Beranda blog Halaman 185

Penyerahan Hadiah Festival Lomba Seni Dan Sastra Nasional 2026 Oleh Dinas Pendidikan Kab Kediri

0

Redaksi.co, Kediri – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri menyerahkan hadiah Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS3N) 2026 tingkat SMP di Bhagawantha Bhari, Selasa (12/5/2026). Ajang tahunan bergengsi ini menjadi panggung bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat terbaik di bidang seni dan sastra.

FLS3N 2026 tingkat SMP di Kabupaten Kediri diikuti 54 SMP negeri dan swasta dengan delapan cabang lomba, meliputi musik tradisi, monolog, pantomim, tari kreasi, menyanyi solo, menggambar ilustrasi, hingga menulis cerita.

Para juara nantinya akan diseleksi untuk mewakili Kabupaten Kediri pada FLS3N tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Sebelum bertanding di tingkat provinsi, peserta terpilih akan mendapatkan training dan pelatihan khusus guna mematangkan kemampuan mereka.

Plt Kepala Bidang SMP Disdik Kabupaten Kediri, Wahyu Murdianto, mengatakan FLS3N bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah mencari dan membina talenta muda di bidang seni.

“FLS3N SMP Kabupaten Kediri ini menjadi ajang untuk mencari siswa berbakat di bidang seni. Para juara mendapatkan uang pembinaan, piagam penghargaan, dan piala. Kami berharap wakil Kabupaten Kediri nantinya mampu meraih prestasi di tingkat provinsi,” katanya.

Menurut Wahyu, kualitas penampilan peserta dari tahun ke tahun terus meningkat. Ia berharap pembinaan dari sekolah juga semakin maksimal agar potensi siswa dapat berkembang lebih optimal.

“Kedepan FLS3N harus semakin baik, baik dari segi pertunjukan maupun kualitas penampilan di panggung. Guru pembimbing juga harus maksimal memberikan pelatihan sesuai bidang masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Pare, Niam Isbad Futhona, mengapresiasi pelaksanaan FLS3N sebagai ruang positif bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan prestasi.

“FLS3N ini merupakan ajang prestasi dan prestise yang sangat bergengsi di bidang seni di Kabupaten Kediri. Ini menjadi momentum yang tepat bagi siswa untuk menggali bakat dan meraih prestasi terbaik,” ujarnya.

Ia menegaskan, sekolah akan terus mendukung siswa yang memiliki potensi di bidang seni agar mampu bersaing hingga tingkat provinsi bahkan nasional.

Melalui FLS3N 2026, Disdik Kabupaten Kediri berharap semakin banyak pelajar yang berani mengekspresikan kreativitas, mengasah kemampuan seni, dan membawa harum nama daerah melalui prestasi gemilang (Nuraeni Redaksi.co)

*Presiden Prabowo Akan Resmikan Museum Ibu Marsinah serta Panen Raya Jagung Nasional*

0

Jakarta , Redaksi.Co- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda nasional pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Provinsi Jawa Timur mulai dari peresmian Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk dan panen raya jagung kuartal II secara serentak di seluruh Polda dan Polres jajaran, hingga pengoperasionalan 166 SPPG di 18 provinsi serta peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan nasional.

Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa Polri mendukung penuh berbagai program strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan, ekonomi kerakyatan, dan kesejahteraan masyarakat melalui Satgas Pangan Polri yang dipimpin oleh Irjen Pol. Anwar serta Satgas MBG Polri yang dipimpin oleh Irjen Pol. Nurworo Danang.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto besok dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan buruh Indonesia. Selain itu juga akan dilaksanakan panen raya jagung kuartal II secara serentak di seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor pertanian dan desa.

“Polri bersama stakeholder terkait mendukung penuh program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Panen raya jagung kuartal II ini menjadi bukti sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Kadiv Humas Polri.

Selain itu, Presiden juga dijadwalkan meresmikan pengoperasionalan serentak 166 SPPG di 18 provinsi serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan.

