Beranda blog Halaman 66

Dua Bakal Calon Kadus Bongor Induk Resmi Mendaftar, Penjaringan Ditutup 24 Juli 2026

0

Dua Bakal Calon Kadus Bongor Induk Resmi Mendaftar, Penjaringan Ditutup 24 Juli 2026

Redaksi.co | Lombok Barat
Proses penjaringan bakal calon Perangkat Kewilayahan untuk jabatan Kepala Dusun (Kadus) Bongor Induk, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan oleh Panitia Seleksi (Pansel).


Hingga Selasa (21/7/2026), Panitia Seleksi mencatat telah menerima dua orang pendaftar yang resmi mengembalikan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Kepala Dusun Bongor Induk.

Ketua Panitia Seleksi, H. Kamarudin, S.H., yang juga menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Taman Ayu, membenarkan perkembangan tersebut.


Alhamdulillah, sampai hari ini sudah ada dua bakal calon yang mendaftarkan diri. Pendaftar pertama adalah Riyan Wahyudi, sedangkan pendaftar kedua yang menyerahkan berkas hari ini adalah Nusaman,” ujar H. Kamarudin kepada Redaksi.co.


Ia menjelaskan bahwa proses pendaftaran masih dibuka hingga 24 Juli 2026, sehingga masyarakat yang memenuhi persyaratan masih memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut H. Kamarudin, seluruh tahapan seleksi akan dilaksanakan secara profesional, objektif, dan mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan Pemerintah Desa Taman Ayu.


Kami berharap seluruh proses seleksi berjalan lancar. Siapa pun yang nantinya dinyatakan lulus dan terpilih sebagai Kepala Dusun Bongor Induk, itulah yang terbaik berdasarkan hasil seleksi. Kami juga berharap masyarakat dapat menerima keputusan Panitia Seleksi dengan baik demi menjaga persatuan dan kondusivitas di lingkungan Dusun Bongor Induk,” ungkapnya.


Panitia Seleksi mengajak masyarakat untuk mendukung seluruh tahapan penjaringan agar berlangsung tertib, transparan, dan menghasilkan perangkat kewilayahan yang memiliki integritas, kapasitas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sumber: Redaksi.co
Jurnalis: Suhaili

Reza Arap, AAAClan Siap Guncang Bioskop,Poster Harusnya Horror Bersama Dua LaguEmosional Mahalini,NdarboyGenk

0

Jakarta,Redaksi.Co – Menjelang penayangan serentak pada tanggal 20 Agustus 2026, film komedi horor Harusnya Horror semakin memanaskan antusiasme publik. Debut penyutradaraan Reza Oktovian atau Reza Arap ini resmi merilis final poster sekaligus mengumumkan dua lagu yang akan menjadi bagian penting dari perjalanan emosional film tersebut.

Final poster yang diperkenalkan bukan sekadar materi promosi biasa. Poster ini lahir dari interaksi unik antara tim produksi dan para penggemar. Setelah poster perdana menuai perbincangan karena tidak menampilkan salah satu anggota AAAClan, Tepe, media sosial dipenuhi berbagai kreasi warganet yang memasukkan sosok tersebut ke dalam desain poster.

Merespons antusiasme itu, Ess Jay Pictures akhirnya menghadirkan final poster dengan formasi lengkap seluruh anggota AAAClan.
“Karena banyak yang bertanya kenapa enggak ada Tepe di poster yang sudah kami rilis, akhirnya sekarang kami rilis final poster Harusnya Horror yang ada Tepe-nya. Kami juga sangat mengapresiasi teman-teman yang sudah ikutan re-create poster Harusnya Horror,” ujar Reza Oktovian.

Film produksi Ess Jay Pictures ini menjadi langkah baru dalam perjalanan karier Reza Arap sebagai Sutradara layar lebar. Selain turut bermain, ia mengarahkan jajaran pemain yang didominasi anggota AAAClan, yakni Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Ariyanto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe).

Film ini juga dibintangi Ronny P. Tjandra, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos (Celloz). Kehadiran mendiang Lula Lahfah menjadi salah satu momen emosional dalam film ini, yang dikenang seluruh tim produksi sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusinya.

Tak hanya menghadirkan poster terbaru, Harusnya Horror juga memperkenalkan dua soundtrack dengan nuansa yang sangat berbeda. Lagu “Kicau Mania” dari Ndarboy Genk akan memperkuat sisi komedi film, sementara “Untuk yang BersamaNya” yang dibawakan Mahalini akan mengiringi momen-momen emosional yang menjadi kejutan di dalam cerita.

