Beranda blog Halaman 28

Pakar hukum Dorong polri tidak tegas konten medsos Yang mengandung provokasi

0

*Pakar Hukum Dorong Polri Tindak Tegas Konten Medsos yang Mengandung Provokasi*

Jakarta – Pakar hukum tata negara Muhammad Rullyandi menilai penegakan hukum terhadap penyebaran konten manipulatif dan provokatif di media sosial diperlukan ketika materi yang disebarkan telah memenuhi unsur tindak pidana.

Menurut Rullyandi, konten semacam itu tidak hanya berkaitan dengan kebebasan berekspresi, tetapi juga dapat berdampak pada ketertiban dan keamanan publik apabila memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

“Terkait adanya muatan media sosial yang terungkap adanya pengancaman, manipulatif, dan provokatif, telah menimbulkan kegaduhan publik sehingga perlu dorongan kepada Polri agar menindak tegas penyebar konten manipulatif dan provokatif yang marak belakangan ini dengan penerapan tindak pidana,” kata Rullyandi, Sabtu (8/8/2026).

Dia menjelaskan, pelaksanaan hak dan kebebasan warga negara tetap memiliki batas yang telah ditentukan konstitusi. Salah satunya tercantum dalam Pasal 28J ayat (2) UUD 1945 yang mengatur mengenai pembatasan terhadap pelaksanaan hak dan kebebasan.

http://( redaksi.co ) ( 9 Agustus )(2026 )

“Sebagaimana UUD 1945 amandemen Pasal 28J ayat (2), memberikan pembatasan kepada setiap warga negara di dalam menjalankan hak dan kebebasannya untuk wajib tunduk terhadap pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang, khususnya pembatasan yang berkaitan dengan pelanggaran ketentuan pidana, dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama, moral, ketertiban umum, dan keamanan negara,” jelasnya.

Rullyandi menyebut ketentuan konstitusional tersebut tetap menjadi dasar dalam melihat batas antara pelaksanaan hak dan kebebasan dengan perbuatan yang dapat dikenai hukum. Dia juga menyinggung Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 105 yang bersandar pada ketentuan Pasal 28J ayat (2) UUD 1945.

“Sekalipun terdapat Putusan MK Nomor 105 yang bersandar pada UUD 1945, khususnya ketentuan Pasal 28J ayat (2),” ungkapnya.

Dalam konteks penanganan perkara di media sosial, Rullyandi menilai langkah kepolisian terhadap konten yang mengandung unsur manipulatif dan provokatif merupakan bagian dari penegakan hukum ketika ditemukan adanya dugaan tindak pidana.

Dia pun menilai langkah Polda Jawa Barat yang mengungkap kasus penyebaran konten manipulatif dan provokatif sebagai tindakan yang tepat.

“Sebagaimana langkah tepat Polda Jabar yang berhasil menangkap para pelaku penyebaran konten manipulatif dan provokatif,” pungkasnya.

http://( Agus,kustiadi,)( 9 Agustus )(2026 )

*Polri: Sertifikat Prestasi Nasional Hingga Internasional Tetap Ikuti Tahapan Seleksi Rekrutmen Polri*

0

Jakarta,Redaksi.Co – Polri menyampaikan proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses seleksi, namun tidak serta-merta membuat pemiliknya diterima sebagai anggota Polri tanpa mengikuti tahapan seleksi.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri.

“Rekrutmen Polri dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Perkap Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri,” kata Isir di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Isir menjelaskan, dalam proses penerimaan anggota Polri, peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tidak menggantikan tahapan seleksi tersebut.

“Prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam, baik nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, merupakan dokumen prestasi pendukung yang dapat dilampirkan oleh peserta. Namun, kepemilikan dokumen tersebut tidak serta-merta membuat peserta diterima tanpa mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

Menurutnya, setiap peserta tetap diproses berdasarkan ketentuan penerimaan anggota Polri yang berlaku. Seluruh persyaratan dan tahapan seleksi harus dipenuhi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Jadi, siapa pun pesertanya, tetap harus mengikuti ketentuan dan tahapan seleksi yang berlaku. Sertifikat atau piagam prestasi merupakan bagian dari dokumen pendukung dan tidak menjadi pengganti proses seleksi,” tutur Isir.

Polri, lanjutnya, berkomitmen menjaga proses penerimaan anggota Polri agar berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, serta berdasarkan kemampuan dan kompetensi peserta sesuai ketentuan. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi BETAH yang menjadi prinsip dalam proses rekrutmen Polri, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Penerapan prinsip transparansi juga diwujudkan melalui pelibatan pihak eksternal dalam mengawasi proses dan tahapan seleksi. Dalam pelaksanaannya, Polri bersama Kompolnas menggandeng sejumlah pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perhimpunan psikologi, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Pendidikan, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya pengawasan internal dan eksternal, proses penerimaan diharapkan semakin terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.

Dengan demikian, kepemilikan sertifikat prestasi nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, tidak menjadi jaminan seseorang dapat langsung diterima sebagai anggota Polri. Peserta tetap wajib memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai aturan yang berlaku, dengan proses yang mengedepankan prinsip BETAH serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

PHK Jadi Titik Balik, “Agensi Rumah Tangga” Bongkar Sisi Lain Dunia ART

0

JAKARTA, Redaksi.co – Kehilangan pekerjaan tidak selalu berujung pada kegagalan. Bagi sebagian orang, PHK justru menjadi momentum untuk menemukan jalan baru. Gagasan itulah yang coba diangkat film “Agensi Rumah Tangga” melalui kisah Katia, perempuan muda yang harus memulai kembali hidupnya setelah kehilangan pekerjaan di perusahaan startup.

Diperankan Enzy Storia, Katia digambarkan berada dalam situasi yang akrab dengan banyak pekerja urban, Penghasilan terhenti, tuntutan keluarga tetap berjalan, sementara kebutuhan sehari-hari tidak mengenal istilah PHK.

Tekanan tersebut membuat Katia mencari alternatif, Alih-alih kembali mengejar pekerjaan kantoran, ia justru melihat peluang dari persoalan yang berada sangat dekat dengan kehidupan keluarganya.

Ketika seorang asisten rumah tangga (ART) harus berhenti bekerja, muncul ide untuk membangun sebuah agensi yang mempertemukan pekerja rumah tangga dengan keluarga yang membutuhkan,
Namun perjalanan itu kemudian membawa Katia pada realitas dunia ART yang jauh lebih kompleks.

Di balik pekerjaan yang kerap dianggap sederhana, terdapat persoalan mengenai kondisi kerja, fasilitas tempat tinggal, penghargaan hingga relasi antara pekerja dan pemberi kerja.

Sutradara Naya Anindita menjadikan sisi tersebut sebagai bagian penting dalam cerita. Film tidak hanya menempatkan ART sebagai karakter pendukung, tetapi mencoba menghadirkan sudut pandang mengenai kehidupan mereka sebagai pekerja.

Pertanyaan mengenai bagaimana seorang ART menjalani keseharian ketika bekerja di rumah orang lain menjadi salah satu isu yang diselipkan dalam film.

Mulai dari ruang tidur yang terbatas, minimnya ventilasi hingga fasilitas yang kurang memadai menjadi gambaran persoalan yang ingin disorot.

“Pernah nggak sih, kalian memikirkan bagaimana kondisi ART? Mulai dari kamar tidur yang sempit, ruangan tanpa ventilasi, dan kasur yang tipis. Padahal, mereka juga pekerja,” kata Naya.

Menariknya, isu tersebut dikemas melalui pendekatan komedi. Beberapa karakter ART diperankan oleh komika, sehingga persoalan sosial yang diangkat tidak terasa seperti sebuah kampanye yang berat.

