Selasa, Maret 24, 2026
Beranda blog Halaman 79

Relawan Tim WASH PMI Jember diperbantukan ke Aceh

0

JEMBER, redaksi.co – Untuk yang ketiga kalinya, PMI Kabupaten Jember mengirim relawannya untuk membantu korban bencana hidrometerologi banjir dan longsor yang terjadi di dua propinsi, Aceh dan Sumatra utara. Pada Selasa sore (20/01/26) PMI Jember mengirimkan satu relawan yakni M. Faiturahman yang setiap hari menjadi staf Penanggulangan Bencana untuk bertugas di Tim Water, Sanitation and Hygiene (WASH) di Kabupaten Pidie, Propinsi Aceh.

Bersama tiga relawan lainnya asal Propinsi Jawa Timur, M.Faiturahman nantinya akan bertugas sebagai teknisi pengolahan air bersih dimana tim tersebut akan melakukan pengolahan air sungai yang memeiliki kekeruhan diatas 20 NTU (Nephelometric Turbidity Unit ) menjadi air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat terdampak bencana.

“Hari ini saya bersama tiga relawan lain dari Jawa Timur akan bergabung dalam tim WASH yang ada di Propinsi Aceh untuk membantu warga terdampak bencana dalam pemenuhan air bersih yang dibutuhkan setiap hari,” ujar M.Faiturahman usai pelepasan di Markas PMI Kabupaten Jember.

Kebutuhan air bersih di daerah terdampak bencana hidrometerologi banjir dan longsor di Aceh dan Sumut sangatlah mendesak, banyaknya sumber air yang terkontaminasi lumpur membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari hari.

Jutaan liter air bersih telah di distribusikan oleh pemerintah setempat dan beberapa pihak yang turut membantu, namun banyaknya warga yang membutuhkan membuat pasokan air bersih kurang. Dengan adanya Tim WASH dari Palang Merah Indonesia akan membantu memenuhi ketersediaan air bersih warga di dua propinsi.

“Sesuai surat dari PMI Pusat, relawan PMI Jember yakni M.Faiturahman ini akan bertugas di Kabupaten Pidie, Propinsi Aceh hingga 02 Februari 2026. Dia nantinya akan memperkuat tim yang ada disana sebagai Teknisi Tim WASH,” jelas Imam Muslim Al Hariri, Kepala Markas PMI Kabupaten Jember.

Hingga saat ini PMI Kabupaten Jember telah memberangkatkan empat relawannya untuk membantu korban terdampak bencana hidrometerologi banjir dan longsor yang ada di Aceh dan Sumatra Utara. Sebelumnya, dua relawan PMI Jember yakni Imron Syafi’i dan Solihin bertugas di pendistribusian air bersih, kemudian Elvana Kusdijanto ditugaskan membantu kegiatan Psychosocial Support Service (PSS) dan M.Faiturahman di Tim WASH.

Reporter: Sofyan

Kecamatan Gumukmas Tegaskan Fungsi Pengawasan, Kawal Penjabaran APBDes 2026 Desa Tembokrejo

0

JEMBER, redaksi.co – Pemerintah Kecamatan Gumukmas menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel dengan turun langsung melakukan pendampingan penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 di Desa Tembokrejo, Selasa (20/1/2026).

Pendampingan ini dipimpin langsung oleh Camat Gumukmas, Dannie Alcholine, AMd.L.L.A.J., ST, M.Si, sebagai bentuk nyata fungsi pembinaan dan pengawasan kecamatan terhadap pemerintah desa. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mencegah potensi kesalahan administrasi sejak tahap perencanaan dan penjabaran anggaran.

Camat Gumukmas menegaskan bahwa pendampingan tidak sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya serius kecamatan dalam mengawal setiap rupiah APBDes agar tepat sasaran dan sesuai regulasi.

“Kecamatan hadir untuk memastikan APBDes dijabarkan secara cermat, tertib administrasi, dan benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat desa,” tegasnya.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kasi Pemerintahan Kecamatan Gumukmas Thomas Heru Indra dan Kasi PMKS Kecamatan Gumukmas Adhy W., yang secara teknis memberikan arahan serta koreksi terhadap penjabaran program dan kegiatan desa.

