Beranda blog Halaman 260

Kapolres Halut Pimpin Langsung Pengamanan Bentrokan Warga Desa Kira dan Duma, Personel Gabungan Disiagakan

0

REDAKSI.CO – Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., memimpin langsung pelaksanaan pengamanan bentrokan antarwarga yang terjadi antara Desa Kira dan Duma di Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, pada Selasa (31/03). Pengamanan ini dilakukan dengan melibatkan personel gabungan TNI-Polri guna mencegah meluasnya konflik dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam operasi pengamanan tersebut, Kapolres bersama Dandim 1508 Tobelo, Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol, S.E., M., memimpin langsung sejumlah langkah taktis sejak dini hari. Sekitar pukul 00.50 WIT, Kapolres melaksanakan apel pengecekan personel. Usai apel, pasukan dibagi dan diperintahkan untuk melakukan penyisiran di kedua desa guna membubarkan warga yang masih berkeliaran di luar rumah.

Kegiatan penyisiran itu membuahkan hasil. Petugas gabungan menemukan dua orang warga Desa Kira yang masih berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dengan membawa senjata tajam jenis parang. Kedua orang tersebut langsung diamankan di Pos Pengamanan (Pos Pam) Desa Duma untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Memasuki pagi hari, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., kembali mengambil apel pagi. Dalam arahannya, ia memerintahkan personel untuk melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga guna melakukan pemeriksaan terkait kepemilikan senapan angin dan katapel yang berpotensi digunakan dalam konflik.

Kasi Humas Polres Halut, Iptu Hopni Saribu, S.H., menjelaskan bahwa aparat keamanan dikerahkan secara maksimal untuk mengendalikan situasi di lokasi konflik.

“Pengamanan dilakukan untuk mencegah eskalasi kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Personel gabungan disiagakan di sejumlah titik rawan serta melaksanakan patroli guna memantau pergerakan massa,” ujar Kasi.

Ia menambahkan, selain pengamanan terbuka dan tertutup, aparat juga melakukan langkah-langkah penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab bentrokan. Upaya ini sekaligus mendukung rekonsiliasi melalui pendekatan persuasif bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.

“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan cara-cara humanis dan tidak represif, agar situasi dapat segera dikendalikan dan masyarakat kembali beraktivitas dengan aman,” jelasnya.

Dalam operasi pengamanan ini, sebanyak lebih dari 200 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari personel Polri, TNI, serta personel Brimob Pelopor Batalyon C Tobelo. Para personel ditempatkan pada beberapa titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Transparansi Dana Desa Kopeang Disorot Keras: Baliho Tak Pernah Ada, Musrenbang Diduga Tertutup

0

Redaksi.co MAMUJU : Sorotan tajam mengarah pada pengelolaan Dana Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, untuk tahun anggaran 2024–2025. Hingga kini, baliho atau papan informasi penggunaan Dana Desa tak pernah terpasang. Akibatnya, masyarakat tidak mengetahui secara jelas besaran anggaran, program, maupun realisasi kegiatan desa. Kondisi ini memicu kecurigaan publik dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen pemerintah desa terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Ruspanna, pemuda sekaligus mahasiswa asal Kopeang, menilai Dana Desa merupakan anggaran negara yang wajib dikelola secara terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat. Ia menegaskan, ketiadaan baliho informasi mencerminkan lemahnya keterbukaan pemerintah desa kepada publik.

Masyarakat sebagai penerima manfaat memiliki hak penuh mengetahui penggunaan anggaran di desanya. Jika informasi tidak dibuka, wajar muncul tanda tanya besar,” tegasnya.

Tak hanya itu, pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) untuk penyusunan anggaran tahun 2026 juga dinilai tertutup. Mahasiswa yang sebelumnya telah mengonfirmasi jadwal kepada Sekretaris Desa mengaku tidak pernah mendapatkan informasi hingga kegiatan tersebut selesai dilaksanakan. Situasi ini menimbulkan kesan bahwa proses perencanaan pembangunan desa berjalan tanpa melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Secara regulasi, pemerintah desa wajib menjalankan prinsip transparansi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Desa serta Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Selain itu, Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa secara tegas mewajibkan publikasi APBDes melalui baliho atau papan informasi agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan anggaran.

