Beranda blog Halaman 415

Nyala Seni di Fakfak Mulai Redup, Fachry Tura Ajak Semua Pihak Kembali Peduli.

0

FAKFAK, Redaksi.co — Dorongan untuk menghidupkan kembali Dewan Kesenian Kabupaten Fakfak semakin menguat setelah seniman lokal, Fachry Tura, menyuarakan keprihatinannya terhadap meredupnya aktivitas seni di daerah tersebut. Ia menilai, Fakfak memiliki potensi seni dan budaya yang kaya, namun minimnya wadah pembinaan membuat geliat kreatif masyarakat tidak berkembang sebagaimana mestinya.

Fachry menyebut bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, Fakfak dipenuhi sanggar, komunitas, dan kelompok seni yang aktif tampil dalam berbagai kegiatan. Namun kini, sebagian besar dari mereka tidak lagi beroperasi secara rutin.

“Banyak sanggar budaya dan sanggar tari yang sekarang mati suri. Kadang dipakai hanya saat penyambutan pejabat, setelah itu tidak ada aktivitas apa-apa lagi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, apresiasi dan perhatian nyata dari pemerintah maupun pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar pelaku seni dapat terus berkarya. Tanpa dukungan tersebut, kreativitas lokal akan semakin terpinggirkan, dan generasi muda kehilangan ruang untuk mengembangkan bakat.

Dewan Kesenian Diharapkan Aktif Kembali.

Melihat kondisi saat ini, Fachry berencana mendorong reaktivasi Dewan Kesenian Fakfak pada tahun mendatang. Menurutnya, ketika lembaga itu masih aktif, kegiatan seni jauh lebih terarah dan mampu menghimpun banyak seniman lokal.

“Tahun depan kami akan usulkan agar Dewan Kesenian kembali berjalan seperti dulu. Saat lembaga itu aktif, kegiatan seni tumbuh subur dan banyak melibatkan pelaku seni daerah,” ujarnya.

Kritik Pedas untuk Pemerintah: “Kekayaan Budaya Jangan Hanya Jadi Narasi”.

Fachry turut menyoroti pernyataan pejabat daerah yang sering menyebut Fakfak sebagai wilayah kaya seni dan budaya, namun tidak diikuti kebijakan yang memadai.

“Maaf, kalau pejabat hanya bilang kita kaya budaya tanpa memberi perhatian, itu hanya slogan. Ironisnya, justru orang dari luar yang lebih sering diprioritaskan, sementara seniman lokal hanya ditempatkan sebagai pelengkap,” tegasnya.

Seni sebagai Identitas Fakfak

Ia berharap momentum besar seperti peringatan HUT Kabupaten Fakfak dapat dijadikan titik balik untuk menghidupkan kembali dunia seni. Fachry menekankan bahwa seni bukan hanya tontonan, tetapi merupakan identitas dan kekuatan sosial yang harus dijaga.

Dengan harapan tersebut, ia mengajak semua pihak untuk memberi ruang dan dukungan bagi pelaku seni lokal agar ekosistem seni Fakfak dapat bangkit kembali dan menjadi kebanggaan daerah.

 

Usung Harapan Baru, Lamek Dowansiba Siap Maju Ketua HIPMI Papua Barat 2025–2028

0

Papua Barat, Redaksi.co – Lamek Dowansiba, A.Md. Par, resmi menyatakan kesiapan dirinya untuk maju sebagai Calon Ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Barat periode 2025–2028. Kehadirannya membawa semangat baru bagi penguatan peran pengusaha muda di tanah Papua Barat yang terus berkembang.

Lamek dikenal sebagai figur muda yang aktif dan berpengalaman. Ia merupakan mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), kini menjabat sebagai anggota DPD RI, sekaligus Bendahara HIPMI Papua Barat. Pengalaman tersebut memperkuat rekam jejaknya dalam advokasi kebijakan, jejaring kepemudaan, serta pengembangan dunia usaha.

Dalam visinya, Lamek berkomitmen mewujudkan pengusaha muda Papua Barat yang adaptif, mandiri, berdaya saing, dan berkarakter. Ia menegaskan bahwa percepatan ekonomi daerah harus ditopang oleh generasi muda yang siap berinovasi dan mampu bersaing di era persaingan terbuka.

