Redaksi.co – KENDARI — Pengelolaan sampah di Kecamatan Kadia, Kota Kendari, kembali menuai polemik. Masyarakat menilai pemerintah kecamatan gagal memberikan pelayanan persampahan yang konsisten, setelah layanan pengangkutan sampah disebut tiba-tiba terhenti meski sebagian warga mengaku telah membayar iuran hingga Desember.
Kondisi tersebut membuat warga merasa dirugikan. Mereka mempertanyakan alasan penghentian layanan secara mendadak serta siapa yang harus bertanggung jawab atas pembayaran yang telah dilakukan masyarakat.
Warga menilai persoalan ini tidak semestinya terjadi apabila sistem pengelolaan sampah dilakukan secara terencana dan transparan. Terlebih, masyarakat selama ini telah memenuhi kewajibannya dengan membayar biaya pelayanan persampahan.
“Kami sudah membayar sampai bulan Desember. Kenapa tiba-tiba kontrak diputus dan pelayanan berhenti? Kalau memang ada persoalan dalam pengelolaan, masyarakat harus diberi penjelasan yang jelas,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, penghentian layanan tersebut berpotensi menyebabkan sampah menumpuk di lingkungan permukiman. Jika tidak segera ditangani, kondisi itu bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan kebersihan lingkungan.
Masyarakat kemudian mendesak Camat Kadia, Hasman Dani, S.IP. MM, bersama pemerintah Kecamatan Kadia untuk segera memberikan klarifikasi mengenai persoalan tersebut.
Warga meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka terkait status kontrak pengelolaan sampah, mekanisme pembayaran yang telah dilakukan masyarakat hingga Desember, serta langkah pemerintah untuk menjamin pelayanan tetap berjalan.
“Kami meminta Camat Kadia bertanggung jawab. Jangan masyarakat sudah membayar, tetapi kemudian pelayanan dihentikan begitu saja. Pemerintah harus memberikan solusi dan kepastian,” tegas warga lainnya.
Sorotan masyarakat juga diarahkan pada transparansi pengelolaan pelayanan persampahan. Mereka berharap pemerintah tidak saling melempar tanggung jawab ketika terjadi persoalan di lapangan.
Warga meminta Pemerintah Kota Kendari turun tangan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan sampah di Kecamatan Kadia. Menurut mereka, persoalan tersebut harus segera diselesaikan agar masyarakat tidak terus menjadi pihak yang dirugikan.
Masyarakat juga berharap adanya penjelasan resmi dari pihak Kecamatan Kadia mengenai penyebab terjadinya pemutusan kontrak serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Jika pelayanan memang telah dibayar masyarakat hingga Desember, warga menilai pemerintah harus memastikan hak masyarakat atas pelayanan tersebut tidak hilang begitu saja.
- Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Kadia di bawah kepemimpinan Hasman Dani, S.IP. MM , belum memberikan klarifikasi resmi terkait persoalan tersebut.

