Beranda blog Halaman 261

Izin Dipertanyakan, Lingkungan Terancam: Tambak Udang di Kalukku Picu Polemik Panas

0

Redaksi.co MAMUJU : Aktivitas tambak udang milik Srikandi Paname di Bekengkeng, Desa Belang-Belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, kini menjadi sorotan panas. Himpunan Mahasiswa Manakarra (HMM) secara terbuka “menyerang” operasional tambak tersebut yang diduga kuat berjalan tanpa mengantongi izin-izin krusial. Dugaan ini memicu alarm keras soal potensi pelanggaran hukum sekaligus ancaman serius terhadap ekosistem pesisir.

Hasil investigasi lapangan dan kajian mendalam HMM menemukan indikasi kuat bahwa tambak udang tersebut tetap beroperasi meski belum memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan lingkungan yang diwajibkan undang-undang. Temuan ini langsung memantik kritik tajam dan tuntutan tindakan tegas dari pemerintah.

Tiga Dugaan Pelanggaran Besar Ketua HMM Lukman, mengungkapkan sedikitnya tiga izin vital yang diduga diabaikan oleh pengelola tambak:

1. KKPPRL (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut) Tambak disebut menggunakan ruang laut tanpa validasi zonasi pesisir yang sah.

2. ALSE (Pemanfaatan Air Laut Selain Energi) Pengambilan air laut secara masif diduga dilakukan tanpa dokumen resmi.

3. AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) Tidak adanya dokumen AMDAL transparan menimbulkan kekhawatiran pencemaran limbah ke lingkungan pemukiman dan pesisir.

Kami menyayangkan praktik usaha yang mengabaikan regulasi lingkungan. Tanpa AMDAL dan izin pemanfaatan ruang laut, operasional tambak ini bukan hanya bermasalah secara administratif, tapi juga ancaman nyata bagi ekosistem laut,” tegas Lukman.

Lukman mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Barat serta aparat penegak hukum segera melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Jika terbukti melanggar, mereka meminta operasional tambak dihentikan total hingga seluruh izin dipenuhi.

Pembangunan ekonomi penting, tapi tidak boleh dengan menabrak hukum dan merusak alam. Jika tidak ada tindakan tegas, kami siap turun ke jalan,” ancamnya.

Lukman juga mengaku telah melakukan advokasi ke dinas terkait dan perwakilan kementerian DKP Sulawesi Barat. Pihak perwakilan kementerian disebut membenarkan bahwa tambak yang telah beroperasi lebih dari satu tahun itu tidak mengantongi izin KKPPRL, ALSE, dan AMDAL, serta hanya memiliki izin usaha.

Situasi ini kini menjadi bom waktu, antara kepentingan investasi perikanan dan kewajiban menjaga lingkungan. Publik menunggu, apakah pemerintah akan bertindak tegas, atau polemik ini akan berujung gelombang demonstrasi mahasiswa yang lebih besar? (ZUL)

Polda Malut Fasilitasi Pertemuan Lintas Elemen di Halut, Wujudkan Cooling System dan Jaga Kondusifitas

0

REDAKSI.CO – Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) mengambil peran strategis dalam meredam dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Halmahera Utara dengan memfasilitasi pertemuan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta para tokoh agama dan masyarakat, Senin (30/3) malam.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kapolres Halmahera Utara, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, pukul 21.00 WIT itu diprakarsai Polda Malut sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga stabilitas keamanan pasca rangkaian insiden yang sempat menimbulkan ketegangan di masyarakat.

Direktur Intelkam Polda Malut, Kombes Pol. Yushfi M. Nasution, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Hum., secara langsung memimpin jalannya forum yang dihadiri oleh Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W., S.H., S.I.K., M.I.K., Kapolres Halmahera Utara AKBP Ericshon Pasaribu, S.I.K., Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Ketua PHGBI Yudhihart Noya, FKUB Halut Ellsabeth Iwisara, Tokoh Agama Hi. Amir Hi. Saleh, PC NU Halut Husain Horu, Ketua MUI Halut Hi. Hadar Ahmad, Ketua GBI Halut Pdt. Theo Kumendong, Ketua PHBI- Halut Iswan Lolahi, Ketua GMKI Halut Aksandry Kitong, Tokoh Pemuda Gunawan Abas, serta Sekretaris GMKI Halut Yosafat KotaLaha.