Kepala Desa Tembokrejo Suyitno bersama jajaran perangkat desa menyambut positif pendampingan ini, karena dinilai membantu pemerintah desa dalam menyusun APBDes 2026 secara lebih terstruktur dan sesuai ketentuan.

Hadir pula Pendamping Desa Nur Laili, Pendamping Lokal Desa M. Khosim, Operator SISKUDES Nafik, serta Bendahara Desa Ainur, guna memastikan sinkronisasi perencanaan, penganggaran, dan pelaporan keuangan desa.

Sepanjang kegiatan, proses pendampingan berjalan aktif, kritis, dan konstruktif. Tim Kecamatan secara tegas namun solutif mengarahkan setiap tahapan penjabaran APBDes, sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Kecamatan Gumukmas sebagai garda terdepan pembinaan desa dalam mewujudkan pengelolaan APBDes yang akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Reporter: Sofyan

Kapolres Langkat Pimpin Sertijab Kabag Ren, Kasat, Kapolsek serta Purna Bakti Polri

0

Kapolres Langkat Pimpin Sertijab Kabag Langkat_redaksi.co

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Langkat Polres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kabag Ren, Kasat, Kapolsek jajaran serta pelepasan personel yang memasuki masa purna bakti Polri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Jananuraga Polres Langkat, Selasa (20/01/2026).

Upacara dilaksanakan dengan khidmat, Kapolres Langkat bertindak selaku Inspektur Upacara, sementara Komandan Upacara dijabat oleh IPDA Rudi Gunawan Saragih, S.H.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PC Bhayangkari Langkat Ny. Ayu David beserta pengurus, Wakapolres Langkat Kompol Husnil Mubarak Daulay, S.H., S.I.K., M.I.K., para Pejabat Utama Polres Langkat, para Kapolsek jajaran, pejabat yang melaksanakan Sertijab, perwira, brigadir, ASN Polres Langkat, serta perwakilan personel Polsek jajaran.

Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan, antara lain PS Kabag Ren Polres Langkat dari Kompol Mardianto kepada AKP Harianto yang sebelumnya menjabat Kasubbag Bekpal Baglog Polres Langkat. Jabatan Kasat Narkoba Polres Langkat diserahterimakan dari AKP Rudy Saputra, S.H., M.H. kepada AKP Amrizal Hasibuan, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pangkalan Brandan.

Selain itu, AKP Eben Heser Tarigan, S.H. dipercaya menjabat Kapolsek Pangkalan Brandan, Kompol Muhammad Kamaruddin Daulay, S.H. mengakhiri masa tugas sebagai Kasat Samapta dan memasuki masa pensiun, sementara jabatan Kasat Samapta Polres Langkat selanjutnya diemban oleh AKP M. Syafril S., S.H. yang sebelumnya menjabat Danki I Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Sumut.

Jabatan Kapolsek Stabat diserahterimakan dari Kompol Sisbudianto kepada AKP Zulkarnain, S.H. Selanjutnya AKP Rinaldi Parulian Simamora, S.H. mendapat jabatan baru sebagai PS Kabag SDM Polres Sibolga, digantikan oleh AKP Pamilu Hamonangan Hutagaol, S.H., M.H. sebagai Kapolsek Secanggang. Sementara jabatan Kapolsek Pangkalan Susu diserahkan dari AKP Reynold Saut Pangihutan Naibaho, S.H. kepada AKP Dedi Yansyah Putra Ginting, S.H., M.H.

Upacara Sertijab tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan personel yang memasuki masa purna tugas berdasarkan Keputusan Kapolda Sumut, di antaranya Kompol Mardianto, AKP Elly Irawan, Kompol Muhammad Kamaruddin Daulay, S.H., Kompol Sisbudianto, serta ASN Moza Kurniawan.

Dalam amanatnya, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta peningkatan kinerja institusi.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh personel yang memasuki masa purna bakti atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama bertugas di Polres Langkat. Semoga pengabdian yang telah diberikan menjadi ladang amal dan inspirasi bagi personel yang masih bertugas,” tutup Kapolres.

