Beranda blog Halaman 107

Bangun SDM Berakhlak, Perumdam Tirta Mountala Rutin Gelar Kajian dan Tausiah Setiap Jumat

0

KOTA JANTHO – Mengawali aktivitas kerja dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT telah menjadi budaya yang terus dijaga di lingkungan Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar. Pada Jumat (26/6/2026), jajaran direksi, pejabat struktural, dan seluruh karyawan kembali mengikuti pengajian, kajian Islam, serta tausiah yang dipusatkan di Kantor Pusat Perumdam Tirta Mountala. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan serentak di seluruh kantor cabang.

Kegiatan dibuka oleh Plt Direktur Utama Perumdam Tirta Mountala, Ir. Yusmadi, MM. Hadir mendampingi Direktur Umum Devid Zainal, SE, Direktur Teknik Ir. Salman, ST, MT, para kepala bagian, kepala subbagian, serta seluruh karyawan yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan kajian keislaman dan tausiah yang disampaikan oleh ustaz.

Dalam penyampaiannya, ustaz mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah, menjaga amanah, memperkuat kejujuran, serta menghadirkan nilai-nilai Islam dalam setiap bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Bagi para karyawan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas setiap Jumat, tetapi juga menjadi ruang untuk menambah ilmu agama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menjadi pengingat agar setiap pekerjaan dilakukan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.

Plt Direktur Utama Ir. Yusmadi, MM, menyampaikan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter insan Perumdam Tirta Mountala. Menurutnya, perusahaan yang baik tidak hanya ditopang oleh kompetensi dan profesionalisme, tetapi juga oleh akhlak, integritas, dan nilai-nilai keislaman yang tercermin dalam budaya kerja sehari-hari.

Pelaksanaan pengajian, kajian, dan tausiah rutin setiap Jumat ini merupakan implementasi dari amanat Bupati Aceh Besar yang menginstruksikan seluruh satuan kerja di lingkungan Kabupaten Aceh Besar untuk menghidupkan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual aparatur.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan di kantor pusat maupun seluruh cabang, Perumdam Tirta Mountala berharap lahir sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam bekerja, tetapi juga memiliki akhlak mulia, semangat kebersamaan, serta kepedulian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Nilai-nilai yang diperoleh dari setiap kajian dan tausiah diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan amanah sebagai pelayan publik.

MA Kabulkan PK ATR/BPN, Putusan Pembatalan SHGU PT SKB di Muba Berkekuatan Hukum Tetap

0

REDAKSI.CO | PALEMBANG — Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia melalui mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam sengketa tata usaha negara terkait pembatalan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Sentosa Kurnia Bahagia (SKB) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Putusan tersebut tertuang dalam amar Putusan PK Nomor 68 PK/TUN/2026 yang mengabulkan permohonan PK Menteri ATR/BPN, membatalkan Putusan Kasasi Nomor 554 K/TUN/2024, serta menolak gugatan PT Sentosa Kurnia Bahagia.

Dengan putusan itu, Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 1/Pbt/KEM-ATR/BPN/VI/2023 tentang pembatalan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) Nomor 00146/MUBA atas nama PT Sentosa Kurnia Bahagia seluas sekitar 3.859,7 hektare di Kabupaten Musi Banyuasin dinyatakan tetap berlaku dan berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Menyikapi putusan tersebut, Kuasa Hukum PT Gorby Putra Utama (GPU), Dr. (c) Sofhuan Yusfiansyah, SH., MH, mengatakan putusan Mahkamah Agung tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian hukum terhadap objek yang selama ini menjadi sengketa.

“Putusan ini menunjukkan bahwa proses hukum telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Mahkamah Agung mempertimbangkan berbagai fakta hukum, termasuk adanya novum atau bukti baru serta putusan-putusan lain yang telah berkekuatan hukum tetap,” ujar Sofhuan dalam keterangannya, pada Kamis (25/6/2026).

Menurut Sofhuan, dalam pertimbangannya Mahkamah Agung juga memperhatikan sejumlah fakta hukum yang terungkap dalam perkara lain yang berkaitan dengan objek sengketa, baik perdata maupun pidana.

