Beranda blog Halaman 184

Calo disebut bergerak terang-Terangan disamsat Sidoarjo kota,nama OKnum mulai disebut

0

Redaksi.co||Sidoarjo – Wajah pelayanan publik di Samsat Sidoarjo Kota kembali dipertanyakan publik.

Di saat pernyataan resmi menyebut praktik calo dan biro jasa ilegal tidak dibenarkan, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan hal yang sebaliknya: calo diduga masih bebas bergerak, menawarkan jasa secara terang-terangan, bahkan seolah tanpa rasa takut terhadap penindakan.(16/5/2026)

Ironisnya, dugaan praktik itu bukan terjadi di tempat tersembunyi. Berdasarkan penelusuran warga, aktivitas penawaran jalur cepat justru muncul di sekitar area pelayanan, tepat ketika masyarakat datang untuk mengurus administrasi kendaraan.

“Baru masuk sudah ditanya mau cepat atau biasa,” ungkap salah satu warga yang mengaku pernah didatangi perantara jasa.

Kalimat sederhana itu menjadi tamparan keras bagi citra pelayanan publik.

Sebab jika benar terjadi terus-menerus, maka publik berhak mempertanyakan:
apakah pengawasan di Samsat Sidoarjo Kota benar-benar berjalan, atau justru lumpuh di depan praktik lapangan?

Jalur Resmi Dipersulit, Jalur Perantara Diduga Dipermudah
Dari hasil investigasi lapangan, muncul pola yang dianggap janggal oleh masyarakat.

Pemohon jalur resmi disebut harus menghadapi antrean panjang, perpindahan loket, hingga proses yang memakan waktu.

Namun di sisi lain, pengguna jasa perantara dikabarkan memperoleh proses lebih cepat dan minim hambatan.

Kondisi ini melahirkan dugaan serius bahwa ada “dua wajah pelayanan” dalam satu institusi:
satu untuk masyarakat umum,
satu lagi untuk jalur akses tidak resmi.

Jika benar demikian, maka ini bukan lagi persoalan kecil tentang biro jasa biasa.

Ini menyentuh dugaan yang lebih berbahaya:
pelayanan publik diduga mulai dikendalikan oleh permainan akses dan kedekatan.

Nama Oknum Mulai Disebut, Publik Menuntut Pembuktian
Dalam percakapan warga dan hasil penelusuran lapangan, muncul nama seorang oknum anggota lantas berinisial A.B. yang disebut-sebut mengetahui atau diduga memiliki hubungan dengan jalur percepatan tersebut.

Tentu dugaan ini harus dibuktikan melalui pemeriksaan resmi dan asas praduga tak bersalah wajib dikedepankan.

Namun publik mempertanyakan satu hal yang sulit diabaikan:
mengapa praktik calo bisa tetap hidup jika benar tidak ada pembiaran dari dalam?

Sebab aktivitas yang berlangsung terbuka dan berulang membuat masyarakat sulit percaya bahwa semuanya murni ulah pihak luar.

Calo Seolah Kebal, Ketegasan Dipertanyakan
Yang paling mengusik publik bukan hanya keberadaan calo, tetapi kesan bahwa mereka bergerak begitu nyaman.
Mereka menawarkan jasa tanpa takut.

Mereka mendekati pemohon tanpa ragu.

Dan hingga kini, masyarakat mengaku belum melihat gebrakan besar yang benar-benar membersihkan praktik tersebut sampai ke akar.

Situasi ini menimbulkan kesan pahit:
aturan tampak keras kepada rakyat kecil, tetapi terlihat lunak terhadap permainan yang terjadi di sekitar pelayanan.
Desakan Publik: Bongkar Sampai Akar
Publik kini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan normatif.

Jika memang serius ingin membersihkan Samsat dari praktik percaloan, maka langkah yang ditunggu masyarakat jelas:
operasi penertiban terbuka,
audit internal,
pemeriksaan terhadap oknum yang disebut warga,
dan transparansi hasil investigasi kepada publik.

Karena selama praktik ini masih terlihat hidup di depan mata masyarakat, maka kepercayaan publik akan terus terkikis.

Dan selama calo masih bebas menawarkan “jalur cepat”, satu pertanyaan akan terus menghantui Samsat Sidoarjo Kota:
siapa sebenarnya yang paling berkuasa di area pelayanan — aturan resmi, atau jaringan permainan lapangan?

