Beranda blog Halaman 256

Ribuan Masyarakat Ramaikan Tabligh Akbar Tgk Habibi An Nawawi Di Masjid Baitul Makmur Meulaboh

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Ribuan masyarakat memadati halaman Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh ,mereka hadir untuk menyaksikan secara langsung pesona da’i kondang juara Aksi Indonesia 2026, Tgk Habibi An Nawawi, Kamis 2/4/2026

Dari pantauan media ini,sejak pukul 18.00 WIB warga sudah mulai berdatangan. puncak kedatangan sebelum acara dimulai pukul 20.00 WIB lokasi acara sudah penuh dengan warga yang antusias menantikan penampilan dai muda kebanggaan warga Aceh.

Terlihat suasana keramaian memadati lokasi mesjid sebelum acara berlangsung Namun saat acara berlangsung Kota Meulaboh diguyur hujan.

Tabligh akbar Pemkab Aceh Barat ini mengangkat tema “Aceh Barat Maju Jika Aceh Barat Bersatu”. Di awal acara juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Majelis Aneuk Beut Aceh Barat (Mabab).

Meski di suasana guyuran hujan, acara tetap berjalan meriah dan warga yang telah datang ke lokasi menyaksikan acara dengan penuh kegembiraan.warga duduk dengan tertib di dua sisi terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Di tempat acara disediakan tenda-tenda untuk tamu dan masyarakat, masyarakat yang hadir dalam momen tabligh ini juga banyak yang membawa payung mempersiapkan diri setelah melihat kondisi cuaca ****

Haikal Kinan Cahaya Motor Jadi Showroom Mobil Terlaris di Lombok NTB 🚗🔥

0

Haikal Kinan Cahaya Motor Jadi Showroom Mobil Terlaris di Lombok NTB 🚗🔥

Lombok Barat – Taman ayu Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan roda empat yang nyaman dan terjangkau, Showroom Haikal Kinan Cahaya Motor hadir sebagai jawaban bagi keluarga yang mendambakan mobil berkualitas dengan harga bersahabat.

Avanza E 2017

Showroom yang berlokasi di Dusun Peseng, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat ini, saat ini tengah menyiapkan berbagai unit mobil pilihan. Mulai dari kendaraan keluarga dengan harga terjangkau hingga mobil kategori mewah seperti Fortuner dan sekelasnya, semuanya tersedia dengan kualitas terbaik.


Owner Haikal Kinan Cahaya Motor, H. Masiyah Haikal Firdaus, dikenal sangat selektif dalam menghadirkan unit mobil. Setiap kendaraan yang dipasarkan telah melalui pengecekan menyeluruh, sehingga konsumen tidak perlu ragu soal kualitas.

“Setiap unit kami pastikan dalam kondisi prima. Mulai dari body yang mulus tanpa cacat berarti, kaki-kaki yang kokoh dan nyaman saat dikendarai, hingga mesin yang halus dan bertenaga,” ujar H.Haikal F owner showroom


Tak hanya itu, bagian interior juga menjadi perhatian khusus. Kebersihan kabin, kondisi jok, dashboard, hingga fitur-fitur pendukung diperiksa dengan detail, sehingga memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna.

Salah satu keunggulan utama Haikal Kinan Cahaya Motor adalah variasi harga yang sangat fleksibel. Konsumen bisa memilih mobil sesuai budget, mulai dari kisaran puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah. Menariknya, harga yang ditawarkan dikenal lebih kompetitif dibandingkan showroom lainnya.


Dengan kombinasi kualitas unit yang terjaga, harga yang terjangkau, serta pelayanan yang ramah dan profesional, Haikal Kinan Cahaya Motor semakin dipercaya masyarakat sebagai tempat terbaik untuk mendapatkan mobil impian.


Bagi Anda yang sedang mencari kendaraan roda empat, baik untuk kebutuhan keluarga maupun gaya hidup, tidak ada salahnya untuk datang langsung dan melihat koleksi unit yang tersedia.
📍 Alamat: Dusun Peseng, Desa Taman Ayu, Kec. Gerung, Kab. Lombok Barat
📞 Kontak/WhatsApp: +62 823-3959-3639
Datang dan buktikan sendiri… siapa tahu mobil impian Anda sudah menunggu di sana, siap diajak pulang 🚗✨

Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
Jurnalis: Abah Uhel

*Brimob Polda Metro Sterilisasi Gereja Pastikan Paskah Aman*

0

Jakarta, Redaksi.Co- Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi di sejumlah gereja. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaat dalam menjalankan ibadah Paskah.

