Beranda blog Halaman 550

Masyarakat Desa Pelanjau Jaya Mengadu Ke DPR-RI Terkait Konflik Dengan PT. Minamas.

0

*Warga Desa Pelanjau Jaya Mengadu ke DPR RI, Desak Penuntasan Konflik Agraria dengan PT Minamas*

Jakarta – Puluhan tahun menanti keadilan, masyarakat Desa Pelanjau Jaya, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akhirnya melangkah ke pusat kekuasaan negara. Didampingi kuasa hukumnya, Rupinus Junaidi, S.H., perwakilan warga mengadu ke Komisi III DPR RI untuk menyuarakan konflik agraria yang diduga melibatkan perusahaan raksasa kelapa sawit, PT Minamas.

Konflik mencuat setelah PT Minamas diduga menggarap tanah ulayat milik masyarakat secara sepihak untuk perluasan kebun sawit. Warga menuding perusahaan menggunakan cara-cara yang melanggar hukum, termasuk dugaan tipu muslihat hingga intimidasi, yang bahkan berujung pada penangkapan dua warga desa.

“Kami datang ke sini bukan hanya membawa keresahan, tetapi juga harapan. Harapan bahwa negara hadir dan melindungi rakyatnya,” ungkap Mukip, salah satu perwakilan warga, yang hadir bersama tokoh perempuan desa, Sekisun.

Langkah ini ditempuh setelah berbagai upaya mediasi di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten tidak membuahkan hasil. Aspirasi yang pernah mereka sampaikan ke DPRD Kabupaten Ketapang pun berakhir tanpa kejelasan.

“Kami telah kehabisan jalur. Maka kami mengetuk pintu Komisi III DPR RI,” jelas Rupinus Junaidi. “Kami menduga kuat bahwa telah terjadi pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang serius oleh PT Minamas. Ini bukan hanya soal tanah, tapi juga soal martabat.”

Permohonan mereka disambut langsung oleh anggota Komisi III DPR RI, Dr. Bob Hasan, S.H., M.H. Dalam audiensi tersebut, masyarakat mendesak agar persoalan ini segera diagendakan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), agar mendapat perhatian serius dari lembaga legislatif yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan negara.

Rupinus menegaskan, masyarakat Desa Pelanjau Jaya tidak menolak investasi, namun menolak ketidakadilan. “Jika hukum bisa dibeli, maka keadilan hanya akan menjadi milik mereka yang berkuasa. Kami tidak ingin itu terjadi di negeri ini.”

Konflik agraria seperti ini mencerminkan persoalan mendalam dalam tata kelola sumber daya alam di Indonesia. Ketika masyarakat harus berjuang hingga ke Senayan demi mempertahankan haknya, maka pertanyaannya: di manakah negara saat tanah rakyat dirampas?

Kemenkopolkam Dan TNI AL Pastikan Progres Pembangunan Menara Suar Karang Singa Berjalan Lancar

0

 

Redaksi.co | Batam – Pembangunan Menara Suar Karang Singa sebagai bentuk menjaga kedaulatan wilayah Republik Indonesia. Komandan Lantamal IV Batam yang diwakili Wadan Lantamal IV Batam Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, S.E., M.Han., didampingi Dansatrol Lantamal IV Batam mengecek progres pembangunan. Rabu, (7/5).

Pembangunan Menara Suar Karang Singa di Perairan Bintan, Kepulauan Riau ini sangat penting dalam penguatan kedaulatan wilayah Republik Indonesia, tegas Wadan Lantamal IV Batam.

Deputi IV Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Mayjen TNI Rudy Syamsir juga mengungkapkan bahwa, Pembangunan Menara suar yang berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia 1 (Alki 1), Selat Malaka tersebut sangat penting bagi keselamatan pelayaran.

“Pembangunan Menara Suar ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk memperkuat pertahanan negara. Juga untuk menjaga keamanan wilayah laut kita, serta memanfaatkan potensi ekonomi maritim demi kemakmuran bangsa,” ucap Deputi IV.

Proses pembangunan Menara Suar Karang Singa ini sebenarnya telah dimulai sejak 2021 dengan dikoordinasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

Pembangunan diawali dengan dibangunnya menara suar sementara oleh Kementerian Pertahanan yang usai di 2022. Tahun 2023 proyek pembangunan menara permanen kemudian dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, dan ditargetkan selesai pada 2025.

