Beranda blog Halaman 183

Kapolri Resmi Lantik Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H. sebagai Kapolda Maluku Utara

0

REDAKSI.CO – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. resmi melantik Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H. sebagai Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara dalam kegiatan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pejabat Utama Mabes Polri yang digelar di Rupattama Mabes Polri, Minggu (17/5/2026).

Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W, S.H., S.I.K., M.I.K. mengatakan bahwa pelantikan Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H. sebagai Kapolda Maluku Utara menjadi momentum penting dalam keberlanjutan pelaksanaan tugas Kepolisian di wilayah Maluku Utara.

“Pelantikan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran serta peningkatan kinerja institusi. Kami jajaran Polda Maluku Utara siap mendukung penuh pelaksanaan tugas Kapolda Maluku Utara yang baru demi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Kegiatan pelantikan dipimpin langsung oleh Kapolri dan dihadiri Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Irwasum Polri Komjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil., para Pejabat Utama Mabes Polri, serta sejumlah Kapolda yang melaksanakan serah terima jabatan.

Dalam prosesi upacara, Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H. mengikuti rangkaian kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Kapolri selaku Inspektur Upacara. Kegiatan berlangsung khidmat mulai dari pembacaan Keputusan Kapolri, pengambilan sumpah jabatan, hingga penandatanganan berita acara pelantikan, serah terima jabatan, berita acara penyumpahan, dan pakta integritas.

Kabidhumas Polda Maluku Utara menambahkan bahwa Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H. dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang memiliki pengalaman luas serta dedikasi dalam pelaksanaan tugas Kepolisian.

“Dengan pengalaman dan kepemimpinan yang dimiliki, kami optimistis beliau mampu membawa Polda Maluku Utara semakin profesional, modern dan terpercaya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Kapolres Purwakarta Hadiri Dandim Cup 2026, Ratusan Pecinta Burung Padati Lapangan Sahate

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – 𝙺𝚒𝚌𝚊𝚞𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚛𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚓𝚎𝚗𝚒𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚎𝚗𝚞𝚑𝚒 𝙻𝚊𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚂𝚊𝚑𝚊𝚝𝚎, 𝙺𝚎𝚕𝚞𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝙽𝚊𝚐𝚛𝚒 𝚃𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑, 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞, 17 𝙼𝚎𝚒 2026. 

𝚁𝚊𝚝𝚞𝚜𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚋𝚞𝚛𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚍𝚊𝚝𝚒 𝚕𝚘𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝙻𝚘𝚖𝚋𝚊 𝙺𝚒𝚌𝚊𝚞 𝙼𝚊𝚗𝚒𝚊 𝙳𝚊𝚗𝚍𝚒𝚖 𝙲𝚞𝚙 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2026 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝙺𝚘𝚍𝚒𝚖 0619/𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚔 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 13.30 𝚆𝙸𝙱 𝚒𝚝𝚞 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚊𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚍𝚞 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚋𝚞𝚛𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚌𝚊𝚞, 𝚗𝚊𝚖𝚞𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚛𝚞𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚞𝚗𝚜𝚞𝚛 𝚃𝙽𝙸-𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 : Pengamanan Haul Mama Sempur Ke-51, Polisi di Purwakarta Berikan Pelayanan Prima Untuk Masyarakat.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝙳𝚊𝚗𝚍𝚒𝚖 0619/𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙻𝚎𝚝𝚔𝚘𝚕 𝙰𝚛𝚑 𝙵𝚛𝚎𝚍𝚢 𝙹𝚊𝚐𝚞𝚊𝚛, 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝙵𝚘𝚛𝚔𝚘𝚙𝚒𝚖𝚍𝚊, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝙺𝚘𝚍𝚒𝚖 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚋𝚞𝚛𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚌𝚊𝚞 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚔𝚒𝚛𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚊𝚙𝚊𝚒 300 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊.

𝚂𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚔𝚎𝚊𝚔𝚛𝚊𝚋𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚙𝚊𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗. 𝙿𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚝𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚊𝚗𝚝𝚞𝚜𝚒𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚘𝚖𝚋𝚊𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚖𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚝𝚎𝚐𝚘𝚛𝚒 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝙼𝚞𝚛𝚊𝚒 𝙱𝚊𝚝𝚞, 𝙺𝚊𝚌𝚎𝚛, 𝙰𝚗𝚒𝚜 𝙼𝚎𝚛𝚊𝚑, 𝙲𝚞𝚌𝚊𝚔 𝙸𝚓𝚘 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚂𝚘𝚐𝚘𝚗.

