Minggu, Maret 29, 2026
Beranda blog Halaman 259

PLN DIDUGA SEMBUNYIKAN DATA LISTRIK LOMBOK BARAT, KETUA LSM EDUKASI CURIGA ADA KORUPSI!

0

PLN DIDUGA SEMBUNYIKAN DATA LISTRIK LOMBOK BARAT, KETUA LSM EDUKASI CURIGA ADA KORUPSI!

 

Lombok Barat | Redaksi.co – Media Nasional Investigasi

PT. PLN Persero diduga melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dugaan itu menguat setelah muncul ketidakjelasan terkait data penggunaan listrik Lampu Penerangan Jalan (LPJ) di Kabupaten Lombok Barat.

Informasi yang dihimpun Redaksi.co, jumlah titik LPJ di Lombok Barat saat ini mencapai 2.500 titik, namun hanya sekitar 35 persen yang menggunakan sistem meterisasi. Ironisnya, pihak PLN hingga kini tidak berani membeberkan data titik-titik mana saja yang sudah terpasang meterisasi dan berapa angka riil konsumsi listrik yang sebenarnya digunakan untuk penerangan jalan tersebut.

Akibat ketidakjelasan ini, Pemerintah Daerah Lombok Barat tetap membayar tagihan listrik sebesar Rp21 miliar per bulan kepada PLN, tanpa rincian data yang transparan.

Di sisi lain, pendapatan Pemda Lombok Barat dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) tahun 2024 dilaporkan hanya mencapai Rp35 miliar. Angka ini jauh dari perhitungan logis, jika melihat jumlah pelanggan listrik di Lombok Barat yang mencapai 290 ribu pengguna.

Berdasarkan simulasi sederhana, jika rata-rata warga membayar listrik sebesar Rp200 ribu per bulan, maka potensi PPJ yang dikumpulkan seharusnya sekitar Rp58 miliar, mengingat besaran PPJ adalah sekitar 10 persen dari tagihan.

Fakta di lapangan justru menunjukkan sebagian besar masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah, bahkan menghabiskan biaya listrik antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan, belum termasuk penggunaan listrik di sektor usaha, hotel, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit. Sebagai contoh, RSUD Tripat Lombok Barat saja saat ini membayar tagihan listrik sekitar Rp170 juta per bulan.

Menanggapi hal ini, Ketua LSM Edukasi Lombok Barat, Yusri, angkat bicara. Ia menilai sikap PLN yang enggan membuka data penggunaan listrik adalah bentuk pelanggaran keterbukaan informasi yang patut dicurigai.

PLN jangan main-main dengan rakyat. Ini soal uang negara, uang rakyat. Ketertutupan data ini membuka celah dugaan korupsi. Kalau PLN tidak punya niat buruk, buka saja datanya, tunjukkan transparansi,” tegas Yusri.

Ia juga mempertanyakan sikap Pemda Lombok Barat yang terkesan “legowo” membayar tagihan listrik miliaran rupiah tanpa menuntut transparansi data dari PLN.

Jangan sampai Pemda terkesan ikut bermain atau malah tidak paham hitung-hitungan yang sebenarnya. Kami desak Pemda untuk tegas, minta data real konsumsi listrik dan evaluasi total pembayaran ini. Kalau perlu, minta audit independen,” tambahnya.

Redaksi.co hingga berita ini diturunkan masih berupaya mengonfirmasi pihak PLN maupun Pemda Lombok Barat terkait polemik ini.

Read: HS2025 Abach Uhel
Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Ratusan Mahasiswa Ikuti Seminar Kepemudaan Aliansi Mahasiswa Palembang X BEM STIE Aprin Palembang

0

Redaksi.co | Palembang, – Aliansi Mahasiswa Palembang Berkolaborasi Dengan BEM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) APRIN Palembang melaksanakan kegiatan seminar Kepemudaan terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tema “Peran Mahasiswa Pemuda dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis Pemerintah” bertempat di kampus STIE APRIN Senin (30/6/2025).

Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sebuah terobosan bagi pemerintah dalam menjalankan regulasi MBG di masyarakat.

Hadir Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) APRIN, Dr.H.Dasmadi,SE, MM, Pembina BEM Sekolah Tinggu Ilmu Ekonomi APRIN Serli Lestari,S.P.d,M.P.d,MM, para dosen dan staf Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi APRIN.

Sebagai Keynote Speaker Dr (C) Zainul Arifin,.S.H. M.H . Narasumber Ir Evi Yulianti,Fitria Yulianti, S.Pd., M.Si dan Ani Rahmawati,S.Tr.Gz.
Selanjutnya hadir, Koordinator Aliansi Mahasiswa Palembang Zulkifli, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Aprin Ekik Winando, Ketua Pelaksana seminar kepemudaan Perdi.

“Kami berharap kegiatan pada hari ini tidak hanya sebagai seremonial semata. Bukan hanya sekedar pengumpulan data semata. Tapi kegiatan ini bisa menjadi inisiasi dan masukan baik bagi pemerintah maupun stakeholder yang ada di Sumatera Selatan, ” harap Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), APRIN Palembang Dr H Dasmadi SE MM.

Lebih lanjut ia mengatakan, melalui program MBG dari pemerintah ini dapat menurunkan angka stunting. Terutama bagi anak-anak yang masih dalam usia sekolah.

“Saat ini masih ada masalah stunting,meskipun terbilang rendah. Saya berharap MBG dapat menjadi solusi penurunan angka stunting, ” ucapnya.

Sementara itu, Dosen Unsri Sekaligus Ketua Pemuda ICMI Sumsel Zainul Arifin mengatakan, untuk pelaksanaan MBG di Sumsel sendiri perlunya pengawasan yang lebih mendalam. Seperti pembayaran yang dikeluarkan oleh pihak pusat. Sedangkan mekanisme anggaran tersebut turun sampai ke daerah sendiri sering terjadi pemangkasan. Sehingga anggaran yang diterima oleh pihak pengelolaan jasa penyediaan makanan dalam hal ini catering tidak dapat berjalan secara maksimal.

“Jika hal mengenai makan bergizi gratis ini bisa menemukan formula yang tepat dalam pelaksanaannya. Saya optimis MBG ini bisa jadi solusi pengentasan masalah gizi di Indonesia, ” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh,
Ketua DPD PPJI (Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia) Sumatera Ir Evie Hadenli mengatakan, saat mengenai pembayaran yang dilakukan oleh pihak pemerintah kepada pihak penyediaan layanan makanan sudah berjalan baik. Memang di awal-awal pembayaran dan mekanisme lainnya masih ada sedikit kendala. Tapi untuk saat ini sudah berjalan sangat baik.

“Memang sempat terjadi penundaan pembayaran selama satu atau dua pekan. Tapi tentu saja saja pembayaran ini tetap dilanjutkan. Intinya pemerintah pasti memberikan gak pengusaha. Hanya saja kita selalu pengusaha harus memiliki sikap sebagai seorang pengusaha, ” tandasnya. (*)

Bupati Tarmizi Tinjau Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) di Gunong Mata Ie Kecamatan Meureubo

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, meninjau langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gampong Gunong Mata Ie, Kecamatan Meurebo, Senin 30/6/2025

Peninjauan ini dilakukan di sela kegiatan Berkantor Sehari di Gampong Pucok Reudeup.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Plt.Sekda, Plt Asisten II, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).

Melihat kondisi TPA yang kurang tertata dengan sampah yang menumpuk dan berserakan, Bupati Tarmizi menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang terintegrasi dan pengawasan yang berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah harus terintegrasi supaya tidak berserakan seperti ini. Kita berharap ke depan ada pengawasan yang baik,” ujar Bupati

Ia juga menekankan bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat dan korporasi.

