Beranda blog Halaman 27

TK ASMIRANDA TONGAUNA

0

KONAWE, 10 Agustus 2026 – Taman Kanak-kanak (TK) Asmiranda yang berada di bawah naungan Yayasan AS-Miranda, Kelurahan Tongauna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, resmi membuka penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan ini ditandai dengan pemasangan spanduk ucapan selamat datang dan suasana belajar yang hangat di lingkungan sekolah, seperti terlihat dalam dokumentasi kegiatan yang diterima.

 

Kepala Sekolah TK Asmiranda menyampaikan bahwa pendaftaran sudah dimulai sejak 1 Juli 2026. Persyaratan yang diperlukan cukup sederhana, meliputi fotokopi kartu keluarga dan akta kelahiran anak. Bagi warga yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut dapat menghubungi kontak layanan di nomor HP: 0852 4246 7766.

“Kami berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi anak usia dini di wilayah ini dengan pendekatan yang menyenangkan dan membangun karakter,” ujar pengelola sekolah. Terlihat dari gambar, suasana pagi itu penuh semangat; para siswa bermain dengan ceria di area bermain sekolah yang sederhana namun asri, ditemani oleh guru-guru pendamping yang sigap.

TK Asmiranda merupakan lembaga pendidikan swasta berakreditasi “B” yang beralamat di Poros Unaaha–Abuki, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Selain fokus pada kemampuan dasar, sekolah ini juga menekankan pembentukan kedisiplinan, kreativitas, dan nilai-nilai kebaikan sejak dini.

Masyarakat sekitar, khususnya warga Kelurahan Tongauna dan wilayah sekitarnya, sangat menyambut baik keberadaan lembaga ini. Kehadiran TK Asmiranda dinilai sangat membantu orang tua dalam menitipkan sekaligus mendidik putra-putri mereka dengan layanan yang terpercaya dan lingkungan yang aman.

Saat ini, pendaftaran masih dibuka hingga kuota terpenuhi. Pihak sekolah mengajak orang tua yang berminat untuk segera mendaftarkan anak-anak mereka guna mengawali langkah pendidikan yang baik di usia emas.

 

 

 

Kapal MV King Sun Diamankan TNI AL Diduga Membawa Barang Ketamine Sebanyak 1,3 Ton Di Kepri

0

 

Redakai.co | Batam – TNI Angkatan Laut bersama BNN, BIN, Bea Cukai, Bareskrim Polri, dan instansi terkait berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ketamine (obat bius atau anestesi) seberat sekitar 1,3 ton dari kapal asing MV King Sun berbendera Tanzania di perairan Batam, Kepulauan Riau.

Keberhasilan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers TNI Angkatan Laut di Gedung Serba Guna (GSG) Raja Haji Fisabilillah Kodaeral IV, Batam, Minggu (09/08), yang dipimpin Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., didampingi Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., Asintel Dankodaeral IV, Pangkoarmada I, Kepala BNN RI, Kapolda Kepri, dan para pejabat instansi terkait lainnya.

Pengungkapan bermula pada 5 Agustus 2026, saat KRI Kerambit-627 menerima informasi mengenai kapal yang diduga membawa narkoba. Setelah dilakukan pemantauan menggunakan radar, AIS, dan SeaVision, MV King Sun terdeteksi memasuki perairan Indonesia pada 6 Agustus 2026.

Tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) kemudian melakukan pemeriksaan dan membawa kapal tersebut ke Dermaga Mako Kodaeral IV untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan gabungan melibatkan TNI AL, Bea Cukai, BNN, BIN dan Bareskrim Polri. Melalui digital forensic, pemeriksaan X-Ray, penyelaman, serta pemeriksaan bagian bawah kapal, petugas akhirnya menemukan 65 karung berisi sekitar 1.300.000 gram atau 1,3 ton narkoba jenis ketamine yang disembunyikan di basement lambung kapal pada 7 Agustus 2026.

Selain narkoba, petugas mengamankan MV King Sun, 11 telepon genggam, 1 laptop, 8 paspor, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Sebanyak delapan awak kapal turut diamankan, terdiri dari satu warga negara Taiwan dan tujuh warga negara Myanmar. Saat ini seluruhnya masih menjalani pemeriksaan intensif.

Berdasarkan perhitungan, narkoba jenis ketamine tersebut diperkirakan memiliki nilai peredaran antara Rp1,95 triliun hingga Rp4,55 triliun. Dengan asumsi satu gram berpotensi dikonsumsi lima orang, pengungkapan ini diperkirakan dapat mencegah penyalahgunaan terhadap sekitar 6,5 juta jiwa.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti sinergi TNI AL bersama aparat penegak hukum dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut. TNI AL menegaskan akan terus memperkuat patroli dan pengawasan perairan Indonesia, khususnya wilayah Kepulauan Riau.