𝙳𝚊𝚗𝚍𝚒𝚖 0619/𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙻𝚎𝚝𝚔𝚘𝚕 𝙰𝚛𝚑 𝙵𝚛𝚎𝚍𝚢 𝙹𝚊𝚐𝚞𝚊𝚛 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚎𝚛𝚊𝚝 𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚃𝙽𝙸 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

  • “𝙻𝚘𝚖𝚋𝚊 𝚔𝚒𝚌𝚊𝚞 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝𝚒𝚜𝚒, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚠𝚊𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙵𝚛𝚎𝚍𝚢 𝙹𝚊𝚐𝚞𝚊𝚛.

𝙸𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚞𝚗𝚓𝚞𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚒 𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏.

𝙼𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊, 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚘𝚜𝚒𝚝𝚒𝚏 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚛𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚘𝚜𝚒𝚝𝚒𝚏 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚎𝚛𝚊𝚝 𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑.

  • “𝙺𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. 𝙺𝚎𝚝𝚒𝚔𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚒𝚗 𝚋𝚊𝚒𝚔, 𝚖𝚊𝚔𝚊 𝚜𝚝𝚊𝚋𝚒𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚝,” 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜.

𝙿𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚊𝚍𝚞 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚃𝙽𝙸, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒, 𝙳𝚒𝚜𝚑𝚞𝚋 𝚍𝚊𝚗 𝚂𝚊𝚝𝚙𝚘𝚕 𝙿𝙿 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋.

𝚃𝚎𝚛𝚙𝚒𝚜𝚊𝚑, 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚌𝚘𝚗𝚝𝚘𝚑 𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚑𝚘𝚋𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚘𝚜𝚒𝚝𝚒𝚏, 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚎𝚛𝚊𝚝 𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕.

  • “𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚒𝚗𝚒, 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚕𝚞𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚘𝚋𝚒, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗, 𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗. 𝙸𝚗𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒.

𝙸𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚖𝚋𝚊𝚞 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚒 𝚜𝚎𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚘𝚖𝚋𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗.

  • “𝙿𝚎𝚛𝚋𝚎𝚍𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝𝚒𝚜𝚒 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚕 𝚋𝚒𝚊𝚜𝚊, 𝚗𝚊𝚖𝚞𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊. 𝙼𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚗𝚢𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝚃𝚒𝚗𝚒

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙻𝚘𝚖𝚋𝚊 𝙺𝚒𝚌𝚊𝚞 𝙼𝚊𝚗𝚒𝚊 𝙳𝚊𝚗𝚍𝚒𝚖 𝙲𝚞𝚙 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2026 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚛𝚒𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚜𝚎𝚕𝚎𝚜𝚊𝚒. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 : 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Di Balik Sukses Jember Fun Run, Ada Perjuangan Heru MAKI Jatim Dorong Ekonomi Rakyat

0

JEMBER, Redaksi.co – Kemeriahan luar biasa menyelimuti kawasan Alun-Alun Jember pada Minggu (17/5/2026), ketika ribuan warga tumpah ruah memadati gelaran Jember Fun Run 5K 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Jatim Specialty Coffee, Tobacco dan UKM/UMKM Fest Vol 3 yang digelar oleh MAKI Jatim.

Sejak pagi hari, meski langit sempat diselimuti gerimis, semangat masyarakat justru semakin menyala. Ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar kota berdatangan, menjadikan alun-alun berubah menjadi lautan manusia penuh energi dan kebersamaan.

Sorakan pelepasan peserta menandai dimulainya Jember Fun Run 5K 2026. Ribuan pelari melaju menyusuri rute lima kilometer dalam suasana kompetitif namun tetap penuh kegembiraan, menghadirkan pengalaman olahraga sekaligus hiburan rakyat yang meriah.

Tidak hanya menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi ruang besar pemberdayaan ekonomi rakyat. Ratusan stan UMKM Jember memadati kawasan alun-alun, menampilkan produk lokal, kuliner khas, hingga kopi specialty yang menjadi daya tarik utama.

Di balik suksesnya gelaran tersebut, tampak kuat peran dan kerja keras Heru Satriyo selaku penggerak MAKI Jatim, yang konsisten mendorong terselenggaranya event berskala besar ini. Dengan kerja lapangan yang intens, koordinasi lintas pihak, hingga keberanian membuka ruang kolaborasi, ia menjadikan kegiatan ini bukan sekadar event olahraga, tetapi juga gerakan nyata penguatan ekonomi kerakyatan di Jember.

Perjuangan tersebut terlihat dari bagaimana event ini mampu menghidupkan ribuan pelaku UMKM, membuka ruang promosi luas, serta menghadirkan perputaran ekonomi langsung di tengah masyarakat.