M.ilyas

Kantor Desa Disegel Warga, Klaim Hak Milik Picu Malu Publik Pemkab Lombok Barat

0

Kantor Desa Disegel Warga, Klaim Hak Milik Picu Malu Publik Pemkab Lombok Barat

Lombok Barat | Redaksi.co
Kantor Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, disegel oleh warganya sendiri. Penyegelan tersebut dilakukan oleh Amaq Sai’in, warga setempat yang mengklaim bangunan kantor desa berdiri di atas lahan milik pribadinya yang merupakan warisan keluarga.
Aksi tersebut dilakukan lantaran Amaq Sai’in mengaku memiliki alas hak yang sah berupa pipil Garuda serta denah lokasi yang jelas.

Kantor desa kebon ayu

Menurutnya, dokumen tersebut menjadi bukti kuat bahwa tanah yang selama ini digunakan sebagai kantor desa merupakan hak ahli waris dari almarhum ayahnya.
“Saya berani menyegel kantor desa ini karena saya punya bukti alas hak yang jelas, pipil Garuda dan denah lokasi ada. Ini juga amanah dari almarhum bapak saya,” ujar Amaq Sai’in kepada wartawan Redaksi.co.

Denah lokasi lahan

Lebih jauh, Amaq Sai’in mengungkapkan bahwa semasa hidupnya, almarhum Kepala Desa Kebon Ayu, Jumarsah, secara terbuka telah mengakui bahwa lahan tersebut adalah milik ahli waris, yakni dirinya. Bahkan, pihak Pemerintah Desa Kebon Ayu disebut mengakui bahwa selama ini hanya menumpang menggunakan lahan tersebut untuk aktivitas perkantoran desa.

Pipil garuda alas hak asli

“Almarhum kepala desa dulu sudah mengakui kalau ini tanah ahli waris saya. Pemdes juga mengakui menumpang untuk ngantor di sini. Bahkan beliau berjanji akan menyelesaikan persoalan ini sebelum masa jabatannya berakhir,” ungkap Sai’in.

Amaq Sai’in ( pemilik lahan )

Namun, janji tersebut tak pernah terealisasi. Takdir berkata lain, almarhum Kepala Desa Jumarsah lebih dahulu wafat sebelum penyelesaian dilakukan. Sejak saat itu, persoalan status dan kompensasi penggunaan lahan tak kunjung menemukan titik terang.

Amak sai’in

Amaq Sai’in menegaskan, penyegelan kantor desa akan tetap dilakukan hingga ada kejelasan resmi dari Pemerintah Daerah. Ia berharap Bupati Lombok Barat turun tangan langsung untuk memberikan solusi yang adil dan bermartabat.

“Saya akan tetap menyegel kantor ini sampai ada jawaban yang jelas dari Pemerintah Daerah,” tegasnya.


Terkait permintaan ganti rugi, Amaq Sai’in meluruskan bahwa nominal Rp50 juta yang ia sampaikan bukan tuntutan sepihak, melainkan sebagai bentuk ganti rugi sewa atas penggunaan lahan selama ini, sebagaimana pernah dijanjikan oleh pihak pemerintah desa.

“Anggap saja Rp50 juta itu sebagai sewa selama lahan saya digunakan. Itu juga sesuai dengan janji Pemdes sebelumnya. Saya mohon kebijakan dari Pak Bupati agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Sai’in.

Ia juga menegaskan tidak menutup diri terhadap opsi penyelesaian lain selama ada kejelasan dan itikad baik dari pemerintah.
“Mau sistem sewa, tukar guling dengan lahan lain, atau bentuk kebijakan lainnya, saya tidak masalah. Yang penting jelas,” tambahnya.
Sementara itu, wartawan Redaksi.co mengonfirmasi persoalan ini kepada Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, SP. Ia menyampaikan bahwa pihak kecamatan saat ini tengah memproses persoalan tersebut dan melakukan koordinasi lintas pihak.

“Kami dari pihak kecamatan sedang memproses masalah ini dan terus berkoordinasi dengan Bupati Lombok Barat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini atau yang akrab disapa LAZ, telah memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Bahkan, Bupati disebut telah memanggil Kepala Aset Pemerintah Kabupaten Lombok Barat guna menindaklanjuti dan mengkaji status aset serta legalitas lahan kantor desa Kebon Ayu.

Kasus ini sontak menyita perhatian publik dan memantik rasa malu bersama. Sebuah kantor pemerintahan desa yang disegel oleh warganya sendiri menjadi cermin rapuhnya penataan aset dan administrasi pemerintahan. Situasi ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk segera bertindak cepat, tegas, dan adil, sebelum konflik melebar dan kepercayaan publik semakin tergerus.

Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
Abach uhel

Kesaksian Kisah Kerinduan Anak Pada Ibu Lewat Film”Esok Tanpa Ibu”

0

Jakarta,Redaksi. Co-Senin (19/1/2026) Rumah Produksi Base Entertainment, Beacon Film dan Refinery Media serta didukung oleh rumah produksi Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA) telah meluncurkan sebuah Film yang berjudul”Esok Tanpa Ibu” bertempat di Bioskop XXI Epicentrum Jakarta Selatan.

Film Esok Tanpa Ibu yang dibintangi oleh para pemeran Aktor dan Aktris Senior antara lain Dian Sastro Wardoyo,Ringgo Agus Rahman,Ali Fikry, Aisha Nurra Datau dan Bima Sena,serta diproduseri oleh Dian Sastrowardoyo bersama Shanty Harmayn, disutradarai oleh Ho Wi-ding sutradara asal malaysia, Naskah film Esok Tanpa Ibu ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief.

Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) mengisahkan sebuah kontras ketika kecerdasan buatan (AI) berupaya menggantikan peran seorang Ibu untuk mengasihi serta memberikan empati kepada seorang anak remaja telah kehilangan ibunya yang mengalami koma berkepanjangan.

Kisah yang personal saat perasaan kehilangan dan duka dari seorang remaja bernama Rama/Cimot diperankan oleh (Ali Fikry)dan seorang suami menjadi satu-satunya yang tersisa dalam sebuah keluarga , keduanya mencoba untuk menjalin hubungan yang dekat namun dengan adanya kecanggungan membuat keduanya justru semakin berjarak, situasi kedekatan yang sebelumnya selalu direkatkan saat kehadiran sang Ibu.

Kehilangan sosok Ibu yang mengalami koma di usia muda membuat cimot membuat segala cara dengan menggantikan peran Ibu lewat sebuah kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) yang dirancang khusus oleh temannya.

I-BU, AI dipersonalisasi untuk Cimot yang mampu memahami perasaannya, menemani percakapan serta mengetahui hal-hal yang disukainya semua sama saat seperti Ibunya masih sehat.

Dian Sastrowardoyo selaku Produser Serra pemeran dalam film Esok Tanpa Ibu (Mother net) mengatakan film ini adalah film keluarga yang mempertanyakan tentang autentisitas koneksi manusia di dunia yang sangat modern, di saat teknologi hadir diruang paling privat, manusia modern yang beda generasi antara anak dan bapak dalam menghadapi duka dengan atau tanpa teknologi.

Dengan teknologi kecerdasan AI I-BU yang digunakan Cimot dalam film ini menjadi coping mechanismnya tempat yang nyaman untuk menggantikan peran Ibu namun dia juga percaya I-BU tidak bisa menggantikan ibunya melainkan hanya menjadi sosok baru baginya, “ujar Ali Fikry selaku pemeran Rama/cimot.

Proses perilisan film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) didukung melalui kolaborasi promosi dengan Samsung Galaxy dan Telkomsel, kolaborasi ini mengusung pendekatan Advertorial Sponsorship serta pemanfaatan kekayaan Cerita (IP Utilization) sehingga memungkinkan aktivasi yang lebih kreatif, relevan serta terintegrasi dengan karakter dunia cerita dalam film.

Saksikan Film Esok Tanpa Ibu (Mother net) Di seluruh Bioskop Indonesia mulai tayang 22 Januari 2026…Don’t Miss It.

Geopark Ciletuh, Surga Alam di Sukabumi yang Memikat Hati dan Menginspirasi Jiwa

0

Redaksi.Co || Ciletuh, sebuah tempat yang salahsatunya terletak di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang paling memikat hati dan menginspirasi jiwa. Dengan keindahan alam yang luar biasa, Ciletuh menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Ciletuh memiliki tiga curug yang sangat indah, yaitu Curug Awang, Curug Tengah, dan Curug Puncakmanik. Curug Awang, yang terletak di hulu, memiliki ketinggian sekitar 40 meter dan lebar 60 meter, membuatnya menjadi salah satu curug yang paling spektakuler di Ciletuh. Curug Tengah, yang terletak di tengah, memiliki keindahan yang tidak kalah dengan Curug Awang, dengan hutan yang masih alami dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Curug Puncakmanik, yang terletak di puncak, memiliki keistimewaan yang tidak kalah dengan curug lainnya, dengan kebun kelapa yang terawat dan berbuah lebat.

