Rabu, April 15, 2026
Beranda blog Halaman 185

Kado Manis dari TGH. M. Taisir, Lc., M.A.: Baznas Lombok Barat Bangun 10 Unit Mahyani di Taman Ayu

0

Kado Manis dari TGH. M. Taisir, Lc., M.A.: Baznas Lombok Barat Bangun 10 Unit Mahyani di Taman Ayu

Lombok BaratRedaksi.co Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula Kantor Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, hari ini. Melalui program Mahyani (Rumah Layak Huni) yang digagas oleh Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan dilaksanakan oleh Baznas Kabupaten Lombok Barat, puluhan warga kurang mampu menerima kabar bahagia berupa bantuan rumah layak huni.

Ketua baznas lombok barat TGH.MUHAMMAD TAISIR AL AZHAR LC MA

Kegiatan sosialisasi, bimbingan teknis, dan penyerahan bantuan Mahyani ini dihadiri langsung oleh Ketua Baznas Lombok Barat, TGH. Muhammad Taisir, Lc., M.A., beserta para komisioner. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lombok Barat, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lombok Barat, serta Kepala Desa Taman Ayu, M. Tajudin, S.Sos.

Penanda tanganan MOU dengan kepala desa taman ayu

Menariknya, program Mahyani di Desa Taman Ayu ini berawal dari usulan Pemerintah Desa Taman Ayu yang diajukan ke Dinas Perkim Provinsi NTB sejak bulan Juni lalu. Setelah melalui proses verifikasi, Perkim NTB kemudian mendisposisikan usulan tersebut ke Baznas Provinsi NTB, yang selanjutnya menyerahkan pelaksanaan pembangunan kepada Baznas Kabupaten Lombok Barat. Langkah cepat dan sinergi lintas lembaga inilah yang akhirnya menghadirkan harapan nyata bagi masyarakat desa.

Penyerahan secara simbolis terhadap penerima bantuan mahyani

Untuk tahun ini, Baznas Provinsi NTB berkolaborasi dengan Baznas Lombok Barat dalam pelaksanaan pembangunan 50 unit rumah Mahyani yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Lombok Barat. Dari jumlah tersebut, 10 unit rumah diberikan khusus untuk warga Desa Taman Ayu.

Para penwrima bantuan ( Muzakki ) Mhayani

Adapun distribusi bantuan Mahyani di Desa Taman Ayu sebagai berikut:

Dusun Peseng: 2 unit

Dusun Karang Genteng: 3 unit

Dusun Bongor: 5 unit

Kepala Desa Taman Ayu, M. Tajudin, S.Sos., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Baznas Provinsi NTB dan Baznas Lombok Barat atas perhatian serta kepedulian nyata terhadap masyarakat desanya.

Tgh.muhammad taisir al azhar lc MA

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh warga penerima manfaat, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Baznas Provinsi NTB dan Baznas Lombok Barat, khususnya kepada Ketua Baznas, TGH. Muhammad Taisir, Lc., M.A., beserta seluruh komisionernya. Bantuan Mahyani ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni. Semoga Allah SWT membalas kebaikan ini dengan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan bagi seluruh jajaran Baznas,” ujarnya penuh haru.

 

Salah satu penerima manfaat, Sahrun, warga Dusun Bongor, juga tak kuasa menahan rasa terima kasih. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh batu itu telah 30 tahun tinggal di rumah miring berdinding anyaman bambu yang lapuk termakan usia.

“Sekitar 30 tahun saya menempati rumah ini. Pagar bambunya sudah rapuh dan hampir roboh. Alhamdulillah hari ini saya mendapat bantuan rumah layak huni dari Baznas Provinsi dan Baznas Lombok Barat. Terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kepedulian ini. Semoga semua yang terlibat diberi keberkahan oleh Allah SWT,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Program Mahyani ini diberikan waktu dua bulan untuk diselesaikan hingga 100 persen. Baznas Lombok Barat selaku pelaksana memastikan seluruh pembangunan berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai standar kelayakan.

Dalam sambutannya, Ketua Baznas Lombok Barat, TGH. Muhammad Taisir, Lc., M.A., menegaskan bahwa sinergi antara Baznas Provinsi dan Baznas Kabupaten merupakan wujud nyata kolaborasi untuk membangun masyarakat yang berdaya dan sejahtera.

