Senin, Maret 23, 2026
Beranda blog Halaman 67

Operasi Keselamatan Seligi Awal Tahun 2026, Ditlantas Polda Kepri Tekankan Penegakan Hukum Berbasis ETLE

0

 

Redaksi.co | Batam – Polda Kepri gelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Keselamatan Seligi 2026 yang dipusatkan di Gedung Lancang Kuning (GLK) Polda Kepri.

Kegiatan ini dipimpin oleh Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H., Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., serta dihadiri oleh Pejabat Utama Ditlantas Polda Kepri dan Seluruh Peserta Latpraops Keselamatan Seligi 2026. Kamis (29/1/2026) siang.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2026, serta memastikan seluruh subsatgas memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kepulauan Riau

Dalam sambutannya, Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan merupakan kegiatan awal tahun yang menjadi bagian dari rangkaian menjelang Operasi Ketupat 2026.

Ia menegaskan pentingnya operasi ini untuk membentuk perilaku masyarakat agar lebih tertib dan teratur dalam berlalu lintas, sehingga dapat menekan potensi terjadinya kecelakaan di wilayah Kepulauan Riau.

“Pada hari ini saya membuka Latpraops tentang Operasi Keselamatan sebagaimana rencana dan petunjuk dari Mabes Polri, bahwa operasi keselamatan di awal tahun 2026 adalah rangkaian menjelang Operasi Ketupat,” kata Karo Ops Polda Kepri.

Harapan kami, operasi ini dapat menjadikan masyarakat Kepri lebih tertib dan teratur sebagai pengguna jalan, sehingga tidak terjadi peningkatan kecelakaan lalu lintas,” ujar Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H.,

Sementara itu, Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., dalam arahannya menyampaikan bahwa seluruh personel harus memahami dengan jelas objek pengamanan dalam operasi, yang meliputi orang, barang, benda, tempat, dan lokasi.

Ia menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Seligi 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 Februari sampai dengan 15 Februari 2026, dengan pelibatan empat satuan tugas utama yaitu preemtif, preventif, gakkum, dan banops yang telah disiapkan secara lengkap.

Pentingnya membangun budaya keselamatan berkendara di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan keselamatan manusia sebelum memasuki pelaksanaan Operasi Ketupat.

Berdasarkan data Gakkum, hingga tahun 2025 terdapat 28 unit perangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang aktif di jajaran Polda Kepri, baik statis maupun mobile. Selama dua tahun terakhir, penindakan pelanggaran melalui ETLE menunjukkan peningkatan efektivitas.

Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 503.835 pelanggaran yang terekam kamera, dengan 4.837 surat tilang terkirim dan 2.711 pelanggaran yang berujung pada e-tilang.

Sedangkan pada tahun 2025, jumlah pelanggaran yang terekam menurun menjadi 210.131 kasus, namun tingkat konfirmasi meningkat menjadi 10.999 surat terkirim dan 2.369 pelanggaran yang ditindak melalui e-tilang. Data ini menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas di wilayah Kepri.

Selain itu, data kecelakaan lalu lintas selama dua periode Operasi Keselamatan terakhir juga menjadi perhatian utama. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan kejadian kecelakaan sebesar 13 persen atau naik enam kasus.

Korban meninggal dunia bertambah satu orang atau meningkat 25 persen, korban luka berat naik tiga orang (18 persen), dan korban luka ringan meningkat enam orang (10 persen). Sementara kerugian materil akibat kecelakaan juga meningkat sebesar 23 persen atau sekitar Rp27 juta.

Kecelakaan paling banyak terjadi di wilayah perkotaan dengan korban didominasi oleh kelompok usia produktif antara 15 hingga 34 tahun, serta kendaraan roda dua sebagai penyumbang terbesar insiden.

Dirlantas Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui penegakan hukum berbasis teknologi ETLE serta pemanfaatan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) sebagai dasar dalam penyuluhan, sosialisasi, dan kerja sama lintas instansi.