Kegiatan yang melibatkan Unit Jibom ini dilakukan di 18 gereja di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, dan Bekasi pada Kamis (2/4/2026). Personel melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keamanan agar peribadatan berjalan lancar.

Sebelum pelaksanaan, personel berkoordinasi dengan pihak keamanan gereja. Selanjutnya, sterilisasi dilakukan secara menyeluruh di area utama dan fasilitas pendukung, mulai ruang ibadah hingga lingkungan sekitar gereja.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan benda mencurigakan, sehingga lokasi dinyatakan aman dan siap digunakan,” kata Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto, dalam keterangannya. Kombes Henik menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat. “Kami memastikan setiap lokasi ibadah dalam kondisi aman, sehingga umat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” ujarnya.

Setelah kegiatan selesai dan dilakukan serah terima dengan pihak keamanan gereja. Langkah ini menjadi bagian dari pengamanan berkelanjutan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama perayaan Paskah berlangsung. Polri mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan ibadah. Apabila menemukan hal yang mencurigakan, masyarakat dapat segera melapor melalui layanan pengaduan 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Aroma Skandal BOS di Mamasa: Tiga Sekolah Diduga Hanya Hidup di Atas Kertas

0

Redaksi.co MAMASA : Sulawesi Barat kembali mencuat ke permukaan dengan kabar yang memicu keprihatinan serius. Dugaan praktik penyedotan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh sejumlah sekolah dengan aktivitas belajar minim mengemuka dan memantik sorotan tajam publik. Ketua LSM KPK RI Sulbar, Simson, membongkar indikasi kuat adanya sekolah yang setiap tahun disebut menerima ratusan juta rupiah dana BOS, meski kegiatan belajar mengajar diduga nyaris tidak berjalan.

Fakta mencengangkan datang dari pengakuan Asti Irnawati, siswi kelas III SMKS Kifrah Bangsa. Ia menggambarkan kondisi belajar yang jauh dari kata normal. “Kadang cuma satu siswa yang datang saat jam belajar,” ungkapnya. Asti mengaku terkejut ketika mengetahui data resmi justru mencatat jumlah siswa mencapai 60 orang. Kondisi ini dinilai sangat kontras dengan realitas di lapangan.

Situasi serupa disebut terjadi di SDS Nusa Bangsa yang disebut hanya memiliki tiga siswa aktif. Sementara SMPS Ilmiah Bangsa nyaris tak terdengar aktivitas pendidikannya, memunculkan dugaan bahwa proses belajar mengajar hanya berlangsung di atas kertas. Ketiga sekolah tersebut berada dalam satu lokasi di Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, dan diduga menjadi “kedok administratif” untuk menyerap dana BOS.

Simson menegaskan bahwa dugaan praktik tersebut bukan hal baru. Ia menyebut laporan jumlah siswa antara 60 hingga 100 orang diduga terus dikirim ke dinas pendidikan setiap tahun. Indikasi ini bahkan disebut telah berlangsung sejak 2005. “Kalau ini benar berjalan sejak 2005, artinya uang negara digerogoti secara sistematis selama bertahun-tahun. Ini kejahatan serius, bukan kasus kecil. Aparat penegak hukum harus turun tangan sekarang juga, audit total tanpa kompromi!” tegasnya.

Ia juga menyoroti dugaan pembiaran oleh pihak dinas, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Bahkan, Simson mencurigai adanya kerja sama antara pihak sekolah dengan oknum tertentu sehingga praktik tersebut bisa terus berlangsung tanpa tersentuh. Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera melakukan pemeriksaan menyeluruh tanpa menunggu laporan resmi.

“Harusnya aparat langsung turun memeriksa sekolah-sekolah tersebut. Jangan tunggu laporan masuk. Ini menyangkut uang negara dan masa depan pendidikan,” ujarnya dengan nada keras.

Jika dugaan ini terbukti, kasus tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan skandal besar yang berpotensi merugikan negara selama bertahun-tahun serta mencoreng wajah dunia pendidikan. Publik kini menunggu langkah tegas aparat untuk mengungkap apakah sekolah-sekolah itu benar-benar menjadi “sekolah hantu” yang hanya hidup dalam laporan, sementara dana negara terus mengalir deras. (ZUL)

DLH Aceh Barat Peroleh Rp 507 Juta Dari Retribusi Kebersihan Di Triwulan I Tahun 2026

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat mencatat kinerja positif pada penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di awal tahun 2026.