Menurut Reza, perpaduan komedi dan drama emosional menjadi kekuatan utama film tersebut. “Dari segi cerita, naskah, bahkan dialog, semuanya akan terasa relate dengan situasi yang terjadi. Yang akan kalian tonton di film ini akan membuat kalian berpikir, ‘kok bisa begini ya’. Jadi buat nanti yang nonton Harusnya Horror, pay attention every detail,” ungkapnya.

Ia menambahkan seluruh tim telah mengerahkan kemampuan terbaik selama proses produksi. “Di film ini kami benar-benar push our limit. Kami sudah memberikan yang terbaik, dan Ess Jay Pictures juga memberikan kebebasan untuk menghasilkan karya semaksimal mungkin,” katanya.

Sementara itu, produser Jimmy Lalwani mengungkapkan bahwa lahirnya Harusnya Horror berawal dari kekagumannya terhadap kekompakan para anggota AAAClan yang ia lihat melalui media sosial.

“Melihat persahabatan mereka yang begitu kuat membuat kami yakin chemistry tersebut layak dibawa ke layar lebar. Setelah proses produksi selesai, saya sangat puas dengan hasilnya dan tidak sabar membagikannya kepada penonton,” ujar Jimmy.

Diproduksi oleh Ess Jay Pictures dengan produser David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani, Harusnya Horror menjadi salah satu film komedi horor Indonesia yang paling dinantikan tahun ini. Menggabungkan humor khas para kreator digital dengan kisah yang menyimpan sisi emosional, film ini siap menghibur sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton.

Harusnya Horror dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 20 Agustus 2026. Dengan dukungan para penggemar AAAClan, poster final yang lahir dari kreativitas warganet, serta kolaborasi musik dari Ndarboy Genk dan Mahalini, film ini siap menjadi salah satu tontonan yang paling menyita perhatian di penghujung musim liburan tahun ini.

Kepala UPTD Dayah Inti Darul Aitami Serahkan Perlengkapan Belajar Untuk Santri Yatim danYatim Piatu

0

Aceh Barat.Redaksi.co
UPTD Dayah Inti Darul Aitami menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para santri yang berstatus anak yatim dan yatim piatu dalam bentuk kegiatan penyerahan perlengkapan santri yang berlangsung di mushalla Putra pasantren milik Pemda Aceh Barat tersebut.

Para santri menerima berbagai kebutuhan penunjang pendidikan sebagai bentuk kepedulian lembaga terhadap keberlangsungan proses belajar para santri dan proses penyerahan itu di pimpin langsung oleh kepala UPTD Dayah Inti Darul Aitami,Faizin S.Pd.M.Si yang secara simbolis menyerahkan perlengkapan tersebut kepada para santri penerima manfaat dalam suasana penuh kehangatan saat para santri satu persatu menerima bantuan tersebut.

Dalam momentum penyerahan bantuan perlengkapan belajar oleh kepala UPTD tersebut juga turut di dampingi oleh Kepala Urusan Pengajaran Dayah Inti Darul Aitami ,Tgk Fauzi serta turut didampingi oleh operator layanan operasional UPTD Tgk Irhamsyah Putra dan jajaran unsur pimpinan serta para tenaga didik sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan santri yang merupakan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar Dayah Darul Aitami.

Kepala UPTD Dayah Inti Darul Aitami Faizin S.Pd,M.Si secara langsung mengenakan perlengkapan kepada beberapa santri sebagai simbol perhatian dan kasih sayang sebagai seorang pembina kepada anak didiknya dan momen itu berlangsung penuh rasa haru dan menjadi atensi bagi seluruh santri yang hadir pada acara tersebut.

” Santri yatim dan yatim piatu adalah amanah yang harus kita jaga bersama, mereka memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan layak, fasilitas memadai serta perhatian tulus dari kita bersama,,kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan bisa memotivasi mereka untuk belajar dengan sungguh-sungguh demi meraih cita cita,dan tentunya menjadi generasi Islam yang berilmu, berakhlak mulia dan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, ujar Faizin kepada media ini Senin 20/7/2026

Kegiatan ini menurut Faizin sebagai bentuk perhatian pemerintah kabupaten Aceh Barat untuk pelayanan pendidikan untuk para anak yatim dan yatim piatu khususnya di Dayah Inti Darul Aitami.