PERPINA dan KOWANI Satukan Gerakan, Tempe Indonesia Didorong Jadi Warisan UNESCO

0

Jakarta 9 agustus 2026
– Perempuan Pemimpin Indonesia ( PERPINA ) bersama Kongres Wanita Indonesia ( KOWANI ) menggaungkan gerakan Tempe Indonesia menuju UNESCO melalui Deklarasi Nasional. Gerakan tersebut diharapkan memperkuat pengakuan tempe sebagai warisan budaya sekaligus penggerak ketahanan pangan nasional.

Deklarasi tersebut digelar dalam rangkaian program ‘KOWANI Goes to UNESCO–Memory of the World’ di Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026. Lebih dari seribu peserta mengikuti kegiatan yang memadukan olahraga, edukasi, promosi pangan lokal, dan pemberdayaan ekonomi perempuan tersebut.

Ketua Umum PERPINA Ibu Veve Safitri periode 2026-2031 dan KOWANI Ibu Nannie Hadi Tjahjanto 2024-2029 mengatakan tempe berpotensi dikembangkan sebagai pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, perempuan memiliki peluang besar memanfaatkan pengembangan tempe untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui berbagai usaha.

“Tempe bukan hanya pangan. Tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber penghidupan keluarga,” kata Veve Safitri dalam keterangan tertulis bersama Ibu Nannie Hadi Tjahyanto Minggu, 9 Agustus 2026.

Baca juga:
KOWANI Dukung Pengusulan Tempe Indonesia ke UNESCO Perkuat Ketahanan Pangan
Nannie menjelaskan pengembangan tempe tidak hanya bergantung pada kedelai sebagai bahan baku utama. Menurut Veve Safitri inovasi juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan sorgum dan berbagai jenis kacang-kacangan sebagai alternatif pangan.

Juga Menurut Nannie, semakin luasnya pengenalan tempe di berbagai negara menjadi momentum memperkuat pengakuan Indonesia di UNESCO. Ia menegaskan gerakan tersebut juga bertujuan menjaga pengetahuan, keterampilan, dan tradisi pembuatan tempe tetap diwariskan antargenerasi.

“Kalau kita tidak bergerak cepat, sementara tempe semakin dikenal di berbagai negara, kita bisa tertinggal. Karena itu, tempe perlu terus kita dukung menuju UNESCO,” ujarnya.

Veve Safitri juga menilai penguatan ekonomi perempuan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga. Melalui keterampilan, pelatihan, kursus, dan sertifikasi, perempuan diharapkan memiliki kemampuan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Selain deklarasi, KOWANI menggelar Fun walk, Festival Tempe, Sorgum, Cassava, Nusantara Cooking Experience, serta pameran koperasi dan UMKM. Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi gizi, dan pencegahan stunting.

Melalui gerakan tersebut, KOWANI ingin memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, dan ketahanan pangan nasional. Gerakan Tempe Indonesia menuju UNESCO juga diharapkan memperluas manfaat ekonomi bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat.

Redaksi :
Humas PERPINA
Sugiarti

Ketua Pengprov Kalsel, Ferina Berharap Muay Thai Indonesia Melahirkan Atlet Berprestasi Tingkat Internasional

0
oplus_0

 

Kota Bekasi, – Penutupan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Muay Thai Championship 2026 pada hari Minggu (9/8/2026) di Gedung Olahraga Bang Yan Kota Bekasi, berlangsung meriah dan menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga Muay Thai di Indonesia. Ajang nasional tersebut tidak hanya mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi wadah bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muay Thai Kalimantan Selatan, Ferina, mengapresiasi pelaksanaan Kejurnas Indonesia Muay Thai Championship 2026 yang menurutnya secara keseluruhan berjalan dengan lancar dan baik.

“Tanggapannya secara keseluruhan semua berjalan lancar, bagus. Terus banyak atlet muda yang ikut dalam kejuaraan ini. Ini juga baru bagi saya, baru pertama kali saya ikut mengurus Muay Thai dari Kalimantan Selatan,” ujar Ferina saat diwawancarai awak media dalam rangkaian penutupan Kejurnas Indonesia Muay Thai Championship 2026.

Menurut Ferina, kehadiran para atlet muda menjadi salah satu hal positif yang terlihat sepanjang pelaksanaan kejuaraan. Mereka mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan tingkat nasional sekaligus mengukur kemampuan setelah menjalani latihan di daerah masing-masing.

Kalsel Bawa Pulang Enam Medali
Ferina juga menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian kontingen Muay Thai Kalimantan Selatan. Dalam Kejurnas kali ini, atlet-atlet Kalsel berhasil mempersembahkan tiga medali perunggu dan tiga medali perak.

“Tadi kita mendapatkan perunggu tiga dan perak tiga untuk kalangan usia di tingkat nasional,” ungkapnya.

