Beranda blog Halaman 211

Polisi Ungkap Peredaran Obat Berbahaya Tanpa Izin di Tanjung Priok, Satu Pelaku Diamankan

0

Jakarta, Redaksi.Co- Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap kasus peredaran obat-obatan berbahaya (Daftar G) tanpa izin di wilayah Tanjung Priok Jakarta Utara. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pelaku yang diduga berperan sebagai penjual.

Kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat pada Kamis, terkait adanya aktivitas peredaran obat-obatan berbahaya di kawasan Tanjung Priok dan sekitarnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Operasional Satresnarkoba melakukan observasi di beberapa wilayah, termasuk Kelurahan Rawa badak, Tugu Utara, dan Kebon Bawang Tanjung Priok.

Petugas menemukan sebuah toko kosmetik bernama Toko Bahari yang berlokasi di Jalan Bakti Raya, Kebon Bawang, Tanjung Priok. Dari lokasi tersebut, polisi mendapati ratusan butir obat-obatan berbahaya yang dijual tanpa izin resmi.

Pelaku yang diamankan diketahui bernama AW (27), seorang laki-laki asal Aceh Utara. Ia diduga berperan sebagai penjual obat-obatan tersebut.

Dari hasil penggerebekan, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa:
272 butir obat jenis Excimer
209 butir Tramadol
121 butir Trihexyphenidyl
121 butir Alprazolam dan sejenisnya
Selain itu, turut diamankan barang bukti non-narkotika berupa satu unit handphone dan uang tunai sebesar Rp1.500.000.
Selanjutnya, pelaku beserta seluruh barang bukti dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Habibie, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat-obatan berbahaya yang tidak sesuai dengan peruntukan dan ketentuan hukum.

“Pengungkapan ini merupakan komitmen Polri dalam memberantas peredaran obat-obatan ilegal yang dapat membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Polres Purwakarta: Urgensi Pembinaan Anggota Linmas demi Stabilitas Keamanan Desa

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( Redaksi.co ) — 𝙱𝚎𝚛𝚊𝚐𝚊𝚖𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚍𝚎𝚜𝚊𝚊𝚗, 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚞𝚗𝚐𝚜𝚒 𝚂𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐.

𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚎𝚜𝚊.

𝚄𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚞𝚗𝚐𝚜𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜, 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚕𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚝𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚞𝚗𝚢𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚔𝚊𝚕 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚞𝚖𝚙𝚞𝚗𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗.

 

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: May Day 2026: Polres Purwakarta Tegaskan Kesiapan Pengamanan di Lapangan

𝚂𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚐𝚎𝚗𝚌𝚊𝚛 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍, 𝙰𝙺𝙿 𝙰𝚕𝚒 𝙼𝚞𝚛𝚝𝚊𝚍𝚑𝚘 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚝𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚘𝚙𝚝𝚒𝚖𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗.

“𝙿𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚔𝚜𝚒𝚖𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜-𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊,” 𝙹𝚎𝚕𝚊𝚜 𝙰𝚕𝚒, 𝙿𝚊𝚍𝚊 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞, 3 𝙼𝚎𝚒 2026.

𝙷𝚊𝚛𝚊𝚙𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔, 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚍𝚒 𝚆𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚠𝚊𝚜𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚜𝚒𝚝𝚞𝚊𝚜𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚘𝚕𝚒𝚍𝚊𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜.

“𝙿𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚋𝚑𝚊𝚋𝚒𝚗𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚒𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚒𝚝𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚕𝚒𝚗𝚐𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚜𝚎𝚐𝚊𝚕𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚍𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙰𝚕𝚒. 

𝙼𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚍𝚊𝚊𝚗 𝙻𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚞𝚊𝚝𝚞 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚖𝚙𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚊𝚝𝚞 𝚋𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚊.

“𝙿𝚊𝚛𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝚒𝚗𝚒 𝚗𝚊𝚗𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚊𝚙𝚊𝚛𝚊𝚝 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚒𝚝, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗-𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚍𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐-𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐,” 𝚝𝚞𝚝𝚞𝚛 𝙰𝙺𝙿 𝙰𝚕𝚒. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Sinergi 10 Komunitas: Pertemuan Rutin DPP Pakurejo Pererat Tali Silaturahmi Perantau Purworejo

0

PURWOREJO | Redaksi.co – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pakurejo (Paguyuban Keluarga Purworejo) sukses menggelar pertemuan rutin bulanan pada hari Minggu ini. Bertempat di Kedai Kopi Wetan Kalen (KWK), acara berlangsung meriah dan penuh kehangatan sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai.