Melalui Operasi Keselamatan Seligi 2026 yang akan digelar mulai 2 hingga 15 Februari 2026, diharapkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, menuju Kepri yang tertib, aman, dan selamat di jalan raya. (Redaksi)

 

SCTV Hadirkan “Ramadan Penuh Cinta”, Para Pencari Tuhan Jilid 19 hingga Program Baru Warnai Ramadan 1447 H

0

Redaksi.co, Jakarta | Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, SCTV kembali menyiapkan rangkaian program unggulan bertajuk “Ramadan Penuh Cinta” yang akan menemani pemirsa sepanjang waktu sahur hingga berbuka puasa. Sejumlah tayangan ikonik kembali hadir, termasuk serial religi legendaris “Para Pencari Tuhan” (PPT) Jilid ke-19 dengan tema “TOBAT, Woy…!”.

Selain PPT Jilid 19, SCTV juga menghadirkan lanjutan serial fenomenal “Lorong Waktu Jilid 2”, program tausiyah “Mengetuk Pintu Hati” bersama Ustaz Pantun (Ustaz H. Taufigurrahman S.A.), serta “Mutiara Hati” yang menghadirkan kajian dari Prof. Dr. Quraish Shihab.

Tak hanya program religi, SCTV turut menghadirkan program hiburan dan informasi Ramadan melalui variety show “Gema Ramadan”, segmen khusus “Galeri Ramadan” dalam Liputan 6, serta program aksi sosial tahunan “SCTV Cinta Anak Yatim” yang tahun ini difokuskan untuk membantu para korban bencana di wilayah Sumatra dan Aceh.

Deputy Director Programming SCTV, Banardi Rachmad, menjelaskan bahwa “Ramadan Penuh Cinta” merupakan komitmen SCTV untuk terus menghadirkan tayangan bermakna selama bulan Ramadan.

“Ramadan Penuh Cinta adalah tradisi yang terus kami jaga untuk menghadirkan suasana Ramadan yang penuh nilai kebaikan melalui program-program khas SCTV,” ujar Banardi dalam jumpa pers di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Banardi menambahkan, selain program ikonik, SCTV juga menghadirkan dua program baru yakni serial “Petualangan Rahasia Queena” dan program kuis “Tiba-Tiba Kuis” yang diharapkan mampu menambah semarak Ramadan pemirsa.

Pada waktu sahur, pemirsa akan ditemani “Para Pencari Tuhan Jilid 19” yang tayang setiap hari pukul 02.45 WIB. Serial ini kembali dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Deddy Mizwar, Udin Nganga, Asrul Dahlan, Jarwo Kwat, Tio Pakusadewo, hingga aktor muda seperti Raihan Khan dan Farisa Fasa.

Sementara itu, “Lorong Waktu Jilid 2” akan hadir setiap hari pukul 04.20 WIB, serta tayang ulang pada pukul 13.30 WIB. Serial ini masih dibintangi Deddy Mizwar bersama Lavicky Nicholas, Inara Azalea Ramadhania, Opie Kumis, Donny Damara, Agus Kuncoro, dan lainnya.

Program baru “Petualangan Rahasia Queena” akan menampilkan kisah petualangan yang dibintangi Diandra Salsabila, Keanu Azka, Jehezkiel Leon, hingga Cok Simbara. Sementara “Tiba-Tiba Kuis”, yang dipandu Baim Wong, akan menyapa pemirsa setiap hari pukul 12.30 WIB dengan konsep kuis keliling kampung yang melibatkan warga secara langsung untuk memperebutkan hadiah dalam tiga tantangan cepat.

Dari sisi dakwah, “Mutiara Hati” bersama Prof. Dr. Quraish Shihab akan hadir menjelang waktu Subuh, Zuhur, dan Asar, membahas nilai-nilai kehidupan dan ibadah Ramadan. Sedangkan “Mengetuk Pintu Hati” akan tayang menjelang berbuka puasa, menghadirkan kisah inspiratif yang disampaikan dengan gaya pantun khas Ustaz H. Taufigurrahman.

Di ranah pemberitaan, Liputan 6 akan menyuguhkan “Galeri Ramadan” setiap hari dalam Liputan 6 Pagi dan Siang, berisi informasi seputar gaya hidup Ramadan, kuliner, hingga rekomendasi tempat berbuka puasa. SCTV juga akan menyiarkan Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, serta Sidang Isbat 1 Syawal, segmen “Liputan Mudik”, dan POV Spesial Ramadan setiap Minggu pagi pukul 07.00 WIB.