Direktur Intelkam Polda Malut, Kombes Pol. Yushfi M. Nasution, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menangani potensi konflik yang berkembang di masyarakat.

“Polisi hadir untuk memastikan bahwa komunikasi antar elemen tetap terbuka. Potensi kesalahpahaman yang sempat berkembang harus diminimalisir melalui klarifikasi langsung dari pihak-pihak terkait,” ujar Direktur.

Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., mengapresiasi inisiatif Polda Malut yang dinilainya cepat dan responsif dalam menangani dinamika Kamtibmas di wilayahnya.

“Pemerintah daerah sangat berterima kasih kepada Polda Malut yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Langkah ini menunjukkan bahwa negara hadir dan serius dalam menjaga stabilitas keamanan di Halmahera Utara,” ujar Bupati.

Para tokoh agama yang hadir, termasuk Ketua MUI Halut Hi. Hadar Ahmad dan perwakilan FKUB Halut Ellsabeth Iwisara, turut menyampaikan apresiasi serupa. Mereka menilai forum yang difasilitasi kepolisian tersebut menjadi ruang efektif untuk meluruskan informasi yang sempat berkembang dan menegaskan bahwa tidak ditemukan unsur penistaan agama dalam percakapan yang viral di masyarakat.

Para tokoh agama yang hadir turut mengambil peran penting dalam menurunkan eskalasi isu. Ketua MUI Halut, Hi. Hadar Ahmad, bersama perwakilan FKUB dan tokoh lintas agama lainnya sepakat menegaskan bahwa dalam percakapan yang beredar tersebut tidak ditemukan adanya unsur penistaan agama. Sikap saling menahan diri dan penekanan pentingnya toleransi menjadi kesepahaman utama di antara para pemuka agama.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Ericshon Pasaribu, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif serta proses identifikasi terkait insiden pelemparan yang sempat terjadi. Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat adalah bentuk nyata negara dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Dukungan dari tokoh masyarakat, termasuk Sdr. Aksandry Kitong yang turut membantu proses penegakan hukum, menjadi indikator positif bahwa sinergitas antara warga dan aparat berjalan dengan baik. Ini berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap proses hukum yang sedang berjalan,” jelas Kapolres.

Sebagai langkah preventif ke depan, seluruh elemen yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial serta akan aktif menyampaikan klarifikasi secara terbuka jika ditemukan informasi yang keliru.

“Kesepahaman ini penting, mengingat sebagian besar eskalasi isu dipicu oleh penyebaran informasi yang tidak utuh di ruang digital. Mari kita jaga Halmahera Utara tetap kondusif,” pungkas Direktur.

Di akhir pertemuan, seluruh elemen yang hadir menyepakati komitmen bersama untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial serta menyampaikan klarifikasi secara terbuka jika ditemukan informasi yang keliru. Kesepakatan ini difasilitasi dan didorong oleh Polda Malut sebagai langkah preventif guna menjaga kondusivitas wilayah Halmahera Utara ke depan.

Pengamat Ekonomi Dipo Satria Ramli Hadiri Halal Bihalal Dan Diskusi Penggamat Sebelum Penggamat Di Tertibkan”

0

Pengamat Ekonomi Dipo Satria Ramli Hadiri Halal Bihalal Dan Diskusi Komonitas Penggamat ,.Dengan Tema “Sebelum Penggamat Di Tertibkan”.

