Sabtu, Maret 28, 2026
Beranda blog Halaman 274

PONDOK PESANTREN DARUNNADWAH TGH. MUZHAR BOHARI WISUDAKAN SANTRI, PUTRI ZAHRATUL AULIYA HARU

0

PONDOK PESANTREN DARUNNADWAH TGH. MUZHAR BOHARI WISUDAKAN SANTRI, PUTRI ZAHRATUL AULIYA HARU

Gerung, Lombok Barat (Redaksi.co) — Suasana haru dan penuh makna menyelimuti halaman Pondok Pesantren Darunnadwah Dasan Ketujur, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada hari ini, saat dilangsungkannya acara wisuda santri dan santriwati lulusan tahun ajaran 2025.

Acara ini sekaligus menjadi momen perpisahan antara para santri dan santriwati yang telah menempuh pendidikan selama enam tahun di lingkungan pondok. Dihadiri oleh para wali murid, dewan guru, dan tokoh masyarakat, acara berlangsung khidmat dan emosional.

Almukarram TGH. Muzhar Bohari selaku pimpinan Pondok Pesantren Darunnadwah dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh santri dan santriwati yang diwisuda. Ia berpesan agar seluruh lulusan, baik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 atau pascasarjana maupun yang akan memilih untuk bekerja terlebih dahulu, tetap menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan selama di pondok.

> “Jangan pernah tinggalkan akhlakul karimah. Bawa terus kebiasaan positif yang telah kalian jalani selama enam tahun di pondok ini ke mana pun kalian melangkah,” pesan beliau yang disambut haru oleh seluruh hadirin.

 

  • Tak sedikit wali murid yang menitikkan air mata, terutama saat mendengar nasihat dan wejangan dari TGH. Muzhar Bohari. Momen perpisahan ini menjadi pengingat akan besarnya perjuangan, doa, dan pengorbanan selama anak-anak mereka menuntut ilmu di pondok.

Di kesempatan berbeda, awak media Redaksi.co mewawancarai salah satu santriwati bernama Putri Zahratul Auliya, yang mewakili teman-temannya dalam menyampaikan kesan dan pesan.

> “Kami sangat berterima kasih atas segala ilmu dan fasilitas yang diberikan kepada kami selama enam tahun ini. Dengan suka dan duka kami lalui bersama. Jazaakumullahu khairan katsiran untuk TGH. Muzhar Bohari, para ustadz dan ustadzah kami. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dengan balasan yang tak terhingga,” ujar Putri Zahratul Auliya dengan mata berkaca-kaca.

 

Acara ditutup dengan doa bersama dan pelukan perpisahan antar sesama santri, menandai akhir dari sebuah perjalanan ilmu dan awal dari langkah baru menuju masa depan yang penuh harapan.

#Darunnadwah #TGHMuzharBohari #WisudaSantri2025 #LombokBarat

Read : HS2025 Abacah Uhel

Sumber : Redaksi.Co

Hari Kedua Libur Idul Adha 1446 H, 12.826 Pelanggan Gunakan LRT Sumsel

0

Redaksi.co | Palembang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang selaku operator Light Rail Transit (LRT) Sumsel mencatat data pengguna LRT Sumsel pada hari kedua libur panjang hari raya Idul Adha 1446 H atau Sabtu, 7 Juni 2025 sebanyak 12.826 pelanggan, meningkat 43,91 persen dari volume penumpang pada hari pertama Jumat, 6 Juni 2025 yang berjumlah 8.912 penumpang.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan pada hari kedua libur panjang Idul Adha kemarin pengguna LRT Sumsel telah mengalami lonjakan yang cukup tinggi dibanding hari pertama, dikarenakan pada hari kedua libur panjang ini banyak masyarakat dan pendatang dari luar kota Palembang yang memanfaatkannya untuk bertransportasi berkeliling kota Palembang menggunakan LRT Sumsel.

“Stasiun Asrama Haji, DJKA dan Ampera menjadi 3 stasiun paling tinggi volume penumpang pada hari kedua libur panjang kemarin,” ungkap Aida.

Berdasarkan data volume penumpang LRT Sumsel pada hari Sabtu, 7 Juni 2025 Asrama Haji menjadi stasiun terpadat dengan jumlah sebanyak 2.635 penumpang, diikuti stasiun DJKA sebanyak 2.406 penumpang dan stasiun Ampera sebanyak 2.079 penumpang.

