Beranda blog Halaman 69

14 Tahun Berlalu, Janji Rp9,6 Miliar PT Medco E&P Dipertanyakan: Ke Mana Realisasi Jalan Danau Cala ?

0

 

Redaksi.co MUSI BANYUASIN – Komitmen PT Medco E&P Indonesia terhadap pembangunan infrastruktur dan tanggung jawab sosial di Kabupaten Musi Banyuasin kembali menjadi sorotan. Ketua DPC GBRAN Kabupaten Musi Banyuasin, Arzis, mempertanyakan realisasi hasil kesepakatan yang telah dicapai bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sejak tahun 2012, khususnya terkait pembangunan akses Jalan Kabupaten yang menghubungkan Desa Danau Cala hingga Simpang Sungai Guci.

Menurut Arzis, hingga memasuki tahun 2026, masyarakat masih belum memperoleh kepastian mengenai pelaksanaan komitmen tersebut. Padahal, pembangunan jalan tersebut merupakan hasil rapat resmi yang digelar pada Kamis, 26 Juli 2012 pukul 14.00 WIB di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin.

Rapat saat itu dipimpin Agus Arisman, ST dan dihadiri berbagai unsur pemerintah serta pemangku kepentingan, di antaranya Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Bappeda, BP Migas, Camat Lais, Pemerintah Desa Danau Cala, Pemerintah Desa Bailangu Timur, serta perwakilan PT Medco E&P Indonesia.

Dalam forum tersebut, PT Medco E&P Indonesia menyatakan komitmennya membangun Jalan Kabupaten Desa Danau Cala–Simpang Sungai Guci sepanjang 8.072 meter dengan estimasi anggaran sekitar Rp9,6 miliar melalui pekerjaan pengaspalan dan pengecoran.

Bahkan secara teknis, Dinas PUPR saat itu mengusulkan konstruksi jalan beton selebar 4,5 meter dengan panjang 960 meter, disertai pekerjaan penimbunan menggunakan agregat A15 dan B25 mengingat kawasan tersebut merupakan daerah yang kerap terdampak banjir.

Namun, Arzis menilai realisasi di lapangan jauh dari kesepakatan yang pernah disampaikan dalam rapat tersebut.

“Berdasarkan fakta di lapangan hingga tahun 2026, realisasi fisik jalan tidak sesuai hasil rapat. Lebar jalan yang dikerjakan hanya sekitar 3,5 meter. Lebih dari itu, tidak ada transparansi informasi resmi kepada masyarakat mengenai bentuk maupun nilai bantuan PT Medco E&P Indonesia untuk Desa Danau Cala,” tegas Arzis kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

Tidak hanya menyoroti pembangunan jalan, Ketua DPC GBRAN Muba juga mempertanyakan realisasi berbagai program sosial lain yang sebelumnya disebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan.

Menurutnya, masyarakat belum memperoleh informasi yang jelas mengenai bantuan di sektor pendidikan, rumah ibadah, perikanan, pertanian maupun dukungan terhadap perbaikan infrastruktur jalan kabupaten lainnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan tersebut semestinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat Desa Danau Cala secara luas, bukan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu ataupun individu.

“Program tanggung jawab sosial perusahaan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara merata. Karena itu diperlukan keterbukaan agar publik mengetahui apa saja yang telah direalisasikan dan apa yang belum dilaksanakan,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, DPC GBRAN Kabupaten Musi Banyuasin mendesak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama PT Medco E&P Indonesia segera mengevaluasi dan menindaklanjuti hasil kesepakatan rapat tahun 2012 tersebut.

Selain itu, DPC GBRAN Muba juga meminta Aparat Penegak Hukum maupun instansi berwenang melakukan audit internal terhadap manajemen operasional PT Medco E&P Indonesia SSB SOKA Sumatera Selatan sebagai langkah memastikan akuntabilitas pelaksanaan komitmen perusahaan kepada masyarakat.

“Kami meminta Pemkab Muba dan PT Medco E&P Indonesia segera menindaklanjuti hasil rapat 26 Juli 2012. Kami juga meminta Aparat Penegak Hukum dan pihak yang berwenang melakukan audit internal manajemen PT Medco E&P Indonesia SSB SOKA Sumatera Selatan agar ada kejelasan dan akuntabilitas,” kata Arzis.

