Beranda blog Halaman 255

*PPATK Studi Tiru Komunikasi Publik di Era Digital ke Bidhumas Polda Metro Jaya*

0

Jakarta , Redaksi.Co– Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan studi banding ke Bidang Humas Polda Metro Jaya. Kegiatan ini bertujuan memperkuat strategi komunikasi publik di tengah perkembangan informasi digital.

Studi banding berlangsung di Ruang M2C Bidhumas Polda Metro Jaya, Kamis (2/4/2026). Kegiatan dipimpin Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto dan diikuti jajaran Bidhumas serta tim Humas PPATK.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan komunikasi publik harus dilakukan secara cepat, tepat, dan berbasis fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Informasi yang disampaikan ke publik harus akurat, berimbang, dan mudah dipahami,” katanya.

Ia menyebut pengelolaan media digital menjadi salah satu kunci dalam menghadapi derasnya arus informasi saat ini. Selain itu, sinergi internal dan sistem komunikasi satu pintu dinilai penting untuk menjaga konsistensi informasi.

Sementara itu, Ketua Tim Humas PPATK Tri Andrianto mengapresiasi materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku mendapatkan banyak pembelajaran terkait pengelolaan komunikasi publik.

“Kami mendapat banyak wawasan baru terkait strategi komunikasi publik, khususnya di era digital,” ujarnya.

Tri berharap ke depan kerja sama antara PPATK dan Bidhumas Polda Metro Jaya dapat terus terjalin dalam penguatan fungsi kehumasan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kedua institusi dalam menghadapi tantangan komunikasi publik yang semakin dinamis.

SongKo Adalah Mitos Urban Legend Khas Dari Sulawesi Selatan

0

Jakarta, Redaksi.Co-Indonesia bangga putra Minahasa, Gerald Mamahit didapuk menyutradarai sosok/entitas gaib penghisap darah, SONGKO.

Tayang 23 April 2026, Anda akan berjumpa Mikha yang mencoba membersihkan nama ibunya yang dituduh sebagai jelmaan Songko, namun seisi desa mulai menghakimi keluarga mereka karena korban gadis remaja yang meninggal semakin banyak terjadi.

“Songko adalah legenda urban asli dari Sulawesi Utara. Sosoknya sering kali dianggap memiliki banyak kemiripan dengan “Vampir” karena kemiripannya yang mampu menyatu dengan kegelapan guna berburu manusia-manusia yang menjadi targetnya,” jelas Gerald Mamahit sang sutradara.

Lanjut ia jelaskan bahwa makhluk ini dikenal sebagai jelmaan dari manusia yang menginginkan rupa yang sempurna dan awet muda, bahkan sebuah keabadian.

“Syutingnya 14 hari untuk production days, dan semua set diambil di manado, tomohon, Sulawesi Utara. Line upnya ada Annette Edoarda, Imelda Therine, Fergie Brittany, Iskak Khivano, Tegar Satrya dan lainnya,” tulis Gerald via WA ke redaksi.

Sinopsis Singkat;
Di tanah Minahasa, Mikha dan seluruh keluarganya terpaksa diusir keluar desa karena Helsye, ibu tirinya dituduh sebagai jelmaan dari Songko.

Songko merupakan sosok gaib berjubah hitam yang sudah lama meneror dan membunuh banyak gadis remaja di desa dengan cara menghisap darah mereka.

Namun nyatanya, meski mereka sudah diasingkan ke luar desa, keluarga Mikha masih juga mendapat teror dari Songko, bahkan korban warga desa semakin banyak berjatuhan. Warga yang sudah resah akhirnya mencoba untuk membunuh Helsye yang mereka duga sebagai Songko. Namun anehnya, semua menemukan kalau Helsye mati dengan kepala terpotong di depan Mikha. Mikha panik bukan main, karena ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Terlebih setiap malam, Mikha selalu mendapatkan mimpi aneh. Dalam mimpinya, Mikha selalu melihat dirinya sebagai Songko. Mikha mencoba membongkar semua kejanggalan ini, namun ternyata

Songko muncul dan mengincar keluarga dan sahabat terdekatnya.