 

 

 

Komunitas pengamat menggelar acara Halal Bihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Senin (31/03/26). Acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi terbuka atas dinamika hubungan antara pemerintah dan para pengamat di tengah wacana penertiban yang sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

 

Pengamat Ekonomi Dipo Satria Ramli menyoroti berbagai kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai masih memiliki sejumlah kelemahan, terutama dalam hal pelibatan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

 

Menurut Dipo, saat ini sekitar 50 persen anggaran negara difokuskan pada delapan program prioritas, seperti KOPDES, MBG, dan sektor kesehatan. Namun, ia menyayangkan implementasi program-program tersebut cenderung bersifat sentralistik.

 

“Dengan anggaran besar, misalnya MBG yang mencapai lebih dari Rp350 triliun, sangat disayangkan karena tidak melibatkan UMKM. Padahal ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi,” ujarnya.

 

Dipo juga mengingatkan adanya potensi fenomena crowding out, yakni ketika dominasi pemerintah dalam pelaksanaan program justru menghambat partisipasi sektor swasta dan pelaku usaha kecil.

 

“Kalau pemerintah terlalu dominan, pelaku usaha kecil tidak akan mampu bersaing. Akhirnya mereka memilih mundur karena merasa tidak punya peluang,” jelasnya.

 

Ia mencontohkan sejumlah kebijakan yang mewajibkan penggunaan satu supplier tertentu, yang justru memicu kenaikan harga dan menunjukkan ketidaksiapan sistem distribusi pemerintah.

 

Selain itu, Dipo menyoroti potensi ketidakefisienan dalam program, termasuk munculnya limbah makanan (food waste) di beberapa daerah serta inflasi bahan pangan.

 

“Kalau program berjalan efektif, seharusnya tidak ada limbah. Ini indikasi ada yang tidak berjalan optimal,” tambahnya.

 

Menanggapi target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah, Dipo menyatakan pesimistis target tersebut dapat tercapai dalam waktu dekat.

 

“Dengan model yang terlalu terpusat seperti ini, target 8 persen dalam 2026 atau 2027 rasanya sulit tercapai,” tegasnya.

 

Ia juga menyinggung pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program-program besar pemerintah untuk mencegah potensi penyimpangan.

 

“Harus ada keterbukaan—siapa pelaksana, berapa biaya, dan bagaimana pengawasannya. Tanpa itu, potensi masalah selalu ada,” ujarnya.

 

Diskusi dalam acara ini juga mengaitkan situasi terkini, termasuk meningkatnya kekhawatiran pasca insiden penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, yang dinilai menjadi sinyal penting bagi kebebasan berpendapat di Indonesia.

 

Dipo menekankan pentingnya pelibatan UMKM dalam setiap program strategis pemerintah.

 

“Kalau UMKM tidak dilibatkan, perputaran ekonomi akan semakin mengecil. Justru mereka yang paling rentan terhadap gejolak, termasuk kenaikan harga pangan dan kondisi global,” pungkasnya.

 

Acara Halal Bihalal ini menjadi momentum penting bagi para pengamat untuk menyuarakan pandangan kritis sekaligus menjaga ruang dialog yang konstruktif dalam pembangunan nasional.

Gelar Halal Bihalal,Pererat Silaturahmi dan Kuatkan Semangat Kebersamaan RSUDMA Sumenep

0

Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep,menggelar Halal Bihalal.Acara ini menjadi momen untuk mempererat tali silaturrahim antar pegawai sekaligus menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan profesional, humanis, dan penuh empati kepada masyarakat.

Kegiatan ini dirangkai dengan penandatanganan prasasti renovasi kamar mandi dan Masjid Al Hasanah oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim.

Renovasi masjid diharapkan menghadirkan kenyamanan lebih bagi pasien, keluarga pasien, dan seluruh keluarga besar RSUDMA.

Bertema “Perkuat Silaturrahim dengan Empati dalam Bingkai Bismillah Melayani”, acara dihadiri jajaran manajemen, tenaga kesehatan, dan karyawan.

Kehadiran Wakil Bupati tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sebagai penceramah yang menyampaikan tausiyah tentang nilai silaturrahim, empati, dan keikhlasan.

“Pelayanan yang dilandasi empati dan keikhlasan akan menghadirkan keberkahan, baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan itu sendiri,” ujar KH. Imam Hasyim.

Direktur RSUD, dr. Eeliyati, M.Kes, menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momen introspeksi dan evaluasi diri bagi seluruh staf.

“Halal Bihalal ini mengingatkan kami untuk selalu melayani dengan hati yang tulus,renovasi Masjid Al Hasanah menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit terhadap kenyamanan ibadah pasien dan pegawai.

Kami berharap setiap pelayanan yang kami berikan menjadi ladang kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat Sumenep.” ungkapnya.

Erliyati menambahkan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal medis, tetapi juga soal empati, kebersamaan, dan nilai spiritual.

“Kami harapkan,dengan terselenggaranya Halal Bihalal ini, RSUDMA kedepan,lebih profesional lagi dalam memberikan pelayanan, humanis, dan berlandaskan nilai spiritual, di mana setiap pelayanan bukan sekadar pekerjaan, melainkan ibadah bagi kita untuk masyarakat Sumenep,” tukasnya.

(HR)

Wabup Aceh Barat Said Fadheil Bersama Plt. Sekda Dr.Kurdi Tinjau Kesiapan Venue Pelaksanaan Tabligh Akbar

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, didampingi Plt. Sekda Dr. Kurdi meninjau langsung kesiapan venue pelaksanaan Tabligh Akbar dan Halal Bihalal Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang akan digelar di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Selasa, 31/3/2026

Dalam peninjauan tersebut, Said menyampaikan bahwa persiapan kegiatan sudah hampir rampung. Berbagai fasilitas pendukung, mulai dari panggung utama hingga area jamaah, telah disiapkan guna memastikan kelancaran acara.

Ia juga menegaskan bahwa kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama. “Kita ingin masyarakat yang hadir bisa merasa nyaman saat mengikuti syiar yang akan disampaikan,” ujarnya.

Tabligh Akbar ini rencananya akan menghadirkan, Tgk Habibi Nawawi, juara Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar 2026

Meski persiapan sudah hampir selesai, Said tetap mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kesadaran bersama sangat penting demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh jamaah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat mengikuti dan menyaksikan tabligh akbar ini dengan tetap menjaga kebersihan dan ketertiban, sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi kita semua,” tutupnya ****

Dandim Purworejo: Jembatan Garuda III-IV Dorong Ekonomi &Percepat Akses Masyarakat

0

𝙋𝙐𝙍𝙒𝙊𝙍𝙀𝙅𝙊 || 𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞.𝙘𝙤 – Komandan Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja bersama Forkopimda Kabupaten Purworejo mengikuti kegiatan groundbreaking pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap III dan IV yang dilaksanakan secara serentak di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Botodaleman, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Selasa (30/3/2026).

Kegiatan groundbreaking dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., yang terpusat dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dan diikuti secara serentak oleh seluruh jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja menyampaikan bahwa untuk wilayah Kodim 0708/Purworejo, pembangunan jembatan gantung dilaksanakan di tiga titik lokasi, yakni Desa Botodaleman, Kecamatan Bayan, Desa Pagel Dlangu, Kecamatan Butuh, serta Desa Sidoarjo, Kecamatan Purwodadi.

Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan jembatan gantung ini memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat. Jembatan tersebut akan menjadi akses vital dalam mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, serta pertanian. Selain itu, keberadaan jembatan juga akan menghubungkan dua desa di masing-masing wilayah sehingga mempermudah mobilitas warga.

Dandim berharap, dengan adanya bantuan pembangunan jembatan gantung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebelumnya, pembangunan jembatan serupa juga telah selesai dilaksanakan di Desa Plipir, Kabupaten Purworejo.