DPC GBRAN Muba berharap seluruh pihak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade tersebut. Menurut organisasi yang selama ini fokus mengawal aspirasi masyarakat, transparansi anggaran, dan pembangunan daerah di Kabupaten Musi Banyuasin itu, penyelesaian komitmen pembangunan jalan menuju Desa Danau Cala merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari PT Medco E&P Indonesia maupun Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terkait pernyataan Ketua DPC GBRAN Muba tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Alam/Tim)

Pemkab Aceh Barat Gelar Kegiatan Lepas Sambut Kapolres Dan Peusijuk Kapolres Baru di Pendopo Bupati

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menggelar kegiatan lepas sambut Kapolres sekaligus peusijuk Kapolres baru di pendopo bupati, Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan pada Sabtu 18/7/2026) malam.

Lepas sambut dari Kepolres Aceh Barat yang lama AKBP Yhogi Hadisetiawan kepada Kepolres Baru AKBP Agus Sulistianto tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah Kepala SKPK.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM dalam sambutannya mengatakan, atas nama pribadi dan Pemkab Aceh Barat mengucapkan selamat datang kepada Kapolres yang baru AKBP Agus Sulistianto di bumi Teuku Umar.

“Kami juga mngucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya bapak AKBP Yhogi Hadisetiawan yang telah mengabdikan diri selama ini atas dedikasi dan menunjukkan kinerja terbaik dalam kolaborasi dan sinergi dengan Pemkab sehingga terciptanya kondusifitas di Kabupaten Aceh Barat,” kata Tarmizi.

Dikatakan Tarmizi, selama AKBP Yhogi menjabat Kapolres Aceh Barat banyak kesan indah yang tercipta baik itu dalam hal menembak hingga keahliannya dalam urusan memasak.

“Doa kami kepada Pak AKBP Yhogi Hadisetiawan semoga sukses selalu dalam karir nya kedepan. Kepada Pak Kapolres baru AKBP Agus Sulistianto, Forkopimda nya di Aceh Barat ini baik – baik semuanya alhamdulillah,” katanya.

Tantangan yang saat ini sedang dialami oleh pemerintah dan semua pihak di Aceh Barat kata Tarmizi yaitu narkoba, dimana narkoba kini sudah masuk dikalangan anak remaja dan juga anak – anak sekolah.

“Kemudian penyakit masyarakat LGBT, tempat – tempat perjudian dan maksiat, kemarin malam kami baru melakukan razia di Ujung Karang bersama tim gabungan dan tantangan yang terakhir adalah media sosial yang dahsyat nya luar biasa,” ujar Tarmizi.

Salah satu solusi untuk semua tantangan tersebut kata Tarmizi adalah bersatu, dengan bersatu demikian insyaallah semua permasalahan dan tantangan yang ada di Kabupaten Aceh Barat akan dapat diselesaikan bersama ****

Satlantas Polres Pasangkayu Sigap Tindak Knalpot Brong, Tuai Apresiasi IJS

0

PASANGKAYU, REDAKSI.CO– Gerak cepat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasangkayu dalam menindak penggunaan knalpot brong mendapat apresiasi dari Ikatan Jurnalis Sulawesi (IJS) DPW Pasangkayu. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk respons nyata kepolisian terhadap keluhan masyarakat yang selama ini merasa terganggu dengan kebisingan kendaraan berknalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

Penertiban dilakukan melalui patroli intensif selama dua malam berturut-turut, yakni pada malam Sabtu dan malam Minggu, di sejumlah ruas jalan dalam wilayah Kota Pasangkayu. Selain melakukan penindakan terhadap pelanggar, petugas juga memberikan pembinaan kepada pengendara agar lebih disiplin dalam mematuhi aturan berlalu lintas.

Ketua IJS DPW Pasangkayu, A. Ansar, menyampaikan apresiasinya atas langkah cepat yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Pasangkayu. Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan komitmen dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Alhamdulillah, mewakili teman-teman jurnalis di Pasangkayu dan secara pribadi sebagai Ketua IJS DPW Pasangkayu, saya sangat mengapresiasi langkah cepat Satlantas Polres Pasangkayu dalam melakukan pembinaan dan penertiban terhadap pengendara yang menggunakan knalpot brong. Kami melihat langsung pada malam Minggu petugas melakukan penindakan terhadap beberapa kendaraan berknalpot brong di depan Sekretariat IJS Pasangkayu,” ujar Ansar.