> “Kami ingin memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat benar-benar kembali kepada umat yang membutuhkan. Program Mahyani ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun martabat dan harapan baru bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinan TGH. Muhammad Taisir, Lc., M.A., Baznas Lombok Barat kian menunjukkan kiprah nyata sebagai lembaga zakat yang amanah, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan umat. Sinergi kuat antara Baznas Provinsi NTB dan Baznas Lombok Barat menjadi bukti bahwa kolaborasi berbasis keikhlasan mampu menghadirkan manfaat besar dan nyata bagi masyarakat Lombok Barat.

Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
Penulis: Abah Uhel

Pemkab Aceh Barat Salurkan 150 Paket Makanan Bergizi Kepada Keluarga Yang Memiliki Balita Stunting

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pangan menyalurkan 150 paket makanan bergizi kepada keluarga yang memiliki balita stunting dan mengalami kekurangan gizi (anourishment) di Kecamatan Woyla Barat, Senin 3/11/2025

Program ini merupakan bagian dari penanganan kerawanan pangan di daerah rawan pangan prioritas 3 dan 4 sesuai Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) 2024, yang mencakup 24 gampong di wilayah Woyla Barat.

Kadis Pangan Aceh Barat, melalui Kabid. ketersediaan pangan Zulfikar, SP menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Bupati Aceh Barat terhadap peningkatan gizi masyarakat, terutama bagi keluarga dengan anak balita yang berisiko stunting.

“Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Aceh Barat,” ujar Zulfikar

Zulfikar menjelaskan, setiap paket makanan bergizi berisi 1 kilogram daging segar, 4 liter susu UHT, 2 bungkus biskuit regal, dan 4 kilogram telur ayam. Penyerahan dilakukan di Kantor Camat Woyla Barat, diserahkan secara simbolis oleh Kabid Ketersediaan Pangan Dinas Pangan Aceh Barat, dan disaksikan oleh Camat Woyla Barat, Kepala Puskesmas, Danramil, Kapolsek, serta para aparatur gampong dan keluarga penerima manfaat.

Camat Woyla Barat Kamaruddin, dalam sambutannya mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap masyarakat di wilayahnya.

“Bantuan ini bukan hanya bentuk dukungan pangan, tetapi juga dorongan moral agar masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan asupan gizi anak-anak,” ujar camat Kamaruddin

Dengan adanya penyaluran paket bergizi ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap sinergi antar instansi dapat terus diperkuat untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman stunting ****

INDOSIAR Kembali Jadi Tuan Rumah Anugerah Lembaga Sensor Film 2025

0

Redaksi.co, Jakarta | INDOSIAR kembali menegaskan perannya dalam mendukung industri perfilman dan penyiaran nasional. Untuk ketiga kalinya, stasiun televisi ini dipercaya menjadi host broadcaster ajang bergengsi “Anugerah Lembaga Sensor Film 2025”, sebuah malam apresiasi yang akan tayang langsung di layar kaca INDOSIAR pada Sabtu, 8 November 2025, pukul 19.00 WIB dari Studio 5 Emtek City, Jakarta.

Mengangkat tema “Memajukan Budaya, Menonton Sesuai Usia,” Anugerah LSF 2025 hadir sebagai ruang refleksi sekaligus perayaan atas komitmen bersama dalam menghadirkan tontonan yang bertanggung jawab, berkualitas, dan selaras dengan nilai budaya bangsa.

Malam penganugerahan ini akan semakin semarak dengan penampilan deretan bintang ternama Tanah Air. Sejumlah musisi dan figur publik seperti Band Ungu, Lesti Kejora, Rizky Billar, Abang L, Dewi Perssik, Putri Ariani, Dinda Ghania, Quinn Salman, Prince Poetiray, serta 16 Academia D’Academy 7 dan Girlband Lemon siap memeriahkan panggung Anugerah LSF 2025.

Tak hanya itu, para pemain sinetron dan film populer juga turut hadir, di antaranya Aqeela Calista, Raden Rakha, Haura Lathifa, Harris Vriza, Randy Pangalila, serta aktor dan aktris film Ersya Aurelia, Nayla Purnama, Masayu Anastasia, Oka Antara, hingga Gilang Dirga. Kehadiran Firsta Yufi Amarta (Putri Indonesia 2025) turut melengkapi kemeriahan malam puncak ini.

