Top 5 This Week

Related Posts

Gema PS Sukabumi: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan Lewat Perhutanan Sosial dan Doa

REDAKSI.CO, SUKABUMI || Di bawah langit Agustus yang bergetar oleh gaung 81 tahun kemerdekaan, tanah Indonesia seperti sedang melantunkan kidung syukur yang mendalam. Kemerdekaan bukan sekadar angka di atas kalender. Momen ini adalah sebuah simfoni spiritual dan gerak ekonomi kerakyatan yang menyatu dalam urat nadi rakyat.

Di tengah momentum sakral ini, sebuah seruan jernih lahir dari selatan Sukabumi. Seruan ini menyuarakan harmoni antara restu langit, ketegasan pemimpin, dan peluh para petani dalam mengelola program Perhutanan Sosial.

Saeful Usman, atau yang akrab disapa Apih Usman, Ketua Gema PS Sukabumi, mengingatkan kita sebuah esensi penting. Beliau menegaskan bahwa mengelola bumi adalah bentuk ibadah kebudayaan yang paling murni.

Bak bait puisi yang menemukan ritme tegasnya, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hadir membawa angin perubahan yang berani. Langkah keras dan tegas pemerintah dalam menyelamatkan kekayaan alam menjadi bukti nyata kedaulatan negara. Tindakan nyata tersebut meliputi:

* Merebut kembali lahan negara yang dikuasai korporasi nakal.

* Menertibkan perkebunan sawit ilegal berskala besar.

* Menguasai kembali tambang-tambang tak berizin di berbagai daerah.

Kebijakan ini bukan sekadar hitungan angka di atas kertas ekonomi. Ini adalah aksi spiritual untuk mengembalikan hak milik kepada yang berhak, yaitu rakyat Indonesia. Ketika modal raksasa tidak lagi bisa sewenang-wenang, di sanalah keadilan sosial mulai menari di atas tanah pertiwi.

Menanam Pangan, Merawat Perhutanan Sosial Sukabumi

Ekonomi kerakyatan yang sejati tidak tumbuh di gedung pencakar langit. Sektor ini bertunas dari tanah yang basah oleh keringat petani. Bagi kawan-kawan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang telah menggenggam SK Perhutanan Sosial dari Presiden, lahan tersebut adalah kanvas kehidupan.

Untuk mewujudkan kemandirian, Gema PS Sukabumi menekankan tiga langkah konkret:

* Optimalkan Lahan: Jangan biarkan lahan Perhutanan Sosial telantar menjadi ruang kosong.

* Hijaukan Ekosistem: Menanam pohon adalah cara manusia berdialog dan merawat alam sekitar.

* Perkuat Pangan: Produksi pangan lokal adalah benteng pertahanan utama sebuah bangsa.

Gerakan menanam yang digaungkan bukan sekadar program teknis pemerintah. Ini adalah gerakan kebudayaan yang keren sekaligus seni menyambung hidup. Setiap benih yang ditanam adalah doa yang tumbuh menjadi buah pemenuh lambung bangsa.

Melangitkan Doa untuk Leluhur Nusantara

Di balik setiap jengkal tanah yang kita tanami, ada jejak darah dan air mata para pahlawan. Para pendiri bangsa, para aulia, dan raja-raja Nusantara telah berkorban demi bumi pertiwi. Mereka tidak hanya mewariskan wilayah, tetapi juga menitipkan visi spiritual tentang negeri yang adil dan makmur.

Mendoakan mereka di usia kemerdekaan ke-81 ini adalah jembatan spiritual yang mengundang rahmat Allah SWT. Ketika bumi dirawat dengan keadilan ekonomi dan langit digetarkan oleh doa, maka kedamaian, kesehatan, serta kekuatan akan senantiasa memeluk seluruh rakyat Indonesia.

Mari gerakkan jemari kita: menanam subur di bumi Sukabumi, melangitkan doa hingga ke arsy. (Rd.Rama Ragamulya)***

Editor : Abdul Salam

Popular Articles