​Pertemuan kali ini terasa spesial karena menjadi ajang lintas komunitas. Tercatat sekitar 100 peserta hadir memadati lokasi, yang terdiri dari pengurus DPP Pakurejo, para sesepuh, serta perwakilan dari 10 komunitas perantau Purworejo dan media lokal.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: GATHERING AKBAR 2026 YAYASAN EMBUN SURGA : SINERGITAS TANPA BATAS WUJUDKAN PURWOREJO GUYUB RUKUN

​Semangat guyub rukun warga Purworejo dibuktikan dengan hadirnya perwakilan dari berbagai organisasi, antara lain:

  • Komunitas: PSPB, ASPUR, PSP, GOP, PMP, PALiPUR, RJP, PPS, dan AKRAP.
  • Media: Tim redaksi Kemiri News dan REDAKSI.CO.

​Turut hadir jajaran inti DPP Pakurejo, yakni Bapak Eko (Ketua), Bapak Prayit (Sekretaris), dan Ibu Tugini (Bendahara), didampingi oleh para tokoh pendiri organisasi.

​Dalam sambutannya, Bapak Eko selaku Ketua DPP Pakurejo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan para perantau.

​”Matur nuwun sanget rawuhipun sedulur kabeh. Berkumpulnya kita hari ini adalah bukti nyata bahwa wong Purworejo itu guyub. Pakurejo adalah rumah kita bersama. Mari kita kuatkan kolaborasi dan saling support untuk menjaga nama baik Purworejo di tanah rantau,” tegasnya.

​Hal senada disampaikan oleh Bapak H. Slamet Riyadi, sesepuh sekaligus pendiri Pakurejo. Beliau mengenang masa awal berdirinya paguyuban yang kini telah berkembang pesat.

​”Dulu Pakurejo berawal dari ngopi berlima saja. Sekarang luar biasa, bisa duduk satu meja dengan 9 komunitas sahabat dan media. Pesan simbah: wong Purworejo neng ndi wae kudu Golong Gilig—rukun, gotong royong, dan jangan lupa asal-usulnya,” tutur beliau.

​𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏:Kenang Jasa Pendiri, Keluarga Besar Pakurejo Gelar Takziah dan Ziarah ke Semarang

Acara diisi dengan serangkaian agenda produktif, mulai dari laporan keuangan hingga diskusi strategis:

  1. Laporan Organisasi: Ibu Tugini (Bendahara) memaparkan kondisi kas yang sehat dan siap mendukung kolaborasi, sementara Bapak Prayit (Sekretaris) memaparkan rencana program kerja ke depan.
  2. Inovasi Kolaborasi: Bapak Prayit mengusulkan pembentukan Forum Komunikasi Lintas Komunitas Purworejo sebagai wadah sinergi program sosial bersama.
  3. Dukungan Media: Kemiri News dan REDAKSI.CO berkomitmen untuk terus mempublikasikan kegiatan positif para perantau agar semakin dikenal luas.

Rangkaian Kegiatan:

  • 10.00 – 10.30: Registrasi & Ramah Tamah.
  • 10.30 – 11.00: Pembukaan, Doa, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
  • 11.00 – 11.45: Sambutan Ketua, Sesepuh, dan Laporan Pengurus.
  • 11.45 – 12.30: Musyawarah sinergi komunitas, Arisan, dan Doorprize.
  • 12.30 – Selesai: Makan siang menu khas Purworejo, sesi wawancara, dan foto bersama.

