Senin, Maret 30, 2026
Beranda blog Halaman 256

Secara Aklamasi T.Ronal Nehdiansyah Terpilih Jadi Ketua Dewan Kesenian Aceh Barat Priode 2025-2029

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dewan Kesenian Aceh Barat melaksanakan Musyawarah Daerah( Musda) Ke- IV tahun 2025 yang dilangsungkan di gedung PKK kabupaten Aceh Barat pada Senin 7/7/2025

Musda yang dilaksanakan diikuti oleh Peserta dari seluruh Sanggar Kesenian yang ada di kabupaten Aceh Barat.

Acara musda di buka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat,Dr Husensah SPd.MPd,atas nama Bupati Aceh Barat

Pada Musda ini secara aklamasi peserta musda ke IV memilih T.Ronal Nehdiansyah sebagai Ketua Dewan Keseniian Kabupaten Aceh Barat untuk priode 2025-2029

Teuku Nasrudin.LB selaku Ketua Panitia pelaksana Musyawarah Daerah(Musda) Dewan Kesenian Ke IV ini dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia kepada seluruh panitia pelaksana yang telah mensukseskan Perhelatan acara

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia
yang sudah berkerja selama pelaksanaan kegiatan berlangsung,dan terimakasih juga kepada masing masing ketua atau pengurus sanggar sudah bersedia untuk hadir dan mensukseskan acara ini ” Ujarnya

Sementara,ketua terpilih T.Ronal Nehdiansyah mengucapkan terimakasih
Kepada seluruh peserta musyawarah.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta musyawarah yang telah memberikan kepercayaan sebagai ketua Dewan Kesenian dan saya mohon dukungan dari semua yang terlibat dalam organisasi,agar kedepannya kita bisa saling bersinergi dalam memajukan kesenian di kabupaten Aceh Barat ” Pungkasnya ****.

Sekda Sumsel Tutup Festival TMII: Tradisi, Ekonomi Kreatif,dan Warisan Budaya Jadi Pilar Masa Depan

0

Redaksi.co | Jakarta,- Festival Seni Tradisi Sumsel 2025 yang digelar selama dua hari di Anjungan Sumsel, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, secara resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs H Edward Candra, M.H yang mewakili daripada pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel dalam hal ini Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M dan Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, Minggu (6/7/2025) sore.

Festival ini menampilkan ragam seni tradisional dari empat kabupaten, yakni Ogan Komering Ilir (OKI) Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Muara Enim, dan Musi Rawas. Keempat daerah tersebut menampilkan seni tari, musik tradisional, hingga pertunjukan khas daerah masing-masing.

Dalam sambutan Sekda Provinsi Sumsel H Edward Candra, M.H menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel serta Dekranasda Sumsel yang dinilai telah sukses menyatukan elemen seni dan budaya dalam sebuah kolaborasi apik.

Festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga panggung bagi kita semua untuk mengenali dan mencintai warisan leluhur yang luar biasa. Saya ucapkan terima kasih kepada para seniman, budayawan, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan masyarakat yang telah berkontribusi

“Dirinya mendorong agar kegiatan serupa dapat digelar secara bergantian oleh kabupaten dan kota di Sumsel, sebagai upaya merata dalam pelestarian budaya dan promosi pariwisata daerah (Pemda),” ujar Edward Candra.

Kemudian, dengan optimisme tinggi, berharap agar Festival Seni Tradisi dapat menjadi ruang kreatif regenerasi budaya dan turut mengangkat daya saing pariwisata daerah. “Sumsel berbudaya, Sumsel berdaya saing.

Saya berharap setiap daerah di Sumsel ke depan bisa menyelenggarakan festival serupa. Dengan begitu, kita tidak hanya melestarikan seni dan budaya, tetapi juga menciptakan efek ekonomi positif bagi masyarakat lokal..

“Selain pertunjukan seni, festival juga menyajikan talk show bertema aksara ulu yang dipandu oleh komunitas pecinta aksara ulu, serta sesi diskusi tentang pengembangan ekonomi kreatif bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf),” ungkap Sekda Sumsel.

Menurut Kepala Disbudpar Sumsel Ir Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si dalam laporannya menyebut kegiatan ini sebagai salah satu strategi promosi budaya yang diharapkan berkelanjutan. Kami ingin Sumsel dikenal tak hanya sebagai daerah kaya alam, tapi juga kebudayaan.

“Ia menambahkan bahwa ke depan, keberlanjutan festival ini akan memperkuat identitas budaya masyarakat Sumsel dan memperluas jejaring antar pelaku budaya, baik di dalam maupun luar daerah,” katanya.

Turut hadir dalam acara penutupan ini Ketua Dekranasda Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sumsel Desi Edward Candra, Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel Dr Darmayanti, S.E., M.M, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel.

POSE RI dan SMS Desak Kapolda Sumsel Evaluasi Kapolsek Keluang Terkait Mafia Minyak Ilegal

0

Warta In | PALEMBANG, – Puluhan massa yang tergabung dalam Serikat Masyarakat Sumatera Selatan (SMS) dan Dewan Pimpinan Pusat POSE RI (Pemerhati Organisasi Sosial & Ekonomi Republik Indonesia) serta Jo Media partner menggelar aksi damai di depan Mapolda Sumsel, Senin siang (7/7). Mereka menuntut Kapolda Sumsel mengusut dugaan praktik setoran ilegal yang diduga melibatkan oknum anggota Polsek Keluang, Musi Banyuasin.

Dalam orasinya, massa membawa spanduk besar bertuliskan tuntutan terhadap Kapolda Sumsel untuk menindak tegas dugaan penerimaan setoran uang dari aktivitas sumur minyak ilegal (illegal refinery) oleh oknum Polsek Keluang. Mereka juga menuding bahwa lemahnya penindakan terhadap mafia minyak di daerah tersebut disebabkan adanya “setoran bulanan” dari para pelaku kepada oknum aparat.

“Kami datang hari ini bukan untuk membuat keributan, tapi menuntut keadilan! Jika benar ada aparat yang membekingi praktik ilegal, itu pengkhianatan terhadap hukum,” teriak ketua pose RI Desri Nago melalui pengeras suara.

Selain menyampaikan aspirasi melalui orasi, peserta aksi juga membawa sejumlah spanduk, di antaranya bertuliskan:

“Hormati Kapolda Sumsel – Tangkap yang diduga terima setoran uang setiap kebakaran sumur minyak ilegal”

“Polsek Keluang diduga tidak bisa menangkap mafia minyak yang melanggar hukum”

Dalam aksi yang berlangsung damai ini, tampak aparat kepolisian mengawal jalannya kegiatan hingga selesai. Perwakilan massa juga mengajukan permintaan audiensi dengan pihak Polda Sumsel agar laporan mereka bisa ditindaklanjuti secara serius.

Pihak SMS menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dari pihak kepolisian, mereka akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.

Usai menggelar aksi damai di depan Mapolda Sumatera Selatan, perwakilan massa dari Serikat Masyarakat Sumatera Selatan (SMS) dan Dewan Pimpinan Pusat POSE RI Serta Jo Media Partner menyerahkan langsung surat resmi laporan dan tuntutan mereka kepada pihak Polda Sumsel,

Penyerahan dokumen dilakukan di depan gerbang utama Mapolda Sumsel dan diterima oleh perwakilan dari Kepolisian Daerah Sumatera Selatan yang saat itu turut mengamankan jalannya aksi.

Sementara itu massa aksi di terima oleh Kapolda Sumsel yang di wakilu oleh Bambang Unit 2 Polda Sumsel yang mengatakan aspirasinya dari kawan-kawan akan kita sampaikan dengan pimpinan.