Aroma kopi yang khas, interaksi hangat pelaku usaha, serta ramainya pengunjung menjadikan suasana semakin hidup dan berwarna. Di tengah cuaca yang tidak sepenuhnya bersahabat, gelaran ini tetap berjalan sukses dan meriah sebagai pesta rakyat.

Alun Alun Jember menjadi saksi bagaimana olahraga, budaya, dan ekonomi rakyat berpadu dalam satu panggung besar yang meriah, padat, dan meninggalkan kesan mendalam.

Heru Satriyo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jember, peserta, UMKM, serta seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama, namun juga buah dari komitmen kuat untuk terus menghadirkan ruang bagi UMKM agar tumbuh dan berkembang.

“Ini bukan hanya event, tapi gerakan ekonomi rakyat. Kami akan terus berupaya menghadirkan ruang yang lebih luas bagi UMKM agar semakin naik kelas,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai penggerak ekonomi, pariwisata, dan kebersamaan masyarakat Jember (Tim).

*Polsek Gambir Gerak Cepat, HP Warga yang Hilang di Jatibaru Berhasil Ditemukan*

0

Jakarta Pusat,Redaksi.Co-  Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan kehilangan handphone milik seorang warga di kawasan kolong Flyover Jalan Jatibaru Raya, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Dalam waktu kurang dari satu jam, handphone tersebut berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 15.20 WIB. Korban bernama Dyah Ratnaningtyas datang ke Polsek Metro Gambir untuk melaporkan kehilangan handphone miliknya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, piket Buser Polsek Metro Gambir langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Hasilnya, sekitar pukul 16.30 WIB handphone korban ditemukan oleh seorang pedagang di sekitar lokasi dan kemudian diserahkan kepada petugas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengapresiasi gerak cepat personel Polsek Metro Gambir dalam membantu masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat terhadap setiap laporan yang diterima. Alhamdulillah barang milik korban berhasil ditemukan dan dikembalikan,” kata Kombes Pol Reynold dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Reynold mengatakan kecepatan respons anggota di lapangan menjadi bagian dari upaya Polri dalam memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Sekecil apa pun laporan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan cepat dan profesional. Kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya mengatakan setelah handphone ditemukan, korban memastikan barang tersebut benar miliknya.

“Begitu ditemukan, anggota langsung memperlihatkan handphone tersebut kepada pelapor dan korban membenarkan bahwa itu miliknya yang sempat hilang,” ujar AKBP Agus.

Ia menambahkan, karena barang sudah ditemukan, korban memilih mencabut laporan polisi dan tidak melanjutkan proses hukum.

“Korban juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anggota Polsek Metro Gambir atas respons cepat dalam membantu menemukan handphone miliknya,” tuturnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengalami ataupun mengetahui adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.

“Masyarakat jangan ragu menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam secara gratis untuk meminta bantuan ataupun melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi,” tegas Reynold.

Dalam penanganan kasus tersebut, polisi telah melakukan sejumlah langkah mulai dari pembuatan laporan polisi, pemeriksaan terhadap pelapor, pengecekan TKP, hingga administrasi penyelidikan terkait pencabutan laporan.

Gabungan LSM dan Ormas Akan Gelar Aksi Besar di Muba, Mandeknya Revitalisasi Jembatan P6 Lalan,

0

Redaksi.co MUSI BANYUASIN, – Kabupaten Musi Banyuasin kembali diwarnai gelombang kritik publik terhadap jalannya roda pemerintahan daerah. Memasuki tahun kedua masa jabatan Bupati Musi Banyuasin H. Toha Tohet bersama Wakil Bupati Rohman, sejumlah elemen masyarakat sipil menilai berbagai persoalan mendasar masyarakat belum terselesaikan secara optimal.

Kekecewaan itu kini bermuara pada rencana aksi damai besar-besaran yang akan digelar oleh koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Gabungan Solidaritas Lembaga dan Ormas Bersatu “Membangun Musi Banyuasin”. Koalisi tersebut secara resmi telah melayangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa kepada Polres Musi Banyuasin.

Aksi tersebut dipicu oleh mandeknya pembangunan Jembatan P6 Lalan, berbagai persoalan infrastruktur daerah, keterlambatan hak-hak pegawai, hingga realisasi janji politik yang dinilai belum menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Ketua DPC Gempita Muba, Mauzan, menilai pemerintah daerah terkesan lamban dalam mengeksekusi program-program prioritas yang sejak awal dijanjikan kepada masyarakat.