Lamek merumuskan empat misi utama sebagai landasan kepemimpinannya jika terpilih nanti. Pertama, menggerakkan tumbuhnya wirausaha muda asli Papua Barat melalui pelatihan, pendampingan, serta akses permodalan yang lebih merata dan mudah dijangkau. Kedua, menjadikan HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan ekonomi yang berpihak pada pengusaha muda. Ketiga, ia menekankan pentingnya membangun solidaritas dan jaringan bisnis antar pengusaha muda di seluruh kabupaten/kota se-Papua Barat hingga tingkat nasional. Lamek menilai kolaborasi sebagai kunci untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing usaha. Keempat, berfokus pada pembangunan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan melalui kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang baru, menciptakan iklim usaha yang sehat, serta meningkatkan kontribusi pengusaha muda terhadap kemajuan ekonomi Papua Barat.

Dengan slogan “Harapan Baru”, Lamek Dowansiba membawa pesan pembaruan bagi HIPMI Papua Barat. Ia berharap momentum ini menjadi pintu bagi lahirnya lebih banyak pengusaha muda lokal yang tangguh, kreatif, dan mampu berkompetisi di tingkat nasional

Jalan Pelabuhan Tanjung Padang kecamatan Tasik putri puyu Kabupaten Kepulauan Meranti.

0

Meranti – Pantauan Media Redaksi,Jalan Pelabuhan Tanjung Padang kecamatan Tasik putri puyu Kabupaten Kepulauan Meranti. Sangat memperihatinkan Kamis.13.11.2025.

Body jalan ini sudah lebih 6 tahun terbiar begitu saja. Kalau musim hujan tidak bisa dijalani karena tanah nya lengket.

Di jalan ini juga tempat bongkar muat barang. Kalau musim hujan masyarakat desa Tanjung Padang tidak bisa beraktifitas. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat desa Tanjung Padang dalam semua aktivitas.

Beberapa masyarakat yang kami temui mereka mengatakan kepada Media Redaksi jalan ini lah sumber rezeki kami masyarakat di Desa Tanjung Padang. Untuk membawa barang-barang kebutuhan hidup.

Tambah nya lagi jalan ini juga tempat nelayan untuk mencari rezeki.Semua masyarakat mengeluh kalau musim hujan semua aktifitas tidak bisa di kerjakan.

Kepala Desa Tanjung Padang kecamatan Tasik putri puyu menjelaskan bahwa saya sudah berupaya mengusulkan ke musren bank dan juga membuat Proposal tapi sampai saat ini belum terialisasi.

Tambah nya lagi kami sangat berharap kepada Pemerintah agar dapat berkompeten dan nasib kami masyarakat di Desa Tanjung Padang. Yang letaknya di ujung kota Meranti sebelah Barat.

Pemkab Muba Dorong Kemandirian Kawasan Transmigrasi Air Balui–Jud Nganti

0

Redaksi.co SEKAYU, MUBA – Pemkab Muba terus berupaya mendorong pengembangan kawasan transmigrasi agar mampu mandiri secara ekonomi dan sosial. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tingkat Kabupaten, Kamis (13/11/2025), yang membahas potensi, tantangan, serta rekomendasi pembangunan kawasan Air Balui dan Jud Nganti di Kecamatan Sanga Desa.

Kegiatan ini dipimpin Asisten I Setda Muba, H. Ardiansyah, S.E., M.M., Ph.D., CMA, dan difasilitasi oleh Aufa Fadhil Islami. FGD menghadirkan perwakilan lintas instansi, termasuk Disnakertrans, Bappeda, Dinas ATR/BPN, Kodim 0401, dan aparat kecamatan.

Menurut Herryandi Sinulingga, AP Kadisnakertrasn Muba diwakili Sekretaris Disnakertrans Juanda, S.E., M.Si, laporan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang meneliti kondisi kawasan transmigrasi nantinya rekomendasi rekomendasi yang diperlukan untuk pembangunan kawasan transmigrasi dimaksud akan diserahkan kepada Bupati HM. Toha Tohet dan wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen dan Kementerian transmigrasi sebagai bahan kebijakan lanjutan.
“Laporan ini memetakan tantangan yang dihadapi transmigran, mulai dari infrastruktur, legalitas lahan, hingga mitigasi bencana,” jelasnya.