Hingga penutupan triwulan pertama (Januari – Maret 2026), realisasi penerimaan dari sektor Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan telah mencapai Rp507.053.948 atau sekitar 22,54% dari total target anggaran tahun ini.

Berdasarkan Laporan Realisasi Penerimaan Pendapatan Daerah bersumber dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, capaian ini menunjukkan tren yang stabil dalam optimalisasi layanan kebersihan dan pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Aceh Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, ST, MT, MH, menyampaikan bahwa total target Anggaran untuk Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp2,25 Miliar.

“Kami terus berupaya mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor retribusi kebersihan. Sampai dengan bulan Maret, capaian kita sudah menyentuh angka lebih dari Rp507 juta. Ini adalah awal yang baik untuk triwulan pertama, dan kami optimis dapat mengejar sisa target hingga akhir tahun,” ujar Kurdi, Kamis 2/4-2026

Adapun rincian Penerimaan Triwulan I 2026:
Untuk memberikan transparansi kepada publik, berikut adalah rincian penerimaan retribusi kebersihan pada triwulan pertama tahun 2026:

• Target Anggaran 2026: Rp2.250.000.000
• Penerimaan Bulan Sebelumnya (Januari-Februari): Rp341.095.444
• Penerimaan Bulan Ini (Maret): Rp165.958.504
• Total Realisasi (Hingga Maret): Rp507.053.948 (22,54%)

Secara spesifik, kata.Kurdi, dari total capaian Rp507 juta tersebut, penerimaan bersumber dari dua layanan utama:

1. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan: Menyumbang angka terbesar yaitu sebesar Rp402.993.945.
2. Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus: Berkontribusi sebesar Rp104.060.003.

“Partisipasi aktif masyarakat tidak hanya berkontribusi pada peningkatan PAD, tetapi juga dikembalikan dalam bentuk peningkatan kualitas pelayanan persampahan, penyediaan fasilitas kebersihan yang lebih memadai, serta terwujudnya lingkungan Aceh Barat yang lebih asri, bersih, dan sehat,” pungkas Kurdi

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui DLH terus menghimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk taat dalam membayar retribusi kebersihan ****

Pemerintah Aceh Tegaskan JKA Tak Dihapus,Hanya Penertiban Agar Tepat Sasaran

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tidak menghapus program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), melainkan melakukan penertiban dan pendataan ulang agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Hal tersebut di sampaikan pada Kamis 2 April 2026.

Menurutnya, selama ini masih ditemukan ketidaktepatan dalam distribusi manfaat, di mana masyarakat pada kelompok ekonomi menengah ke atas tetap tercatat sebagai penerima bantuan iuran, meskipun dalam praktiknya mereka jarang memanfaatkan layanan BPJS atau JKA.

“Banyak masyarakat pada desil 7, 8, dan 9 yang secara ekonomi tergolong mampu tidak menggunakan fasilitas BPJS, bahkan cenderung memilih layanan VIP atau membayar mandiri.
Namun, iurannya tetap ditanggung pemerintah. Ini yang sedang kita tertibkan,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan, langkah ini justru bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya kelompok menengah ke bawah, agar akses layanan kesehatan menjadi lebih optimal.

Fadhlullah juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak menggiring opini seolah-olah pemerintah menghapus BPJS atau mengabaikan rakyat.

“Ini bukan penghapusan, melainkan penertiban. Justru ini bentuk tanggung jawab pemerintah agar masyarakat yang berhak bisa menikmati layanan kesehatan secara maksimal,” tegasnya.

Terkait klasifikasi kesejahteraan, Fadhlullah menjelaskan bahwa sistem desil yang digunakan mengacu pada data Kementerian Sosial. Desil mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari Desil 1 sebagai kelompok paling tidak mampu hingga Desil 10 sebagai kelompok paling sejahtera.

Penentuan desil didasarkan pada berbagai indikator sosial ekonomi, seperti kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, serta jumlah tanggungan keluarga. Dasar hukum klasifikasi ini tertuang dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 79/HUK/2025 dan bersumber dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam pembagian tersebut, Desil 1 masuk dalam 10 persen kelompok terbawah (sangat miskin), Desil 2 hingga 4 tergolong miskin hingga rentan miskin, Desil 5 dan 6 merupakan kelompok menengah bawah, sementara Desil 7 hingga 10 termasuk 30 persen kelompok paling sejahtera.

Berdasarkan data Pemerintah Aceh, jumlah masyarakat pada kategori desil 8 hingga 10 mencapai 953.395 jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 106.066 jiwa merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang telah dijamin melalui skema kepesertaan pekerja, serta 23.415 jiwa merupakan non-ASN dengan penyakit kronis yang tetap menjadi prioritas layanan. Dengan demikian, terdapat sekitar 823.914 jiwa yang tergolong mampu dan tidak lagi menerima bantuan iuran JKA.

Meski demikian, Pemerintah Aceh memastikan perlindungan tetap diberikan kepada kelompok rentan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026, khususnya Pasal 7 ayat (1) huruf c dan d, yang menjamin pembiayaan bagi penderita penyakit katastropik, penyandang disabilitas, serta orang dengan gangguan jiwa, tanpa mempertimbangkan klasifikasi desil.

Fadhlullah juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan.
Mereka rakyat kecil harus mendapatkan pelayanan JkA yg lebih baik dan Masyarakat yang tergolong mampu didorong untuk beralih menjadi peserta mandiri BPJS Kesehatan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga cakupan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Aceh tetap stabil dan berkelanjutan.
Saat ini, dari total sekitar 5,6 juta penduduk Aceh, sebanyak 5,2 juta jiwa telah terdaftar dalam program BPJS Kesehatan melalui berbagai skema pembiayaan. Rinciannya, sekitar 1,3 juta jiwa merupakan peserta JKA dan sekitar 2,8 juta jiwa terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ****

Kolaborasi Internasional Dorong Transformasi Rumput Laut, Pemkab Mamuju Perkuat Ekonomi Biru

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi sektor kelautan berbasis inovasi dan teknologi sebagai bagian dari visi pembangunan “Mamuju Keren”. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama tim peneliti Universitas Hasanuddin melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Puslitbang Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil yang berkolaborasi dengan tim riset internasional dari Australia.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai I Kantor Bupati Mamuju diterima langsung oleh Wakil Bupati Mamuju, serta dihadiri Asisten II dan jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju. FGD mengangkat riset bertajuk Technology Digital Tools for Seaweed Farm Management and Monitoring (SeaTech) yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Nurjannah Nurdin bersama tim.

Dalam pemaparannya, Prof. Nurjannah menjelaskan bahwa riset SeaTech mengintegrasikan teknologi terbaru dengan pendekatan berbasis data presisi tinggi. Data yang dihasilkan akan diakumulasikan menjadi dashboard Mamuju berupa aplikasi real-time yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah daerah, maupun sektor swasta dalam pengambilan keputusan yang tepat, khususnya bagi pembudidaya rumput laut di Kabupaten Mamuju, terutama di Desa Tadui.

Desa Tadui sendiri merupakan salah satu kawasan strategis budidaya rumput laut yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, wilayah ini telah ditetapkan sebagai bagian dari program Kampung Budidaya Rumput Laut dengan potensi lahan mencapai ribuan hektare yang masih terus dioptimalkan.

Asisten II Setda Mamuju, Jufri Badau, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang menempatkan sektor kelautan sebagai salah satu pilar utama ekonomi biru. Menurutnya, pendekatan berbasis teknologi dan riset menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mamuju, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa hasil riset tersebut akan menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan berbasis data. Pemanfaatan teknologi digital seperti SeaTech dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya laut yang lebih terukur, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, pengembangan rumput laut di Mamuju tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan pada penguatan hilirisasi dan ekonomi kreatif berbasis kelautan. Berbagai inovasi produk olahan seperti brownies, bakso, dan kerupuk berbahan dasar rumput laut mulai dikembangkan guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat pesisir.

Dengan siklus panen relatif singkat, sekitar 1,5 hingga 2 bulan, komoditas unggulan seperti Eucheuma cottonii dan Gracilaria sp. dinilai memiliki prospek besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Melalui kolaborasi riset internasional ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju semakin mempertegas posisinya sebagai daerah yang progresif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus konsisten mendorong pembangunan sektor kelautan yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing dalam kerangka ekonomi biru. (ZUL)

Debut Sutradara Gerald Mamahit, Santara Rilis Teaser Trailer Film Horor “Songko” Legenda Minahasa

0

Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan oleh film horor yang terinspirasi dari legenda lokal. Dunia Mencekam Studio bekerjasama dengan Rumah Produksi Santara resmi memperkenalkan film perdananya berjudul “Songko”, yang diangkat dari kisah legenda yang berkembang di masyarakat Sulawesi Utara, khususnya wilayah Minahasa dan Tomohon. Bersamaan dengan pengumuman ini, juga merilis teaser trailer perdana film Songko, yang menghadirkan nuansa mencekam dari teror misterius yang menghantui sebuah desa di kaki Gunung Lokon.