“Semoga jembatan gantung ini mampu membuka akses ekonomi masyarakat desa setempat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Purworejo pada umumnya,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Dandim menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas bantuan pembangunan Jembatan Gantung Garuda.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, atas bantuan pembangunan jembatan gantung Garuda. Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Polres Purworejo Bekuk Pengedar Sabu di Parkiran Minimarket Butuh

Sementara itu, Kepala Desa Botodaleman Suwandi juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas bantuan pembangunan jembatan gantung Garuda. Ia menyebutkan bahwa jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat sebagai akses penunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pertanian. (**)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝙆𝙤𝙙𝙞𝙢 0708 𝙋𝙪𝙧𝙬𝙤𝙧𝙚𝙟𝙤

𝙋𝙪𝙗𝙡𝙞𝙨𝙝𝙚𝙧: 𝙒𝙖𝙝𝙞𝙙𝙪𝙣

Wagub Aceh, Transparansi Jadi Kunci Pengelolaan Keuangan Daerah

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah saat menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Aceh (unaudited) Tahun Anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh,pada Selasa (31/3/2026

Penyerahan laporan tersebut dilakukan langsung kepada Kepala BPK RI Perwakilan Aceh, Andri Yogama, di Kantor BPK setempat.

Dalam keterangannya, Fadhlullah menyampaikan bahwa capaian pengelolaan keuangan Pemerintah Aceh tahun 2025 menunjukkan hasil yang positif. Realisasi pendapatan tercatat sebesar Rp10,69 triliun atau 100,07 persen dari target, sementara realisasi belanja mencapai Rp10,65 triliun atau 95,42 persen.

Dek fadh mengungkapkan capaian tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Aceh dalam mengelola keuangan secara tertib, transparan, dan akuntabel.

“Ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar Fadhlullah.

Wagub juga menambahkan bahwa keberhasilan Pemerintah Aceh dalam meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sepuluh tahun berturut-turut sejak 2015 hingga 2024 menjadi motivasi untuk terus mempertahankan integritas dalam tata kelola keuangan daerah.

“Kami berharap capaian ini dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada tahun ini,” tambahnya.

Fadhlullah turut mengapresiasi peran BPK RI yang selama ini konsisten memberikan pendampingan dan pengawasan dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

Sementara itu, BPK RI Perwakilan Aceh dijadwalkan akan memulai proses pemeriksaan laporan keuangan pada 6 April 2026, dengan penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) paling lambat dua bulan setelah laporan diterima.

Selain Pemerintah Aceh, sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Aceh juga turut menyerahkan laporan keuangan pada kesempatan tersebut, menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel ****

RSUDMA Sumenep Maknai Lebaran Untuk Teguhkan Janji Pengabdian Tak Pernah Henti

0

Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, segenap keluarga besar RSUDMA Sumenep menyampaikan ucapan selamat dengan penuh kehangatan dan ketulusan kepada seluruh masyarakat.

“Masih disuasana lebaran,Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang penuh kemenangan ini, kita semua kembali ke fitrah, diberikan kesehatan lahir dan batin, serta senantiasa dilimpahi keberkahan dalam setiap langkah kehidupan, ujar dr. Erliyati, M.Kes,Senin lalu.

Erliyati menyebut, Idul Fitri adalah momen istimewa yang mengajarkan arti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian yang lebih dalam terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat pengabdian yang tak pernah henti yang terus dijaga oleh seluruh tenaga kesehatan.

Lebaran bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang bagaimana kita menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap semangat saling memaafkan dan kepedulian ini terus hidup, tidak hanya di hari raya, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” sebutnya.

Erliyati juga mengatakan, kesehatan menjadi bagian penting dari kebahagiaan itu sendiri. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh di tengah euforia perayaan.