Perolehan tersebut dinilai menjadi modal berharga bagi perkembangan atlet Muay Thai Kalimantan Selatan. Bagi Ferina, hasil pertandingan bukan semata-mata mengenai jumlah medali, tetapi juga tentang pengalaman dan proses pembinaan yang dijalani para atlet.
Keikutsertaan atlet Kalsel dalam Kejurnas juga merupakan bagian dari upaya untuk memberikan pengalaman bertanding kepada atlet-atlet yang selama ini aktif mengikuti berbagai kompetisi.

“Untuk atlet yang kita pakai memang sudah kita atur. Mereka memang biasa ikut meramaikan kejuaraan dan kita panggil untuk mengikuti kejuaraan. Mereka memang mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional,” jelas Ferina.

Kota Bekasi Jadi Ajang Mengukur Kemampuan Atlet
Ferina menilai Kota Bekasi sebagai tuan rumah Kejurnas memberikan ruang yang sangat baik bagi para atlet dari berbagai daerah untuk bertemu, bertanding, sekaligus membangun pengalaman.

Menurutnya, kompetisi nasional seperti ini penting karena atlet tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis di atas arena, tetapi juga belajar mengenai mental bertanding, kedisiplinan, sportivitas, serta bagaimana menghadapi lawan dari berbagai daerah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak atlet muda yang memiliki kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan potensinya.

Muay Thai Dinilai Punya Potensi Besar untuk Generasi Muda
Lebih jauh, Ferina berharap olahraga Muay Thai semakin dikenal dan mendapatkan tempat di tengah masyarakat Indonesia. Menurutnya, Muay Thai tidak hanya berkaitan dengan prestasi olahraga, tetapi juga dapat memberikan manfaat positif bagi generasi muda.

“Semoga tambah banyak penggemarnya. Saya lihat ini sangat potensial untuk pembelaan diri buat anak-anak. Jadi kalau mereka bisa, minimal bisa menjadi bekal untuk membela diri mereka,” tuturnya.

Ia menilai pembinaan Muay Thai sejak usia muda dapat menjadi salah satu pilihan positif bagi anak-anak untuk menyalurkan energi melalui kegiatan olahraga. Dengan latihan yang terarah dan didampingi pelatih yang kompeten, olahraga bela diri dapat membentuk kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta mental yang kuat.

Ferina pun berharap semakin banyak pihak memberikan perhatian terhadap perkembangan Muay Thai, baik pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, orang tua maupun masyarakat.

“Kita berharap Muay Thai semakin berkembang dan semakin banyak anak muda yang tertarik. Bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga untuk membangun karakter dan memiliki kemampuan bela diri,” ujarnya.

Momentum Regenerasi Atlet Nasional
Penutupan Kejurnas Indonesia Muay Thai Championship 2026 menjadi tanda bahwa regenerasi atlet Muay Thai terus berjalan. Munculnya atlet-atlet muda dari berbagai daerah menunjukkan bahwa olahraga tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang lebih luas.

Bagi Kalimantan Selatan, raihan tiga medali perak dan tiga medali perunggu menjadi hasil yang patut diapresiasi sekaligus bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Ferina berharap pengalaman yang diperoleh para atlet selama Kejurnas dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan dan kembali tampil dengan prestasi yang lebih baik di ajang-ajang nasional mendatang.

Dengan semangat pembinaan dan kompetisi yang berkesinambungan, Muay Thai Indonesia diharapkan mampu melahirkan semakin banyak atlet berbakat yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

Najwa Kinan Firdaus, Putri Dusun Peseng Tampil Perdana di Ajang Dancing Bergengsi

0

Najwa Kinan Firdaus, Putri Dusun Peseng Tampil Perdana di Ajang Dancing Bergengsi

MATARAM –Redaksi.co Suasana GOR Turide Mataram malam ini, Minggu, 9 Agustus 2026, diramaikan dengan ajang dancing yang mempertemukan talenta-talenta muda dalam sebuah pertunjukan penuh energi, kreativitas dan semangat.

Di antara para peserta, ada sosok Najwa Kinan Firdaus, putri dari H. Masiyah Haikal, warga Dusun Peseng, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, yang untuk pertama kalinya tampil dalam ajang dancing bergengsi tersebut.

Penampilan perdana Najwa menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Gadis asal Lombok Barat itu tampil penuh percaya diri bersama tim dancing yang mayoritas merupakan anak-anak keturunan Tionghoa.

Menjadi satu-satunya anak Sasak dalam tim tersebut tidak sedikit pun membuat Najwa merasa minder. Justru, ia mengaku bangga bisa mendapatkan kesempatan tampil bersama teman-temannya.

Menurut Najwa, perbedaan latar belakang bukanlah alasan untuk saling membedakan. Baginya, semua anggota tim memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan penampilan terbaik sekaligus membuat orang tua masing-masing merasa bangga.

Saya bangga ada dalam tim ini. Teman-teman saya tidak pernah saling membedakan. Kami semua sama. Kami hanya ingin membuat bangga orang tua kami, itu saja,” ujar Najwa.