Minimnya keterbukaan ini dinilai mencederai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Transparansi bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban hukum sekaligus tanggung jawab moral kepada masyarakat. Menutup akses informasi publik, khususnya terkait Dana Desa, berpotensi memicu ketidakpercayaan dan spekulasi negatif di tengah masyarakat.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, kecurigaan publik terhadap pengelolaan Dana Desa Kopeang tahun 2024–2025 dan perencanaan anggaran 2026 akan semakin menguat. Oleh karena itu, masyarakat dan mahasiswa mendesak pemerintah desa segera membuka seluruh informasi penggunaan anggaran, memasang baliho Dana Desa, serta memastikan Musrenbang ke depan dilaksanakan secara terbuka dan partisipatif.

Transparansi dana desa adalah kewajiban hukum. Menutup informasi kepada masyarakat sama dengan mencederai kepercayaan publik dan prinsip pemerintahan yang bersih. Jika keterbukaan tetap diabaikan, kami akan terus melakukan kontrol sosial,” tutup Ruspanna. (ZUL)

Tambak Udang Bakengkeng Disorot, Pemerintah Tegaskan Legal dan Dalam Pengawasan Ketat

0

Redaksi.co MAMUJU : Sorotan terhadap aktivitas budidaya udang vaname di Bakengkeng, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju. Pemerintah memastikan kegiatan tersebut bukan ilegal, melainkan usaha ekonomi masyarakat yang sedang menjalani proses pemenuhan legalitas secara bertahap dengan pengawasan aktif pemerintah.

Pihak DKP menegaskan bahwa kegiatan budidaya udang vaname yang dikelola Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di wilayah Bakengkeng merupakan aktivitas yang sah dan didampingi pemerintah. Legalitas usaha saat ini sedang dilengkapi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pengawasan lapangan dilakukan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat dan Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Tim melakukan pemeriksaan operasional tambak, wawancara dengan pengelola, serta evaluasi kepatuhan terhadap standar budidaya.

Salah satu fokus utama pengawasan adalah pemenuhan sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik yang menjadi acuan untuk menjamin keamanan pangan, kesehatan ikan, dan kelestarian lingkungan.

Berdasarkan hasil survei, udang vaname dinilai sebagai komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi. Meski demikian, pengembangannya harus memperhatikan pengendalian kualitas air, pengelolaan limbah tambak, serta keseimbangan ekosistem pesisir.

Perwakilan DKP Provinsi Sulawesi Barat menegaskan pentingnya percepatan sertifikasi CBIB agar kualitas produksi meningkat dan daya saing udang Sulawesi Barat di pasar nasional maupun internasional semakin kuat.

Pelaksana Tugas Kepala DKP Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, menyatakan hasil tinjauan lapangan menunjukkan dampak positif bagi masyarakat lokal, khususnya warga Dusun Bakengkeng dan Dusun Malasigo. Ia menambahkan kelompok usaha tersebut tengah mengurus kelengkapan legalitas dengan pendampingan langsung penyuluh perikanan di Kecamatan Kalukku.

Menanggapi isu dugaan pelanggaran perizinan, DKP Kabupaten Mamuju menegaskan proses perizinan bersifat bertahap dan saat ini sedang dilengkapi. Pemerintah daerah disebut tidak melakukan pembiaran, melainkan aktif melakukan pembinaan, pengawasan, serta pendampingan agar seluruh aspek legalitas terpenuhi, termasuk dokumen lingkungan dan kesesuaian pemanfaatan ruang.

DKP juga mengajak mahasiswa dan masyarakat sipil untuk mengawal pembangunan sektor perikanan secara objektif, konstruktif, dan berbasis data lapangan. Pemerintah Kabupaten Mamuju berkomitmen mendorong pengembangan budidaya perikanan berbasis pemberdayaan masyarakat, berkelanjutan, serta taat regulasi.