Selama proses pembangunan Menara Suar Karang Singa terdapat sejumlah kendala, seperti kondisi alam dan kondisi cuaca yang menyulitkan proses pembangunan.

Oleh karena itu, dibutuhkan masukan konstruktif dari berbagai kementerian/lembaga terkait, hingga tersusun roadmap untuk menyelesaikan pembangunan ini. (Redaksi)

Penonton Tumpah Ruah Menyaksikan Turnamen Piala Presiden Macan Putih di Lapangan Gajah Tunggal

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Seribuan penonton pecinta olahraga sepak bola yang berasal dari berbagai daerah di Wilayah Aceh memadati Lapangan sepak bola Gajah Tunggal di Desa Ranto Panyang Barat, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, pada Rabu 7/5/2025

Kehadiran mereka tidak lain untuk menyaksikan pertandingan di babak 8 besar Turnamen Open Cup yang memperebutkan Piala Presiden Macan Putih

Diketahui, Pertandingan babak 8 besar Turnamen Open Cup memperebutkan Piala Presiden Macan Putih sudah memasuki hari ke 11 , sejak awal pembukaan yaitu pada minggu 27/4/25 lalu, ribuan penonton terlihat antusias menyaksikan pertandingan antara Kesebelasan Tim Adam Depok melawan Tim Eva Sky Hotel yang berlangsung aman dan tertib

Presiden Club Macan Putih, Hasyim Johari (Acem), dan Camat Meurebo terlihat turut hadir menyaksikan langsung jalannya pertandingan.

Pengundian doorprize yang di pandu oleh MC (komentator) Nasir, untuk 3- 4 penonton yang beruntung, menjadi daya tarik tersendiri dan menambah semaraknya suasa di lokasi Lapangan Gajah Tunggal tempat di mana berlangsungnya pertandingan yang memperebutkan Piala Presiden macan putih.

Dalam laga ini Tim Eva Sky berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1, sehingga berhak melaju ke babak selanjutnya.

Presiden Club Macan Putih, Hasyim Johari (Acem), saat di wawancara, kepada Media ini menyatakan ungkapan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan turnamen ini.

” Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya, panitia penyelenggara, Camat Kecamatan Meurebo, pihak keamanan dari unsur Babinsa TNI dan Babinkantibmas Polri, Tokoh masyarakat Kecamatan Mereubo, Tokoh masyarakat/Pemuda serta Masyarakat Aceh Barat dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril dan materiel, sehingga terlaksananya turnamen ini dengan lancar hingga memasuki hari ke-11,” ungkap Presiden Club Macan putih itu.

” Ia juga menanggapi insiden kecil yang sempat terjadi pada Selasa sore, 6/5 dan meminta maaf kepada semua pihak khususnya kepada publik Aceh atas kejadian tersebut dan memastikan insiden serupa tidak akan terulang lagi dimasa yang akan datang.”

Ia juga menyampaikan rencana akan terus menggelar turnamen serupa setiap tahun dan menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

Lebih lanjut, Hasyim Johari mengungkapkan harapannya untuk menjadikan turnamen ini sebagai agenda tahunan.

“Kami berencana untuk menggelar event turnamen berikutnya setiap tahun, tentu saja jika semua pihak terus memberikan dukungan yang positif seperti yang telah kami rasakan saat ini,” ujarnya dengan antusias.

Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak serta elemen masyarakat sangat penting untuk keberlangsungan dan peningkatan kualitas turnamen sepak bola di Aceh Barat ****

Dari pantauan Media ini, Antusiasme ribuan penonton yang hadir setiap harinya menjadi motivasi tersendiri bagi pihaknya untuk terus menyelenggarakan event yang positif bagi perkembangan olahraga di daerah tersebut.

” Jadwal pertandingan untuk besok kamis,8/5/25, Tim Kesebelasan RADO FC , dari Aceh barat VS Tim Kesebelasan ALBIYYAN 19, dari Kota Madya Sabang.”