Sikap percaya diri dan keterbukaan Najwa tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga dalam perjalanan dirinya mengembangkan bakat di dunia dancing.

Bagi keluarga, penampilan malam ini bukan sekadar tentang gerakan di atas panggung. Ada keberanian seorang anak dari sebuah dusun di Lombok Barat untuk tampil di hadapan banyak orang, membawa nama keluarga, sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Tetap Berhijab, Prinsip yang Membuat Sang Ayah Bangga

Di balik keberaniannya tampil dalam dunia dancing, ada satu hal yang membuat H. Masiyah Haikal semakin bangga kepada putrinya.

Najwa tetap mempertahankan hijabnya di mana pun berada, termasuk ketika tampil di atas panggung.

Bagi sang ayah, keistiqamahan Najwa dalam mempertahankan hijab merupakan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar prestasi di atas panggung.

H. Masiyah Haikal mengungkapkan, pernah suatu ketika Najwa menyampaikan kepadanya mengenai kemungkinan aturan perlombaan yang mengharuskan peserta membuka hijab.

Pernah Kak Najwa curhat kepada saya, kalau aturan lomba tersebut harus membuka hijab, maka saya tidak akan ikut nge-dance,” ungkap H. Masiyah Haikal Firdaus 

Ucapan tersebut sangat membekas di hati sang ayah.

Sebab, di tengah keinginan Najwa untuk mengembangkan bakat dan tampil dalam berbagai kesempatan, ia tetap memiliki batas yang tidak ingin dilanggar.

Bagi H. Masiyah Haikal, itulah bentuk keberanian yang sesungguhnya. Bukan hanya berani tampil di atas panggung, tetapi juga berani mempertahankan prinsip yang diyakini.

Keistiqamahan Kak Najwa mempertahankan hijabnya, di mana pun dan dalam pentas pun Kak Najwa tetap berhijab, itu yang membuat bapak bangga,” tuturnya.

Kebanggaan Seorang Ayah kepada Putrinya

Sebagai orang tua, H. Masiyah Haikal mengaku bahagia melihat perkembangan putrinya.

Ia tidak hanya melihat Najwa sebagai seorang anak yang memiliki bakat dancing, tetapi juga sebagai seorang putri yang mulai belajar percaya diri, bergaul dengan banyak orang, menghargai perbedaan dan berani menunjukkan kemampuan yang dimilikinya.

Baginya, keberhasilan anak bukan semata-mata tentang mendapatkan juara atau membawa pulang piala.

Yang paling penting adalah bagaimana seorang anak mampu menjadi pribadi yang baik, tetap menghormati orang tua, memiliki prinsip dan tidak kehilangan jati dirinya.

Karena itu, penampilan perdana Najwa malam ini menjadi sebuah kebanggaan yang mungkin akan terus dikenang oleh keluarga.

Seorang anak Sasak dari Dusun Peseng berdiri di atas panggung bersama timnya, tanpa merasa berbeda dan tanpa merasa rendah diri.

Najwa justru menunjukkan bahwa perbedaan suku, budaya maupun latar belakang tidak harus menjadi jarak dalam sebuah persahabatan.

Doa dan Harapan untuk Najwa

Di balik senyum dan rasa bangganya, H. Masiyah Haikal menyimpan harapan besar untuk masa depan putrinya.

Ia berharap Najwa terus mengembangkan bakatnya, tetapi tetap menjadi anak yang rendah hati, istiqamah dan tidak melupakan pendidikan serta nilai-nilai yang telah diajarkan keluarga.

Harapan bapak, kelak Kak Najwa bisa dan mampu membuat kami sebagai orang tua bangga. Tetap istiqamah, tetap pertahankan hijabnya dan terus kembangkan bakat yang dimiliki,” harapnya.

Ia juga menitipkan doa agar perjalanan putrinya selalu mendapatkan kemudahan.

Semoga Kak Najwa sehat selalu, panjang umur, sukses dunia dan akhirat. Semoga apa yang menjadi cita-citanya bisa tercapai dan bisa menjadi kebanggaan bagi keluarga,” ucapnya.

Malam ini, di panggung GOR Turide Mataram, Najwa Kinan Firdaus bukan hanya tampil membawa gerakan dan koreografi.

Ia membawa nama keluarganya, membawa semangat dari Dusun Peseng, sekaligus membawa pesan sederhana bahwa perbedaan bukan alasan untuk minder dan sebuah prestasi tidak harus dibayar dengan meninggalkan prinsip.

Bagi H. Masiyah Haikal, mungkin penampilan Najwa malam ini belum menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Justru, bisa jadi ini adalah langkah pertama menuju perjalanan yang lebih panjang.

Dan bagi seorang ayah, melihat putrinya berani berdiri di atas panggung, percaya diri bersama teman-temannya, tetap menjaga hijab dan tetap memegang prinsip, sudah menjadi hadiah kebanggaan yang tidak ternilai.