Dengan rangkaian program tersebut, SCTV berharap dapat terus menjadi sahabat pemirsa dalam mengisi Bulan Suci Ramadan dengan hiburan, inspirasi, serta pesan-pesan kebaikan yang penuh makna.

Polsek Pangkalan Susu Intensifkan Patroli Rutin, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Rawan

0

Langkat _redaksi.co

Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Pangkalan Susu jajaran Polres Langkat melaksanakan Patroli Rutin Klaster Operasional Pencegahan pada Rabu malam, 28 Januari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada antisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya tindak kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), aksi premanisme, penggunaan knalpot brong, serta balap liar yang kerap meresahkan masyarakat.

Patroli dilaksanakan secara mobile dan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan, di antaranya Jalan Pangkalan Brandan Kelurahan Beras Basah, Simpang PLTU Desa Sei Siur, Simpang Batu 100 Desa Paya Tampak, serta Dusun Pertanian Desa Tanjung Pasir. Kehadiran personel kepolisian di lokasi-lokasi tersebut bertujuan memberikan rasa aman sekaligus mencegah niat dan kesempatan pelaku kejahatan.

Selama patroli berlangsung, personel Polsek Pangkalan Susu juga melakukan dialog dengan masyarakat dan pengguna jalan, menyampaikan imbauan kamtibmas serta mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap kondusif.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa patroli rutin merupakan bagian dari strategi preventif Polri dalam menjawab kebutuhan rasa aman masyarakat.

“Patroli ini bukan hanya tentang kehadiran polisi di lapangan, tetapi bagaimana Polri mampu membaca potensi gangguan sejak dini dan mencegahnya sebelum terjadi. Kami ingin masyarakat merasakan langsung bahwa negara hadir melindungi mereka,” tegas AKBP David.

Ia menjelaskan, fokus pada pencegahan kejahatan jalanan, premanisme, serta balap liar dilakukan karena aktivitas tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya pada malam hari.

“Kami mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Namun apabila ditemukan pelanggaran atau tindak pidana, Polri akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Penegakan hukum harus berjalan seiring dengan pendekatan humanis,” tambahnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian melalui peran aktif menjaga lingkungan serta tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.

Polres Langkat melalui seluruh jajaran memastikan patroli rutin akan terus ditingkatkan sebagai komitmen mewujudkan situasi keamanan yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah hukum, khususnya di Kecamatan Pangkalan Susu.

M.ilyas

Wabup Mamasa Hadiri Pelantikan IJS, Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan Daerah

0

Redaksi.ci MAMASA : Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) Wilayah Mamasa yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Mamasa, Kamis (29/1/2026). Kehadiran orang nomor dua di Mamasa ini menjadi penegasan pentingnya peran pers dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, H. Sudirman mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus IJS Mamasa yang baru saja dilantik oleh DPP IJS Sulawesi Barat. Ia menekankan bahwa jurnalis merupakan profesi mulia yang memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah, khususnya dalam pengelolaan dan penyebaran informasi publik.

“Jurnalis adalah mitra pemerintah. Melalui pemberitaan yang objektif dan kritis, pers membantu menyampaikan informasi kegiatan pemerintahan sekaligus menjadi kontrol sosial bagi kami,” ujar Sudirman.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kemitraan dan kritik yang selama ini diberikan insan pers terhadap pemerintah daerah. Menurutnya, kritik yang membangun merupakan bagian penting dari proses evaluasi dan introspeksi demi peningkatan kualitas pelayanan publik serta pelaksanaan pembangunan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kemitraan dan kritikan pers dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Hal ini menjadi ajang introspeksi bagi pemerintah agar dapat berbuat lebih baik dalam pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wabup Sudirman menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Mamasa terhadap program-program IJS yang berfokus pada pengawalan implementasi pembangunan sesuai visi dan misi Mamasa Menuju Mamase.