Karena itu, putusan PK tersebut diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian hukum yang selama ini terjadi.

“Dengan adanya putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, tidak tersedia lagi upaya hukum biasa maupun luar biasa terhadap perkara ini.

Putusan tersebut bersifat final dan mengikat, sehingga kami berharap seluruh pihak menghormati proses hukum yang telah berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, dengan dikabulkannya PK Menteri ATR/BPN dan tetap berlakunya keputusan pembatalan SHGU tersebut, maka status HGU PT Sentosa Kurnia Bahagia dinyatakan batal berdasarkan keputusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Dengan dikabulkannya PK ini dan tetap berlakunya keputusan pembatalan SHGU oleh Menteri ATR/BPN, maka secara hukum SHGU PT SKB dinilai tidak lagi berlaku atau dibatalkan atau dicabut secara permanen. Putusan tersebut bersifat final dan mengikat,” pungkas Sofhuan dengan tegas.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Musi Rawas Utara (Muratara), Abdul Aziz, SH, menyambut baik putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan PK Menteri ATR/BPN dan menguatkan pembatalan HGU PT SKB.

“Putusan ini memberikan kepastian hukum dan patut dihormati oleh semua pihak. Kami berharap persoalan yang selama ini menimbulkan polemik dapat diselesaikan sesuai koridor hukum yang berlaku,” ujar Abdul Aziz.

Putusan PK Nomor 68 PK/TUN/2026 tersebut sekaligus menandai berakhirnya proses sengketa tata usaha negara terkait pembatalan HGU PT SKB yang sebelumnya bergulir mulai dari tingkat pertama, kasasi, hingga peninjauan kembali di Mahkamah Agung. (Rilis)

Kejurnas Judo Piala Kasad XVI 2026 Resmi Dimulai, Siap Cetak Judoka Berprestasi

0

 

𝙹𝙰𝚆𝙰 𝙱𝙰𝚁𝙰𝚃 (ℝ𝔼𝔻𝔸𝕂𝕊𝕀.ℂ𝕆) – 𝙺𝚎𝚓𝚞𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝙽𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 (𝙺𝚎𝚓𝚞𝚛𝚗𝚊𝚜) 𝙹𝚞𝚍𝚘 𝙿𝚒𝚊𝚕𝚊 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍 𝚇𝚅𝙸 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2026 𝚛𝚎𝚜𝚖𝚒 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚍𝚒 𝙶𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚗𝚐 𝙾𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊 (𝙶𝙾𝚁) 𝙺𝚊𝚛𝚝𝚒𝚔𝚊, 𝙳𝚒𝚟𝚒𝚜𝚒 𝙸𝚗𝚏𝚊𝚗𝚝𝚎𝚛𝚒 1/𝙺𝚘𝚜𝚝𝚛𝚊𝚍, 𝙲𝚒𝚕𝚘𝚍𝚘𝚗𝚐, 𝙳𝚎𝚙𝚘𝚔, 𝙺𝚊𝚖𝚒𝚜 (25/6/2026). 𝙺𝚎𝚓𝚞𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚛𝚊𝚝𝚞𝚜𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚍𝚘𝚔𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝙸𝚗𝚍𝚘𝚗𝚎𝚜𝚒𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚊𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝𝚒𝚜𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚑𝚒𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚕𝚎𝚝-𝚊𝚝𝚕𝚎𝚝 𝚓𝚞𝚍𝚘 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚛𝚎𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚛𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕.

𝙺𝚎𝚓𝚞𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚛𝚎𝚜𝚖𝚒 𝚍𝚒𝚋𝚞𝚔𝚊 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙰𝚜𝚒𝚜𝚝𝚎𝚗 𝙾𝚙𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 (𝙰𝚜𝚘𝚙𝚜) 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍 𝙼𝚊𝚢𝚓𝚎𝚗 𝚃𝙽𝙸 𝙰𝚖𝚒𝚗𝚝𝚘𝚗 𝙼𝚊𝚗𝚞𝚛𝚞𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚞𝚕𝚒𝚜 𝙺𝚎𝚙𝚊𝚕𝚊 𝚂𝚝𝚊𝚏 𝙰𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙳𝚊𝚛𝚊𝚝 (𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍) 𝙹𝚎𝚗𝚍𝚎𝚛𝚊𝚕 𝚃𝙽𝙸 𝙼𝚊𝚛𝚞𝚕𝚒 𝚂𝚒𝚖𝚊𝚗𝚓𝚞𝚗𝚝𝚊𝚔, 𝙼.𝚂𝚌., 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝚄𝚖𝚞𝚖 𝙿𝚎𝚗𝚐𝚞𝚛𝚞𝚜 𝙱𝚎𝚜𝚊𝚛 𝙿𝚎𝚛𝚜𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗 𝙹𝚞𝚍𝚘 𝚂𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝙸𝚗𝚍𝚘𝚗𝚎𝚜𝚒𝚊 (𝙿𝙱 𝙿𝙹𝚂𝙸).

𝔹𝔸ℂ𝔸 𝕁𝕌𝔾𝔸Kasad Hadiri Peresmian MA Insan Cendekia Nusantara, Tegaskan Dukungan untuk SDM Unggul

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚞𝚕𝚒𝚜𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝙺𝚎𝚓𝚞𝚛𝚗𝚊𝚜 𝙹𝚞𝚍𝚘 𝙿𝚒𝚊𝚕𝚊 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚊𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚎𝚋𝚞𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚍𝚊𝚕𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚓𝚞𝚊𝚛𝚊, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚠𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒-𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚕𝚞𝚑𝚞𝚛 𝚘𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊 𝚓𝚞𝚍𝚘.

  • “𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒-𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚙𝚕𝚒𝚗, 𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚊𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚓𝚒𝚠𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚘𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊 𝚓𝚞𝚍𝚘,” 𝚔𝚞𝚝𝚒𝚙 𝙰𝚜𝚘𝚙𝚜 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍.

𝔹𝔸ℂ𝔸 ℙ𝕌𝕃𝔸Polres Purwakarta Kawal Aspirasi Masyarakat, Aksi Unjuk Rasa Berlangsung Aman dan Kondusif di Kantor Pemda

𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝙺𝚎𝚓𝚞𝚛𝚗𝚊𝚜 𝙹𝚞𝚍𝚘 𝙿𝚒𝚊𝚕𝚊 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚠𝚊𝚍𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝙿𝚎𝚗𝚐𝚞𝚛𝚞𝚜 𝙿𝚛𝚘𝚟𝚒𝚗𝚜𝚒 𝙿𝙹𝚂𝙸 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚒𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚕𝚎𝚝-𝚊𝚝𝚕𝚎𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚛𝚎𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗. 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚒𝚝𝚞, 𝚔𝚎𝚓𝚞𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚖𝚋𝚘𝚕 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚃𝙽𝙸, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚘𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊.

𝙺𝚎𝚓𝚞𝚛𝚗𝚊𝚜 𝙹𝚞𝚍𝚘 𝙿𝚒𝚊𝚕𝚊 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍 𝚇𝚅𝙸 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2026 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚔𝚊𝚝𝚎𝚐𝚘𝚛𝚒, 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚙𝚞𝚝𝚒 𝚔𝚊𝚝𝚎𝚐𝚘𝚛𝚒 𝚌𝚊𝚍𝚎𝚝 𝚞𝚜𝚒𝚊 13–16 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗, 𝚓𝚞𝚗𝚒𝚘𝚛 𝚞𝚜𝚒𝚊 16–19 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗, 𝚜𝚎𝚗𝚒𝚘𝚛, 𝚔𝚊𝚝𝚎𝚐𝚘𝚛𝚒 𝚔𝚊𝚝𝚊, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚎𝚐𝚘𝚛𝚒 𝚃𝙽𝙸-𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒. 𝚂𝚎𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 606 𝚓𝚞𝚍𝚘𝚔𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 26 𝙿𝚎𝚗𝚐𝚞𝚛𝚞𝚜 𝙿𝚛𝚘𝚟𝚒𝚗𝚜𝚒 𝙿𝙹𝚂𝙸 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 186 𝚓𝚞𝚍𝚘𝚔𝚊 𝚃𝙽𝙸-𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 54 𝚜𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚝 𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚓𝚞𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝.

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊 𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚌𝚊𝚋𝚊𝚗𝚐 𝚘𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚔𝚗𝚒𝚔, 𝚔𝚎𝚔𝚞𝚊𝚝𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊𝚗, 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗. 𝙼𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚖𝚞𝚖 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚘𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊 𝚋𝚎𝚕𝚊 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚔𝚜𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝𝚒𝚜𝚒 𝚍𝚒 𝚕𝚘𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊.

𝚃𝚎𝚛𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝙺𝚎𝚓𝚞𝚛𝚗𝚊𝚜 𝙹𝚞𝚍𝚘 𝙿𝚒𝚊𝚕𝚊 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝚕𝚊𝚑𝚒𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚓𝚞𝚍𝚘𝚔𝚊-𝚓𝚞𝚍𝚘𝚔𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚛𝚎𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚛𝚞𝚖𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚖𝚊 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊 𝚍𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚛𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕, 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚘𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊 𝚓𝚞𝚍𝚘 𝚍𝚒 𝙸𝚗𝚍𝚘𝚗𝚎𝚜𝚒𝚊. (*/𝕊𝕂)

𝚂𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛: 𝔻𝕚𝕤𝕡𝕖𝕟𝕒𝕕

Sobat Tjoekor Poerworedjo Gelar Baksos Cukur Gratis & Santunan Anak Yatim di 10 Muharam 1448 Hijriah

0

 

PURWOREJO, 25 Juni 2026 – Memaknai bulan 10 Muharam 1448 H, komunitas tukang cukur se-Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam Sobat Tjoekor Poerworedjo menggelar aksi sosial “Berbagi Kebaikan dan Cukur Gratis” di LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Purworejo.

Kegiatan berlangsung di Panti Asuhan Muhammadiyah Purworejo, Gg. Plaosan V No. 382 B, RT 01/RW 14, Kelurahan Plaosan, Kecamatan Purworejo, Kamis 25 Juni 2026. Para barberman/kapster yang tergabung di Sobat Tjoekor Poerworedjo, di bawah koordinasi Ketua Imam Cahyono, memangkas rambut anak-anak asuh dan pengurus panti.

Selain cukur gratis, Sobat Tjoekor Poerworedjo juga menyalurkan santunan untuk anak yatim sebagai bentuk kepedulian di bulan yang mulia ini.ungkap Tukang Cukur. Margono, New Suryo Nogo (Suren)

“Kegiatan ini wujud rasa syukur sekaligus memanfaatkan momentum 10 Muharam untuk berbagi kebahagiaan. Fokus kami bukan cuma bantuan materi, tapi berbagi keahlian yang kami punya: mencukur adik-adik biar lebih rapi dan percaya diri,” ungkap Imam Cahyono, Ketua Sobat Tjoekor Poerworedjo.

Lebih dari itu, aksi ini jadi ruang silaturahmi dan solidaritas antar sesama profesi tukang cukur di Purworejo.

 

“Kami ingin nunjukin kalau dengan kebersamaan, profesi kami juga bisa kasih dampak sosial positif buat masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Sobat Tjoekor Poerworedjo berharap bisa terus hadir dan berkontribusi untuk Purworejo, tidak hanya lewat gunting dan sisir, tapi juga lewat kepedulian.

Sobat Tjoekor Poerworedjo adalah komunitas barberman/kapster se-Kabupaten Purworejo yang aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan profesi. (Wahid)

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purworejo Gelar Doa Bersama Lintas Agama dan Santuni Anak Yatim

0

 

PURWOREJO (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠) – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Purworejo menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Agama di Auditorium Tribrata Polres Purworejo pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan khidmat tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, Bhayangkari, serta perwakilan anggota Polres Purworejo.

​Hadir dalam acara tersebut, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H., yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ir. Hadi Pranoto. Turut mendampingi Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, jajaran pejabat utama Polres Purworejo, para kapolsek, serta sekitar 75 tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

​Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dinamis memerlukan dukungan serta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat agar tetap kondusif.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antara Polres Purworejo dengan masyarakat serta para tokoh agama. Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan anugerah yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk saling mengisi, demi terciptanya kerukunan sebagai pondasi utama dalam pemeliharaan kamtibmas,” ujar Kapolres.

​Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kapolres.

​Inti acara diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan secara bergantian oleh perwakilan dari enam agama, yaitu:

​• Islam

​• Kristen

​• Katolik

• ​Buddha

​• Hindu

​• Konghucu

Doa bersama ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus harapan kolektif demi terciptanya keamanan dan kedamaian di wilayah Kabupaten Purworejo.

​Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo, KH. Khabib Soleh, S.Pd.I., M.M., memberikan tausiah singkat. Ia menekankan bahwa menjaga kamtibmas harus dilandasi oleh nilai-nilai ibadah. Menurutnya, upaya pemeliharaan keamanan tidak hanya membutuhkan kerja nyata di lapangan, tetapi juga dukungan doa dari seluruh lapisan masyarakat.

​Selain aspek spiritual, Polres Purworejo juga menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan santunan kepada anak yatim. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah untuk mempererat keharmonisan antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat.

​Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polres Purworejo berharap sinergi kuat antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjaga secara berkelanjutan demi Purworejo yang aman dan tertib.

Reporter: Wahid
Sumber: Sihumas Polres Purworejo

Bupati Samaun Dahlan Lepas Kontingen Pesparani, Titip Pesan Jaga Nama Baik Fakfak.

0

FAKFAK, Redaksi.co – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kabupaten Fakfak yang akan berlaga pada Pesparani Katolik Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (25/6/2026).

Prosesi pelepasan berlangsung penuh semangat dan doa, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Fakfak kepada para peserta yang akan membawa nama daerah dalam ajang seni dan pembinaan iman tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa Pesparani tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, pendalaman iman, serta pengembangan bakat seni liturgi gereja.

“Pesparani merupakan wadah untuk memuliakan Tuhan melalui pujian, mazmur, dan berbagai karya seni rohani. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keimanan serta kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya, keikutsertaan kontingen Fakfak dalam Pesparani Provinsi Papua Barat merupakan bentuk komitmen dalam melestarikan seni budaya gerejawi Katolik sekaligus memperkenalkan jati diri Kabupaten Fakfak kepada daerah lain.

Bupati menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh peserta mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil yang membanggakan. Ia menilai keberhasilan tidak terlepas dari proses persiapan yang matang, disiplin, kerja keras, serta dukungan doa dari berbagai pihak.

“Kami optimistis kontingen Pesparani Kabupaten Fakfak dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah. Tetaplah berjuang dengan semangat, disiplin, dan rasa percaya diri,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, pendamping, dan orang tua yang selama ini telah mendukung para peserta dalam menjalani proses latihan dan persiapan.

Menurutnya, keberhasilan para peserta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja sama dan dukungan yang diberikan oleh semua pihak yang terlibat.

Kepada seluruh anggota kontingen, Bupati berpesan agar menjaga kekompakan, menjunjung sportivitas, serta membawa nama baik Kabupaten Fakfak selama mengikuti kegiatan di Teluk Bintuni.

“Prestasi memang penting, namun yang lebih utama adalah menjadikan talenta yang dimiliki sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan dan sesama. Tampilkan yang terbaik dengan hati yang tulus dan penuh rasa syukur,” pesannya.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda serta memperkuat kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama.

Mengakhiri sambutannya, Samaun Dahlan secara resmi melepas Kontingen Pesparani Katolik Kabupaten Fakfak menuju Pesparani Katolik Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni.

Ia berharap seluruh peserta dapat memberikan penampilan terbaik dan menjadi duta daerah yang membanggakan, baik melalui prestasi maupun sikap yang mencerminkan nilai-nilai iman dan persaudaraan.

Sinergi Cegah Stunting, Kodim 1209/Bengkayang Hadiri Rapat Konvergensi di Desa Goa Boma

0

 

Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan generasi emas yang bebas dari stunting terus digalakkan di tingkat wilayah. Sebagai wujud nyata kepedulian tersebut, Babinsa 1209-05/Sml Serda Dirus menghadiri rapat Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting tingkat desa. Kegiatan krusial ini berlangsung dengan khidmat di Aula Kantor Desa Goa Boma Kec. Monterado Kab. Bengkayang.

Kamis ( 25/6/26 ).

Kehadiran Kodim 1209/Bky dalam agenda penting ini diwakili secara langsung oleh Babinsa. Rapat koordinasi ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi, memadukan program kerja, serta memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam upaya menekan angka stunting secara terpadu di wilayah Kecamatan Monterado, khususnya di Desa Goa Boma.

Dalam kesempatan tersebut, Serda Dirus menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengabdian nyata TNI dalam mengawal kesehatan masyarakat. Pihaknya siap mendukung penuh setiap program posyandu, pemantauan gizi, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada para orang tua. Sinergi ini dinilai sangat penting agar bantuan dan penyuluhan gizi dapat tersalurkan secara tepat sasaran demi menyelamatkan tumbuh kembang anak-anak.

Rapat konvergensi ini juga menjadi wadah diskusi interaktif untuk memetakan kendala di lapangan, mulai dari pemenuhan gizi kronis hingga pembenahan sanitasi lingkungan. Seluruh instansi yang hadir sepakat bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari tenaga kesehatan, aparatur desa, tokoh masyarakat, hingga pendampingan berkelanjutan dari aparat komando kewilayahan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan angka stunting di Desa Goa Boma dapat ditekan secara signifikan melalui aksi nyata yang terukur. Pihak pemerintah desa dan masyarakat pun mengapresiasi kehadiran serta dukungan penuh dari Koramil 1209-05/Sml, yang dinilai senantiasa hadir di tengah-tengah warga untuk membawa perubahan positif bagi kesejahteraan dan masa depan generasi penerus bangsa.

( Pendim 1209/Bky ).

Sutinah Terobos Moratorium DOB di DPR RI, Kota Mamuju Selangkah Menuju Status Ibu Kota Provinsi

0

Redaksi.co JAKARTA : Langkah strategis dan berani ditunjukkan Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, dalam memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Mamuju. Bersama jajaran DPRD Kabupaten Mamuju, Sutinah melakukan audiensi langsung dengan pimpinan Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026), guna mempercepat lahirnya Kota Mamuju sebagai ibu kota definitif Provinsi Sulawesi Barat.

Audiensi yang diterima langsung Wakil Ketua Komisi II DPR RI, , menjadi momentum penting dalam perjuangan panjang pembentukan Kota Mamuju. Berbeda dengan usulan pemekaran daerah pada umumnya, Sutinah membawa argumentasi yang menempatkan pembentukan Kota Mamuju sebagai kebutuhan strategis negara, bukan sekadar aspirasi politik lokal.

Di hadapan pimpinan Komisi II DPR RI, Sutinah menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Kota Mamuju merupakan bentuk penyesuaian administrasi ibu kota provinsi yang hingga kini masih berstatus kecamatan. Kondisi tersebut menjadikan Mamuju sebagai satu-satunya ibu kota provinsi di Pulau Sulawesi yang belum memiliki status kota.

“Kami tidak sedang mengajukan pemekaran konvensional. Ini adalah penataan struktur pemerintahan yang seharusnya dimiliki sebuah ibu kota provinsi. Sangat tidak ideal apabila pusat pemerintahan provinsi masih berstatus kecamatan,” tegas Sutinah.

Argumentasi tersebut dinilai memiliki kekuatan tersendiri di tengah masih berlakunya moratorium pembentukan DOB oleh pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Mamuju memandang kasus Mamuju memiliki karakteristik berbeda karena menyangkut fungsi dan kedudukan strategis sebagai pusat pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat.

Perjuangan tersebut semakin diperkuat dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 149 Tahun 2024 yang menegaskan kembali status Kabupaten Mamuju sebagai daerah otonom sekaligus ibu kota Provinsi Sulawesi Barat. Regulasi tersebut memberikan kepastian hukum terkait pusat pemerintahan, batas wilayah administrasi, serta penguatan kewenangan daerah dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pembangunan perkotaan modern.

Melalui landasan hukum tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju optimistis memiliki pijakan yang kuat untuk mendorong lahirnya Kota Mamuju sebagai pusat pemerintahan yang lebih representatif dan sejalan dengan perannya sebagai wajah Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI memberikan apresiasi terhadap substansi usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Mamuju. Menurutnya, argumentasi yang dibangun memiliki karakteristik berbeda dibanding mayoritas usulan pemekaran daerah yang selama ini masuk ke Komisi II DPR RI.

Dukungan terhadap pembentukan Kota Mamuju juga terus mengalir dari berbagai wilayah penyangga. Sejumlah elemen masyarakat menyatakan kesiapan untuk mendukung proses penataan wilayah demi mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Audiensi di DPR RI ini menjadi tonggak penting dalam perjuangan menjadikan Mamuju sebagai kota otonom. Jika proses tersebut berhasil diwujudkan, maka Mamuju tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pusat pemerintahan Sulawesi Barat, tetapi juga membuka ruang percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan daya saing daerah di masa mendatang. (ZUL)

Mobil Pengangkut 112 Kg Ganja Kecelakaan di Taput, Dua Kurir Ditangkap

0

TAPANULI UTARA – Sebuah mobil yang mengangkut 112 kilogram ganja kering mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tarutung–Siborongborong, tepatnya di Desa Sitabotabo, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (24/6/2026).

Dua orang yang diduga sebagai kurir narkoba langsung diamankan polisi. Mereka masing-masing berinisial RHH (33), warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dan PAN (36), warga Kota Medan.

Kasi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing, menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari laporan warga kepada Polsek Siborongborong. Saat itu, kedua pelaku sedang mengangkut ganja dari Kabupaten Mandailing Natal menuju Medan menggunakan mobil Toyota Avanza.

Menurut Walpon, RHH yang mengemudikan kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi hingga kehilangan kendali dan menabrak truk yang berada di depannya.

“Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi terjepit di dalam kendaraan sehingga tidak dapat melarikan diri,” ujar Walpon, Kamis (25/6/2026).

Warga yang datang membantu proses evakuasi kemudian curiga melihat sejumlah karung besar di dalam mobil. Kecurigaan itu mendorong warga menghubungi pihak kepolisian.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan 112 kilogram ganja kering yang dikemas dalam beberapa karung.

Kedua pelaku mengalami luka-luka akibat kecelakaan dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Hingga kini, RHH masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Tarutung karena mengalami luka cukup parah, sementara PAN telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk pengembangan kasus.

Polisi masih mendalami jaringan peredaran narkotika tersebut guna mengungkap pihak lain yang terlibat.

Tak Sekadar Santunan, Warga Padomasan Tebar Kasih untuk Anak Yatim Piatu

0

JEMBER, Redaksi.co – Dalam rangka memperingati 10 Muharam 1448 Hijriah, masyarakat Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim piatu yang dipusatkan di Dusun Krajan I (25/06/2026).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama, khususnya anak – anak yang telah kehilangan sosok orang tua dalam hidup mereka.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dengan dihadiri unsur Muspika Kecamatan Jombang, Pemerintah Desa Padomasan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.

Suasana kebersamaan begitu terasa saat warga dari berbagai kalangan berkumpul untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu.

Ketua panitia, H. Kholil, menyampaikan bahwa pada tahun ini sedikitnya 29 anak yatim piatu yang berdomisili di Desa Padomasan menerima santunan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus menjadi bentuk perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral dari masyarakat.

“Ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga bentuk kepedulian agar anak-anak yatim merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada masyarakat yang peduli dan selalu hadir untuk mereka,” ujarnya.

Ditempat dan waktu yang sama Camat Jombang, Farisa Jamal Taslim, S.STP. dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan 10 Muharam tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas antar warga.

“Momentum 10 Muharam hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian lebih serta dukungan dari lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Padomasan yang secara konsisten melaksanakan kegiatan santunan setiap tahunnya.

Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan seperti ini merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam membangun masyarakat yang harmonis dan saling peduli.

Di tengah senyum yang mengembang dari wajah anak-anak penerima santunan, tersimpan harapan agar perhatian dan kasih sayang yang diberikan masyarakat dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus melangkah meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan santunan ini, diharapkan tali silaturahmi antar warga semakin erat, kepedulian sosial terus tumbuh, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Padomasan. (Sofyan).