So don’t miss, Songko hadir nasional 23 April 2026 mendatang……!

Respon Cepat Polres Ternate Tangani Kebakaran Warung Bakso di Takoma, Dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa

0

REDAKSI.CO – ​Kepolisian Resor (Polres) Ternate bergerak cepat merespon laporan warga terkait insiden kebakaran yang melanda sebuah bangunan rumah yang juga difungsikan sebagai warung bakso di Kelurahan Takoma, Kota Ternate. Jumat, (3/4).

Berkat kecepatan respons dari petugas kepolisian yang bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate dan warga setempat, api berhasil dipadamkan dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

​Personel Polres Ternate dan Polsek terdekat langsung diterjunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan.

Petugas di lapangan segera melakukan pengamanan area, mengatur arus lalu lintas yang sempat padat akibat kerumunan warga, serta membantu tim pemadam kebakaran dalam melokalisir titik api agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.

​Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku Utara, Kombes Pol Wahyu Istanto Bram, S.H., S.I.K., M.I.K., membenarkan adanya peristiwa tersebut dan mengapresiasi kesigapan personel di lapangan.

​”Kami dari Polda Maluku Utara membenarkan telah terjadi insiden kebakaran di sebuah rumah sekaligus warung bakso di kawasan Takoma. Personel Polres Ternate telah berada di lokasi sejak awal untuk mengamankan TKP dan membantu proses pemadaman. Alhamdulilah, berkat kerja cepat seluruh pihak terkait, api berhasil dikendalikan dan kami pastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini,” ujarnya.

​Lebih lanjut, Kabid Humas menjelaskan bahwa saat ini pihak kepolisian melalui Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Ternate tengah melakukan olah TKP untuk menyelidiki secara pasti penyebab terjadinya kebakaran.

​Terkait kerugian materil, saat ini masih dalam tahap pendataan oleh petugas dan pemilik bangunan.

​Di akhir keterangannya, Kombes Pol Wahyu Istanto Bram mengimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya warga Kota Ternate, untuk senantiasa waspada terhadap potensi bahaya kebakaran.

​”Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan rutin melakukan pengecekan terhadap instalasi listrik, serta memastikan kompor dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah atau tempat usaha. Kewaspadaan kita bersama adalah kunci utama mencegah terjadinya musibah serupa,” tutupnya.

Mengetuk Pintu Langit, Memperkuat Bumi Pertiwi: Sholawat sebagai Energi Pertahanan Nasional

0

REDAKSI.CO || Di tengah gemuruh konflik global yang kian tak menentu, Indonesia berdiri di ambang ujian sejarah. Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bukan sekadar mandat politik, melainkan amanah spiritual untuk menjaga keselamatan negeri. Dalam kacamata filsafat, kepemimpinan adalah jembatan antara kehendak rakyat dan takdir Tuhan. Di sinilah Doa dan Sholawat hadir bukan sekadar ritual, melainkan “senjata batin” yang menggerakkan solidaritas nasional.

Spritualitas Sholawat: Pondasi Ketahanan Mental

Sholawat adalah manifestasi cinta yang melampaui logika materialistik. Ia adalah energi pengikat yang menyatukan hati. Saat dunia dihantui ancaman krisis pangan dan energi, kekuatan spiritual menjadi benteng pertama agar bangsa ini tidak terjebak dalam kepanikan (chaos). Dengan ber-sholawat, kita mengaktivasi kesadaran kolektif bahwa kekuatan sejati berasal dari Yang Maha Kuasa, yang kemudian ditransformasikan menjadi gerakan gotong royong di dunia nyata.

Sinergi Tokoh dan Gerakan Rakyat Semesta

Keselamatan negeri menuntut penguatan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Ini bukan hanya tugas militer, melainkan keterlibatan aktif pesantren, masjid, padepokan, lembaga pendidikan, hingga tokoh budaya.