Acara akan dipandu oleh tiga host yang dikenal dengan gaya khas dan energinya, yakni Ramzi, Rina Nose, dan Astrid Tiar, menjanjikan suasana yang hangat, segar, dan menghibur.

Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Naswardi, menyampaikan bahwa perkembangan perfilman nasional saat ini menunjukkan capaian terbaik sepanjang sejarah, baik dari sisi produktivitas maupun apresiasi penonton.

Menurutnya, Anugerah Lembaga Sensor Film 2025 dihadirkan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dalam bidang penyensoran, perfilman, dan pertelevisian nasional, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global.

“Anugerah ini menjadi bagian dari upaya memajukan budaya sekaligus mengajak masyarakat untuk menonton sesuai usia,” ujar Naswardi.

Sementara itu, Direktur Programming SCM, Harsiwi Achmad, mengungkapkan rasa bangga dan terhormat INDOSIAR kembali dipercaya menjadi host broadcaster untuk ketiga kalinya.

Ia menilai kepercayaan ini sebagai tanggung jawab sekaligus komitmen INDOSIAR dalam mendukung langkah LSF menghadirkan tayangan yang sehat, berkualitas, dan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.

“Tahun ini kami mengemas acara dengan konsep yang lebih fresh, megah, dan meriah, melibatkan banyak artis populer dari dunia televisi, film, dan musik. Harapannya, malam puncak ini menjadi ruang apresiasi bagi insan industri sekaligus suguhan hiburan berkelas bagi pemirsa,” ujar Harsiwi.

Pada Anugerah LSF 2025, penghargaan akan diberikan kepada 18 kategori, dengan fokus pada program prioritas Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri.

Ketua Pelaksana Panitia, Gustav Aulia, menjelaskan bahwa kategori yang diperlombakan mencakup berbagai aspek perfilman, pertelevisian, hingga periklanan, mulai dari Film Bioskop Semua Umur hingga 21+ Sensor Mandiri Terbaik, Televisi Peduli Sensor dan Kebudayaan, Iklan Sensor Mandiri Terbaik, hingga Kategori Khusus Lifetime Achievement.

Siapakah yang akan membawa pulang penghargaan tertinggi tahun ini? Saksikan “Anugerah Lembaga Sensor Film 2025” pada Sabtu, 8 November 2025, pukul 19.00 WIB, disiarkan langsung dari Studio 5 Emtek City hanya di INDOSIAR dan platform digital Vidio.

Perumda PDP Kahyangan Siap Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Jember

0

JEMBER, redaksi.co – Dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program-program strategis Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Direktur Perumda PDP Kahyangan Jember, Sofyan Sauri, S.M., M.M., dalam kegiatan Temu Kelompok Tani se-Kecamatan Panti, yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember bersama Gus Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, S.E., M.M., dalam rangkaian agenda Bunga Desa Tahun 2025 di Desa Pakes, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, pada Senin (27/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Sauri menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah pemerintah daerah yang secara konsisten menggerakkan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, program ini luar biasa. Langkah pemerintah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, patut diapresiasi. Apalagi dengan turunnya harga pupuk dan kemudahan akses bagi petani, hal ini sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Sofyan penuh semangat.

Lebih lanjut, Sofyan menegaskan bahwa Perumda PDP Kahyangan Jember siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan.

“Program-program yang menjadi prioritas Gus Bupati Jember dalam mewujudkan kemandirian pangan akan kami dukung sepenuhnya. Beberapa waktu lalu kami juga telah menunjukkan dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan, baik melalui pengembangan komoditas jagung maupun swasembada gula dari tebu,” imbuhnya.

Menurut Sofyan, PDP Kahyangan terus melakukan langkah konkret, salah satunya dengan pembukaan lahan baru untuk tanaman jagung seluas 57 hektare, sehingga total lahan jagung yang kini dikelola mencapai 400 hektare.
Sementara untuk komoditas tebu, PDP Kahyangan mengelola 82 hektare, dan bila digabung dengan lahan kemitraan, total luasnya hampir sebanding dengan lahan jagung.

Selain fokus pada jagung dan tebu, PDP Kahyangan juga mengembangkan berbagai komoditas unggulan lainnya, seperti karet, kayu-kayuan, dan kopi, yang menjadi kekuatan utama sektor perkebunan di Kabupaten Jember.

