Foto : Ilustrasi editing AI
PASANGKAYU, Redaksi.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan desa yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ahmad Kharli, berbagai program inovatif terus digulirkan, mulai dari pelestarian budaya, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah keberhasilan Pemdes Randomayang menjadikan desa sebagai pusat berbagai kegiatan budaya dan olahraga yang mampu menarik partisipasi masyarakat. Melalui penyelenggaraan Pesta Rakyat Tahunan, yang kini telah memasuki penyelenggaraan ketiga, pemerintah desa menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus mengangkat potensi lokal.
Komitmen melestarikan budaya juga diwujudkan melalui penyelenggaraan lomba balap gerobak sapi (Vopasilumba Japi) yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat. Selain itu, Pemdes turut mengembangkan sektor sport tourism melalui ajang Katinting Race di kawasan Pantai Lentora, yang mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasangkayu.
Di sektor ekonomi, Desa Randomayang berhasil ditetapkan sebagai Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) tingkat kecamatan. Status tersebut memperkuat peran desa sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemdes juga terus mengoptimalkan pengelolaan Pasar Desa Randomayang sebagai pusat perdagangan dan interaksi sosial warga. Berbagai fasilitas penunjang seperti kios desa, subterminal, hingga akses pelayanan masyarakat terus ditingkatkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam aspek kesejahteraan sosial, Pemerintah Desa Randomayang dikenal konsisten menerapkan tata kelola Dana Desa yang transparan dan akuntabel. Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tidak hanya itu, Pemdes juga aktif membangun sinergi bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam mengawal berbagai program pembangunan sehingga berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
Potensi sumber daya alam menjadi salah satu fokus utama pembangunan desa. Dengan luas wilayah sekitar 6.698 hektare, Randomayang memiliki kawasan yang potensial untuk pengembangan sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan.
Pemerintah desa terus mendorong pengembangan kawasan minapolitan dan agropolitan, termasuk memfasilitasi investasi pada sektor tambak udang serta memberikan pendampingan kepada petani dalam meningkatkan produktivitas komoditas padi sawah dan perkebunan kelapa.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemdes Randomayang juga memperkuat sistem administrasi melalui penyusunan monografi desa berbasis digital yang mencakup delapan dusun. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan transparan.
Komitmen terhadap demokrasi juga ditunjukkan melalui kerja sama yang baik dengan berbagai lembaga, termasuk saat memfasilitasi kegiatan Bawaslu Kabupaten Pasangkayu dalam pelaksanaan uji petik data pemilih berkelanjutan.
Kepala Desa Randomayang, Ahmad Kharli, menegaskan bahwa seluruh program pembangunan yang dijalankan berorientasi pada kepentingan masyarakat dan dilakukan melalui semangat gotong royong.
“Kami ingin Desa Randomayang terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal. Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi desa, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Ahmad Kharli.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Desa Randomayang terus memperlihatkan transformasi sebagai desa yang mampu mengoptimalkan potensi daerah, menjaga kearifan lokal, serta membangun pemerintahan yang terbuka dan responsif. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.