Sekilas tentang paguyuban Pakurejo, ​Pakurejo adalah wadah silaturahmi warga asal Kabupaten Purworejo. Berasaskan semangat kekeluargaan dan kesepakatan, Pakurejo berkomitmen untuk terus merajut kebersamaan dengan seluruh elemen komunitas perantau Purworejo di mana pun berada. (Wahid)

Sinergi 10 Komunitas: Pertemuan Rutin DPP Pakurejo Pererat Tali Silaturahmi Perantau Purworejo

0

PURWOREJO | Redaksi.coDewan Pimpinan Pusat (DPP) Pakurejo (Paguyuban Keluarga Purworejo) sukses menggelar pertemuan rutin bulanan pada hari Minggu ini. Bertempat di Kedai Kopi Wetan Kalen (KWK), acara berlangsung meriah dan penuh kehangatan sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Pertemuan kali ini terasa spesial karena menjadi ajang lintas komunitas. Tercatat sekitar 100 peserta hadir memadati lokasi, yang terdiri dari pengurus DPP Pakurejo, para sesepuh, serta perwakilan dari 10 komunitas perantau Purworejo dan media lokal.

BACA PULA: Pesat Legend (Old Stars) Ramaikan Lapang Sepak Bola Dawuan Timur, Hidupkan Sepakbola Daerah

Semangat guyub rukun warga Purworejo dibuktikan dengan hadirnya perwakilan dari berbagai organisasi, antara lain:

  • Komunitas: PSPB, ASPUR, PSP, GOP, PMP, PALiPUR, RJP, PPS, dan AKRAP.
  • Media: Tim redaksi Kemiri News dan REDAKSI.CO.

​Turut hadir jajaran inti DPP Pakurejo, yakni Bapak Eko (Ketua), Bapak Prayit (Sekretaris), dan Ibu Tugini (Bendahara), didampingi oleh para tokoh pendiri organisasi.

​Dalam sambutannya, Bapak Eko selaku Ketua DPP Pakurejo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan para perantau.

​”Matur nuwun sanget rawuhipun sedulur kabeh. Berkumpulnya kita hari ini adalah bukti nyata bahwa wong Purworejo itu guyub. Pakurejo adalah rumah kita bersama. Mari kita kuatkan kolaborasi dan saling support untuk menjaga nama baik Purworejo di tanah rantau,” tegasnya.

​Hal senada disampaikan oleh Bapak H. Slamet Riyadi, sesepuh sekaligus pendiri Pakurejo. Beliau mengenang masa awal berdirinya paguyuban yang kini telah berkembang pesat.

​”Dulu Pakurejo berawal dari ngopi berlima saja. Sekarang luar biasa, bisa duduk satu meja dengan 9 komunitas sahabat dan media. Pesan simbah: wong Purworejo neng ndi wae kudu Golong Gilig—rukun, gotong royong, dan jangan lupa asal-usulnya,” tutur beliau.

​𝙎𝙄𝙈𝘼𝙆 𝙅𝙐𝙂𝘼: GATHERING AKBAR 2026 YAYASAN EMBUN SURGA : SINERGITAS TANPA BATAS WUJUDKAN PURWOREJO GUYUB RUKUN

Acara diisi dengan serangkaian agenda produktif, mulai dari laporan keuangan hingga diskusi strategis:

  1. Laporan Organisasi: Ibu Tugini (Bendahara) memaparkan kondisi kas yang sehat dan siap mendukung kolaborasi, sementara Bapak Prayit (Sekretaris) memaparkan rencana program kerja ke depan.
  2. Inovasi Kolaborasi: Bapak Prayit mengusulkan pembentukan Forum Komunikasi Lintas Komunitas Purworejo sebagai wadah sinergi program sosial bersama.
  3. Dukungan Media: Kemiri News dan REDAKSI.CO berkomitmen untuk terus mempublikasikan kegiatan positif para perantau agar semakin dikenal luas.

Rangkaian Kegiatan:

  • 10.00 – 10.30: Registrasi & Ramah Tamah.
  • 10.30 – 11.00: Pembukaan, Doa, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
  • 11.00 – 11.45: Sambutan Ketua, Sesepuh, dan Laporan Pengurus.
  • 11.45 – 12.30: Musyawarah sinergi komunitas, Arisan, dan Doorprize.
  • 12.30 – Selesai: Makan siang menu khas Purworejo, sesi wawancara, dan foto bersama.

Sekilas tentang paguyuban Pakurejo, ​Pakurejo adalah wadah silaturahmi warga asal Kabupaten Purworejo. Berasaskan semangat kekeluargaan dan kesepakatan, Pakurejo berkomitmen untuk terus merajut kebersamaan dengan seluruh elemen komunitas perantau Purworejo di mana pun berada. (Wahid)

Patroli Siang Polsek Bungursari Sasar Area Publik, Antisipasi Curat, Curas dan Curanmor saat Akhir Pekan

0

 

PURWAKARTA ( Redaksi.co ) – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di akhir pekan, Polsek Bungursari Polres Purwakarta melaksanakan patroli siang dengan menyasar berbagai titik keramaian dan fasilitas publik di wilayah hukumnya, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan patroli ini difokuskan pada lokasi-lokasi yang memiliki potensi kerawanan, seperti area parkir, pusat aktivitas masyarakat, hingga akses keluar masuk perumahan. Sejumlah titik yang menjadi perhatian di antaranya area parkir Rumah Sakit Siloam serta gerbang perumahan di wilayah Cibening.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Jalan Licin Akibat Tanah Tumpah, Polres Purwakarta Gerak Cepat Tangani dan Evakuasi Korban

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kapolsek Bungursari, R. Dandan Nugraha Gaos, menjelaskan bahwa patroli siang merupakan bagian dari langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, khususnya saat aktivitas masyarakat meningkat di akhir pekan.

“Kami berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di ruang publik melalui kehadiran personel di lapangan, sekaligus mencegah terjadinya tindak kriminalitas,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga menyampaikan imbauan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat.

“Warga diingatkan agar selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat), maupun pencurian dengan kekerasan (curas), terutama saat memarkir kendaraan di area umum,” ucap Dandan.

Petugas juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan kunci ganda, tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.

 

Terpisah, Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi menegaskan bahwa patroli siang di ruang publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Polri hadir untuk masyarakat. Melalui patroli rutin, baik siang maupun malam, kami memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, khususnya di tempat-tempat publik,” jelas AKP Enjang Sukandi.

Dengan patroli yang dilakukan secara intensif, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Bungursari tetap aman, tertib, dan kondusif, terutama di momen akhir pekan yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. (*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

*Polri Jamin Hak Konstitusional Buruh Saat May Day, Pengamanan Humanis Dikede­pankan*

0

Jakarta, Redaksi.Co– Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjamin hak konstitusional para buruh untuk menyampaikan pendapat pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5), di Jakarta.

Polri memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi buruh mendapat pengawalan agar berjalan aman, tertib, dan bermartabat. Dalam pengamanan momentum May Day, jajaran kepolisian juga menekankan pendekatan humanis serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi dan wajib dihormati.

“Polri menjamin hak konstitusional buruh untuk menyampaikan pendapat secara aman, tertib, dan bermartabat. Kami memahami bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dilindungi,” kata Johnny di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan, kehadiran personel kepolisian di lapangan bukan untuk membatasi ruang demokrasi, melainkan memastikan kegiatan berlangsung kondusif serta para peserta aksi merasa aman dan terayomi.

“Kami ingin saudara-saudara buruh yang menyampaikan aspirasi merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Karena itu, seluruh personel kami arahkan mengedepankan sikap persuasif, profesional, dan humanis,” ujarnya.

Menurut dia, Polri juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait guna mengatur arus lalu lintas, pengamanan titik kumpul massa, serta menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan selama aksi May Day berlangsung.

Polri turut mengimbau seluruh peserta aksi memperingati Hari Buruh Internasional dengan damai, tertib, serta menjaga fasilitas umum agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung lancar dan bermartabat.

Makan Bergizi Gratis (MBG) : Menghidupkan Kembali Tradisi Langit di Tanah Air

0
Oleh : Aam Abdul Salam, Sekjen PPJNA 98, Dewan Penasehat Rumah Literasi Merah Putih, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Penggiat Dewan Tani Indonesia (DTI) Jabar, Presidium MD KAHMI Sukabumi dan Wanhat SMSI Sukabumi Raya

REDAKSI.CO || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar kebijakan teknokratis atau bagi-bagi asupan nutrisi. Jika dibedah dengan pisau filsafat budaya dan spiritualitas, program ini adalah manifestasi dari “Akhlak Kenabian” (Prophetic Ethics) yang telah lama hilang dari diskursus politik modern kita.

Dalam lintasan sejarah spiritual, memastikan tidak ada perut yang lapar adalah tugas utama kepemimpinan. Kita teringat pada Sayyidina Umar bin Khattab RA yang memanggul sendiri gandum untuk janda yang kelaparan, atau Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA yang dikenal sebagai Bapak Anak Yatim.

Bagi para nabi, wali Allah, dan raja-raja yang saleh, kesejahteraan rakyat—terutama ibu hamil, bayi, dan lansia—bukanlah angka statistik, melainkan pertanggungjawaban di hadapan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Memberi makan adalah tindakan eksistensial. Ia adalah bentuk tertinggi dari rasa kemanusiaan (Humanisme Transendental) yang meyakini bahwa martabat seorang manusia dimulai dari piring makannya.

Secara budaya, bangsa Indonesia mengenal konsep “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh”. Program MBG adalah bentuk nyata dari pengasuhan negara terhadap rakyatnya. Kita tidak bisa bicara tentang pendidikan tinggi atau kebudayaan yang luhur jika anak-anak kita masih bergulat dengan stunting dan kelaparan.

Filsafat budaya mengajarkan bahwa akal yang jernih hanya bisa tumbuh dalam tubuh yang sehat. Menolak program ini dengan dalih efisiensi anggaran atau prioritas lain yang abstrak adalah sebuah kenaifan budaya.

Bagaimana mungkin kita membangun gedung pencakar langit sementara fondasi biologis generasi masa depan kita keropos?

Program MBG ini memaksa sirkulasi uang berhenti di pasar-pasar tradisional, di tangan petani sayur, peternak telur, dan nelayan lokal. Ini adalah model ekonomi sirkular yang menyentuh akar rumput, bukan ekonomi tetesan ke bawah (trickle-down effect) yang seringkali hanya macet di atas.

Poin penting program MBG :

1. Keadilan Sosial: Memastikan hak dasar hidup terpenuhi tanpa pandang bulu.

2. Investasi Manusia: Gizi adalah modal utama pembangunan jangka panjang.

3. Moralitas Politik: Menempatkan perut rakyat di atas ego birokrasi.

Sangat disayangkan jika hari ini masih ada tokoh atau kelompok yang menolak program MBG dengan retorika “demi pendidikan” atau “beban anggaran”. Sungguh ironis ketika mereka bicara atas nama rakyat, namun menolak kebijakan yang paling langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat.

Jika pendidikan dijadikan alasan untuk menolak asupan gizi, mereka lupa bahwa anak yang lapar tidak akan bisa menyerap ilmu. Menolak MBG sama saja dengan memutus rantai tradisi mulia yang telah dicontohkan para nabi dan pemimpin besar dunia. Ini bukan soal politik praktis, ini adalah soal menjaga “marwah” kehidupan.

Presiden Prabowo sedang mencoba menarik kembali nilai-nilai langit ke dalam kebijakan bumi. Program MBG adalah ikhtiar untuk memastikan bahwa di tanah yang gemah ripah loh jinawi ini, tidak boleh ada air mata ibu yang tak bisa menyusui karena lapar, atau lansia yang merenta dalam ketiadaan.

Sudah saatnya kita berhenti berdebat pada tatanan teknis yang menghambat, dan mulai bergerak pada tatanan akhlak. Sebab, memberi makan rakyat adalah tugas suci yang melampaui segala jenis teori ekonomi mana pun.***

Editor : AS

Parah.! Ulat Dalam Ompring Siswa, Skandal MBG Arallle Meledak: FPPM Desak Penutupan Total!

0

Redaksi.co MAMASA : Skandal keamanan pangan mengguncang dunia pendidikan di Kecamatan Aralle. Temuan ulat belatung dalam makanan ompreng program MBG bukan lagi sekadar insiden memalukan, melainkan alarm keras atas dugaan kegagalan sistemik yang mengancam kesehatan siswa.

Ketua FPPM Kabupaten Mamasa, Ahyar Anwar, melontarkan kritik tajam dengan menyeret pihak BGN ke pusat sorotan. Ia menegaskan, program MBG di Aralle harus segera dihentikan dan izin operasionalnya wajib dicabut tanpa kompromi. “Ini bukan kesalahan teknis. Ini bukti nyata adanya kelalaian serius dalam menjamin keamanan pangan,” tegasnya.

Situasi semakin memanas setelah pernyataan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Aralle yang menyebut kejadian tersebut sebagai sesuatu yang “biasa”. Alih-alih meredam polemik, pernyataan itu justru memicu kemarahan publik. Sikap yang dianggap permisif ini dinilai berbahaya karena berpotensi menormalisasi pelanggaran standar kebersihan di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, klarifikasi dari penyedia makanan tak mampu meredakan kecurigaan. Alasan bahwa ulat tidak mungkin muncul dari proses memasak bersuhu tinggi maupun dari luar karena wadah tertutup rapat, justru memunculkan pertanyaan baru: jika bukan dari dua kemungkinan itu, lalu dari mana asal kontaminasi tersebut?

Desakan transparansi pun menguat. Publik menuntut investigasi terbuka dan berbasis fakta, bukan sekadar pernyataan sepihak. Tanpa kejelasan, krisis kepercayaan terhadap program MBG kian dalam.

Ahyar Anwar menegaskan bahwa langkah konkret harus segera diambil. Ia mendesak dilakukannya investigasi independen menyeluruh terhadap seluruh rantai distribusi makanan, dari dapur produksi hingga sampai ke tangan siswa.

Lebih jauh, ia menilai penutupan sementara program MBG di Aralle adalah langkah darurat yang tak bisa ditunda. “Keselamatan siswa tidak boleh dipertaruhkan. Evaluasi total harus dilakukan tanpa kompromi,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi komitmen pihak terkait dalam menjamin keamanan pangan di sekolah. Pertanyaan besar pun menggantung: apakah keselamatan siswa benar-benar menjadi prioritas, atau hanya sebatas formalitas di atas kertas? (ZUL)

Insiden Kebakaran Tebu di PTPN 1 Regional 5 Tuai Perhatian

0

Banyuwangi – Kebakaran lahan tebu produktif di wilayah PTPN 1 (Persero) Regional 5, tepatnya di Pegundangan, kini menjadi sorotan serius. Insiden ini tidak lagi dipandang sebagai kejadian biasa, melainkan memunculkan dugaan adanya persoalan mendasar dalam pengelolaan dan pengawasan aset negara.

Data yang dihimpun menyebutkan, sekitar 2 hektar lahan tebu terbakar dan mengalami pencacahan. Namun, dampak kebakaran meluas hingga kurang lebih 7 hektar.

Lebih jauh, beredar informasi adanya titik-titik kebakaran lain di area perkebunan yang sama dengan total dugaan luasan mencapai puluhan hektar.

Jika kondisi tersebut benar, maka potensi kerugian negara tidak bisa dianggap kecil dan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat tanaman yang terdampak merupakan tebu produktif milik BUMN

Sikap pihak kebun justru menuai tanda tanya. Saat dikonfirmasi, Asisten Kepala (ASKEP) Fajri N Hidayat, tidak memberikan penjelasan teknis terkait penyebab maupun langkah penanganan kebakaran. Ia hanya mengarahkan konfirmasi kepada bagian Umum kantor KS, yang dinilai sebagai bentuk penghindaran dari tanggung jawab substansial di lapangan, “Silahkan bisa berkoordinasi dengan bagian umum kantor induk.” tegasnya

Namun di sisi lain saat di konfirmasi terkait tangung jawab pihak perkebunan dengan adanya insiden tersebut memilih diam tanpa penjelasan sama sekali

Situasi ini memperkuat dorongan publik agar dilakukan investigasi terbuka. Pasalnya, kebakaran lahan dalam skala luas tidak dapat dilepaskan dari kemungkinan unsur kelalaian, lemahnya pengawasan, atau bahkan dugaan kesengajaan yang harus diuji secara hukum.

Secara regulasi, peristiwa ini berpotensi bersinggungan dengan berbagai ketentuan hukum:

Aspek Pidana (KUHP & KUHP Baru):

• Pasal 187 KUHP: pembakaran yang membahayakan umum.

• Pasal 188 KUHP: kelalaian yang menyebabkan kebakaran.

• UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP (berlaku 2026) tetap mengatur sanksi tegas terhadap perbuatan yang menimbulkan kebakaran, baik karena kesengajaan maupun kelalaian, khususnya jika berdampak luas.

Aspek Proses Hukum:

• Penanganan perkara mengacu pada UU No. 8 Tahun 1981 (KUHAP), yang memberi kewenangan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan tindak pidana.

Aspek Lingkungan Hidup:

• UU No. 32 Tahun 2009

• Pasal 69 ayat (1) huruf h: larangan membakar lahan

• Pasal 108: ancaman pidana 3–10 tahun dan denda Rp3–10 miliar

Aspek Kerugian Negara dan BUMN:

• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

• UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN

• UU Tipikor (UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001) Pasal 2 dan 3, apabila ditemukan unsur perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian negara.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang komprehensif dari pihak manajemen PTPN terkait penyebab utama kebakaran maupun langkah konkret yang telah diambil untuk mencegah kejadian serupa.

Dengan besarnya potensi dampak dan kerugian, publik mendesak aparat penegak hukum, inspektorat, serta kementerian terkait untuk segera turun tangan melakukan audit dan investigasi menyeluruh. Transparansi dinilai menjadi kunci untuk memastikan tidak adanya pelanggaran hukum dalam pengelolaan aset negara.

Skandal Makanan Berulat Guncang Dunia Pendidikan Mamasa: Kepala Sekolah Dikecam, Dinilai Tak Layak Memimpin

0

Redaksi.co MAMASA : Kasus temuan makanan berulat di SPPG Aralle kini meledak menjadi skandal serius yang mengguncang kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Bukan hanya soal kualitas makanan yang dipertanyakan, tetapi juga respons kontroversial dari Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Aralle yang dinilai menormalisasi kejadian tersebut.

Aliansi Perjuangan Mahasiswa Mamasa (APMM) melontarkan kecaman keras terhadap sikap pimpinan sekolah yang dianggap gagal memahami urgensi persoalan. Pernyataan yang menyebut insiden makanan berulat sebagai hal “biasa” dinilai sebagai bentuk kelalaian serius sekaligus kegagalan moral dalam kepemimpinan.

Ini bukan persoalan sepele. Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa. Jika dianggap biasa, maka itu berbahaya,” tegas Musliadi, perwakilan APMM.

Menurut APMM, keberadaan ulat hidup dalam makanan merupakan indikator nyata buruknya standar kebersihan, lemahnya pengawasan, serta kacau-nya manajemen distribusi pangan di lingkungan sekolah. Situasi ini dinilai sebagai ancaman langsung bagi siswa yang setiap hari mengonsumsi makanan dari penyedia tersebut.

Yang semakin memicu kemarahan publik adalah sikap kepala sekolah yang dinilai tidak menunjukkan keberpihakan kepada siswa. Alih-alih bertindak tegas, ia justru dianggap terkesan membela atau meremehkan insiden tersebut.

“Seorang kepala sekolah seharusnya menjadi pelindung siswa, bukan tameng bagi penyedia makanan bermasalah,” lanjut Musliadi.

Kecaman juga datang dari berbagai elemen masyarakat yang menilai sikap tersebut telah mencederai rasa keadilan serta merusak kepercayaan orang tua terhadap lembaga pendidikan. Dalam kondisi seperti ini, integritas dan kelayakan kepemimpinan kepala sekolah pun mulai dipertanyakan.

APMM bersama aktivis dan masyarakat mendesak Dinas Pendidikan setempat untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menuntut audit total terhadap SPPG Aralle serta investigasi terhadap peran kepala sekolah dalam penanganan kasus ini.

Jika terbukti lalai, tidak berpihak kepada siswa, atau sengaja meremehkan ancaman kesehatan, pencopotan jabatan dinilai sebagai langkah yang tidak bisa ditawar.

Jabatan kepala sekolah adalah amanah, bukan sekadar posisi. Ketika keselamatan siswa diabaikan, maka konsekuensi harus ditegakkan,” tegas APMM.

Kasus ini, menurut mereka, tidak boleh berhenti pada klarifikasi atau permintaan maaf formal. Publik menuntut tindakan nyata dan sanksi tegas bagi seluruh pihak yang terlibat.

Di tengah sorotan tajam ini, satu pesan menguat dari masyarakat: keselamatan siswa tidak boleh dinegosiasikan. Dan siapa pun yang meremehkan ancaman terhadap kesehatan anak-anak, tidak pantas diberi ruang dalam dunia pendidikan. (ZUL)