“Sampah ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Apalagi di sini juga ada pihak korporasi yang membuang sampah, mereka harus punya tanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat Bukhari, ST meminta agar TPA tersebut segera dipagari. Hal ini untuk mencegah hewan ternak masuk ke area pembuangan dan memakan sampah yang berpotensi membahayakan kesehatan hewan maupun manusia.

“Kami minta dilakukan pemagaran agar hewan ternak tidak masuk dan memakan sampah. Ini juga bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” kata Kadis DLH.

Disebutkannya, Peninjauan ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Aceh Barat untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan memastikan TPA berfungsi optimal demi kebersihan lingkungan yang berkelanjutan, demikian Bukhari****

Desa Mangkurajo Melaksanakan Titik Nol Pelapis Tebing Dana Desa Tahun 2025 berjalan dengan sukses

0

Lebong 30-06-2025 Redaksi.co- Dalam Mengupayakan Kepentingan Masyarakat PJS Kedes Irwan Ansori di tahun 2025 Melaksanakan Pembangunan Pelapis tebing (TPT) dengan panjang lebih kurang 162m (meter) di dana desa DD tahun 2025 dan pelaksanaan Titik Nol ini berjalan dengan sukses,

Ungkap PJs Mangkurajo”
“Saya selalu mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat namun masyarakat yang menilai tugas saya berbuat untuk masyarakat”Tutur PJs kades yang sering di sapa Irwan Ansori (Wek)

“Lanjutnya” Di tahun 2025 ini dan bertepatan hari ini telah kita laksanakan Titik Nol,dan alaham Dulillah berjalan dengan lancar,harapan saya di perjalanan pembangunan ini nanti tidak ada masalah dan kendala semua masyarakat saya berharap dapat memantau dan membantu kegiatan ini terutama TPK harus betul betul bekerja dengan baik dan transfaran sebab ini desa yang kita cintai,bagaimana pun kita membangun desa ini agar mampu bersaing dengan Desa Desa Lain yang Jauh maju dari Desa Kita ini dengan semangat yang besar dan bekerja telaten insak Allah selalu di ridoi Allah SWT, tutup PJs kades

Terlihat hadir langsung Di dalam kegiatan Titik Nol Kegiatan Di Desa Mangkurajo Kecamatan Lebong Selata Kabupaten Lebong Propinsi Bengkulu pemerintah kecamatan,Pendamping Desa, Babinsa, Babinkabtimas ,Konsultan Perencanaan,Ketua BPD,Ketua TPK,Dan Beberapa Masyarakat Desa mangkurajo Serta Pemdes Desa mangkurajo

Rilis CIKAK S.A

Marsha Timothy & Darius Sinathrya : Perjuangan Haru Dalam Film Lyora Penantian Buah Hati

0

redaksi.co, Jakarta – Jarasta Enterprise bersama Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment resmi merilis teaser perdana film drama Lyora: Penantian Buah Hati. Film ini menghadirkan Marsha Timothy dan Darius Sinathrya sebagai pasangan suami istri yang tengah melalui ujian berat dalam rumah tangga: menanti hadirnya sang buah hati.

Mengangkat isu yang dekat dengan banyak keluarga Indonesia, di mana 1 dari 6 pasangan mengalami kesulitan memiliki anak. Teaser film ini menyuguhkan potongan perjalanan emosional Meutya (Marsha Timothy) dan Fajrie (Darius Sinathrya). Keduanya digambarkan sebagai pasangan modern yang sukses secara karier, namun tak luput dari tekanan pertanyaan klasik “Kapan punya anak?”, yang kerap kali terdengar seperti doa tapi menyisakan luka batin.

Dalam cuplikan teaser, tergambar dengan kuat betapa Meutya hampir menyerah pada ikhtiar panjangnya. Namun, di tengah keputusasaan itu, Fajrie hadir sebagai pilar ketenangan, suami yang tak hanya setia secara fisik, tapi juga emosional. Peran Darius sebagai Fajrie menunjukkan sosok suami yang menjadi tempat pulang bagi Meutya dalam suka maupun duka.

Disutradarai oleh Pritagita Arianegara dan diproduseri oleh Virgie Baker, Robert Ronny, dan Pandu Birantoro, film ini tak hanya menghadirkan dua pemeran utama yang kuat, namun juga didukung jajaran aktor ternama seperti Widyawati, Olga Lydia, Hannah Al Rashid, Aimee Saras, Ariyo Wahab, dan Ivanka Suwandi. Produser eksekutif film ini adalah Andi Boediman.

“Lyora adalah film yang membawa pesan ketabahan, harapan, dan cinta. Tentang bagaimana perjuangan dan empati menjadi bahan bakar untuk terus melangkah,” ujar Pritagita Arianegara.

Teaser juga memperlihatkan beragam metode yang ditempuh Meutya dan Fajrie untuk mendapatkan keturunan, mulai dari prosedur medis hingga cara-cara tradisional yang masih diyakini masyarakat. Salah satu momen paling menyayat hati adalah saat Meutya mengalami keguguran, menjadi titik kritis yang menguji mental dan cinta mereka sebagai pasangan.

“Memerankan Meutya bagi saya adalah bentuk penghormatan bagi semua perempuan yang sedang memperjuangkan kehadiran buah hati. Semoga film ini bisa menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Marsha Timothy.

“Saya harap karakter Fajrie bisa menjadi cermin bagi banyak suami di luar sana. Perjuangan ini bukan hanya milik istri, tapi juga milik kita sebagai pasangan.” Darius menambahkan.

Produser Virgie Baker mengungkapkan bahwa Lyora adalah film yang sangat relevan dengan realitas banyak rumah tangga di Indonesia saat ini.

“Film ini bukan hanya kisah Meutya dan Fajrie, tapi mewakili jutaan pasangan yang tengah berjuang. Semoga bisa menjadi penyemangat dan penghibur bagi mereka yang membutuhkan harapan.” ujar Vurgue Baker

Film Lyora: Penantian Buah Hati kini tengah menyelesaikan tahap akhir produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia tahun ini. Untuk informasi terkini, ikuti akun Instagram resmi @paragonpictures.id.

Hari Ini Pemkab Aceh Barat Berkantor Sehari di Gampong Pucok Reudep Kecamatan Meureubo

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali melaksanakan program Berkantor Sehari di Gampong yang kali ini dipusatkan di Gampong Pucok Reudeup, Kecamatan Meureubo, Senin 30/6/2025

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Barat bersama Wakil Bupati, serta seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di lingkungan Pemkab Aceh Barat.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Aceh Barat Erdian Mourny mengatakan Program berkantor di desa ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat hingga ke gampong-gampong. Salah satu SKPK yang berperan aktif adalah Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh Barat yang turut menghadirkan sejumlah layanan langsung di lokasi.

Menurutnya, ada tiga layanan utama yang diberikan Diskominsa pada kesempatan ini. Pertama, penyediaan layanan internet bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melayani masyarakat berbasis digital, seperti DPMPTSP yang memberikan layanan perizinan usaha, serta Disdukcapil dengan layanan administrasi kependudukan.

Kedua, Diskominsa juga memfasilitasi perekaman tanda tangan elektronik bagi para Keuchik (Kepala Desa) dan Camat. Langkah ini bertujuan mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) agar pelayanan publik makin cepat dan transparan.

Layanan ketiga adalah publikasi dan pendokumentasian seluruh rangkaian kegiatan agar informasi dapat segera disebarluaskan kepada masyarakat luas. Dengan demikian, berbagai program dan inovasi pemerintah dapat diketahui secara langsung oleh warga, ucap Erdian

Ia berharap program ini bisa menjadi sarana efektif bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat layanan-layanan pemerintah, khususnya Diskominsa yang terus mendorong transformasi digital di wilayah Aceh Barat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat semakin paham pentingnya pemanfaatan internet, tanda tangan elektronik, dan layanan digital lainnya demi mempercepat penyebaran informasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ungkap Erdian

Ia menambahkan, Program Berkantor Sehari di Gampong menjadi salah satu agenda rutin Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam rangka mendekatkan diri dan mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus memastikan layanan pemerintahan dapat dirasakan merata hingga ke pelosok desa, tandasnya****

Hiu Tutul Terdampar di Pesisir Gumukmas, Berhasil Dievakuasi Nelayan dalam Keadaan Hidup

0

Jember, redaksi.co – Seekor hiu tutul (Rhincodon typus) sepanjang 8 hingga 9 meter dengan berat diperkirakan mencapai satu ton ditemukan terdampar di pesisir Dusun Camplung Kobong, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, pada Senin (30/6) dini hari.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 03.00 WIB oleh Ali, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Putra Lestari, yang saat itu bersama sejumlah nelayan tengah bersiap melaut. Mereka mendapati hiu tutul tersebut dalam kondisi hidup, namun tidak mampu kembali ke laut.

Menyadari bahwa hiu tutul merupakan satwa laut yang dilindungi, para nelayan segera menghubungi Dinas Perikanan Kabupaten Jember. Tak lama berselang, proses evakuasi dimulai dengan melibatkan perahu jenis payang milik nelayan dari Puger.

Sekitar pukul 05.30 WIB, upaya penyelamatan berhasil dilakukan dengan cara menarik hiu ke perairan yang lebih dalam menggunakan perahu nelayan. Berkat koordinasi cepat dan kerja sama antara masyarakat, Pokmaswas, dan instansi terkait, evakuasi berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Rio, perwakilan dari Dinas Perikanan Jember, menyampaikan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud), serta Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar untuk penanganan lanjutan.

“Ini adalah bentuk kesigapan luar biasa dari nelayan dan masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian satwa laut yang dilindungi,” ujar Rio.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara masyarakat, nelayan, dan instansi pemerintah dalam menjaga ekosistem laut, terutama bagi keberlangsungan hidup spesies langka seperti hiu tutul (Sofyan).

*Bhayangkara Kie Raha Run 2025 Warnai Peringatan Hari Bhayangkara ke-79*

0

REDAKSI.CO – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si menghadiri kegiatan Bhayangkara Kie Raha Run 2025 dan Olahraga Bersama yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-79. berlangsung di Landmark Kota Ternate, Minggu (29/6/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Gubernur Malut, Kabinda Malut, Wakapolda Malut, Kasrem 152/Babullah, Ketua Bhayangkari Daerah Malut, pejabat utama Polda, serta peserta Bhayangkara Kie Raha Run dari berbagai kalangan.

Kabidhumas Polda Malut, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan Hari Bhayangkara, tetapi juga mempererat sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat.

“Melalui Bhayangkara Kie Raha Run, kami ingin membangun semangat kebersamaan dan hidup sehat. Selain itu, juga disediakan hiburan dan doorprize untuk menambah kemeriahan” ujar kabidhumas.

“Lebih lanjut, Bhayangkara Kie Raha Run menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan.

Bupati Tarmizi Hadiri Event Fhising Turnament HUT Bhayangkara Ke 79

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Jelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, yang jatuh pada 1 juli 2025 mendatang, Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, Polda ACEH, menggelar Fishing Tournament yang berlangsung meriah di kawasan Pantai Meulaboh, Minggu 29/6/2025.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., yang sekaligus ikut serta dalam lomba memancing bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat.

Kegiatan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan.

Suasana akrab dan penuh kegembiraan tampak mewarnai turnamen tersebut sejak pagi hingga selesai.

Bupati Aceh Barat menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif Polres Aceh Barat yang menggelar event positif tersebut, dalam sesi wawancara singkat dengan sejumlah awak media.