“Kami akan terus berinovasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah agar ketahanan pangan Jember semakin kokoh dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Harapan kami, ke depan sektor pertanian dan perkebunan Jember tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi penopang ketahanan pangan nasional,” tutup Sofyan.

Dengan dukungan nyata dari berbagai pihak, termasuk Perumda PDP Kahyangan Jember, program ketahanan pangan yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Gus Bupati Muhammad Fawait diyakini akan semakin berkembang dan membawa kesejahteraan bagi petani dan kemakmuran bagi masyarakat Jember secara menyeluruh.

Reporter: sofyan

Wabup Aceh Barat Said Fadheil SH.Hadiri Pelantikan Pengurus BPD.HIPMI Aceh Periode 2025-2028

0


Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH, menghadiri pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh periode 2025 – 2028 di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Minggu 2/11/2025

Melalui Surat Keputusan Badan Pengurus Pusat HIPMI Nomor: 128/Kep/Sek/BPP/XI/25, Said Rizqi Saifan dikukuhkan sebagai Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Akbar Himawan Buchari, disaksikan oleh Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, dan Dewan Ekonomi Aceh, H Teuku Ali Devi.

Wabup Aceh Barat, Said Fadheil menyampaikan selamat atas dilantiknya Said Rizqi Saifan sebagai Ketua BPD HIPMI Aceh, semoga HIPMI Aceh semakin terdepan dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan dan memperkuat perekonomian daerah.

“Selamat atas dilantiknya Ketua BPD HIPMI Aceh, semoga kedepannya HIPMI Aceh makin terdepan menjadi motor penggerak ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Aceh, Said Rizqi Saifan, menegaskan komitmen organisasi untuk mendukung penuh program Pemerintah Aceh, khususnya dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan dan perluasan lapangan kerja. 

“BPD HIPMI Aceh siap berkolaborasi, siap bersama-sama menyukseskan program Gubernur Aceh dalam menekan kemiskinan yang ada, juga membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” ucapnya.

Ia juga meminta Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI Akbar Himawan Buchari melalui jejaring komunikasi yang pihaknya miliki untuk dapat mendatangkan investasi yang sebesar-besarnya ke Aceh. 

“Kami BPD HIPMI Aceh siap memfasilitasi, dan saya yakin Pemerintah Aceh serta seluruh elemen masyarakat siap menerima dan membuka diri untuk investasi yang masuk ke Aceh,” pungkasnya ****

Mahasiswa Dianiaya hingga Tewas di Masjid Agung Sibolga, Dipicu karena Dilarang Tidur di Dalam Masjid

0

SIBOLGA – Tempat yang seharusnya menjadi paling aman dan suci justru berubah menjadi lokasi pembunuhan tragis. Seorang mahasiswa bernama Arjuna Tamaraya (21) tewas secara mengenaskan setelah dianiaya oleh sekelompok orang di dalam dan di pelataran Masjid Agung Sibolga, Kota Sibolga, pada Jumat (31/10) dini hari.

Peristiwa memilukan itu bermula dari persoalan sepele — korban hanya ingin beristirahat di dalam masjid.

Sekitar pukul 03.30 WIB, korban yang merupakan seorang mahasiswa berencana tidur di area dalam masjid. Namun, niatnya tidak disukai oleh salah seorang jamaah, ZP (57), yang kemudian menegur dan melarang korban untuk tidur di dalam.

Larangan itu rupanya membuat situasi memanas. Korban diduga tetap beristirahat, hingga membuat ZP tersinggung berat.

“ZP kemudian memanggil empat orang lainnya untuk ‘memberi pelajaran’ kepada korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Sibolga, AKP Rustam E. Silaban, Minggu (2/11).

Diseret dan Dipukul di Dalam Masjid

Dari situlah penganiayaan brutal dimulai. Para pelaku memukuli korban di dalam masjid, lalu menyeretnya secara paksa keluar. Dalam proses penyeretan itu, kepala korban terbentur keras dan ia langsung tak berdaya.

Belum puas, aksi kekerasan berlanjut di halaman masjid.
“Korban juga dipijak dan dilempar menggunakan buah kelapa oleh salah satu pelaku hingga mengalami luka parah di bagian kepala,” jelas Rustam.

Korban yang sudah dalam kondisi sekarat ditemukan oleh penjaga masjid, Alwis Janasfin Pasaribu (23). Ia segera membawa korban ke RSUD Dr. FL Tobing Sibolga, namun nyawanya tak terselamatkan.