“Memasuki tahun kedua kepemimpinan saat ini, masyarakat berharap ada percepatan nyata, bukan sekadar seremoni dan narasi pencitraan. Faktanya, masih banyak persoalan mendasar yang belum dituntaskan. Infrastruktur strategis tersendat, pelayanan publik dikeluhkan, kesejahteraan pegawai belum jelas, sementara masyarakat terus diminta bersabar,” tegas Mauzan dalam keterangannya kepada berbagai media, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan persepsi kuat di tengah masyarakat bahwa pemerintah daerah belum memiliki formulasi yang efektif dalam menjawab kebutuhan publik secara konkret.

Sorotan paling tajam diarahkan pada pembangunan Jembatan P6 Lalan yang hingga kini belum menunjukkan kepastian penyelesaian. Padahal, jembatan tersebut dinilai sebagai urat nadi konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Lalan.

Mauzan menegaskan, alasan keterbatasan anggaran ataupun persoalan teknis sudah tidak relevan lagi untuk dijadikan pembenaran keterlambatan pembangunan.

“Informasi yang berkembang di publik, kontribusi perusahaan-perusahaan pengguna alur Sungai Lalan sudah mencapai sekitar Rp13 miliar per 31 Desember 2025 melalui AP6L untuk revitalisasi Jembatan P6 Lalan. Artinya, pemerintah harus terbuka kepada masyarakat terkait progres realisasi anggaran dan pelaksanaannya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dugaan adanya mekanisme ganti rugi miliaran rupiah setiap kali tongkang menabrak tiang pancang jembatan, namun kondisi pembangunan dinilai tetap stagnan.

“Kami mempertanyakan transparansi dan keseriusan semua pihak. Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan penonton dari tarik ulur kepentingan, sementara akses vital mereka terbengkalai,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua DPD LAN Muba, Fitriandi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial yang sah dan konstitusional dalam negara demokrasi.

Menurut Fitriandi, gerakan tersebut lahir dari akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya respons pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.

“Ini bukan gerakan politik praktis. Ini adalah suara masyarakat yang merasa hak-haknya belum terpenuhi. Ketika pelayanan publik melemah, infrastruktur mangkrak, gaji honorer terlambat, TPP ASN belum jelas, dan janji politik belum direalisasikan, maka publik berhak bertanya, ke mana arah pembangunan daerah ini?” kata Fitriandi.

Ia menilai pemerintah daerah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja birokrasi agar tidak semakin kehilangan kepercayaan publik.

“Kami ingin pemerintah hadir secara nyata. Jangan alergi terhadap kritik. Demonstrasi ini adalah alarm sosial agar pemerintah lebih serius bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Dalam aksi yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat tersebut, massa membawa delapan tuntutan utama rakyat Musi Banyuasin, yakni:

1. Mendesak percepatan pembangunan Jembatan P6 Lalan dan evaluasi menyeluruh terhadap insiden steger jembatan.

2. Mendesak ketegasan hukum terhadap insiden tongkang batu bara yang berulang kali menabrak jembatan di wilayah Sungai Lalan.

3. Menuntut kejelasan pembayaran gaji tenaga honorer di lingkungan Pemkab Muba.

4. Mendesak peningkatan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.

5. Meminta kepastian realisasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.

6. Mendesak evaluasi total terhadap kinerja birokrasi pelayanan publik.

7. Menagih realisasi janji politik Rp25 juta per kepala keluarga yang dinilai belum terealisasi.

8. Meminta perhatian serius terhadap pelestarian simbol-simbol sejarah perjuangan daerah.

Koalisi masyarakat sipil tersebut juga menegaskan bahwa aksi damai yang dilakukan memiliki landasan hukum yang kuat sebagaimana diatur dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, serta UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Fitriandi memastikan aksi akan berlangsung tertib dan damai, namun tetap membawa pesan keras kepada pemerintah daerah agar tidak lagi mengabaikan aspirasi rakyat.

“Kami datang bukan untuk membuat kegaduhan, tetapi untuk mengingatkan bahwa pemerintah dipilih untuk bekerja dan menyelesaikan persoalan masyarakat. Rakyat Muba hari ini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji dan retorika,” pungkasnya.

(Alam/Tim)

0

 

Gabungan LSM dan Ormas Akan Gelar Aksi Besar di Muba, Mandeknya Revitalisasi Jembatan P6 Lalan, Infrastruktur lainnya Hingga TPP ASN

Redaksi.co MUSI BANYUASIN, – Kabupaten Musi Banyuasin kembali diwarnai gelombang kritik publik terhadap jalannya roda pemerintahan daerah. Memasuki tahun kedua masa jabatan Bupati Musi Banyuasin H. Toha Tohet bersama Wakil Bupati Rohman, sejumlah elemen masyarakat sipil menilai berbagai persoalan mendasar masyarakat belum terselesaikan secara optimal.