Berikut data lengkap volume penumpang pada hari kedua libur panjang hari raya Idul Adha 2025 :
– Stasiun Asrama Haji (ASH) : 2.635 penumpang
– Stasiun DJKA (DJKA) : 2.406 penumpang
– Stasiun Ampera (AMP) : 2.079 penumpang
– Stasiun Bumi Sriwijaya (BUS) : 1.717 penumpang
– Stasiun Bandara (BDR) : 915 penumpang
– Stasiun Polrestabes (POL) : 595 penumpang
– Stasiun Punti Kayu (PUK) : 561 penumpang
– Stasiun Jakabaring (JAB) : 515 penumpang
– Stasiun Cinde (CIN) : 367 penumpang
– Stasiun Demang (DMG) : 355 penumpang
– Stasiun RSUD (RSUD) : 321 penumpang
– Stasiun Garuda Dempo (GAD) : 257 penumpang
– Stasiun Dishub (DIS) : 103 penumpang

Aida menambahkan, peningkatan pengguna LRT Sumsel juga kami prediksikan akan terjadi juga pada hari ketiga libur panjang Idul Adha hari ini yang juga bertepatan pada hari Minggu, 8 Juni 2025.

“Prediksi tersebut mengingat banyak masyarakat di Kota Palembang yang masih memanfaatkan hari libur untuk bepergian mengunjungi pusat keramaian publik seperti pusat perbelanjaan, ikon wisata Kota Palembang di sekitar Jembatan Ampera, Monpera, Benteng Kota Besak, Masjid Agung dan fasilitas umum lainnya,” jelas Aida.

Sementara itu, berdasarkan data volume penumpang periode Januari hingga Mei 2025 jumlah pengguna LRT Sumsel mencapai 1.831.993 penumpang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 8 persen dari periode yang sama tahun 2024 lalu sebanyak 1.695.906 penumpang. “Peningkatan ini menunjukkan LRT Sumsel menjadi alternatif pilihan transportasi masyarakat untuk bepergian di kota Palembang”, ujar Aida.

KAI mengimbau kepada pengguna LRT Sumsel untuk selalu menjaga ketertiban baik di ruang tunggu penumpang serta selalu mendampingi dan mengawasi anak-anak ketika memasuki area stasiun dan LRT Sumsel untuk kenyamanan bersama.

“KAI Divre III Palembang sebagai operator LRT Sumsel bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) berkomitmen akan terus meningkatkan layanan kepada para pengguna setia LRT guna memenuhi harapan serta mengakomodir kebutuhan masyarakat akan moda transportasi publik yang modern, aman, nyaman dan tepat waktu,” tutup Aida. (*)

PT. CMI Kembali Berulah, Masyarakat Jadi tumbal Kriminalisasi, Pemerintah Diam Seribu Bahasa.

0

Perusahaan Tambang Diduga Cemari Sungai dan Lahan di Air Upas Ketapang, Warga Tuntut Keadilan dari PT CMI
Mila – Kalimantan
Sabtu, 7 Juni 2025 – 15:43

Limbah PT. CMI yang diduga Cemari sungai Subali kecamatan Air Upas Kabupatrn Ketapang,Kalimantan Barat.

Sejak 13 Oktober 2024, warga di sekitar bantaran Sungai Subali, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) terdampak pencemaran sungai yang mencemari lahan pertanian mereka.

Dugaan kuat menyebutkan pencemaran ini berasal dari aktivitas pertambangan PT HPMU, anak perusahaan PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI), yang beroperasi di wilayah SP 2 Hamparan 4, Site Air Upas.

Hendra, salah satu warga sekaligus pemilik lahan terdampak, menyatakan bahwa pencemaran masih terus berlangsung hingga Kamis, 5 Juni 2025. Ia mengaku kecewa karena hingga kini perusahaan belum menunjukkan itikad baik ataupun merespons keluhan dan tuntutan masyarakat.

“Pihak perusahaan belum memberikan respon dan solusi terhadap tuntutan kami,” ungkap Hendra, Sabtu (7/6/2025).

Hendra menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan mediasi pada 27 Februari 2025 di Polsub Sektor Air Upas. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena tidak tercapai kesepakatan. Tanpa persetujuan dari 11 warga terdampak, pihak perusahaan justru secara sepihak mengirimkan surat pernyataan kesanggupan membayar kompensasi.