Humor menjadi kendaraan untuk membawa penonton memasuki persoalan yang lebih serius.

Di sisi lain, perjalanan Katia juga menjadi gambaran bagaimana generasi pekerja muda menghadapi ketidakpastian dunia kerja. Ketika pekerjaan hilang, seseorang dituntut segera bangkit karena kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi.

Katia kemudian memilih tidak sekadar mencari pekerjaan baru. Ia mencoba menciptakan peluang melalui bisnis agensi ART.

Dari titik tersebut, film berkembang menjadi cerita mengenai keberanian memulai kembali sekaligus membuka percakapan tentang profesi pekerja rumah tangga yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat, tetapi belum selalu mendapatkan perhatian yang sepadan.

“Agensi Rumah Tangga” pun tidak berhenti sebagai film komedi. Di balik humor dan konflik keluarga yang ditawarkan, terdapat gambaran tentang PHK, tekanan ekonomi, perjuangan mencari penghasilan serta realitas kehidupan ART.

Film ini pada akhirnya membawa satu gagasan sederhana: kehilangan pekerjaan memang dapat mengubah arah hidup, tetapi bukan berarti perjalanan harus berhenti.

Bisa jadi, dari kondisi paling sulit sekalipun, seseorang justru menemukan pekerjaan dan kesempatan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

35.936 Anak Muda Main Bareng di Kapolri Cup 2026 Wakapolri: Jangan Cuma Jadi Penonton Jadilah Talenta Digital

0

Jakarta — Dunia e-sports terus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Aktivitas yang dahulu identik dengan hiburan kini telah menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun komunitas, berkompetisi, hingga meraih prestasi.

Semangat tersebut hadir dalam E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung tagline “Dream to Become”, kompetisi ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang e-sports sekaligus menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi prestasi.

Yang bertanding dalam Kapolri Cup 2026 bukan anggota Polri, melainkan masyarakat umum.

Kompetisi ini terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Mereka mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing, kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga mendapatkan kesempatan tampil di tingkat nasional.

Dengan mekanisme tersebut, Polri tidak menjadi pemain dalam kompetisi, tetapi menjadi pihak yang membuka ruang dan panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.

http://( redaksi.co, )( 9 Agustus )( 2026 )

Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap e-sports sekaligus memperlihatkan besarnya potensi talenta digital yang dimiliki Indonesia.

Polri Bersama Komdigi dan IESPA Bangun Ekosistem E-Sports

Pengembangan e-sports sebagai ruang prestasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, Polri membangun kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia Esports Association (IESPA) serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN. Sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa e-sports kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas permainan. E-sports telah berkembang menjadi bagian dari pengembangan talenta digital, olahraga prestasi, industri kreatif, ekonomi digital, sekaligus ruang interaksi positif bagi generasi muda.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan Polri ingin hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kehadiran Polri di ekosistem digital tidak sekadar berbicara mengenai pengamanan. Polri juga ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.

“Di sinilah Polri hadir bersama generasi muda, memberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dan saling percaya,” katanya.

Dari Hobi Menjadi Skill, dari Skill Menjadi Prestasi

Melalui tagline “Dream to Become”, Kapolri Cup 2026 membawa pesan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global.

“Saya berharap kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tagline ‘Dream to Become’ akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan berdaya saing global,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi seorang juara. E-sports juga membutuhkan karakter dan kemampuan membangun kerja sama.

Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas dan jiwa kepemimpinan menjadi nilai yang harus tumbuh dalam setiap kompetisi.

“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Wakapolri.

Komjen Dedi juga mengingatkan peserta agar menjadikan Kapolri Cup 2026 sebagai ruang pembentukan karakter, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesannya.

Jago Bermain, Cerdas di Ruang Digital

Di balik peluang besar yang ditawarkan dunia digital, terdapat tantangan yang juga perlu diwaspadai. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang siber.