” Pemberian perlengkapan belajar untuk santri di Dayah Inti Darul Aitami ini tidak terlepas dari perhatian dari bapak Bupati Tarmizi dalam memberikan perhatian kepada pelayanan pendidikan anak yatim dan yatim piatu khususnya di lembaga pendidikan Dayah Inti Darul Aitami Aceh Barat dan tentu ini akan kita terus dukung agar mutu pendidikan di Dayah ini akan lebih maju kedepannya ” Ujar Faizin

Pemberian perlengkapan santri merupakan salah satu bentuk implementasi kepedulian sosial yang terus di kembangkan di lingkungan UPTD Dayah inti Darul Aitami sebagai lembaga pendidikan yang membina anak anak yatim dan anak yatim piatu, Dayah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh santri memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa kendala keterbatasan ekonomi

Suasana kebersamaan begitu terasa sepanjang acara berlangsung,para santri terlihat antusias dan bahagia ketika menerima kelengkapan yang telah dipersiapkan, suasana di warnai dengan wajah bahagia para santri, senyum syukur terpancar dari para santri yang menerima bantuan mencerminkan bahwa sekecil apapun bantuan akan memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan ****

Kapolres Mateng Hadiri Pembukaan Diktukba Polri TA 2026 di SPN Mekatta, Dukung Lahirnya Bhayangkara Presisi

0

Redaksi.co MAJENE : Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Ari Prayitno, S.I.K., M.I.K., menghadiri upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mekatta. Kehadiran Kapolres menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses pembentukan sumber daya manusia Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.

Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan diikuti ratusan peserta didik yang akan menempuh pendidikan sebagai calon Bintara Polri. Momentum tersebut menandai dimulainya proses pembentukan generasi Bhayangkara yang diharapkan mampu mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, AKBP Ari Prayitno menyampaikan pesan kepada seluruh peserta didik agar menjalani setiap tahapan pendidikan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan tanggung jawab. Menurutnya, masa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, mental, serta kompetensi yang dibutuhkan sebagai anggota Polri di masa depan.

“Ikuti seluruh proses pendidikan dengan baik, tanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, loyalitas, dan dedikasi sebagai bekal dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” pesannya.

Kapolres berharap Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 mampu melahirkan Bhayangkara muda yang Presisi, berintegritas, profesional, serta siap menjawab berbagai tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.

Ia juga menegaskan bahwa semangat transformasi menuju Polri yang semakin dicintai masyarakat harus menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat, para calon Bintara diharapkan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, menegakkan hukum secara adil, serta menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Dayah Inti Darul Aitami Aceh Barat Gelar Proses Pesijuek Santri Baru,

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dayah Inti Darul Aitami Kabupaten Aceh Barat melaksanakan Prosesi Adat Peusijuek sebagai bentuk penyambutan sekaligus doa bagi santri baru yang akan menempuh pendidikan di Dayah Inti Darul Aitami pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Meunasah Putra Dayah Inti Darul Aitami, Senin 13/7/2026

Prosesi Peusijuk para santri baru ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dewan guru, pengurus, serta wali santri.

Prosesi adat yang menjadi bagian dari warisan budaya Aceh tersebut merupakan simbol ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus harapan agar seluruh santri baru diberikan kemudahan, keberkahan ilmu, keselamatan, dan kesuksesan selama menuntut ilmu di lingkungan Dayah Inti Darul Aitami.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Tgk. Habibi selaku pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Akbar, santri Dayah Inti Darul Aitami, yang menambah suasana religius dan penuh kekhidmatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPTD Dayah Inti Darul Aitami, Faizin, S.Pd., M.Si, yang sekaligus mewakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Barat, Kepala Sekolah SMP Darul Aitami, Kepala Sekolah SMA Darul Aitami, dewan guru, para pengurus dayah, serta wali santri yang mengantarkan putra-putrinya untuk memulai perjalanan menuntut ilmu agama.

Dalam sambutannya, Faizin, S.Pd., M.Si menyampaikan bahwa prosesi Peusijuek bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk doa, restu, serta penguatan spiritual bagi para santri yang akan memulai kehidupan baru di lingkungan pesantren.

“Prosesi Peusijuek merupakan warisan budaya Aceh yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Melalui prosesi ini kita memanjatkan doa agar seluruh santri baru diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, memiliki akhlak mulia, menjadi pribadi yang disiplin, serta kelak mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujar Faizin.
Ia juga mengajak seluruh santri untuk memanfaatkan kesempatan belajar di Dayah Inti Darul Aitami dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi adab terhadap guru, menjaga ukhuwah sesama santri, serta menaati seluruh peraturan yang berlaku di lingkungan dayah.