Laga tersebut dimulai pada pukul, 16:30.wib. di lapangan Bola kaki Gajah Tunggal Gampong Ranto Panyang Barat, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh barat****

REVITALISASI IRIGASI SEDANG BERLANGSUNG, SISTEM BUKA-TUTUP AIR 10-5 DISEPAKATI PETANI

0

REVITALISASI IRIGASI SEDANG BERLANGSUNG, SISTEM BUKA-TUTUP AIR 10-5 DISEPAKATI PETANI

Gerung – Program revitalisasi saluran irigasi di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, saat ini sedang dalam tahap pengerjaan dan mendapat dukungan penuh dari para petani serta masyarakat setempat. Salah satu kesepakatan penting dalam proses ini adalah pemberlakuan sistem buka-tutup air selama masa pengerjaan, yakni 10 hari kering dan 5 hari basah.

H. Juma’in, tokoh petani (pekasih) dari Dusun Oeseng, Desa Taman Ayu, menyampaikan bahwa selama ini saluran irigasi kerap mengalami sumbatan, sehingga distribusi air ke lahan pertanian tidak maksimal. Ia mengapresiasi langkah revitalisasi ini dan berharap kesadaran warga untuk menjaga kebersihan saluran air semakin meningkat.

Kami sangat berharap revitalisasi ini berjalan lancar agar hasil panen kami ke depan lebih baik. Kali sudah diperlebar dan diperdalam, tentu akan meningkatkan debit air sesuai harapan kita bersama. Kami juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke kali,” ujarnya.

Pemerintah desa bersama dinas terkait berkomitmen untuk mengawal proyek ini hingga selesai dengan melibatkan warga dalam proses pengawasan. Pelaksana proyek, CV Ammar Jaya Mandiri yang beralamat di Cirebon, Jawa Barat, turut menyampaikan permohonan maaf atas tersendatnya aliran air selama pekerjaan berlangsung.

Kami mohon maaf kepada masyarakat dan para petani. Proyek ini membutuhkan proses, dan sistem buka-tutup air 10 hari kering – 5 hari basah telah disepakati bersama demi kelancaran pekerjaan,” ujar Ivan Pratama, P.ST selaku Kepala Pelaksana dan Site Manager CV Ammar Jaya Mandiri.

Kesepakatan teknis ini dihasilkan melalui musyawarah yang melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kepala Dusun Peseng H. Mahdi Mahmud, perwakilan petani (pekasih), perwakilan masyarakat Dusun Peseng, pihak kontraktor, BWS/PPK, Dinas PU Provinsi NTB, serta aparat keamanan desa yaitu Babinkamtibmas Bripka Wayan Sujana dan Babinsa Serda Ismail. Musyawarah dilangsungkan di rumah Kepala Dusun Peseng sebagai bentuk koordinasi langsung di tingkat dusun.

Dalam wawancara terpisah dengan awak media Redaksi.co, Haji Doni selaku subkontraktor proyek juga menyampaikan rasa terima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat.

Kami sangat terbantu dengan kesepakatan buka-tutup air ini. Harapan kami, setelah revitalisasi selesai, hasil panen petani bisa meningkat dan masalah irigasi bisa teratasi untuk jangka panjang,” ungkapnya.

Revitalisasi ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, pelaksana proyek, aparat desa, dan masyarakat dalam upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan lokal.

Read : HS2025 Abach Uhel
Sumber : Redaksi.co

Wabup Aceh Barat Saed Fadhiel Turun Dari Podium Saat Pimpin Upacara Hardiknas 2025

0

Aceh Barat Redaksi.co
Pemandangan yang tidak biasanya tampak di lapangan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat pada Selasa 7/5/2025 tadi pagi menjelang siang.

Wakil Bupati Aceh Barat, Saed Fadhiel yang bertindak selaku Inspektur Upacara dalam Upacara Hardiknas tahun 2025 pagi tadi secara mengejutkan turun ke tengah lapangan dan melanjutkan upacara sambil berdiri tegap di bawah teriknya matahari pagi.

Keberadaan Wakil Bupati di tengah lapangan itu sontak mengundang tepuk tangan dari seluruh tamu undangan dan peserta upacara yang sebagian besar terdiri dari para insan pendidikan.

Bukan tanpa alasan, Wakil Bupati Saed Fadhiel mengatakan bahwa inisiatifnya untuk tidak menempati podium upacara yang dinaungi atap dan lebih memilih untuk turun berpanas-panasan tidak lain adalah untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada para guru, siswa, dan segenap insan pendidikan yang berdiri melawan panas demi kidmadnya upacara.