Kekecewaan itu kini bermuara pada rencana aksi damai besar-besaran yang akan digelar oleh koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Gabungan Solidaritas Lembaga dan Ormas Bersatu “Membangun Musi Banyuasin”. Koalisi tersebut secara resmi telah melayangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa kepada Polres Musi Banyuasin.

Aksi tersebut dipicu oleh mandeknya pembangunan Jembatan P6 Lalan, berbagai persoalan infrastruktur daerah, keterlambatan hak-hak pegawai, hingga realisasi janji politik yang dinilai belum menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Ketua DPC Gempita Muba, Mauzan, menilai pemerintah daerah terkesan lamban dalam mengeksekusi program-program prioritas yang sejak awal dijanjikan kepada masyarakat.

“Memasuki tahun kedua kepemimpinan saat ini, masyarakat berharap ada percepatan nyata, bukan sekadar seremoni dan narasi pencitraan. Faktanya, masih banyak persoalan mendasar yang belum dituntaskan. Infrastruktur strategis tersendat, pelayanan publik dikeluhkan, kesejahteraan pegawai belum jelas, sementara masyarakat terus diminta bersabar,” tegas Mauzan dalam keterangannya kepada berbagai media, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan persepsi kuat di tengah masyarakat bahwa pemerintah daerah belum memiliki formulasi yang efektif dalam menjawab kebutuhan publik secara konkret.

Sorotan paling tajam diarahkan pada pembangunan Jembatan P6 Lalan yang hingga kini belum menunjukkan kepastian penyelesaian. Padahal, jembatan tersebut dinilai sebagai urat nadi konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Lalan.

Mauzan menegaskan, alasan keterbatasan anggaran ataupun persoalan teknis sudah tidak relevan lagi untuk dijadikan pembenaran keterlambatan pembangunan.

“Informasi yang berkembang di publik, kontribusi perusahaan-perusahaan pengguna alur Sungai Lalan sudah mencapai sekitar Rp13 miliar per 31 Desember 2025 melalui AP6L untuk revitalisasi Jembatan P6 Lalan. Artinya, pemerintah harus terbuka kepada masyarakat terkait progres realisasi anggaran dan pelaksanaannya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dugaan adanya mekanisme ganti rugi miliaran rupiah setiap kali tongkang menabrak tiang pancang jembatan, namun kondisi pembangunan dinilai tetap stagnan.

“Kami mempertanyakan transparansi dan keseriusan semua pihak. Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan penonton dari tarik ulur kepentingan, sementara akses vital mereka terbengkalai,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua DPD LAN Muba, Fitriandi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial yang sah dan konstitusional dalam negara demokrasi.

Menurut Fitriandi, gerakan tersebut lahir dari akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya respons pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.

“Ini bukan gerakan politik praktis. Ini adalah suara masyarakat yang merasa hak-haknya belum terpenuhi. Ketika pelayanan publik melemah, infrastruktur mangkrak, gaji honorer terlambat, TPP ASN belum jelas, dan janji politik belum direalisasikan, maka publik berhak bertanya, ke mana arah pembangunan daerah ini?” kata Fitriandi.

Ia menilai pemerintah daerah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja birokrasi agar tidak semakin kehilangan kepercayaan publik.

“Kami ingin pemerintah hadir secara nyata. Jangan alergi terhadap kritik. Demonstrasi ini adalah alarm sosial agar pemerintah lebih serius bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Dalam aksi yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat tersebut, massa membawa delapan tuntutan utama rakyat Musi Banyuasin, yakni:

1. Mendesak percepatan pembangunan Jembatan P6 Lalan dan evaluasi menyeluruh terhadap insiden steger jembatan.

2. Mendesak ketegasan hukum terhadap insiden tongkang batu bara yang berulang kali menabrak jembatan di wilayah Sungai Lalan.

3. Menuntut kejelasan pembayaran gaji tenaga honorer di lingkungan Pemkab Muba.

4. Mendesak peningkatan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.

5. Meminta kepastian realisasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.

6. Mendesak evaluasi total terhadap kinerja birokrasi pelayanan publik.

7. Menagih realisasi janji politik Rp25 juta per kepala keluarga yang dinilai belum terealisasi.

8. Meminta perhatian serius terhadap pelestarian simbol-simbol sejarah perjuangan daerah.

Koalisi masyarakat sipil tersebut juga menegaskan bahwa aksi damai yang dilakukan memiliki landasan hukum yang kuat sebagaimana diatur dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, serta UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Fitriandi memastikan aksi akan berlangsung tertib dan damai, namun tetap membawa pesan keras kepada pemerintah daerah agar tidak lagi mengabaikan aspirasi rakyat.