Anto Kusumayuda, Ketua Umum PPJNA 98, menegaskan dukungannya terhadap integrasi kekuatan ini. Menurutnya, kepemimpinan Prabowo-Gibran memerlukan dukungan penuh dari akar rumput untuk mengoptimalkan semua potensi domestik. “Persatuan adalah harga mati. Kita harus merapatkan barisan, mengesampingkan perbedaan demi menghadapi ancaman global yang nyata di depan mata,” ujarnya.

Senada dengan itu, Yudi Suryadikrama, Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, melihat getaran doa sebagai katalis persatuan. “Dzikir dan doa bagi pemimpin adalah tradisi luhur. Ini adalah upaya mengetuk pintu langit agar Presiden dan Wakil Presiden diberi kekuatan, kebijakan, dan perlindungan dalam menahkodai kapal besar Indonesia melewati badai krisis,” ungkap Yudi.

Literasi dan Kepekaan Sosial

Menghadapi tantangan zaman, kecerdasan spiritual harus dibarengi dengan kecerdasan literasi. Dede Heri, Sekjen Rumah Literasi Merah Putih, menekankan pentingnya kepekaan kebersamaan. “Masyarakat harus cerdas memilah informasi agar tidak terpecah belah. Gotong royong harus dimulai dari literasi yang sehat di tingkat desa hingga kota, mendukung kedaulatan pangan dan energi secara mandiri,” tegasnya.

Kesimpulan

Menghadapi krisis global bukan hanya soal kecanggihan teknologi atau strategi ekonomi, melainkan soal kedalaman tauhid dan solidaritas. Sholawat yang menggema di pesantren, masjid, dan padepokan adalah “bahan bakar” bagi jiwa bangsa. Dengan sinergi antara ulama, tokoh budaya, dan pemerintah, Indonesia tidak hanya akan selamat, tetapi muncul sebagai bangsa yang mandiri, kuat, dan diberkahi.

Mari kita jadikan setiap tarikan napas gotong royong sebagai bentuk ibadah nyata mewujudkan kemandirian dan untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Editor : Abdul Salam Nur Ahmad (Sekjen PPJNA 98)

Pelayanan Mudik Lebaran 2026 Berjalan Lancar, Kecelakaan Lalu Lintas Menurun

0

Jakarta, Redaksi.Co Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan bahwa pelaksanaan pengamanan dan pelayanan arus mudik Lebaran 2026 secara umum berjalan lancar. Hal ini ditandai dengan kelancaran arus lalu lintas, penurunan angka kecelakaan, serta meningkatnya pergerakan penumpang di berbagai moda transportasi.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev), jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode 13 hingga 29 Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 6,31 persen dibandingkan periode Lebaran 2025. Korban meninggal dunia juga turun signifikan sebesar 31,19 persen, sementara korban luka berat turun 13,8 persen. Namun demikian, korban luka ringan tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,38 persen.

Volume kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 3.255.002 unit atau meningkat 18,43 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, kendaraan yang masuk Jakarta tercatat sebanyak 2.989.931 unit atau naik 10,79 persen. Dari total proyeksi, sekitar 7,7 persen kendaraan belum keluar Jakarta dan 11,9 persen belum kembali masuk ke ibu kota.

Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri juga telah melakukan berbagai rekayasa lalu lintas, antara lain pengalihan arus sebanyak 205 kali, contra flow 39 kali, one way lokal 39 kali, serta one way nasional sebanyak dua kali.

Selain itu, pergerakan penumpang angkutan umum juga mengalami peningkatan di seluruh moda transportasi, yakni terminal naik 11,41 persen, stasiun 8,06 persen, bandara 6,99 persen, dan pelabuhan 15,51 persen.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan mudik.

“Pelaksanaan pengamanan dan pelayanan mudik Lebaran 2026 secara umum berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatnya mobilitas masyarakat yang dapat terlayani dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai stimulus pemerintah seperti diskon tarif tol dan transportasi publik, penambahan armada, program mudik gratis, kebijakan work from anywhere (WFA), serta pengaturan lalu lintas melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).

Pengamanan mudik tahun ini melibatkan 161.243 personel gabungan yang terdiri dari 89.928 personel Polri, 13.788 personel TNI, dan 58.327 personel dari instansi lainnya. Mereka berhasil mengamankan 185.608 objek pengamanan di seluruh Indonesia.