Jurnalis: Suhaili                         

  Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Bhabinkamtibmas Blarang rutin Monitoring tanaman kubis agar Tumbuh sesuai harapan

0

http://( redaksi.co )( 9 Agustus )(2026)

PASURUAN – Bhabinkamtibmas Desa Blarang, Polsek Nongkojajar, melakukan monitoring tanaman kubis di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendampingan warga dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Minggu (9/8/2026).

Monitoring dilakukan oleh AIPTU Rama Adhitama S., S.H. selaku Bhabinkamtibmas Desa Blarang dengan menyambangi dan meninjau tanaman kubis yang dibudidayakan di lahan P2B.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus berpartisipasi menanam komoditas pangan. Pemanfaatan lahan secara produktif diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, monitoring dilakukan sebagai bagian dari pendampingan sekaligus upaya membangun komunikasi dengan masyarakat agar budidaya tanaman pangan dapat terus dikembangkan.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam komoditas pangan. Dengan partisipasi masyarakat, ketahanan pangan dapat diperkuat mulai dari lingkungan dan desa,” ujar AKP Budi Luhur Sedjati.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan, Polres Pasuruan mendukung keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan membutuhkan partisipasi bersama. Kami mendorong jajaran untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan mendukung program-program produktif yang memberikan manfaat bagi warga,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Kegiatan monitoring berlangsung aman dan kondusif. Pemantauan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu memastikan budidaya tanaman kubis terus berjalan dengan baik sehingga hasilnya dapat sesuai harapan masyarakat

http://(Agus kustiadi )( 9 Agustus )(2026)

0

*Polres Lumajang Kunci Pergerakan Api di Ranupani Antisipasi Karhutla TNBTS Meluas*

LUMAJANG – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus diperkuat.

Sebelumnya, Polres Lumajang Polda Jatim telah membuat sekat bakar (Fire Break) untuk mengunci pergerakan api agar tidak meluas ke wilayah Kabupaten Lumajang.

http://( redaksi.co )( 9 Agustus )( 2026)

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Lumajang, BPBD Kabupaten Lumajang, petugas TNBTS, serta masyarakat dikerahkan di kawasan perbatasan Desa Ranupani dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro hingga saat ini.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, langkah penyekatan dilakukan sebagai upaya menghambat laju api yang hingga kini masih membakar kawasan Blok Jantur, Kabupaten Probolinggo.

“Personel Polres Lumajang bersama petugas BPBD, TNBTS, dan masyarakat hingga saat ini melakukan upaya pemadaman dan penyekatan di Desa Ranupani dan Desa Argosari,” kata AKBP Riki, Sabtu (8/8/2026).

Selain itu, tim juga menebang ranting dan semak di sepanjang perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani sebagai jalur sekat bakar guna menghentikan penyebaran api.

“Hingga saat ini titik api masih terpantau berada di kawasan Blok Jantur,” lanjut AKBP Riki.

Kapolres Lumajang juga mengatakan, seluruh personel gabungan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan apabila api bergerak mendekati wilayah Lumajang.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Resort Ranupani, BA A. Ariyanto, S.Hut., operasi pemadaman dari udara akan diperkuat dengan pengerahan dua helikopter water bombing.

“Akan diterjunkan helikopter water bombing dari BNPB dan TNI AL untuk membantu proses pemadaman,” ujar AKBP Riki.

Kapolres Lumajang menambahkan, hingga kini penyebab kebakaran maupun sumber awal munculnya api masih belum dapat dipastikan dan masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area kebakaran maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di kawasan hutan.

“Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar kebakaran ini segera dapat dikendalikan dan tidak meluas hingga mengancam permukiman maupun kawasan hutan lainnya,” pungkas AKBP Riki. (*)

http://( Agus,kustiadi )( 9 Agustus )(2026)

0

*Pakar Hukum Dorong Polri Tindak Tegas Konten Medsos yang Mengandung Provokasi*

Jakarta – Pakar hukum tata negara Muhammad Rullyandi menilai penegakan hukum terhadap penyebaran konten manipulatif dan provokatif di media sosial diperlukan ketika materi yang disebarkan telah memenuhi unsur tindak pidana.

Menurut Rullyandi, konten semacam itu tidak hanya berkaitan dengan kebebasan berekspresi, tetapi juga dapat berdampak pada ketertiban dan keamanan publik apabila memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

http://( redaksi.co )( 9 Agustus )( 2026)

“Terkait adanya muatan media sosial yang terungkap adanya pengancaman, manipulatif, dan provokatif, telah menimbulkan kegaduhan publik sehingga perlu dorongan kepada Polri agar menindak tegas penyebar konten manipulatif dan provokatif yang marak belakangan ini dengan penerapan tindak pidana,” kata Rullyandi, Sabtu (8/8/2026).