Permasalahan yang diidentifikasi antara lain kondisi jalan yang rusak, banjir dan karhutla musiman, hingga belum jelasnya batas kepemilikan lahan. Berbagai pihak pun mengajukan rekomendasi, termasuk percepatan sertifikasi tanah, pembangunan fasilitas dasar, dan penguatan ketahanan pangan dan rekomendasi pembangunan sarana dan prasarana telah kita usulkan juga ke kementrian transmigrasi berdasarkan hasil rekomendasi Tim Patriot selama melaksanakan tugas di wilayah kawasan transmigrasi sanga desa (kawasan Air balui, jud dan nganti ) diharapkan dari usulan itu diharapkan kementrian transmigrasi menjadikan sebagai prioritas pembangunan di tahun 2026 ujarnya.

Sementara itu Bupati Muba HM Toha yang diwakili Asisten I Ardiansyah menegaskan, Pemkab Muba akan menindaklanjuti hasil kajian TEP dengan langkah konkret.

“Kawasan transmigrasi Air Balui dan Jud Nganti akan kita dorong menjadi desa mandiri dan produktif. Pemerintah daerah dan Kementrian Transmigrasi siap bersinergi untuk merealisasikannya,”

“Transmigrasi tidak boleh stagnan. Kita ingin Air Balui dan Jud Nganti kita harapkan kedepan dapat menjadi contoh sukses desa mandiri di Muba,” tegasnya

(Alam seri)

PT Petro Muba Pilih Bungkam DPD- Muba PertanLANyakan Legalitas Operasi Armada PT Topsa

0
REDAKSI.CO

Redaksi.co Sekayu, Musi Banyuasin, – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Aspirasi Nusantara (DPD-LAN) Musi Banyuasin menggelar aksi damai di depan gedung PT Petro Muba pada Rabu, 13 November 2025, pukul 09.00 WIB. Aksi mendapat pengawalan dari Polsek Kota Sekayu, Polres Muba, serta Satpol PP Muba ini, sayangnya, berakhir tanpa titik temu.

Dalam orasinya, Ketua DPD-LAN, Fitriandi S.Sos, dan rekannya, Halim, lantang menuntut klarifikasi dari PT Petro Muba terkait temuan tim investigasi mereka. Temuan tersebut mengungkap adanya armada PT Topsa Sejahtera Energi yang masih beroperasi dan tertangkap kamera saat mengangkut muatan minyak dari tracking sungai angit. Ironisnya, surat jalan armada tersebut mengatasnamakan PT Petro Muba, dengan tulisan tangan.

Fitriandi menyoroti kejanggalan ini, mengingat Bupati Muba, H.M. Toha, pernah menyatakan bahwa PT Petro Muba sedang tidak beroperasi. Pernyataan ini disampaikan saat audiensi DPD-LAN dengan Bupati.

“Saat audiensi, Bupati Muba H.M. Toha menyatakan bahwa PT Petro Muba tidak beroperasi sejak beliau menjabat. Namun, tim kami menemukan armada PT Topsa Sejahtera Energi beroperasi di jalan Sungai Angit, mengangkut muatan minyak dari tracking Sungai Angit dengan surat jalan yang mengatasnamakan PT Petro Muba. Kami menduga surat jalan tersebut hanya sebagai formalitas untuk kelancaran di jalan, dan operasi armada PT Topsa Sejahtera Energi dinilai ilegal, di luar izin kontrak kerjasama angkat angkut PT Petro dengan PT Pertamina Ramba,” Tegas Fitriandi.

Sayangnya, setelah lebih kurang dua jam aksi damai berlangsung, tidak ada satu pun perwakilan dari PT Petro Muba yang bersedia menemui massa aksi untuk memberikan klarifikasi. Aksi damai pun berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan suasana aman, damai, dan kondusif, namun tanpa ada jawaban dari pihak PT Petro Muba.

( Alam/Tim )

Jalan poros di Desa Dedap tenggelam air setinggi 70 cm Pada bulan Nopember.

0

Meranti -Jalan poros Abdul Hamid Rt.1 . Rw.1 Desa Dedap kecamatan Tasik putri puyu Kabupaten Kepulauan Meranti terendam air pasang setiap tahun pada bulan November dan Desember setinggi 70 cm. Kamis. 13.11.2025.

Jalan poros ini terletak di Desa Dedap jalan lintas kabupaten. Jalan ini sering tenggelam air pasang di bulan Nopember dan Desember.

Kondisi ini sangat mengganggu aktifitas masyarakat. Masyarakat sangat mengeluh untuk beraktifitas.Dan Kondisi jalan nya sangat parah dan pecah – pecah. batu body jalan.