Catatan redaksi: Tulisan ini disusun berdasarkan penelusuran lapangan dan pengakuan sejumlah warga. Semua dugaan tetap memerlukan verifikasi lebih lanjut dan hak jawab dari pihak terkait sesuai prinsip jurnalistik.(bersambung)

Kapolri Beberkan Inovasi Polri Manfaatkan dan Tingkatkan Produksi Pertanian

0

JAKARTA ,Redaksi.Co- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan sejumlah inovasi yang telah dilaksanakan oleh Polri dalam rangka memanfaatkan dan meningkatkan produksi pertanian.

Sigit mengungkapkan, Polri melakukan kerja sama dengan UMKM lokal untuk mendorong pemanfaatan hasil samping pertanian melalui pengembangan briket tongkol jagung dengan nama Miracle Carbon (mirekel karbon).

“Sebagai energi alternatif untuk keperluan rumah tangga, pendukung UMKM, penghangat kandang ayam, serta pengganti kayu bakar,” kata Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, Groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri serta launching operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Di segi mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Sigit menyebut, Korps Bhayangkara melahirkan inovasi pupuk Presisi berbasis batu bara, yang bermanfaat untuk menaikkan PH sebanyak satu sampai dengan dua
tingkat.

“Sekaligus merestorasi unsur hara, sehingga dapat menyuburkan tanah dan menyehatkan tanaman,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, inovasi tersebut sudah berjalan di lahan pertanian jagung pada Provinsi Jawa Barat dan Papua.

Lebih dalam, Sigit menuturkan, inovasi lain yang telah dilakukan Polri di antaranya membuat vertical dryer, mobil pemipil, soil tester, pompa tenaga surya, Atmosphere Water Generator, serta Mobile Rotary Dryer.

“Yang bermanfaat untuk mengeringkan jagung secara merata dan lebih bersih tanpa harus membawa hasil panen ke gudang,” tutup Sigit.

Pilu.! Satu Bulan Jeritan 62 Keluarga di Pedalaman Mamasa Terlupakan, Bertaruh Nyawa Demi Secercah Cahaya

0

Redaksi.co MAMASA : Ketika malam jatuh di Dusun Sambaho dan Dusun Tambating, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, yang tersisa hanyalah keheningan yang mencekam dan kegelapan yang pekat. Sudah hampir satu bulan, waktu seolah berhenti bagi 62 kepala keluarga di pedalaman ini. Harapan hidup mereka, sebuah mesin turbin sederhana, hancur dihantam longsor, meninggalkan jerit tak terdengar dari warga yang dipaksa hidup dalam keterbatasan.

Bencana yang seolah tak berkesudahan kembali memuncak pada Kamis, 14 Mei 2026. Alih-alih mendapatkan bantuan setelah berminggu-minggu hidup tanpa listrik, alam justru kembali melayangkan pukulan telak. Longsor susulan menerjang, menghancurkan rumah turbin, dan mematahkan tiga batang pipa utama yang selama ini menjadi urat nadi pengalir kehidupan warga.

“Sudah hampir satu bulan turbin tidak menyala. Kemudian longsor kembali terjadi dan menghancurkan pipa pengalir air ke mesin turbin,” ungkap M. Yahya P., warga Dusun Sambaho, dengan nada suara yang sarat akan keputusasaan.

Kerusakan ini bukan sekadar perkara matinya lampu, melainkan lumpuhnya kehidupan. Material longsor yang membentang hingga 40 meter telah mengubur mimpi anak-anak untuk belajar dengan layak di malam hari, dan mematikan perputaran ekonomi warga yang sudah sulit.

Sebanyak 62 Kepala Keluarga kini terisolasi dalam kegelapan malam, terbagi di tiga wilayah yang perlahan terlupakan:

21 KK di Dusun Sambaho Dua

16 KK di Dusun Sambaho Satu

25 KK di Dusun Tambating

Pada malam hari, wilayah ini bak kota mati. Warga hanya bisa mengandalkan penerangan seadanya, sebatang lilin atau pelita minyak tanah yang meredup, sembari berdoa agar tidak ada longsor susulan yang datang menjemput mereka di dalam gelap.