Dia menjelaskan, pelaksanaan hak dan kebebasan warga negara tetap memiliki batas yang telah ditentukan konstitusi. Salah satunya tercantum dalam Pasal 28J ayat (2) UUD 1945 yang mengatur mengenai pembatasan terhadap pelaksanaan hak dan kebebasan.

“Sebagaimana UUD 1945 amandemen Pasal 28J ayat (2), memberikan pembatasan kepada setiap warga negara di dalam menjalankan hak dan kebebasannya untuk wajib tunduk terhadap pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang, khususnya pembatasan yang berkaitan dengan pelanggaran ketentuan pidana, dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama, moral, ketertiban umum, dan keamanan negara,” jelasnya.

Rullyandi menyebut ketentuan konstitusional tersebut tetap menjadi dasar dalam melihat batas antara pelaksanaan hak dan kebebasan dengan perbuatan yang dapat dikenai hukum. Dia juga menyinggung Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 105 yang bersandar pada ketentuan Pasal 28J ayat (2) UUD 1945.

“Sekalipun terdapat Putusan MK Nomor 105 yang bersandar pada UUD 1945, khususnya ketentuan Pasal 28J ayat (2),” ungkapnya.

Dalam konteks penanganan perkara di media sosial, Rullyandi menilai langkah kepolisian terhadap konten yang mengandung unsur manipulatif dan provokatif merupakan bagian dari penegakan hukum ketika ditemukan adanya dugaan tindak pidana.

Dia pun menilai langkah Polda Jawa Barat yang mengungkap kasus penyebaran konten manipulatif dan provokatif sebagai tindakan yang tepat.

“Sebagaimana langkah tepat Polda Jabar yang berhasil menangkap para pelaku penyebaran konten manipulatif dan provokatif,” pungkasnya.

http://( Agus kostiadi,)( 9 Agustus )(2026)

 

Desa Cikangkung Menatap Masa Depan: Dari Hamparan Pertanian hingga Potensi Pesisir Samudera Indonesia

0

Redaksi.co, Sukabumi – Di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terdapat sebuah desa yang menyimpan potensi ekonomi cukup beragam. Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, bukan hanya memiliki hamparan sawah dan ladang, tetapi juga wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia.

Karakter geografis tersebut menjadi modal penting bagi desa untuk mengembangkan ekonomi berbasis pertanian, kelautan, peternakan, usaha mikro, hingga pariwisata berbasis masyarakat.

Dengan luas wilayah sekitar 2.398,535 hektare, Cikangkung memiliki bentang wilayah yang terdiri atas kawasan permukiman, persawahan, ladang, perkebunan serta kawasan pesisir.

Secara administratif, Desa Cikangkung merupakan salah satu dari delapan desa yang berada di Kecamatan Ciracap. Wilayahnya berbatasan dengan Desa Mekarsari di sebelah utara, Desa Purwasedar di sebelah timur, Samudera Indonesia di sebelah selatan, serta Desa Gunungbatu di sebelah barat.

Posisi tersebut membuat Cikangkung memiliki karakter yang relatif lengkap: memiliki basis produksi pangan di daratan sekaligus akses terhadap sumber daya ekonomi pesisir.

Pertanian Menjadi Kekuatan Ekonomi Desa

Pertanian menjadi salah satu sektor yang menonjol dalam struktur pemanfaatan lahan Cikangkung.

Profil wilayah yang tersedia mencatat sekitar 680 hektare digunakan sebagai sawah, sekitar 823 hektare berupa ladang, sementara kawasan perkebunan mencapai sekitar 271 hektare.

Besarnya lahan produktif tersebut memberikan ruang bagi pengembangan pertanian yang tidak berhenti pada produksi bahan mentah.

Ke depan, nilai ekonomi sektor pertanian dapat diperkuat melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan kelompok tani, pengembangan pertanian ramah lingkungan serta pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

Model tersebut penting karena salah satu tantangan desa berbasis pertanian adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat tidak hanya dari hasil panen, tetapi juga dari proses pengolahan dan pemasaran.

Artinya, rantai ekonomi pertanian perlu dibangun dari hulu hingga hilir.

Petani tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga memiliki peluang masuk ke sektor pengolahan, pengemasan, distribusi dan pemasaran.

Hidroponik Membuka Alternatif Pertanian

Upaya diversifikasi pertanian juga mulai mendapatkan ruang.

Pada 2025, Desa Cikangkung menjadi lokasi kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui hidroponik. Kehadiran metode pertanian alternatif tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pangan di wilayah desa tidak harus selalu bergantung pada lahan konvensional.

Hidroponik dapat menjadi salah satu pilihan untuk pemanfaatan lahan terbatas sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Jika dikembangkan secara konsisten, teknologi pertanian sederhana semacam ini dapat diarahkan tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan ekonomi produktif.

Laut sebagai Pintu Ekonomi Baru

Potensi lain yang tidak kalah penting adalah wilayah pesisir.

