Selasa, April 14, 2026
Beranda blog Halaman 189

Sekolah Rakyat Tahun 2026 Akan Di Bangun Di Kecamatan Meureubo,Akan Jadi Sentra Pendidikan

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat sudah menyiapkan delapan hektar lahan di kawasan Kecamatan Meureubo untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahun 2026.

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP.MM didampingi Wakilnya Said Fadheil kepada media di kesempatan meninjau lokasi di Gampong Ranto Panyang Timur mengatakan, pada tahun ini pemerintah pusat akan membangun SR di 100 Kabupaten/ kota di Indonesia dan Aceh Barat akan mendapat jatah pembangunan Sekolah Rakyat pada tahun depan.

“Untuk Kabupaten Aceh Barat awal kita ketemu dengan pak Menteri kemudian Wakil Menteri dan terakhir dengan pak Dirjen, kita belum siap untuk lokasi di tahun ini jadi kita minta di tahun depan 2026,” kata Tarmizi di sela sela kunjungan ke lokasi sekolah rakyat pada Rabu lalu ,22/10/2025

Bupati Tarmizi mengatakan, untuk daerah Kabupaten atau Kota yang mendapatkan jatah pembangunan SR dari pemerintah pusat di tahun 2026 rencananya akan mulai dibangun pada bulan Februari.

“Ini kan sedang ditender dikerjakan bulan November yang untuk tahun depan dikerjakan bulan Februari, jadi lebih baik kita ambil yang di bulan Februari supaya ada persiapan seperti lahannya,” ujar Tarmizi

Tarmizi menjelaskan, untuk lahan atau tanah seluas delapan hektar yang akan dibangun SR di Gampong Ranto Panyang Timur Kecamatan Meureubo sudah selesai dan tak ada permasalahan.

“Kenapa kita pilih disini lokasi, karena kita mau di Kecamatan Meureubo ini menjadi pusat pendidikan, ada kampus negeri, kampus swasta, sekolah anak yatim dan ada juga sekolah untuk orang miskin ekstrim,” Tutupnya

Jemaat Elim Degen Rayakan 100 Tahun Pekabaran Injil, Bukti Kasih dan Kesetiaan Tuhan

0

FAKFAK, Redaksi.co — Jemaat Elim Degen, Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (GKI), menggelar ibadah syukur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) ke-100 di Kampung Degen, Distrik Teluk Patipi, Kabupaten Fakfak, pada Sabtu, 25/10/ 2025. Perayaan yang berlangsung penuh sukacita dan kekhidmatan ini menjadi momentum bersejarah bagi seluruh warga jemaat, yang bersyukur atas penyertaan Tuhan selama satu abad pelayanan Injil di tanah ini.

Tema yang diangkat dalam perayaan tersebut adalah “Injil Itu Kekuatan Allah, Orang Benar Akan Hidup oleh Iman” (Roma 1:16–17), dengan sub tema “Melalui perayaan HUT PI Jemaat Elim Degen 25 Oktober 2025, mari hidup dalam kesehatian dengan menjaga generasi yang takut akan Tuhan, melalui hati, pikiran, dan tindakan.” Tema ini menjadi penegasan bagi seluruh warga gereja untuk terus berpegang pada iman dan menjadikan Injil sebagai kekuatan utama dalam menjalani kehidupan rohani maupun sosial.

Suasana perayaan terlihat semarak dengan hiasan berwarna cerah, bunga-bunga segar, serta simbol salib dan lilin yang melambangkan terang Kristus di tengah jemaat. Ibadah syukur diisi dengan puji-pujian, doa bersama, dan penyampaian firman Tuhan yang meneguhkan iman umat. Nuansa sukacita begitu terasa, mencerminkan rasa syukur jemaat atas karya besar Tuhan yang terus menuntun perjalanan pelayanan sejak pertama kali Injil diberitakan di wilayah Degen.

Momentum satu abad Pekabaran Injil ini juga menjadi ajang refleksi bagi jemaat untuk melihat kembali perjalanan panjang gereja dalam membangun iman dan kebersamaan di tengah masyarakat. Seratus tahun bukanlah waktu yang singkat; selama masa itu, jemaat telah melalui berbagai tantangan dan perubahan zaman, namun tetap setia memelihara nilai-nilai kekristenan dan semangat pelayanan.