Selain curug, Ciletuh juga memiliki keindahan alam lainnya, seperti sungai yang masih alami dan terpelihara dengan baik, serta batu-batu purba yang berusia jutaan tahun. Salah satu batu yang paling menarik adalah Batu Ukir, yang bentuknya seperti ukiran batik dan berusia sekitar 2,5 juta tahun. Batu ini merupakan hasil dari pergeseran lempeng bumi yang terjadi jutaan tahun yang lalu, dan merupakan salah satu contoh dari keanekaragaman geologi yang ada di Ciletuh.

Kawasan Ciletuh juga memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, dengan berbagai jenis tanaman kayu-kayu langka dan binatang-binatang seperti kera dan lutung. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam ini dengan cara berjalan kaki atau berenang di sungai. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati makanan khas Ciletuh, seperti cimlung kelapa atau cimplung ubi, yang dibuat dari bahan-bahan alami dan memiliki rasa yang lezat.

Untuk mengakses Ciletuh, pengunjung dapat mengikuti jalan ke Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Disana, pengunjung dapat mendapatkan informasi mengenai kawasan Ciletuh dan pemandu wisata yang sangat mengerti dengan lingkungan alam Ciletuh. Pemandu wisata ini dapat membantu pengunjung untuk menikmati keindahan alam Ciletuh dengan lebih aman dan nyaman.

Dengan keindahan alam yang luar biasa dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, Ciletuh merupakan salah satu destinasi wisata alam yang paling memikat hati dan menginspirasi jiwa di Indonesia. Jadi, jika Anda ingin menikmati keindahan alam yang luar biasa dan menginspirasi jiwa, Ciletuh adalah pilihan yang tepat!

Ciletuh juga memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama dalam bidang pariwisata dan pertanian. Dengan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, Ciletuh dapat menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat setempat. Selain itu, Ciletuh juga memiliki potensi dalam bidang pertanian, terutama dalam produksi kelapa dan ubi, yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.

Namun, perlu diingat bahwa pengembangan pariwisata di Ciletuh harus dilakukan dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, agar keindahan alam dan keanekaragaman hayati Ciletuh dapat tetap terjaga untuk generasi yang akan datang.***

Editor : AS

Aliansi Revolusi Agromaritim: Mahasiswa Bacan Barat dan Obi Soroti Persoalan Rute Kapal Venecia

0

REDAKSI.CO – Labuha, 20 Januari 2026,  Aliansi Revolusi Agromaritim yang terdiri dari mahasiswa Bacan Barat dan Obi menyoroti persoalan rute kapal Venecia yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan mobilitas masyarakat kepulauan. Sorotan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan transportasi laut yang dianggap merugikan warga.

Mahasiswa menilai rute kapal Venecia saat ini menyulitkan akses masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian dan perikanan serta mobilitas penumpang antara wilayah. Kondisi ini berdampak langsung pada perekonomian masyarakat di wilayah Bacan Barat dan Obi yang sangat bergantung pada transportasi laut.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Revolusi Agromaritim mendesak pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi perhubungan, agar segera mengevaluasi rute kapal Venecia. Mereka menilai perlu adanya penyesuaian rute yang lebih efektif dan merata demi menjamin hak dasar masyarakat atas transportasi yang layak.

“Transportasi laut adalah urat nadi masyarakat kepulauan. Jika rute kapal tidak memperhatikan kebutuhan rakyat, maka yang dirugikan adalah petani, nelayan, dan masyarakat kecil. Kami juga berharap kapal Venecia jangan hanya berangkat ke Ternate Singga di bacan barat, tetapi balik dari Ternate juga dia Singga.,” tegas perwakilan aliansi saat bertemu dengan wakil bupati Halmahera Selatan.

Aliansi juga menekankan bahwa persoalan ini bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi menyangkut keadilan akses dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Mereka berharap aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar pelayanan transportasi laut di wilayah Bacan Barat dan Obi menjadi lebih optimal.

