Beranda blog Halaman 506

Camat Kecamatan Meureubo Lepas Kafilah Ikuti MTQ ke – XXXVII Tingkat Kabupaten

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Camat Kecamatan Meureubo Maimun, S.STP melepas Kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXVII tahun 2025 Tingkat Kabupaten Aceh Barat, yang akan dilaksanakan di Kecamatan Pante Ceureumen

Acara pelepasan kafilah berlangsung di aula kantor Camat Meureubo pada Senin 14/7-2025

Pelepasan ini di hadiri para Qari dan Qariah hafidz dan hafidzah, Anggota DPRK Dapil Meureubo, Khairani,.S.Si, dan jajaran Apdesi Kecamatan Meureubo

Sebelum dilepas para kafilah kontingen yang akan berlomba di ajang MTQ ke-XXXVII tingkat Kabupaten Aceh Barat dilakukan prosesi peusijuek oleh tokoh agama kecamatan Meureubo

MTQ ke-37 tahun 2025 tingkat Kabupaten akan dimulai 14 Juli sampai dengan 17 Juli 2025 di Kecamatan Pante Ceureumen, akan dibuka langsung oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP.,MM

Camat Meureubo dalam arahannya mengatakan bahwa peserta kafilah MTQ Kecamatan Meureubo berjumlah 50 orang dan 6 orang pendamping akan mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan di ajang MTQ ke-XXXVII tingkat Kabupaten

Camat Maimun berharap para Kafilah harus penuh semangat dan percaya diri, kami percaya bahwa kafilah MTQ kita akan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya demi mengharumkan nama Kecamatan Meureubo di ajang tersebut

Maimun mengatakan, meskipun dalam kondisi hujan diharapkan para kafilah bisa menjadi contoh teladan serta menjaga kesehatan,dan fokus untuk mengikuti lomba pada cabang- cabang yang diperlombakan, sehingga mendapat hasil yang maksimal

“Semoga kafilah MTQ kita dapat menjadi contoh teladan yang baik. Tunjukkan adab perilaku yang baik ketika kita bertanding dan selama menginap di tempat yang telah disiapkan panitia dan jaga Kesehatan ,” pesan Camat dihadapan kafilah

Selain itu, Camat Maimun juga mengungkapkan rasa bangganya, pasalnya dalam pelaksanaan MTQ tahun ini, kecamatan Meureubo mengirim kafilah yang merupakan putra-putri terbaik dalam wilayah kecamatan Meureubo.

“Saya bangga karena peserta kali ini terbanyak dan benar-benar merupakan putra dan putri terbaik dari Meureubo

Camat Maimun berharap, pelaksanaan MTQ ke-XXXII tingkat Kabupaten Aceh Barat menjadi wadah silaturahmi yang memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta mampu mengamalkan makna kandungan Al-Quran,” tuturnya

“Semua cabang kita ikuti, insyaallah kita akan tampil maksimal dengan target bisa meraih juara terbaik demi untuk mengharumkan nama kecamatan Meureubo,” tutupnya ****

*Kapolda Maluku Utara Terima Kunjungan Tim Puslitbang Polri*

0

REDAKSI.CO – Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si, menerima kunjungan silaturahmi dari Tim Puslitbang Polri di ruang Kapolda, Senin (14/7/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Karo Rena Polda Malut Kombes Pol. Welly Abdillah, S.H., S.I.K., M.H., serta Ketua Tim Peneliti Ilmu Kepolisian Tk. III Kombes Pol. Ade Djadja S. Y., S.I.K., M.H., bersama jajaran lainnya.

Ketua Tim Puslitbang Polri, Kombes Pol. Ade Djadja, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus mendukung kelancaran penelitian berjudul “Strategi Pemberdayaan SDM Polri Guna Mendukung Penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (E-MP) Dalam Rangka Upaya Penegakan Hukum.”

Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan masukan strategis terkait penguatan sumber daya manusia dan infrastruktur demi optimalisasi penerapan E-MP di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Malut menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi dalam penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (E-MP) di wilayah Maluku Utara yang berbentuk kepulauan.

“Infrastruktur menjadi tantangan utama. Di daerah pesisir, jaringan telepon saja sering hilang sehingga sulit mengandalkan sistem elektronik,” ujarnya.

Selain itu, Kapolda menyoroti keterbatasan perangkat masyarakat yang belum semuanya menggunakan Android sebagai perangkat utama, sehingga menghambat penggunaan E-MP secara optimal.

Mengenai ketahanan pangan, Kapolda mengungkapkan bahwa meski lahan di Maluku Utara cukup luas, pola tanam masyarakat masih bersifat konsumtif dan belum menghasilkan produksi untuk pasar.

Lebih lanjut, hal ini juga dipengaruhi oleh ketiadaan pabrik pengolahan serta regulasi yang belum memadai.

Kunjungan ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi antara Puslitbang Polri dan Polda Malut untuk mencari solusi terbaik dalam memperkuat sistem penyidikan elektronik dan ketahanan pangan.

Panggung Utama MTQ ke 37 Aceh Barat Tahun 2025 Rampung,Siap Terima Kafilah Dari 12 Kecamatan

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Persiapan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Kabupaten Aceh Barat tahun 2025 mencapai tahap akhir. Panggung utama yang menjadi ikon ajang syiar Islam ini telah rampung 100 persen dan siap digunakan dalam pembukaan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin malam, 14 Juli 2025 pukul 20.00 WIB, di arena utama Gampong Manjeng, Kecamatan Pante Ceureumen.

Panggung megah tersebut tampil memukau dengan desain menyerupai masjid. Ornamen kaligrafi ayat suci Al-Qur’an menghiasi sisi-sisinya, berpadu dengan dominasi warna merah, hijau, dan emas yang menciptakan nuansa religius nan elegan. Di bagian tengah, terpampang jelas tulisan, “MTQ Ke-37 Tahun 2025 Kabupaten Aceh Barat” sebagai identitas utama.

Ketua Panitia MTQ Aceh Barat, Muhammad Isa, memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung telah siap digunakan.

“Alhamdulillah, semua sudah rampung. Kami siap menyambut pembukaan MTQ ke-37 pada 14 Juli, dan juga menyambut kedatangan kafilah dari 12 kecamatan yang mulai tiba sejak 14 Juli,” ujar Muhammad Isa kepada media, Minggu 13/7/2025 dikutip dari Atjeh Terkini

MTQ tahun ini bukan sekadar ajang lomba tilawah, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Ajang ini juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi masyarakat antar kecamatan, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membina kehidupan religius di Aceh Barat ****

Hari Pertama Sekolah, Bupati Aceh Barat Ajak Semua Orang Tua Murid Antar Anak Kesekolah Bersama

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengajak seluruh orang tua, khususnya para ayah, untuk bersama-sama mengantar anak ke sekolah secara serentak pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2025/2026.

Ajakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/938 Tahun 2025 tentang Gerakan Mengantar Anak Sekolah Secara Serentak yang diterbitkan Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM.

Bupati Tarmizi menegaskan bahwa kehadiran sosok ayah sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang anak, baik dari sisi karakter, kepercayaan diri, hingga kesehatan mental. “Peran ayah sangat krusial dalam mendukung perkembangan psikologis dan sosial anak. Kehadiran ayah yang terlibat langsung akan memberi dampak positif yang luar biasa,” ujar Tarmizi di Panton Reu, Meulaboh, Minggu 13/7/2025

Sebut Tarmizi, Gerakan ini akan dilaksanakan serentak pada Senin, 14 Juli 2025, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah. Pemkab Aceh Barat menargetkan gerakan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal budaya baru yang menempatkan ayah sebagai figur teladan dalam mendampingi pendidikan anak.

Tarmizi menambahkan, gerakan ini sejalan dengan Gerakan Nasional Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digagas BKKBN. “GATI adalah gerakan moral dan sosial yang mengingatkan pentingnya kehadiran ayah dalam mendidik anak-anaknya. Ini bukan hanya menciptakan keluarga sehat secara fisik, tapi juga kuat secara emosional dan psikologis,” jelasnya.

Lebih lanjut, tarmizi menjelaskan, Melalui Gerakan Mengantar Anak Sekolah Serentak, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai, antaranya: meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan, memperkuat ikatan emosional ayah-anak, menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri anak, hingga membangun keluarga harmonis yang mendukung pendidikan.

Tarmizi juga mengimbau pimpinan instansi pemerintah, swasta, serta para wali murid untuk mendukung gerakan ini. “Ini bukan hanya soal mendampingi anak, tetapi juga membangun komunikasi yang baik antara orang tua, anak, dan pihak sekolah. Kita ingin lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga percaya diri dengan dukungan keluarga yang kuat,” tegas Tarmizi.

Ia berharap, langkah sederhana ini dapat menjadi budaya positif di Aceh Barat. “Mari kita tunjukkan, ayah di Aceh Barat adalah ayah teladan untuk anak-anaknya,” tutup Bupati Tarmizi ****

*Satlantas Polres Halteng Sentuh Hati Kaum Muda Lewat “Malam Minggu Bersama Satlantas”*

0

REDAKSI.CO — Suasana malam akhir pekan di Kafe Gobi, Weda, tampak berbeda dari biasanya. Satlantas Polres Halmahera Tengah memanfaatkan momen Sabtu malam untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya kalangan muda, lewat kegiatan bertajuk “Malam Minggu Bersama Satlantas”, Sabtu (12/7/2025).

Dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Halteng, IPTU Masqun Abdukish, S.H., M.Si., kegiatan ini dikemas dalam suasana santai namun sarat edukasi.

Melalui pendekatan informal, Satlantas menyampaikan materi tentang keselamatan berlalu lintas dalam program Safety Riding dan Safety Driving.

Dalam paparannya, IPTU Masqun menekankan pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

“Ini bukan soal penegakan hukum semata, tapi bagaimana menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Materi yang disampaikan mencakup aturan dan etika berlalu lintas, sosialisasi Operasi Patuh Kieraha 2025 yang akan berlangsung pada 14–27 Juli mendatang, serta bahaya pelanggaran lalu lintas yang kerap menjadi pemicu kecelakaan.

Pengunjung kafe dan komunitas pemuda yang hadir juga diajak mengecek kelengkapan kendaraan sesuai standar, serta diingatkan pentingnya mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme tampak dari kehadiran aktif para peserta yang menyambut baik pendekatan humanis dari pihak kepolisian.

Satlantas Polres Halteng berharap, program ini menjadi langkah awal dalam membentuk budaya berlalu lintas yang tertib dan aman di wilayah Weda dan sekitarnya.

Lebih dari itu, diharapkan lahir komunitas masyarakat yang lebih sadar hukum dan peduli terhadap keselamatan di jalan.

Mediasi Tidak Diakomodir Permintaan, Masyarakat Marga Kedurang Akan Ambil Sikap Terkait PT. DSJ

0

Mediasi tidak diakomodir permintaan, Masyarakat marga kedurang akan ambil sikap terkait PT. DSJ

Bengkulu Selatan(KEDURANG) REDAKSI.CO
Konflik masyarakat kedurang dengan pihak PT. Dinamika Selaras Jaya semakin memanas, jumat 4 Juli 2025 yang lalu melakukan aksi di lokasi perkebunan PT. Dinamika selaras Jaya (DSJ), Aksi saat itu berujung mediasi antara masyarakat dn pihak perusahaan.

Perwakilan masyarakat adat kedurang bapak Hendra (56) menyampaikan kepada wak media, bahwa kita lakukan aksi untuk menuntut terkait hak masyarakat adat marga kedurang yang di dampingi ormas gerakan rakyat bela tanah adat pada hari jumat minggu lalu, hasilnya kita mediasi dan pihak perusahaan yang mana saat itu diwakili oleh bagian humas, kita sudah sampaikan permintaan masyarakat adat kedurang, dan surat balasan dari perusahaan sudah kita terima, hasilnya sangat tidak memuaskan dan hanya kembali memancing amarah masyarakat, kami desa penyanggah di wilayah kedurang tidak di anggap. Dengan kejadian ini kita tidak di anggap dan artinya pihak perusahaan tidak mengakomodir permintaan masyarakat.

Saya mengingatkan kepada pihak perusahaan bahwa tanah yang dikelolah oleh PT. Dinamika selaras Jaya adalah bagian dari tanah adat marga kedurang yang dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Perwakilan masyarakat adat kedurang juga sampaikan bahwa untuk tindak lanjut dan sikap bahwa masyarakat akan tetap berjuang menuntun apa yang menjadi hak masyarakat marga kedurang sebagaimana dilindungi undang undang jelasnya.

Awak media juga menghubungi ketua umum ormas GARBETA (gerakan rakyat bela tanah adat) Dedi Mulyadi sebagai pendamping perjuangan masyarakat adat kedurang, ketua umum GARBETA menjelaskan memang benar saat ini kita mendampingi perjuangan masyarakat adat marga kedurang, terkait apa yang di perjuangan masyarakat, kita akan dampingi mayarakat adat kedurang agar dapat mendapatkan hak hak masyarakat adat kedurang sebagaimana di atur dalam pasal 18b undang undang dasar negara kesatuan Republik Indonesia tahun 1945. Serta terkait perizinan PT. Dinamika Selaras Jaya (DSJ) Yang sudah diketahui sudah 18
Tahun operasi tanpa mengantongi HGU, kita akan lakukan upaya hukum atas pelanggaran yang telah dilakukan PT. DSJ jelasnya dengan singkat.

RILIS CIKAK S,A

Harun Sabuku: Saatnya Orang Asli Papua Barat Jadi Tuan di Negeri Sendiri

0

redaksi.co, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Papua Barat, Harun Sabuku, menyampaikan harapannya yang kuat agar orang asli Papua Barat bisa mengambil peran lebih besar dalam dunia politik lokal.

Dalam wawancara yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Minggu (13/7), Harun mengatakan bahwa Gerakan Rakyat (GR) hadir sebagai wadah penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

“Informasi mengenai keberadaan Gerakan Rakyat di Papua Barat memberikan semangat baru, terutama bagi orang asli,” ujarnya.

Harun meyakini, melalui GR, akan lahir tokoh-tokoh politik lokal yang berasal dari tanah Papua sendiri bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai pemimpin sejati yang menentukan arah kebijakan di daerah.

Harun menyoroti kenyataan bahwa hingga kini, banyak ketua partai politik di Papua Barat masih didominasi oleh orang non-Papua.

“Itu sebabnya, dengan hadirnya Gerakan Rakyat, kami berharap akan terbentuk partai-partai politik yang dipimpin langsung oleh anak-anak asli Papua Barat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar representasi, Harun menekankan pentingnya kedaulatan politik.

“Kami ingin menjadi tuan di negeri sendiri. Saudara-saudara dari Nusantara boleh mencari hidup di tanah kami dengan bebas. Tapi hak politik dan kesulungan harus ada di tangan kami, putra daerah,” katanya mantap.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan sejati harus tumbuh dari masyarakat lokal.

“Kami yang berpikir, kami yang memutuskan, kami yang menetapkan. Tamu yang datang tinggal melaksanakan kesepakatan yang kami buat,” lanjutnya.

Saat ini, struktur Gerakan Rakyat telah terbentuk di tujuh kabupaten di Papua Barat: Manokwari, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, dan Teluk Wondama.

“Setiap kabupaten sudah memiliki DPD masing-masing, dan hari ini saya mewakili Ketua DPW sebagai Ketua DPD Kaimana,” ungkap Harun.

Dalam suasana hangat wawancara tersebut, Harun tampak optimis. Meski tantangan masih ada, keyakinan bahwa masa depan politik Papua Barat akan dipimpin oleh orang asli menjadi semangat yang terus ia bawa.

“Ini bukan sekadar ambisi, tapi kewajiban sejarah. Kita berjuang bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Sekda Sumsel : Mari Kita Kolaborasi Mencegah Karhutlah, Ini Pesan Disampaikan

0

Redaksi.co | Palembang,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal ini dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel menggelar rapat koordinasi (rakor) dan komitmen bersama dalam pencegahan, pengendalian dan penanggulangan kebakaran hutan, kebun, dan lahan di lahan gambut provinsi Sumsel.

Turut hadir didalam kegiatan ini yakni Pemprov Sumsel dalam hal ini Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M dan Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Drs H Edward Candra, M.H, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel Herdi Apriansyah, S.STP., M.M, Perwakilan dari OPD di 17 kabupaten/kota se Sumsel, serta undangan lainnya, dan kegiatan ini sendiri di pusatkan di Grandballroom Harper Hotel Palembang, Sabtu (12/7/2025)

Dikatakan Sekda Provinsi Sumsel Drs H Edward Candra, M.H, kegiatan hari ini untuk membangkitkan semangat dan komitmen kita semua, saya kira acara seperti ini sudah sering kita bertemu, urun rembuk, bicara bagaimana upaya-upaya kita disinergikan untuk mengendalikan dan mengurangi adanya kebakaran hutan dan lahan ini.

Tapi tentu kita tidak bosan-bosan, termasuk hari ini weekend juga kita tetap melaksanakannya, dan ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama, maka kita berikan apresiasi bersama. Tentu Rakor ini sangat penting, bagaimana upaya kita untuk memperhatikan terutama pada ekosistem gambut yang mana Sumsel lebih dari 1,2 juta hektar.

“Bahkan kalau bicara ekosistemmya hampir 1,4 juta hektar lahan gambut yang ada di provinsi Sumsel, maka pemerintah selalu memperhatikan betul, apalagi pad saat tiba musim kemarau, kita selalu diingatkan, kita pahami betul kalau lahan gambut sudah terbakar, ini sulit dipadamkan,” ujarnya.

Kemudian, kita juga sering diingatkan bahwa kebakaran hutan, kebun, dan lahan ini 90 persen karena ulah manusia, sering kita diingatkan, pola manusia dimana, yakni pola manusia di kawasan hutan, dikawasan kebun, dan dilahan umum lainnya. Kalau bicara dikawasan hutan, yang mungkin ada kawasan yang dari semua yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk di kontroll, serta diawasi ini ada yang terlewatkan.

Sehingga ada aktifitas disana, baik disengaja maupun tidak sengaja yang menyebabkan lahan itu bisa terbakar, pemerintah terus ada program-programnya, termasuk perhutanan sosial. Dimana Perhutanan Sosial adalah bagian program untuk menekan yang mana masyarakat diberikan akses untuk mengelola dengan komoditas-komoditas yang tidak sampai merusak ekosistem hutan itu sendiri.

“Mungkin kedepannya, karena kita sudah terus dimonitor, terus di pantau, terus diingatkan, setiap tahun ada evaluasi kesiapsiagaan baik itu sarana dan prasarananya, baik itu juga SOP, baik itu juga personilnya, serta upaya-upaya keberdayaan kepada masyarakat di sekitar,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, jadi kalau masih ada yang terbakar di lahan konsensi itu wajar kalau dari kepolisian dan kejaksaan itu turun tangan, karena sudah sering sekali kita diingatkan betul, maka kita terus mengajak kita semua untuk berkolaborasi serta sama-sama untuk mengingatkan.

Lahan juga yang diluar konsensi yang disekitar konsensi itu juga kita harapkan bisa dibantu juga oleh rekan-rekan atau teman-teman dari pelaku usaha. Karena sebagian lahan itu ada yang sulit di jangkau mungkin, untuk mungkin untuk langsung dikendalikan atau dilindungi oleh masyarakat setempat.

“Ada traktor roda dua 1571 unit di Brigade Mesin ada disini, dan ini sudah disalurkan ke Kabupaten seluruh Sumsel, bisa digunakan, sehingga kita masyarakat tidak apatis dengan arahan-arahan dari pemerintah, dan kita hanya mengingatkan di mana solusinya,” katanya.

Menurut Kepala DLHP Provinsi Sumsel Herdi Apriansyah, S.STP., M.M, di mana pada hari ini kita dapat hadir didalam acara rakor dan komitmen bersama dalam pencegahan, pengendalian dan penanggulangan kebakaran hutan, kebun, dan lahan di lahan gambut provinsi Sumsel, dengan tema cegah kebakaran hutan, kebun, dan lahan di lahan gabut untuk selamatkan bumi.

Dasar pelaksanaannya sendiri yakni Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomer 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan Pemerintah Nomer 71 Tahun 2024 yang kemudian disempurnakan dengan PP Nomer 57 Tahun 2016 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.

“Selain itu Peraturan Daerah Provinsi Sumsel Nomer 1 Tahun 2015 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut, surat keputusan Gubernur Sumsel Nomer 367 Tahun 2024 serta perencanaan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut,” ucapnya.

Masih dilanjutkannya, maksud dan tujuannya sendiri yakni mensosialisasikan siaga bahaya kebakaran hutan, kebun, dan lahan, mengajak para pihak untuk berperan aktif dalam mencegah dalam penanggulangan kebakaran hutan, kebun, dan lahan.

Serta berdiskusi dan menyampaikan opsi-opsi kegiatan untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan, kebun, dan lahan. Adapun waktu dan tempat pelaksanaannya sendiri dilaksakana selama satu hari bertempat di hotel ini.

“Adapun pesertanya sendiri terdiri dari lebih kurang 200 orang terdiri dari OPD lingkungan hidup provinsi Sumsel yang berkaitan dengan kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutlah), beberapa UPTD Kementerian Lingkungan Hidup, dan UPT Kementerian Kehutanan,” imbuhnya.

Masih disampaikannya, selain itu juga, OPD terkait Karhutlah di 7 kabupaten priotitas yang memiliki lahan gambut yaitu kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), Muara Enim (ME) dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Ada juga dari Asosiasi yang beraplisiasi dengan kegiatan kehutanan dan perkebunan yakni APHI, GAPKI, dan GAPKINDO, Perguruan Tinggi (PT), Unit Usaha Kegiatan Sektor Perkebunan dan Kehutanan, dan para kelompok masyarakat penerima bantuan kegiatan inti.

“Untuk narasumbernya sendiri dari Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, Direktorat Pengendalian Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup, KOREM 044/Gapo, Kepolisian Daerah Provinsi Sumsel, dan lainnya,” bebernya.

Kantor Desa Talang Donok1 Tutup pada Saat Jam Kantor Kita Minta pihak Dinas Terkait Tindak Tegas

0

Kantor Desa Tlang Donok1 Tutup pada Saat Jam Kantor Kita Minta pihak Terkait Tindak Tegas

Lebong Redaksi.co
Kinerja Oknum Pj Kades dan beberapa Oknum perangkat desa di Desa Talang Donok I , Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu,yang dianggap kurang disiplin dan tidak menjalankan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku (11/07/2025).

Sebagai Pj Kades dan Perangkat Desa yang digaji dari anggaran negara, sudah seharusnya sebagai Pj Kades dan perangkat desa menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan disiplin.

Ini semua dilaksanakan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan mencerminkan profesionalisme sebagai bentuk Pelayanan masyarakat. Kepala Desa sebagai pemimpin yang dituakan didesa mempunyai tanggung jawab besar bukan hanya numpang nama dan mengelola anggaran negara saja, begitupun dengan Perangkat desa memiliki tanggung jawab utama sebagai pelayan masyarakat. Ketidakhadiran mereka baik Kades maupun perangkat desa di kantor desa menunjukkan sikap yang tidak menghargai jabatan yang diemban dan mengabaikan kebutuhan warga yang bergantung pada pelayanan desa.

Langkah selanjutnya yang perlu diambil adalah memberikan sanksi yang lebih tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya, melibatkan Sekda Lebong melalui inspektorat daerah atau pihak berwenang lainnya untuk meninjau kinerja Pj Kades yang baru dilantik beberapa bulan lalu dan perangkat desa harus diberikan tindakan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

Sampai berita diterbitkan awak media ini sudah mengkonfirmasi ke pihak kepala desa,
ini jawaban Kades Talang DonokI, *Maksud kamu apa terbit kan Brita ini dan kamu maunya apa itu yg dapat kita hak jawab dari kepala desa talang donok 1*,.

Rilis CIKAK S,A

PPL Terlibat Skandal Pupuk Subsidi, DPRD Jember Bongkar Modus Petani Fiktif

0

Jember, redaksi.co – Skandal distribusi pupuk subsidi di Kecamatan Jombang, Jember, akhirnya terbongkar. Dalam inspeksi mendadak (sidak) Kamis (10/7/2025), Anggota Komisi B DPRD Jember, Khurul Fatoni, menemukan indikasi kuat keterlibatan oknum Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam praktik manipulasi data penerima.

PPL bernama Yuli tertangkap berada di rumah Ketua Gapoktan Dewi Sri, Tukijan, yang diduga menjadi pusat praktik curang. Saat dikonfirmasi, Yuli mengakui mengetahui adanya manipulasi data. “Ya tahu,” ujarnya singkat.

Sidak mengungkap seorang pengusaha tebu, H. Heru, diduga menerima hingga 7 ton pupuk subsidi menggunakan lima identitas fiktif. Nama-nama itu disebut dimasukkan langsung oleh PPL Yuli ke dalam sistem, melanggar aturan yang membatasi satu penerima untuk maksimal dua hektare lahan.

“Ini bukan kelalaian. Ini perampokan hak petani kecil lewat sistem,” tegas Fatoni.

Selain itu, Yuli juga dituding kerap meminta nota kosong dari kios pupuk, serta membiarkan bantuan bibit jagung rusak karena tak tersalurkan. Tukijan, Ketua Gapoktan, juga terseret dugaan penjualan bibit bantuan pemerintah. Seorang pembeli mengaku membeli hingga satu ton, berbanding jauh dari pengakuan Tukijan yang hanya menyebut delapan kuintal.

Fatoni juga menyoroti dugaan konflik kepentingan. Yuli diduga membangun jaringan distribusi pupuk pribadi dengan cara menjegal kios resmi. “Ini penyalahgunaan wewenang, bukan sekadar pelanggaran etik,” ujarnya.

Seluruh temuan ini akan dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Jember. Fatoni memastikan, sidak ini hanyalah awal dari penyelidikan yang lebih luas.

“Kami akan rekomendasikan evaluasi total terhadap PPL yang terlibat. Jika terbukti bersalah, harus dihukum,” tegas legislator dari Partai NasDem itu.

Ia mengimbau petani untuk tidak takut bersuara. “Kalau Anda punya lahan tapi tak pernah menerima pupuk subsidi, jangan diam. Ini bukan soal politik, ini soal keadilan,” pungkasnya. (Sofyan)