Setiap dinamika yang muncul, ditegaskan pemerintah, akan disikapi secara terbuka dan berdasarkan fakta lapangan. (ZUL)

Wagub Aceh Apresiasi Prestasi Habibi An Nawawi Dan Sambut Menko PM

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menunjukkan komitmen kuat dalam membangun semangat daerah melalui dua momentum penting di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Selasa, 31/3/2026

Wagub menyambut kepulangan dai muda berprestasi, Tgk. Habibi An Nawawi, sekaligus menerima kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Penyambutan Tgk. Habibi berlangsung khidmat dengan prosesi adat Aceh, mulai dari penyematan syal hingga peusijuk, yang sarat makna doa dan keberkahan. Momen ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga simbol penghargaan atas capaian generasi muda Aceh di kancah nasional.

Dalam pernyataannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan Tgk. Habibi sebagai juara nasional ajang dakwah menjadi bukti nyata kekuatan tradisi keilmuan Islam di Aceh. Ia menilai prestasi tersebut mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menuntut ilmu dan berkontribusi melalui dakwah yang konstruktif.

“Ini bukan sekadar kemenangan individu, tetapi kebanggaan kolektif masyarakat Aceh,” ujar Fadhlullah.

Tak berselang lama, Wagub kembali menyambut kedatangan Muhaimin Iskandar dalam rangka kunjungan kerja ke Aceh. Kehadiran pejabat pusat ini dimanfaatkan Pemerintah Aceh untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

Momentum ganda ini memperlihatkan dua arah pembangunan yang berjalan beriringan: penguatan sumber daya manusia melalui inspirasi tokoh muda, serta penguatan kebijakan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Pemerintah Aceh menegaskan bahwa sinergi tersebut menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ****

Dari Kalibata M. Syawali Serukan Aksi Nyata, Rumah Rakyat, Persatuan Jadi Senjata Menuju Indonesia Emas

0

Jakarta, Redaksi.Co — Di tengah suasana hening penuh penghormatan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Selasa (31/3/2026), pesan kebangsaan disuarakan dengan nada yang lebih tegas dan menggugah.

Ziarah dalam rangka Hari Jadi Bone ke-696 tak sekadar menjadi ritual mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga momentum melontarkan seruan aksi nyata bagi masa depan Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Asprumnas, M. Syawali tampil dengan pernyataan lugas,pembangunan tidak boleh lagi berjalan setengah hati, Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara konkret melalui penyediaan rumah rakyat yang terjangkau sekaligus memperkuat persatuan nasional tanpa sekat,“Kita ini satu Merah Putih. Tidak boleh lagi ada ego sektoral, Semua potensi bangsa harus digerakkan untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya.

M. Syawali menekankan, komitmen tersebut bukan sekadar retorika,Ia memastikan langkah investasi akan digerakkan secara masif di sejumlah wilayah strategis seperti Kertajati, Bone, Lampung hingga Sumatera Utara.

Langkah ini disebutnya sebagai upaya konkret menghapus ketimpangan pembangunan yang selama ini masih terasa,“Kita tidak ingin pembangunan hanya terpusat. Semua daerah harus bergerak dan maju bersama,” ujarnya dengan nada serius.

Namun di balik optimisme tersebut, M.Syawali juga melontarkan kritik sosial yang tajam, Ia menyoroti masih adanya masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekstrem, bahkan harus memulung sejak dini hari untuk bertahan hidup,“Ini fakta yang tidak boleh kita abaikan. Negara kaya seperti Indonesia tidak seharusnya membiarkan rakyatnya hidup seperti itu,” katanya.

Menurutnya akar persoalan bukan pada kurangnya sumber daya melainkan pada pengelolaan yang belum maksimal dan belum berpihak sepenuhnya kepada rakyat kecil.

Dalam konteks kepemimpinan nasional, M.Syawali menyatakan harapannya kepada Pak Prabowo Subianto untuk mampu membawa perubahan signifikan menuju Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,“Ini saatnya pembuktian. Kita butuh langkah besar dan keberanian untuk memastikan kesejahteraan benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Rahmat Mirzani Djausal,S.T.M.M.. yang dinilainya konsisten mendorong pembangunan daerah berbasis persatuan dan kolaborasi.