“Kami datang bukan untuk membuat kegaduhan, tetapi untuk mengingatkan bahwa pemerintah dipilih untuk bekerja dan menyelesaikan persoalan masyarakat. Rakyat Muba hari ini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji dan retorika,” pungkasnya.

(Alam/Tim)

*Tim 3P Polres Metro Jaksel Amankan 9 Pemuda Diduga Hendak Tawuran di Radio Dalam*

0

Jakarta,Redaksi.Co – Tim Patroli Perintis Presisi (3P) Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan sembilan pemuda yang diduga hendak melakukan penyerangan di kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (17/5/2026) dini hari.

Para pemuda itu diamankan saat Tim 3P melaksanakan patroli di Jalan Radio Dalam Raya, tepatnya di sekitar Kimia Farma. Lokasi tersebut diketahui menjadi salah satu titik rawan terjadinya tawuran pada waktu dini hari hingga menjelang pagi.

Saat patroli berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB, petugas melihat rombongan sepeda motor yang berboncengan tiga dan mencurigakan. Tim kemudian melakukan pengejaran, pemeriksaan, serta pendataan terhadap para pemuda tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan sembilan pemuda, delapan unit telepon genggam, dan empat unit sepeda motor. Berdasarkan hasil pendataan awal, mereka diketahui berasal dari aliansi “Mabadboys” dan “gold3n.circlee” yang diduga akan melakukan penyerangan ke kawasan Radio Dalam. Meski begitu, petugas tidak menemukan barang bukti senjata tajam.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan mengatakan patroli dini hari terus ditingkatkan untuk mengantisipasi tawuran, balap liar, dan kejahatan jalanan. Menurutnya, kehadiran polisi di titik rawan menjadi langkah pencegahan agar gangguan kamtibmas tidak terjadi.

“Patroli ini kami intensifkan terutama pada jam-jam rawan. Tujuannya untuk mencegah tawuran, balap liar, dan kejahatan jalanan, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain di Radio Dalam, Tim 3P juga menyisir sejumlah titik rawan lainnya, seperti Jalan Kemuning Raya, Kolong Rawajati, Traffic Light Pancoran, Jalan Galunggung, Jalan Satrio, hingga kawasan ITC Fatmawati. Petugas juga memberikan imbauan kepada pemuda yang masih berkumpul hingga larut malam agar kembali ke rumah masing-masing.

Sembilan pemuda yang diamankan kemudian diserahkan ke Polsek Kebayoran Baru untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. Polres Metro Jakarta Selatan mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan potensi tawuran, balap liar, maupun gangguan kamtibmas lainnya melalui layanan Call Center Polri 110.

Sinergi Polres Purwakarta dan Forkopimcam Sukseskan Panen Jagung di Kecamatan Campaka

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – 𝙺𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚝𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛. 𝚂𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚎𝚗 𝚓𝚊𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚍𝚒 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝙲𝚒𝚓𝚞𝚗𝚝𝚒, 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙲𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊, 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚂𝚊𝚋𝚝𝚞, 16 𝙼𝚎𝚒 2026.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚎𝚗 𝚓𝚊𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗 𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚒 𝙺𝚊𝚖𝚙𝚞𝚗𝚐 𝚃𝚊𝚗𝚓𝚞𝚗𝚐 𝙶𝚊𝚛𝚞𝚝, 𝚁𝚃 01/𝚁𝚆 01, 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝙲𝚒𝚓𝚞𝚗𝚝𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚞𝚗𝚜𝚞𝚛 𝙵𝚘𝚛𝚔𝚘𝚙𝚒𝚖𝚌𝚊𝚖, 𝚔𝚎𝚕𝚘𝚖𝚙𝚘𝚔 𝚝𝚊𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚒𝚗𝚓𝚊𝚞𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚒𝚊𝚕𝚘𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚝𝚊𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚙𝚊𝚗𝚎𝚗 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 : Polres Purwakarta Hadiri Launching Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Desa Cilingga

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚎𝚗 𝚓𝚊𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝙿𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝙺𝚎𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊𝚗 𝙿𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚜𝚠𝚊𝚜𝚎𝚖𝚋𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚓𝚊𝚑𝚝𝚎𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚝𝚊𝚗𝚒 𝚍𝚒 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚋𝚊𝚐 𝚂𝙳𝙼, 𝙰𝙺𝙿 𝚁𝚊𝚗𝚍𝚢 𝙵𝚛𝚎𝚜𝚑𝚝𝚒𝚊𝚍𝚒𝚎 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚕𝚒𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚎𝚔𝚝𝚘𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚙𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚝𝚊𝚋𝚒𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕.