Karena itu, Polri mendorong edukasi digital citizenship agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai pengguna ruang digital.

Ancaman seperti judi online, penipuan digital, berita bohong dan berbagai bentuk kejahatan siber harus dihadapi tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui literasi dan kesadaran masyarakat.

Wakapolri mengajak peserta Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

“Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Melalui Kapolri Cup 2026, Polri ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak perlu meninggalkan dunia yang mereka sukai untuk meraih prestasi. Justru dari minat yang mereka miliki, dapat lahir kemampuan, dari kemampuan dapat lahir prestasi, dan dari prestasi dapat terbuka jalan menuju masa depan.

Polri membuka ruangnya. Masyarakat mengisi panggungnya. Ekosistem e-sports mengembangkannya.

*Dari gaming menuju achievement.*
*Dari dream menuju become.*

http://( Agus,kostiadi )( 9 Agustus )( 2026 )

Teror Rephaim Kembali, “Kuasa Gelap 2” Siap Guncang IMAX

0

JAKARTA, Redaksi.co – Teror supranatural kembali mengintai layar lebar Indonesia, Setelah film pertamanya mencuri perhatian pada 2024, “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” dipastikan hadir sebagai sekuel dengan skala cerita yang lebih besar dan ancaman yang jauh lebih mengerikan.

Film produksi Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Tak hanya dalam format reguler, film ini juga akan hadir di IMAX, menawarkan pengalaman horor dengan visual layar lebih luas dan tata suara yang dirancang lebih imersif.

Kehadiran format IMAX menjadi salah satu daya tarik utama sekuel ini. Namun, kekuatan film bukan sekadar terletak pada kemasan visualnya, Cerita justru kembali menggali sisi kelam karakter utama sekaligus membuka misteri yang belum terjawab dari film pertama.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah perjalanan Romo Rendra, yang kembali diperankan Lukman Sardi. Masa lalu sang imam akan menjadi bagian penting dalam konflik cerita, termasuk keterkaitannya dengan ancaman iblis purba bernama Rephaim.

Romo Thomas yang diperankan Jerome Kurnia juga kembali terlibat dalam pertarungan menghadapi kekuatan jahat, Kali ini persoalan yang dihadapinya bukan hanya mengenai keberanian, tetapi juga menyentuh wilayah keyakinan dan keraguan.

Produser sekaligus penulis Robert Ronny mengembangkan cerita dengan memperluas dunia yang telah dibangun pada film pertama, Perubahan tersebut membuat sekuel ini tidak hanya menghadirkan lokasi dan konflik yang lebih besar, tetapi juga memberikan ruang lebih dalam terhadap karakter-karakternya.

Ancaman Rephaim menjadi salah satu elemen yang membuat cerita “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” semakin kompleks, Sosok tersebut menjadi pusat konflik yang membawa para karakter berhadapan dengan kekuatan jahat yang berada di luar batas kemampuan manusia.

Sutradara Rizal Mantovani juga membawa pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, Dengan demikian ketegangan yang dibangun tidak semata-mata mengandalkan kejutan atau adegan menakutkan, tetapi juga berusaha menghadirkan konflik emosional yang dapat dirasakan penonton,
Selain Lukman Sardi dan Jerome Kurnia, film ini turut diperkuat Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

Sementara sinematografi dipercayakan kepada Yadi Sugandi, dengan naskah yang digarap Robert Ronny bersama Andri Cahyadi. Robert Ronny dan Prima Taufik bertindak sebagai produser.

Teaser trailer dan poster perdana yang telah dirilis menjadi pembuka menuju kembalinya dunia “Kuasa Gelap”. Kali ini, misteri masa lalu, pertarungan iman, serta kemunculan Rephaim menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab.