Pilu yang paling menyakitkan dari tragedi ini bukanlah ganasnya longsor, melainkan kesunyian dari pihak penguasa. Hingga detik ini, belum ada satu pun uluran tangan, alat berat, maupun kebijakan dari pemerintah daerah maupun pusat yang menyentuh tanah Pamoseang. Warga dibiarkan berjuang sendiri, berteman sepi dan ancaman maut.

Dipicu rasa putus asa sekaligus enggan menyerah pada nasib, pada Sabtu, 16 Mei 2026, warga memilih bertaruh nyawa. Tanpa alat berat, tanpa pengaman, mereka berjalan kaki sejauh dua kilometer membelah medan curam yang licin dan berbahaya.

Menggunakan tangan kosong dan alat seadanya, mereka bergotong royong mengais dan menyambung kembali pipa-pipa yang tersisa. Di atas kepala mereka, tebing-tebing curam masih mengintai, siap longsor kapan saja saat hujan mengguyur. Mereka tahu ini berbahaya, namun hidup dalam kegelapan abadi jauh lebih menakutkan.

Masyarakat Pamoseang tidak meminta kemewahan. Mereka hanya meminta hak paling dasar sebagai manusia: cahaya di malam hari. Kini, di tengah ancaman wilayah yang benar-benar terisolasi, warga hanya bisa melayangkan harapan terakhir mereka lewat angin malam.

“Kami hanya berharap pemerintah bisa membantu agar turbin ini kembali menyala, karena itu satu-satunya sumber listrik kami,” lirih M. Yahya P.

Pertanyaannya kini: Harus berapa malam lagi anak-anak di pedalaman Mamasa ini tertidur dalam kegelapan sebelum suara mereka akhirnya didengar oleh mereka yang duduk di kursi nyaman berlampu terang? (ZUL)

Pengamanan Haul Mama Sempur Ke-51, Polisi di Purwakarta Berikan Pelayanan Prima Untuk Masyarakat.

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Personel Kepolisian Resor (Polres) tak henti-hentinya melayani masyarakat di jelang kegiatan Haul Mama Sempur ke 51, pada Sabtu, 16 Mei 2026, petang.

Diketahui, Peringatan haul wafatnya KH Tubagus Ahmad Bakri bin Tubagus Seda atau lebih dikenal dengan sebutan Mama Sempur tidak lama lagi akan berlangsung.

Namun demikian, di sekitar area pemakamannya yang berlokasi di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sejak sepekan terakhir mulai ramai dipadati para perziarah yang berasal dari berbagai daerah.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 : Polres Purwakarta Hadiri Launching Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Desa Cilingga

Untuk itu, personel Polsek Plered, Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui kegaitan pengaturan lalu lintas di depan Kecamatan Plered.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kapolsek Plered, AKP Ali Murtadho mengatakan, kegiatan tersebut merupakan perwujudan Quick Wins Kapolri Presisi dan memberikan rasa aman nyaman dalam momen peringatan haul Mama Sempur.

  • “Sebagimana araha Bapak Kapolres Purwakarta. Ini sebagai salah satu wujud kinerja polri dalam memberikan pelayanan Kepolisian ditengah-tengah aktivitas warga masyarakat agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas,” ucap Ali.

Ia menyebut, pengaturan lalu lintas tersebut guna mengurai perlambatan arus di wilayah Kecamatan Plered.

Selain itu, Ali menambahkan, pengaturaan lalulintas ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang rawan terjadi, selain itu kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat guna memberikan rasa aman dari aksi kejahatan dan lain-lain, Polri hadir guna memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

  • “Hari ini semua Personel polsek Plered turun ke jalan dalam rangka pengaturan dan pengamanan antisipasi lonjakan arus lalin yang melintas diwilayah Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, sehingga dengan melakukan gatur lantas di jalan dapat mengurai kemacetan dan membuat nyaman para pengguna jalan,” ungkapnya.

Kapolsek berharap, semoga pengaturan lalu lintas yang dilakukan seluruh personil Polsek Plered, Polres Purwakarta ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman untuk semua pengguna jalan.

“Jadi taati peraturan lalulintas demi keselamatan bersama demi terwujudnya wilayah yang aman dan kondusif,” tutup AKP Ali Murtadho. (*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Tingkatkan Pelayanan dan Profesionalisme, Polres Ternate Resmikan Gedung Tathya Dharaka Sat Reskrim

0

REDAKSI.CO – Guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Ternate meresmikan Gedung Tathya Dharaka milik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) di Markas Komando (Mako) Polres Ternate, Sabtu (16/5).