“Kita masuk sebuah organisasi untuk menghidupkan organisasi, bukan untuk mencari hidup dalam organisasi itu. Saya berharap para wartawan yang tergabung dalam IJS dapat memajukan organisasi ini secara optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IJS Mamasa periode 2025–2029, Johar Bonggakaraeng, dalam sambutannya menegaskan bahwa IJS dibentuk sebagai wadah pemersatu wartawan dari berbagai media, sekaligus ruang penguatan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“IJS hadir untuk mewadahi dan mempersatukan wartawan. Mari kita pegang teguh kode etik jurnalistik, dan jadikan pers sebagai media yang membangun, bukan wadah yang meruntuhkan,” pungkas Johar.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara insan pers dan pemerintah daerah dalam menciptakan informasi yang sehat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik. (ZUL)

Penyegaran Strategis di Polres Mamuju Tengah, Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek Resmi Berganti

0

Redaksi.co MATENG : melakukan penyegaran penting di jajaran perwira dengan menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasat Reskrim serta dua Kapolsek, Kamis (29/1/2026). Pergantian ini menandai komitmen institusi dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Upacara yang berlangsung pukul 08.00 Wita tersebut digelar di Lapangan Apel Polres Mamuju Tengah, Jalan H. Aras Tammauni Benteng Tobadak, Kecamatan Tobadak. Sertijab dipimpin langsung oleh Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Hengky K., S.H., S.I.K., dan berlangsung khidmat serta tertib.

Pelaksanaan sertijab ini didasarkan pada Surat Telegram Kapolda Sulawesi Barat Nomor ST/25/I/KEP/2026 tanggal 15 Januari 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Sulbar, serta diperkuat dengan Surat Telegram lanjutan tertanggal 29 Januari 2026.

Dalam upacara tersebut, jabatan Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah resmi diserahterimakan dari AKP Eru Reski, S.T.K., S.I.K., kepada pejabat baru sesuai dengan keputusan pimpinan Polri.

Selain itu, Iptu Edy Susilo resmi mengemban amanah sebagai Kapolsek Budong-Budong Polres Mamuju Tengah, menggantikan AKP Hadaming, S.Pd. Sebelumnya, Iptu Edy Susilo menjabat sebagai Kapolsek Sampaga Polresta Mamuju. Sementara itu, AKP Hadaming, S.Pd. mendapat penugasan baru sebagai Kapolsek Kalukku Polresta Mamuju, Polda Sulawesi Barat.

Pergantian juga terjadi di jajaran Kapolsek Karossa. Jabatan tersebut kini diemban oleh Iptu Didik Prihanto Yuni Rahardi, yang sebelumnya menjabat sebagai KBO Intel Polres Mamuju Tengah. Ia menggantikan Iptu Fantri Alfaisar, S.Tr.K., M.H., yang kini dipercaya memimpin Polsek Baras Polres Pasangkayu, Polda Sulawesi Barat.

Upacara sertijab turut dihadiri Wakapolres Mamuju Tengah, para Kabag, Kasat, KBO, para perwira, Kapolsek jajaran, serta personel Bintara dari berbagai satuan fungsi Polres Mamuju Tengah.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Pergantian jabatan ini diharapkan mampu memperkuat soliditas internal serta meningkatkan profesionalisme Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat Mamuju Tengah. (ZUL)

Dugaan Pelecehan Seksual Guru Sekolah Rakyat, Diselesaikan Diam-Diam? Negara Dipertanyakanan

0

Redaksi.co POLMAN : Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum guru di Sekolah Rakyat Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menguak sisi gelap lemahnya perlindungan anak dalam program pendidikan yang digagas negara. Alih-alih diproses secara hukum, kasus sensitif ini justru diduga “disenyapkan” melalui mekanisme mediasi internal, memicu kecurigaan adanya upaya melindungi pelaku.

Informasi mengenai dugaan pelecehan tersebut diperoleh Jaringan Oposisi Loyal (JOL) dari sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurut sumber itu, oknum guru diduga memanfaatkan relasi kuasa sebagai pendidik untuk mendekati korban, yang masih berstatus murid. Bahkan, korban disebut sempat diajak keluar dari lingkungan sekolah dan diarahkan ke sebuah hotel atau penginapan.

Meski peristiwa tersebut disebut terjadi di luar area sekolah, relasi guru dan murid membuat kasus ini tetap berada dalam lingkup tanggung jawab institusi pendidikan. Terlebih, Sekolah Rakyat merupakan program negara di bawah koordinasi Kementerian Sosial, dengan pelaksanaan teknis oleh Dinas Sosial di daerah.

Keluarga korban baru menyadari dugaan peristiwa tersebut setelah melihat perubahan drastis pada perilaku korban, termasuk tekanan psikologis yang signifikan. Namun alih-alih membawa kasus ini ke ranah hukum, pihak sekolah justru diduga memilih jalan damai melalui mediasi internal.