“Setelah berjuang selama sehari, pada Sabtu (1/11) pukul 05.55 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Rustam.

Pelaku Ditangkap, Polisi Sita Barang Bukti

Polisi bergerak cepat. Dua pelaku utama, ZP dan HB (46), ditangkap di sekitar lokasi kejadian tak lama setelah peristiwa berlangsung.

Pelaku ketiga, SS (40), sempat kabur, namun berhasil ditangkap sehari kemudian saat bersembunyi di Kelurahan Hajoran, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Tragisnya, SS juga diduga mencuri uang receh Rp10.000 dari saku korban yang sudah tidak berdaya.

Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain rekaman CCTV masjid, pakaian korban, topi, tas hitam, serta satu buah kelapa utuh yang digunakan untuk menghantam korban.

Dijerat Pasal Berlapis

Ketiga pelaku kini dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 170 ayat (3) KUHP tentang kekerasan bersama-sama yang menyebabkan kematian.

Khusus untuk pelaku SS, polisi menambahkan Pasal 365 ayat (3) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian.

Penyidikan masih berlanjut. Polisi kini tengah memburu dua pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri,” pungkas AKP Rustam. (E.R)

Pelestarian Budaya Perkuat Kerukunan, Kades Semboro Ajak Warga Hidup Rukun Lewat Spirit Wayang

0

JEMBER,redaksi.co – Dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia yang jatuh pada 7 November, Pemerintah Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, menggelar Pagelaran Wayang Wong dan Wayang Kulit di halaman balai desa pada Sabtu malam (1/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung semalam suntuk itu menghadirkan 127 talent, terdiri atas 60 siswa SD dan MI serta 67 warga dan perangkat desa, dengan lakon “Sumilake Pedhut Mandura.

Meski hujan sempat mengguyur deras sebelum acara dimulai, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Ratusan warga bertahan di lokasi demi menyaksikan pagelaran budaya yang sarat pesan moral tersebut.
Puncak acara terjadi saat Kepala Desa Semboro, Antony, turut naik panggung memerankan tokoh Arjuna, sosok ksatria yang melambangkan kebajikan dan kedamaian.

Tak hanya menampilkan Wayang Wong, acara juga dimeriahkan oleh dua dalang kondang, Ki Inung Djatmiko dan Ki Wahyu Widodo, serta dalang cilik Ki Wangga Bagus Wibowo. Hadir pula pelawak Banyuwangi Gandu Pentul yang menambah semarak malam budaya dengan guyonan khas rakyat.

Dalam sambutannya, Kades Antony menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana memperkuat wawasan budaya, mempererat persaudaraan, dan menanamkan nilai cinta damai di tengah masyarakat.

“Budaya adalah jembatan persaudaraan. Di dalamnya ada nilai gotong royong, penghormatan, dan kedamaian. Bila masyarakat memahami makna budaya, tidak akan ada perpecahan, karena budaya mengajarkan kita untuk hidup saling menghargai,” ujar Antony.

Ia juga menegaskan bahwa pelestarian budaya menjadi benteng bagi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi.

“Melalui budaya, kita belajar menahan ego dan menjaga harmoni. Kalau masyarakat mencintai budayanya, maka kedamaian akan tumbuh dari hati, bukan dari aturan,” imbuhnya.

Pagelaran bertema “Sesaji Manunggaling Nirbita” ini juga mendapat apresiasi dari Camat Semboro, Ahmad Fauzi, yang hadir secara langsung di lokasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif, hiburan, sekaligus berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Kegiatan seperti ini memberi efek ganda. Ada nilai pendidikan, pelestarian budaya, hiburan rakyat, dan pergerakan ekonomi UMKM. Ini contoh positif yang patut dicontoh oleh desa lain,” ungkapnya.

Selain panggung seni, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik, termasuk seekor kambing, sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang hadir.
Suasana kebersamaan dan kegembiraan tampak menyelimuti hingga larut malam, ketika gamelan dan tembang dolanan anak mengalun menutup pertunjukan.

Dengan semangat gotong royong dan cinta budaya, Desa Semboro menunjukkan bahwa warisan leluhur bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dijaga dan dihidupkan.
Melalui budaya, kerukunan tumbuh, perbedaan dipersatukan, dan kedamaian menjadi kenyataan.