Prosesi peresmian dipimpin langsung oleh Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., selaku penanggung jawab kegiatan. Turut hadir dalam acara tersebut Wakapolres Ternate Kompol Kurniawi H. Barmawi, S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama (PJU), para Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) jajaran, serta segenap personel Polres Ternate.

Dalam sambutannya, Kapolres Ternate menegaskan bahwa peresmian gedung baru ini merupakan wujud komitmen institusi untuk terus meningkatkan mutu pelayanan publik.

“Peresmian gedung ini merupakan bagian dari upaya Polres Ternate dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Gedung Tathya Dharaka diharapkan dapat menjadi fasilitas pendukung yang representatif, modern, dan profesional untuk menunjang kinerja personel Sat Reskrim dalam memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Saya berharap seluruh personel Sat Reskrim Polres Ternate dapat memaknai gedung ini tidak hanya sebagai ruang kerja, melainkan juga sebagai simbol komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional, humanis, transparan, dan berintegritas,” tambahnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita oleh Kapolres Ternate didampingi Wakapolres sebagai tanda resmi beroperasinya Gedung Tathya Dharaka Sat Reskrim Polres Ternate. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur.

Seusai prosesi, Kapolres dan Wakapolres Ternate bersama para PJU melakukan peninjauan langsung ke dalam gedung untuk memeriksa kesiapan fasilitas yang tersedia.

Sinergi Polri dan Petani: Polres Purworejo Sukseskan Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun 2026

0

PURWOREJO | Redaksi.co – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di lahan pertanian seluas 3.000 meter persegi di Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, Sabtu (16/05) sore.

Rangkaian acara diawali dengan mengikuti Zoom Meeting bersama Presiden RI dan Kapolri. Agenda terpusat tersebut mencakup peresmian Museum dan Monumen Perjuangan Pahlawan Nasional Marsinah, peresmian 10 gudang Polri, 166 SPPG Polri di 18 Polda, serta seremoni Panen Raya Jagung Serentak di seluruh Indonesia.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, memimpin langsung jalannya panen raya ini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pertanian Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., Kepala Gudang Bulog Purworejo, Erdiyanto, PJU Polres Purworejo, Forkopimcam Grabag, serta para kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis petani dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran Polsek untuk terus mendampingi petani dalam memanfaatkan lahan produktif, sehingga kemandirian pangan di wilayah Purworejo tetap terjaga dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tegas AKBP Windy Syafutra.

Setelah prosesi panen bersama usai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata dukungan sarana produksi pertanian. Kapolres Purworejo menyerahkan bantuan sejumlah paket pupuk secara simbolis kepada kelompok tani Desa Harjobinangun. Bantuan ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban biaya produksi petani pada musim tanam berikutnya.

Kepala Desa Harjobinangun, Wuryanto, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan kepolisian yang tidak hanya membantu proses panen, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar petani.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Purworejo. Bantuan pupuk ini sangat berarti bagi kelompok tani kami untuk melanjutkan produktivitas lahan setelah panen jagung ini selesai,” ujar Wuryanto.

Seluruh hasil jagung yang dipetik kolaborasi antara personel Polres dan warga tersebut langsung diangkut untuk dikirimkan ke Gudang Bulog Kabupaten Purworejo guna memastikan rantai distribusi berjalan efektif.

Melalui kegiatan ini, Kapolres Purworejo berharap sinergi antara Polri, Dinas Pertanian, Bulog, dan masyarakat terus diperkuat. Beliau menginginkan agar keberhasilan di Desa Harjobinangun ini menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Kabupaten Purworejo untuk lebih optimal dalam mengelola potensi pertanian demi kesejahteraan bersama. (*/WS)

Sumber : Si Humas Polres Purworejo

Polres Purwakarta Hadiri Launching Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Desa Cilingga

0

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – Jajaran Polres Purwakarta menghadiri kegiatan launching (peluncuran) operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 16 Mei 2026.

​Kegiatan ini dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kampung Cilingga RT 17/RW 02, Desa Cilingga, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

​Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mendelegasikan kehadiran kepada Kabag Ren Polres Purwakarta KOMPOL Dr. H. Iwan Rasiwan, bersama Kapolsek Darangdan AKP Yoga Prayoga.