“Semoga masyarakat Sumenep selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, dan dijauhkan dari segala penyakit. Karena kesehatan adalah kunci untuk menjalani hidup dengan penuh makna,” tutupnya.(HR)

Polres Purworejo Bekuk Pengedar Sabu di Parkiran Minimarket Butuh

0

PURWOREJO || 𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞.𝙘𝙤 – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purworejo kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Seorang pria berinisial KHR (33), warga Desa Kedungbulus, Kebumen, berhasil diringkus petugas saat hendak mengantarkan pesanan sabu di wilayah Kecamatan Butuh.

​Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang diduga sebagai transaksi narkotika. Menindaklanjuti hal tersebut, tim opsnal melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya melakukan penyergapan pada:

  • Waktu: Senin, 2 Maret 2026, pukul 00.30 WIB.
  • Lokasi: Depan sebuah minimarket di Desa Kaliwatu Kranggan, Kecamatan Butuh, Purworejo.

​Petugas yang melakukan penyamaran mencurigai gerak-gerik pelaku yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Vario putih. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan bukti digital dan fisik yang tidak dapat dibantah oleh pelaku.

​Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:

    • Narkotika: 2 plastik klip sabu (berat netto 0,88 gram dan 0,30 gram).
    • Peralatan: 2 buah sedotan (warna merah dan hijau) yang diduga sebagai alat pendukung.
    • Komunikasi: 1 unit smartphone Realme hitam berisi riwayat transaksi via WhatsApp.
    • Kendaraan: 1 unit sepeda motor Honda Vario warna putih.

​”Pelaku mengaku barang tersebut baru saja diambil sesuai petunjuk di handphone dan rencananya akan diserahkan kepada rekannya,” jelas Wakapolres Purworejo, Kompol Nana Edi Sugito, S.H., dalam konferensi pers.

​Akibat perbuatannya, KHR kini harus mendekam di sel tahanan dan dijerat dengan pasal berlapis:

      1. Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
      2. Pasal 609 ayat (1) UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP (perubahan terbaru tahun 2026).
      3. Ancaman Pidana: Maksimal 15 tahun penjara.

​𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Sinergi Warga dan Perantau: Halalbihalal Dukuh Puring Pererat Silaturahmi di Hari Kemenangan

​Polres Purworejo menegaskan bahwa narkotika adalah ancaman serius bagi stabilitas keamanan dan masa depan generasi muda. Kompol Nana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif.

​”Jangan ragu untuk melapor. Peran aktif masyarakat adalah kunci utama kami dalam memutus rantai peredaran narkoba di wilayah Purworejo,” pungkasnya. (*/𝙒𝙎)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝙎𝙞 𝙃𝙪𝙢𝙖𝙨 𝙋𝙤𝙡𝙧𝙚𝙨 𝙋𝙪𝙧𝙬𝙤𝙧𝙚𝙟𝙤

𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙋𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙨: 𝙒𝙖𝙝𝙞𝙙𝙪𝙣

Festival Ketupat 2026, Erliyati; Momen Penting Bangun Sinergi Lintas Sektor,Demi Perkuat Layanan Publik

0

Tahun ini,Pemerintah Kabupaten Sumenep,kembali gelar Festival Ketupat 2026,acara yang bertempat di kawasan wisata Pantai Lombang itu diikuti oleh semua OPD yang ada di Sumenep.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. H.Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr. Erliyati M.Kes,mengatakan ,kegiatan rutinan tersebut tidak hanya sebagai bentuk partisipasi seremonial, namun merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, instansi pelayanan, dan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bagus dalam membangun sinergi,karena tidak hanya di ruang kerja, tapi juga melalui kebersamaan dalam kegiatan sosial dan budaya seperti ini,dapat memperkuat hubungan lintas sektor,dan kami RSUDMA akan mendukung penuh terhadap kegiatan budaya dan pariwisata daerah,” ujar Erliyati,

Erliyati juga menegaskan bahwa nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan tulus yang diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di rumah sakit harus terus dijaga dan diperkuat, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja.

“Saya berharap ,momen ini bisa memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan sekaligus membangun semangat kebersamaan untuk memajukan Sumenep,khususnya dibidang Sosial dan Budaya,” tegasnya.