Ia menilai kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara efektif membangun sinergi dan komunikasi yang sehat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“Saya menyambut baik dan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan memancing ini juga menjadi sarana silaturahmi, rekreasi, dan mempererat hubungan sosial antara masyarakat dan jajaran Polri. Semoga kegiatan seperti ini terus digalakkan, bukan hanya di momen peringatan HUT Bhayangkara,” ujar Tarmizi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Aceh Barat untuk terus mendukung kinerja Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah, serta bersinergi membangun Aceh Barat yang lebih baik dan damai.

Bupati Tarmizi juga tampak antusias berbaur dengan peserta lain, bahkan sempat berbincang akrab dengan warga yang hadir menyaksikan perlombaan.

sementara, Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, SIK, MIK., MH., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Fishing Tournament ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan menyambut HUT Bhayangkara, selain kegiatan sosial dan olahraga lainnya.

Menurutnya, animo masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftar, baik dari kalangan pemancing lokal maupun pejabat daerah.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menciptakan suasana yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri adalah sahabat masyarakat,” Ringkas Kapolres Aceh Barat itu.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan hadiah serta Doorsprize kepada para peserta Lomba dan pemenang yang berhasil mendapatkan ikan dengan ukuran dan berat terbaik.

Fishing Tournament dalam rangka HUT Bhayangkara ke-79 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat keharmonisan antara aparat keamanan dan masyarakat Aceh Barat ****

DPRK Aceh Barat Dorong Pemerintah Daerah Gandeng Kejaksaan Amankan Aset Daerah

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Sengketa terkait pemasangan plang aset daerah di wilayah yang kini masuk dalam konsesi tambang salah satu perusahaan di Aceh Barat, memicu respons serius dari DPRK.
Menyikapi polemik tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat mendorong Pemerintah Kabupaten untuk segera meminta pendampingan hukum kepada Kejaksaan Negeri (KEJATI) guna mengamankan aset daerah secara sah dan terukur.

Desakan ini disampaikan oleh anggota DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani, yang menilai langkah hukum pendampingan perlu segera diambil menyusul adanya pelaporan terhadap Pemkab atas tindakan penyelamatan aset.

Menurutnya, pemda tidak boleh dibiarkan menghadapi tekanan hukum seorang diri dalam menghadapi persoalan ini.

“Pemerintah daerah punya kewajiban menyelamatkan aset milik rakyat. Maka sangat penting untuk menggandeng Kejaksaan sebagai pengacara negara yang dapat memberi perlindungan dalam urusan perdata dan tata usaha negara,” kata Ahmad Yani kepada awak media ,Minggu 29/6/25.

Ia menyebut, tindakan Pemkab dalam memasang tanda kepemilikan di atas aset milik negara sudah sesuai prosedur. Namun, tindakan ini justru mendapat perlawanan hukum dari pihak perusahaan tambang yang mengklaim wilayah tersebut sebagai bagian dari Izin Usaha Pertambangan (IUP)

Ahmad Yani menyayangkan adanya pelaporan terhadap Pemkab yang tengah menjalankan tugas konstitusional.

Ia menilai hal itu berpotensi menjadi bentuk kriminalisasi terhadap kebijakan negara dalam menjaga kepentingan publik.

“Pendampingan Kejaksaan penting untuk memperkuat posisi hukum pemda. Kita harus melindungi aparat yang sedang bekerja untuk rakyat, bukan malah membiarkan mereka jadi korban tekanan hukum dari kepentingan tertentu,” tegasnya.

Selain itu, DPRK Aceh Barat juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana.

Menurut ia, penyelamatan aset tidak seharusnya dipandang sebagai tindakan konfrontatif, melainkan bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga harta kekayaan daerah.

“Kepastian hukum harus ditegakkan. Jangan ada lagi pihak yang merasa di atas aturan. Ini demi keadilan, demi keberlanjutan pembangunan, dan demi kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya ****