Sabtu, Maret 28, 2026
Beranda blog Halaman 269

PPL: Kami Sudah Bergerak, Tapi Tak Bisa Sendiri – Desa dan HIPPA Harus Turut Bertanggung Jawab

0

Jember, redaksi.co – Maraknya pemberitaan soal serangan hama tikus yang melanda lahan pertanian di Kecamatan Jombang mendapat tanggapan dari para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Mereka menyampaikan keberatan terhadap narasi yang berkembang di sejumlah media yang dinilai kurang adil dan tidak sepenuhnya menggambarkan realitas kerja di lapangan (16/06/2025).

“Kami merasa seolah disudutkan. Padahal, kami sudah turun ke lokasi, melakukan penyuluhan, dan melaporkan situasi ke instansi terkait. Tapi kami juga punya keterbatasan. Tidak mungkin PPL bekerja sendirian,” ujar salah satu penyuluh yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, sejak serangan hama mencuat, para penyuluh telah menjalankan tugas sesuai prosedur: memantau titik serangan, melakukan edukasi ke petani, hingga menyusun laporan. Namun, permasalahan koordinasi dan jumlah personel yang terbatas membuat gerak mereka belum optimal di semua desa terdampak.

“Kami terbuka terhadap kritik, tapi media juga sebaiknya menyampaikan secara berimbang. Kalau yang ditonjolkan hanya kekurangan kami, masyarakat tidak bisa melihat bahwa kami juga sedang berjuang di lapangan,” lanjutnya.

Penyuluhan Dijalankan, Tapi Dinilai Belum Terukur

Sorotan juga muncul terkait efektivitas penyuluhan yang dilakukan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pernyataan dari Masrul, PPL Desa Padomasan Kecamatan Jombang, yang mengaku telah menyampaikan sosialisasi kepada petani.“Penyampaian sering kami lakukan secara informal di sawah atau di kalah kami sedang bertemu dengan petani,”ucap Masrul.

Hal ini menimbulkan kritik bahwa penyuluhan terkesan administratif dan belum cukup menjangkau kebutuhan riil di lapangan. Di tengah kondisi darurat hama tikus, petani berharap ada pendampingan yang lebih sistematis dan langsung menyentuh kebutuhan mereka.

HIPPA Dinilai Abai, Padahal Punya Peran Strategis

Masrul menambahkan bahwa dalam situasi seperti ini, semua pihak harus bergerak bersama, termasuk Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Ia menilai HIPPA juga punya tanggung jawab dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama ketika serangan hama, karena berpotensi menyebabkan gagal panen.

“Kalau hasil panen menurun, itu juga berdampak ke HIPPA. Karena petani tidak bisa menyetor kontribusi, otomatis pemasukan organisasi juga berkurang,” jelasnya.

Namun pernyataan Ketua HIPPA Desa Padomasan, Mail, justru memicu kontroversi.

“Tugas saya hanya mengatur irigasi. Soal hama, itu urusan PPL dan kelompok tani,” kata Mail (ketua HIPPA)  ketika di hubungi redaksi.co

Pernyataan ini dinilai mengecewakan, karena masyarakat berharap HIPPA juga peduli terhadap ancaman gagal panen yang berimbas pada ketahanan pangan dan ekonomi petani.

Dorongan Maksimalkan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan

Koordinator PPL tingkat Kecamatan, Murdoso, turut angkat bicara. Ia mendorong pemerintah desa agar benar-benar memanfaatkan alokasi Dana Desa, khususnya 20% yang diperuntukkan untuk ketahanan pangan, untuk mendukung penanganan hama secara konkret.

“Dana itu bisa dipakai untuk membeli pestisida, racun tikus, dan perlengkapan lapangan lain. Jangan hanya difokuskan untuk kegiatan seremonial atau pelatihan semata,” tegasnya.

Murdoso juga menekankan pentingnya kesiap siagaan desa dalam menghadapi serangan hama yang kerap datang tiba-tiba.

“Kami berharap desa punya stok pestisida yang siap pakai. Jangan selalu menunggu bantuan dari atas (Dinas), karena kadang responnya telat. Kalau semua pihak bergerak, dampaknya akan lebih terasa,”pungkasnya (Sofyan).

Owner Tambak Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Selidiki Penyebabnya

0

Jember, redaksi.co – Warga Dusun Kalimalang, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, digemparkan oleh kabar meninggalnya Wisnu Wardana (34), seorang pemilik tambak, pada Sabtu siang (14/06/2025). Korban ditemukan tak bernyawa di area perumahan tambaknya sekitar pukul 12.00 WIB, diduga kuat akibat bunuh diri.

Kapolsek Puger, Iptu Edy Purwanto, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan laporan warga, tim piket SPKT bersama Kanit Reskrim langsung menuju lokasi kejadian.

“Di TKP, korban ditemukan sudah meninggal dunia. Di dekatnya ada segelas kopi yang diduga dicampur zat potas atau sengkaling, dibungkus plastik putih,” ujar Kapolsek.

Polisi juga menemukan pesan terakhir korban di ponselnya, berisi permintaan agar anaknya dijaga serta ungkapan kasih sayang untuk keluarga. Jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Puger, namun keluarga menolak autopsi.

Diketahui, Wisnu merupakan warga Surabaya dan dikenal sebagai wiraswasta tambak di wilayah tersebut. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti di balik dugaan bunuh diri ini (Sofyan).

Tim Hukum Jokowi Tegas Bantah Isu Ijazah Palsu, Soroti Politisasi KKN dan Ancaman pada Negara Hukum

0

redaksi.co, Jakarta – Tim Kuasa Hukum Presiden Joko Widodo akhirnya bicara secara terbuka menanggapi kembali mencuatnya isu lama soal keaslian ijazah kepala negara. Dalam konferensi pers yang digelar Minggu, 15 Juni 2025 di Senayan Golf Club, Jakarta. Tim hukum menerangkan bahwa seluruh tuduhan terkait ijazah Presiden Jokowi sudah ditangani secara menyeluruh dan telah dihentikan oleh Bareskrim Polri karena tidak ditemukan unsur tindak pidana.

Konferensi pers tersebut dihadiri oleh sejumlah pakar hukum, antara lain Yakup Putra Hasibuan, S.H., L.L.M; Prof. Dr. Firmanto Laksana, S.H., M.M., M.H., C.L.A; Rivai Kusumanegara, S.H., M.H; dan Andra Reinhard Pasaribu, S.H., M.H.

“Proses penyelidikan dilakukan secara cermat dan mendalam, mulai dari verifikasi skripsi, pengecekan keabsahan dosen pembimbing, hingga klarifikasi ke institusi tempat beliau menempuh pendidikan. Hasilnya jelas: tidak ditemukan pelanggaran hukum apa pun,” ujar Yakup Putra Hasibuan.

Narasi yang kembali diangkat oleh sebagian pihak tidak lebih dari upaya membangun opini yang menyesatkan publik dan cenderung bermuatan politis.

“Ini adalah bentuk kriminalisasi. Negara kita adalah negara hukum. Prinsip dasar hukum menyatakan bahwa siapa yang menuduh, dia wajib membuktikan. Tidak bisa setiap individu dipaksa menunjukkan  hanya karena tekanan publik,” tambah Yakup.

Yang turut menjadi sorotan adalah berkembangnya narasi baru yang kini menyeret program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang pernah dijalani Presiden Jokowi. Tim hukum menilai, isu KKN yang dilontarkan tanpa dasar hanya akan memperkeruh suasana dan melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan serta pemerintahan.

“Jika pola seperti ini dibiarkan, maka setiap pejabat publik bisa sewaktu-waktu dipaksa membuka dokumen pribadinya hanya karena opini liar yang tak berbasis fakta. Ini berbahaya bagi demokrasi kita,” kata Yakup.

Pihaknya pun menegaskan akan terus memantau perkembangan isu ini dan tidak segan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan informasi yang tidak akurat dan merugikan.

Konferensi pers ditutup dengan imbauan agar masyarakat dan media tidak mudah terseret dalam pusaran narasi sesat serta senantiasa menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Hadiri Launching CFD, Dandim 0105/Abar Apresiasi Pemda Ciptakan Ruang Publik Yang Bersih dan Sehat

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., menghadiri rangkaian kegiatan lounching program Car Free Day (hari bebas kendaraan bermotor) yang berlangsung meriah yang digelar di ruas jalan nasional Gajah Mada Desa Drien Rampak Kecamatan Johan Pahlawan, Minggu 15/6/2025.

Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., yang didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, S.H., dan turut dihadiri oleh Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., Ketua DPRK Siti Ramazan, S.E., Ketua PN Faridh Zuhri, S.H., M.Hum., Dandenkesyah Meulaboh Letkol Ckm Zulma Hendri, Danyonif 116/GS Letkol Inf Ferry Ardian, S.Kom., Dandenpom IM/2 Mayor Cpm Triantoro Adri Prabowo, S.H., M.H.I., Wakapolres Kompol Anton Praptono, S.H., M.H., Sekdakab Wistha Nowar, S.Pt., M.Si., serta ratusan masyarakat Aceh Barat.

Saat acara seremonial pembukaan resmi, Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., dalam apersepsinya mengatakan bahwa CFD yang digelar perdana ini adalah sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam mewujudkan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan sekaligus menggerakkan perputaran roda perekonomian masyarakat.

“Melalui wadah CFD ini kita ingin merubah perilaku masyarakat mulai dari hal sederhana, yakni keluar rumah, berolahraga jalan kaki dan berinteraksi sosial secara sehat. Ajang ini juga kita jadikan sebagai tempat untuk mempromosikan ekonomi lokal. Hari ini setidaknya ada 83 UMKM dari berbagai sektor yang menyajikan berbagai kuliner kekinian maupun tradisional hingga kerajinan tangan – tangan kreatif”, gamblang Bupati

Selanjutnya Bupati menginformasikan bahwa CFD ini akan menjadi agenda rutin setiap bulan dan hari ini adalah edisi pertama.

“Terima kasih atas partisipasi semua pihak dan mari kita sukseskan kegiatan ini dengan semangat kebersamaan. Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, peluncuran program Car Free Day secara resmi saya nyatakan dimulai”, demikian Bupati yang kemudian memotong Pita dan melepas Confetti di Area Gate Masuk CFD

Sementara itu, Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas Lounching CFD ini, pasalnya, kegiatan ini dapat menciptakan ruangan publik yang sehat bebas polusi serta mendorong pola hidup aktif.

“Kami sangat mendukung program ini, selain mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat, CFD juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan berlalulintas. Ini adalah langkah awal untuk membangun budaya hidup sehat, menjaga lingkungan tetap bersih dan meningkatkan aktifitas fisik. Yang paling fundamental, gebrakan ini dapat mengendalikan pencemaran udara agar mutunya tetap sejuk dan segar”, pungkas Dandim

Kegiatan CFD yang mengusung tema “Aceh Barat Meusigak Sahoe Tajak Ta Puga Nanggroe”, ini menyuguhkan berbagai kegiatan seperti senam jantung sehat, bazar UMKM, Fun Walk, pelayanan kesehatan gratis, donor darah hingga menyediakan informasi publik Pemerintah Aceh Barat****

DiAcara Car Free Day, Bupati Tarmizi: Bukan Sekedar Rekreasi,Tapi Jadikan Kota Meulaboh Kota Sehat

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Antusias Masyarakat Aceh Barat yang memadati kawasan jalan gajah mada dan kantor bupati untuk mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Disparpora bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan 87 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Minggu pagi 15/6/2025

Agenda acara ini sendiri
menjadi tonggak awal semangat hidup sehat dan ekonomi kreatif di daerah tersebut.

CFD ini disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Mereka memanfaatkan momen bebas kendaraan ini untuk berolahraga, bersantai bersama keluarga, hingga menikmati beragam kuliner UMKM lokal yang turut memeriahkan suasana.pengunjung di momen ini berharap agar kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap pekan.

Di ajang CFD ini,Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil turut hadir dan bergabung dalam sesi senam bersama masyarakat.

Tarmizi pada kesempatan ini menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan mengajak seluruh masyarakat untuk rutin berolahraga serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di fasilitas kesehatan terdekat.

“Car Free Day ini bukan cuma sekadar ajang rekreasi, tapi juga sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kebugaran. Kami ingin menjadikan Meulaboh sebagai kota yang sehat dan aktif,” ujar Tarmizi

Bukan sekadar ruang berolahraga, Tarmizi mengatakan,CFD ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi lintas kalangan.melalui ajang ini, warga dapat berinteraksi secara langsung dengan para pelaku UMKM, komunitas lokal, hingga pejabat daerah dalam suasana yang santai dan terbuka. Nuansa kebersamaan tampak kental sepanjang kegiatan berlangsung.

Pada acara ini Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga menyediakan berbagai layanan publik gratis seperti pemeriksaan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, dan layanan perizinan usaha, serta donor darah, ucap tarmizi

Menurutnya, Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus memperkuat keterlibatan publik dalam pembangunan daerah****

Sarana Dan Prasarana Untuk UMP Perlu Ditingkatkan, Berikut Disampaikan Alumni

0

Redaksi.co | Palembang,- Universitas Muhammadiyah Palembang dalam hal ini dari Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Palembang melaksanakan Yudisium ke 39 yang mana dalam kegiatan Yudisium kali ini dengan mengusung visi menjadi program Pasca Sarjana berlandaskan nilai-nilai keislaman yang berkomitmen pada keunggulan IPTEKS.

Dari ratusan peserta yang di yudisium ini, terlihat sosok yang tidak asing lagi yakni yang merupakan Direktur Utama PT BPR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ikut di yudisium, serta mengikuti prosesi yudisium hingga akhir, dan kegiatan ini sendiri bertempat di auditorium Pimpinan Wilayah Muhammadiyah UMP Provinsi Sumsel,, Sabtu (14/6/2025).

Dikatakan Alumni Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Palembang Hendera, di mana beliau mengatakan alhamdulillah hari ini (kemarin) Universitas Muhammadiyah Palembang melaksanakan Yudisium ke 39 Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Palembang.

Kebetulan dirinya kesehariannya adalah menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Perekonomian Rakyat/Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Provinsi Sumsel.

“Alhamdulillah telah menyelesaikan Sarjana Strata Dua Magister Manajemen konsentrasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Universitas Muhammadiyah Palembang,” ujarnya.

Kemudian, tentunya berharap pendidikan itu sangat penting bagi apalagi bagi seorang pemimpin, sehingga kita menjadikan pendidikan itu penambahan itu untuk menyampaikan, serta menyalurkan juga kepada masyarakat tentunya.

Untuk nanti ilmu-ilmu kita ya, penerapan kepada baik kepada para pegawai kita nanti, di perusahaan-perusahaan pimpin, ataupun nanti pengabdian kepada masyarakat tentu ini menjadi hal yang terpenting.

“Saya berharap kepada teman-teman sekalian yang masih perlu up grade diri, bisa meningkatkan ilmu pengetahuannya, atau meningkatkan pendidikannya, salah satunya di Universitas Muhammadiyah Palembang,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, Universitas Muhammadiyah Palembang itu sendiri melaksanakan pendidikan Sarjana Strata Duanya itu melalui daring ataupun melalui online. Walaupun online tetap prosesnya seperti biasa, kadang juga secara bertemu atau betatap muka pada hari Sabtu.

Kalau saya melaksanakan proses pendidikan itu, pertama adalah dosen-dosennya sangat berpengalaman, Doktor, Professor yang sangat pendidikan yang tinggi, dan akademinya juga baik, serta bagus.

“Selain itu juga, tempat kuliahnya juga saya rasa cukup memiliki kapabilitas untuk tanah memiliki kemampuan, dosen-dosen pun cukup komunikatif memberikan ilmu-ilmunya dan interaktif juga,” katanya.

Masih dilanjutkannya, bukan hanya itu saja, untuk biaya kuliahnya relatif murah menurut saya, dan terjangkaulah untuk masyarakat. Masukan saya sebagai alumni pertama adalah lebih ditingkatkan lagi untuk fasilitas terutama di secara teknologi pastinya.

Dimana ilmu pendidikan sejalan dengan peningkatan pengembangan teknologi informasi jadi seperti itu. Jadi perlu adanya banyak sarana dan prasarana yang harus dilakukan peningkatan saya rasa begitu.

“Saya rasa dari Universitas Muhammadiyah Palembang akan melakukan itu, dan insya Allah saya akan melanjutkan pendidikan ini, karena pendidikan itu sangatlah penting,” ucapnya.

Ketahanan Pangan Terancam, Tikus Menggila – PPL Masih Bungkam?

0

Jember, Redaksi.co – Para petani, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan, kini menghadapi ancaman serius. Hama tikus menyerang lahan pertanian secara masif di berbagai wilayah Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, menyebabkan kerusakan parah dan berpotensi mengganggu produksi pangan lokal (15/06/2025).

Serangan terjadi menjelang dan selama musim tanam, ketika tikus menggigit batang tanaman, memakan biji-bijian, hingga membuat lubang-lubang di lahan, yang berdampak langsung pada penurunan produktivitas.

“Kalau tidak segera ditangani, dampaknya bisa meluas dan sangat merugikan. Hasil panen yang menjadi tumpuan hidup kami bisa gagal total,” ujar TG , salah satu petani terdampak.

Dalam situasi genting ini, peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) seharusnya menjadi kunci. Mereka diharapkan hadir di lapangan, mendampingi petani, serta memberikan edukasi terkait metode pengendalian hama, baik secara mekanis, biologis, maupun kimiawi.

Tokoh petani setempat, AJ, mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Jember segera menginisiasi Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus secara masif dan terkoordinasi. Ia menilai, pelibatan petani, perangkat desa, dan kelompok tani sangat penting. Salah satu solusi jangka panjang yang disarankannya adalah pemasangan rumah burung hantu sebagai predator alami tikus.

“Petani sangat berharap tidak terjadi gagal panen. Sebab, jika itu sampai terjadi, berarti ada kegagalan dalam menjaga program swasembada pangan nasional. Saat ini, banyak petani yang terpaksa merelakan tanaman padinya karena diserang habis-habisan oleh hama tikus,”tegas AJ.

Upaya konfirmasi dilakukan Redaksi.co kepada Koordinator PPL Kecamatan Gumukmas, Murdoso Mulyo. Namun hingga berita ini diturunkan, panggilan WhatsApp kami tak kunjung direspons, meski status panggilan terlihat berdering.

Petani kini berharap pada langkah nyata dari pemerintah. Mereka ingin segera terbebas dari ancaman hama agar musim tanam berikutnya bisa dijalani dengan rasa aman dan penuh harapan (Sofyan).

Sambut HUT ke 1342 Kota Palembang, 17 Juni 2025 Naik LRT Sumsel Gratis

0

Redaksi.co | Palembang – Bertepatan dengan HUT ke 1342 kota Palembang tanggal 17 Juni 2025, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang sebagai operator LRT Sumsel bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) dan Pemerintah Kota Palembang memberikan hadiah istimewa kepada masyarakat pengguna jasa LRT Sumsel berupa tarif khusus Rp.0,- (nol rupiah) alias gratis pada tanggal 17 Juni 2025.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan peringatan hari ulang tahun kota Palembang tahun ini menjadi momentum kolaborasi antar instansi untuk bersama-sama kembali melakukan sosialisasi gerakan menggunakan transportasi umum, dengan memberlakukan tarif khusus Rp.0,- (nol rupiah) untuk metode pembayaran tunai dan tarif khusus Rp.1,- (satu rupiah) untuk pengguna LRT yang menggunakan kartu uang elektronik, pada hari Selasa (17/6).

“Promo ini merupakan semangat dan partisipasi PT KAI sebagai operator LRT Sumsel bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) dan Pemerintah kota Palembang dalam menyemarakkan hari ulang tahun kota Palembang,” ujar Aida.

Lebih lanjut Aida menambahkan pada saat naik LRT Sumsel di HUT Kota Palembang, meski gratis masyarakat masih harus memiliki tiket QR / manual dengan nominal Rp.0,- (nol rupiah) yang diperoleh di loket 13 stasiun LRT pada hari itu. Namun apabila penumpang menggunakan kartu uang elektronik (KUE) dikenakan Rp.1,- (satu rupiah) karena nominal tersebut akan terpotong langsung atau otomatis secara sistem elektronik pada saat penumpang melakukan tap di gate stasiun.

“Pada tanggal 17 Juni nanti, petugas kami di 13 stasiun LRT akan membantu mengarahkan penumpang untuk pencetakan tiket QR dan mengatur agar alur penumpang dapat berjalan dengan lancar,” kata Aida.

Untuk operasional LRT Sumsel ada 94 perjalanan setiap hari, mulai pukul 05.06 WIB – 20.43 WIB dan jarak antar kereta (headway) 17 menit. Harga tiket 5 ribu untuk dari dan menuju stasiun non stasiun bandara, 10 ribu utk dari dan menuju stasiun bandara.

Sementara itu, jumlah penumpang LRT periode 1 Januari 2025 s.d 13 Juni 2025 sebanyak 1.979.523 penumpang, dengan rata- rata harian 12.070 penumpang, dengan 3 stasiun yang paling ramai penumpang adalah Stasiun Asrama Haji, Stasiun Ampera dan Stasiun DJKA.

Dalam mendukung konektivitas LRT Sumsel serta memberikan kemudahan dan memaksimalkan keterjangkauan LRT Sumsel bagi masyarakat serta melengkapi integrasi antar moda sebelumnya, saat ini ada 8 koridor Feeder LRT dan akan bertambah secara bertahap. Adapun Koridor Feeder LRT Sumsel sebagai berikut :
– Koridor 1: Talang Kelapa – Talang Buruk via Stasiun Asrama Haji.
– Koridor 2: Stasiun Asrama Haji – Sematang Borang via Jalan Noerdin Pandji.
– Koridor 3: Stasiun Asrama Haji – Talang Betutu.
– Koridor 4: Stasiun Polresta Palembang – Kompleks OPI.
– Koridor 5: Stasiun DJKA – Terminal Pasar Plaju.
– Koridor 6: Stasiun RSUD – Sukawinatan.
– Koridor 7: Bukit – Stadion Kamboja via Stasiun Bumi – Sriwijaya.
– Koridor 8: Asrama Haji – Talang Jambe.

“Keberadaan feeder LRT Musi Emas ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan angkutan pengumpang (feeder) bagi masyarakat pengguna LRT,” tutup Aida.

Mentan Tegas! Kios Nakal Jual Pupuk di Atas HET Akan Dicabut Izinnya

0

Jember,redaksi.co – Sebuah video viral memperlihatkan sikap tegas Menteri Pertanian (Mentan) Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., saat merespons langsung laporan masyarakat terkait penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Dalam video tersebut, Mentan memerintahkan agar izin usaha kios pupuk nakal yang menjual pupuk melebihi HET dicabut tanpa kompromi (14/06/2025).

Kejadian ini terjadi saat Mentan melakukan kunjungan kerja ke kebun tebu P240T di Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (10/6/2025). Salah satu kios dilaporkan menjual pupuk subsidi seharga Rp120.000 per sak, padahal HET yang ditetapkan pemerintah hanya Rp112.000.

“Kalau ada kios yang menjual pupuk di atas HET, langsung cabut izinnya! Jangan biarkan mafia pupuk berkeliaran dan merugikan petani. Mereka membuat hidup petani semakin sulit,” tegas Mentan Amran dalam pidatonya, yang kini beredar luas dan menjadi perhatian publik, khususnya kalangan petani.

Pernyataan Mentan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, termasuk para petani di Kabupaten Jember. Santo seorang petani asal Kabupaten Jember, menyatakan dukungannya dan berharap ketegasan itu juga diterapkan di wilayahnya.

“Kami sudah lama mengeluhkan harga pupuk yang melambung di lapangan. Semoga pernyataan Mentan ini bukan hanya diterapkan di Kabupaten Lumajang, tapi juga di Jember. Kalau perlu bukti, saya juga punya,” ujar Santo kepada redaksi.co

Hal serupa juga disampaikan oleh Saidi. Ia mengaku membeli pupuk bersubsidi sekitar satu minggu lalu dengan harga Rp125 ribu per sak.

“Saya tanya ke pemilik kios, kenapa harga pupuknya naik. Dia bilang ada tambahan Rp10.000 untuk jasa foto-foto dan angkut barang,” ujar Saidi kepada media.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa pupuk bersubsidi merupakan instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, segala bentuk penyimpangan distribusi dan harga akan ditindak tegas tanpa pandang bulu.

Langkah Mentan Amran ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh distributor dan kios penyalur pupuk agar tidak bermain-main dengan kebijakan subsidi. Pemerintah berkomitmen agar pupuk bersubsidi tersalurkan tepat sasaran dan diterima petani dengan harga sesuai ketentuan yang berlaku (sofyan)