Beberapa peserta upacara menyampaikan rasa salut atas inisiatif Wakil Bupati tersebut. Empati yang ditunjukkan orang nomor dua di Aceh Barat itu sangat menggugah semangat dan menjadi contoh kepemimpinan yang penuh keteladanan.

Selain dihadiri oleh para Guru, siswa, dan segenap tokoh pendidikan, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 dalam lingkup Kabupaten Aceh Barat juga dihadiri oleh Forkopimda, para kepala OPD, dan pimpinan instansi vertikal di Aceh Barat ****

Atas Insiden di Turnamen Piala Presiden Macan Putih, Panitia Sampaikan Permohonan Maaf

0

Aceh Barat Redaksi.co
Ketua Pelaksana Open Turnamen Sepak Bola Piala Presiden Macan Putih, M. Salman, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden yang terjadi dalam pertandingan antara Tajura FC melawan Balee United di Lapangan Ranto Panyang, Selasa sore kemarin 6/5/2025

Dalam pernyataannya, M. Salman mengungkapkan penyesalan atas kejadian yang tidak diharapkan tersebut. Rabu,7/5/25.

Ia menegaskan bahwa hal ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi panitia penyelenggara agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Hal yang terjadi ini di lapangan sangat tidak kita inginkan, namun akan menjadi evaluasi kami ke depan. Saya juga mengapresiasi kesigapan seluruh panitia dan pihak keamanan yang berhasil meredam situasi sehingga suasana di lapangan kembali kondusif dengan cepat,” ujar Salman.

Diketahui, insiden bermula dari dugaan penyerangan terhadap wasit yang kemudian memicu aksi dari oknum penonton, menyebabkan salah satu pemain dari Tajura FC menjadi korban dan harus mendapatkan perawatan medis

Salman memastikan bahwa kondisi pemain yang menjadi korban kini telah berangsur membaik dan pihak panitia bertanggung jawab atas kejadian tersebut, termasuk menjamin pemulihan dan keamanan tim Tajura FC

Panitia juga berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan sistem keamanan dalam sisa rangkaian turnamen demi menjaga sportivitas dan kenyamanan seluruh peserta serta penonton ***”

Kapolda Maluku Utara Hadiri Pelepasan Jamaah Haji 2025

0

REDAKSI.CO– Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., menghadiri upacara pelepasan jamaah calon haji Provinsi Maluku Utara tahun 1446 H/2025 M yang digelar di Gedung Raudah, Asrama Haji Ngade, Ternate, Selasa, (6/5/2025).

Upacara itu juga dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Drs. H. Amar Manaf, Kepala Kejaksaan Tinggi, Sekretaris Daerah Provinsi, Komandan Lanal Ternate, serta para tamu undangan.

Dalam laporannya, Amar Manaf menyebutkan jumlah jamaah yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 1.076 orang, yang berasal dari sepuluh kabupaten dan kota se-Maluku Utara.

“Mereka terdiri dari Kota Ternate 263 orang, Halmahera Selatan 189 orang, serta 105 orang dari Tidore Kepulauan dan 105 orang dari Kepulauan Sula,” kata Amar.

Adapun daerah lain yang juga mengirimkan jamaah adalah Halmahera Utara (100 orang), Halmahera Barat (74 orang), Halmahera Tengah (66 orang), Halmahera Timur (65 orang), serta Pulau Morotai dan Pulau Taliabu masing-masing 50 orang. Sebanyak sembilan petugas haji daerah turut serta mendampingi.

Gubernur Maluku Utara dalam sambutannya mengapresiasi kerja seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan ibadah haji tahun ini. Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh para jamaah untuk menunaikan rukun Islam kelima.

“Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran, keselamatan, dan kembali dengan predikat haji yang mabrur,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi secara simbolis menyerahkan bantuan dana saku kepada para jamaah. Gubernur juga mengimbau agar para calon haji menjaga kesehatan, menjunjung tinggi kebersamaan, dan mematuhi arahan petugas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Selain itu, ia mengajak jamaah mendoakan agar Maluku Utara senantiasa dalam keadaan aman dan diberkahi.