Film Songko menjadi debut penyutradaraan Gerald Mamahit di layar lebar. Sebelumnya, Gerald dikenal sebagai penulis skenario di sejumlah film horror populer. Melalui film ini, Gerald tidak hanya menghadirkan kisah horor yang menegangkan, tetapi juga mencoba menggali kekayaan cerita rakyat dari Indonesia Timur. “Songko adalah cerita yang sangat dekat dengan budaya dan legenda masyarakat Minahasa. Kami ingin menghadirkan horor yang terasa autentik, bukan hanya menakutkan secara visual, tetapi juga memiliki akar cerita yang kuat dari tradisi lokal,” ujar Gerald Mamahit.

Film ini sendiri lahir dari gagasan Rumah Produksi Santara yang melihat besarnya potensi cerita-cerita daerah di Indonesia yang masih jarang diangkat ke layar lebar. Melalui proyek ini, Santara berupaya menggandeng talenta-talenta lokal untuk menceritakan kisah dari daerah mereka sendiri, sehingga cerita yang dihadirkan terasa lebih autentik dan memiliki kedekatan budaya yang kuat. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari visi Santara untuk membangun ruang kolaborasi antara industri film nasional dengan para kreator daerah.

Film Songko dibintangi oleh Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak, yang akan membawa penonton masuk ke dalam atmosfer misteri dan ketakutan yang menyelimuti sebuah desa di Tomohon.

Bagi Khiva Iskak, keterlibatannya dalam film ini menjadi pengalaman yang sangat berbeda karena cerita yang diangkat terasa begitu dekat dengan kehidupan masyarakat setempat. “Yang membuat film ini menarik adalah karena kisahnya berasal dari legenda yang benar-benar dipercaya oleh masyarakat. Saat menjalani proses syuting di Tomohon, suasananya terasa sangat kuat dan mendukung atmosfer cerita. Itu membuat pengalaman bermain di film ini terasa sangat intens,” ungkap Khiva Iskak.

Sementara itu, Annette Edoarda mengaku tertarik bergabung dalam film ini karena kekuatan ceritanya yang berbeda dari horor kebanyakan. “Songko bukan hanya film horor biasa. Ceritanya tentang ketakutan, tuduhan, dan bagaimana sebuah desa bisa terpecah karena teror yang tidak mereka pahami. Itu yang membuat cerita ini terasa sangat emosional sekaligus mencekam,” kata Annette Edoarda.

Sebagai bentuk komitmen terhadap konsep hyperlocal storytelling, Santara tidak hanya menjadikan Sulawesi Utara sebagai latar cerita. Tim produksi bahkan membangun area set lokasi syuting di kaki Gunung Lokon, Tomohon, yang dirancang bukan sekadar instalasi sementara, melainkan sebagai infrastruktur kreatif berkelanjutan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perfilman daerah dalam jangka panjang. Sebagian besar cast dan crew yang terlibat dalam produksi Songko juga berasal dari Minahasa, Manado, dan Tomohon, sehingga proyek ini menjadi ruang kolaborasi bagi talenta-talenta lokal untuk terlibat langsung dalam produksi film layar lebar.

Film Songko berlatar tahun 1986, sebuah desa di Tomohon, tanah Minahasa, dilanda teror yang membuat warganya hidup dalam ketakutan. Satu per satu perempuan muda ditemukan tewas secara mengenaskan tanpa penjelasan yang pasti. Warga desa mulai percaya bahwa kematian tersebut bukanlah kejadian biasa. Mereka meyakini bahwa desa mereka didatangi oleh Songko, makhluk misterius yang dipercaya mengincar darah suci dari perempuan muda demi memperoleh kekekalan.

Pemerintah Aceh Tegaskan JKA Tak Dihapus,Hanya Penertiban Agar Tepat Sasaran

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tidak menghapus program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), melainkan melakukan penertiban dan pendataan ulang agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Hal tersebut di sampaikan pada Kamis 3/4/2026.

Menurutnya, selama ini masih ditemukan ketidaktepatan dalam distribusi manfaat, di mana masyarakat pada kelompok ekonomi menengah ke atas tetap tercatat sebagai penerima bantuan iuran, meskipun dalam praktiknya mereka jarang memanfaatkan layanan BPJS atau JKA.

“Banyak masyarakat pada desil 7, 8, dan 9 yang secara ekonomi tergolong mampu tidak menggunakan fasilitas BPJS, bahkan cenderung memilih layanan VIP atau membayar mandiri.
Namun, iurannya tetap ditanggung pemerintah. Ini yang sedang kita tertibkan,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan, langkah ini justru bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya kelompok menengah ke bawah, agar akses layanan kesehatan menjadi lebih optimal.

Fadhlullah juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak menggiring opini seolah-olah pemerintah menghapus BPJS atau mengabaikan rakyat.

“Ini bukan penghapusan, melainkan penertiban. Justru ini bentuk tanggung jawab pemerintah agar masyarakat yang berhak bisa menikmati layanan kesehatan secara maksimal,” tegasnya.

Terkait klasifikasi kesejahteraan, Fadhlullah menjelaskan bahwa sistem desil yang digunakan mengacu pada data Kementerian Sosial. Desil mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari Desil 1 sebagai kelompok paling tidak mampu hingga Desil 10 sebagai kelompok paling sejahtera.

Penentuan desil didasarkan pada berbagai indikator sosial ekonomi, seperti kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, serta jumlah tanggungan keluarga. Dasar hukum klasifikasi ini tertuang dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 79/HUK/2025 dan bersumber dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam pembagian tersebut, Desil 1 masuk dalam 10 persen kelompok terbawah (sangat miskin), Desil 2 hingga 4 tergolong miskin hingga rentan miskin, Desil 5 dan 6 merupakan kelompok menengah bawah, sementara Desil 7 hingga 10 termasuk 30 persen kelompok paling sejahtera.

Berdasarkan data Pemerintah Aceh, jumlah masyarakat pada kategori desil 8 hingga 10 mencapai 953.395 jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 106.066 jiwa merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang telah dijamin melalui skema kepesertaan pekerja, serta 23.415 jiwa merupakan non-ASN dengan penyakit kronis yang tetap menjadi prioritas layanan. Dengan demikian, terdapat sekitar 823.914 jiwa yang tergolong mampu dan tidak lagi menerima bantuan iuran JKA.

Meski demikian, Pemerintah Aceh memastikan perlindungan tetap diberikan kepada kelompok rentan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026, khususnya Pasal 7 ayat (1) huruf c dan d, yang menjamin pembiayaan bagi penderita penyakit katastropik, penyandang disabilitas, serta orang dengan gangguan jiwa, tanpa mempertimbangkan klasifikasi desil.

Fadhlullah juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan.
Mereka rakyat kecil harus mendapatkan pelayanan JkA yg lebih baik dan Masyarakat yang tergolong mampu didorong untuk beralih menjadi peserta mandiri BPJS Kesehatan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga cakupan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Aceh tetap stabil dan berkelanjutan.
Saat ini, dari total sekitar 5,6 juta penduduk Aceh, sebanyak 5,2 juta jiwa telah terdaftar dalam program BPJS Kesehatan melalui berbagai skema pembiayaan. Rinciannya, sekitar 1,3 juta jiwa merupakan peserta JKA dan sekitar 2,8 juta jiwa terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).****

*Polda Metro Jaya Utamakan Pelayanan dalam Perayaan Ibadah Paskah 2026*

0

Jakarta, Redaksi.Co – Polda Metro Jaya menyiagakan personel untuk melayani sekaligus mengamankan rangkaian perayaan Paskah 2026 di wilayah hukumnya. Kehadiran personel ini ditujukan untuk memastikan umat Kristiani dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khidmat. Total kekuatan yang disiapkan mencapai 4.500 personel.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan personel ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat selama perayaan Paskah. Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan bukan hanya untuk menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Sebanyak 4.500 personel kami siagakan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Paskah berjalan dengan aman dan lancar. Kehadiran personel di lapangan juga merupakan bentuk pelayanan kami agar umat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” dalam keterangannya Pada Kamis, (02/04/26).

Lanjut, ia menjelaskan personel juga disiapkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah, mulai dari sterilisasi lokasi sebelum kegiatan berlangsung, pengaturan arus lalu lintas, hingga patroli rutin di sekitar area gereja. Seluruh langkah itu dilakukan agar umat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan lancar.

“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan. Karena itu, pengamanan Paskah ini tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pada pelayanan kepada umat agar ibadah dapat berlangsung dengan damai dan lancar,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor kepada petugas atau melalui layanan 110 jika menemukan hal mencurigakan. Dengan kesiapan personel dan pelayanan yang diberikan, diharapkan rangkaian perayaan Paskah 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian.