Beranda blog Halaman 212

Aktivis PMII Menggugat: Skandal SPPG Aralle Dinilai Memalukan, BGN Didesak Cabut Izin dan Audit Total

0

Redaksi.co MAMASA : Gelombang kemarahan publik kian membesar. Kasus kelalaian dalam penyelenggaraan layanan makanan di SPPG Aralle kini tak lagi dipandang sebagai insiden biasa, melainkan telah menjelma menjadi tamparan keras bagi kredibilitas program nasional.

Aktivis PMII angkat suara dengan nada tegas dan tanpa kompromi. Mereka mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mengambil langkah drastis: mencabut izin operasional SPPG Aralle serta melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk jajaran pengawas di tingkat wilayah Mamasa.

“Ini bukan soal maaf memaafkan,” tegas Akbar, salah satu aktivis PMII. “Ini soal kepantasan. Makanan yang seharusnya bergizi untuk masyarakat justru menjadi sumber masalah. Kalau kualitasnya seperti ini, yang terjadi bukan peningkatan gizi, tapi justru pendiskreditan terhadap program nasional.”

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap sistem pengawasan yang dinilai gagal total. Aktivis menilai, kelalaian ini tidak berdiri sendiri, melainkan mencerminkan lemahnya kontrol, pembinaan, dan pendampingan dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

PMII secara terbuka menuntut transparansi dan akuntabilitas. Mereka meminta agar BGN tidak hanya berhenti pada klarifikasi atau permintaan maaf, tetapi berani melakukan “bersih-bersih” internal.

“Kami meminta BGN mencabut izin SPPG Aralle dan melakukan audit menyeluruh. Ini harus menyentuh semua lini, termasuk koordinator wilayah yang lalai menjalankan fungsi pengawasan di lapangan,” lanjut Akbar.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi integritas program layanan gizi yang selama ini digadang-gadang sebagai solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika tidak ditangani secara tegas, bukan hanya kepercayaan publik yang runtuh, tetapi juga legitimasi program itu sendiri.

Sorotan kini tertuju pada BGN: apakah akan bertindak cepat dan tegas, atau justru membiarkan krisis kepercayaan ini semakin dalam. (ZUL)

Dari Anak Desa hingga Jadi Wartawan, Ini Perjalanan Hidup Suhaili

0

Dari Anak Desa hingga Jadi Wartawan, Ini Perjalanan Hidup Suhaili

LOMBOK BARAT –Redaksi.co Nama Suhaili mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Sosok yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial, pemerintahan desa, organisasi kepemudaan hingga dunia jurnalistik ini memiliki perjalanan hidup yang panjang dan penuh dinamika.

Suhaili lahir di Peseng pada 17 Agustus 1976 dan besar di Dusun Bongor, Desa Taman Ayu. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan masyarakat sederhana yang kuat dengan nilai gotong royong dan keagamaan.

Pendidikan dasar ditempuh di SDN 1 Peseng pada tahun 1983 dan lulus tahun 1989. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di MTs Nurul Hakim Kediri dan menyelesaikannya pada tahun 1993. Di tahun yang sama, Suhaili melanjutkan pendidikan ke MAN 1 Mataram dan lulus pada tahun 1996.

Usai menyelesaikan pendidikan menengah atas, Suhaili memilih mengabdikan diri kepada negara dengan bergabung ke TNI AD pada tahun 1997. Namun perjalanan militernya hanya berlangsung sekitar satu tahun dan pada tahun 1998 ia diberhentikan dari kesatuan karena persoalan dalam tugas kedinasan.

Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya untuk bangkit dan menata masa depan.

Pada tahun 1999, Suhaili berangkat melaksanakan ibadah umroh dalam usia muda dan masih berstatus lajang. Setelah itu, ia menetap di tanah suci hingga tahun 2009. Selama kurang lebih sepuluh tahun berada di luar negeri, ia mengaku banyak memperoleh pengalaman hidup serta memperdalam nilai agama dan sosial kemasyarakatan.

Sepulang dari tanah suci, Suhaili kembali ke kampung halaman dan mulai aktif dalam kehidupan masyarakat. Pada tahun 2010, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Dusun Bongor hingga tahun 2018.

Selama menjabat, ia dikenal aktif memperjuangkan kebutuhan masyarakat, termasuk membantu warga memperoleh pekerjaan di perusahaan COQINDO dan kawasan PLTU Jeranjang pada tahun 2014. Selain tenaga kerja umum, ia juga memperjuangkan sejumlah warga agar dapat diterima sebagai tenaga keamanan atau satpam di kawasan tersebut.

Tidak hanya aktif di pemerintahan dusun, Suhaili juga pernah mencalonkan diri sebagai kepala desa. Tahun 2006 ia maju sebagai calon Kepala Desa Kebon Ayu dan memperoleh suara terbanyak kedua. Kemudian pada tahun 2019, ia kembali mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Taman Ayu dan kembali meraih posisi suara terbanyak kedua.

Di bidang organisasi, Suhaili aktif bergabung dalam KNPI Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2024. Kemudian pada awal tahun 2025, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BAPERA Arisa Pemuda Pancasila Kabupaten Lombok Barat hingga Oktober 2025.

Memasuki dunia jurnalistik, Suhaili mengikuti ujian wartawan pada Oktober 2025 dan dinyatakan lulus pada November 2025. Hingga saat ini, ia aktif sebagai wartawan di media online Redaksi.co yang berkantor pusat di Jakarta Pusat.

Selain itu, Suhaili juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Pada akhir November 2025, ia membantu memperjuangkan program bedah rumah bagi 12 warga kurang mampu di Desa Taman Ayu. Ia juga turut membantu pembangunan satu mushalla umum di belakang kantor desa sebagai fasilitas ibadah masyarakat.

Bagi sebagian warga, Suhaili dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan aktif menyuarakan persoalan sosial, pembangunan desa, hingga kepentingan masyarakat kecil.

Perjalanan hidup Suhaili menjadi gambaran tentang perjuangan seorang anak desa yang pernah jatuh bangun dalam kehidupan, namun tetap berusaha mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Sumber : Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Jurnalis : Abach Uhel

LBH RHI Fasilitasi Restorative Justice 12 Orang sekaligus di Polsek Marau, Kasus Viral Berakhir Damai

0

LBH RHI Fasilitasi Restorative Justice 12 Orang sekaligus di Polsek Marau, Kasus Viral Berakhir Damai

Marau, Ketapang – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rumah Hukum Indonesia (RHI) Kabupaten Ketapang kembali memfasilitasi penyelesaian perkara melalui pendekatan restorative justice di wilayah hukum Polsek Marau, Jumat (1/5/2026) siang.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD RHI Kabupaten Ketapang, Ahmad Upin Ramadan, CPLA, bersama Sekretaris DPD RHI Buntung, CPLA.Turut Mendampingi, dan juga Kepala Desa Karya Baru, Budi Arman, S.IP, serta para pihak yang terlibat dalam perkara.

Mediasi ini digelar untuk menyelesaikan kasus yang sempat menjadi sorotan publik dan viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat menempuh jalur damai antara pak Budi Arman sama Marcel dan selo melakukan musyawarah dan mufakat sebagai bentuk penyelesaian terbaik.
Ketua DPD RHI, Ahmad Upin Ramadan, melalui timnya menegaskan bahwa penyelesaian secara damai ini merupakan langkah yang mengedepankan keadilan restoratif justice yakni memulihkan hubungan sosial tanpa harus berlanjut ke proses hukum yang lebih panjang.

Sementara itu, Ahmad Upin Ramadan, CPLA yang bertindak sebagai kuasa hukum Muhammad Sholeh menjelaskan bahwa perkara tersebut murni merupakan kasus kriminal dan tidak berkaitan dengan pihak lain, sebagaimana yang sempat beredar dalam video viral.

“Informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar. Saat kejadian, yang bersangkutan berada dalam tekanan dan ancaman ketika diamankan oleh warga di Dusun Pesanggaran, Desa Karya Baru,” jelas Ketua LBH Rumah Hukum Indonesia Kab. Ketapang.

Dengan tercapainya kesepakatan damai melalui restorative justice, kedua pihak menyatakan persoalan telah selesai secara kekeluargaan. Diharapkan, penyelesaian ini dapat menjadi contoh dalam menjaga kondusivitas serta keharmonisan masyarakat di Kecamatan Marau.

Sumber: Markus sidik Sutrisna S.Th. CPLA

Dari Dapur PKK ke Kamtibmas, Polisi Edukasi Ibu-Ibu Saat Olah Keripik Pisang di Sukajadi

0

 

PURWAKARTA ( 𝗥𝗲𝗱𝗮𝗸𝘀𝗶.𝗰𝗼 ) – Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak di Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, saat ibu-ibu PKK berkumpul mengolah camilan keripik pisang. 

Di tengah aktivitas tersebut, jajaran Polsek Pasawahan Polres Purwakarta hadir memberikan sentuhan edukasi kamtibmas secara humanis.

Kanit Binmas Polsek Pasawahan, 𝗔𝗶𝗽𝗱𝗮 Abdul Jabar, menyambangi kegiatan ibu-ibu PKK yang tengah sibuk memasak keripik pisang. Kehadiran polisi di tengah aktivitas warga ini dimanfaatkan untuk menjalin komunikasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.

𝐒𝐈𝐌𝐀𝐊 𝐏𝐔𝐋𝐀: ​3 Calon Kades PAW Liunggunung Ditetapkan, Ini Pesan Kapolsek Plered

Dengan pendekatan santai, Aipda Abdul Jabar berdialog langsung dengan para ibu, mengingatkan agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan, khususnya penipuan online, arisan online, hingga investasi bodong yang kerap menyasar masyarakat.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui, Kasi Humas, AKP Enjang Sukandi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif melalui pendekatan langsung kepada masyarakat.

“Kami memberikan imbauan kamtibmas kepada ibu-ibu PKK agar lebih waspada terhadap penipuan online maupun investasi yang tidak jelas. Selain itu, peran ibu sangat penting dalam menjaga lingkungan keluarga tetap aman,” ujarnya.

Tak hanya itu, para ibu juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga tawuran. Petugas juga mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas, termasuk tidak menggunakan knalpot bising yang dapat mengganggu ketertiban umum.

𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗝𝗨𝗚𝗔: Kapolres Purwakarta Tegaskan Peran Strategis Linmas dalam FGD Pencegahan Premanisme Berbasis Masyarakat

Enjang menegaskan bahwa pendekatan humanis melalui kegiatan masyarakat menjadi salah satu strategi efektif dalam menjaga kamtibmas (𝟐/𝟓/𝟐𝟔).

“Polri hadir untuk masyarakat. Kegiatan sambang seperti ini menjadi sarana efektif untuk membangun kedekatan sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya peran ibu dalam menjaga keluarga dan lingkungan,” ungkap AKP Enjang Sukandi.

Melalui kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif, dimulai dari lingkup keluarga hingga tingkat desa. (*/ѕк)

𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕖𝕥𝕒

Polsek Pelabuhan Ahmad Yani Gelar Razia Minuman Keras dan Barang Ilegal, Puluhan Botol Diamankan

0

REDAKSI. CO – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Piket Polsek Kawasan Pelabuhan Ahmad Yani, Polres Ternate, melaksanakan kegiatan razia minuman keras dan barang ilegal lainnya di wilayah Pelabuhan Ahmad Yani pada Jumat, (1/5) kemarin.

Kapolsek Pelabuhan Ahmad Yani, Iptu Mirna Oramali, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Ternate, Ipda Sudirjo, S.I.P., menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan razia tersebut, personel berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah minuman keras yakni 1 (satu) dus minuman keras jenis Cap Tikus sebanyak 23 botol ukuran 600 ml dan 1 (satu) dus minuman keras jenis Bir Bintang sebanyak 24 kaleng ukuran 500 ml.

Dengan demikian, total barang bukti minuman keras yang diamankan berjumlah 47 (empat puluh tujuh) botol/kaleng.

Barang bukti tersebut ditemukan di dek 1 Kapal KM UKI Raya dan Kapal KM Permata Obi yang sedang bersandar di Pelabuhan Ahmad Yani. Seluruh barang bukti selanjutnya diamankan di Polsek Kawasan Pelabuhan Ahmad Yani guna proses hukum lebih lanjut.

Kasi Humas juga menegaskan bahwa kegiatan razia ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan peredaran minuman keras ilegal yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran minuman keras ilegal, khususnya di wilayah pintu masuk seperti pelabuhan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Polres Ternate dalam menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari dampak negatif minuman keras,” tegasnya.

Wakapolda Malut Hadiri Upacara Hardiknas 2026, Dukung Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan di Maluku Utara

0

REDAKSI. CO – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Sabtu (2/5).

Upacara tersebut mengusung tema nasional, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua.” Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat dalam memajukan dunia pendidikan di daerah kepulauan.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir mendampingi gubernur, Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe, beserta sejumlah pimpinan forkopimda dan instansi vertikal lainnya.

Gubernur Malut, dalam kesempatan itu memaparkan strategi Pemprov Malut untuk mencetak SDM yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, terdapat korelasi positif yang signifikan antara kualitas SDM dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai langkah konkret, Pemprov Malut menggandeng Putera Sampoerna Foundation guna mendukung transformasi pembangunan pendidikan di Maluku Utara,” jelasnya.

Di sela-sela kegiatan, Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa pihak Kepolisian Daerah Maluku Utara berkomitmen penuh untuk terus mendukung setiap kebijakan strategis pemerintah daerah di bidang pendidikan.

“Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Sebagai aparat keamanan, kami tidak hanya bertugas menjaga stabilitas dan ketertiban, tetapi juga hadir sebagai mitra aktif pemerintah dan masyarakat. Polri siap mengamankan seluruh proses pembangunan pendidikan, memberikan rasa aman di lingkungan sekolah, serta berkolaborasi dalam program-program seperti pencegahan kekerasan di dunia pendidikan, bahaya narkoba, hingga penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda Maluku Utara,” tegas Wakapolda.

Kehadiran Wakapolda Malut beserta seluruh aparat keamanan dalam kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas TNI-Polri dengan pemerintah daerah dalam mendukung program percepatan peningkatan mutu pendidikan di wilayah Maluku Utara.

PMII Mamasa Bereaksi, Desak Pencabutan Izin SPPG Aralle dan Audit Total BGN

0

Redaksi.co MAMASA : Reaksi kemarahan menggema di Bumi Kondosapata. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Mamasa melancarkan serangan terbuka terhadap Satuan Pelayanan Program Gizi Aralle yang dinilai gagal menjalankan mandat program nasional.

Tak lagi sekadar kritik biasa, PMII secara tegas mendesak Badan Gizi Nasional untuk segera mencabut izin operasional SPPG Aralle dan melakukan audit investigatif menyeluruh. Mereka menilai persoalan ini bukan lagi kelalaian administratif, melainkan bentuk serius kegagalan pelayanan publik.

Dalam aksi yang berlangsung panas, sejumlah aktivis menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat. Mereka menegaskan bahwa permintaan maaf dari pihak pengelola tidak lagi relevan dalam situasi yang dianggap menyangkut keselamatan dan martabat penerima manfaat.

“Ini bukan sekadar soal kesalahan teknis. Ini menyangkut kelayakan konsumsi dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Permintaan maaf tidak cukup,” ujar Akbar.

Tak berhenti di tingkat pelaksana, sorotan juga diarahkan kepada Koordinator Wilayah BGN Mamasa. PMII menduga adanya kelalaian dalam fungsi pengawasan yang seharusnya memastikan standar program berjalan sesuai ketentuan.

Dua tuntutan utama yang diajukan PMII kepada BGN pusat meliputi:

* Pencabutan izin operasional SPPG Aralle secara tegas.

* Audit investigatif terhadap kinerja Koordinator Wilayah BGN Mamasa.

Kasus ini dinilai menjadi ujian serius bagi implementasi program gizi nasional. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, insiden di lapangan justru memunculkan pertanyaan besar terkait pengawasan dan standar mutu.

PMII menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan klarifikasi semata, melainkan tindakan konkret dan pertanggungjawaban dari pihak yang berwenang.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah yang akan diambil BGN. Keputusan lembaga tersebut dinilai akan menjadi indikator komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas program strategis nasional. (ZUL)

Dari Arteri ke Istana: Teriakan Pemuda Sulbar Menembus Dinding Kekuasaan

0

Aspal panas Bundaran Arteri menjadi saksi bisu gelombang aksi yang elegan. Sabtu, 2 Mei 2026, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Barat (Sulbar) resmi “menguasai” jalanan dalam sebuah aksi massa yang memikat sekaligus menampar wajah pemangku kebijakan.

Bukan sekadar seremonial memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional, aksi ini menjelma menjadi panggung agitasi terhadap deretan rapor merah pemerintah.

Massa aksi tidak datang dengan tangan hampa. Mereka membawa “naskah tuntutan” yang menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat, mulai dari isu lokal hingga sengkarut nasional:

* Pendidikan yang Sekarat: Menuntut pemerataan akses pendidikan yang selama ini dianggap hanya milik kaum elit.

* Nasib Driver Ojol: Mendesak regulasi upah yang manusiawi bagi pahlawan jalanan.

* Makan Bergizi Gratis (MBG): Mengkritisi implementasi kebijakan agar tidak sekadar menjadi komoditas politik.

UU Perampasan Aset & Pelanggaran HAM: Menagih ketegasan negara terhadap koruptor dan penuntasan dosa masa lalu yang tak kunjung usai.

Ini adalah bukti bahwa nalar kritis pemuda di Sulbar belum mati. Kami mencium aroma kebijakan yang tidak pro-rakyat, dan kami di sini untuk menghentikannya!” Suara dari barisan massa.

Salah satu aktivis yang hadir, Fergiawan Rai Zacky, memberikan apresiasi tinggi atas soliditas massa. Dengan nada bicara yang tegas, ia menekankan bahwa aksi ini adalah pesan cinta sekaligus peringatan keras bagi pemerintah.

Saya sangat bangga melihat mahasiswa dan pemuda hari ini masih memiliki ‘darah‘ untuk peduli pada rakyat kecil di tengah gempuran kebijakan yang mencekik,” ujar Fergiawan di tengah riuhnya kepulan semangat massa.

Ia menambahkan bahwa momentum ini harus menjadi bahan bakar bagi generasi mendatang.”Aksi seperti ini adalah alarm. Regenerasi ke depan harus lebih peka, lebih tajam, dan lebih berani menguliti kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat.”

Aksi yang berlangsung tertib namun penuh tekanan ini mengirimkan sinyal kuat ke kantor-kantor pemerintahan di Sulbar: Bahwa selama ketimpangan masih nyata, jalanan akan tetap menjadi rumah bagi para pejuang keadilan. Hari ini, Arteri tidak hanya menjadi jalur transportasi, tapi menjadi altar suci perjuangan pemuda Sulbar yang menolak tunduk pada ketidakadilan. (ZUL)

*Lemkapi Puji Kinerja Polri Amankan May Day 2026*

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) memberikan apresiasi terhadap kinerja Polri dalam mengamankan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang berlangsung di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya secara aman dan kondusif.

Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan, menilai keberhasilan pengamanan tersebut tidak lepas dari kesiapan dan strategi yang telah disusun Polri jauh sebelum pelaksanaan kegiatan.

“Kita puji kinerja Kapolri bersama seluruh jajaran Polda yang berhasil menjaga keamanan peringatan May Day berjalan damai dan kondusif,” kata Edi di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Menurut Anggota Kompolnas periode 2012–2016 ini, Polri telah melakukan langkah antisipatif dengan menjalin komunikasi yang baik bersama para pimpinan buruh, termasuk melalui pertemuan yang dilakukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama Seskab Teddy Indra Wijaya menjelang May Day di kawasan Monas.

Ia menegaskan, sinergi antara aparat keamanan, instansi terkait, serta dukungan dari para buruh menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama peringatan May Day berlangsung.

“Berkat kerja keras seluruh jajaran Polri dan instansi terkait serta dukungan para buruh, peringatan May Day sangat aman, damai, dan kondusif,” ucapnya.

Zulhas Ajak Alumni IPB Perkuat Inovasi Pertanian dan Energi Terbarukan

0

Redaksi.co, Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, mengatakan pentingnya peran alumni dan akademisi dalam mempercepat kedaulatan pangan dan energi nasional. Hal itu disampaikannya dalam agenda Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa bertema “Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Nasional” di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (2/5).

Zulhas menyebut sektor pertanian menjadi prioritas utama pemerintah, mulai dari penguatan komoditas padi, jagung, hingga perkebunan rakyat. Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Tanpa dukungan pemanfaatan ilmu dan teknologi, kita tidak bisa berhasil. Misalnya pengembangan varietas baru padi, bibit kelapa, hingga hilirisasi produk,” ujar Zulhas.

Ia mencontohkan tren global yang mulai beralih menggunakan produk turunan kelapa sebagai pengganti susu dalam kopi, sebagai peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah komoditas.

Selain itu, Zulhas juga menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian tidak hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai sumber energi terbarukan. Program seperti E20 dan B50 dinilai membutuhkan keterlibatan para ahli untuk percepatan implementasi.

“Pertanian sekarang jadi sektor sangat penting, karena di situ kita juga kembangkan energi terbarukan. Tidak mungkin kita bisa mempercepat tanpa para ahlinya,” katanya.

Dalam forum tersebut, ia mengajak alumni IPB University untuk berperan aktif dalam inovasi dan pengembangan teknologi guna mendukung kemandirian pangan dan energi nasional.