Mengawali 2026 Rembug Ika Sadaya Fakultas Ilmu Budaya/Sastra Unpad, Siap Gelar Pasar Budaya Internasional

0

Redaksi.co || Mengawali kegiatannya tahun 2026, senior alumni Sastra Unpad bersama Pengurus Ika Sadaya Unpad Periode 2025-2029 melakukan pertemuan di Sagoo Kitchen & Kopi Lay, Kota Bandung, 17/1/2026. Sederet para senior alumni Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran tampak hadir dalam acara yang bertajuk “Rembug Ika Sadaya Unpad” ini.

Ada Kang Himat Kurnia seorang entrepreuneur lulusan Ilmu Sejarah Unpad, pendiri dan pemilik perusahaan Kelompok Agromedia yang juga mantan Ketua Umum Ika Unpad Periode 2016-2022. Hikmat Kurnia berharap Ikatan Alumni Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya menjadi wadah bersilaturahmi sekaligus berkontribusi, dan juga sebagai tempat ngumpul heureuy (bergembira, Red.). Ia menginginkan setiap pengurus untuk mengutamakan kepentingan organisasi dan bukan kepentingan pribadi.

Hadir juga Kang Paskah Irianto alumni Sastra Rusia Unpad yang juga pendiri Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Indonesia (PBHI) dan juga salah satu pendiri Komite Independen Pemilih Indonesia (KIPP) Indonesia. Paskah Irianto berharap para alumni Sastra dan Ilmu Budaya mengaplikasikan keilmuannya bukan sekedar hiburan tetapi memperkuat identitas alumni sastra sebagai pendidik, penegak moral, berkarakter dan berjiwa sosial.

Ia menginginkan para alumni mampu menerobos isu-isu strategis yang tampil bermartabat dengan kekuatan pikiran.

Tampak hadir Kang Budi Hermansyah alumni Sastra Arab Unpad yang juga mantan anggota DPRD Jawa Barat Periode 2009-2014 dari Partai Hanura sekaligus aktivis eksponen ‘98. Kang Hikmat Gumelar penyair Indonesia yang juga alumni Sastra Unpad juga hadir.

Urun rembuk Ika Sadaya ini dimotori Kang Airiyanto Assa senior alumni Sastra Rusia seorang aktivis reforma agraria pada Serikat Petani Jawa Barat (SPJB).

Serikat ini diketahui didirikan pada 2 Maret 1991 dikenal sebagai serikat petani otonom pertama pasca 1965 di Indonesia. Serikat ini merupakan kolaborasi aktivis perkotaan dan pimpinan petani tingkat lokal tempat terjadinya konflik tanah di Jawa Barat.

Turut hadir Kang Joe P. Project seorang aktor, komedian, sekaligus presenter ternama di Indonesia, alumni dari jurusan Sejarah, Fakultas Sastra Unpad. Diketahui, Juhana Sutisna (nama asli Joe) bersama Denny Chandra dan kawan-kawannya membentuk kelompok seni panggung yang terkenal di tahun 1990 bernama Padhyangan Komedi Musikal Bandung (Padhyangan KMB) yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Padhyangan 6 dan P. Project.

Pasar Budaya Internasional Bandung

Kang Joe tampak aktif mengarahkan jalannya urun rembuk Ika Sadaya Unpad ini. Presenter ini kemudian meminta Ika Sadaya Unpad menggelar kegiatan kebudayaan internasional di Kota Bandung.

Kegiatan Pasar Budaya Internasional Bandung bertujuan agar Bandung sebagai Kota Budaya dapat mempertunjukkan kekayaan sastra budaya Indonesia dan Bangsa-Bangsa lainnya di Kota Bandung. Dari Indonesia yang terkenal seperti seni kriya dan kerajinan (misalnya kain batik/membatik dan sejenisnya), penampilan musik (misalnya angklung, dan sejenisnya); seni tari, karya sastra (puisi dan sejenisnya).

Kekayaan sastra dan budaya negara lainnya juga akan dipertunjukkan di acara ini melalui kerjasama dengan kedutaan besar negara-negara sahabat, seperti Jepang, Rusia, Perancis, Jerman, Arab, Cina, Korea Selatan, dan lain-lain. Keragaman budaya negara lain yang dapat ditampilkan di acara ini, antara lain tarian, musik, kuliner, dan kostum, serta karya sastra lainnya dari negara-negara sahabat.

Kegiatan Pasar Budaya Internasional Bandung (Bandung International Culture Festival) bermaksud memfasilitasi interaksi antar mahasiswa dan masyarakat dengan delegasi asing.