PSR Desak Kejati Sumsel Periksa Oknum Mafia Tanah di BPN OKU dan Pengurus KUD Minanga Ogan

0

Redaksi.co | Palembang – Ratusan massa Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Pembela Suara Rakyat (PSR) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan aksi unjuk rasa secara damai di kantor Kejati Sumsel Jakabaring, Palembang, Sumsel. Rabu (07/05/25).

Koordinator aksi Hanafi alias Aan Pirang usai melakukan aksi damai mengatakan kepada awak media,”diduga telah terjadi persekongkolan SENDIKAT Mafia Tanah yang mempunyai jaringan BPN OKU, Oknum eks DPRD OKU, dan KUD Minanga Ogan,”ujarnya.

“Dalam perkara yang akan kami laporkan ke Kejati Sumsel hari ini, diduga telah terjadi persekongkolan jahat secara sistematis yang berakibat kepada warga yang kehilangan haknya,”lebih lanjut Aan Menjelaskan.

“Bahwa diduga kuat hasil pencairan fiktif tersebut digunakan oleh pihak KUD minanga Ogan dan PT Minanga Ogan selaku Avalist atau pihak bapak angkat dan memperkaya pengurus KUD Minanga Ogan mengingat General Manager PT minangga ogan merangkap sebagai sekretaris KUD minanga Ogan yaitu saudara Prasetyo Widodo dan dibantu oleh karyawan PT minanga Ogan yang merangkap sebagai sekretaris KUD Minaga Ogan yaitu saudara Yoga Ary Dhiskara serta pengurus koperasi KUD minangga Ogan yaitu Kamsyir sebagai ketua, Ghozali Hamidi sebagai wakil sekretaris beserta Fauzi Syukri dan sulyapa ( pengurus inti ) yang kesemuanya di balik layar ada Direktur PT Minanga Ogan yaitu ibu Mona Surya selaku pemilik PT. Mianga Ogan,”ungkap Aan.

Perkara ini sudah terendus cukup lama dan bahkan diduga sudah berkali kali dilaporkan, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya dan para pelaku masih melenggang menghirup udara segar.

“Diduga perkara ini sudah beberapa kali di laporkan namun pada kenyataannya sampai detik ini belum juga ada kejelasan secara signifikan ataupun pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam perkara ini,”ungkapnya.

Kami melakukan aksi damai hari ini, mendesak Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas semua yang terlibat dalam perkara ini dan perkara ini akan kami teruskan hingga ke pusat.

“Ini baru tahap awal, jika laporan yang kami tidak segera di tindaklanjuti, maka kami tidak akan segan membawa perkara ini ketingkat lebih tinggi dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan Agung Rupublik Indonesia) (Kejagung RI),”tegas Aan.

Lebih lanjut, Aan dalam aksinya mendesak pihak Kejati Sumsel untuk mengusut beberapa tuntutan yang akan diserahkan kepada Kejati Sumsel antara lain :

1.Meminta kepada APH Kejati Sumsel untuk dan pejabat pemerintah yang berwenang untuk segera memanggil, memeriksa dan menahan oknum-oknum mafia tanah BPN OKU, PT Minanga Ogan dan pengurus KUD Minanga Ogan dan oknum/kelompok pejabat DPRD ataupun eks DPRD yang terlibat.

2.Meminta APH Kejati Sumsel untuk segera melakukan penyelidikan dan melakukan Audit terhadap CV. Graha Agri yang digunakan oleh YPN sebagai alat putaran uang dari hasil pencucian uang perkebunan KUD Minanga Ogan.

3.Meminta kepada APH Kejati Sumsel dan Pejabat Pemerintah Negara segera membentil TIM untuk melakukan penyelidikan atau membentuk satgas mafia tanah dan segera memanggil memeriksa BPN OKU dan Pengurus KUD Minanga Ogan atas dugaan mafia tanah pertambahan kawasan hutan dan dugaan tindak pidana pencucian uang, pemalsuan dokumen otentik peralihan hak/Aset milik anggota dan atau hal yang merugikan masyarakat banyak dan Negara.

4.Mendesak dan meminta APH dan pejabat pemerintah berwenang untuk segera mencabut badan hukum koperasi dan membubarkan KUD Minanga Ogan serta memberhentikan segala kegiatan dan mengembalikan hutan kawasan sebagaimana mestinya.

