Top 5 This Week

Related Posts

Camat Ambulu Fahrul Asrori Kobarkan Semangat Kebersamaan di Tengah 25.613 Peserta Tajemtra 2026

JEMBER, Redaksi.co – Semangat kebersamaan dan silaturahmi mewarnai pelaksanaan Gerak Jalan Tradisional Tanggul – Jember (Tajemtra) 2026 yang digelar pada Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang menempuh jarak sekitar 30 kilometer tersebut mengambil start dari Alun – Alun Tanggul dan berakhir di Alun – Alun Kabupaten Jember.

Tajemtra 2026 tercatat diikuti sebanyak 25.613 peserta dari berbagai kalangan. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Jember sejak 1977.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Kawasan Alun – Alun Kecamatan Tanggul mulai dipadati ribuan peserta yang bersiap menempuh perjalanan menuju garis finis di pusat Kota Jember.

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah, instansi vertikal, sekolah, fasilitas kesehatan hingga berbagai elemen masyarakat lainnya serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. hadir untuk melepas para peserta Tajemtra 2026. Pelepasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang setiap tahunnya turut memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di tengah kemeriahan tersebut, Camat Ambulu Fahrul Asrori, S.H., mengajak masyarakat untuk melihat Tajemtra bukan sekadar kegiatan olahraga atau gerak jalan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi dan semangat kebersamaan.

Menurut Fahrul, Tajemtra sangat Spektakuler yang memiliki nilai sosial yang cukup kuat karena mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu kegiatan.

“Tajemtra merupakan tradisi masyarakat Jember yang perlu terus dijaga. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Fahrul.

Ia menilai jumlah peserta yang mencapai 25.613 orang menjadi salah satu gambaran tingginya antusiasme masyarakat terhadap keberlangsungan Tajemtra.

“Ini kegiatan yang luar biasa, Tajemtra merupakan tradisi yang sudah ada sejak 1977 dan sampai sekarang masih tetap eksis. Tahun ini pesertanya mencapai 25.613 orang, Tentu ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat baik,” katanya.

Menurut Fahrul, kekuatan utama Tajemtra tidak hanya terletak pada jumlah pesertanya, tetapi juga pada kemampuannya mempertemukan masyarakat dari berbagai unsur.

Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.

“Yang menarik, masyarakat dari berbagai unsur bisa berkumpul dalam satu kegiatan. Selain berolahraga, Tajemtra juga menjadi bagian dari silaturahmi dan membangun kebersamaan,” tuturnya.

Sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Jember, Fahrul mengatakan pihaknya mendukung berbagai kegiatan yang mampu melibatkan masyarakat secara luas dan memberikan manfaat bagi daerah.

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlangsungan agenda daerah, termasuk kegiatan yang turut menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.

“Sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Jember, tentu kami mendukung kegiatan dan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Tajemtra ini salah satu contohnya, karena mampu menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar sekaligus menjadi ruang kebersamaan dan juga menghidupkan UMKM,” ungkapnya.

Ia juga menilai pelaksanaan Tajemtra 2026 berlangsung semarak. Selain jumlah peserta yang cukup tinggi, berbagai hadiah yang disiapkan panitia turut menambah daya tarik masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Pelaksanaannya sangat meriah. Pesertanya banyak, bahkan lebih ramai dibandingkan tahun – tahun sebelumnya. Hadiah yang disiapkan juga cukup banyak dan menarik. Namun yang paling utama tetap nilai silaturahmi dan kebersamaannya,” jelas Fahrul.

Lebih jauh, Fahrul berharap semangat kebersamaan yang tercipta melalui Tajemtra tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Nilai tersebut, menurutnya, perlu terus dibawa dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam mendukung pembangunan Kabupaten Jember.

“Kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga. Pemerintah, masyarakat dan seluruh elemen perlu berjalan bersama agar Jember ke depan semakin baik,” pungkasnya.

Pelaksanaan Tajemtra 2026 kembali menunjukkan bahwa tradisi yang telah berlangsung hampir setengah abad tersebut masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat.

Dari Tanggul menuju Jember, puluhan ribu peserta berjalan dalam satu rangkaian kegiatan. Bagi Camat Ambulu Fahrul Asrori, perjalanan tersebut bukan hanya tentang mencapai garis finis, tetapi juga bagaimana semangat kebersamaan, silaturahmi, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat Jember.(*)

Popular Articles