​Turut hadir dalam acara tersebut:

​TNI: Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar beserta para Danramil Kodim 0619/Purwakarta.

​DPRD: Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta Zusyef Gusmawan.

​Pemerintah Daerah: Kadisperindag Kabupaten Purwakarta Hariman Budi Anggoro, dan Kadis DPMD Kabupaten Purwakarta Rustaman Arifin.

​Instansi Lain: Unsur Kejaksaan Negeri Purwakarta, Forkopimcam, kepala desa, kelompok tani, hingga tokoh masyarakat setempat.

​Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, dan dilanjutkan dengan video conference peluncuran operasionalisasi 1.061 titik KDKMP oleh Presiden Republik Indonesia. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama seluruh tamu undangan.

Arahan Menko Pangan dan Presiden RI

1. Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan

​Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju dan mandiri.

​Peran Koperasi: Koperasi Desa Merah Putih menjadi wadah penting dalam penguatan distribusi pangan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan produktivitas ekonomi desa.

​Apresiasi TNI: Beliau menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Babinsa, atas dukungan dan pendampingan terhadap pembangunan koperasi desa sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.

2. Presiden RI, Prabowo Subianto

​Presiden menyampaikan bahwa operasionalisasi 1.061 titik KDKMP dalam waktu kurang dari satu tahun merupakan tonggak sejarah penting bagi Indonesia. Program ini menjadi bukti nyata sinergitas pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga tingkat desa.

Rencana Pengembangan Unit Usaha KDKMP:

​Akses Layanan Keuangan: Menghadirkan akses pembiayaan dan kredit murah melalui layanan keuangan desa untuk pelaku usaha kecil, petani, nelayan, dan masyarakat umum.

​Sektor Usaha Koperasi: Penyediaan sembako, distribusi pupuk, layanan logistik desa, apotek, hingga penyaluran berbagai program strategis pemerintah.

Pernyataan Resmi Jajaran Polres Purwakarta

​• Kabag Ren Polres Purwakarta, KOMPOL Dr. H. Iwan Rasiwan (Mewakili Kapolres Purwakarta):

​”Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendukung pembangunan ekonomi masyarakat berbasis desa. Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dan kemandirian desa.”

​• Kapolsek Darangdan, AKP Yoga Prayoga:

​”Kami mendukung penuh program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi desa. Kehadiran KDKMP diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga.”

​• Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini:

“Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, koperasi dapat menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.”

​”Melalui koperasi, masyarakat desa memiliki peluang besar untuk berkembang secara mandiri. Karena itu, mari bersama-sama menjaga dan memanfaatkan program ini dengan menjaga transparansi, kebersamaan, dan partisipasi aktif dalam pengelolaannya,” pungkasnya. (*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Kodim 0708 Purworejo Launching 52 Titik KDKMP, Diresmikan Serentak oleh Presiden Prabowo

0

 

𝗣𝗨𝗥𝗪𝗢𝗥𝗘𝗝𝗢 || 𝗥𝗲𝗱𝗮𝗸𝘀𝗶.𝗰𝗼 – Kodim 0708 Purworejo melaunching sebanyak 52 titik Koperasi Kelurahan Desa Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan secara serentak bersama 1.061 titik di seluruh Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui video conference dari Desa Ngelawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian KDKMP tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa dan kelurahan melalui pengembangan koperasi berbasis kerakyatan. Program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui berbagai sektor usaha produktif di masing-masing wilayah.

Pelaksanaan video conference di Kabupaten Purworejo dipusatkan di KDKMP Kelurahan Cangkrep Lor, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, Kasi Ren Korem 072/Pamungkas Kolonel Inf Agus Indra Gunawan, Forkopimda Kabupaten Purworejo, dinas terkait, Forkopimcam, serta warga setempat yang antusias mengikuti jalannya peresmian.

Dandim 0708 Purworejo melalui Danramil 01 Purworejo Kapten Inf Noor Cholik mengatakan, pada hari ini Kodim 0708 Purworejo melaksanakan video conference bersama Presiden RI dalam rangka peresmian KDKMP di wilayah Kabupaten Purworejo yang dipusatkan di Kelurahan Cangkrep Lor.