5.Sesuai instruksi presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kepada jajaran penegak hukum agar tidak ragu dan tindak tegas perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan, khususnya melanggar ketentuan pertanahan dan hutan.

Aski massa PSR di terima oleh Kajati Sumsel, yang di Wakili oleh Vanny Yulia Eka Sari, SH.,MH kasi Penkum Kejati Sumsel mengatakan kami (Kejati Sumsel) mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada kami dalam hal pemberantasan korupsi.

“Yang pasti, Kejati Sumsel tidak akan mentolelir mafia tanah, karena kami sudah menangani beberapa kasus besar seperti batang hari sembilan maupun perkebunan kelapa sawit yang ada di musi rawas,”ujarnya.

“Terkait tuntutan PSR, Pasti akan kami laporkan ke Pimpinan dan ini merupakan Lapdu baru silakan di PTSP di sertai dengan dokumen pendukung yang ada, untuk progresnya nanti di koordinasikan,”pungkasnya.

KAI Divre III Palembang Ingatkan Kembali Aturan Pengambilan Gambar di Stasiun Maupun di atas Kereta

0

Redaksi.co | Palembang, – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam memberikan pelayanan selalu mengutamakan kenyamanan dan keselamatan para pelanggan. Dalam pelayanannya juga, KAI memiliki aturan atau ketentuan yang harus diketahui dan dipatuhi oleh masyarakat maupun para pelanggan KA selama di stasiun dan di atas kereta untuk mewujudkan suasana yang nyaman dan kondusif.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan bahwa KAI tidak melarang terkait pengambilan gambar baik itu foto maupun video, namun terdapat sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan dan diikuti oleh masyarakat atau penumpang yang ingin melakukan hal tersebut.

“KAI memiliki aturan bagi masyarakat atau penumpang dalam hal pengambilan gambar di stasiun maupun di atas kereta yang mencakup peralatan yang digunakan dan kepentingannya,” ungkap Aida.

Aida menambahkan, jika dalam pengambilan gambar sudah menyertakan peralatan yang lengkap seperti tripod, lampu/lighting, microphone, dan drone serta peralatan penunjang kamera profesional lainnya, maka orang yang bersangkutan harus meminta izin terlebih dahulu.

“Jika petugas KAI mendapati masyarakat atau penumpang yang menggunakan peralatan tersebut, maka petugas KAI akan menyampaikan ketentuannya dan mempersilakan yang bersangkutan untuk meminta izin ke unit terkait di KAI,” ujar Aida.

Apabila masyarakat atau penumpang tersebut hanya menggunakan peralatan seperti kamera ponsel (handphone) hingga kamera DSLR dan mirrorless tanpa lensa profesional tambahan yang kepentingannya hanya untuk dokumentasi pribadi seperti selfie atau membuat video blog (vlog) diperbolehkan tanpa meminta izin.

Aturan ini KAI berlakukan guna mengantisipasi adanya penyalahgunaan hasil karya foto atau video tersebut untuk kegiatan komersial dan beberapa kepentingan lainnya yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berikut ketentuan terkait pengambilan foto atau video di kawasan stasiun dan di dalam kereta api.

1. Penumpang dapat melakukan pengambilan gambar berupa foto dan/atau video di stasiun dan di dalam kereta api untuk dokumentasi pribadi.

2. Penumpang hanya dapat mengambil gambar selama berada di area penumpang/public area, selain itu tidak diperbolehkan. Adapun beberapa contoh area yang bukan untuk publik dan tidak diperbolehkan mengambil gambar seperti Loket, Dipo, ruang PPKA dan jalur kereta api serta tempat lainnya yang dapat berpotensi bahaya dan mengganggu operasional.

3. Pengambilan gambar harus mengutamakan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api, orang lain dan diri sendiri, serta tidak mengganggu operasional dan pelayanan kereta api.

4. Ketentuan peralatan saat pengambilan gambar atau video di stasiun dan dalam kereta api meliputi diperbolehkan harus berizin dan diperbolehkan tanpa izin.

– Untuk peralatan yang diperbolehkan tanpa izin meliputi Handphone, Kamera DSLR, Kamera Aksi, Kamera Mirrorless, dan Monopad/Tongsis.

– Sedangkan peralatan yang diperbolehkan dan harus memiliki izin yakni apabila dilengkapi dengan peralatan penunjang kamera professional seperti Tripod, Microphone, Lighting, Drone, Lensa tambahan dan sebagainya.

5. Sementara itu untuk aktivitas pengambilan gambar yang harus berizin meliputi beberapa keadaan sebagai berikut:

– Kebutuhan komersial harus izin dari unit Komersialisasi Non Angkutan.

– Wartawan untuk kebutuhan peliputan, harus izin dari unit Humas.

– Instansi/Lembaga untuk kebutuhan penelitian/survey/kegiatan lainnya harus izin unit terkait.

Jika terjadi pelanggaran aturan tersebut, petugas KAI berhak mengambil tindakan seperti menegur bila pengambilan gambar menggangu operasional kereta api, kenyamanan, ketertiban, dan keselamatan perjalanan KA, orang lain, dan masyarakat atau penumpang itu sendiri.

“KAI terus mengimbau kepada masyarakat maupun penumpang KA pada saat mengambil gambar agar tetap mengutamakan kenyamanan dan keselamatan bersama serta turut menjaga situasi agar tetap kondusif,” tutup Aida. (*)

Kakanwil Kemenag Sumsel Lepas Keberangkatan 368 Jemaah Haji Kloter 4 Asal Palembang

0

Redaksi.co | Palembang – Kakanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan melepas keberangkatan 368 jemaah haji Kloter 4 asal Palembang di Gedung Serbaguna Asrama Haji Sumsel, Rabu (07/05/2025) dinihari WIB. Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan sejumlah pesan penting untuk bagi jemaah haji Sumatera Selatan.

Syafitri Irwan berharap, jemaah haji Sumsel dapat meluruskan niat berangkat ke Tanah Suci, semata-mata untuk beribadah dan mengharapkan ridho Allah SWT. Jemaah haji diminta memperbanyak amal ibadah dan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak terkait dengan ritual ibadah haji, semisal berbelanja atau wisata.

“Puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina masih cukup lama. Perjalanan ibadah haji masih panjang, hendaknya kurangi hal-hal yang tidak terlalu penting,” pesan Syafitri, yang juga merupakan Ketua PPIH Embarkasi Palembang.

Dia juga berharap, para jemaah menjaga kondisi fisik dengan sebaik mungkin, banyak minum air putih, buah, dan sayuran. Menurut Syafitri, cuaca di Arab Saudi saat ini berkisar 37-40 derajat celcius. Jemaah haji hendaknya menggunakan alat pelindung diri saat keluar dari hotel seperti kacamata, masker, topi atau payung, dan alas kaki. Tak kalah penting jemaah diharapkan mencatat alamat lengkap hotel atau menyimpan kartu hotel tempat menginap serta membawanya ketika bepergian. Sehingga memudahkan petugas haji Indonesia untuk mengantar apabila jemaah terpisah dari rombongan atau lupa jalan menuju hotel.

“Kenali juga petugas haji Indonesia yang sudah dilengkapi atribut khusus. Mereka dapat ditemui di area sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, maupun di tempat-tempat lain. Mereka siap siaga membantu jemaah haji yang butuh pertolongan. Semoga bapak/ibu dapat menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dengan baik dan kembali ke Tanah Air dengan membawa predikat haji mabrur,” ujar Kakanwil.
Kloter 4 sendiri bertolak meninggalkan Bandara SMB II Palembang menuju Madinah pada Rabu (07/05/2025) pagi, dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines SV 5409. Ada dua jemaah haji Kloter 4 yang tertunda berangkat karena faktor kesehatan.

Mereka adalah Nadjamudin (70 tahun) yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Siti Fatimah dan istrinya Suparmi Syarif Idris (64).

Dengan keberangkatan Kloter 4, total jemaah haji yang sudah berangkat dari Embarkasi Palembang berjumlah 1.477, termasuk di dalamnya 16 petugas kloter. Pagi ini, mulai pukul 10.00 WIB, Embarkasi Palembang akan menerima kedatangan jemaah haji Kloter 5 asal OKU Timur dan Palembang di Gedung Serbaguna Asrama Haji Sumsel. (*)