Reporter: Sofyan

Antony Sang Arjuna: Kepala Desa Semboro Hidupkan Kembali Jiwa Wayang di Tengah Desa

0

JEMBER, redaksi.co – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Sabtu malam (1/11/2025), tak menghalangi semangat ratusan warga untuk berkumpul di halaman Balai Desa Semboro.
Malam itu, Pemerintah Desa Semboro menggelar Pagelaran Wayang Wong dan Wayang Kulit dalam rangka menyambut Hari Wayang Sedunia yang diperingati setiap 7 November.

Sebanyak 127 talent, terdiri dari 60 anak-anak siswa SD/MI serta 67 warga dan perangkat desa, tampil memukau membawakan lakon “Sumilake Pedhut Mandura.” Alunan gamelan berpadu dengan tembang dolanan anak, menghadirkan suasana sakral sekaligus penuh makna.
Puncak pertunjukan terjadi ketika Kepala Desa Semboro, Antony, turut memerankan tokoh Arjuna. Dalam adegan pertarungan melawan Bala Kurawa, penonton larut dalam tepuk tangan dan sorak kekaguman.

Tak hanya Wayang Wong, kegiatan budaya yang berlangsung semalam suntuk ini juga menghadirkan dua dalang kondang, Ki Inung Djatmiko dan Ki Wahyu Widodo, serta dalang cilik berbakat Ki Wangga Bagus Wibowo.
Sementara pelawak Gandu Pentul dari Banyuwangi turut menambah semarak suasana dengan guyonan khasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Semboro Antony menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap seni dan budaya warisan leluhur yang telah diakui dunia.

“Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral, sosial, dan spiritual. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya bangsa, terutama kepada generasi muda,” ujarnya.

Antony menambahkan, Pemdes Semboro mempersiapkan acara tersebut secara matang, mulai dari tata panggung, pencahayaan, hingga hiburan rakyat yang menemani warga sepanjang malam.
“Panitia juga menyiapkan beragam doorprize menarik, termasuk seekor kambing, sebagai wujud kebersamaan dan apresiasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Pagelaran bertajuk “Sesaji Manunggaling Nirbita” ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan dan pelestarian seni tradisional.
Selain menumbuhkan semangat budaya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi para seniman lokal untuk mengekspresikan karya dan bakatnya.

Sementara itu, Camat Semboro Ahmad Fauzi, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang digagas Pemdes Semboro.
Menurutnya, acara semacam ini memiliki dampak yang luas bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini memberikan efek ganda: ada nilai edukasi, hiburan, pelestarian budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Ini contoh luar biasa yang patut ditiru,” ujarnya.

Fauzi juga menyoroti keterlibatan anak-anak dalam pertunjukan sebagai bentuk nyata regenerasi pelaku seni.

“Kami bangga melihat banyak anak terlibat. Ini bukti bahwa warisan budaya tidak berhenti di generasi tua, tapi terus hidup di tangan generasi muda,” pungkasnya.

Malam itu, Semboro bukan sekadar desa tetapi menjadi panggung jiwa budaya, tempat masyarakat meneguhkan kembali jati dirinya melalui seni wayang, simbol kearifan, dan cermin nilai kehidupan.

ERWIN IBRAHIM: PENATAAN PEGAWAI LOMBOK BARAT KELIRU, BUPATI LAZ SIBUK TANPA SOLUSI

0

ERWIN IBRAHIM: PENATAAN PEGAWAI LOMBOK BARAT KELIRU, BUPATI LAZ SIBUK TANPA SOLUSI

Lombok Barat – Redaksi.co.Upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menata ulang sistem kepegawaian yang seyogianya menjadi langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, justru menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Perintah Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) kepada Inspektorat untuk membuka pengaduan publik terkait dugaan tenaga honorer yang masuk melalui jalur pembayaran dinilai tidak menyentuh akar permasalahan yang sedang dihadapi daerah, terutama menjelang diberlakukannya kebijakan nasional pemutusan kontrak seluruh tenaga honorer pada 31 Desember 2025.

Langkah bupati yang menyoroti siapa yang membayar, kepada siapa pembayaran dilakukan, dan berapa jumlahnya, dianggap tidak memberikan solusi konkret bagi ribuan honorer yang kini tengah menghadapi ketidakpastian nasib.

Aktivis senior Lombok Barat, Erwin Ibrahim, menilai langkah tersebut justru memperlihatkan pemerintah daerah tengah “sibuk dengan hal yang tidak produktif.” Ia menegaskan bahwa kebijakan membuka pengaduan seperti itu tidak akan menghasilkan solusi substantif bagi persoalan kepegawaian, melainkan hanya memperlebar jarak antara pemerintah dan tenaga honorer yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan publik di daerah.

> “Saya melihat Pemerintah Daerah Lombok Barat sedang disibukkan dengan hal-hal yang tidak menghasilkan solusi. Padahal saat ini ribuan tenaga honorer justru menunggu kepastian. Mereka ingin tahu bagaimana nasib mereka setelah 31 Desember nanti, bukan malah disuguhi isu-isu soal siapa bayar siapa,” tegas Erwin.

Menurutnya, Bupati Lalu Ahmad Zaini seharusnya mengarahkan BKD dan Inspektorat untuk melakukan kajian mendalam mengenai kebutuhan riil pegawai daerah dan mencari formula terbaik untuk menyelamatkan para honorer yang telah lama mengabdi. Langkah itu, kata Erwin, jauh lebih strategis daripada sekadar mencari kesalahan sistem pemerintahan sebelumnya atau membuka aduan yang berpotensi menimbulkan ketegangan baru di internal pemerintahan.

> “Kalau pun ada praktik bayar-membayar di masa lalu, silakan ditindak sesuai aturan. Tapi jangan itu dijadikan fokus utama, apalagi dijadikan alasan untuk menutupi tidak adanya solusi. Pemerintah daerah harusnya berpikir maju: bagaimana caranya agar para honorer ini bisa diselamatkan, bukan dijatuhkan,” tambahnya.

Erwin juga menilai arah kebijakan bupati saat ini terkesan ingin mengalihkan perhatian publik dari substansi masalah. Ia menyebut, isu pembayaran masuk kerja bukanlah hal baru dan bisa diusut tanpa perlu mengalihkan energi besar-besaran, apalagi di tengah momentum genting menuju penghapusan tenaga honorer di seluruh Indonesia.

> “Fokus kebijakan hari ini seharusnya pada pemetaan kebutuhan ASN dan non-ASN, bukan mencari-cari kesalahan bupati sebelumnya. Kalau pemerintah daerah mau transparan, silakan buka data kebutuhan pegawai, data kekurangan tenaga, dan rencana penyerapannya ke depan. Itu yang publik ingin tahu,” ujarnya.

Dari pantauan lapangan, banyak tenaga honorer di Lombok Barat kini mengaku resah dengan situasi yang makin tidak menentu. Mereka khawatir isu “honorer bayar masuk” hanya akan memperburuk citra mereka di mata publik, padahal sebagian besar di antara mereka telah bekerja puluhan tahun dengan gaji seadanya dan loyalitas tinggi terhadap pemerintah daerah.

Sementara itu, langkah Inspektorat membuka posko pengaduan memang disambut sebagian pihak sebagai bentuk keterbukaan dan keberanian pemerintah daerah dalam menindak oknum yang bermain di balik rekrutmen tenaga honorer. Namun di sisi lain, kebijakan itu tidak diiringi dengan solusi nyata tentang bagaimana pemerintah akan menampung tenaga honorer setelah tenggat waktu Desember 2025, sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh pemerintah pusat.

Erwin menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bersikap lebih strategis dan manusiawi, mengingat tenaga honorer adalah bagian dari roda pemerintahan yang telah lama menopang pelayanan publik di Lombok Barat.

 

> “Kita ini bicara nasib manusia, bukan angka statistik. Pemerintah daerah harus hadir memberikan rasa aman, bukan menambah tekanan. Kalau penataan ini benar-benar mau dilakukan, lakukan dengan adil dan berbasis kebutuhan nyata, bukan dengan menimbulkan ketakutan,” tutupnya.

Kini, menjelang dua bulan terakhir menuju 2026, publik Lombok Barat menanti langkah nyata Bupati Lalu Ahmad Zaini. Apakah kebijakan penataan pegawai ini benar-benar akan menjadi tonggak reformasi birokrasi yang berkeadilan, atau justru tercatat sebagai episode baru dari kebijakan yang menambah keresahan di kalangan tenaga honorer yang selama ini menjadi garda depan pelayanan daerah.

Sumber: Redaksi.co

Read: Abach Uhel