Dengan membawa cerita yang lebih luas dan format IMAX, “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” berpotensi menjadi salah satu sajian horor Indonesia yang paling dinantikan pada penghujung 2026.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah teror itu akan kembali, tetapi seberapa gelap kuasa yang harus dihadapi Romo Rendra dan Romo Thomas?
Film ini akan mulai meneror penonton di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.

Pengelolaan Sampah di Kadia Gagal, Warga Desak Camat Kadia Hasman Dani, S.IP. MM Bertanggung Jawab

0

Redaksi.co – KENDARI — Pengelolaan sampah di Kecamatan Kadia, Kota Kendari, kembali menuai polemik. Masyarakat menilai pemerintah kecamatan gagal memberikan pelayanan persampahan yang konsisten, setelah layanan pengangkutan sampah disebut tiba-tiba terhenti meski sebagian warga mengaku telah membayar iuran hingga Desember.
Kondisi tersebut membuat warga merasa dirugikan. Mereka mempertanyakan alasan penghentian layanan secara mendadak serta siapa yang harus bertanggung jawab atas pembayaran yang telah dilakukan masyarakat.
Warga menilai persoalan ini tidak semestinya terjadi apabila sistem pengelolaan sampah dilakukan secara terencana dan transparan. Terlebih, masyarakat selama ini telah memenuhi kewajibannya dengan membayar biaya pelayanan persampahan.
“Kami sudah membayar sampai bulan Desember. Kenapa tiba-tiba kontrak diputus dan pelayanan berhenti? Kalau memang ada persoalan dalam pengelolaan, masyarakat harus diberi penjelasan yang jelas,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, penghentian layanan tersebut berpotensi menyebabkan sampah menumpuk di lingkungan permukiman. Jika tidak segera ditangani, kondisi itu bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan kebersihan lingkungan.
Masyarakat kemudian mendesak Camat Kadia, Hasman Dani, S.IP. MM, bersama pemerintah Kecamatan Kadia untuk segera memberikan klarifikasi mengenai persoalan tersebut.

Warga meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka terkait status kontrak pengelolaan sampah, mekanisme pembayaran yang telah dilakukan masyarakat hingga Desember, serta langkah pemerintah untuk menjamin pelayanan tetap berjalan.

“Kami meminta Camat Kadia bertanggung jawab. Jangan masyarakat sudah membayar, tetapi kemudian pelayanan dihentikan begitu saja. Pemerintah harus memberikan solusi dan kepastian,” tegas warga lainnya.
Sorotan masyarakat juga diarahkan pada transparansi pengelolaan pelayanan persampahan. Mereka berharap pemerintah tidak saling melempar tanggung jawab ketika terjadi persoalan di lapangan.
Warga meminta Pemerintah Kota Kendari turun tangan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan sampah di Kecamatan Kadia. Menurut mereka, persoalan tersebut harus segera diselesaikan agar masyarakat tidak terus menjadi pihak yang dirugikan.

Masyarakat juga berharap adanya penjelasan resmi dari pihak Kecamatan Kadia mengenai penyebab terjadinya pemutusan kontrak serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Jika pelayanan memang telah dibayar masyarakat hingga Desember, warga menilai pemerintah harus memastikan hak masyarakat atas pelayanan tersebut tidak hilang begitu saja.

  1. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Kadia di bawah kepemimpinan Hasman Dani, S.IP. MM  , belum memberikan klarifikasi resmi terkait persoalan tersebut.

Gema PS Sukabumi: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan Lewat Perhutanan Sosial dan Doa

0

REDAKSI.CO, SUKABUMI || Di bawah langit Agustus yang bergetar oleh gaung 81 tahun kemerdekaan, tanah Indonesia seperti sedang melantunkan kidung syukur yang mendalam. Kemerdekaan bukan sekadar angka di atas kalender. Momen ini adalah sebuah simfoni spiritual dan gerak ekonomi kerakyatan yang menyatu dalam urat nadi rakyat.