Selain itu, Faizin menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Dayah Inti Darul Aitami. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga memerlukan dukungan dan sinergi dari keluarga.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Dayah Inti Darul Aitami. Kami berkomitmen memberikan pembinaan terbaik, baik dalam aspek keilmuan, ibadah, maupun pembentukan karakter santri sesuai nilai-nilai Islam dan budaya Aceh,” tambahnya.

Prosesi Peusijuek berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh seluruh santri baru. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan agar seluruh santri memperoleh keberkahan ilmu, kesehatan, keselamatan, serta mampu menjadi generasi Qurani yang berakhlakul karimah.

Melalui kegiatan ini, UPTD Dayah Inti Darul Aitami kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan nilai-nilai budaya Aceh yang selaras dengan syariat Islam sekaligus membentuk karakter santri yang religius, berilmu, berakhlak mulia, dan siap menjadi generasi penerus yang membanggakan Kabupaten Aceh Barat ****

Wagub Aceh Dorong Generasi Muda Kuasai Teknologi Industri Lewat Beasiswa ke Tiongkok

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Aceh terus berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Salah satunya melalui pemberian beasiswa kepada empat pelajar Aceh untuk melanjutkan pendidikan di Sichuan Vocational College of Chemical Technology, Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh sekaligus investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.

“Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Kami berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali mengabdikan ilmunya untuk daerah,” ujar Fadhlullah.

Empat pelajar penerima beasiswa tersebut adalah Enver Maula Aufasyah Putra dari SMAN 3 Banda Aceh, Maxalmina Mughayatsyah dari MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah dari SMKN 2 Banda Aceh.

Sebelum berangkat ke Tiongkok, mereka akan mengikuti pelatihan intensif Bahasa Mandarin selama tiga bulan di Morowali, Sulawesi Tengah. Pelatihan tersebut menjadi bekal sebelum memulai perkuliahan pada September 2026.

Menurut Fadhlullah, Aceh membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi global dan siap mengambil peran dalam pengembangan industri serta hilirisasi sumber daya alam di daerah.

“Putra-putri Aceh jangan hanya menjadi penonton dalam proses hilirisasi. Mereka harus menjadi pelaku utama yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan industri di daerah sendiri,” tegasnya.

Keberangkatan para penerima beasiswa dilepas oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu, 19/7/2026

Marthunis berharap para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga nama baik Aceh dan Indonesia, serta kembali membawa ilmu dan pengalaman untuk mendukung pembangunan daerah.

Pemerintah Aceh meyakini program beasiswa ini akan melahirkan generasi muda yang unggul, berwawasan global, dan mampu menjadi penggerak pembangunan Aceh, khususnya dalam mendukung agenda industrialisasi dan hilirisasi di masa depan ****

KPK Segel Ruang Bupati dan Kadis PUPRPKP Lombok Barat, Publik Menanti Pengungkapan Kasus

0

KPK Segel Ruang Bupati dan Kadis PUPRPKP Lombok Barat, Publik Menanti Pengungkapan Kasus

 

Redaksi.co | Lombok Barat          Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan publik setelah melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Bupati Lombok Barat dan ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Lombok Barat, Senin (20/7/2026).

Pantauan Redaksi.co di lingkungan Kantor Bupati Lombok Barat menunjukkan penyidik KPK memasang stiker penyegelan pada pintu kedua ruangan tersebut. Aktivitas penyidik berlangsung di bawah pengamanan ketat dan langsung menarik perhatian aparatur sipil negara maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Penyegelan dua ruangan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi mengenai perkara yang sedang ditangani, termasuk tujuan penyegelan maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan proses penyidikan tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga belum memberikan penjelasan resmi terkait aktivitas penyidik KPK maupun dampak penyegelan terhadap jalannya roda pemerintahan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Redaksi.co dari sejumlah sumber, proses penyidikan yang dilakukan KPK diduga berkaitan dengan sejumlah proyek pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Barat. Namun demikian, informasi tersebut masih bersifat dugaan dan belum memperoleh konfirmasi resmi dari KPK sehingga tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Kehadiran KPK di Lombok Barat dan penyegelan terhadap ruang kerja pejabat strategis menjadi perhatian luas masyarakat. Publik kini berharap KPK segera memberikan penjelasan resmi agar tidak berkembang berbagai spekulasi yang dapat menimbulkan kesimpangsiuran informasi.