Bagian selatan Desa Cikangkung berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Posisi tersebut membuka peluang pengembangan ekonomi kelautan dan pesisir, mulai dari perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil laut hingga perdagangan produk perikanan.

Namun, potensi tersebut membutuhkan tata kelola yang memperhatikan keberlanjutan.

Pengembangan ekonomi pesisir tidak semata-mata mengejar peningkatan produksi, tetapi juga harus memastikan ekosistem laut dan kawasan pesisir tetap terjaga.

Karena itu, penguatan kapasitas nelayan, pengolahan hasil perikanan, akses pasar, penyimpanan hasil tangkapan dan pengembangan usaha berbasis hasil laut menjadi bagian penting dari rantai ekonomi pesisir.

Dengan pendekatan tersebut, laut tidak hanya dipandang sebagai sumber daya alam, tetapi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi masyarakat.

Peluang Pariwisata Berbasis Desa

Potensi pertanian dan pesisir juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan pariwisata.

Cikangkung memiliki peluang mengembangkan wisata berbasis masyarakat dengan menggabungkan karakter alam, pertanian dan kehidupan sosial masyarakat desa.

Kawasan pertanian, misalnya, dapat dikembangkan sebagai wisata edukasi. Pengunjung dapat mengenal proses budidaya tanaman, teknologi pertanian, hidroponik hingga pengolahan hasil pertanian.

Sementara kawasan pesisir dapat diarahkan menjadi destinasi wisata yang sederhana, ramah lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal.

Konsep tersebut dapat diperluas melalui paket wisata desa yang menggabungkan pengalaman pertanian, kuliner lokal, aktivitas masyarakat, edukasi lingkungan dan potensi pesisir.

Dengan demikian, wisata tidak hanya menghadirkan pengunjung, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru bagi masyarakat.

Pertanian dan Peternakan Bisa Dibangun Terintegrasi

Pengembangan ekonomi desa juga dapat diarahkan melalui integrasi sektor pertanian dan peternakan.

Dalam konsep ekonomi sirkular, limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sementara kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk organik.

Siklus tersebut menciptakan pola:

Pertanian → pakan ternak → peternakan → pupuk organik → kembali ke pertanian.

Model integrasi semacam ini berpotensi mengurangi limbah sekaligus menekan ketergantungan terhadap input produksi dari luar desa.

Jika dikembangkan melalui kelembagaan ekonomi desa dan kelompok masyarakat, integrasi tersebut dapat menjadi salah satu fondasi ekonomi lokal yang berkelanjutan.

UMKM Menjadi Hilir Potensi Lokal

Besarnya potensi sumber daya alam belum akan memberikan dampak ekonomi maksimal apabila produk masyarakat hanya dijual dalam bentuk mentah.

Karena itu, pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah menjadi bagian penting dari agenda ekonomi Cikangkung.

Hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan laut dapat dikembangkan menjadi makanan olahan, produk pangan lokal, keripik, kuliner khas, produk hasil perkebunan maupun berbagai produk kreatif lainnya.

Penguatan UMKM tentu tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan produksi.

Aspek legalitas usaha, standar produk, kemasan, branding, pemasaran digital dan akses terhadap pasar juga perlu menjadi perhatian.

Di era ekonomi digital, produk desa memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas apabila mampu dikemas dengan baik dan dipasarkan melalui berbagai kanal digital.

Penduduk sebagai Modal Pembangunan

Potensi Cikangkung tidak hanya berada pada tanah dan laut. Modal terpenting lainnya adalah manusia.

Data KPU Kabupaten Sukabumi dalam pemutakhiran data yang digunakan untuk Pemilu mencatat jumlah penduduk Cikangkung mencapai 6.719 jiwa, terdiri atas 3.305 laki-laki dan 3.414 perempuan.

Jumlah tersebut merupakan modal sosial sekaligus sumber daya pembangunan desa.

Karena itu, pengembangan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelatihan kewirausahaan, pertanian modern, pemasaran digital, pengolahan produk, penguatan kelompok perempuan serta peningkatan kapasitas pemuda dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi desa.

Pemuda khususnya memiliki ruang besar untuk mengambil peran dalam digitalisasi promosi desa, pemasaran produk UMKM dan pengembangan pariwisata.

Lima Kedusunan, Satu Arah Pembangunan

Secara kewilayahan, Desa Cikangkung terdiri atas lima kedusunan, yakni Cibanteng, Cibuluh, Pananggapan, Cikaramat dan Ciputat.

Keberadaan lima wilayah kedusunan tersebut dapat menjadi basis pengembangan potensi secara lebih terintegrasi.

Setiap wilayah dapat didorong untuk mengidentifikasi keunggulan masing-masing, kemudian dikembangkan dalam satu ekosistem ekonomi desa.

Pendekatan tersebut penting agar pembangunan tidak hanya terpusat pada satu kawasan, tetapi memberikan ruang bagi seluruh wilayah untuk berkembang sesuai karakter dan potensinya.