  • “𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒𝚜 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚊𝚑, 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚘𝚖𝚙𝚘𝚔 𝚝𝚊𝚗𝚒,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙰𝙺𝙿 𝚁𝚊𝚗𝚍𝚢 𝙵𝚛𝚎𝚜𝚑𝚝𝚒𝚊𝚍𝚒𝚎.

𝙸𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗, 𝚙𝚊𝚗𝚎𝚗 𝚓𝚊𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚖𝚋𝚘𝚕 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒, 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚏𝚊𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚍𝚞𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑.

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚎𝚗, 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚝𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚙𝚛𝚘𝚍𝚞𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗, 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚏𝚊𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚜𝚘𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚘𝚙𝚝𝚒𝚖𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚐𝚘𝚝𝚘𝚗𝚐 𝚛𝚘𝚢𝚘𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙋𝙐𝙇𝘼 : Sat Polairud Polres Purwakarta Sambangi Wisatawan Waduk Jatiluhur, Imbau Waspada Cuaca dan Keselamatan

𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚜𝚎𝚔𝚝𝚘𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚝𝚊𝚋𝚒𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚎𝚔𝚘𝚗𝚘𝚖𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚓𝚊𝚑𝚝𝚎𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

  • “𝙺𝚎𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊. 𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚎𝚗 𝚓𝚊𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚒𝚗𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚜𝚒𝚊𝚙 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚝𝚊𝚗𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚠𝚞𝚓𝚞𝚍𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚠𝚊𝚜𝚎𝚖𝚋𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒.

𝙸𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚍𝚊, 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚝𝚘𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚏𝚊𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚍𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚍𝚞𝚔𝚝𝚒𝚏.

  • “𝙿𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚙𝚊𝚗𝚎𝚗, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚊 𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊. 𝙺𝚎𝚝𝚒𝚔𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚏𝚊𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚍𝚞𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚝𝚊𝚗𝚒 𝚕𝚘𝚔𝚊𝚕, 𝚖𝚊𝚔𝚊 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚝,” 𝚝𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚗𝚢𝚊.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚎𝚗 𝚓𝚊𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚕𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗. 𝙺𝚎𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚝𝚒𝚟𝚊𝚜𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚝𝚘𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Hadiri Waisak Wellness Festival 2026, Kevin Wu Ajak Warga Jaga Kesehatan Mental

0

Jakarta

Neyya Paramita menggelar Waisak Wellness Festival 2026 di Baywalk Mall, Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026. Acara yang digelar menjelang Hari Raya Waisak dan Hari Hipertensi Sedunia itu mengangkat isu kesehatan mental, kebahagiaan lansia, hingga pentingnya keseimbangan hidup.

 

Festival tersebut menghadirkan seminar kesehatan, pemeriksaan gratis, terapi relaksasi, hingga edukasi meditasi. Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jakarta Kevin Wu dan Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Suliarna.

 

Kevin Wu Singgung Tingginya Tekanan Hidup Masyarakat Kota

 

Dalam sambutannya, Kevin Wu menilai kegiatan Waisak tidak seharusnya berhenti pada seremoni keagamaan. Menurut dia, perayaan spiritual perlu menyentuh persoalan sosial yang nyata, termasuk meningkatnya tekanan hidup masyarakat perkotaan.

 

“Hari ini dunia lagi banyak stres, banyak orang putus harapan, banyak yang merasa mentok menghadapi hidup,” ujar Kevin Wu.

 

Ia mengapresiasi langkah Neyya Paramita yang menggabungkan pendekatan kesehatan fisik dan ketenangan batin dalam satu kegiatan komunitas. Kevin menyebut model seperti itu mulai jarang ditemui di tengah kehidupan kota yang makin individualistis.

 

Di sela acara, sejumlah peserta lansia tampak duduk santai setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Ada yang datang bersama anaknya, ada pula yang mengaku baru pertama kali ikut kegiatan komunitas setelah lama lebih sering di rumah.

 

Kevin Wu juga mengingatkan pentingnya menyebarkan nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, masyarakat membutuhkan ruang untuk kembali menenangkan pikiran di tengah tekanan ekonomi dan sosial.

 

Meditasi dan Gaya Hidup Sehat Jadi Sorotan

 

Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Suliarna, mengatakan kesehatan mental kini menjadi tantangan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Karena itu, ia mendukung konsep Waisak Wellness Festival 2026 yang menggabungkan meditasi dan edukasi kesehatan.

 

“Minimal 10 atau 15 menit untuk menengok ke dalam diri sendiri, sebelum tidur atau setelah bangun pagi,” kata Suliarna.

 

Ia menilai pola hidup masyarakat perkotaan semakin dekat dengan makanan instan dan ritme kerja cepat. Kondisi itu, menurut dia, membuat banyak orang lupa menjaga keseimbangan pikiran.

 

Suliarna juga mengapresiasi kepedulian komunitas terhadap isu lingkungan dan kesehatan. Ia menyinggung pentingnya memilih makanan sehat, mengelola stres, hingga menjaga hubungan sosial di usia lanjut.

 

Acara tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era yang puncaknya berlangsung pada 31 Mei 2026 di Candi Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah.

“Keluarga Suami Adalah Hama”Guncang Penonton Menangis Dan Pulang Dengan Trauma Emosional

0

Jakarta,Redaksi.Co – Malam Gala Premiere film Keluarga Suami Adalah Hama di XXI Plaza Indonesia berubah menjadi lautan emosi yang sulit dilupakan,Sejak lampu studio dipadamkan hingga credit title berakhir, suasana bioskop dipenuhi keheningan panjang, isak tangis penonton, hingga tepuk tangan meriah yang pecah tanpa henti.

Film garapan sutradara Anggy Umbara ini tampil bukan sekadar sebagai tontonan drama keluarga biasa, Lewat cerita yang begitu dekat dengan realitas kehidupan rumah tangga masyarakat Indonesia, film ini sukses menghantam sisi emosional penonton dengan konflik yang terasa nyata dan menyakitkan.

Diproduksi oleh Umbara Brothers Film bersama VMS Studio, film ini mengangkat persoalan sensitif tentang campur tangan keluarga dalam rumah tangga anak sendiri—isu yang selama ini sering dianggap tabu namun diam-diam banyak menghancurkan hubungan pernikahan.

Sorotan utama malam itu tertuju pada penampilan memukau Raihaanun yang memerankan Intan, seorang istri yang perlahan kehilangan ketenangan hidup akibat tekanan dari keluarga suaminya, Akting emosionalnya berhasil membuat banyak penonton larut dalam rasa sesak dan kemarahan yang mendalam.

Sementara Omar Daniel tampil kuat sebagai Damar, sosok suami yang terjebak di antara kewajiban membela istri atau tetap menjadi anak yang tunduk pada keluarganya sendiri, Konflik batin yang dimainkan Omar Daniel disebut menjadi salah satu kekuatan terbesar film ini.

Tak kalah mencuri perhatian, aktris senior Meriam Bellina sukses menghadirkan karakter ibu mertua yang dominan, keras, sekaligus penuh tekanan psikologis, Karakter tersebut bahkan membuat sejumlah penonton mengaku teringat pada pengalaman pribadi mereka sendiri.

Deretan pemain lain seperti Fairuz A Rafiq, Jeremie Moeremans, serta Sitha Marino turut memperkuat tensi cerita yang penuh ledakan emosi dan pertengkaran batin.

Dalam sesi konferensi pers usai pemutaran film, Anggy Umbara menyebut bahwa film ini lahir dari realitas sosial yang banyak terjadi di masyarakat modern, terutama pasangan muda yang terpaksa tinggal bersama keluarga besar karena tekanan ekonomi.

Menurutnya, situasi tersebut sering kali membuat batas privasi pasangan hilang perlahan hingga memicu keretakan rumah tangga tanpa disadari,
“Kadang yang menghancurkan pernikahan bukan orang ketiga, tapi orang-orang terdekat yang terlalu ikut campur,” ungkap Anggy Umbara di hadapan awak media.

Tak sedikit tamu undangan terlihat masih larut dalam suasana emosional usai film selesai diputar, Beberapa penonton bahkan memilih diam cukup lama sebelum meninggalkan studio bioskop.

Film Keluarga Suami Adalah Hama sendiri bercerita tentang Intan dan Damar, pasangan muda yang berusaha bertahan hidup di tengah tekanan ekonomi dengan tinggal bersama keluarga Damar,Namun keputusan itu berubah menjadi awal petaka ketika keluarga mulai mengatur kehidupan rumah tangga mereka hingga ke hal-hal paling pribadi.

Pertengkaran kecil berubah menjadi luka besar, sementara cinta yang dulu hangat perlahan terkikis oleh tekanan mental dan konflik tanpa akhir.

Setelah menuai respons luar biasa dalam gala premiere, film Keluarga Suami Adalah Hama dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 21 Mei 2027.

Banyak pengamat perfilman menilai film ini berpotensi menjadi salah satu drama keluarga paling emosional sekaligus paling kontroversial tahun ini karena berani membuka sisi gelap hubungan keluarga yang selama ini jarang diangkat secara gamblang di layar lebar.