Diharapkan masyarakat pengunjung dapat mengenal dan mencintai budaya sendiri dan budaya negara lain, mampu membaca peluang usaha berbasis budaya, sekaligus membangun persahabatan dan meningkatkan wawasan global.

“Dalam acara ini akan diundang seluruh alumni Sastra dan Ilmu Budaya se-Indonesia untuk hadir di Kota Bandung,” papar Joe, Sabtu, 17/1/2026.

Program Kerja Ika Sadaya Unpad

Ketua Umum Ika Sadaya Unpad, Nuning Purwaningrum Hallet, S.S., M.Hum., Ph.D. menyambut baik usulan kegiatan yang dimunculkan pada acara Urun Rembuk Ika Sadaya Unpad.

“Terima kasih kepada para senior atas berlangsungnya acara “Rembug” Ika Sadaya ini, ”kata Nuning, Sabtu 17/1/2026.

Tampak hadir membersamai Nuning, Desmanjon Purba,S.S. Wakil Ketua Umum Ika Sadaya Unpad dan Andre Sudrajat, S.S. Sekretaris Jenderal Ika Sadaya Unpad. Hadir juga pengurus lainnya seperti Wenang Prakasa, S.S., Devy Karina, S.S., Rani Wulansari Ariana, S.S., M.Hum., Miranti Artarina, S.S., M.Hum., dan lain-lain.

Sebelum acara dimulai, laporan kegiatan Ika Sadaya Unpad 2025 sudah dibagikan kepada peserta.

Ika Sadaya Unpad di bawah kepemimpinan Nuning P. Hallet belum genap 1 (satu) tahun. Nuning terpilih sebagai Ketua Umum pada Mubes Ika Sadaya Unpad (14/2/2025), kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus lengkap yang dilaksanakan pada 12/5/2025. Walaupun terbilang masih baru, pengurus Ika Sadaya sudah mampu menorehkan banyak kegiatan baik secara internal alumni maupun eksternal.

Tercatat, Ika Sadaya Unpad telah melaksanakan misi membangun jejaring alumni melalui kegiatan Sadaya Go Hiking, Podcast, Panggung Ika Sadaya, Workshop Fotografi dan Optimalisasi Copy Writing untuk Media Sosial.

Program kerjasama dengan kementerian luar negeri dan kementerian tenaga kerja juga telah dijajaki. Selain kedua kementerian tersebut, Ika Sadaya Unpad juga sudah menjajaki sekaligus membina komunikasi dengan Lembaga Kerjasama Jerman (GIZ) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) untuk penyiapan kelas bahasa asing calon penyelia halal di berbagai negara.

Pada tahun 2025, Ika Sadaya Unpad juga berhasil menyelenggarakan acara Ngobrol di Museum Kota Bandung “Jejak Mesin Tik Maestro Jakob Sumardjo” selama 3 (tiga) hari bekerjasama dengan Pemkot Bandung c.q Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, para seniman/budayawan Bandung, dan stakeholders lainnya.

Kegiatan yang diketuai Desmanjon ini berhasil memamerkan buku-buku karya Prof. Jakob Sumardjo yang sekaligus mengupas pemikiran dan karya Jakob Sumardjo melalui seminar dengan menghadirkan pelaku budaya dan kalangan akademisi. Kegiatan ini juga menampilkan pertunjukan seni tari, sastra, dan musik berlangsung pada 26-28 Agustus 2025.

Ika Sadaya Unpad juga telah bekerjasama dengan Yurinoki untuk beasiswa sekolah bahasa Jepang dan LAZ Graha Dhuafa Indonesia untuk program kelas bahasa Jepang gratis per Oktober 2025 hingga April 2026.

Selain itu, Ika Sadaya Unpad juga sukses menggelar Charity Event di akhir Desember 2025 untuk korban bencana alam di Arjasari Kab. Bandung dan Aceh Tamiang. Kegiatan ini diketuai Wenang Prakasa. Selanjutnya, Ika Sadaya Unpad sudah menyalurkan perlengkapan ibadah dan sembako ke Kec. Arjasari, Kab. Bandung, pada Minggu, 4 Januari 2026.