Polri juga memaksimalkan penggunaan teknologi berbasis data real-time melalui command center, didukung oleh ETLE Drone Patrol Presisi, Traffic Accident Analysis (TAA), serta Road Accident Rescue (RAR) untuk meningkatkan efektivitas pengamanan dan pelayanan.

Berbagai inovasi pelayanan publik turut dihadirkan, seperti program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 yang diikuti oleh 29.009 pemudik dengan dukungan 646 bus, 9 kapal, serta armada lainnya. Selain itu, terdapat layanan seperti tim urai, public address, Motor Senyum di Polda Jabar, valet ride dan SI Polan di Polda Jateng, serta aplikasi Siger di Polda Lampung.

Sentimen masyarakat terhadap pelayanan mudik tahun ini juga didominasi respons positif, baik di media online maupun media sosial. Petugas di lapangan dinilai aktif mengurai kepadatan di titik-titik krusial serta mengedepankan pendekatan humanis dalam membantu para pemudik.

Kadivhumas Polri menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan, serta dukungan masyarakat. Ke depan, Polri akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan yang lebih optimal, humanis, dan berbasis teknologi,” tutupnya.

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar & Halal Bihalal Bersama Tgk Habibi Di Mesjid Agung Baitul Makmur Meulaboh

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Ribuan warga memadati Kompleks Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, di momen acara Takbir Akbar dan Halal Bihalal Pemerintah Kabupaten Aceh Barat pada Kamis, 2/4/2026.

Acara Takbir Akbar dan Halal Bihalal yang dilaksanakan, menghadirkan penceramah muda nasional, Tgk. Habibi An Nawawi, Juara 1 AKSI Indosiar 2026.

Masyarakat berbondong-bondong datang kelokasi acara sejak sore hari, bahkan ada juga warga dari kabupaten tetangga, semata mata demi menyaksikan langsung ceramah dan tausyiah yang dinanti-nantikan.

Dari pantauan media, terlihat sejak pukul 18.00 WIB, halaman masjid dan area sekitar sudah mulai dipadati warga. Antusias warga untuk menyaksikan acara ini membuat banyak pengunjung memilih datang lebih awal agar bisa mendapatkan tempat.

Salah seorang warga mengaku tiba bersama keluarga sebelum waktu Magrib

“Kami kuatir tidak dapat masuk karena sangat ramai.makanya sengaja datang lebih awal agar bisa mengikuti ceramah dengan jelas dan melihat Tgk. Habibi dari dekat,” Ujarnya

Antusias masyarakat menjadi bukti kuat bahwa kegiatan keagamaan masih menjadi pusat perhatian dan kebutuhan bagi warga Aceh Barat.

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, SH, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan ribuan masyarakat yang hadir. Bupati menegaskan bahwa kebersamaan ini harus menjadi energi untuk membangun daerah.

“Hari ini kita melihat Aceh Barat bersatu. Saya mengajak seluruh rakyat untuk menjaga persatuan ini, karena Aceh Barat akan maju bila masyarakatnya bersatu,” tegas Tarmizi

Disisi lain, Tarmizi juga mengingatkan bahaya narkoba, judi, dan aliran sesat yang kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan ketenteraman masyarakat.

“Mari kita lawan narkoba, judi, serta aliran sesat yang dapat merusak moral dan menghancurkan masa depan anak-anak kita. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat,” tambahnya.

Tabligh Akbar dan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momen untuk memperkokoh komitmen bersama dalam menjaga Aceh Barat tetap aman, religius, dan penuh kekeluargaan ****

Diskusi Publik Tandang Bareng: Akademisi dan Tokoh Kultural Dorong Penguatan Konsep

0

BANYUWANGI, Diskusi Publik bertajuk “Tandang Bareng: Evaluasi, Partisipasi, dan Penguatan Peran Masyarakat dalam Pelayanan Publik” yang digelar Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi, Rabu (1/4/2026) malam, menjadi forum strategis konsolidasi lintas sektor dalam merumuskan arah penguatan program inovatif tersebut.

Forum ini dihadiri berbagai elemen penting, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, tokoh lintas agama, hingga komunitas masyarakat. Di antaranya Rektor UII Dr. Lukman Hakim, Rektor UBI Dr. Haya, Direktur Poliwangi, perwakilan Rektor Untag, serta tokoh agama lintas iman seperti KH. Achmad Wahyudi (Pengasuh Ponpes Adz Dzikra), perwakilan BAMAG, PHDI, WALUBI, Khonghucu, Katolik, dan Kristen.

Dari unsur pemerintah daerah hadir Asisten I Setda Banyuwangi MY. Bramudya, Asisten II Suratno, Kabag Hukum Aang Muslimin, Kadinsos Puguh, serta sejumlah OPD lainnya, termasuk Bakesbangpol, Dinas Kesehatan, Damkar, dan Camat Banyuwangi.
Sementara itu, dari unsur masyarakat tampak perwakilan BEM Poliwangi, Forum Mahasiswa Peduli Daerah Banyuwangi, aktivis, LSM, media, Ketua PGRI Banyuwangi, komunitas UMKM BCM CFD Taman Blambangan dan CFD A. Yani, Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi, Ketua Yayasan PKBM BINTANG, Tetua Adat Osing Kang Usik, budayawan Aekanu Hariyono, serta seniman Ki Pramoe Karno Sakti, bersama puluhan audiens lainnya.

Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi dalam sambutannya menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang merumuskan arah kebijakan berbasis partisipasi dan kearifan lokal.

“Rumah Kebangsaan ingin memastikan bahwa Tandang Bareng tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi menjadi model pembangunan yang punya konsep, arah, dan dampak nyata,” ujarnya.

Program “Tandang Bareng” yang diluncurkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Harjaba 2025 dinilai memiliki semangat kuat dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Namun, forum ini juga menyoroti bahwa program tersebut masih membutuhkan penguatan konseptual dan regulasi.

Asisten I Setda Banyuwangi, MY. Bramudya, menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dalam penyempurnaan program.
“Pemda sangat terbuka terhadap masukan. Tandang Bareng akan lebih kuat jika dirumuskan bersama dan melibatkan seluruh elemen, termasuk masyarakat kultural,” katanya.

Senada, Asisten II Suratno menambahkan pentingnya sinergi lintas sektor agar implementasi program berjalan efektif dan terukur.

Dari perspektif akademik, Rektor UII Dr. Lukman Hakim menilai program ini berpotensi menjadi model nasional jika didukung kerangka yang jelas.
“Tandang Bareng bisa menjadi best practice, tetapi harus memiliki desain kebijakan yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rektor UBI Dr. Haya juga menekankan pentingnya integrasi dalam dokumen perencanaan daerah.
“Program ini harus masuk dalam RPJMD dan RKPD agar memiliki kepastian arah dan dukungan anggaran,” tegasnya.

Dari perspektif kultural, KH. Achmad Wahyudi memberikan catatan kritis terhadap implementasi program tersebut.
“Tandang Bareng jangan hanya berhenti pada aksi di lapangan, tetapi harus menyentuh substansi. Jangan sampai ramai di kegiatan, tapi minim dampak,” tegasnya.

Sementara itu, dari kalangan masyarakat sipil dan akademisi, Herman Syahthi turut menyoroti berbagai persoalan yang masih muncul di lapangan.
“Masih ada persoalan mendasar di masyarakat yang belum tersentuh secara sistematis. Ini harus menjadi perhatian serius agar Tandang Bareng tidak sekadar respons sesaat,” ujarnya.

Budayawan Aekanu Hariyono menambahkan pentingnya menjaga nilai lokal sebagai fondasi program.
“Banyuwangi punya kekuatan budaya Osing. Ini harus menjadi ruh dalam pelaksanaan Tandang Bareng, bukan sekadar pelengkap,” katanya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta, termasuk mahasiswa, komunitas, dan pelaku UMKM. Forum ini juga menegaskan pentingnya peran tokoh kultural sebagai jembatan sosial, penguat legitimasi, dan mediator dalam penyelesaian persoalan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Hasil diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penyusunan draft konsep operasional, skema pelibatan masyarakat kultural, serta dorongan pembentukan Peraturan Bupati (Perbup) atau integrasi dalam RPJMD dan RKPD. Selain itu, forum juga menyepakati penyusunan policy brief sebagai bahan rekomendasi kepada Bupati Banyuwangi.

Dengan posisi sebagai inisiator, Rumah Kebangsaan Banyuwangi didorong menjadi think tank lokal, forum kontrol sosial konstruktif, sekaligus mediator antara masyarakat dan pemerintah dalam mendorong pembangunan partisipatif berbasis kultural.

Indomie Gandeng Band Academy, Hadirkan Ajang Pencarian Bakat Musik untuk Gen Z

0

 

 

Wagub Aceh Mediasi Konflik Bupati Dan Wabup Pidie Jaya, Berakhir Damai

0

Banda Aceh . Redaksi.co
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bergerak cepat memediasi konflik antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri. Mediasi tersebut berujung damai, ditandai dengan momen keduanya saling berangkulan usai pertemuan.

Pertemuan berlangsung di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh pada Kamis malam (2/4/2026), dalam suasana kekeluargaan dan turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Pidie Jaya.

Langkah mediasi ini dilakukan Pemerintah Aceh untuk menjaga stabilitas pemerintahan daerah, sekaligus memastikan pelayanan publik dan pembangunan di Pidie Jaya tetap berjalan optimal.

Proses mediasi dilakukan secara bertahap sejak pagi hari. Fadhlullah terlebih dahulu menggelar pertemuan terpisah dengan Hasan Basri, lalu dilanjutkan dengan Sibral Malasyi pada siang hari guna menggali masing-masing perspektif.

Sore harinya, Wagub juga mengundang tokoh masyarakat Pidie Jaya untuk menyerap aspirasi dan mendorong terciptanya solusi damai. Malam harinya, seluruh pihak dipertemukan dalam satu forum tertutup.

Dalam dialog yang berlangsung intens, kedua belah pihak akhirnya sepakat mengakhiri perselisihan. Kesepakatan damai tersebut ditutup dengan jabat tangan dan pelukan antara Sibral dan Hasan Basri.

Fadhlullah menegaskan, mediasi ini merupakan langkah cepat Pemerintah Aceh untuk meredam gejolak politik di daerah.

“Ini agar roda pemerintahan tidak terganggu dan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Wagub.

Dengan berakhirnya konflik tersebut, stabilitas pemerintahan di Pidie Jaya diharapkan semakin terjaga dan fokus pembangunan dapat kembali ditingkatkan ****

Ribuan Masyarakat Ramaikan Tabligh Akbar Tgk Habibi An Nawawi Di Masjid Baitul Makmur Meulaboh

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Ribuan masyarakat memadati halaman Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh ,mereka hadir untuk menyaksikan secara langsung pesona da’i kondang juara Aksi Indonesia 2026, Tgk Habibi An Nawawi, Kamis 2/4/2026

Dari pantauan media ini,sejak pukul 18.00 WIB warga sudah mulai berdatangan. puncak kedatangan sebelum acara dimulai pukul 20.00 WIB lokasi acara sudah penuh dengan warga yang antusias menantikan penampilan dai muda kebanggaan warga Aceh.

Terlihat suasana keramaian memadati lokasi mesjid sebelum acara berlangsung Namun saat acara berlangsung Kota Meulaboh diguyur hujan.

Tabligh akbar Pemkab Aceh Barat ini mengangkat tema “Aceh Barat Maju Jika Aceh Barat Bersatu”. Di awal acara juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Majelis Aneuk Beut Aceh Barat (Mabab).

Meski di suasana guyuran hujan, acara tetap berjalan meriah dan warga yang telah datang ke lokasi menyaksikan acara dengan penuh kegembiraan.warga duduk dengan tertib di dua sisi terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Di tempat acara disediakan tenda-tenda untuk tamu dan masyarakat, masyarakat yang hadir dalam momen tabligh ini juga banyak yang membawa payung mempersiapkan diri setelah melihat kondisi cuaca ****