Beberapa masyarakat yang kami temui ia mengatakan bahwa sudah Beberapa tahun ini kami sangat terganggu untuk beraktifitas.Dan sangat sulit untuk melalui jalan ini. Ketika air naik ( pasangan) sampai 70 cm dan pondasi jalan nya sangat rusak.

Kepala Desa Dedap menjelaskan bahwa saya sudah berkali – kali berupaya mengusulkan kepada Pemerintah namun sampai saat ini belum terialisasi.

Tambah nya saya sangat prihatin dengan masyarakat yang melewati jalanan ini,ada kendaraan roda dua yang mati karena air naik sangat tinggi di duga sampai 70 cm.

Harapan kepada Pemerintah yang berkompeten dan konsekwen. Untuk kepentingan masyarakat. Supaya aktifitas dan perekonomian masyarakat lebih baik.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada media Redaksi karena telah memantau jalan poros abdul hamid.Ujar masyarakat Dedap.

Diduga Asal Kerja, Proyek Irigasi di Lumajang Minim Transparansi dan Bermasalah Teknis

0

LUMAJANG, redaksi.co – Pekerjaan proyek peningkatan jaringan irigasi di Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, kembali menuai sorotan. Proyek yang seharusnya memperkuat sistem irigasi pertanian itu justru diduga dikerjakan tanpa memperhatikan ketentuan teknis bidang sumber daya air, bahkan diselimuti kabut minimnya transparansi publik (13/11/2025).

Hasil pantauan lapangan pada Sabtu (8/11/2025) menunjukkan kondisi memprihatinkan. Para pekerja tampak memasang batu pondasi di dasar saluran yang masih tergenang air dan berlumpur. Aktivitas tersebut jelas berisiko terhadap kualitas konstruksi. Material batu dan semen tak mungkin merekat sempurna jika dikerjakan di tanah basah tanpa proses pengeringan atau pengalihan aliran air sementara.

Proyek dengan nama kegiatan “Peningkatan Jaringan Irigasi Rakhiten (Paket II)” ini dikerjakan oleh CV. Kencana Sakti dan diawasi oleh CV. Wirakarya Abadi, dengan nilai kontrak mencapai Rp167.638.000 dan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender. Namun yang janggal, papan proyek di lokasi tidak mencantumkan sumber dana, apakah bersumber dari APBD atau APBN. Padahal, informasi tersebut merupakan bagian dari kewajiban transparansi publik sebagaimana diatur dalam Permen PUPR Nomor 29 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Papan Informasi Proyek.

Ketika dikonfirmasi mengenai ketiadaan saluran sementara (kisdam) untuk mengeringkan area kerja, Edo, selaku pengawas proyek, justru memberikan jawaban yang terkesan enteng.

“Namanya tukang di sini kan seperti itu, Pak,” ujarnya santai, seolah membenarkan pekerjaan yang dilakukan dalam genangan air.

Padahal, pantauan di lapangan menunjukkan air tetap meluap membanjiri area kerja, tanpa upaya nyata untuk mengeringkan atau mengalihkan aliran irigasi.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir terhadap mutu bangunan tersebut.

“Kalau dikerjakan di lumpur seperti itu, nanti cepat rusak. Airnya terus mengalir, jadi mudah ambrol. Kami cuma berharap dikerjakan dengan baik, karena saluran ini penting untuk sawah kami,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak pelaksana maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUSDA) Kabupaten Lumajang terkait temuan di lapangan.

Masyarakat mendesak pemerintah untuk lebih terbuka dan ketat dalam pengawasan proyek yang menggunakan uang negara. Tanpa transparansi dan pengawasan publik, proyek pembangunan berisiko hanya menjadi formalitas, dikerjakan asal jadi, cepat rusak, dan gagal memberi manfaat bagi petani.

Reporter: Sofyan.

Kobarkan Semangat Juang,Direktur RSUDMA Sumenep,Berkomitmen Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan

0

Tema Nasional Hari Pahlawan pada tahun ini adalah “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”. Dimana tema ini menggarisbawahi pentingnya tindakan nyata dan keberlanjutan perjuangan para Pahlawan kita.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr Erliyati M.Kes.,memaknai tema tahun ini dengan cara melanjutkan perjuangan yang diwujudkan melalui dedikasi dan pengabdian tanpa henti dalam melayani pasien dan menjaga kesehatan masyarakat, terutama terlihat selama masa pandemi.