Lebih jauh, M.Syawali menyampaikan target ambisius: Indonesia harus mampu masuk dalam jajaran negara terkaya dunia pada 2045. Namun, ia menegaskan bahwa target tersebut hanya bisa tercapai jika seluruh elemen bangsa bergerak serempak,“Target itu realistis, tapi hanya jika kita serius,Tidak ada ruang untuk kerja biasa-biasa saja,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga “menantang” peran media agar tidak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga penggerak optimisme publik,“Media harus menjadi bagian dari solusi,Narasi yang dibangun harus menguatkan, bukan melemahkan,” katanya.

Senada, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T.M.M.. menegaskan bahwa kekuatan terbesar Indonesia terletak pada persatuan yang tidak boleh goyah oleh perbedaan,“Dari Sabang sampai Merauke, kita satu,Persatuan adalah fondasi utama menuju Indonesia maju,” ujarnya.

Dari Kalibata, pesan itu kini terdengar lebih keras dan jelas: Indonesia tidak kekurangan potensi, tetapi membutuhkan keberanian, ketegasan, dan persatuan untuk benar-benar bangkit,Bukan lagi sekadar wacana—melainkan waktu untuk bertindak.

Metode RFA RSUDMA Sumenep, Solusi Medis Berbasis Teknologi Canggih dan Modern 

0

Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep,Madura, Jawa Timur, kembali meluncurkan inovasi medis berbasis teknologi modern melalui metode Radio Frequency Ablation (RFA) untuk penanganan tumor tiroid jinak.

Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam mendekatkan layanan kesehatan canggih kepada masyarakat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit besar di luar daerah.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr.Erliyati,M.Kes,menegaskan bahwa kehadiran teknologi RFA merupakan wujud nyata transformasi layanan medis yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman

Radio Frequency Ablation adalah metode tindakan minimal invasif yang dirancang untuk memberikan solusi medis yang efektif tanpa harus melalui operasi besar. Prosedurnya cukup menggunakan jarum khusus dengan panduan teknologi, sehingga tingkat trauma pasien jauh lebih rendah dibandingkan tindakan bedah konvensional,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).

Erliyati menjelaskan, keunggulan metode tersebut tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada efisiensi waktu dan kenyamanan pasien.

“Dengan RFA, proses tindakan berlangsung relatif singkat, risiko komplikasi dapat ditekan secara signifikan, dan pasien umumnya tidak memerlukan rawat inap. Bahkan, dalam banyak kasus, pasien sudah dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu cepat. Ini tentu menjadi kemajuan besar dalam pelayanan kesehatan di daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, implementasi teknologi ini sekaligus menempatkan RSUDMA Sumenep ,sebagai salah satu fasilitas kesehatan progresif di Madura dalam menghadirkan layanan berbasis teknologi mutakhir.

“Kami ingin memastikan masyarakat Sumenep dan sekitarnya memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang setara dengan rumah sakit di kota besar. Inovasi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan,” tegasnya.

Untuk diketahui metode RFA / Radiofrequency Ablation sendiri merupakan sebuah prosedur medis minimal invasif yang menggunakan energi panas gelombang radio untuk menghancurkan jaringan abnormal (tumor) atau memblokir sinyal saraf nyeri. RFA sering digunakan untuk mengatasi nyeri kronis, benjolan tiroid, atau tumor hati tanpa operasi besar.

(HR)

Dari Kalibata Menggema Syawali Serukan Aksi Nyata Rumah Rakyat, Persatuan Jadi Senjata Menuju Indonesia Emas”

0

Jakarta, Redaksi.Co — Di tengah suasana hening penuh penghormatan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Selasa (31/3/2026), pesan kebangsaan disuarakan dengan nada yang lebih tegas dan menggugah.

Ziarah dalam rangka Hari Jadi Bone ke-696 tak sekadar menjadi ritual mengenang jasa pahlawan, tetapi juga momentum melontarkan seruan aksi nyata bagi masa depan Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi Asprumnas, M. Syawali, tampil dengan pernyataan lugas: pembangunan tidak boleh lagi berjalan setengah hati. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara konkret melalui penyediaan rumah rakyat yang terjangkau sekaligus memperkuat persatuan nasional tanpa sekat.

“Kita ini satu Merah Putih. Tidak boleh lagi ada ego sektoral. Semua potensi bangsa harus digerakkan untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya.
Syawali menekankan, komitmen tersebut bukan sekadar retorika. Ia memastikan langkah investasi akan digerakkan secara masif di sejumlah wilayah strategis seperti Kertajati, Bone, Lampung hingga Sumatera Utara. Langkah ini disebutnya sebagai upaya konkret menghapus ketimpangan pembangunan yang selama ini masih terasa.

“Kita tidak ingin pembangunan hanya terpusat. Semua daerah harus bergerak dan maju bersama,” ujarnya dengan nada serius.
Namun, di balik optimisme tersebut, Syawali juga melontarkan kritik sosial yang tajam. Ia menyoroti masih adanya masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekstrem, bahkan harus memulung sejak dini hari untuk bertahan hidup. “Ini fakta yang tidak boleh kita abaikan. Negara kaya seperti Indonesia tidak seharusnya membiarkan rakyatnya hidup seperti itu,” katanya.

Menurutnya, akar persoalan bukan pada kurangnya sumber daya, melainkan pada pengelolaan yang belum maksimal dan belum berpihak sepenuhnya kepada rakyat kecil.

Dalam konteks kepemimpinan nasional, Syawali menyatakan harapannya kepada Prabowo Subianto untuk mampu membawa perubahan signifikan menuju Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.

“Ini saatnya pembuktian. Kita butuh langkah besar dan keberanian untuk memastikan kesejahteraan benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada Rahmat Mirzani Djausal yang dinilainya konsisten mendorong pembangunan daerah berbasis persatuan dan kolaborasi.
Lebih jauh, Syawali menyampaikan target ambisius: Indonesia harus mampu masuk dalam jajaran negara terkaya dunia pada 2045. Namun, ia menegaskan bahwa target tersebut hanya bisa tercapai jika seluruh elemen bangsa bergerak serempak.
“Target itu realistis, tapi hanya jika kita serius. Tidak ada ruang untuk kerja biasa-biasa saja,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga “menantang” peran media agar tidak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga penggerak optimisme publik.
“Media harus menjadi bagian dari solusi. Narasi yang dibangun harus menguatkan, bukan melemahkan,” katanya.

Senada, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kekuatan terbesar Indonesia terletak pada persatuan yang tidak boleh goyah oleh perbedaan.
“Dari Sabang sampai Merauke, kita satu. Persatuan adalah fondasi utama menuju Indonesia maju,” ujarnya.

Dari Kalibata, pesan itu kini terdengar lebih keras dan jelas: Indonesia tidak kekurangan potensi, tetapi membutuhkan keberanian, ketegasan, dan persatuan untuk benar-benar bangkit. Bukan lagi sekadar wacana—melainkan waktu untuk bertindak.

Peduli Kesehatan Perempuan Madura, RSUDMA Sumenep Hadirkan Alat Pendeteksi Kanker Payudara

0

Mammografi adalah prosedur pencitraan medis menggunakan sinar-X dosis rendah untuk memindai jaringan payudara, bertujuan mendeteksi
dini kelainan seperti benjolan, kista, atau kanker payudara sebelum gejala fisik muncul.

Dimana payudara nantinya akan ditempatkan di antara dua lempeng mesin sinar-X, kemudian ditekan selama beberapa detik untuk mendapatkan gambar yang jelas. Proses ini berlangsung sekitar 15-30 menit.

Sebagai wujud komitmen dalam menyajikan kualitas layanan kesehatan terbaik, Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep,telah menghadirkan alat modern pendeteksi kanker payudara tersebut.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr.Erlyati, M.Kes,menegaskan
pihaknya selalu upgrade pelayanan, baik melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) maupun alat kesehatan.

“Alhamdulillah untuk lebih menyempurnakan pelayanan,tahun lalu khusus bagi kaum perempuan kami telah mendatangkan alat pemindai baru,pendeteksi kanker payudara yakni mammogram,” ujar Erliyati,selasa (30/03/26).

“Dengan pemeriksaan melalui mammografi ini, bisa segera diketahui apakah payudara pasien ada tumor, kanker, kista, penumpukkan kalsium, atau kelainan lainnya pada jaringan payudara,” imbuhnya.

Selain itu, Erliyati mengimbau agar masyarakat segera memeriksakan diri ke rumah sakit apabila dirasakan ada kelainan pada payudaranya.

“Makin dini pemeriksaan, maka makin mudah pengobatannya, juga angka kesuksesan terapi akan makin besar. Sebaliknya bila telat, maka penyakit akan sulit disembuhkan,” jelasnya.

Erliyati bertekad,agar supaya RSUDMA terus dapat menghadirkan yang terbaik untuk masyarakat.

“Kami sangat perlu dukungan dari semua pihak untuk mewujudkannya,kritik dan saran dari masyarakat sangat membantu dalam proses menjadikan rumah sakit ini menjadi yang terbaik,”tukasnya.

(HR)

*Tahap II Kasus Judi Online, Bareskrim Polri Serahkan 5 Tersangka Barang Bukti Rp55 Miliar ke Jaksa*

0

Jakarta , Redaksi.Co— Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melaksanakan Tahap II penanganan kasus perjudian daring dengan menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (31/3).

Penyerahan ini menandai bahwa berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P-21) dan siap untuk dilanjutkan ke tahap penuntutan di pengadilan. Dalam proses tersebut, JPU Murari Azis secara resmi menerima para tersangka dan barang bukti dari penyidik.

Kasubdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rizki Prakoso, menjelaskan bahwa Tahap II ini merupakan bagian penting dari rangkaian penegakan hukum terhadap praktik perjudian daring yang telah diungkap sebelumnya.

“Pelaksanaan Tahap II ini menunjukkan bahwa proses penyidikan telah berjalan secara profesional dan dinyatakan lengkap. Selanjutnya, penanganan perkara menjadi kewenangan Jaksa Penuntut Umum untuk dibawa ke persidangan,” ujar Kombes Rizki.

Dalam penyerahan tersebut, penyidik turut menyerahkan berbagai barang bukti, termasuk uang tunai yang diduga berasal dari aktivitas perjudian daring dengan nilai mencapai sekitar Rp55 miliar. Nilai tersebut mencerminkan besarnya skala jaringan perjudian yang berhasil diungkap oleh aparat penegak hukum.

Sementara itu, JPU Murari Azis menyatakan bahwa pihaknya telah menerima seluruh tersangka dan barang bukti, serta siap melanjutkan proses hukum ke tahap berikutnya.

“Kami telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik. Selanjutnya, kami akan mempelajari secara menyeluruh dan segera melimpahkan perkara ini ke pengadilan untuk proses penuntutan,” ungkap Murari.

Seluruh tersangka kini berada dalam tanggung jawab JPU untuk proses hukum lebih lanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Perkara ini terkait dugaan tindak pidana perjudian sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Kombes Rizki menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kejaksaan guna memastikan kelancaran proses hukum hingga tahap persidangan. Ia juga menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberantas praktik perjudian daring secara tegas dan berkelanjutan.

“Bareskrim Polri berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan siber, termasuk perjudian online, serta memastikan seluruh proses hukum berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum,” tegasnya.

Saat ini, jadwal persidangan masih menunggu penetapan dari pengadilan. Sementara itu, penyidik memastikan akan terus mendukung proses penuntutan dengan melengkapi kebutuhan yang diperlukan oleh jaksa.

Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Erliyati Lakukan Monitoring Pasca Cuti Lebaran 2026

0

Baru-baru ini, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr. Erliyati, melakukan monitoring pelayanan di Poli Terpadu.

Erliyati mengatakan ,kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,pasca cuti bersama Idul Fitri.

“Pengecekan langsung sangat penting kita lakukan untuk memastikan seluruh sistem pelayanan sudah berjalan dengan baik dan sesuai standar,” ungkapnya.

Ia menyebut, peningkatan kualitas pelayanan harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang maksimal, profesional, dan humanis.

“Monitoring ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen manajemen rumah sakit dalam menjaga kualitas layanan, terutama setelah peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B,”terangnya.

“Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Kabupaten Sumenep, sekaligus memperkuat peran RSUDMA sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan di daerah,” tegasnya.

(HR)