Senin, Maret 30, 2026
Beranda blog Halaman 248

Kapal Tunda TD Daik Resmi Perkuat Lantamal IV Batam 

0

 

Redaksi.co – Batam |  Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko S.E., M.Tr.Opsla secara resmi menerima Kapal Tunda TNI AL yang diberi nama TD. Daik yang berlabuh di Dermaga Yos Sudarso, Lantamal IV Batam. Senin (21/7/2025).

TD Daik merupaka kapal jenis (Harbour Tug) produksi swasta dalam negeri PT Dok Bahari Nusantara. Nama daik sendiri diambil dari gunung tertinggi di kepulauan riau yang berlokasi di Pulau Lingga yang memiliki ketinggian 1.165 mdpl.

Gunung Daik disebutkan dalam pantun klasik Melayu yang menekankan pentingnya budi pekerti yang baik, yang akan tetap dikenang meskipun tubuh telah tiada.

Pengadaan kapal tunda ini merupakan bagian dari Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), yang terdiri atas kapal perang (KRI), pesawat terbang, pasukan marinir, dan pangkalan. Kapal tunda menjadi komponen krusial karena memastikan lalu lintas pelayaran dan proses sandar kapal di pangkalan berjalan lancar.

Dalam sambutannya, Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko S.E., M.Tr.Opsla menyampaikan nantinya Kapal tunda Daik akan berada di jajaran Koarmada I yang mana pada saat ini sudah diperkuat dengan KRI yang memiliki dimensi cukup besar,

“Sehingga dibutuhkan kapal tunda untuk bermanuver lepas maupun sandar Pelabuhan,” kata Danlantamal IV.

Selain itu, Danlantamal IV juga menyebutkan, dengan penambahan kekuatan Alutsista ini, diharapkan juga dapat mendukung pemerintah Kota Batam, maupun Instansi-instansi yang membutuhkan bantuan dari Kapal TD Daik tersebut.

Kehadiran TD Daik di dermaga Yos sudarso Lantamal IV Batam turut disaksikan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan perwakilan instansi maritim kota Batam. (Redaksi/Dispenlatamal IV Batam)

Tingkatkan Keterampilan Personel, Ditpolairud Polda Malut Lakukan Pelatihan Selam

0

REDAKSI.CO- Ditpolairud Polda Malut melaksanakan kegiatan pelatihan Peningkatan Kemampuan Selam Open Water dan Advanced bagi personil Polairud Polda Malut yang dilaksanakan di Pantai Jikomalamao, Senin (21/7) kemarin.

Wadirpolairud Polda Malut AKBP Eddy Junaidi, S.M., M.Si. dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan selam dilaksanakan guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan guna mendukung tugas dan kesiapan personel Ditpolairud Polda Malut di wilayah Maluku Utara.

“Menyelam atau diving adalah aktivitas yang memerlukan keterampilan khusus dan tidak sembarang orang dapat melakukannya. Namun, dengan mengikuti pelatihan serta menguasai teknik dan aturan penyelaman, kegiatan ini dapat dilakukan dengan aman.” Ujarnya.

Menurutnya, Pentingnya mengontrol dan mengendalikan diri saat menyelam akan membantu penyelam merasa tenang ketika berada di bawah air.

Salah satu hal yang menarik adalah personel Ditpolaurud Polda Malut dapat mengenal kondisi dan keindahan bawah laut di perairan Pantai jikomalamo. Peserta pelatihan secara langsung melihat keanekaragaman hayati dan terumbu karang yang ada di perairan Maluku Utara.

Dengan mengikuti pelatihan ini, personel Ditpolairud Polda Malut diharapkan dapat menjalankan tugas dengan baik dan profesional, serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

 

Pastikan Kamtibmas Konudif, Ditpolair Polda Malut Laksanakan Patroli Sambang di Pulau Terluar

0

REDAKSI.CO – Guna memastikan keamanam dan ketertiban Masyarakat yang kondusif di pulau terluar, personel Ditpolairud Polda Malut melaksanakan patroli sambang, pengecekan rumah, kebun Masyarakat di wilayah Pulau Sain, Pulau Kias dan Pulau Piyai di Kabupaten Halmahera Tengah, senin (21/7) kemarin.

Patroli ini melibatkan Kades Umiyal Kec. Pulau Gebe kabupaten Halteng Bapak Buhari Gasim S.H., Personel Ditpolairud Polda Malut Bripka Yusri Ansar, Personel TNI AL Serda Wicki Sugeha, Babinkamtibmas Brigadir Imran dan Babinsa Sertu Muh. Guntur R.

Bripka Yusri mengatakan pada saat melaksanakan patrol sambang di Pulau Sain, tim menemukan 23 unit rumah warga dengan kebun kelapa. Sementara Pulau Kias tidak berpenghuni dan Pulau Piyai dihuni enam karyawan yayasan konservasi penyu.

“Di Pulau Sain, tim mencatat adanya 123 warga asli Umiyal, 10 warga Gebe dan 21 warga Patani Utara Gemia. Masyarakat setempat menegaskan bahwa pulau tersebut merupakan bagian dari Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah.” Ujarnya.

Sementara di Pulau Piyai, tim menemukan aktivitas Yayasan Penyu Papua (YPP) yang telah beroperasi sejak 2010.

Di sana, tim menyempatkan berbincang bersama warga untuk mendengarkan keluhan, masukan, serta memastikan tidak ada gangguan keamanan yang mengancam kehidupan mereka. Warga menyambut hangat kedatangan personel dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian pihak kepolisian dalam menjaga ketertiban di wilayah terpencil tersebut.

Selain itu, tim juga memberikan sosialisasi tentang pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, seperti pencurian hasil kebun atau aktivitas ilegal di sekitar pulau. Warga pun diajak untuk terus bekerja sama dengan aparat keamanan guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polairud Polda Malut dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Patroli rutin dilakukan untuk memantau aktivitas warga sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di daerah perairan terpencil.

 

Kapolda Malut Tinjau Fasilitas Mako Polda di Sofifi*

0

REDAKSI.CO – Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si, melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas Markas Komando (Mako) Polda Malut di Sofifi, sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan infrastruktur kepolisian di wilayah tersebut, Selasa (22/7)

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda turut didampingi Ketua Tim Asistensi Astamarena Polri, Brigjen Pol. Sambodo Purnomo Yogo, S.I.K., M.T.C.P., beserta tim, yang hadir memberikan pendampingan teknis dan masukan strategis terkait pengembangan fasilitas Polda.

Peninjauan meliputi sejumlah titik strategis, di antaranya gedung utama Mako, barak personel, rumah dinas anggota, serta Markas Polairud yang berada di wilayah pesisir Sofifi. Tinjauan ini bertujuan memastikan kesiapan operasional dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya di wilayah perairan.

Kapolda menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana kepolisian, guna mendukung kinerja yang profesional, responsif, dan humanis. Peninjauan ini juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan kerja yang layak dan representatif bagi seluruh personel Polda Maluku Utara.

Anggarkan BOS Hingga 3 Miliar, Kepsek SMAN 1 Lingsar : Tidak Diizinkan Wawancara Oleh Dinas*

0

*Anggarkan BOS Hingga 3 Miliar Untuk Pemeliharaan Ringan, Kepsek SMAN 1 Lingsar : Tidak Diizinkan Wawancara Oleh Dinas*

Lombok Barat- Redaksi.co Anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang di anggarkan oleh SMAN 1 Lingsar Lombok Barat (Lobar), untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah terbilang cukup tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tersebut di anggarkan hingga 3 miliar pada periode 2022-2024, melampui sekolah-sekolah menengah atas unggulan yang lain di NTB. Hal itu disampaikan oleh Ketua Koalisi Gabungan Aktivis Nusa Tenggara Barat (KUAT NTB), Mursidin S.H.

Mursidin menyampaikan penggunaan BOS telah diatur dalam Permendikbud No. 6 Tahun 2021, dan dalam pasal 21 huruf (i) sekolah dilarang menggunakan BOS untuk pemeliharaan sarana dan prasarana dengan kategori kerusakan sedang dan berat.

Kami menduga ada mark up pada anggaran tersebut, karna hanya kerusakan ringan tapi menelan 1 miliar pertahun dalam 3 tahun terakhir,” Ujar Mursidin pada Selasa (22/07/25).

Mursidin menambahkan, bahwa ia telah melakukan investigasi mendalam cukup lama untuk hal tersebut, dan sudah mengantongi bukti-bukti yang cukup.

“Minggu ini, kami akan melaporkan temuan kami ke Polda NTB, bukti-bukti permulaan kami kumpulkan cukup lama dan sudah cukup, ” Tambahnya

Sementara Kepala Sekolah SMAN 1 Lingsar, H. Mahmud, setelah melakukan konfirmasi ke bendahara menyampaikan bahwa ia tidak diizinkan oleh pimpinan di dinas untuk wawancara masalah tersebut.

“Tiang ndak diizinkan untuk diwawancara sama pimpinan di dinas dik,” Kata H. Mahmud saat dihubungi lewat pesan pribadi, Selasa (22/07/25).

H. Mahmud menambahkan bahwa intinya masalah tersebut sudah melalui proses verifikasi dan pencocokan data laporan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) antara sekolah dan pihak terkait.

“Kan kita diverifikasi ARKAS, lalu kita belanja sesuai ARKAS kemudian dicocokkan belanja kita dengan laporan yang kita bikin melalui rekonsiliasi (Rekon) yang dilaksanan keuangan bersama inspektorat/BMD, Kalau ndak salah bendahara yg hapal alur nike,” Tutup H. Mahmud. (AMI)

Sumber : Media Nasional Investigasi-Redaksi.Co

Read : HS2025 Abach Uhel

Oplus_131072

 

Fokus Desa Kerajinan,Dekranasda Aceh Barat Siap di Nilai Dekranasda Aceh

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Barat tengah mempersiapkan diri untuk pelaksanaan pembinaan sekaligus penilaian desa kerajinan yang akan dilakukan oleh Dekranasda Aceh dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dekranasda Aceh Barat, Ny. Afrinda Novalia, SE, MM kepada media ini di Meulaboh pada Selasa 22/7/2025

Afrinda menegaskan, program pembinaan ini merupakan salah satu langkah strategis Dekranasda dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan keragaman etnik yang dimiliki Aceh Barat.

“Melalui pembinaan berkelanjutan, kita ingin setiap desa kerajinan semakin berdaya, produk-produknya berkualitas dan mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional,” ungkap Afrinda.

Untuk mendukung promosi produk kerajinan, Afrinda meminta seluruh pengurus Dekranasda Aceh Barat agar lebih maksimal dalam mengelola website resmi dan media sosial. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai berbagai produk unggulan binaan Dekranasda.

“Dengan pengelolaan digital yang baik, capaian kinerja Dekranasda serta produk-produk kita bisa diketahui masyarakat luas, tidak hanya di Aceh Barat tetapi juga di seluruh Aceh bahkan Indonesia,” ujarnya.

Ia juga melihat potensi besar generasi muda di kalangan pengrajin. Bakat anak-anak pengrajin perlu terus diasah agar dapat mendukung tumbuhnya industri rumah tangga yang kreatif dan inovatif.

“Dekranasda Aceh Barat berkomitmen melakukan pembinaan, pendampingan, hingga pelatihan untuk meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan daya saing para pengrajin. Semua diarahkan untuk membangun ekosistem kerajinan yang kuat, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal,” pungkas Afrinda ****

Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh Dan Bank Sampah Dolah Recycle Kerjasama Memilah Sampah Jadi Emas

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh melakukan kerjasama dengan Bank Sampah Dolah Recycle yang bertujuan mengubah sampah menjadi Tabungan emas yang berlangsung di Kantor Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh Jalan Tengku Di Runding Selasa 22/7/2025

Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh membina Bank Sampah dan memberikan edukasi tentang pemilahan sampah dan daur ulang dimana masyarakat juga dapat menyetor sampah yang sudah terlebih dahulu di pilah ke bank sampah yang kemudian dikelolah dan ditukarkan dengan emas

Bank Sampah Dolah Recycle sendiri berperan dalam mengumpulkan ,memilah serta mengelolah sampah yang disetor oleh masyarakat.

Hal ini tuturkan oleh Desmanita Soraya,pimpinan cabang pegadaian Meulaboh syariah meulaboh

Ia mengatakan bahwa sampah yang terkumpul kemudian ditukarkan dengan emas,yakni dalam bentuk tabungan emas,

“Program ini sangat membantu masyarakat dalam mengurangi jumlah sampah yang setiap hari menumpuk dilingkungan masyarakat,dan diharapkan dengan program ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan” ujarnya

Lebih lanjut disampaikan dengan program kerjasama ini masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan menyetorkan sampah sampah tersebut ke bank sampah.

“Dengan menyetor sampah ke bank sampah, masyarakat dengan setoran sampah itu bisa berinvestasi dalam bentuk emas dan tentu dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat ” ucapnya

Secara keseluruhan Kerjasama yang dilakukan oleh Pegadaian Syariah dan bank sampah Dolah Recycle yang di Nakhodai oleh Abon Deri ini merupakan sebuah inisiatif kerjasama yang positif dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan disamping untuk memajukan ekonomi masyarakat

Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh sendiri saat ini bersama Persepsi(Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia) dan Bank Sampah Dolah Recycle Aceh Barat juga berkolaborasi dalam ” Program Organik Edukasi Pengelolaan Sampah dengan Lubang Resapan Biopori ” dimana program itu sendiri bertujuan untuk mengurangi sampah organik,mencegah banjir,dan menyuburkan tanah.

Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh melalui bank sampah binaan aktif dalam melaksanakan edukasi serta praktek langsung dalam pembuatan lubang biopori dikantor cabang

Tentu pada akhirnya kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah menjadi sebuah investasi yang akhirnya bisa menghasilkan sumber ekonomi bagi masyarakat dan mengurangi beban penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

GALIAN C DI PESENG GERUNG BERIZIN RESMI, JADI BERKAH WARGA UNTUK MENYAMBUNG HIDUP

0
oplus_1026

GALIAN C DI PESENG GERUNG BERIZIN RESMI, JADI BERKAH WARGA UNTUK MENYAMBUNG HIDUP

Lombok Barat – Redaksi.Co

Sebuah aktivitas tambang galian C yang berlokasi di Dusun Peseng, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat kini menjadi pusat perhatian masyarakat. Bukan karena polemik atau masalah hukum, tetapi justru karena tambang ini telah mengantongi izin resmi usaha pertambangan dari pemerintah, lengkap dengan nomor IUP: 12082200113960007 atas nama perusahaan CV. Putra Jaya Mandiri Lombok.

Oplus_1026

Galian ini memproduksi berbagai jenis material konstruksi seperti batu pecah, tanah urug, hingga batu boalder, yang sangat dibutuhkan untuk keperluan pembangunan di wilayah NTB. Tak hanya legal secara administratif, namun juga memberi manfaat besar bagi warga sekitar.

oplus_1026
oplus_1026

Pantauan langsung tim Redaksi.Co pada Selasa, 22 Juli 2025, terlihat warga lokal tampak sibuk menunggu giliran menaikkan batu ke atas truk pengangkut. Aktivitas ini menunjukkan bahwa tambang tersebut bukan hanya sumber bahan bangunan, tetapi juga sumber penghidupan bagi masyarakat.

oplus_1026

Wartawan kami berkesempatan mewawancarai Bapak Nursinah, Ketua RT setempat, yang dengan wajah penuh syukur mengatakan:

> “Alhamdulillah… dengan adanya galian ini, warga kami punya tempat mencari uang dan berusaha.”

 

Sementara itu, pemilik lahan sekaligus pengelola tambang, Ibu Komang, menyampaikan bahwa perjuangan untuk mendapatkan izin usaha memang cukup menantang.

> “Pengurusan izin agak alot, tapi saya bersyukur akhirnya usaha ini sah dan legal. Yang paling penting, saya bisa membantu membuka lapangan kerja untuk masyarakat luas, khususnya di Dusun Peseng,” ungkapnya.

Angkutan matreal

 

Lebih menyentuh lagi adalah kesaksian dari Surimah, salah satu buruh harian lepas yang setiap hari berada di lokasi sejak pagi hingga sore.

> “Kami ini tak punya gaji bulanan. Tapi berkat adanya tambang ini, kami bisa tetap hidup dan menafkahi keluarga. Semoga usaha ini terus berjalan lancar.”

 

Pada kesempatan yang sama, Jack Rizal—orang kepercayaan Ibu Komang selaku pemilik usaha—juga memberikan imbauan kepada para buruh di lokasi tambang.

Saya berharap rekan-rekan buruh bisa tertib dalam antrean, supaya pekerjaan berjalan lancar dan aman. Semoga usaha ini terus beroperasi tanpa hambatan, sehingga masyarakat bisa memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan.”
Menunggu antrean naikkan batu

 

Apabila membutuhkan material seperti:

-Batu Pecah

-Tanah Urug

-Batu Boalder

Langsung saja ke lokasi tambang:
Dusun Peseng, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat – NTB

Kegiatan tambang legal seperti ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain, bahwa aktivitas penambangan yang tertib administrasi dan berpihak pada masyarakat bisa menjadi solusi ekonomi di tengah krisis.

Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.Co
Read: HS2025 | Abach Uhel

 

FHI 2025 Dorong Kolaborasi & Praktik Berkelanjutan di Industri F&B dan Hospitality Indonesia

0

redaksi.co, Jakarta, 22 Juli 2025 – Sebanyak kurang lebih 700+ produsen, distributor, dan retailer sektor kuliner dan perhotelan terkemuka lebih dari 35 negara, hadir serta turut ambil bagian dalam pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 yang telah resmi dibuka pada hari ini. Bersama dengan Hotelex Indonesia, Finefood Indonesia, serta Retail Indonesia, acara yang berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 22-25 Juli di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta ini menghadirkan pameran dagang terkemuka yang selalu mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kemajuan industri melalui pengalaman dinamis yang mendunia untuk pelaku industri makanan, minuman, dan perhotelan di Indonesia.

Perhelatan FHI tahun ini dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menurutnya FHI 2025 tak hanya menjadi ajang pameran produk dan teknologi terkini saja melainkan juga forum strategis untuk mempromosikan praktik berkelanjutan di seluruh sektor F&B dan hospitality. FHI juga dinilai menjadi forum yang penting bagi penggiat industri sektor ini baik lokal maupun internasional, agar bisa bersanding bersama. FHI 2025 memberikan kesempatan emas bagi industri kreatif Indonesia agar produknya bisa semakin kompetitif untuk bersaing dengan produk negara lain yang semakin agresif untuk melebarkan sayap ke pasar global.

“Industri makanan dan minuman menyumbang sekitar 38% PDB ekonomi kreatif dengan lebih dari 11.000 usaha. Sehingga kami sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksaan FHI 2025 yang dapat memberikan dorongan untuk pertumbuhan dan peningkatan industri kuliner dan perhotelan di Indonesia. Harapannya agar industri sektor ini dapat menjadi mesin penggerak yang dapat memajukan indutstri kreatif Indonesia,” kata TeIndu

Lebih lanjut ia juga menambahkan, nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia meningkat sebesar 119% nilai ekspornya meningkat sebesar 67%. Dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 26,5 juta jiwa pada tahun 2024.Dan diperkirakan akan terus menciptakan 787,6 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan, jika pertumbuhan ini terus berlanjut. Hal ini semakin menunjukan bahwa industri F&B dan hospitality semakin bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Juanita Soerakoesoemah selaku Portofolio Director FHI 2025 dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa FHI menjadi bentuk dukungan terhadap akselerasi pertumbuhan industri F&B dan hospitality yang berkelanjutan di Indonesia.

“FHI 2025 kembali hadir dengan misi yang sama, untuk mendukung keberlanjutan lingkungan serta efisiensi sumber daya. Dengan sejarah panjangnya yang hampir 30 tahun eksis dalam mendukung perkembangan industri F&B dan hospitality di Indonesia, penyelenggaraan FHI tahun ini terus dengan komitmen untuk hadir memberikan dampak positif bagi lingkungan demi kemajuan industri di sektor ini,” kata Juanita.

Juanita juga menambahkan hal ini didukung dengan tema pada edisi ke-19 tahun ini yaitu ‘Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan.’ Kemudian menandakan bahwa, FHI 2025 hadir sebagai katalis transformasi berkelanjutan dengan menghadirkan perusahaan dan merek yang berkomitmen pada praktik ramah lingkungan di sektor makanan, minuman, dan perhotelan. Belakangan, FHI juga telah menjadi platform untuk menampilkan solusi inovatif, mulai dari produk organik, efisiensi energi, hingga pengelolaan limbah pameran.

Sejumlah produk dan merek-merek unggulan telah menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik keberlanjutan dan akan ditampilkan dalam ajang FHI tahun ini, diantaranya Allana, Avani, Beragam, Botanical Essentials, Chungcheongnam-do, Delifru, Greenfields Professional, Healthy Choice, Japfa Food, Kawan Lama Solution, Interfood, Gastro, Nisuma, Danatini, Skyherb, Scent Air, Rotaryana, Tree Nut Asia, RunPack, Unox, Uqesh, USA Pulses, Vicando, Wallex, dan lain sebagainya.

Sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan, FHI 2025 menghadirkan berbagai zona pengalaman ramah lingkungan bagi pengunjung. Diantaranya Water Refill Stations bersama Waterhub yang mendukung kampanye #BringYourOwnTumbler, Powernap Area dari Alga dan Bobobox, serta Wellness Corner yang menawarkan pijat gratis dan konsultasi mental dari Perfect Health dan Naluri Life.

Pengunjung juga dapat menikmati Light Air Zone oleh ScentAir dan GLAM yang menghadirkan udara segar pegunungan di tengah pameran. Di Hall D1, FHI bekerja sama dengan Noovoleum menghadirkan UCollect Station untuk mengumpulkan minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Pengunjung FHI 2025 dapat menggunakan kode referral: NOOVFHI25 untuk berpartisipasi.

Juanita juga menjelaskan, sebagai pameran dagang internasional yang unggul, FHI menjadi platform strategis untuk membangun jejaring bisnis secara efektif dan efisien, dengan menghadirkan International Booth Pavilions dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Cina, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, terdapat area spesial ‘Kaiyuan’ Plan 2025 – China Bakery & Food Pavilion yang hadir perdana di FHI 2025, menampilkan inovasi lebih dari 20 perusahaan terkemuka di industri baking Tiongkok melalui demo langsung dan booth interaktif.

Kompetisi F&B dan Hospitality di FHI 2025

Tahun ini, FHI 2025 juga menghadirkan beragam acara dan kompetisi bergengsi, salah satunya adalah kompetisi minuman internasional 2026 World Fashion Drinks Competition (WFDC) yang untuk pertama kalinya hadir di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Shanghai Sinoexpo Informa Markets yang disponsori oleh LMK, Senfienta, Alpine Cool, Mengniu Dairy Professionals, dan Scotsman Ice Systems (Shanghai) Co., Ltd. WFDC Indonesia sekaligus menjadi ajang bagi bartender profesional, perwakilan merek minuman, barista, mahasiswa kuliner, dan pencipta minuman independen untuk unjuk kreativitas dan bersaing memperebutkan tiket ke final di Shanghai 2026.

Tak cukup sampai disitu, FHI 2025 juga kembali menghadirkan berbagai ragam kompetisi seperti; Indonesia Coffee Events (ICE) dengan kompetisi Hometown Indonesia Latte Art Scholar (HILACS25) oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Menurut Daryanto Witarsa, selaku Ketua Umum AKSI SCAI, kompetisi ini telah melewati penjurian secara online sebelumnya. Terdapat lebih dari 80 Latte Artist yang telah mengirimkan karya mereka pada babak Online Preliminary HILACS25.

“Saat ini terdapat 40 peserta yang sudah terpilih untuk mengikuti tahap kompetisi offline yang berlangsung pada HILACS25 dalam pemeran FHI 2025. Para peserta akan ditantang untuk menunjukkan kemampuannya dalam tiga babak; Throwdown, Semifinal Stage Presentation dan Art Bar, dan babak Final Stage Presentation. Sehingga calon juara Latte Art nantinya akan lahir pada event ini,” kata Daryanto.

Selain kompetisi tersebut, juga terdapat kompetisi lain seperti The 14th Salon Culinaire oleh Association of Culinary Professionals (ACP), Hotelicious Thematic Bed Making Competition oleh BINUS Business Hotel Management didukung oleh King Koil, Jakarta Best Sommelier Competition oleh Indonesia Sommelier Association (ISA) dan Ready-to-Drink Cocktails in a Can Competition oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) yang akan menyoroti kreativitas, cita rasa, dan ketajaman bisnis di salah satu segmen industri minuman yang paling pesat perkembangannya.

Kompetisi eksklusif ini dengan bangga diselenggarakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) bekerja sama dengan FHI. Ketua IFBEC, I Ketut Darmayasa, S.I.P, MM, CHT menjelaskan secara singkat mengenai kompetisi ini yang merupakan ajang inovasi bagi para bartender dan mixologist untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan minuman siap saji yang berkualitas premium, namun tetap praktis dan memiliki rasa yang konsisten.

“Kompetisi ini menyoroti tren global di mana konsep RTD (Ready-to-Drink) menjadi solusi modern bagi industri perhotelan dan restoran dalam menghadirkan signature drink tanpa mengurangi kualitas rasa maupun estetika. Kompetisi ini diikuti oleh kurang lebih 20 tim terpilih yang berasal dari hotel berbintang, restoran fine dining, dan brand minuman terkemuka di Indonesia,” jelasnya.

Untuk kategori utama kompetisi yang esensial yaitu; Signature RTD Cocktails, menonjolkan inovasi rasa dan identitas lokal; sedangan kategori Low & No Alcohol RTD Cocktails, lebih relevan dengan tren minuman sehat dan ramah lingkungan. Menghadirkan lebih dari 5 panel juri independen, terdiri dari praktisi mixology internasional, Brand Ambassador global, serta perwakilan IFBEC yang berpengalaman dalam penilaian teknis, rasa, estetika, dan sustainability yang berkesinambungan sesuai dengan misi FHI 2025.

Ragam Seminar Industri dan Sustainability

Terdapat pula beragam workshop menarik, seperti Wine Master Class oleh ISA, Interior Design Clinic oleh Rukita, Gelato Workshop oleh Gastro Gizi Sarana, dan salah satu yang menarik adalah Art Workshop with Natural Pigments oleh Rekalagam, yang akan menjelajahi kreativitas berkelanjutan secara langsung dalam lokakarya ramah lingkungan pada FHI 2025. Dalam workshop Rekalagam para peserta akan diajarkan bagaimana cara mengubah limbah menjadi karya menakjubkan dengan membuat dekorasi rumah menggunakan pigmen alami dari bahan organik sehari-hari. Dipandu oleh seniman yang peduli lingkungan, sehingga peserta dapat mempelajari teknik pewarnaan alami, pencampuran warna, dan desain yang sadar lingkungan serta membawa pulang hasil karya unik buatan para peserta nantinya.

Marketing Communication Manager FHI 2025, Leonarita Hutama juga turut menambahkan bahwa beragam kompetisi dan kegiatan menarik yang dihadirkan dalam FHI 2025 diharapkan dapat turut mendukung kemajuan industri nasional. “FHI tidak hanya hadir sebagai ajang pameran produk industri saja, namun juga sebagai sarana pembelajaran bagi pebisnis dan penggiat di industri ini, FHI 2025 juga menampilkan beragam seminar industri dan seminar sustainability yang diharapkan dapat mendukung akselerasi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Leonarita.

Leona menyebutkan beberapa seminar industri oleh asosiasi dan lembaga lain di sektor ini seperti, ASEAN American Epicurean Table Seminar oleh U.S. Meat Export Federation; Global Beverage Services Solution Provider oleh Damin; Business Breakfast oleh Saladplate dan Global Data; Timeless Craft – Sustainable Future oleh Alga dan Wisewool; The Importance of the Media Industry in HORECA oleh Epicure; Coffee Talk oleh Dewan Kopi Indonesia; Seminar Sertifikasi Halal dan Standar Higienis oleh LPPOM; serta Bulog Seminar.

Selain itu, FHI 2025 juga hadirkan beragam seminar sustainability dengan topik yang menarik seperti Sustainable Water Solutions for the Future of HORECA oleh Waterhub, Sesi Seminar oleh Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Beyond the Fryer: UCO and Renewable Energy Innovation in Hotels & Restaurants oleh Noovoleum, Sustainable Innovation in Hospitality bersama Sentian, Evolve, dan MVB dalam tajuk “Built for Efficiency” dan “Who Pays the Climate Price?” serta “Sustainability for Businesses: It’s more than just Plastic” dan “Ecosystem of Value” oleh Magalarva. Selain itu FHI sendiri hadirkan akses business networking melalui FHI Business Matching Programme, FHI TV Programme, Red Bull Party Truck dan Lalamove Recharge Station serta masih banyak acara menarik lainnya.

Sebagai penutup, Juanita menambahkan bahwa digitalisasi merupakan kekuatan pendorong yang meningkatkan produktivitas dan membantu Indonesia mencapai status pendapatan tinggi pada tahun 2045. “FHI mempercepat pertumbuhan berkelanjutan dalam industri F&B di Indonesia dalam kerangka ‘Indonesia 4.0’ melalui FHI Digital Showroom yang didukung oleh Saladplate, untuk memamerkan pasokan produk F&B dan perhotelan yang dapat membuka peluang ekspansi ke pasar global,” jelas Juanita.

Terlebih, FHI selalu konsisten menjadi pameran bisnis terdepan yang unggul dengan terus memperluas cakupannya untuk mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh ke tingkat yang lebih tinggi. FHI juga terus mendukung perkembangan industri di sektor ini, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada tahun 2025 diproyeksikan berada di kisaran 4,7% hingga 5,2%.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0

Redaksi.co, Jakarta, 22 Juli 2025 – Sebanyak kurang lebih 700+ produsen, distributor, dan retailer sektor kuliner dan perhotelan terkemuka lebih dari 35 negara, hadir serta turut ambil bagian dalam pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 yang telah resmi dibuka pada hari ini. Bersama dengan Hotelex Indonesia, Finefood Indonesia, serta Retail Indonesia, acara yang berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 22-25 Juli di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta ini menghadirkan pameran dagang terkemuka yang selalu mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kemajuan industri melalui pengalaman dinamis yang mendunia untuk pelaku industri makanan, minuman, dan perhotelan di Indonesia.

Perhelatan FHI tahun ini dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menurutnya FHI 2025 tak hanya menjadi ajang pameran produk dan teknologi terkini saja melainkan juga forum strategis untuk mempromosikan praktik berkelanjutan di seluruh sektor F&B dan hospitality. FHI juga dinilai menjadi forum yang penting bagi penggiat industri sektor ini baik lokal maupun internasional, agar bisa bersanding bersama. FHI 2025 memberikan kesempatan emas bagi industri kreatif Indonesia agar produknya bisa semakin kompetitif untuk bersaing dengan produk negara lain yang semakin agresif untuk melebarkan sayap ke pasar global.

“Industri makanan dan minuman menyumbang sekitar 38% PDB ekonomi kreatif dengan lebih dari 11.000 usaha. Sehingga kami sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksaan FHI 2025 yang dapat memberikan dorongan untuk pertumbuhan dan peningkatan industri kuliner dan perhotelan di Indonesia. Harapannya agar industri sektor ini dapat menjadi mesin penggerak yang dapat memajukan indutstri kreatif Indonesia,” kata TeIndu

Lebih lanjut ia juga menambahkan, nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia meningkat sebesar 119% nilai ekspornya meningkat sebesar 67%. Dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 26,5 juta jiwa pada tahun 2024.Dan diperkirakan akan terus menciptakan 787,6 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan, jika pertumbuhan ini terus berlanjut. Hal ini semakin menunjukan bahwa industri F&B dan hospitality semakin bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Juanita Soerakoesoemah selaku Portofolio Director FHI 2025 dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa FHI menjadi bentuk dukungan terhadap akselerasi pertumbuhan industri F&B dan hospitality yang berkelanjutan di Indonesia.

“FHI 2025 kembali hadir dengan misi yang sama, untuk mendukung keberlanjutan lingkungan serta efisiensi sumber daya. Dengan sejarah panjangnya yang hampir 30 tahun eksis dalam mendukung perkembangan industri F&B dan hospitality di Indonesia, penyelenggaraan FHI tahun ini terus dengan komitmen untuk hadir memberikan dampak positif bagi lingkungan demi kemajuan industri di sektor ini,” kata Juanita.

Juanita juga menambahkan hal ini didukung dengan tema pada edisi ke-19 tahun ini yaitu ‘Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan.’ Kemudian menandakan bahwa, FHI 2025 hadir sebagai katalis transformasi berkelanjutan dengan menghadirkan perusahaan dan merek yang berkomitmen pada praktik ramah lingkungan di sektor makanan, minuman, dan perhotelan. Belakangan, FHI juga telah menjadi platform untuk menampilkan solusi inovatif, mulai dari produk organik, efisiensi energi, hingga pengelolaan limbah pameran.

Sejumlah produk dan merek-merek unggulan telah menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik keberlanjutan dan akan ditampilkan dalam ajang FHI tahun ini, diantaranya Allana, Avani, Beragam, Botanical Essentials, Chungcheongnam-do, Delifru, Greenfields Professional, Healthy Choice, Japfa Food, Kawan Lama Solution, Interfood, Gastro, Nisuma, Danatini, Skyherb, Scent Air, Rotaryana, Tree Nut Asia, RunPack, Unox, Uqesh, USA Pulses, Vicando, Wallex, dan lain sebagainya.

Sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan, FHI 2025 menghadirkan berbagai zona pengalaman ramah lingkungan bagi pengunjung. Diantaranya Water Refill Stations bersama Waterhub yang mendukung kampanye #BringYourOwnTumbler, Powernap Area dari Alga dan Bobobox, serta Wellness Corner yang menawarkan pijat gratis dan konsultasi mental dari Perfect Health dan Naluri Life.

Pengunjung juga dapat menikmati Light Air Zone oleh ScentAir dan GLAM yang menghadirkan udara segar pegunungan di tengah pameran. Di Hall D1, FHI bekerja sama dengan Noovoleum menghadirkan UCollect Station untuk mengumpulkan minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Pengunjung FHI 2025 dapat menggunakan kode referral: NOOVFHI25 untuk berpartisipasi.

Juanita juga menjelaskan, sebagai pameran dagang internasional yang unggul, FHI menjadi platform strategis untuk membangun jejaring bisnis secara efektif dan efisien, dengan menghadirkan International Booth Pavilions dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Cina, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, terdapat area spesial ‘Kaiyuan’ Plan 2025 – China Bakery & Food Pavilion yang hadir perdana di FHI 2025, menampilkan inovasi lebih dari 20 perusahaan terkemuka di industri baking Tiongkok melalui demo langsung dan booth interaktif.

Kompetisi F&B dan Hospitality di FHI 2025

Tahun ini, FHI 2025 juga menghadirkan beragam acara dan kompetisi bergengsi, salah satunya adalah kompetisi minuman internasional 2026 World Fashion Drinks Competition (WFDC) yang untuk pertama kalinya hadir di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Shanghai Sinoexpo Informa Markets yang disponsori oleh LMK, Senfienta, Alpine Cool, Mengniu Dairy Professionals, dan Scotsman Ice Systems (Shanghai) Co., Ltd. WFDC Indonesia sekaligus menjadi ajang bagi bartender profesional, perwakilan merek minuman, barista, mahasiswa kuliner, dan pencipta minuman independen untuk unjuk kreativitas dan bersaing memperebutkan tiket ke final di Shanghai 2026.

Tak cukup sampai disitu, FHI 2025 juga kembali menghadirkan berbagai ragam kompetisi seperti; Indonesia Coffee Events (ICE) dengan kompetisi Hometown Indonesia Latte Art Scholar (HILACS25) oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Menurut Daryanto Witarsa, selaku Ketua Umum AKSI SCAI, kompetisi ini telah melewati penjurian secara online sebelumnya. Terdapat lebih dari 80 Latte Artist yang telah mengirimkan karya mereka pada babak Online Preliminary HILACS25.

“Saat ini terdapat 40 peserta yang sudah terpilih untuk mengikuti tahap kompetisi offline yang berlangsung pada HILACS25 dalam pemeran FHI 2025. Para peserta akan ditantang untuk menunjukkan kemampuannya dalam tiga babak; Throwdown, Semifinal Stage Presentation dan Art Bar, dan babak Final Stage Presentation. Sehingga calon juara Latte Art nantinya akan lahir pada event ini,” kata Daryanto.

Selain kompetisi tersebut, juga terdapat kompetisi lain seperti The 14th Salon Culinaire oleh Association of Culinary Professionals (ACP), Hotelicious Thematic Bed Making Competition oleh BINUS Business Hotel Management didukung oleh King Koil, Jakarta Best Sommelier Competition oleh Indonesia Sommelier Association (ISA) dan Ready-to-Drink Cocktails in a Can Competition oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) yang akan menyoroti kreativitas, cita rasa, dan ketajaman bisnis di salah satu segmen industri minuman yang paling pesat perkembangannya.

Kompetisi eksklusif ini dengan bangga diselenggarakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) bekerja sama dengan FHI. Ketua IFBEC, I Ketut Darmayasa, S.I.P, MM, CHT menjelaskan secara singkat mengenai kompetisi ini yang merupakan ajang inovasi bagi para bartender dan mixologist untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan minuman siap saji yang berkualitas premium, namun tetap praktis dan memiliki rasa yang konsisten.

“Kompetisi ini menyoroti tren global di mana konsep RTD (Ready-to-Drink) menjadi solusi modern bagi industri perhotelan dan restoran dalam menghadirkan signature drink tanpa mengurangi kualitas rasa maupun estetika. Kompetisi ini diikuti oleh kurang lebih 20 tim terpilih yang berasal dari hotel berbintang, restoran fine dining, dan brand minuman terkemuka di Indonesia,” jelasnya.

Untuk kategori utama kompetisi yang esensial yaitu; Signature RTD Cocktails, menonjolkan inovasi rasa dan identitas lokal; sedangan kategori Low & No Alcohol RTD Cocktails, lebih relevan dengan tren minuman sehat dan ramah lingkungan. Menghadirkan lebih dari 5 panel juri independen, terdiri dari praktisi mixology internasional, Brand Ambassador global, serta perwakilan IFBEC yang berpengalaman dalam penilaian teknis, rasa, estetika, dan sustainability yang berkesinambungan sesuai dengan misi FHI 2025.

Ragam Seminar Industri dan Sustainability

Terdapat pula beragam workshop menarik, seperti Wine Master Class oleh ISA, Interior Design Clinic oleh Rukita, Gelato Workshop oleh Gastro Gizi Sarana, dan salah satu yang menarik adalah Art Workshop with Natural Pigments oleh Rekalagam, yang akan menjelajahi kreativitas berkelanjutan secara langsung dalam lokakarya ramah lingkungan pada FHI 2025. Dalam workshop Rekalagam para peserta akan diajarkan bagaimana cara mengubah limbah menjadi karya menakjubkan dengan membuat dekorasi rumah menggunakan pigmen alami dari bahan organik sehari-hari. Dipandu oleh seniman yang peduli lingkungan, sehingga peserta dapat mempelajari teknik pewarnaan alami, pencampuran warna, dan desain yang sadar lingkungan serta membawa pulang hasil karya unik buatan para peserta nantinya.

Marketing Communication Manager FHI 2025, Leonarita Hutama juga turut menambahkan bahwa beragam kompetisi dan kegiatan menarik yang dihadirkan dalam FHI 2025 diharapkan dapat turut mendukung kemajuan industri nasional. “FHI tidak hanya hadir sebagai ajang pameran produk industri saja, namun juga sebagai sarana pembelajaran bagi pebisnis dan penggiat di industri ini, FHI 2025 juga menampilkan beragam seminar industri dan seminar sustainability yang diharapkan dapat mendukung akselerasi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Leonarita.

Leona menyebutkan beberapa seminar industri oleh asosiasi dan lembaga lain di sektor ini seperti, ASEAN American Epicurean Table Seminar oleh U.S. Meat Export Federation; Global Beverage Services Solution Provider oleh Damin; Business Breakfast oleh Saladplate dan Global Data; Timeless Craft – Sustainable Future oleh Alga dan Wisewool; The Importance of the Media Industry in HORECA oleh Epicure; Coffee Talk oleh Dewan Kopi Indonesia; Seminar Sertifikasi Halal dan Standar Higienis oleh LPPOM; serta Bulog Seminar.

Selain itu, FHI 2025 juga hadirkan beragam seminar sustainability dengan topik yang menarik seperti Sustainable Water Solutions for the Future of HORECA oleh Waterhub, Sesi Seminar oleh Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Beyond the Fryer: UCO and Renewable Energy Innovation in Hotels & Restaurants oleh Noovoleum, Sustainable Innovation in Hospitality bersama Sentian, Evolve, dan MVB dalam tajuk “Built for Efficiency” dan “Who Pays the Climate Price?” serta “Sustainability for Businesses: It’s more than just Plastic” dan “Ecosystem of Value” oleh Magalarva. Selain itu FHI sendiri hadirkan akses business networking melalui FHI Business Matching Programme, FHI TV Programme, Red Bull Party Truck dan Lalamove Recharge Station serta masih banyak acara menarik lainnya.

Sebagai penutup, Juanita menambahkan bahwa digitalisasi merupakan kekuatan pendorong yang meningkatkan produktivitas dan membantu Indonesia mencapai status pendapatan tinggi pada tahun 2045. “FHI mempercepat pertumbuhan berkelanjutan dalam industri F&B di Indonesia dalam kerangka ‘Indonesia 4.0’ melalui FHI Digital Showroom yang didukung oleh Saladplate, untuk memamerkan pasokan produk F&B dan perhotelan yang dapat membuka peluang ekspansi ke pasar global,” jelas Juanita.

Terlebih, FHI selalu konsisten menjadi pameran bisnis terdepan yang unggul dengan terus memperluas cakupannya untuk mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh ke tingkat yang lebih tinggi. FHI juga terus mendukung perkembangan industri di sektor ini, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada tahun 2025 diproyeksikan berada di kisaran 4,7% hingga 5,2%.