Dari Potensi Menjadi Nilai Ekonomi

Cikangkung memiliki modal yang cukup lengkap untuk membangun ekonomi berbasis potensi lokal.

Ada lahan pertanian, ladang, perkebunan, wilayah pesisir, sumber daya manusia serta peluang pengembangan UMKM dan pariwisata.

Namun, potensi tidak otomatis menjadi kesejahteraan.

Diperlukan kebijakan desa yang mampu menghubungkan sektor-sektor tersebut dalam sebuah rantai ekonomi yang saling memperkuat.

Pertanian menyediakan bahan baku. Peternakan menciptakan integrasi ekonomi. Laut membuka ruang bagi usaha perikanan dan pengolahan hasil laut. UMKM menjadi mesin pengolahan dan pemasaran. Sementara pariwisata dapat menjadi etalase yang mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

Jika seluruh mata rantai tersebut dikembangkan secara konsisten, Cikangkung tidak hanya menjadi desa penghasil komoditas, tetapi memiliki peluang tumbuh sebagai desa dengan ekosistem ekonomi lokal.

Menatap Cikangkung sebagai Desa Pertanian-Pesisir

Arah pengembangan Cikangkung pada akhirnya dapat diletakkan pada satu gagasan besar: membangun desa pertanian-pesisir yang mandiri, produktif dan berbasis ekonomi masyarakat.

Penguatan sektor pertanian harus berjalan bersama dengan pengembangan ekonomi pesisir. UMKM perlu ditempatkan sebagai hilirisasi produk. Pariwisata dikembangkan dengan melibatkan masyarakat. Sementara peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi seluruh proses pembangunan.

Yang tidak kalah penting, seluruh pengembangan tersebut harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Sebab, kekuatan utama Cikangkung justru berada pada alam yang dimilikinya.

Sawah, ladang, perkebunan dan laut bukan sekadar ruang ekonomi, tetapi aset jangka panjang yang harus dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Desa Cikangkung dengan demikian memiliki peluang untuk membangun masa depan ekonominya dari apa yang sudah dimiliki.

Bukan semata-mata mengandalkan bantuan atau investasi dari luar, tetapi mengolah potensi lokal menjadi nilai tambah, membuka lapangan usaha dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Cikangkung memiliki tanah, memiliki laut, dan memiliki masyarakat. Tantangan berikutnya adalah bagaimana ketiganya dipertemukan dalam satu strategi pembangunan yang mampu mengubah potensi menjadi kesejahteraan. (Yosep M)***

Editor : OPIK

Polres Lumajang kunci Pergerakan api di ranupani Antisipasi karhutla TNBTS Meluas

0

*Polres Lumajang Kunci Pergerakan Api di Ranupani Antisipasi Karhutla TNBTS Meluas*

LUMAJANG – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus diperkuat.

Sebelumnya, Polres Lumajang Polda Jatim telah membuat sekat bakar (Fire Break) untuk mengunci pergerakan api agar tidak meluas ke wilayah Kabupaten Lumajang.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Lumajang, BPBD Kabupaten Lumajang, petugas TNBTS, serta masyarakat dikerahkan di kawasan perbatasan Desa Ranupani dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro hingga saat ini.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, langkah penyekatan dilakukan sebagai upaya menghambat laju api yang hingga kini masih membakar kawasan Blok Jantur, Kabupaten Probolinggo.

“Personel Polres Lumajang bersama petugas BPBD, TNBTS, dan masyarakat hingga saat ini melakukan upaya pemadaman dan penyekatan di Desa Ranupani dan Desa Argosari,” kata AKBP Riki, Sabtu (8/8/2026).

http://( redaksi.co )( 9 Agustus )( 2026 )

Selain itu, tim juga menebang ranting dan semak di sepanjang perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani sebagai jalur sekat bakar guna menghentikan penyebaran api.

“Hingga saat ini titik api masih terpantau berada di kawasan Blok Jantur,” lanjut AKBP Riki.

Kapolres Lumajang juga mengatakan, seluruh personel gabungan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan apabila api bergerak mendekati wilayah Lumajang.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Resort Ranupani, BA A. Ariyanto, S.Hut., operasi pemadaman dari udara akan diperkuat dengan pengerahan dua helikopter water bombing.

“Akan diterjunkan helikopter water bombing dari BNPB dan TNI AL untuk membantu proses pemadaman,” ujar AKBP Riki.

Kapolres Lumajang menambahkan, hingga kini penyebab kebakaran maupun sumber awal munculnya api masih belum dapat dipastikan dan masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area kebakaran maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di kawasan hutan.

“Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar kebakaran ini segera dapat dikendalikan dan tidak meluas hingga mengancam permukiman maupun kawasan hutan lainnya,” pungkas AKBP Riki. (*)

http://( Agus kostiadi )( 9 Agustus )(2026)