“Pengoperasionalan 166 SPPG di 18 provinsi dan pembangunan 10 gudang ketahanan pangan merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekosistem pangan nasional, memastikan distribusi berjalan optimal, serta meningkatkan kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan pangan ke depan,” tutup Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Sat Polairud Polres Purwakarta Sambangi Wisatawan Waduk Jatiluhur, Imbau Waspada Cuaca dan Keselamatan

0

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – Dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di kawasan wisata perairan, personel Sat Polairud Polres Purwakarta melaksanakan kegiatan sambang dan pembinaan penyuluhan (Binluh) kepada pengunjung di pesisir Waduk Jatiluhur pada Jumat, 15 Mei 2026.

​Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB ini berlokasi di kawasan Dermaga Terpadu, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Aksi preventif ini dipimpin langsung oleh PS Kanit Patroli Sat Polairud Polres Purwakarta, AIPDA Yadi Suryadi, didampingi oleh BRIPKA Abdul Aziz.

​𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Laksanakan Program Disdikbud Karawang, SDN Ciktim II Gelar Acara “Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan”

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Polairud berdialog langsung dengan para wisatawan yang sedang beraktivitas di kawasan pesisir. Petugas menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan demi mengantisipasi potensi kecelakaan air (laka air) maupun gangguan kamtibmas.

​”Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berada di area waduk, terutama bagi pengunjung yang membawa anak-anak. Keselamatan harus menjadi prioritas utama untuk menghindari terjadinya laka air maupun korban tenggelam,” ujar AIPDA Yadi Suryadi.

Selain itu, petugas juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca dari musim kemarau menuju musim penghujan, yang berpotensi menimbulkan angin kencang serta gelombang air di kawasan waduk.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Polsek Jatiluhur Gencarkan Patroli KRYD, Antisipasi Tawuran dan Kejahatan Jalanan

​Tak hanya fokus pada keselamatan di air, personel Sat Polairud juga memberikan edukasi terkait kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, seperti:

  • ​Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor)
  • ​Peredaran narkoba
  • ​Gangguan kejahatan lainnya di kawasan wisata

​Wisatawan diimbau untuk selalu memarkirkan kendaraan di tempat yang aman, menggunakan kunci ganda, serta tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan.

​𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙋𝙐𝙇𝘼 : Kapolres Purwakarta Pastikan Perayaan Kenaikan Isa Almasih Berlangsung Aman dan Khidmat

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kasat Polairud Polres Purwakarta, AKP Jamal, menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan adalah wujud nyata pelayanan Polri untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

  • “Kegiatan sambang dan patroli dialogis ini terus kami tingkatkan untuk menjaga keamanan kawasan wisata Waduk Jatiluhur, sekaligus memberikan edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan diri dan keamanan lingkungan,” kata AKP Jamal.

​Senada dengan hal tersebut, Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini, turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bekerja sama.

  • “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas maupun tindak kejahatan,” tutup IPTU Tini Yutini.

​Melalui kegiatan sambang dan Binluh yang konsisten ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kebersihan di kawasan wisata Waduk Jatiluhur dapat semakin meningkat. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Tahun 2026, UP PKB Cilincing Maju Bersaing Raih Predikat WBK Tingkat Nasional

0

JAKARTA UTARA – Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Cilincing, Jakarta Utara, berkomitmen kuat mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Langkah ini diambil untuk memberikan perubahan mendasar dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala UP PKB Cilincing DKI Jakarta, Adji Kusambarto, menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas ini menjadi tonggak penting perbaikan sistem pelayanan yang lebih baik dan bertanggung jawab.
“Langkah ini merupakan wujud nyata janji kami dalam memberikan pelayanan yang sesuai standar dan ketentuan peraturan yang berlaku,” ujar Adji Kusambarto.

Ia menambahkan, predikat WBK dan WBBM telah memiliki acuan baku secara nasional dan akan diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalui proses penilaian yang ketat dan berkelanjutan selama satu tahun penuh.

