Top 5 This Week

Related Posts

Festival Nelayan Digelar, Sutinah Gelontorkan Rp1,5 Miliar untuk Lindungi Nelayan dan Kelompok Rentan

Redaksi.co MAMUJU : Komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam membangun sektor kelautan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir kembali ditegaskan melalui Festival Nelayan Mamuju Keren yang mengusung tema “Kuat, Laut, Lestari, Mamuju Maju”. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Mamuju ke-486 itu dipusatkan di Kompleks KNMP, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Sabtu 18/7/2026.

Festival tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun sektor perikanan yang berdaya saing sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Berbagai kegiatan mewarnai festival, mulai dari penanaman mangrove, penyerahan santunan kepada masyarakat, bantuan bagi nelayan, hingga penandatanganan kerja sama bantuan hukum bagi nelayan.

Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, SH., MH, mengatakan festival ini merupakan langkah awal membangun kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan nelayan yang mandiri dan memperkuat ketahanan pangan di sektor perikanan dan kelautan.

“Pada langkah awal ini kami membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk mewujudkan kemandirian nelayan menuju ketahanan pangan di di sektor perikanan dan kelautan,” kata Yusuf.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Safruddin DM, menegaskan bahwa kemajuan sektor kelautan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha, organisasi perempuan, hingga generasi muda dalam festival tersebut menjadi bukti nyata tumbuhnya sinergi dalam membangun ekonomi berbasis kelautan.

Safruddin menilai potensi kelautan Mamuju sangat besar dan harus dikelola secara maksimal agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ia mendorong agar hasil tangkapan nelayan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi serta mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Puncak kegiatan ditandai dengan sambutan Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sutinah Suhardi, yang menegaskan bahwa Festival Nelayan merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir.

Dalam kesempatan itu, Sutinah mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar pada tahun 2025 untuk memberikan perlindungan kepada nelayan, petani, pelaku UMKM, dan kelompok rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menegaskan, santunan yang diserahkan kepada masyarakat pada festival tersebut bukan berasal dari BPJS, melainkan dari anggaran Pemerintah Kabupaten Mamuju. Salah satu ahli waris bahkan menerima santunan sebesar Rp42 juta sebagai bentuk perlindungan sosial dari pemerintah daerah.

Selain itu, Pemkab Mamuju juga menyerahkan Surat Keputusan kerja sama dengan Kementerian Hukum guna menghadirkan layanan bantuan dan pendampingan hukum bagi para nelayan apabila menghadapi persoalan hukum.

Meski demikian, Sutinah menekankan bahwa tujuan utama kerja sama tersebut bukan untuk memperbanyak pendampingan hukum, melainkan meningkatkan edukasi kepada nelayan agar memahami aturan perikanan dan terhindar dari pelanggaran hukum akibat minimnya pengetahuan.

Kami ingin nelayan kita semakin sadar hukum. Jangan sampai mereka melakukan pelanggaran hanya karena tidak memahami aturan yang berlaku,” tegas Sutinah.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak pemerintah provinsi, pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan di Mamuju.

Pemerintah Kabupaten Mamuju tidak akan tinggal diam. Segala upaya akan terus kami lakukan agar kesejahteraan nelayan meningkat dan sektor kelautan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah,” pungkasnya.

Festival Nelayan Mamuju Keren diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi menjadi tonggak lahirnya kolaborasi berkelanjutan dalam mewujudkan nelayan yang mandiri, pesisir yang lestari, serta ekonomi kelautan yang mampu menjadi kekuatan baru bagi kemajuan Kabupaten Mamuju. (ZUL)

Popular Articles