Redaksi.co POLMAN : Permainan domino memasuki babak baru. Dari aktivitas yang selama ini lekat dengan suasana warung kopi, domino kini berkembang menjadi olahraga yang mengedepankan strategi, kecerdasan, konsentrasi, dan sportivitas.
Perkembangan tersebut semakin mendapat ruang setelah olahraga domino dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sepanjang pelaksanaannya terbebas dari unsur perjudian dan pertaruhan. Di saat yang sama, domino juga telah berkembang sebagai cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan secara resmi.
Momentum perkembangan olahraga domino itu akan berlangsung di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melalui Mandar Domino Turnamen Nasional Seri 3: Road to Pro Liga Domino Indonesia.
Ajang nasional tersebut digelar pada Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026, di Stadion HS Mengga, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar.
Bukan turnamen biasa, kompetisi ini diperkirakan menjadi salah satu perhelatan domino terbesar yang digelar di Sulawesi Barat. Lebih dari 1.000 pasangan atau sekitar 2.000 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia ambil bagian untuk memperebutkan total hadiah utama Rp200 juta, ditambah berbagai doorprize.
Turnamen yang mendapat dukungan sponsor Higgs Games Island (HGI) tersebut sekaligus menjadi panggung bagi para atlet domino untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebelum melangkah menuju persaingan yang lebih tinggi di level nasional.
Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Sulawesi Barat, Andi Ibrahim Masdar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pelaksanaan turnamen secara maksimal.
Menurutnya, kepercayaan menjadikan Polewali Mandar sebagai tuan rumah turnamen nasional merupakan kebanggaan tersendiri bagi Sulawesi Barat.
“Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi kami dapat menjadi tuan rumah ajang sebesar ini. Kami telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, mulai dari venue, sistem pertandingan, hingga kenyamanan para atlet,” ujar Andi Ibrahim Masdar.
Ia menegaskan, Sulawesi Barat tidak ingin hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Lebih jauh, daerah ini ingin menunjukkan kesiapan menjadi salah satu pusat pertumbuhan olahraga domino di Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polewali Mandar dan Sulawesi Barat siap menjadi pusat perkembangan olahraga domino nasional,” tegasnya.
Di balik pertandingan domino, terdapat aspek strategi dan pengambilan keputusan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Karena itu, Andi Ibrahim Masdar menilai pembinaan atlet tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga harus membentuk mental dan karakter.
“Olahraga domino adalah mind sport yang mengasah strategi, kecerdasan, dan ketenangan. Kami fokus pada pembinaan mental agar atlet-atlet kami tidak hanya terampil, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas,” ungkapnya.
Perhelatan tersebut juga membawa dampak langsung bagi perekonomian daerah.
Kehadiran ribuan atlet dan peserta dari berbagai daerah turut meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Polewali Mandar.
Andi Ibrahim Masdar menyebut tingkat okupansi hotel di Polewali bahkan telah mengalami peningkatan signifikan menjelang pelaksanaan turnamen.
“Tingkat okupansi hotel di Kota Polewali sudah penuh sejak jauh-jauh hari. Ini menjadi momentum emas bagi UMKM dan pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk unggulan Polewali Mandar kepada pengunjung dari seluruh Indonesia,” katanya.

Persaingan di arena dipastikan berlangsung ketat. Salah satu kontingen yang menyatakan kesiapan penuh adalah delegasi Komando 11 Manakarra Sulawesi Barat.
Ketua Komando 11 Manakarra Sulawesi Barat, Muhammad Yusuf, yang hadir memimpin langsung delegasi atlet dari Mamuju, mengatakan timnya telah menjalani persiapan dan pembinaan secara intensif.
Ia menegaskan, kedatangan timnya ke Polewali Mandar bukan sekadar untuk meramaikan turnamen.
“Tim kami dari Komando 11 Manakarra telah melalui persiapan dan pembinaan yang sangat intensif. Kami datang tidak sekadar untuk berpartisipasi, tetapi dengan target jelas untuk bertanding, menang, dan memboyong piala juara,” tegas Muhammad Yusuf.
Menurutnya, persaingan di turnamen nasional ini menjadi kesempatan bagi atlet-atlet Sulawesi Barat untuk menunjukkan kualitas mereka di hadapan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami siap mengharumkan nama Sulawesi Barat di kancah nasional,” ujarnya.
Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 2.000 atlet, hadiah utama Rp200 juta, dukungan sponsor, serta status domino yang semakin berkembang sebagai cabang olahraga, Mandar Domino Turnamen Nasional Seri 3 menjadi salah satu agenda olahraga yang menyita perhatian di Sulawesi Barat.
Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, turnamen ini menjadi bagian dari perjalanan panjang domino menuju ekosistem olahraga yang lebih profesional, terorganisasi, dan berorientasi pada prestasi.
Selama dua hari, Stadion HS Mengga akan menjadi pusat perhatian para pecinta domino dari berbagai penjuru Indonesia.
Dari Polewali Mandar, para atlet tidak hanya datang membawa ambisi meraih gelar juara. Mereka juga membawa satu pesan besar: domino bukan lagi sekadar permainan, tetapi telah berkembang menjadi olahraga yang menuntut strategi, kecerdasan, konsentrasi, dan sportivitas.