Melalui perayaan ini, Jemaat Elim Degen meneguhkan komitmen untuk terus menjadi terang dan garam di tengah dunia, menjaga kesehatian dalam pelayanan, serta membina generasi muda agar hidup takut akan Tuhan. HUT PI ke-100 bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga panggilan untuk melanjutkan misi pekabaran Injil dengan semangat iman yang kokoh, kasih yang tulus, dan pengharapan yang tidak pernah padam.

MRRY by Merry Riana Resmi Meluncur: Fashion Elegan dengan Sentuhan Inspirasi

0

Redaksi.co, Jakarta | Sukses di dunia bisnis, edukasi, dan konten inspiratif, kini Merry Riana menapaki babak baru dalam perjalanannya. Melalui peluncuran brand fashion MRRY, ia menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar busana, sebuah pernyataan jiwa dan perjalanan hidup yang dituangkan dalam bentuk gaya.

Peluncuran resmi MRRY berlangsung di Minimal Store Pondok Indah Mall, Sabtu (25/10). Hadir dalam balutan penuh elegansi, Merry memperkenalkan MRRY sebagai wujud nyata dari visinya: “From Soul to Style” bahwa gaya sejati lahir dari kedalaman jiwa.

Dalam acara peluncuran, sejumlah figur perempuan inspiratif turut memberikan dukungan dan apresiasi diantaranya Wakil Menteri (Wamen) Ekonomi Kreatif Indonesia Irene Umar, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif ( BEKRAF) dan Isyana Bagus Oka Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia.

“Selamat untuk Merry, yang hari ini meluncurkan brand barunya. Ini luar biasa karya perempuan Indonesia yang bukan hanya indah, tapi juga bermakna,” ujar Irene Umar dalam sesi sambutan.

MRRY hadir bukan semata untuk mempercantik penampilan, tetapi juga untuk menginspirasi perempuan agar berani mengekspresikan jati diri. Tagline-nya, “Wear Your Story, Wear Your Soul”, menjadi ajakan agar setiap perempuan bangga pada kisah hidupnya sendiri. Simbol love dan crown yang menghiasi beberapa item menjadi representasi cinta, keteguhan, dan kepemimpinan perempuan Indonesia.

“Sudah saatnya kita bangga pada produk karya anak bangsa. MRRY adalah bukti bahwa fashion lokal memiliki kualitas, semangat, dan desain yang mampu menginspirasi,” terang Merry.

MRRY by Merry Riana Resmi Meluncur: Fashion Elegan dengan Sentuhan Inspirasi

0

Redaksi.co, Jakarta | Sukses di dunia bisnis, edukasi, dan konten inspiratif, kini Merry Riana menapaki babak baru dalam perjalanannya. Melalui peluncuran brand fashion MRRY, ia menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar busana, sebuah pernyataan jiwa dan perjalanan hidup yang dituangkan dalam bentuk gaya.

Peluncuran resmi MRRY berlangsung di Minimal Store Pondok Indah Mall, Sabtu (25/10). Hadir dalam balutan penuh elegansi, Merry memperkenalkan MRRY sebagai wujud nyata dari visinya: “From Soul to Style” bahwa gaya sejati lahir dari kedalaman jiwa.

Dalam acara peluncuran, sejumlah figur perempuan inspiratif turut memberikan dukungan dan apresiasi diantaranya Wakil Menteri (Wamen) Ekonomi Kreatif Indonesia Irene Umar, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif ( BEKRAF) dan Isyana Bagus Oka Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia.

“Selamat untuk Merry, yang hari ini meluncurkan brand barunya. Ini luar biasa karya perempuan Indonesia yang bukan hanya indah, tapi juga bermakna,” ujar Irene Umar dalam sesi sambutan.

MRRY hadir bukan semata untuk mempercantik penampilan, tetapi juga untuk menginspirasi perempuan agar berani mengekspresikan jati diri. Tagline-nya, “Wear Your Story, Wear Your Soul”, menjadi ajakan agar setiap perempuan bangga pada kisah hidupnya sendiri. Simbol love dan crown yang menghiasi beberapa item menjadi representasi cinta, keteguhan, dan kepemimpinan perempuan Indonesia.

“Sudah saatnya kita bangga pada produk karya anak bangsa. MRRY adalah bukti bahwa fashion lokal memiliki kualitas, semangat, dan desain yang mampu menginspirasi,” terang Merry.