“Untuk Kabupaten Purworejo sendiri terdapat 52 titik KDKMP yang diresmikan secara bersamaan dengan 1.061 titik di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keberadaan KDKMP diharapkan mampu menjadi wadah bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif, baik di bidang perdagangan, pertanian, peternakan, maupun usaha mikro kecil lainnya yang ada di wilayah desa dan kelurahan.

Lebih lanjut, Danramil menyampaikan bahwa di masing-masing kecamatan juga dilaksanakan peresmian bersama Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Dengan berdirinya KDKMP tersebut, diharapkan dapat berkolaborasi dengan program MBG di wilayah.

“Dengan adanya KDKMP ini nantinya diharapkan dapat mendukung berbagai program pemerintah di daerah, termasuk program MBG, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain sebagai sarana penguatan ekonomi masyarakat, keberadaan KDKMP juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga di Kabupaten Purworejo. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan seluruh elemen masyarakat, koperasi diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kami berharap dengan adanya KDKMP ini nantinya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan masyarakat Kabupaten Purworejo pada umumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Susanti, warga Cangkrep, menyambut baik launching KDKMP tersebut. Ia berharap koperasi yang telah diresmikan dapat berjalan aktif dan memberikan manfaat nyata dalam membantu perekonomian warga, khususnya dalam pengembangan usaha kecil serta peningkatan pendapatan masyarakat di wilayah pedesaan maupun kelurahan. (*/𝗥𝗶𝗰𝗼)

Ketua Srikandi IPMAPUS Sulbar Ledakkan Penolakan TTJ di Mamuju: “Jangan Korbankan Rakyat Demi Investasi”

0

Redaksi.co MAMUJU : Bara perlawanan rakyat terhadap rencana eksploitasi tambang logam tanah jarang (rare earth) di Kabupaten Mamuju kini resmi meledak. Bukan lagi sekadar riak penolakan, gerakan ini berubah menjadi perlawanan sengit setelah Ketua Srikandi Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu Sulawesi Barat (PP-IPMAPUS Sulbar), Nur Aysya, turun gelanggang dan menabuh genderang perang secara terbuka.

Dengan narasi yang membakar, Nur Aysya mengecam keras wacana eksploitasi tersebut. Ia melabeli proyek investasi ini bukan sebagai pembawa kesejahteraan, melainkan “bom waktu” mematikan yang siap menghancurkan ruang hidup dan masa depan Sulawesi Barat.

“Kami menolak dengan tegas segala bentuk aktivitas tambang tanah jarang di Mamuju! Jangan berani-berani menjadikan tanah, kampung, dan rakyat kami sebagai tumbal investasi,” tegas Nur Aysya dengan nada tinggi penuh amarah.

Pernyataan frontal ini bukan tanpa alasan. Isu tambang ini menjadi sangat “seksi” sekaligus mengerikan karena Mamuju bukan lahan sembarangan. Berdasarkan riset mendalam dari BRIN dan BATAN, bumi Mamuju menyimpan kandungan mineral radioaktif alami berkadar tinggi, seperti uranium dan thorium.

Jika dikeruk tanpa transparansi dan kajian yang matang, aktivitas ini sama saja dengan membuka “kotak pandora” bencana nuklir lokal. Nur Aysya memperingatkan bahwa eksploitasi ini berpotensi memicu bencana ekologis mengerikan, di mana radiasi mematikan akan menghantui masyarakat Sulbar hingga lintas generasi.

“Ini bukan sekadar urusan bisnis tambang! Ini soal taruhan nyawa manusia, soal masa depan generasi kita, dan soal tanah adat yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat,” cetusnya.

Daya pikat perlawanan Srikandi ini kian tajam saat membongkar fakta lapangan. Wilayah yang diincar korporasi ternyata bukan lahan kosong, melainkan pemukiman padat dan lahan pertanian produktif yang selama ini menghidupi ribuan perut warga.

Jika proyek ini dipaksakan, skenario terburuknya adalah penggusuran massal, hilangnya mata pencaharian, dan tercerabutnya akar sejarah masyarakat dari tanah leluhur mereka.

Rakyat itu manusia, bukan benda mati yang bisa diusir dan dipindahkan seenaknya demi syahwat korporasi! Ada kehidupan, ada sejarah, dan ada harga diri di atas tanah itu,” bentak Nur Aysya.

Melihat potensi konflik sosial yang bisa meletus kapan saja, Srikandi PP-IPMAPUS Sulbar mengeluarkan maklumat keras. Mereka mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk segera menghentikan sikap gegabah menggelar karpet merah bagi investor tanpa dokumen lingkungan yang jujur dan transparan.

Tak main-main, sang Srikandi kini mulai menggalang kekuatan massa. Ia menyerukan konsolidasi akbar kepada seluruh elemen pemuda, aktivis mahasiswa, gerakan perempuan, dan organisasi sipil di Sulbar untuk bersatu padu membentuk barikade hidup.

Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, berada jauh di atas keuntungan jangka pendek investor! Jangan wariskan bencana nuklir dan air mata demi memperkaya segelintir elite,” pungkas Nur Aysya menutup orasinya dengan berapi-api.

Travel JRG Jadi Saksi Keajaiban, Bayi Kembar Lahir di Tengah Perjalanan Malam

0

Banda Aceh.Redaksi.co
Malam itu seharusnya menjadi perjalanan biasa bagi mobil travel JRG rute Langsa – Banda Aceh. Namun siapa sangka, di tengah gelapnya ruas Tol Sibanceh, sebuah keajaiban terjadi. Tangis dua bayi kembar pecah di dalam mobil travel, menghadirkan suasana haru yang tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh penumpang.

Peristiwa menggetarkan hati itu terjadi saat seorang penumpang bernama Syarifah Mariam mendadak mengalami kontraksi hebat di tengah perjalanan, Selasa (12/5/2026) malam.

Kondisi darurat membuat sopir travel JRG, Qushairy, langsung menghentikan kendaraan demi menyelamatkan ibu dan calon bayi yang akan lahir.

Di tengah kepanikan, suasana berubah menjadi penuh kepedulian. Para penumpang saling membantu. Salah satunya Handayani, ASN Dinas Pangan Kutacane, yang dengan tenang mendampingi proses persalinan darurat di dalam mobil. Melalui sambungan telepon, ia mendapatkan arahan dari seorang bidan agar persalinan berjalan aman.

Tak lama kemudian, tangis bayi pertama terdengar memecah suasana malam. Disusul bayi kedua yang lahir selamat beberapa menit kemudian. Air mata haru pecah di dalam travel JRG. Perjalanan yang awalnya biasa berubah menjadi kisah kemanusiaan luar biasa.

Bagi keluarga besar JRG, momen tersebut bukan sekadar peristiwa darurat di perjalanan. Ini menjadi simbol bahwa sebuah transportasi bukan hanya mengantarkan penumpang menuju tujuan, tetapi juga menjadi bagian dari cerita hidup masyarakat.

Pemilik travel JRG, T Rival Amiruddin, mengaku sangat terharu mendengar kabar tersebut. Ia menyebut kejadian itu sebagai momen paling emosional sepanjang perjalanan usaha transportasi yang dibangunnya.

“Alhamdulillah, ibu dan kedua bayi selamat. Ini adalah momen yang sangat mengharukan bagi keluarga besar JRG. Kami percaya, pelayanan bukan hanya soal mengantar penumpang, tetapi juga hadir membantu masyarakat di saat paling penting dalam hidup mereka,” ungkap Rival.

Menurutnya, respons cepat sopir dan kepedulian penumpang menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan masih sangat kuat di tengah masyarakat Aceh.

Kisah kelahiran bayi kembar di travel JRG pun langsung viral di media sosial. Banyak warga memuji profesionalisme dan kepedulian kru JRG yang sigap menghadapi situasi darurat di tengah perjalanan malam.

Tak sedikit netizen menyebut malam itu sebagai perjalanan yang membawa kehidupan. Bahkan salah satu bayi disebut diberi nama Rahayu sebagai simbol keberkahan dan kenangan atas perjalanan bersama JRG.

Travel JRG sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu transportasi andalan masyarakat Aceh untuk rute antarwilayah.

Peristiwa ini semakin memperlihatkan bahwa JRG bukan sekadar jasa travel, tetapi juga keluarga perjalanan yang hadir dengan rasa aman, kepedulian, dan kemanusiaan.

Di tengah derasnya aktivitas jalan raya dan panjangnya perjalanan malam, travel JRG membuktikan bahwa terkadang sebuah kendaraan bukan hanya membawa penumpang pulang tetapi juga mengantar lahirnya harapan baru ****