Langkah tersebut dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), yang secara tegas menyatakan bahwa kekerasan seksual merupakan tindak pidana dan tidak boleh diselesaikan secara kekeluargaan. Negara dan institusi pendidikan diwajibkan melindungi korban serta menjamin hak mereka atas keadilan.

Hal senada juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang mewajibkan negara dan pemerintah daerah memberikan perlindungan khusus bagi anak korban kekerasan seksual, termasuk pendampingan hukum dan pemulihan psikologis.

Aktivis Jaringan Oposisi Loyal, Bill Gates, menilai dugaan penyelesaian melalui mediasi internal mencerminkan kegagalan serius negara dalam menjalankan mandat hukum tersebut.

“Ini bukan pelanggaran etik semata. Ini dugaan tindak pidana. Jika kasus seperti ini diselesaikan secara tertutup, hak korban hilang dan impunitas dibiarkan tumbuh. Negara tidak boleh absen ketika anak menjadi korban,” tegas Bill Gates.

Ia menambahkan, karena Program Sekolah Rakyat berada langsung di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial, maka setiap bentuk pembiaran tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab negara. Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan, mulai dari sistem rekrutmen tenaga pendidik, mekanisme pengawasan, hingga standar perlindungan anak.

JOL mendesak Kementerian Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar, serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan independen dan transparan. Mereka juga menekankan pentingnya pemenuhan hak korban atas pendampingan psikologis dan hukum sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah, Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar, maupun Kementerian Sosial belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus tersebut.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen negara dalam melindungi anak-anak, khususnya mereka yang berada dalam program sosial. Ketika dugaan kekerasan seksual justru disikapi dengan mediasi dan pembiaran, yang dipertaruhkan bukan hanya keadilan bagi korban, tetapi juga kredibilitas kebijakan sosial dan pendidikan nasional. (ZUL)

Pemkab Mamuju Luncurkan “Taki Maqbasa Mamuju”, Perkuat Identitas Mamuju Lewat Pendidikan Bahasa Daerah

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju menunjukkan komitmen serius dalam menjaga warisan budaya dengan meluncurkan buku panduan dan pembelajaran Bahasa Mamuju melalui program “Taki Maqbasa Mamuju” (Ayo Berbahasa Mamuju). Peluncuran yang berlangsung di Ballroom Maleo Hotel Mamuju, Kamis (29/1/2026), ini menjadi tonggak penting pelestarian bahasa daerah sebagai benteng identitas budaya Suku Mandar di Sulawesi Barat.

Acara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mamuju, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat, Drs. Andi Akram Dai, M.Si., para tokoh adat dan budaya, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat luas.

Bupati Mamuju Hj. Siti Sutina Suhardi dalam sambutannya menegaskan bahwa peluncuran buku Taki Maqbasa Mamuju bukan sekadar agenda seremonial, melainkan investasi budaya jangka panjang bagi generasi muda.

“Semoga buku Taki Maqbasa Mamuju ini menjadi sumber ilmu dan pembelajaran yang berharga, tidak hanya bagi generasi hari ini, tetapi terutama bagi generasi yang akan datang. Ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya dan kearifan lokal berbahasa Mamuju,” ujar Bupati Sutina.

Ia menambahkan, misi utama pemerintah daerah adalah menjadikan Taki Maqbasa Mamuju sebagai gerakan hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar program pemerintah.

“Bahasa harus hidup dalam percakapan sehari-hari, di rumah, di sekolah, dan di ruang publik,” tegasnya.

Program ini sekaligus mendapat apresiasi luas karena digagas sebagai muatan lokal untuk siswa SD dan SMP, sebagai sarana penguatan karakter, literasi anak, serta penanaman nilai-nilai budaya sejak usia dini.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Disporapar Provinsi Sulawesi Barat, Drs. Andi Akram Dai, M.Si. Menurutnya, inisiatif Kabupaten Mamuju sangat strategis dalam menjaga khazanah budaya daerah.

“Kami mendorong agar pembelajaran bahasa daerah ini terintegrasi dengan sektor pariwisata dan kepemudaan, sehingga menjadi daya tarik sekaligus kebanggaan lokal,” ujarnya.