Fraksi Gerindra DPRK Aceh Barat Setujui KUA PPAS 2026,Dorong Reformasi PAD & Pemerataan Pembangunan

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Fraksi Partai Gerindra DPRK Aceh Barat melalui juru bicaranya, Ahmad Yani, menyampaikan pandangan akhir terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2026 pada rapat paripurna, Jumat ,24/10/2025

Dalam penyampaiannya, Ahmad Yani memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat atas penyusunan dokumen KUA-PPAS yang dianggap selaras dengan tema RKPD 2026, yaitu “Penguatan Daya Saing Daerah melalui Peningkatan Kualitas SDM, Infrastruktur, dan Ekonomi Berkelanjutan.”

Namun, Fraksi Gerindra menegaskan agar arah kebijakan tersebut benar-benar mampu diterjemahkan ke dalam program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Arah kebijakan sudah baik, hanya saja harus dijalankan secara konsisten dan tepat sasaran untuk memperkuat ekonomi lokal,” ujar Ahmad Yani dalam sidang.

Dorong Reformasi PAD

Fraksi Gerindra menyoroti Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih rendah dibandingkan potensi yang ada. Pihaknya mendorong pemerintah memperbaiki sistem perencanaan dan pengelolaan pendapatan.

“Tahun 2026 harus menjadi momentum reformasi manajemen PAD berbasis data, kinerja, dan transparansi,” tegasnya.

Langkah yang disarankan antara lain:

Digitalisasi sistem pajak daerah

Penertiban pemungutan retribusi

Pengawasan kebocoran penerimaan daerah

Efisiensi Belanja dan Pemerataan Pembangunan

Gerindra menekankan agar belanja daerah lebih diarahkan kepada sektor produktif seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar serta pertanian rakyat, bukan terserap untuk beban administrasi.

Selain itu, pemerataan pembangunan antar wilayah juga menjadi sorotan, terutama bagi kecamatan terpencil dan pesisir yang dinilai masih tertinggal dari pusat kota.

Isu Strategis yang Disampaikan

Beberapa persoalan daerah yang menjadi perhatian Fraksi Gerindra, meliputi:

Pengelolaan sumber daya alam yang harus lebih transparan dan taat aturan

Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di wilayah pedalaman dan pesisir

Minimnya infrastruktur dasar (jalan, irigasi, air bersih)

Perlunya pelaksanaan CSR perusahaan yang lebih terarah dan bermanfaat bagi masyarakat

Lima Rekomendasi Strategis Fraksi Gerindra

Reformasi pengelolaan PAD berbasis data dan pengawasan ketat.

Pemerataan pembangunan antar kecamatan.

Peningkatan porsi anggaran belanja modal untuk infrastruktur ekonomi rakyat.

Penguatan kapasitas perangkat daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan APBK.

Sinkronisasi program daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional untuk memperluas peluang dukungan dana DAK dan APBN.

Pada akhir penyampaian, Fraksi Gerindra menyatakan menyetujui KUA-PPAS 2026 untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan Rancangan Qanun APBK 2026.

“Semoga langkah ini menjadi awal menuju Aceh Barat yang lebih mandiri, adil, dan sejahtera,” tutup Ahmad Yani ****

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Bersama Bupati Bogor Bahas Raperda Penyandang Disabilitas

0

Bogor, Redaksi.co – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto, gelar Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD. Rapat tersebut membahas penyampaian dan tanggapan terhadap beberapa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Selasa, (21/10/2025)

Raperda Kabupaten Bogor tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, yang disusun untuk menyesuaikan struktur organisasi perangkat daerah dengan dinamika kebutuhan masyarakat, perkembangan wilayah, dan kompleksitas urusan pemerintahan agar lebih efektif, efisien, dan responsif.

Selanjutnya, Raperda Kabupaten Bogor tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Pelindungan Masyarakat, yang bertujuan menciptakan Kabupaten Bogor yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif, serta menumbuhkan disiplin dalam perilaku masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan tanggapan positif terhadap Raperda usul prakarsa DPRD tentang Pelaksanaan Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Rapat tersebut menyampaikan dua Raperda, yakni Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Daya Air serta Pengelolaan Sampah, sekaligus menetapkan Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas tiga Raperda agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme pembahasan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bupati Bogor menegaskan bahwa DPRD merupakan mitra sejajar pemerintah daerah, bagian penting yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas dukungan dan kerja sama selama ini, tutupnya.