Ia menilai penertiban tersebut tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menjadi upaya preventif untuk menekan potensi balap liar serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif, terutama pada malam akhir pekan yang dipadati aktivitas masyarakat.

IJS Pasangkayu berharap patroli dan penertiban serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurut Ansar, konsistensi penegakan aturan akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan kendaraan sesuai ketentuan serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Melalui langkah cepat tersebut, Satlantas Polres Pasangkayu kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman di Kabupaten Pasangkayu.

Kapolres Purwakarta Hadiri Sertijab Danyon Armed 9 dan Tradisi Korps Menarmed 1

0

Kapolres Purwakarta Hadiri Sertijab Danyon Armed 9/Pasopati dan Tradisi Korps Prajurit Menarmed 1/Sthira Yudha

PURWAKARTA | Redaksi.co – Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menghadiri kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon Armed 9/Pasopati, Tradisi Korps Prajurit Menarmed 1/Sthira Yudha, serta Serah Terima Jabatan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 2 Yonarmed 9/Pasopati yang digelar di Lapangan Upacara Yonarmed 9/Pasopati/1/1 Kostrad, Jalan Raya Sadang–Subang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.45 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat TNI-Polri, jajaran Pemerintah Kabupaten Purwakarta, serta sekitar 500 tamu undangan.

SIMILLAR POST: Hangat dan Penuh Makna, Pisah Sambut Danmenarmed 1 Sthira Yudha Perkuat Sinergitas TNI-Polri di Purwakarta

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami, Wakil Ketua DPRD Luthfi Bamala, Kajari Purwakarta Apsari Dewi, Sekda Kabupaten Purwakarta Ir. Sri Jaya Midan, para komandan satuan jajaran Kostrad dan TNI, unsur Brimob, Damkar Purwakarta, para pejabat utama Polres Purwakarta, serta tamu undangan lainnya.

Upacara dipimpin oleh Komandan Resimen Armed 1/Sthira Yudha/1 Kostrad, Letkol Arm Didik Kurniawan, selaku Inspektur Upacara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan pasukan, dilanjutkan prosesi serah terima jabatan, tradisi korps, penyerahan tongkat komando, penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan fakta integritas, hingga penyerahan jabatan Ketua Persit KCK Ranting 2 Yonarmed 9/Pasopati.

BACA JUGA: Perkuat Komitmen Pelayanan, Kapolres Purwakarta Sampaikan Commander Wish Kapolda Jabar

Dalam upacara tersebut juga dilaksanakan tradisi pelepasan dan penerimaan pejabat baru sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keprajuritan serta kesinambungan kepemimpinan di lingkungan Yonarmed 9/Pasopati.

Kehadiran Kapolres Purwakarta menjadi wujud sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat kerja sama lintas institusi di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini, mengatakan bahwa kehadiran Kapolres dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap sinergi yang selama ini terjalin baik antara Polri dan TNI.

“Serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan profesionalisme. Kehadiran Bapak Kapolres menjadi simbol kuatnya soliditas TNI-Polri yang selama ini terus dibangun dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Purwakarta,” ujar IPTU Tini Yutini. (*/SK)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta

ETPD Jadi Strategi Bapenda Pasangkayu Tingkatkan PAD

0

PASANGKAYU, Redaksi.co – Pemerintah Kabupaten Pasangkayu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat langkah transformasi digital dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di bawah kepemimpinan Kepala Bapenda Pasangkayu, Andi Baso, S.Sos., M.A.P., berbagai strategi terus disiapkan untuk meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi daerah, sekaligus mendorong tata kelola keuangan yang semakin transparan, akuntabel, dan modern.

Salah satu langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah pelaksanaan rapat koordinasi pada Senin yang membahas percepatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Agenda tersebut difokuskan pada peralihan sistem transaksi pemerintah daerah dari pembayaran secara tunai menuju transaksi non-tunai di berbagai sektor pelayanan dan penerimaan daerah.

Kepala Bapenda Pasangkayu, Andi Baso, S.Sos., M.A.P., mengatakan bahwa penerapan ETPD merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dalam mendukung kebijakan nasional mengenai digitalisasi transaksi keuangan daerah. Melalui sistem ini, seluruh proses pembayaran diharapkan menjadi lebih cepat, aman, efisien, dan mudah diawasi.

“Digitalisasi transaksi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.

Menurut Andi Baso, penerapan transaksi non-tunai juga diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan PAD dengan meminimalkan potensi kebocoran, meningkatkan akurasi pencatatan, serta mempermudah proses pelaporan dan monitoring secara real time.

Selain membahas implementasi ETPD, rapat koordinasi tersebut juga akan menjadi forum penyamaan persepsi antar perangkat daerah dan para pemangku kepentingan mengenai mekanisme pelaksanaan transaksi non-tunai. Dengan sinergi yang kuat, implementasi ETPD diharapkan dapat berjalan efektif dan diterapkan secara bertahap di seluruh layanan pemerintah daerah.

Bapenda juga terus mendorong pemanfaatan layanan pembayaran digital oleh masyarakat dan wajib pajak. Langkah ini diyakini akan memberikan kemudahan dalam memenuhi kewajiban perpajakan tanpa harus melakukan transaksi secara tunai, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi.

Implementasi ETPD merupakan salah satu program strategis pemerintah yang didorong oleh Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan daerah. Penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat akuntabilitas, serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Dengan penguatan digitalisasi, optimalisasi pelayanan, dan kolaborasi seluruh perangkat daerah, Bapenda Pasangkayu optimistis target PAD tahun 2026 dapat dicapai. Pemerintah berharap transformasi menuju transaksi non-tunai tidak hanya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin modern dan profesional.

BPBD Sulbar Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Polman, Sinergi Lintas Instansi Cegah Korban Jiwa

0

MAMUJU, redaksi.co – BPBD Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda permukiman warga di Lingkungan Gaspol, Kelurahan Polewali, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (17/7/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit rumah dan menyebabkan dua rumah lainnya terdampak, sementara kebutuhan darurat bagi warga kini menjadi prioritas penanganan.

Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menjelaskan bahwa informasi kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Sulbar dari BPBD Kabupaten Polewali Mandar melalui aplikasi WhatsApp. Setelah menerima laporan, BPBD Sulbar langsung melakukan pemantauan serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Setiap laporan yang masuk ke Pusdalops menjadi dasar untuk melakukan pemantauan, koordinasi, serta memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat segera dipenuhi bersama pemerintah kabupaten dan seluruh unsur terkait,” ujar Muhammad Yasir Fattah.

Berdasarkan laporan sementara, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Akibat kejadian tersebut, dua rumah milik Dede dan Waris mengalami kerusakan berat setelah dilalap api. Sementara itu, rumah milik Ashad dan Abd. Hakim mengalami kerusakan ringan karena terdampak kobaran api.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Polewali Mandar berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke permukiman yang lebih luas. Berkat respons cepat seluruh unsur di lapangan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Tim asesmen BPBD Polewali Mandar yang terdiri dari Andi Irpan, Makmur, dan Muslimin langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak. Hasil asesmen menunjukkan masyarakat membutuhkan bantuan berupa terpal, tikar, dan makanan siap saji.

Muhammad Yasir Fattah menegaskan BPBD Sulbar akan terus mengawal proses penanganan hingga kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi. Menurutnya, koordinasi yang solid antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh unsur penanggulangan bencana menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan pascakebakaran.

“Sinergi antara BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, TNI, Polri, pemerintah setempat, dan masyarakat merupakan kunci dalam percepatan penanganan bencana. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak cepat di lapangan sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tutup Muhammad Yasir Fattah.

SPBU 74.915.10 Sarjo Perkuat Pelayanan, Pastikan Pasokan BBM Aman Dukung Mobilitas Masyarakat Pasangkayu

0

PASANGKAYU, Redaksi.co – SPBU 74.915.10 Sarjo yang berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Letawa, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM), kualitas layanan, serta keamanan operasional sesuai standar yang ditetapkan Pertamina.

Sebagai salah satu lembaga penyalur resmi BBM Pertamina di wilayah Pasangkayu, SPBU 74.915.10 Sarjo memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat, baik bagi kendaraan pribadi, angkutan umum, kendaraan logistik, maupun pelaku usaha yang melintasi jalur Trans Sulawesi.

Manajemen SPBU menyatakan bahwa pelayanan kepada konsumen menjadi prioritas utama. Seluruh proses pengisian BBM dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari ketepatan takaran, kesiapan fasilitas, kebersihan area pelayanan, hingga keselamatan kerja petugas dan pelanggan.

Selain memastikan pelayanan berlangsung cepat dan nyaman, SPBU juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap ketersediaan stok BBM guna mengantisipasi lonjakan permintaan, terutama pada masa libur nasional, arus mudik, maupun meningkatnya aktivitas masyarakat.

Keberadaan SPBU di jalur nasional Trans Sulawesi menjadikan fasilitas ini sebagai titik penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa di wilayah Sulawesi Barat. Oleh karena itu, kesinambungan pasokan BBM menjadi faktor vital dalam menjaga stabilitas aktivitas ekonomi masyarakat.

Pihak SPBU juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan selama berada di area pengisian, seperti mematikan mesin kendaraan, tidak merokok, tidak menggunakan telepon genggam saat pengisian BBM berlangsung, serta mengikuti arahan operator demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

Komitmen menjaga kualitas pelayanan tersebut sejalan dengan upaya Pertamina dalam menghadirkan layanan energi yang berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan pelayanan yang profesional dan pasokan BBM yang terjaga, SPBU 74.915.10 Sarjo diharapkan terus menjadi mitra terpercaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasangkayu.

PAGELARAN WAYANG KULIT DALANG WANITA,SMKI Yogyakarta menggelar event pagelaran dalang

0

 

Sabtu 18 Juli 2026., dalam event kali ini 5 dalang wanita siswi dari SMKI Yogyakarta bekerja sama dengan Kemenbud RI dan DANAINDONESIANA. Tajuk gelaran dalang wanita kali ini

mengangkat beberapa lakon diantaranya kesetiaan sembadra yang mengisahkan tentang wanita dalam kehidupan era masa kini. Event ini di hadiri oleh beberapa undangan di antaranya hadir dari ISI Surakarta, seniman Lokasi mas Angger Sukisno, dan beberapa dalang cilik di Yogyakarta. Di samping gelaran melestarikan Budaya tradisi khususnya seni wayang kulit oleh dalang wanita juga edukasi tentang kesetaraan gender . Salah satu dalang wanita Anisyah padma menampilakn Lakon kasetyan Sembadra. Menurut penuturan sang dalang berharap pada kesempatan kali ini mampu membawa wayang kulit ini ke dunia internasional.

Festival Nelayan Digelar, Sutinah Gelontorkan Rp1,5 Miliar untuk Lindungi Nelayan dan Kelompok Rentan

0

Redaksi.co MAMUJU : Komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam membangun sektor kelautan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir kembali ditegaskan melalui Festival Nelayan Mamuju Keren yang mengusung tema “Kuat, Laut, Lestari, Mamuju Maju”. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Mamuju ke-486 itu dipusatkan di Kompleks KNMP, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Sabtu 18/7/2026.

Festival tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun sektor perikanan yang berdaya saing sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Berbagai kegiatan mewarnai festival, mulai dari penanaman mangrove, penyerahan santunan kepada masyarakat, bantuan bagi nelayan, hingga penandatanganan kerja sama bantuan hukum bagi nelayan.

Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, SH., MH, mengatakan festival ini merupakan langkah awal membangun kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan nelayan yang mandiri dan memperkuat ketahanan pangan di sektor perikanan dan kelautan.

“Pada langkah awal ini kami membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk mewujudkan kemandirian nelayan menuju ketahanan pangan di di sektor perikanan dan kelautan,” kata Yusuf.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Safruddin DM, menegaskan bahwa kemajuan sektor kelautan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha, organisasi perempuan, hingga generasi muda dalam festival tersebut menjadi bukti nyata tumbuhnya sinergi dalam membangun ekonomi berbasis kelautan.

Safruddin menilai potensi kelautan Mamuju sangat besar dan harus dikelola secara maksimal agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ia mendorong agar hasil tangkapan nelayan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi serta mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Puncak kegiatan ditandai dengan sambutan Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sutinah Suhardi, yang menegaskan bahwa Festival Nelayan merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir.

Dalam kesempatan itu, Sutinah mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar pada tahun 2025 untuk memberikan perlindungan kepada nelayan, petani, pelaku UMKM, dan kelompok rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menegaskan, santunan yang diserahkan kepada masyarakat pada festival tersebut bukan berasal dari BPJS, melainkan dari anggaran Pemerintah Kabupaten Mamuju. Salah satu ahli waris bahkan menerima santunan sebesar Rp42 juta sebagai bentuk perlindungan sosial dari pemerintah daerah.

Selain itu, Pemkab Mamuju juga menyerahkan Surat Keputusan kerja sama dengan Kementerian Hukum guna menghadirkan layanan bantuan dan pendampingan hukum bagi para nelayan apabila menghadapi persoalan hukum.

Meski demikian, Sutinah menekankan bahwa tujuan utama kerja sama tersebut bukan untuk memperbanyak pendampingan hukum, melainkan meningkatkan edukasi kepada nelayan agar memahami aturan perikanan dan terhindar dari pelanggaran hukum akibat minimnya pengetahuan.

Kami ingin nelayan kita semakin sadar hukum. Jangan sampai mereka melakukan pelanggaran hanya karena tidak memahami aturan yang berlaku,” tegas Sutinah.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak pemerintah provinsi, pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan di Mamuju.

Pemerintah Kabupaten Mamuju tidak akan tinggal diam. Segala upaya akan terus kami lakukan agar kesejahteraan nelayan meningkat dan sektor kelautan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah,” pungkasnya.

Festival Nelayan Mamuju Keren diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi menjadi tonggak lahirnya kolaborasi berkelanjutan dalam mewujudkan nelayan yang mandiri, pesisir yang lestari, serta ekonomi kelautan yang mampu menjadi kekuatan baru bagi kemajuan Kabupaten Mamuju. (ZUL)

Satresnarkoba Polres Mamuju Tengah Bongkar Peredaran Sabu di Topoyo, Dua Terduga Pelaku Diamankan

0

Redaksi.co MATENG : Komitmen Polres Mamuju Tengah dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil membongkar dugaan jaringan peredaran sabu di Dusun Balata Tomene, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis (16/7/2026).

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan dua terduga pelaku, yakni M.N.A. (40), warga Dusun Balata Tomene, dan seorang remaja berinisial A (16), warga Desa Kavata, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh KBO Satresnarkoba Polres Mamuju Tengah, IPDA Ruslan, S.H. Penindakan dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut. Berbekal informasi itu, tim melakukan penyelidikan sejak Selasa (14/7/2026) hingga akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut.

Saat melakukan penggeledahan di rumah M.N.A. yang disaksikan Kepala Dusun setempat, petugas menemukan empat sachet yang diduga berisi sabu dengan berat bruto 0,78 gram. Selain itu, polisi turut mengamankan satu buah pireks, alat hisap (bong), korek api, kotak kecil, dua unit telepon genggam, satu bungkus plastik sachet kosong, serta uang tunai sebesar Rp1.500.000 yang diduga merupakan hasil penjualan sabu.

Dari hasil pemeriksaan awal, M.N.A. mengakui seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya. Ia mengaku membeli satu gram sabu dari A dengan mentransfer uang sebesar Rp1.000.000 melalui aplikasi Dana.

Menurut pengakuannya, sabu tersebut kemudian dibagi menjadi 17 paket kecil. Sebanyak tiga paket digunakan untuk konsumsi pribadi, sepuluh paket telah dijual dengan harga Rp150.000 per sachet, sedangkan empat paket lainnya berhasil diamankan petugas saat penggerebekan.

Sementara itu, A mengaku memperoleh sabu dari Kota Palu setelah menerima pesanan dari M.N.A. Barang haram tersebut kemudian dibawa menggunakan sepeda motor dan diserahkan langsung kepada M.N.A. di rumahnya di Dusun Balata Tomene.

Saat ini, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Mamuju Tengah untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lain yang terkait dengan kasus tersebut.

Polres Mamuju Tengah mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Dukungan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam upaya menciptakan Kabupaten Mamuju Tengah yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. (ZUL)