Dari sisi adat, Maradika atau Raja Mamuju yang hadir dalam acara tersebut turut memberikan restu dan apresiasi tinggi.

“Bahasa adalah jiwa suatu bangsa. Melestarikan Bahasa Mamuju berarti menjaga identitas dan harga diri kita sebagai orang Mandar,” tegasnya.

Diskusi yang mengiringi peluncuran menekankan pentingnya menjadikan Taki Maqbasa Mamuju sebagai gerakan yang inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman. Para pemangku kepentingan sepakat bahwa bahasa daerah harus hadir di ruang-ruang kreatif generasi muda.

Mulai dari media sosial, konten digital, musik, hingga platform kreatif lainnya. Keberagaman dialek seperti Sumare-Rangas, Padang, dan Sinyonyoi juga dipandang sebagai kekayaan budaya yang harus dirawat, bukan diseragamkan.

Acara ditutup dengan keyakinan bersama bahwa keberlangsungan Bahasa Mamuju adalah tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat.

Dengan semangat “Taki” sebagai ajakan bersama, Taki Maqbasa Mamuju diharapkan tumbuh dari peluncuran buku menjadi praktik hidup yang membanggakan. (ZUL)

Polres Kepulauan Sula Gelar Strong Poin Pagi, Wujudkan Rasa Aman Aktivitas Masyarakat

0

REDAKSI.CO – Sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat, Polres Kepulauan Sula melaksanakan pergelaran personel gabungan dalam kegiatan Strong Poin Pagi, Kamis (29/01/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pengamanan dan pengaturan aktivitas masyarakat di jam sibuk pagi hari.

Kasi Humas Polres Kepulauan Sula

IPDA Jaya Afandi Mahu Saumena S.H, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Kepulauan Sula dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar Kasi Humas.

Strong Poin pagi merupakan langkah strategis Polres Kepulauan Sula dalam meningkatkan kehadiran personel Polri di lapangan, khususnya pada waktu rawan kepadatan lalu lintas ketika masyarakat memulai aktivitas kerja, sekolah, dan kegiatan lainnya.

Sejumlah titik strategis menjadi sasaran penggelaran personel, di antaranya pertigaan depan Polres Kepulauan Sula, Jalan Raya depan SMA Negeri 1 Sanana, depan SD Negeri 3 dan 4 Sanana, pertigaan Telkom, serta perempatan Tugu Adipura Desa Fogi.

Lokasi tersebut dikenal sebagai pusat pergerakan masyarakat dengan potensi kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas pada pagi hari.

Dalam pelaksanaan kegiatan, personel melakukan pengaturan arus lalu lintas serta membantu pelajar dan tenaga pendidik menyeberang jalan dengan aman melalui penggunaan zebra cross.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di kawasan sekolah.

Selain itu, petugas juga menyampaikan imbauan kepada pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi kelengkapan kendaraan, serta membawa surat-surat kendaraan yang sah.

Pengamanan turut dilaksanakan di depan Mako Polres Kepulauan Sula saat apel pagi anggota berlangsung.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban serta memastikan kegiatan internal kepolisian berjalan lancar.

Dalam kegiatan tersebut, personel mendapati sejumlah pelanggaran lalu lintas dan memberikan tindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui pelaksanaan Strong Poin pagi ini, Polres Kepulauan Sula berharap dapat menciptakan situasi lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas pagi hari.

Polres Kepulauan Sula berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan preventif dan pelayanan humanis demi terwujudnya keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Kepulauan Sula.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Lakukan Kunjungan Kerja ke Rutan Kelas IIB Tanjung Pura

0

redaksi.co

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) melaksanakan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura, Kabupaten Langkat . Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi Rutan serta perkembangan pemulihan pascabanjir yang sempat melanda Rutan Kelas IIB Tanjung Pura beberapa waktu lalu. Rabu (28/01/ 2026)

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, beserta jajaran. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Fransisco Pandia, bersama pejabat struktural dan jajaran pegawai Rutan.

Dalam kunjungannya, Menteri Imipas Agus Andrianto meninjau sejumlah area Rutan yang terdampak banjir serta menanyakan secara langsung kepada jajaran Rutan terkait langkah-langkah pemulihan yang telah dan sedang dilakukan. Menteri menekankan pentingnya percepatan pemulihan sarana dan prasarana agar pelayanan serta pembinaan terhadap warga binaan dapat kembali berjalan normal.