OPTIMALISASI TPA KEBON KONGOK DIMULAI, 6 UNIT BREAKER BOM-BOM GROUP DITERJUNKAN

0
oplus_2

OPTIMALISASI TPA KEBON KONGOK DIMULAI, 6 UNIT BREAKER BOM-BOM GROUP DITERJUNKAN

Lombok Barat, Redaksi.co — Proyek optimalisasi Landfill 2 TPA Kebon Kongok Zona 2B resmi berjalan. Proyek senilai Rp 3,49 miliar ini dikerjakan oleh PT. Pandu Mitra Jaya Abadi dengan diawasi langsung oleh CV. Geo Citra, berdasarkan kontrak No. 601/62/SPK/CK/DPUR/2025 tertanggal 11 Juni 2025.

oplus_34

Pantauan di lokasi, Senin (7/7/2025), terlihat aktivitas pekerjaan berjalan lancar. Sejumlah alat berat seperti excavator merek Sumitomo, Hyundai, dan Sany dikerahkan untuk mempercepat proses pengerjaan.

Menariknya, 6 unit breaker milik perusahaan besar BomBom Group atau PT. CWU (Candra Wijaya Utama) turut diperbantukan dalam proyek ini. Kehadiran alat-alat berat tersebut semakin mempercepat proses pemecahan batu dan pengerasan area landfill, sesuai standar teknis.

oplus_2

Selain itu, para helper dan operator alat berat juga terlihat lengkap mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti rompi, helm proyek, dan sepatu safety. Penggunaan APD tersebut menjadi wujud kepatuhan terhadap aturan keselamatan kerja sebagaimana diatur dalam Pasal 86 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang menyebutkan bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

oplus_2

Proyek ini dijadwalkan selesai dalam waktu 120 hari kalender, tepatnya pada 8 Oktober 2025. Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang berharap proyek ini dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi pengelolaan sampah di TPA Kebon Kongok, Lombok Barat.

Read : HS2025 Abach Uhel

Sumber : Media Nasional  investigasi-Redaksi.Co

Bupati Aceh Barat Serahkan Rancangan Qanun APBK Tahun Anggaran 2024

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyerahkan Rancangan Qanun Kabupaten Aceh Barat tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun Anggaran 2024 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Senin 7/7/2025)

Penyerahan berlangsung dalam Rapat Paripurna ke-IV Masa Sidang ke-II di Ruang Sidang Utama DPRK.

Rapat paripurna ini dihadiri langsung Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH, jajaran anggota DPRK, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Bupati Tarmizi mengungkapkan rasa syukur karena Pemkab Aceh Barat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Pencapaian ini menjadi prestasi membanggakan karena berhasil dipertahankan selama 11 tahun berturut-turut.

“Alhamdulillah, capaian ini tidak terlepas dari kerja keras, sinergi, dan kolaborasi semua pihak, mulai dari pimpinan dan seluruh anggota DPRK, jajaran perangkat daerah, hingga dukungan masyarakat Aceh Barat,” ujar Tarmizi.

Tarmizi memaparkan, secara ringkas realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Aceh Barat pada Tahun Anggaran 2024 mencapai Rp1.611.087.820.605,88 (satu triliun enam ratus sebelas miliar delapan puluh tujuh juta delapan ratus dua puluh ribu enam ratus lima koma delapan puluh delapan rupiah).

Sementara itu, realisasi Belanja Daerah tercatat sebesar Rp1.575.087.638.450,08 (satu triliun lima ratus tujuh puluh lima miliar delapan puluh tujuh juta enam ratus tiga puluh delapan ribu empat ratus lima puluh koma delapan rupiah).

Adapun Pembiayaan Netto, yang mencakup penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah, terealisasi sebesar Rp104.115.523.168,44 (seratus empat miliar seratus lima belas juta lima ratus dua puluh tiga ribu seratus enam puluh delapan koma empat puluh empat rupiah).

Tarmizi menambahkan, rancangan pertanggungjawaban ini akan dibahas melalui Badan Anggaran DPRK Aceh Barat sebelum disahkan menjadi Qanun sesuai jadwal yang telah disepakati bersama, tandasnya ****

Jalan Pelang-Kepuluk Rusak Parah, Ketua LBH Rumah Hukum Indonesia Desak Audit Pengguna Anggaran.

0

Jalan Pelang-Kepuluk Rusak Parah, Ketua LBH Rumah Hukum Indonesia Kabupaten Ketapang Desak Audit Pengguna Anggaran.

Ketapang, Kalimantan Barat, Kondisi jalan Pelang-Kepuluk di Kabupaten Ketapang kembali menjadi sorotan publik. Foto-foto terbaru yang diambil pada Minggu, 6 Juli 2025, menunjukkan kerusakan jalan yang sangat memprihatinkan. Genangan air besar, lubang-lubang dalam, dan jalanan berlumpur menjadi pemandangan sehari-hari bagi masyarakat yang melintas di ruas tersebut.

Tokoh masyarakat setempat menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi infrastruktur yang seolah tak kunjung membaik meskipun telah digelontorkan anggaran dalam jumlah besar.

“Kemana anggaran selama ini yang telah terkucur puluhan miliar bahkan ratusan miliar rupiah?” tegas seorang tokoh masyarakat di Pelang. “Kondisi jalan ini mencengangkan. Pemerintah dan para investor harus bertanggung jawab, tidak cukup hanya dengan komitmen perbaikan.”

Sorotan tajam juga datang dari Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ketapang, Ahmad Upin Ramadan, yang meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan tersebut.

“Kami menegaskan bahwa ini bukan hanya soal kerusakan infrastruktur. Ini soal transparansi dan akuntabilitas keuangan publik. Harus ada audit keuangan yang tuntas terhadap proyek ini,” ujar AUR.

Jalan Pelang-Kepuluk merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Ketapang, termasuk jalur logistik, distribusi hasil perkebunan, serta perlintasan utama masyarakat. Namun kerusakan yang berkepanjangan bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Masyarakat berharap, selain perbaikan fisik, pemerintah daerah dan penegak hukum dapat mengusut tuntas apakah terjadi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran pembangunan jalan tersebut. Ketika infrastruktur dasar seperti jalan tidak dikelola dengan baik, maka dampaknya akan sangat luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Desakan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Ketapang dan instansi terkait untuk bersikap terbuka, profesional, dan bertanggung jawab atas pengelolaan dana publik, khususnya dalam sektor infrastruktur.

Ultah Depan Insya Akan Lebih Matang Persiapannya, Berikut Disampaikan

0

Redaksi.co | Palembang,- Setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan Anniversary Ke 11 organisasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demi Anak Generasi (DAG) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2025 beberapa waktu yang dilaksanakan disalah satu cafe di seputaran Kambang Iwak (KI), maka hari ini (kemaren.red) melaksanakan pembubaran panitia Anniversary Ke 11 Tahun 2025 yang dilaksanakan di salah satu warung makan di Palembang, Minggu Sore (6/7/2025).

Dikatakan Ketua DPD DAG Sumsel Solbian Aguscik didampingi Sekretaris Ida Yati dan Wakil Ketua DPD DAG Sumsel Triana Agustria saat diwawancarai mengatakan, hari ini (kemarin.red) adalah acara pembubaran panitia.

Karena pihaknya sangat konsisten di setiap tahun melaksanakan acara ulang tahun DAG, mulai dari pusat sampai ke daerah, dan itu harus merayakan setidaknya kecil-kecilan atau semeriah mungkin jika kondisi memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Jadi kita jelas ada pembentukan dan kita konsisten ada pembubaran panitia, dan hari ini kita melaksanakan yang namanya pembubaran panitia karena panitia itu ada yang sudah mengeluarkan energi, uang, dan waktu,” ujarnya.

Kemudian, oleh sebab itu kita pada acara ini kita mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada teman-teman semuanya yang sudah membantu kelancaran ulang tahun DPD DAG Sumsel ini beberapa waktu yang lalu.

Dirinya juga mengucapkan banyak-banyak bersyukur dengan adanya antusiasme para teman-teman semua, sehingga acara berjalan sukses. Kita lihat dari kegiatan kemarin, alhamdulillah sukses, namun kita tidak tahu apakah pendapat dari yang lain, apa masih ada kekurangan.

“Dimana yang jelas kita yang namanya setiap ada kegiatan ataupun apapun itu pasti ada yang namanya kekurangan disana dan disini, tapi alhamdulilah kemarin pelaksanaannya tidak ada kendala apapun, serta itu yang terpenting,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, di mana kemarin alhamdulillah tamu undangan yang hadir cukup banyak, kami juga ucapkan terima kasih atas kehadirannya di acara Anniversary DPD DAG Sumsel ke XI tahun 2025. Selain itu juga kami ucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mensupport daripada kegiatan kami, sedikit dan banyak bantuan itu baik materi ataupun non materi kami ucapkan terima kasih yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Harapan ke depan kita bisa mengundang seluruh organisasi lain untuk mengadakan ulang tahun ini. Jadi kita berusaha di tahun depan akan kita undang untuk 10 organisasi agar bisa tergabung dalam DPD DAG Sumsel untuk sama-sama melaksanakan ulang tahun ini.

“Dirinya mengungkapkan, pihaknya melaksanakan perlombaan seperti lomba balap karung, lomba karaoke, kemudian ada kegiatan sosial seperti Jumat berbagi dan juga ada kegiatan di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” katanya.

GUBERNUR NTB TURUN LANGSUNG TANGANI BANJIR, ASN DIMINTA FOKUS BANTU WARGA

0
  • GUBERNUR NTB TURUN LANGSUNG TANGANI BANJIR, ASN DIMINTA FOKUS BANTU WARGA

Mataram —Redaksi.Co Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung memantau penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Mataram, Minggu (6/7/2025) malam.

Dalam arahannya, Gubernur Iqbal meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTB untuk sementara tidak masuk kantor. Sebaliknya, para ASN diminta fokus membantu warga yang terdampak banjir.

Saat ini yang paling utama adalah keselamatan dan kebutuhan masyarakat. Saya minta semua ASN turun ke lapangan, bantu warga, evakuasi korban, distribusi bantuan, itu yang lebih penting daripada berada di kantor,” tegas Iqbal di sela-sela peninjauan di kawasan yang terdampak.

Banjir yang terjadi akibat hujan deras sejak siang hari menyebabkan sejumlah ruas jalan dan permukiman warga tergenang. Beberapa titik banjir terpantau cukup parah, terutama di wilayah Ampenan, Cakranegara, dan sebagian wilayah Sekarbela.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat terus melakukan evakuasi serta penanganan darurat. Bantuan logistik dan dapur umum juga mulai didirikan di beberapa titik.

Gubernur Iqbal mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah bergerak cepat dalam penanganan bencana ini. Ia juga meminta warga tetap waspada dan mengikuti instruksi dari petugas di lapangan.

Mari kita jaga keselamatan bersama. Yang penting jangan panik, tetap tenang, dan ikuti arahan petugas,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pendataan kerugian masih terus berlangsung.

Sumber: Media Nasional Investigasi — Redaksi.co
Read: HS2025 Abach Uhel

KAI Divre III Palembang dan BPKARSS Optimalkan Perawatan Sarana di Depo LRT Kelancaran Operasional

0

Redaksi.co | Palembang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) terus menjaga kualitas dan keandalan sarana dengan mengoptimalkan kegiatan perawatan rangkaian LRT yang berada Depo LRT Jakabaring

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan Perawatan sarana rangkaian LRT adalah kegiatan untuk menjaga kualitas, keandalan dan kelayakan operasional trainset LRT Sumsel, yang meliputi pemeriksaan, penggantian, perbaikan, dan pengujian komponen yang ada.
“Perawatan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan LRT Sumsel serta mendukung kelancaran operasional LRT”, ungkap Aida.

Saat ini, LRT Sumsel memiliki 8 trainset dan sebelum dipergunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat pengguna jasa LRT Sumsel terlebih dahulu sudah dilakukan pengecekan di Depo LRT Jakabaring.

Untuk operasional LRT Sumsel ada 94 perjalanan setiap hari, mulai pukul 05.06 WIB – 20.43 WIB dan jarak antar kereta (headway) 18 menit. Harga tiket 5 ribu untuk dari dan menuju stasiun non stasiun bandara, 10 ribu utk dari dan menuju stasiun bandara.

Sementara itu, jumlah penumpang LRT periode 1 Januari 2025 s.d 30 Juni 2025 sebanyak 2.227.144. penumpang, dengan rata- rata harian 12.304 penumpang, dengan 3 stasiun yang paling ramai penumpang adalah Stasiun Asrama Haji, Stasiun Ampera dan Stasiun DJKA.

Dalam mendukung konektivitas LRT Sumsel serta memberikan kemudahan dan memaksimalkan keterjangkauan LRT Sumsel bagi masyarakat serta melengkapi integrasi antar moda sebelumnya, saat ini ada 8 koridor Feeder LRT dan akan bertambah secara bertahap. Adapun Koridor Feeder LRT Sumsel sebagai berikut :
– Koridor 1: Talang Kelapa – Talang Buruk via Stasiun Asrama Haji.
– Koridor 2: Stasiun Asrama Haji – Sematang Borang via Jalan Noerdin Pandji.
– Koridor 3: Stasiun Asrama Haji – Talang Betutu.
– Koridor 4: Stasiun Polresta Palembang – Kompleks OPI.
– Koridor 5: Stasiun DJKA – Terminal Pasar Plaju.
– Koridor 6: Stasiun RSUD – Sukawinatan.
– Koridor 7: Bukit – Stadion Kamboja via Stasiun Bumi – Sriwijaya.
– Koridor 8: Asrama Haji – Talang Jambe.

“Keberadaan feeder LRT Musi Emas ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan angkutan pengumpang (feeder) bagi masyarakat pengguna LRT,” tutup Aida. (*)

Optimalisasi TPA Kebon Kongok Dimulai, Anggaran Capai Rp 3,4 Miliar

0

Optimalisasi TPA Kebon Kongok Dimulai, Anggaran Capai Rp 3,4 Miliar

Lombok Barat – Redaksi.co
Proyek optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok Zona 2B di Kabupaten Lombok Barat resmi dimulai. Pekerjaan ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mengatasi persoalan penumpukan sampah sekaligus meningkatkan kapasitas dan efisiensi pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai kontrak mencapai Rp 3,49 miliar. Proyek ini dilaksanakan oleh PT. Pandu Mitrajaya Abadi dengan pengawasan dari CV. Geo Citra.

Pekerjaan optimalisasi ini dimulai sejak 11 Juni 2025 dan ditargetkan rampung pada 8 Oktober 2025 mendatang. Lokasi proyek sendiri berada di area TPA Kebon Kongok, yang selama ini menjadi tempat pembuangan akhir sampah dari beberapa wilayah di Pulau Lombok.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah alat berat seperti excavator dari merek Hyundai dan Sumitomo telah beroperasi untuk melakukan penataan dan pengerukan di area tersebut. Terlihat pula proses pengupasan dan pemindahan material tanah dan sampah guna memperluas serta menata zona pembuangan.

Optimalisasi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek dalam mengatasi persoalan penumpukan sampah, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan di Lombok Barat.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat sekitar untuk mendukung kelancaran proyek ini, mengingat permasalahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
Read: HS2025 Abach Uhel