“Peringatan ini merupakan momentum bagi kami untuk meneladani semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kami  di bidang kesehatan, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,”ujar Erliyati,Rabu (12/11/25).

Menurut Erliy,tenaga kesehatan (nakes) sering dianggap sebagai pahlawan masa kini, yang perjuangannya diwujudkan dengan memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dan menjaga kesehatan masyarakat.

“Jadi saya tekankan pada para Nakes kami untuk terus lanjutkan semangat dalam meningkatkan mutu dan perkuat layanan kesehatan khususnya di Kabupaten Sumenep tercinta ini,”ujarnya.

“Saya harapkan,semua Nakes RSUDMA dapat mewarisi semangat pantang menyerah, rela berkorban, dan rasa cinta tanah air dari para pahlawan untuk diaplikasikan dalam melaksanan tugas dalam melayani pasien,”pungkasnya.(HR)

Direktur RSUDMA Sumenep, Ajak Segenap Karyawan Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan

Tema Nasional Hari Pahlawan pada tahun ini adalah “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”.
Dimana tema ini menggarisbawahi pentingnya tindakan nyata dan keberlanjutan perjuangan para Pahlawan kita.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr Erliyati M.Kes.,memaknai tema tahun ini dengan cara melanjutkan perjuangan yang diwujudkan melalui dedikasi dan pengabdian tanpa henti dalam melayani pasien dan menjaga kesehatan masyarakat, terutama terlihat selama masa pandemi.

“Peringatan ini merupakan momentum bagi kami untuk meneladani semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kami di bidang kesehatan, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,”ujar Erliyati,Rabu (12/11/25).

Menurut Erliy,tenaga kesehatan (nakes) sering dianggap sebagai pahlawan masa kini, yang perjuangannya diwujudkan dengan memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dan menjaga kesehatan masyarakat.

“Jadi saya tekankan pada para Nakes kami untuk terus lanjutkan semangat dalam meningkatkan mutu dan perkuat layanan kesehatan khususnya di Kabupaten Sumenep tercinta ini,”ujarnya.

“Saya harapkan,semua Nakes RSUDMA dapat mewarisi semangat pantang menyerah, rela berkorban, dan rasa cinta tanah air dari para pahlawan untuk diaplikasikan dalam melaksanan tugas dalam melayani pasien,”pungkasnya.(HR)

Diduga Ada Mark Up Volume, Warga Minta Monev Proyek Irigasi di Jember Tak Sekadar Formalitas

0

JEMBER, redaksi.co – Proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan tersier irigasi di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, kembali menjadi sorotan publik. Meski pekerjaan telah selesai, warga menilai hasilnya tidak memuaskan dan penuh kejanggalan (13/11/2025).

Papan proyek yang terpasang di lokasi juga dinilai tidak sesuai ketentuan. Papan hanya mencantumkan nama kegiatan dan sumber dana dari DIPA Satker OP SDA Brantas Tahun Anggaran 2025, tanpa mencantumkan nama kontraktor, nilai kontrak, maupun waktu pelaksanaan.
Padahal, sesuai Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023, papan proyek wajib memuat informasi lengkap sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Dari hasil pantauan di lapangan, beberapa bagian saluran irigasi terlihat tidak rapi dan dikerjakan asal-asalan. Dinding plesteran tampak tidak rata, ada bekas kayu bekisting yang masih menempel, serta campuran adukan semen terlihat tidak merata. Di sejumlah titik juga muncul retakan meski proyek baru selesai.

Selain itu, ditemukan bekas sak semen merek Rajawali di sekitar lokasi proyek. Penggunaan material dengan mutu rendah tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa terjadi mark up volume pekerjaan dan pengurangan kualitas material untuk menekan biaya.

Seorang warga setempat mengatakan,
“Pekerjaannya memang sudah selesai, tapi kelihatan asal-asalan. Kami menduga ada pengurangan volume. Harapan kami nanti kalau ada monev, jangan cuma formalitas, tapi benar-benar diperiksa,” ujarnya.

Hingga kini, proyek tersebut belum dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh pihak terkait. Warga berharap agar proses monev nantinya dilakukan secara terbuka dan transparan, agar hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan dan penggunaan anggaran negara bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan mark up dan belum adanya pelaksanaan monev tersebut.

Reporter: Sofyan.