“Setelah mendaftar di tingkat provinsi, kami akan mendapatkan akses penilaian melalui sistem lembar kerja elektronik nasional. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi menyeluruh, mulai dari survei langsung maupun tidak langsung, wawancara, penilaian profil unit kerja, hingga peninjauan media sosialisasi melalui kanal YouTube dan media sosial resmi,” jelasnya.

Penilaian tersebut mencakup enam area utama perubahan, meliputi: manajemen perubahan, peningkatan akuntabilitas kinerja, penguatan sistem pengawasan, manajemen sumber daya manusia, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Adji Kusambarto juga menyampaikan capaian yang telah diraih sebelumnya. Pada tahun 2025, UP PKB Cilincing telah berhasil meraih predikat Komitmen Zona Integritas Antikorupsi. Berbekal capaian tersebut, pada tahun 2026 ini pihaknya telah melengkapi diri dengan berbagai inovasi terbaru yang menjadi pembeda dalam pelayanan pengujian kendaraan bermotor di wilayah DKI Jakarta.

“Tahun ini kami telah mendaftarkan diri serta menyiapkan inovasi unggulan. UP PKB Cilincing siap bersaing dan dinilai menuju predikat WBK di tingkat nasional pada tahun 2026 ini,” tandasnya penuh keyakinan.

( Red//Kornellius)

*Respon Cepat Polsek Metro Menteng Kembalikan Ponsel Warga Negara Polandia Korban Jambret dalam 24 Jam*

0

Jakarta, Redaksi.Co- jajaran Satuan Reserse Kriminal Polsek Metro Menteng, Polres Metro Jakarta Pusat, berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (penjambretan) yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Polandia, Skorski Andrzej Piotr. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, petugas berhasil mengamankan dua tersangka beserta barang bukti milik korban di lokasi persembunyian mereka.

Kapolsek Metro Menteng mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada Jumat malam (08/05/2026) di depan Gedung Bank Mandiri Syariah, Jalan Agus Salim, Menteng. Keberhasilan pengungkapan ini bermula dari diamankannya seorang tersangka berinisial D (42) oleh warga di perempatan lampu merah Jalan Imam Bonjol tak lama setelah kejadian, yang kemudian segera ditindaklanjuti dengan pengembangan oleh Tim Buser Polsek Metro Menteng.

“Berkat koordinasi cepat di lapangan, tim berhasil melakukan pengejaran terhadap tersangka kedua berinisial F yang sempat melarikan diri. Tersangka F diamankan di sebuah rumah kontrakan di kawasan Johar Baru pada Sabtu malam, beserta barang bukti satu unit telepon genggam merk Samsung S21 FE milik korban yang sempat diambil paksa,” jelas Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu dalam keterangan resminya.

Atas keberhasilan tersebut, Andrzej Piotr secara pribadi mendatangi Mapolsek Metro Menteng untuk menerima kembali barang miliknya. Mengingat korban akan segera kembali ke negara asalnya dan sangat membutuhkan perangkat tersebut untuk menunjang aktivitas komunikasi internasional, korban memohon agar perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dilanjutkan ke ranah hukum pidana.

Korban mengungkapkan apresiasi yang mendalam atas dedikasi personel kepolisian yang bekerja secara profesional dan transparan. “Nama saya Andrzej Skorski dari Polandia. Ponsel saya dicuri dan saya menghubungi Polsek Metro Menteng. Dalam 24 jam, saya mendapat informasi ponsel saya ditemukan. Saya sangat berterima kasih kepada jajaran Polsek Metro Menteng karena mereka sangat profesional dalam membantu saya,” ujar Andrzej saat memberikan testimoni di Mapolsek.

Menanggapi permintaan korban, pihak kepolisian menyatakan akan memproses permohonan tersebut sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan aspek perlindungan terhadap hak-hak korban. Keberhasilan pengembalian barang bukti ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima dan menjaga keamanan bagi setiap warga negara, termasuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sebagai langkah antisipasi, Kepolisian Daerah Metro Jaya senantiasa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di ruang publik, terutama pada malam hari. Hindari penggunaan perangkat elektronik secara mencolok di pinggir jalan yang dapat mengundang niat pelaku kejahatan. Segera laporkan setiap kejadian menonjol kepada petugas kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center 110 untuk mendapatkan penanganan segera.

Diwarnai Kisruh, A.H. Bimo Suryono Terpilih Jadi Ketum KBPP Polri 2026-2031

0

Redaksi.co, JAKARTA | Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri periode 2026-2031 yang sempat diwarnai dinamika dan perbedaan pandangan akhirnya menetapkan A.H. Bimo Suryono sebagai Ketua Umum terpilih. Bimo memperoleh dukungan dari 24 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari total 34 DPD yang hadir dalam forum.

Sebelum pemilihan berlangsung, suasana Munas sempat memanas akibat perbedaan sikap antara peserta forum dan kubu petahana, Evita Nursanty. Meski demikian, proses pemilihan tetap berjalan hingga menghasilkan keputusan mayoritas peserta.

Usai terpilih, Bimo menegaskan perbedaan dalam organisasi merupakan hal yang wajar dan meminta seluruh pihak kembali bersatu membesarkan KBPP Polri.

“Kalau saya bukan terbelah jadi dua. Karena pendapat satu sama lain kadang berbeda. Tapi kita bisa lihat, sebagian besar pengurus daerah pada akhirnya memilih saya sebagai Ketua Umum 2026-2031,” kata Bimo kepada wartawan.

Ia mengatakan kontestasi dalam Munas telah selesai dan seluruh kader diharapkan kembali solid. Bimo juga menekankan KBPP Polri harus semakin kompak sebagai organisasi yang menjadi bagian dari keluarga besar Polri. Menurutnya, program ke depan akan diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi anggota.

“KBPP Polri harus lebih kompak lagi, bersama-sama membesarkan organisasi ini sehingga pada akhirnya juga bermanfaat buat anggotanya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Bimo mengaku telah berkomunikasi dengan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. usai munas melalui sambungan video call. Ia menyebut dukungan pembina organisasi menjadi bagian penting dalam proses legalitas kepengurusan baru.

“Kami tentunya untuk legalitas memerlukan SK dari pembina, yaitu Wakapolri,” katanya.

Bimo memastikan pintu organisasi tetap terbuka bagi seluruh kader, termasuk pihak yang sebelumnya berbeda pilihan dalam Munas.

“Silakan bergabung. Ke depan sudah tidak ada lawan,” tutur Bimo.

Diwarnai Kisruh, A.H. Bimo Suryono Terpilih Jadi Ketum KBPP Polri 2026-2031

0

Redaksi.co, JAKARTA | Musyawarah Nasional (Munas) VI Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri periode 2026-2031 yang sempat diwarnai dinamika dan perbedaan pandangan akhirnya menetapkan A.H. Bimo Suryono sebagai Ketua Umum terpilih di JS Luwansa Hotel, Jumat (15/5). Bimo memperoleh dukungan dari 24 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari total 34 DPD yang hadir dalam forum.

Sebelum pemilihan berlangsung, suasana Munas sempat memanas akibat perbedaan sikap antara peserta forum dan kubu petahana, Evita Nursanty. Meski demikian, proses pemilihan tetap berjalan hingga menghasilkan keputusan mayoritas peserta.

Usai terpilih, Bimo menegaskan perbedaan dalam organisasi merupakan hal yang wajar dan meminta seluruh pihak kembali bersatu membesarkan KBPP Polri.

“Kalau saya bukan terbelah jadi dua. Karena pendapat satu sama lain kadang berbeda. Tapi kita bisa lihat, sebagian besar pengurus daerah pada akhirnya memilih saya sebagai Ketua Umum 2026-2031,” kata Bimo kepada wartawan.

Ia mengatakan kontestasi dalam Munas telah selesai dan seluruh kader diharapkan kembali solid. Bimo juga menekankan KBPP Polri harus semakin kompak sebagai organisasi yang menjadi bagian dari keluarga besar Polri. Menurutnya, program ke depan akan diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi anggota.

“KBPP Polri harus lebih kompak lagi, bersama-sama membesarkan organisasi ini sehingga pada akhirnya juga bermanfaat buat anggotanya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Bimo mengaku telah berkomunikasi dengan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. usai munas melalui sambungan video call. Ia menyebut dukungan pembina organisasi menjadi bagian penting dalam proses legalitas kepengurusan baru.

“Kami tentunya untuk legalitas memerlukan SK dari pembina, yaitu Wakapolri,” katanya.

Bimo memastikan pintu organisasi tetap terbuka bagi seluruh kader, termasuk pihak yang sebelumnya berbeda pilihan dalam Munas.

“Silakan bergabung. Ke depan sudah tidak ada lawan,” tutur Bimo.

Polsek Pasawahan Patroli Dialogis: Imbau Pekerja Utamakan Keselamatan dan Waspada Curanmor

0

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), jajaran Polsek Pasawahan, Polres Purwakarta, melaksanakan patroli dialogis di wilayah hukumnya pada Jumat, 15 Mei 2026.

​Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini berfokus di Jalan Terusan Kapten Halim, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta. Patroli dilaksanakan oleh KSPKT II AIPTU Agus Supriadi bersama anggota unit Binmas BRIPKA Ujang Mustofa, dengan menyasar sejumlah titik aktivitas masyarakat dan pekerja.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 : Polsek Jatiluhur Gencarkan Patroli KRYD, Antisipasi Tawuran dan Kejahatan Jalanan

​Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan situasi kamtibmas sekaligus mengantisipasi tindak pidana C3 (Curat, Curas, dan Curanmor), peredaran miras, narkoba, kepemilikan senjata tajam, hingga potensi kejahatan jalanan.

​Selain memantau keamanan, personel Polsek Pasawahan juga memberikan imbauan secara humanis kepada para pekerja untuk selalu mengutamakan keselamatan (K3) dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan pribadi. Petugas mengingatkan agar kendaraan diparkir di tempat yang aman dan menggunakan kunci pengaman tambahan.

​“Keselamatan kerja dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar sangat penting. Jangan meninggalkan kendaraan di sembarang tempat. Gunakan kunci ganda dan pastikan diparkir di tempat aman guna mengantisipasi curanmor,” ujar AIPTU Agus Supriadi saat berdialog dengan pekerja.

​Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, AIPTU Agus juga mengingatkan para pekerja lapangan untuk lebih berhati-hati terhadap potensi hujan deras yang dapat membahayakan keselamatan.

​𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙋𝙐𝙇𝘼 : Kapolres Purwakarta Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Kenaikan Isa Almasih 2026

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kasi Humas Iptu Tini Yutini, menyatakan bahwa patroli dialogis ini merupakan langkah preventif berkala untuk menekan potensi gangguan kriminalitas.

  • “Kami terus meningkatkan patroli dan sambang warga sebagai upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan,” ungkap Tini. 

​Pihak kepolisian juga meminta masyarakat tidak lengah dan segera melaporkan ke polsek terdekat jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

​”Keamanan dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kepedulian serta kehati-hatian, baik dalam bekerja maupun berkendara di tengah cuaca ekstrem, situasi yang kondusif di wilayah Pasawahan dapat terus terjaga,” pungkasnya. (*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Putra Daerah Botteng Tegas Tolak Tambang Logam Tanah Jarang, Sebut Wilayahnya Mau Dijadikan Zona Pengorbanan!

0

Redaksi.co MAMUJU : Di balik gemerlap tren global “transisi energi” dan ambisi memburu Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements), sebuah perlawanan sengit justru sedang membara di jantung Sulawesi Barat. Rencana eksploitasi yang digadang-gadang menjadi masa depan industri hijau kini membentur dinding tebal penolakan dari rahimnya sendiri: putra daerah Desa Botteng.

Rafiil, Bendahara Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulbar, mendadak jadi sorotan setelah melontarkan provokasi publik yang menelanjangi proyek ambisius di wilayah Botteng dan Takandeang. Proyek ini dituding bukan membawa kesejahteraan, melainkan drama kehancuran yang mempertaruhkan masa depan ruang hidup masyarakat.

Dalam pernyataan sikap yang menghentak pada Jumat (15/5/2026), aktivis muda asal Botteng ini menegaskan rasa muaknya terhadap syahwat industri global yang ingin menumbalkan tanah kelahirannya.

“Transisi energi tidak boleh menjadi alasan untuk memindahkan beban kerusakan lingkungan ke daerah kami. Pemuda Botteng menolak dijadikan korban rantai pasok global!” gertak Rafiil tanpa kompromi.

Logam tanah jarang boleh jadi primadona baru dunia teknologi, namun IPMAPUS Sulbar menguliti sisi gelap di balik proses ekstraksinya. Kalkulasi dampak lingkungan yang mereka beberkan mengerikan, sebuah skenario ekosida yang mengintai Mamuju.

1. Sabuk Hijau yang Terancam Botak: Deforestasi massal yang siap melahap hutan-hutan asri.

2. Hantu Asam Sulfat: Ancaman krisis air bersih akut akibat potensi rembesan bahan kimia berisiko tinggi yang digunakan untuk memurnikan logam.

3. Bom Waktu Kesehatan: Bahaya laten paparan limbah industri yang mengintai warga lingkar tambang.

Secara hukum, romansa investasi ini dinilai cacat moral. IPMAPUS menegaskan ada pembangkangan konstitusi yang nyata, menabrak Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 tentang hak atas lingkungan sehat, sekaligus mengangkangi UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Seksi, ambisius, tapi sekaligus ugal-ugalan. Data Kementerian ESDM yang diolah Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) membongkar angka yang mencengangkan, lebih dari 20 ribu hektare lahan di Mamuju masuk dalam plot pengembangan proyek ini. Wilayah Botteng dan Takandeang kini tengah dibidik untuk dijadikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).

Bagi warga lokal, ini bukan sekadar angka di atas kertas korporasi, melainkan rencana perampasan ruang hidup yang terstruktur.

Masyarakat lahir, besar, dan hidup di Botteng. Tidak ada alasan bagi negara untuk mengorbankan kampung kami demi proyek yang tidak kami setujui,” cetus Rafiil.

Melihat situasi yang kian kritis dan seksi untuk memicu eskalasi massa, IPMAPUS Sulbar melayangkan tiga tuntutan mutlak yang tidak bisa ditawar lagi oleh pemerintah pusat maupun daerah:

* Hentikan Total: Cabut seluruh proses perizinan dan rencana pengembangan tambang tanah jarang di Botteng dan Takandeang.

* Dialog Adil (Bukan Formalitas): Buka ruang negosiasi yang transparan dan sejajar dengan masyarakat terdampak, hentikan drama sosialisasi sepihak.

* Prinsip Kehati-hatian: Gunakan akal sehat dan precautionary principle sebelum mengetuk palu kebijakan yang berpotensi fatal.

IPMAPUS Sulbar memastikan mereka tidak akan mundur selangkah pun. Bersama warga Botteng dan koalisi masyarakat sipil, mereka siap mengonsolidasikan kekuatan di jalanan untuk mengawal isu ini hingga ada jaminan mutlak atas hak tanah mereka.

Penolakan dari pemuda Botteng ini bukan sekadar protes biasa; ini adalah alarm keras bagi para pemangku kebijakan bahwa kilau logam tanah jarang di Mamuju kini sedang dibayangi oleh amarah rakyat yang menolak ditumbalkan. (ZUL)

27 Ribu Hektare Tanah Mamuju Dikepung Tambang LTJ, PMII: Pemprov Sulbar Jangan Main Sembunyi-Sembunyi!

0

Redaksi.co MAMUJU : Aroma kongkalikong dan syahwat eksploitasi raksasa pertambangan di Sulawesi Barat mulai tercium menyengat. Rencana pengelolaan Tambang Logam Tanah Jarang (LTJ) di Kabupaten Mamuju kini bergeser menjadi bola panas yang siap meledak kapan saja.