Redaksi.co menegaskan bahwa pemberitaan ini disusun berdasarkan fakta yang terpantau di lapangan serta informasi yang masih menunggu konfirmasi. Asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi hingga adanya penjelasan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Redaksi.co akan terus mengawal perkembangan penyidikan ini dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat secara profesional, berimbang, dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Jurnalis: Suhaili

 Redaksi.co

*Pakar Hukum: Semua Warga Negara Sama di Hadapan Hukum*

0

Jakarta, 20 Juli 2026 ,Redaksi.Co– Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul, Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H., mengkritik keras pernyataan pengacara senior Hotman Paris Hutapea yang mempersoalkan penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (eks Jampidsus) berinisial FA sebagai tersangka oleh penyidik Polri. Menurut Juanda, argumentasi tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan berpotensi menyesatkan pemahaman publik mengenai prinsip negara hukum.

Sebelumnya, Hotman Paris melalui rilis pers mempertanyakan langkah penyidik Polri yang menetapkan FA sebagai tersangka tanpa terlebih dahulu meminta izin Presiden Prabowo Subianto. Hotman berpendapat FA merupakan sosok yang dipercaya Presiden sebagai anggota Satgas Penyelamatan Keuangan Negara (Satgas PKH) dan disebut telah berkontribusi mengembalikan uang negara hingga Rp430 triliun. Atas dasar itu, Hotman menilai tindakan penyidik sebagai bentuk kriminalisasi sekaligus tidak menghormati Presiden.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Juanda menegaskan bahwa tidak ada satu pun norma dalam hukum positif Indonesia yang menyatakan seseorang tidak dapat diproses hukum hanya karena memiliki kedekatan dengan Presiden atau dianggap berjasa bagi negara.

“Sejak kapan ada asas dan norma hukum positif yang menentukan kalau orangnya Presiden, kebanggaan Presiden, dan dekat dengan Presiden, yang bersangkutan tidak bisa ditersangkakan?” ujar Juanda, yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR.

Ia menegaskan bahwa prestasi seseorang, termasuk apabila berhasil menyelamatkan keuangan negara, tidak menghapus kemungkinan pertanggungjawaban pidana apabila terdapat dugaan tindak pidana korupsi yang didukung alat bukti yang cukup. Menurutnya, pandangan yang mengaitkan kedekatan dengan Presiden sebagai alasan untuk menghindari proses hukum justru bertentangan dengan prinsip equality before the law.

“Jika pikiran demikian diikuti, secara tidak langsung kita sedang mempertontonkan praktik zaman monarki absolut. Artinya, bagi yang dekat dengan raja tidak boleh disentuh oleh hukum. Ini sangat keliru,” tegasnya.

Juanda juga mengoreksi penggunaan istilah “kriminalisasi” yang disampaikan Hotman Paris. Menurutnya, dalam perspektif hukum pidana, kriminalisasi merupakan proses pembentukan undang-undang oleh DPR bersama Pemerintah untuk menjadikan suatu perbuatan sebagai tindak pidana. Sementara penggunaan istilah tersebut untuk menggambarkan tindakan penyidik yang menetapkan seseorang sebagai tersangka merupakan pengertian yang berbeda.

Dalam perkara FA, Juanda meyakini penyidik Polri telah menjalankan prosedur sesuai ketentuan hukum dengan mengacu pada minimal dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), sehingga tidak tepat jika langsung dikategorikan sebagai kriminalisasi.

Selain itu, Juanda mempertanyakan dasar hukum yang dijadikan alasan bahwa penyidik wajib memperoleh izin Presiden sebelum menetapkan seorang pejabat kejaksaan sebagai tersangka.

“Aturan mana yang mengatur hal itu? Saya belum membaca ada aturannya,” katanya.

Untuk menghindari berkembangnya persepsi yang keliru di tengah masyarakat, Juanda meminta Istana Kepresidenan atau Kantor Staf Presiden (KSP) memberikan penjelasan atas pernyataan tersebut. Menurutnya, apabila tidak segera diluruskan, publik dapat beranggapan bahwa narasi yang dibangun Hotman Paris merupakan pandangan yang benar dan bahwa tindakan Polri bertentangan dengan hukum.

Di sisi lain, Juanda menilai membawa nama Presiden dalam polemik tersebut justru bertolak belakang dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang selama ini menegaskan pentingnya pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

“Pernyataan Hotman Paris jelas melukai hati nurani rakyat dan menjadi anomali terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto, yang selalu menegaskan agar menindak tegas siapa saja yang diduga korupsi, tidak peduli seberapa dekat orang tersebut dengan Presiden,” pungkas Juanda.