“Kami kecewa karena keputusan itu diambil tanpa konfirmasi. Maka dari itu, kami melakukan aksi pemortalan sebagai bentuk protes,” lanjutnya.

Antonius Badau, warga lain yang juga terdampak, menyampaikan kekecewaan serupa. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dilakukan pengecekan lapangan bersama pemerintah desa, Muspika, dan pihak perusahaan. Meski sudah tiga kali negosiasi digelar, tidak ada tindak lanjut yang jelas dari perusahaan.

“Tiba-tiba Dinas Lingkungan Hidup datang tanpa pemberitahuan kepada warga. Tak lama setelah itu, PT CMI mengirim surat kesanggupan membayar secara sepihak. Ini sangat melukai kami sebagai korban,” tegas Antonius pada Sabtu (7/6/2025) pukul 14.30.

Alih-alih menyelesaikan masalah, aksi pemortalan yang dilakukan warga sebagai bentuk protes justru berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian oleh pihak perusahaan. Perusahaan menuding warga telah mengganggu operasional tambang.

“Harapan kami, PT CMI tidak bertindak sewenang-wenang. Pencemaran Sungai Subali telah merusak tanaman, tumbuhan, dan ekosistem sungai, terutama saat musim hujan. Kami hanya ingin keadilan dan penyelesaian yang adil,” pungkas Antonius.

Hingga 5 Juni 2025, pencemaran masih terus terjadi dan belum ada upaya pemulihan lingkungan secara nyata. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PT CMI belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilayangkan jurnalis.

PSHT Kota Tangerang Gelar Tes Pra-Warga,Dihadiri Langsung oleh Ketua Cabang

0

PSHT Kota Tangerang Gelar Tes Pra-Warga, Dihadiri Langsung oleh Ketua Cabang

 

Tangerang, 7 Juni 2025 – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Tangerang menggelar tes pra-warga sebagai bagian dari proses pengesahan calon pendekar tingkat I. Kegiatan ini merupakan tahapan penting yang wajib dilalui para siswa sebelum resmi menjadi warga PSHT.

 

Tes pra-warga ini dihadiri langsung oleh Ketua Cabang PSHT Kota Tangerang, Mas Sarju Saputro, yang turut memberikan semangat dan arahan kepada para peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, budi pekerti, dan kedisiplinan dalam menjalani proses menjadi pendekar sejati.

 

Mas Mintri, selaku pelatih cabang, menjelaskan bahwa para siswa diuji melalui berbagai materi seperti ke-SH-an, senam, jurus, serta aspek lainnya yang menilai kesiapan fisik dan mental. “Tes ini bertujuan membentuk pendekar yang tangguh serta memahami nilai-nilai benar dan salah sesuai ajaran PSHT,” ujar Mas Mintri.

 

Melalui kegiatan ini, PSHT berharap para calon warga dapat menjadi pendekar yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berkarakter luhur dan mampu menjaga nama baik PSHT di tengah masyarakat. (Hendra)

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor 2025, HUT ke-543

0

Bogor, Redaksi.co – Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor menggelar Rapat Paripurna merayakan puncak Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, dengan mengusung tema “Raksa Jagaditha – Kuta Udaya Wangsa” yang mencerminkan semangat kebangkitan dan kejayaan daerah, berlangsung di Gedung DPRD.

Selasa, (3/6/2025)

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, didampingi para Wakil Ketua DPRD, serta dihadiri oleh Bupati Bogor, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Direksi BUMD, tokoh masyarakat, pelaku budaya, dan undangan lainnya.

Bupati Bogor, Rudi Susmanto, S.Si., menyampaikan bahwa HJB ke-543 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah panjang Kabupaten Bogor sejak pelantikan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) sebagai Raja Pajajaran pada 3 Juni 1482, sebagaimana ditetapkan DPRD pada 26 Mei 1972. “Peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga wujud penghormatan terhadap warisan budaya dan sejarah leluhur. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bogor yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” ucapnya.

Rapat Paripurna dirangkai dengan pembacaan sejarah singkat Kabupaten Bogor, menyoroti peran Prabu Siliwangi dalam membangun peradaban Pajajaran. Pemkab Bogor memperkenalkan logo resmi HJB ke-543 yang sarat makna, seperti kujang sebagai simbol keberanian dan identitas Sunda, warna merah yang melambangkan semangat juang, serta tagline “Kabupaten Bogor Istimewa Gemilang”.

Pemkab Bogor juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan guna mewujudkan Bogor yang unggul dan berdaya saing,” tutupnya.

(Okta)

Pemkab Bogor bersama DPRD Setujui Raperda Pajak dan Retribusi Daerah

0

Bogor, Redaksi.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama DPRD Kabupaten Bogor menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Kamis, (5/6/2025)

Persetujuan bersama dilakukan pada Rapat Paripurna, di Ruang Rapat Soekarno-Hatta, Gedung DPRD Kabupaten Bogor. Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara dan dihadiri para wakil ketua dan anggota DPRD lainnya. Hadir pula, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda), dan jajaran Pemkab Bogor.

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, yang telah memberikan berbagai saran, kritik, dan masukan konstruktif selama proses pembahasan berlangsung, sehingga Raperda ini dapat disetujui dan selanjutnya akan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

“Semoga dengan ditetapkannya Peraturan Daerah tersebut dapat semakin mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang pada akhirnya akan mendukung pembiayaan pembangunan daerah secara berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Jaro Ade.

Terkait hal tersebut, Jaro Ade menuturkan, secara umum, substansi RPJMD Kabupaten Bogor memuat visi, misi, tujuan, sasaran, dan prioritas pembangunan daerah, yang akan menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam penyusunan rencana strategis perangkat daerah tahun 2025–2029.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bogor dapat bersama-sama menyelesaikan Raperda RPJMD ini tepat waktu,” pungkasnya.

(Okta)

Objek Wisata Mendapat Pengamanan Dari Personil Satlantas Polres Aceh Barat

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang menikmati libur lebaran Idul Adha
1446/H.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat melaksanakan kegiatan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah kawasan objek wisata. Kegiatan pengamanan ini difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan serta simpul jalan menuju objek wisata.

Dalam kegiatan patroli Pengamanan petugas melakukan pemantauan arus lalu lintas di sekitar lokasi wisata serta memberikan imbauan kepada pengunjung untuk selalu mematuhi aturan berkendara demi keselamatan bersama

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K, M.I.K melalui Kasat Lantas Iptu Yusrizal, SE menyampaikan bahwa pengamanan ini dilakukan guna mengantisipasi potensi kemacetan kendaraan dan memastikan kenyamanan masyarakat yang berkunjung.

“Kami melaksanakan pengamanan serta patroli pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan dan potensi kecelakaan, sehingga masyarakat dapat menikmati liburan hari raya Idul Adha dengan aman dan nyaman,” ujar Yusrizal

Selain menjaga ketertiban lalu lintas, kata dia, personel Satlantas juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan para pengunjung di lokasi wisata.

“Pengawasan intensif dilakukan di jalur masuk dan keluar objek wisata guna mencegah gangguan keamanan serta memperlancar arus kendaraan. Selama kegiatan, situasi terpantau aman, tertib dan terkendali,” tutupnya ****

Dalam Rangka Idul Adha Ini Dilakukan STIHPADA, Berikut Yang Disampaikan

0

Redaksi.co | Palembang,- Dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah/2025 Masehi tahun 2025 di mana salah satu Perguruan Tinggi Swasta Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda Palembang hari ini melaksanakan pemotongan hewan qurban bertempat di halaman Masjid Al Busyra Kampus STIHPADA Palembang yang dilaksanakan pada hari ini, Sabtu (7/6/2025).

Di mana untuk hewan qurban kali ini yang dilakukan penyembelihan oleh Kampus STIHPADA Palembang sebanyak 6 ekor hewan qurban berupa sapi. Di mana panitia qurban dengan sigap dan cekatan melaksanakan proses pemotongan hewan qurban.

Di mana para panitia sudah sejak pagi melaksanakan tugasnya untuk melakukan pemotongan hewan qurban, yang telah dilaksanakan sejak jam 8 pagi. Bukan hanya itu saja panitia juga akan melakukan pembagian daging hewan qurban kepada yang berhak menerimanya.

Dikatakan Ketua STIHPADA Palembang Assoc Prof Dr H Firman Freaddy Busroh, S.H., M.Hum., CTL., CMN, pada hari ini telah dilakukan pemotongan hewan sapi kurban yang mana dari lembaga STIHPADA ada dua sapi, dari alumni STIHPADA dari Fakultas Hukum 1 ekor, pribadi, dan masyarakat.

Jadi kita STIHPADA Palembang ini hampir setiap tahun kita selalu menyumbang untuk karyawan dan masyarakat sekitar, ditambah dari pribadi juga menyumbang.

“Adapun mekanisme pembagian daging kurban ini sendiri, nanti dari Masjid Al Busyra dengan kepanitian juga sudah menulis siapa beberapa penerima yang akan di bagi untuk diberikan daging kurban, dan saat ini sudah di susun untuk dilakukan pembagiannya,” ujarnya.

Kemudian, kalau ditanya berapa banyak dari lembaga STIHPADA Palembang mungkin sekitar 300 bungkusan kurang lebih, di mana setiap tahun kita mengalami penambahan untuk hewan kurbannya, ada tambahan pribadi dan juga ada penambahan dari masyarakat disekitar disini. Hari ini kita memaknai dari perjuangan Nabi Ibrahim AS, dimana beliau kita mengambil semangat daripada berkurban tersebut.

Tentunya kita juga berbagi rezeki kepada masyarakat sekitar, sehingga keberadaan STIHPADA Palembang ini tidak hanya dirasakan oleh lembaga, karyawan, staf, tetapi juga untuk masyarakat diluar sana.

“Kami berharap agar kiranya semangat berkurban bagi masyarakat, insya Allah kalau ada rezekinya silahkan, agar bisa menyalurkan dan juga sekaligus pribadi kepada masyarakat yang tidak mampu, dan juga bagi masyarakat yang membutuhkannya,” ungkapnya.

Menurut Alumni STIHPADA Palembang ADV Redho Juniadi, S.H., M.H, kegiatan hari ini di Masjid Al Busyra dalam lingkungan STIHPADA Palembang itu ada pemotongan sapi kurban, jadi kurban ini ada dua yakni di Masjid Al Busyra dan di lembaga kampus STIHPADA Palembang. Dan alhamdulillah saya dibukakan pintu rezeki sehingga saya berkurban di masjid Al Busyra ini.

Kenapa saya pilih disini, karena saya alumni disini, saya juga tenaga pengajar disini, ini juga terdekat dengan kantor, dan saya juga seharian dilingkungan masyarakat disini.
“Di mana yang membuat saya berkurban, pertama adalah wujud syukur kepada Allah SWT, ada rezeki maka saya berkurban, dan insya Allah akan rutin, serta kalau ditanya berapa rutin saya berkurban, alhamdulillah adalah untuk jumlahnya,” katanya.

Dilanjutkannya, di mana untuk jumlah orang yang berkurban kali ini terdiri dari saya, orang tua, dan sebagainya, untuk kurban ini sendiri untuk saya, ada keperuntukan untuk kerabat-kerabat saya, dan keluarga saya. Himbauan atau ajakannya sendiri yakni mari berkurban, tidak ada orang yang miskin karena berkurban, berkurban itu tidak menyebabkan kemiskinan.

Harapannya agar ini bisa membantu, agar hari Raya Idul Adha ini bisa di nikmati bersama-sama, ya kalau soal agama saya lebih tidak terlalu dalam memaknainya, cuma kalau saya memaknainya bahwa hari kurban itu ketika kita sekian tahun ini menjalani, maka kita sisihkan.

“Di mana sebagian harta kita disisihkan untuk berkurban ini, kalau kita ada keinginan, insya Allah pasti bisa, apalagi untuk berkurban, kan berkurban tidak hanya berupa hewan sapi, namun juga bisa hewan kambing, dan sejenisnya,” ucapnya.

Qurban 1446 H: Pegadaian Kanwil III SumBagSel Bagikan Daging Qurban dari 10 Ekor Sapi ke Masyarakat

0

Redaksi.co | Palembang, – PT. Pegadaian Kantor Wilayah III SumBagSel pada tahun ini Kembali melaksanakan kegiatan Qurbantu (qurban berkah bahagia membantu) dalam rangka menyemarakan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. pelaksanan qurban di selenggarakan pada lingkungan Kantor Pegadaian di Jl. Merdeka Kota Palembang – Sumatera Selatan.

Pemimpin Wilayah III SumBagSel Novryandi mengungkapkan bahwa penyerahan dan penyemblihan hewan qurban ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas keberlangsungan bisnis perusahaan yang terus bertumbuh sejak Tahun 1901 hingga sekarang.

“Qurban dari Kantor Wilayah Palembang untuk pertama kalinya selama pelaksanaan dari tahun sebelum nya, yang sekarang berjumlah sebanyak 10 ekor sapi dengan sapi kualitas terbaik yang telah di pastikan Kesehatan di perhatikan makan nya dan inshaAllah akan terus meningkat jumlahnya untuk tahun – tahun mendatang membawa keberkahan untuk keluarga besar Pegadaian SumBagSel, yang segera akan di bagikan ke masyarakat di sekitar Kantor Cabang Pegadaian yang berhak untuk menerima daging qurban dengan domisili dalam Kota Palembang,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan qurban ini juga di dukung oleh berbagai pihak stakeholder Pegadaian diantara nya di dukung oleh Serikat Pekerja Pegadaian, The Gade Prenuer yang di gagas oleh Kantor Area Palembang dan Pegadaian Cabang Kenten untuk kebermanfaatan yang lebih luas lagi di lingkungan Kantor Cabang Kenten.

“Harapannya dengan momentum Hari Raya Idul Adha ini semakin meningkatkan rasa syukur atas apa yang telah kita capai, termasuk keberlangsungan perusahaan selama 124 tahun ini, memupuk semangat kebaikan dan kepedulian serta qurban yang kita salurkan bermanfaat untuk masyarakat yang menerima,” sambung Novryandi di Kantor Wilayah Jl Merdeka Kota Palembang.

Direktur DT Peduli Palembang Joni Susanto pada kesempatan yang sama juga menyampaikan “saya ucapkan terima kasih kepada PT Pegadaian Kantor Wilayah III SumBagSel atas kepercayaan yang Kembali di berikan oleh Pegadaian kepada DT Peduli sebagai penyelenggara penyemblihan hewan qurban untuk yang kedua kalinya harapannya kerjasama antara Pegadaian dengan DT Peduli dapat terjalin terus dengan baik, dan semoga qurban yang di salurkan ini dapat memberi keberkahan dan kebermanfaatan yang luas bagi umat tutup Joni.

Sebagai informasi dari ketua pelaksana qurbantu tahun ini sdr. Aris Rusman, penyaluran daging Qurbantu yang telah terhimpun dari 10 ekor sapi yang terdapat 1.100 kantong langsung di distribusikan kepada masyarakat di sekitar Kantor Cabang, Kantor Area, Kantor Wilayah PT Pegadaian, yayasan rumah tahfidz dan panti asuhan serta tenaga outsourching PT Pegadaian.
Penyaluran daging qurban dilakukan PT Pegadaian Kanwil III SumBagSel tidak semata hanya untuk memenuhi kebutuhan daging qurban di masyarakat. Namun telah dilakukan rangkaian proses pemilihan hewan qurban yang ketat, sehingga dapat di pastikan daging qurban yang di distribusikan Pegadaian telah memenuhi standar kebersihan dan berkualitas.

#Tentang Pegadaian
PT Pegadaian didirikan di kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tak hanya bergerak di Industri Gadai, Pegadaian juga memiliki ragam produk dan layanan seperti investasi berbasis emas yang dapat dimiliki oleh masyarakat dengan cara yang mudah, diantaranya Tabungan Emas, Cicil Emas dan Arisan Emas. Sementara untuk produk pembiayaan, Pegadaian menyediakan produk pembiayaan Haji dan Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan hingga KUR Syariah. Tergabung dalam Holding Ultra Mikro pada 2021, Pegadaian bersama BRI dan PNM berkomitmen dalam mendukung UMKM untuk naik kelas.

Pada Desember 2024, Pegadaian resmi menjadi pelopor layanan Bank Emas dengan mengantongi izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion PT Pegadaian. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas.
Setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 lalu, Pegadaian berhasil membukukan 1 Ton transaksi Deposito Emas, yang semakin membuktikan eksistensi Pegadaian sebagai Bank Emas terpercaya.

Produk dan layanan Pegadaian dapat diakses baik secara konvensional maupun digital melalui aplikasi Pegadaian Digital yang dapat di unduh melalui AppStore maupun PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id. (*)

Raja Empat dan Empat Kerajaan Menguak Spritual di Balik Perjuangan Masyarakat Adat at

0

Manusia adalah Spesies Homo Sapiens yang Membunuh Dirinya Sendiri dan Memusnahkan Alam, Kecuali Mereka Yang Sadar dan Berjuang Melawan Hawa Nafsunya”

Raja Empat tentu kiranya republik ini adalah atlas ritual yang diwariskan para pendahulu kita, bumi yang dianugerahi Empat Kerjaan penuh adat istiadat serta beragam tradisi.

Nikmat tuhan yang manakah yang engkau dustakan begitu bunyi ayat dalam al qur’an surah ar-rahman.

Dalam kaidah-kaidah ini tentu syarat makna sosiologisnya dan geografis.

Dari takdir yang telah dititipan kepada manusia dan alam sekitarnya, begitu takjub nan indah, lautan biru terbentang luas ditaburi pulau-pulau kecil dikelilinginya dan itu telah tuhan wujudkan di wilayah Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.

Sungguh panorama ibarat surga, mereka yang hidup di gurun tandus pasti merindukanya, tetapi hukum geografis telah memutuskan surga nan indah itu ada di wilayah Raja Empat.

Tidak bisa membohongi diri sendiri kalau semua manusia yang berharap keindahan pasti melihatnya sebagai domain primadona alam semesta.

Kembali merujuk pada interpertasi surah Ar-Rahman, apakah kita harus mendustakan nikmat tuhan itu? Kajian ini tentu dikomprasikan dengan hukum kenegaraan kita hari ini yang punya alas pijak.

Secara tertulis dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3 sertakan pula Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) UU Nomor 32 Tahun 2009.

merincikan aturan tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan, termasuk pengendalian pencemaran atas kerusakan lingkungan, bisa dikatakan memiliki korelasi sepadan akan tetapi tidak beri untung bagi kaum pemodal (kapitalisme), yang membuatnya harus mendustakan dirinya sendiri atas nikmat yang telah dititipkan.

Sehingga aturan tersebut menjadi pragraf yang lapuk dimakan rupiah.

Industri nikel kini merusak pulau-pulau di Raja Ampat, sontak seruan ini atas nama negara dan negara tentu ada skandal bisnis dan investasi yang sudah menjadi alibi dalam dirinya. Sehingga dengan segala upaya telah ditancapkan, tidak peduli seberapa kuatnya makna sakral ayat-ayat suci.

Benarkah kita masih mengimani agama yang kita anut, sementara kedudukan ayat terlihat tidak berarti dimata penguasa, dan jawabanya tidak terpancar dari mulut pemuka agama.

Padahal berani khotbah didepan jamaahnya, seraya menyebutkan wahai manusia lindungilah alam dan berbuat baik terhadap alam dan seisinya termasuk manusia.

Lantas manusia seperti apa? Apakah manusia yang kini memperkokoh adat dan tradisi yang menyimpan makna sakral hubungan antara tiga dimensi yakni Alam, Manusia dan Tuhan.

Justru manusia yang menjadi dalang dari kepunahan alam dan mereka adalah representasi dari spesies mamalia pengusaha Industri Nikel yang kini menjadi skandal kerusakan ekosistem di pulau Raja Ampat.

Empat Kerajaan

Empat kerajaan yang menyejarah dalam siklus jatuh bangun peradaban dunia ” Moloku Kie Raha”, sebutan untuk empat penguasaan teritorial dan itu masing-masing Kesultanan Jailolo, Ternate, Tidore dan Bacan.

Sejarawan manapun di dunia, ketika menulis perdagagan dan rute pelayaran maritim pastinya menguak tabir rempah-rempah asal Maluku, disitulah tersurat empat kerajaan besar yang hadir berhadapan dengan kelompok penjelajah komoditas termahal yakni cengkeh dan pala, komoditas rempah yang harganya sepadan dengan nikel maupun emas hari ini.

Empat penguasa
kerajaan hingga kini berperan sebagai pelindung adat, tradisi bersamaan dengan manusianya, dan disinilah bentuk tradisi orang-orang adat menemukan jalan hidup dibelantara hutan Halmahera.

Empat Kerajaan setelah era reformasi 1998 berkiblat pada arah konstitusi negara republik Indonesia dan segera mungkin dibentukalah Provinsi Maluku Utara yang kita kenal sekarang.

Alam, Manusia dan Tuhan adalah keutamaan dalam sebuah tradisi yang mulanya diabdikan oleh kerajaan kesultanan Ternate dengan gramatika sastranya yang dikenal dengan “Adat Matoto Agama, Agama Matoto Kitabullah, dan Kitabullah Matoto Allah Ta Ala ( Adat Bersendi Agama, Agama bersendi Kitabullah, Kitabullah bersendi Allah SWT.

Tiga wujud simbol ini sangat dalam dan bobot tauhid yang luar biasa, sepertihalnya kita merepresentasikan Habluminal Alam, Habluminannas, Habluminallah ( Hubungan Manusia dengan Alam, Manusia dengan Manusia, Manusia dengan Tuhan) repsetasi ini ternyata hanya dongeng atau cerita fiksi bagi pemangku kepentingan modal dan bisnis.

Dasarnya Masyarakat Adat Maba Sangaji yang kini disalahkan atas ketidakpahamanya pada hukum negara, tidak pahamnya pada UU Minerba, tragis perlakuan pemerintah tertentu tegas memojokkan mereka, kendatipun yang mereka paham adalah sekedar pengetahuan tradisi lokal dengan cara hidup diatas tanah kelolah mereka sendiri, justru itu adalah habitat alamiah, bahkan mereka menganggap alam adalah ruang batinya.

Jika cermati secara seksama dalam kajian antropolgi, hampir semua yang dari dulu berpegang pada prinsip bahwa alam dan manusia adalah satu kesatuan yang utuh, menjadi komitmen atas mengimani alam sebagai wujud titipan dari sang kuasa, maka jangan serentak membabat habis tanpa perhitungan, beranngkat dari semangat inilah terdorong rasa perjuangan melawan penjajah yang saat itu menguasai Empat Kerajaan untuk memonopoli rempah-rempah.

Kembali lagi pada peristiwa kini, antara hak masyrakat adat dan upaya sebuah kepentingan industri tambang sebagai alibi tonggak pertumbuhan ekonomi, tetapi semakin buta dan membohongi sejarah manusianya, sampai rela menghilangkan fungsi adat dan tradisi kemudian mengorbankan masyarakat atas ketaqwaan pada pihak Industri Pertambangan.

Lantas Nikmat Tuhan Manakah Yang Engkau Dustakan ( QS: Arahman)
Ketaqwaan Ibrahim as kepada Allah SWT pasrah dirinya untuk menyembeli anaknya Ismail as sebagai bukti pengabdian yang sungguh besar, namun hakikat ini kian terbalik dalam tafsiran ekonomi-politik dibawah struktur kekuasaan pemodal ( kapitalis ) sebab para pejuang adat, lingkungan dan ibadah sosial dipasrahkan kepada kekuasaan untuk disembeli hak-haknya.

Jadi bisa diduga Idul Adha sebagai hari raya seremonial momentum bukan kualitas tauhid bagi hamba Allah SWT yang takzim pada perlindungan Air, Udara dan Hutan sebagai pilar keagamaan.

Sepertinya Ismail as dan bapaknya Ibrahim as sekalipun dihidupkan tidak akan berguna, melainkan dituding premanisme, lantaran saat Allah SWT beri ujian keimanan beliau, ditanganya terdapat barang tajam.

Raja Empat dan Empat Kerajaan bukan sebuah pulau tanpa arti dan manusia tanpa makna, akan tetapi keduanya mewarisi kesan sejarah.

Hati-hati sebab penjajahan gaya baru ( neo-kolonialisme ), tidak menggunakan senjata sekedar infiltrasi modal dan regulasi daya hancur lebih dahsyat.

Ini kenyataan, bisa periksa kembali sejarah rempah di kepulauan Halmahera, adakah pihak empat kesultanan atau kerajaan pernah penjarakan, intimidasi, kriminalisasi ke pihak masyarakat adat saat melawan penjajah yang masuk monopoli rempah?

Jikalau tidak kenapa hari ini Masyarakat Adat kian jadi korban penyembelian untuk ujian keimanan pada bisnis dan investasi industri?
Jawabanya, maka nikmat tuhan yang manakah yang engkau dustakan? (*)