(Okta)

Polantas Menyapa, Wujud Nyata Pelayanan Humanis Satlantas Polres Jember

0

JEMBER, Redaksi.co – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember Polda Jatim terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berintegritas.

Melalui program unggulan bertajuk “Polantas Menyapa”, jajaran Satlantas kini aktif turun langsung ke pusat-pusat layanan masyarakat guna memberikan edukasi, pendampingan, serta memastikan seluruh proses pelayanan kepolisian berjalan sesuai prinsip profesionalisme dan akuntabilitas.

Program yang dipusatkan di area SATPAS (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM) dan Samsat Jember ini menjadi sarana efektif bagi personel lalu lintas untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat  khususnya para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) serta wajib pajak kendaraan bermotor.

Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya memberikan layanan administratif, namun juga melakukan sosialisasi menyeluruh terkait tata cara, ketentuan, dan biaya resmi dalam proses registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident Ranmor).

Kasat Lantas Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simarmata, menegaskan bahwa Polantas Menyapa merupakan wujud nyata dari reformasi pelayanan publik di tubuh Polri.

“Program ini adalah manifestasi komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar AKP Bagas, Kamis (23/10/2025).

Ia menjelaskan, seluruh jajaran Satlantas Polres Jember secara konsisten menerapkan nilai dasar pelayanan prima yang humanis. Edukasi kepada masyarakat meliputi informasi biaya resmi penerbitan SIM, mekanisme SOP pelayanan, hingga panduan penanganan kendala administrasi agar masyarakat tidak terjerumus pada praktik percaloan.

AKP Bagas menegaskan, seluruh pelayanan di lingkungan Satpas dan Samsat Jember harus dipastikan bebas pungutan liar (zero pungli).

“Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, mudah diakses, dan bebas dari pungli. Setiap petugas wajib bersikap responsif serta siap memberikan solusi cepat terhadap kendala administratif,” tegasnya.

Lebih jauh, program Polantas Menyapa juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Melalui komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang empatik, Polantas berupaya menghadirkan wajah Polri yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri bukan sekadar aparat penegak hukum, melainkan mitra pelayanan yang hadir dengan hati,” pungkas AKP Bagas.

Dengan pelaksanaan berkelanjutan program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Jember Polda Jatim optimistis dapat menciptakan ekosistem pelayanan lalu lintas yang modern, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan publik.

Langkah ini sejalan dengan semangat Transformasi Polri Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo  menjadikan Polri semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat.

Reporter: Sofyan

Pantau Harga dan Cegah Penimbunan, Polres Jember Perketat Pengawasan Distribusi Beras

0

JEMBER, Redaksi.co – Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional, Satgas Pangan Polres Jember menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jumat (24/10/2025).

Salah satu titik utama kegiatan adalah Pasar Tanjung, pasar terbesar di pusat kota Jember. Sidak dipimpin langsung oleh Unit Tipidter Satreskrim Polres Jember, berkolaborasi dengan Perum Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember.

Langkah ini menjadi wujud komitmen kuat aparat kepolisian dalam memastikan harga beras di pasaran tetap sesuai ketentuan pemerintah serta menindaklanjuti laporan masyarakat terkait masih adanya pedagang yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Harga beras yang tidak terkendali dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Karena itu, kami hadir untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga,”tegas Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Ipda Harry Sasono.

Lebih lanjut, Ipda Harry menjelaskan bahwa setiap produsen beras wajib mencantumkan label kualitas pada kemasan sesuai standar Badan Pangan Nasional (Bapanas). Hal ini bertujuan agar konsumen memperoleh informasi yang transparan dan akurat mengenai kualitas produk yang dibeli.

Selain itu, produsen, distributor, dan pedagang juga diingatkan untuk menjual beras sesuai dengan HET sebagaimana diatur dalam peraturan Menteri Perdagangan. Ketentuan ini menjadi pedoman nasional guna mencegah terjadinya disparitas harga yang dapat merugikan masyarakat.

“Apabila masih ditemukan pelanggaran, kami tidak akan segan memberikan peringatan keras, bahkan pencabutan izin usaha bagi pelaku yang membandel,”tambah Ipda Harry dengan tegas.

Dari hasil pemantauan lapangan, sebagian besar pedagang telah mematuhi aturan pemerintah. Namun, masih ditemukan segelintir pedagang yang belum mencantumkan label kualitas atau menjual di atas HET. Kepada mereka, petugas memberikan pembinaan dan peringatan langsung di lokasi agar segera menyesuaikan harga sesuai ketentuan.

Tidak hanya fokus pada harga, Tim Satgas Pangan juga memeriksa kondisi fisik beras, keakuratan timbangan, dan keaslian kemasan, guna mencegah praktik curang seperti pengoplosan atau pemalsuan label beras premium.

Menurut Ipda Harry, pengawasan ini tidak hanya berhenti di tingkat pasar, tetapi juga menjangkau gudang penyimpanan dan jalur distribusi, memastikan tidak ada pihak yang menimbun stok beras untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan secara berkala di seluruh pasar tradisional Kabupaten Jember. Dengan langkah konkret dan sinergi semua pihak, kami yakin harga beras akan kembali stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,”pungkas Ipda Harry.

Kegiatan sidak ini menjadi potret nyata hadirnya negara melalui aparat kepolisian, yang tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mengawal ketahanan pangan demi kesejahteraan rakyat.

Reporter: Sofyan

Kabar Gembira untuk Petani: Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Disambut Hangat oleh Warga Lojejer

0

JEMBER, Redaksi.co – Kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, disambut hangat oleh para petani dan warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.

Penurunan harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025, yang mengatur penyesuaian HET pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia. Pemerintah juga mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh kios atau agen penjual agar mematuhi harga baru sesuai ketentuan.

Warga dan petani di Lojejer mengaku khawatir harga di lapangan belum sepenuhnya menyesuaikan kebijakan tersebut. Aspirasi ini kemudian disampaikan melalui Kepala Desa Lojejer, Mohammad Sholeh, S.H., M.Si., N.L.P., yang juga menjabat sebagai Ketua Gapoktan Sumber Hasil.

“Dari aspirasi petani dan warga Lojejer, kami akan melaksanakan amanah mereka. Pengawasan terhadap kios atau agen penjual pupuk bersubsidi akan dilakukan bersama para kepala desa se-Kabupaten Jember, agar harga sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujar Sholeh, Jumat (24/10/2025).

Lebih lanjut, Sholeh menjelaskan bahwa penurunan harga ini merupakan bukti kemampuan pemerintah dalam menjaga ketersediaan anggaran sekaligus membuka harapan besar bagi tercapainya swasembada pangan nasional di masa depan.

“Penurunan harga ini diharapkan dapat meringankan biaya produksi petani dan meningkatkan hasil pertanian. Pemerintah juga berkomitmen menindak tegas kios atau agen yang menjual pupuk di atas harga yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan media, berikut daftar jenis pupuk bersubsidi yang mengalami penurunan harga sebesar 20 persen:

Untuk Urea harga per kilogram: Rp 1.800 (turun dari Rp 2.250)

Harga per sak: Rp 90.000 (turun dari Rp 112.500)

Untuk NPK harga per kilogram: Rp 1.840 (turun dari Rp 2.300)

Harga per sak: Rp 92.000 (turun dari Rp 115.000)

Reporter: Sofyan

Zulhas Dorong Revolusi Hijau: Sampah Diolah Jadi Energi di 7 Kota Besar

0

redaksi.co, Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengumumkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau Waste To Energy (PSEL) akan dimulai di tujuh wilayah pada 2026. Ketujuh wilayah tersebut meliputi Bali, Yogyakarta, Bogor Raya, Tangerang Raya, Bekasi Raya, Semarang, dan Medan.

“Setelah diverifikasi, kami putuskan tujuh wilayah siap untuk pelaksanaan PSEL. Surat penetapan akan segera diterbitkan agar Danantara bisa memulai pembangunan” ujar Zulhas dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (24/10).

Zulhas menjelaskan, pembangunan ini merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan. Program ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendukung transisi energi nasional.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa proyek PSEL akan dikerjakan selama dua tahun dengan tender terbuka yang diikuti lebih dari 200 perusahaan dalam dan luar negeri. Danantara juga akan menjadi pemegang saham di seluruh proyek untuk memastikan pelaksanaannya berjalan baik.

“Kita ketinggalan 20 tahun dalam pengelolaan sampah. Dengan teknologi ramah lingkungan ini, sampah yang sebelumnya mencemari lingkungan bisa menjadi sumber energi terbarukan,” kata Zulhas.