Sementara itu, di Aceh Tamiang Ika Sadaya Unpad membuka dapur umum selama 5 hari sejak 14 Januari 2026 yang dikelola oleh NGO Flower Aceh dan disalurkan ke tenda-tenda pengungsi oleh Lifeguard Aceh.***

Editor : Opik

Mahasiswa Bacan Barat dan Obi Soroti Persoalan Rute Kapal Venecia Saat Bertemu Wakil Bupatian.

0

REDAKSI.CO – Labuha, 20 Januari 2025, Aliansi Revolusi Agromaritim yang terdiri dari mahasiswa Bacan Barat dan Obi menyoroti persoalan rute kapal Venecia yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan mobilitas masyarakat kepulauan. Sorotan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan transportasi laut yang dianggap merugikan warga.

Mahasiswa menilai rute kapal Venecia saat ini menyulitkan akses masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian dan perikanan serta mobilitas penumpang antara wilayah. Kondisi ini berdampak langsung pada perekonomian masyarakat di wilayah Bacan Barat dan Obi yang sangat bergantung pada transportasi laut.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Revolusi Agromaritim mendesak pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi perhubungan, agar segera mengevaluasi rute kapal Venecia. Mereka menilai perlu adanya penyesuaian rute yang lebih efektif dan merata demi menjamin hak dasar masyarakat atas transportasi yang layak.

“Transportasi laut adalah urat nadi masyarakat kepulauan. Jika rute kapal tidak memperhatikan kebutuhan rakyat, maka yang dirugikan adalah petani, nelayan, dan masyarakat kecil. Kami juga berharap kapal Venecia jangan hanya berangkat ke Ternate Singga di bacan barat, tetapi balik dari Ternate juga dia Singga.,” tegas perwakilan aliansi saat bertemu dengan wakil bupati Halmahera Selatan.

Aliansi juga menekankan bahwa persoalan ini bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi menyangkut keadilan akses dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Mereka berharap aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar pelayanan transportasi laut di wilayah Bacan Barat dan Obi menjadi lebih optimal.

Memperingati Pertempuran Laut Arafuru, Kodaeral IV Gelar Upacara Hari Dharma Samudera Dan Tabur Bunga 

0

 

Redaksi.co – Batam | Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan pahlawan TNI Angkatan Laut dalam Pertempuran Laut Arafuru, TNI Angkatan Laut Kodaeral IV dibawah Koarmada RI menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera tahun 2026 bertempat di Lapangan apel Mako Kodaeral IV Batam, Kamis, (15/01/26) siang.

Komandan Kodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla bertindak selaku inspektur upacara. Upacara peringatan Hari Dharma Samudera tersebut diikuti oleh Inspektur Kodaeral IV, Kapoksahli, para Pejabat Utama, Kasatker serta seluruh Prajurit Jalasena dan PNS Kodaeral IV.

Peringatan Hari Dharma Samudera tahun 2026 mengusung tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena Yang Tangguh, Profesional dan Modern”. Kegiatan ini menumbuhkan semangat dalam mengenang dan menghormati jasa para pahlawan laut yang telah gugur dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya para prajurit TNI AL dalam pertempuran heroik di Laut Arafuru 64 tahun yang lalu.

Dalam amanat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) yang dibacakan Inspektur Upacara Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.TR.Opsla, bahwa Hari Dharma Samudera merupakan momentum refleksi bagi seluruh prajurit TNI AL untuk meneladani nilai-nilai kejuangan, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah para pahlawan laut.

Kasal menegaskan bahwa pengabdian para pendahulu harus menjadi inspirasi dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia di tengah tantangan yang semakin kompleks.

“Semangat Dharma Samudera harus terus hidup dan tertanam dalam setiap prajurit TNI Angkatan Laut sebagai landasan moral, profesionalisme, serta loyalitas dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegas Kasal.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan Upacara Tabur Bunga di Dermaga Mako Kodaeral IV sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada arwah para pahlawan laut yang telah gugur. Prosesi tabur bunga di laut berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi simbol penghargaan atas jasa serta pengorbanan para pahlawan demi kejayaan TNI Angkatan Laut dan keutuhan NKRI.

Melalui peringatan Hari Dharma Samudera ini, TNI AL Kodaeral IV berkomitmen untuk terus menumbuhkan semangat juang, soliditas, dan profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian di wilayah perairan yurisdiksi nasional.

Sumber : Dispen Kodaeral IV.