Menteri Imipas juga menginstruksikan agar seluruh jajaran terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama masa pemulihan, serta memastikan kebutuhan dasar warga binaan tetap terpenuhi dengan baik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Fransisco Pandia, menyampaikan bahwa Rutan Kelas IIB Tanjung Pura telah melakukan berbagai langkah penanganan pascabanjir, termasuk pembersihan area terdampak, perbaikan fasilitas, serta penataan kembali lingkungan Rutan agar dapat segera berfungsi secara optimal.

Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan langsung dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memastikan pemulihan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura berjalan cepat dan tepat, serta pelayanan pemasyarakatan tetap terlaksana dengan baik.

M.ilyas

Peluncuran Buku “Taki Maqbasa Mamuju”, Langkah Awal Menjaga Identitas Budaya Mandar

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Daerah Mamuju resmi meluncurkan buku Bahasa Mamuju dalam sebuah acara yang digelar di Ball Room Maleo Hotel Mamuju, Kamis, 29 Januari 2026. Peluncuran ini menandai dimulainya program “Taki Maqbasa Mamuju” (Ayo Berbahasa Mamuju), sebuah inisiatif strategis untuk membangkitkan sekaligus membentengi identitas kultural Suku Mandar di pesisir Sulawesi Barat.

Program ini mendapat apresiasi luas sebagai langkah awal yang penting dalam pelestarian bahasa daerah. Namun, tantangan besar langsung mengiringinya: memastikan “Taki Maqbasa Mamuju” tidak berhenti sebagai jargon seremonial, melainkan benar-benar hidup dan dipraktikkan dalam keseharian masyarakat.

Kepala DISPOPAREKRAF Provinsi Sulawesi Barat, Andi Akram Dai, menegaskan bahwa pelestarian bahasa tidak cukup dilakukan lewat simbol dan slogan. Bahasa, menurutnya, adalah praktik hidup yang harus hadir di ruang publik, sekolah, keluarga, hingga dunia digital.

Bahasa perlu dihidupkan, bukan hanya diumumkan. Jika hanya terdengar di acara resmi, sementara keseharian tetap didominasi bahasa lain, maka tujuan pelestarian akan kehilangan maknanya,” ujar Andi Akram Dai.

Ia juga menyoroti tantangan internal Bahasa Mamuju yang memiliki beragam dialek, seperti Sumare-Rangas, Padang, dan Sinyonyoi. Menurutnya, program pelestarian harus bersifat inklusif dan tidak menciptakan dominasi satu dialek tertentu. Keragaman dialek justru harus dirayakan sebagai kekayaan budaya yang memperkuat identitas bersama masyarakat Mamuju.

Di sisi lain, tantangan terbesar datang dari era digital. Generasi muda kini hidup di tengah arus bahasa global dan nasional. Karena itu, Bahasa Mamuju dituntut untuk tampil relevan, kreatif, dan “keren” agar tetap diminati.

Bahasa Mamuju harus hadir di media sosial, musik, konten kreatif, dan platform digital. Jika pendekatannya kaku, generasi muda akan menjauh,” tambahnya.

Lebih jauh, Andi Akram Dai menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Dukungan masyarakat menjadi kunci utama—mulai dari penggunaan bahasa di lingkungan keluarga, komunitas, pelayanan publik, hingga dunia usaha dan pendidikan.

Peluncuran buku “Taki Maqbasa Mamuju” diharapkan menjadi fondasi awal pembelajaran lintas generasi serta referensi penting dalam muatan lokal Bahasa Mamuju.

Semoga buku Taki Maqbasa Mamuju ini menjadi ilmu pengetahuan dan pembelajaran bagi generasi sekarang dan generasi akan datang sebagai bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal,” harap Andi Akram Dai.

Ke depan, “Taki Maqbasa Mamuju” ditargetkan tumbuh sebagai gerakan sosial yang hidup—berpindah dari podium seremonial ke ruang keluarga, dari buku pedoman ke percakapan harian, serta dari ruang rapat pemerintah ke layar ponsel generasi muda.

Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Bahasa Mamuju diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi kembali menjadi kebanggaan bersama. (ZUL)