Secara mengejutkan, gerakan mahasiswa melalui Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mamuju langsung mengambil posisi “perang” frontal melawan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Mereka mencium gelagat tidak beres di balik kemesraan Pemprov dengan para cukong industri.

Ketegangan ini memuncak pasca pertemuan rahasia berkedok dinas antara Gubernur Sulawesi Barat dengan Badan Industri Mineral (BIM) dan PT Perminas pada Kamis, 14 Mei 2026. Pertemuan tersebut diduga kuat menjadi pintu masuk untuk mengeksploitasi “harta karun” LTJ bumi Sulbar.

Persoalan Tambang LTJ ini, kami dari PMII memperingati Pemprov agar hati-hati dalam mengambil keputusan. Sebab, hal ini menyangkut ruang hidup masyarakat banyak!” gertak Sekretaris PC PMII Mamuju, Ikbal Lestari, dengan nada tinggi, Jumat (15/05/2026).

Bukan tanpa alasan PMII meradang. Nilai investasi seksi dari komoditas super langka (LTJ) ini diduga membuat pemerintah buta. Bayangkan saja, lebih dari 27 ribu hektare lahan subur yang menjadi ruang hidup rakyat kini masuk dalam radar bidikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).

Berikut adalah 5 Blok “Harta Karun” yang siap dikavling dan dieksploitasi besar-besaran:

Nama Blok Pertambangan Luas Lahan (Hektare) Wilayah Terdampak.

* Blok Bebanga – Ampallas 8.712 Ha Pemukiman & Lahan Rakyat

* Blok Tapalang – Botteng – Pangasaan – Ahu 7.813 Ha Ruang Hidup Masyarakat

* Blok Hulu Mamuju 4.087 Ha Kawasan Penyangga

* Blok Tapalang – Rantedoda – Taan 4.010 Ha Hak Ulayat/Masyarakat

* Blok Mamuju 2.670 Ha Pusat Sektor Strategis

Sekitar 27 ribu hektare tanah rakyat masuk usulan WIUP. Seharusnya pemerintah daerah mengutamakan dialog dengan masyarakat dulu, bukan malah langsung kasak-kusuk ke pusat! Ini terkesan terburu-buru dan mengangkangi hak rakyat,” semprot Ikbal.

​Menghisap Kekayaan, Menyisakan Konflik PMII menilai langkah Pemprov Sulbar yang membuka ruang negosiasi dengan pihak korporasi sebelum mengetuk pintu rumah warga adalah bentuk pengkhianatan terhadap publik. Langkah instan ini dinilai seksi bagi kantong investor, namun menjadi bom waktu konflik sosial bagi warga lokal.

“Sejarah kelam pertambangan di Indonesia membuktikan, konflik sosial pecah karena rakyat selalu dijadikan opsi terakhir dalam kebijakan. Pemerintah jangan pura-pura buta!” cetus Ikbal memperingatkan.

​Skandal ini semakin seksi dan mencurigakan karena berjalan beriringan dengan mandeknya pembahasan revisi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Barat (2015–2034).

​PMII mencium adanya indikasi revisi RTRW ini sengaja “didesain” di ruang gelap demi memuluskan legalitas eksploitasi tambang LTJ tersebut.
​PMII Mamuju mengeluarkan ultimatum keras: Buka draf RTRW ke publik, atau hadapi perlawanan massa!

“Kami menegaskan agar revisi RTRW Sulawesi Barat dibahas secara terbuka. Libatkan tokoh adat, pemuda, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat. Jangan dibahas sembunyi-sembunyi seperti pencuri di malam hari!” tegas Ikbal menutup pernyataannya.

​Kini, bola panas ada di tangan Gubernur Sulbar. Apakah ia akan memilih menjadi pelayan rakyat, atau justru tunduk pada syahwat oligarki pertambangan? Publik Mamuju kini menuntut pembuktian. (ZUL)