Polsek Ibu Amankan 960 Kantong Captikus, Gagalkan Upaya Peredaran Miras ke Ternate

0

REDAKSI. CO — Personel Polsek Ibu mengamankan sebanyak 960 kantong minuman keras (miras) tradisional jenis captikus dalam pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi peredaran miras dan narkoba di wilayah hukumnya, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Ibu, IPDA Imam Eko A.Y.W., S.Tr.K., bersama personel Polsek Ibu itu berawal dari informasi yang diterima Bhabinkamtibmas Desa Nanas, Aipda Abner Batilambung. Warga melaporkan adanya rencana pengiriman miras jenis captikus dari Desa Nanas menuju Kota Ternate untuk diperjualbelikan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bhabinkamtibmas segera menyampaikan informasi kepada Kapolsek Ibu. Setelah menerima laporan, Kapolsek memerintahkan sejumlah personel untuk bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik pengiriman, yakni Pelabuhan di Desa Nanas, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat.

Sesampainya di lokasi, petugas menemukan beberapa orang yang membawa miras menggunakan mobil pikap berwarna hitam dengan nomor polisi DG 1759 XY. Personel kemudian melakukan pemeriksaan terhadap muatan kendaraan guna memastikan isi barang yang dibawa.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sebanyak 960 kantong minuman keras tradisional jenis captikus. Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Markas Polsek Ibu untuk proses lebih lanjut.

Kapolsek Ibu mengatakan kegiatan KRYD akan terus dilaksanakan sebagai langkah preventif dalam menekan peredaran minuman keras dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polsek Ibu.

Terakhir, Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada kepolisian sehingga upaya peredaran miras dapat digagalkan.

Polres Purwakarta Kawal Penutupan Turnamen Layangan Bupati Cup, Ingatkan Faktor Keselamatan

0

Polres Purwakarta Kawal Penutupan Turnamen Bupati Cup Ngadu Langlayangan, Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya dengan Tetap Utamakan Keselamatan

PURWAKARTA | Redaksi.co – Penutupan Turnamen Bupati Cup Ngadu Langlayangan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 berlangsung meriah di kawasan PT Multi Optimal Sentosa (MOS)/Jatiluhur Industrial Smart City (JISC), Desa Babakancikao, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 peserta dan masyarakat tersebut menjadi puncak rangkaian perlombaan ngadu langlayangan yang telah menarik perhatian para pegiat layang-layang dari berbagai daerah.

BACA JUGA: Kapolres Purwakarta Hadiri Sertijab Danyon Armed 9 dan Tradisi Korps Menarmed 1

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, panitia, peserta, serta tamu undangan.

Dari jajaran Polres Purwakarta, kegiatan dihadiri Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya yang diwakili Kasat Intelkam, AKP Agus Maryadi sebagai bentuk dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif.

BACA PULA: Kepercayaan Masyarakat Meningkat, Jumlah Siswa Baru SDN Cikampek Timur II Melonjak 50 Persen pada MPLS 2026

Turnamen ditutup dengan pertandingan semifinal, pertandingan hiburan masyarakat, serta penyerahan hadiah kepada para pemenang. Juara pertama diraih tim Denpaser Bandung, disusul Oboy Denpaser Bandung di posisi kedua, Sapana Subang di posisi ketiga, dan Oblit Blayer Bandung sebagai juara keempat.

Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini, mengatakan Polres Purwakarta mendukung berbagai kegiatan budaya dan tradisi masyarakat selama dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, dan keselamatan.

  • “Turnamen ngadu langlayangan merupakan salah satu tradisi yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Purwakarta. Polres Purwakarta hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang hadir,” ujar IPTU Tini Yutini.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan permainan layang-layang sebagai sarana mempererat silaturahmi, bukan justru membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

  • “Kami mengimbau masyarakat agar menerbangkan layang-layang di lokasi yang aman, jauh dari jaringan listrik, jalan raya, maupun area yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain itu, jangan menggunakan benang gelasan atau benang yang dilapisi bahan berbahaya karena dapat mengancam keselamatan pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” tegasnya.

Menurut IPTU Tini, menjaga keselamatan dalam bermain layang-layang merupakan tanggung jawab bersama. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun akan memberikan manfaat positif apabila dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan mematuhi aturan yang berlaku.

“Melalui momentum Hari Jadi Kota dan Kabupaten Purwakarta ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan budaya daerah sekaligus bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkas IPTU Tini Yutini. (*/SK)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta