rakyat berhak tahu siapa yang ‘menikmati‘ uang negara!” tegas Akbar dengan nada menantang.

Akbar mengingatkan bahwa BPK bukan lembaga sembarangan. Berdasarkan Pasal 23E UUD 1945, UU No. 15 Tahun 2006, dan UU No. 15 Tahun 2004, hasil audit BPK adalah peluru kendali sah yang sanggup merontokkan siapa saja yang terbukti membancakan uang rakyat.

Jika indikasi kerugian negara dan unsur pidana menganga, APH wajib menggunakan taring UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk menyeret para oknum ke balik jeruji besi.

“Siapa pun yang melawan hukum, memperkaya diri sendiri, atau memperkaya kroninya dari dana hibah KPU Sulbar harus dimintai pertanggungjawaban pidana. Tidak ada karpet merah untuk penjahat anggaran!” lanjutnya.

Ketegasan APH dalam menangani kasus KPU Sulbar kini menjadi pertaruhan harga diri institusi penegak hukum di mata rakyat. IPMAPUS menegaskan, publik tidak butuh janji manis atau penanganan yang adem-ayem di balik pintu tertutup.

“Gelar perkara secara terbuka! Jika bukti cukup, tangkap dan proses hukum tanpa pandang bulu. Jika memang bersih, umumkan secara transparan. Jangan gantung kasus ini seperti drama tanpa akhir!” pungkas Akbar.

Kini, bola panas resmi berada di tangan Ah. Publik Sulbar menanti gebrakan nyata: apakah hukum akan tegak lurus menggilas para tikus anggaran, atau justru melempem di hadapan kekuasaan? (ZUL)

Tanaman tomat di pungging Tumbuh baik Bhabinkamtibmas Dukung suksesnya ketahanan Pangan nasional

0

Tanaman Tomat di Pungging Tumbuh Baik, Bhabinkamtibmas Dukung Suksesnya Ketahanan Pangan Nasional

PASURUAN – Tanaman tomat di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, terpantau tumbuh dengan baik. Bhabinkamtibmas Desa Pungging turut melakukan pemantauan sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan pemantauan dilakukan oleh AIPDA Iskandar Muda selaku Bhabinkamtibmas Desa Pungging. Selain meninjau kondisi tanaman tomat, ia juga menyambangi warga untuk memberikan motivasi agar terus memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan yang produktif.

Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam membudidayakan berbagai komoditas pangan. Upaya itu diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

http://( redaksi.co, )( 8 Agustus )( 2026 )

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah sekaligus mempererat kemitraan dengan warga.

“Kami berharap masyarakat terus memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk ditanami komoditas pangan. Selain bermanfaat bagi kebutuhan keluarga, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar AKP Budi Luhur Sedjati.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan, Polres Pasuruan akan terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

“Polri berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk program ketahanan pangan. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman tomat di lahan P2B Desa Pungging tumbuh dengan baik dan kegiatan berlangsung aman serta lancar. Diharapkan, semangat masyarakat dalam mengembangkan pertanian pekarangan terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

http://( Agus, kustiadi, )( 8 Agustus )(2026 )

Qadar Ruslan Siregar Dorong UMKM Bekasi Naik Kelas Lewat Ekosistem Franchise

0

KOTA BEKASI – Upaya mendorong pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas mendapat perhatian serius dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar. Menurutnya, penguatan merek dan penerapan sistem bisnis yang profesional menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu berkembang menjadi brand berskala nasional.

 

Pandangan tersebut disampaikan Qadar saat menghadiri IBOS Expo 2026 di Bekasi Convention Center, Mega Bekasi Hypermall, Jumat (7/8/2026). Mengusung tema *“How To Grow Your Brand Through Franchising”*, kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha, pemilik brand, investor, pemerintah, akademisi, serta praktisi industri waralaba.

 

Qadar menilai, IBOS Expo 2026 memiliki arti strategis bagi perkembangan dunia usaha di Kota Bekasi. Bukan hanya sebagai ajang promosi, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi ruang bertemunya berbagai kepentingan bisnis sekaligus membuka peluang kolaborasi dan investasi.

 

“UMKM Kota Bekasi harus berani naik kelas. Jangan hanya menjadi pelaku usaha lokal, tetapi harus mulai membangun brand yang kuat, memiliki sistem bisnis yang profesional, dan mampu dikembangkan melalui pola kemitraan,” ujar Qadar.

 

Ia menjelaskan bahwa kualitas produk saja tidak cukup untuk membawa sebuah usaha menuju skala yang lebih besar. Pelaku usaha juga perlu memiliki standar operasional yang jelas, konsistensi kualitas, identitas merek yang kuat, serta model bisnis yang dapat direplikasi.

 

Dalam konteks tersebut, franchise atau waralaba dinilai menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat ekspansi usaha. Melalui sistem yang tertata, pemilik usaha dapat memperluas jaringan bisnis sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi mitra.

 

“Kita ingin semakin banyak brand lokal Bekasi yang memiliki kemampuan untuk berkembang. Potensi pasar di Bekasi sangat besar dan harus bisa dimanfaatkan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.

 

Qadar juga menekankan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Pemerintah daerah, KADIN, lembaga pembiayaan, asosiasi bisnis, investor, dan komunitas usaha perlu membangun sinergi agar pelaku usaha mendapatkan akses yang lebih luas terhadap modal, pendampingan, legalitas, teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.

 

IBOS Expo 2026 sendiri menghadirkan berbagai peluang bisnis, seminar, business matching, networking, dan pertemuan antara pemilik brand dengan calon mitra. Penyelenggara juga mencatat lebih dari 100 peluang bisnis serta puluhan sesi dan pembicara dalam rangkaian acara yang berlangsung 7–9 Agustus 2026.

 

Bagi KADIN Kota Bekasi, momentum tersebut diharapkan tidak berhenti setelah expo berakhir. Pengetahuan dan jejaring yang diperoleh perlu diterjemahkan menjadi program konkret seperti pelatihan waralaba, pendampingan UMKM, business matching, hingga promosi produk unggulan daerah.

 

Qadar optimistis, apabila kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat terus diperkuat, Kota Bekasi dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu melahirkan brand lokal berdaya saing tinggi.

 

“KADIN Kota Bekasi akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

*Polda Metro Jaya Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia*

0

Jakarta ,Redaksi.Co- Polda Metro Jaya menggelar Apel Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pukul 08.00 WIB.

Apel tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan masyarakat sebagai momentum memperkuat persatuan, sinergitas, serta kebersamaan lintas suku dan agama.

Sebanyak sekitar 11.000 peserta mengikuti agenda ini, terdiri atas 500 personel TNI, 500 personel Polri, dan 10.000 warga dari berbagai elemen. Mereka berasal dari organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar, hingga Saka Bhayangkara.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa menjaga Jakarta merupakan bagian dari upaya merawat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat.

“Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujar Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

Pangdam Jaya Letnan Jenderal TNI Deddy Suryadi turut menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting sebagai wajah Indonesia. Karena itu, stabilitas ibu kota perlu dirawat melalui kerja sama lintas elemen.

“Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujar Letjen Deddy Suryadi.

Dalam apel tersebut, elemen masyarakat juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi itu berisi komitmen menjaga ketertiban, menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan, serta memperkuat gotong royong.

Selain deklarasi, acara dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan bakti kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan umum, mata, gigi, dan laboratorium.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Apel Kebangsaan menjadi pengingat bahwa keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.

“Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

Kombes Pol. Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta terus merawat kerukunan di lingkungan masing-masing.

“Dengan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, semangat Jaga Jakarta diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama untuk Indonesia,” tutupnya.

Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia, Elemen Masyarakat Bersatu Jaga Keamanan dan Persatuan**

0

JAKARTA ,Redaksi.Co– Sejumlah elemen masyarakat menyatakan komitmen bersama menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kondusivitas Jakarta melalui Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi tersebut menjadi wujud kepedulian bersama untuk menjaga Jakarta sebagai rumah bagi seluruh masyarakat sekaligus etalase Indonesia di mata dunia.

Dalam deklarasi tersebut, segenap elemen masyarakat menyatakan lima sikap bersama. Pertama, menjaga Jakarta tetap aman, tertib, damai, dan nyaman sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat. Jakarta juga dipandang sebagai etalase Indonesia yang harus terus dijaga citra, keamanan, dan ketertibannya.

Kedua, elemen masyarakat menegaskan komitmen untuk bersatu dalam kebinekaan. Mereka menolak segala bentuk provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan yang berpotensi mengganggu persatuan serta kesatuan bangsa.

Ketiga, deklarasi tersebut mengajak seluruh pihak memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi. Pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, komunitas, pemuda, dan masyarakat diharapkan terus bekerja bersama dalam menjaga Jakarta agar tetap kondusif.

Keempat, elemen masyarakat berkomitmen melindungi generasi muda dan masa depan bangsa dari narkoba, kejahatan, radikalisme, serta berbagai pengaruh negatif. Upaya itu dilakukan dengan membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan berkarakter.

Kelima, seluruh elemen masyarakat menyatakan siap menjaga Jakarta untuk Indonesia dengan disiplin, kepedulian, toleransi, dan semangat kebangsaan. Komitmen tersebut diarahkan untuk mewujudkan Jakarta yang maju serta Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Perwakilan Pokdarkamtibmas, Yudi Wahyudi, mengatakan menjaga Jakarta membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk warga di lingkungan masing-masing.

“Kami dari Pokdarkamtibmas siap mendukung upaya menjaga Jakarta tetap aman, tertib, damai, dan kondusif. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Semangat Jaga Jakarta harus dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan saling menjaga, menghormati, dan bekerja sama, kita bisa ikut menciptakan Jakarta yang aman dan nyaman untuk semua ,” ujar Yudi.

Melalui semangat Jaga Jakarta untuk Indonesia, seluruh elemen masyarakat diajak mengambil peran untuk menciptakan lingkungan yang aman, menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, serta merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

“JAKARTA AMAN, INDONESIA KUAT!”

“JAGA JAKARTA UNTUK INDONESIA!”