Di tengah momentum sakral ini, sebuah seruan jernih lahir dari selatan Sukabumi. Seruan ini menyuarakan harmoni antara restu langit, ketegasan pemimpin, dan peluh para petani dalam mengelola program Perhutanan Sosial.

Saeful Usman, atau yang akrab disapa Apih Usman, Ketua Gema PS Sukabumi, mengingatkan kita sebuah esensi penting. Beliau menegaskan bahwa mengelola bumi adalah bentuk ibadah kebudayaan yang paling murni.

Bak bait puisi yang menemukan ritme tegasnya, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hadir membawa angin perubahan yang berani. Langkah keras dan tegas pemerintah dalam menyelamatkan kekayaan alam menjadi bukti nyata kedaulatan negara. Tindakan nyata tersebut meliputi:

* Merebut kembali lahan negara yang dikuasai korporasi nakal.

* Menertibkan perkebunan sawit ilegal berskala besar.

* Menguasai kembali tambang-tambang tak berizin di berbagai daerah.

Kebijakan ini bukan sekadar hitungan angka di atas kertas ekonomi. Ini adalah aksi spiritual untuk mengembalikan hak milik kepada yang berhak, yaitu rakyat Indonesia. Ketika modal raksasa tidak lagi bisa sewenang-wenang, di sanalah keadilan sosial mulai menari di atas tanah pertiwi.

Menanam Pangan, Merawat Perhutanan Sosial Sukabumi

Ekonomi kerakyatan yang sejati tidak tumbuh di gedung pencakar langit. Sektor ini bertunas dari tanah yang basah oleh keringat petani. Bagi kawan-kawan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang telah menggenggam SK Perhutanan Sosial dari Presiden, lahan tersebut adalah kanvas kehidupan.

Untuk mewujudkan kemandirian, Gema PS Sukabumi menekankan tiga langkah konkret:

* Optimalkan Lahan: Jangan biarkan lahan Perhutanan Sosial telantar menjadi ruang kosong.

* Hijaukan Ekosistem: Menanam pohon adalah cara manusia berdialog dan merawat alam sekitar.

* Perkuat Pangan: Produksi pangan lokal adalah benteng pertahanan utama sebuah bangsa.

Gerakan menanam yang digaungkan bukan sekadar program teknis pemerintah. Ini adalah gerakan kebudayaan yang keren sekaligus seni menyambung hidup. Setiap benih yang ditanam adalah doa yang tumbuh menjadi buah pemenuh lambung bangsa.

Melangitkan Doa untuk Leluhur Nusantara

Di balik setiap jengkal tanah yang kita tanami, ada jejak darah dan air mata para pahlawan. Para pendiri bangsa, para aulia, dan raja-raja Nusantara telah berkorban demi bumi pertiwi. Mereka tidak hanya mewariskan wilayah, tetapi juga menitipkan visi spiritual tentang negeri yang adil dan makmur.

Mendoakan mereka di usia kemerdekaan ke-81 ini adalah jembatan spiritual yang mengundang rahmat Allah SWT. Ketika bumi dirawat dengan keadilan ekonomi dan langit digetarkan oleh doa, maka kedamaian, kesehatan, serta kekuatan akan senantiasa memeluk seluruh rakyat Indonesia.

Mari gerakkan jemari kita: menanam subur di bumi Sukabumi, melangitkan doa hingga ke arsy. (Rd.Rama Ragamulya)***

Editor : Abdul Salam

LSM MAUNG Gandeng Serikat Buruh, Kawal Hak Pekerja dan Perkuat Pendampingan Hukum di Tangerang

0

LSM MAUNG DPC Kota Tangerang Perkuat Pendampingan Hukum Pekerja, Siap Gandeng Serikat Buruh

 

TANGERANG — LSM MAUNG DPC Kota Tangerang menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi organisasi pada Sabtu (8/8/2026) malam. Rapat yang berlangsung di Sekretariat LSM MAUNG DPC Kota Tangerang tersebut membahas sejumlah program kerja, khususnya penguatan pendampingan hukum bagi masyarakat dan pekerja.

 

Dalam rapat tersebut, Tim Hukum LSM MAUNG menyoroti masih adanya persoalan ketenagakerjaan, termasuk dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan secara sewenang-wenang terhadap pekerja.

 

LSM MAUNG berencana membangun komunikasi dan menggandeng serikat buruh atau serikat pekerja untuk bersama-sama mengawal persoalan ketenagakerjaan serta memperjuangkan hak-hak pekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Ketua LSM MAUNG DPC Kota Tangerang, M. Soleh, menegaskan bahwa organisasi akan terus menjalankan fungsi sosial kontrol dan berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

 

“LSM MAUNG akan terus melakukan pendampingan terhadap masyarakat dan pekerja yang membutuhkan bantuan, tentunya dengan tetap mengedepankan aturan hukum dan mekanisme yang berlaku,” ujar M. Soleh dalam rapat.

 

Selain membahas bidang ketenagakerjaan, rapat juga menyepakati sejumlah agenda organisasi, salah satunya rencana audiensi dengan Dinas Pendidikan. Audiensi tersebut akan menjadi bagian dari program kerja LSM MAUNG untuk menyampaikan aspirasi dan melakukan koordinasi terkait persoalan pendidikan yang menjadi perhatian masyarakat.

 

Sekretaris LSM MAUNG DPC Kota Tangerang, Hendra, mengatakan bahwa konsolidasi internal penting dilakukan agar seluruh program organisasi dapat berjalan secara terarah dan memiliki tindak lanjut yang jelas.

 

“Setiap program kerja harus dikawal bersama. Kami ingin LSM MAUNG hadir bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memberikan solusi dan pendampingan sesuai kapasitas organisasi,” kata Hendra.

 

Rapat ditutup dengan komitmen untuk meningkatkan koordinasi antar-pengurus, memperkuat jaringan dengan elemen masyarakat dan serikat pekerja, serta menjalankan fungsi sosial kontrol secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab.

 

(*/Red)

Lomba PBB HUT Ke-81 RI, Kapolsek Campaka Puji Semangat Anggota Satlinmas

0

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kapolsek Campaka Apresiasi Semangat Satlinmas dalam Lomba PBB se-Kecamatan Campaka

PURWAKARTA – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus menggema di berbagai wilayah Kabupaten Purwakarta. Salah satunya melalui Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) se-Kecamatan Campaka yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Campaka pada Kamis (6/8/2026) sebagai upaya memperkuat kedisiplinan, kekompakan, serta jiwa nasionalisme para anggota Satlinmas.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tersebut diselenggarakan dengan penanggung jawab Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Campaka, Dadan Heryana. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan.

LAST POST: Dampak Kemarau Mulai Terasa, Polres Purwakarta Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Kampung Cikopak

Acara dihadiri oleh Camat Campaka Dikky Sukmawijaya, Kapolsek Campaka AKP Atik Sakron, perwakilan Danramil Campaka Peltu Kirman, perwakilan Kepala KUA Kecamatan Campaka Ade Zaenal Lutfy, perwakilan Kepala Puskesmas Campaka, para kepala desa, perangkat desa, serta seluruh kontingen Satlinmas dari desa-desa se-Kecamatan Campaka.

Dalam sambutannya, Camat Campaka mengajak seluruh peserta menjadikan perlombaan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan disiplin, jiwa korsa, serta rasa cinta tanah air.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Satlinmas yang selama ini turut membantu pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, Kapolsek Campaka AKP Atik Sakron, menegaskan bahwa Satlinmas memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masyarakat.

  • “Melalui perlombaan Peraturan Baris Berbaris ini kami berharap lahir anggota Satlinmas yang semakin disiplin, kompak, sigap, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi. Satlinmas merupakan mitra penting Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga pembinaan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan solidaritas antaranggota,” ujar AKP Atik Sakron.

Memasuki sesi perlombaan, seluruh regu Satlinmas menampilkan kemampuan terbaiknya dengan memperagakan gerakan baris-berbaris secara kompak, tegas, dan penuh semangat. Penampilan para peserta mendapat apresiasi dari tamu undangan maupun masyarakat yang hadir, sehingga suasana perlombaan berlangsung meriah namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, melalui Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan yang positif dalam meningkatkan kapasitas Satlinmas sebagai mitra Polri di tingkat desa.

  • “Satlinmas merupakan garda terdepan yang selalu hadir membantu pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan lingkungan. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan kedisiplinan, kekompakan, dan kemampuan anggota Satlinmas terus meningkat sehingga semakin siap mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar IPTU Tini Yutini.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat semangat persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat. (*/SK)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta

*Ketua IESPA Ibnu Riza Apresiasi Kapolri Cup 2026: Wadah Luar Biasa, dari Polres hingga Panggung Nasional*

0

Jakarta,Redaksi.Co — Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di bidang e-sports.

Apresiasi tersebut disampaikan Ibnu Riza dalam Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Ibnu Riza, Kapolri Cup 2026 memiliki keunggulan karena membuka kompetisi secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, Polda hingga Mabes Polri atau tingkat nasional.

“Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir yang terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” ujar Ibnu Riza.

Kapolri Cup 2026 merupakan kompetisi yang terbuka bagi masyarakat umum. Anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing.

Para peserta kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga tingkat nasional.

Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026.

Ibnu Riza menilai mekanisme tersebut memberikan kesempatan kepada talenta e-sports dari berbagai daerah untuk berkembang dan memperoleh pengalaman kompetisi.

“Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa, dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” katanya.

Polri Hadir di Ruang Digital Generasi Muda

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan perkembangan digital telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi hingga mengukir prestasi.

Namun, perkembangan digital juga menghadirkan tantangan yang perlu diwaspadai.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026, Indonesia berada di posisi keempat dunia dalam jumlah pengguna internet. Sebanyak 48 persen pengguna internet di Indonesia merupakan anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya keterlibatan generasi muda dalam ekosistem digital sekaligus pentingnya membangun ruang digital yang aman dan produktif.

“Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap berjalan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kehadiran Polri di ruang digital juga dilakukan melalui edukasi digital citizenship, sehingga generasi muda memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara cakap sekaligus memahami risiko di ruang siber.

Salah satu bentuk konkret pendekatan tersebut adalah penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026.

“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” katanya.

Kolaborasi Bangun Ekosistem E-Sports

Penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 dilakukan melalui kolaborasi Polri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), IESPA, serta kementerian dan lembaga terkait.

Opening kegiatan turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN.

Jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia juga mengikuti kegiatan secara daring.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong e-sports sebagai ruang pengembangan talenta, olahraga prestasi, kreativitas dan kegiatan positif bagi generasi muda.

Membangun Talenta dan Karakter

Kapolri Cup 2026 mengusung tagline “Dream to Become”. Melalui kompetisi tersebut, Polri mendorong generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan menjadi prestasi.

Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan memiliki daya saing global.

“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Komjen Dedi.

Wakapolri juga menekankan pentingnya sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan kepemimpinan dalam kompetisi.

“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesan Wakapolri.

Selain mengembangkan kemampuan, peserta juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga ruang digital tetap aman.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

“Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Melalui Kapolri Cup 2026, Polri memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkompetisi dan mengembangkan talenta e-sports secara berjenjang.

Dengan 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres, kompetisi ini menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat sekaligus potensi generasi muda di bidang e-sports.

Sejalan dengan apresiasi IESPA, Kapolri Cup diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada talenta muda dari berbagai daerah untuk berkembang dari tingkat Polres, Polda hingga panggung nasional.