Top 5 This Week

Related Posts

Pesat Legend (Old Stars) Ramaikan Lapang Sepak Bola Dawuan Timur, Hidupkan Sepakbola Daerah

 

KARAWANG ( REDAKSI.CO ) — Disaksikan ratusan pasang mata yang turut hadir di Lapangan Sepakbola Sumur Bandung, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu 2 Mei 2026.

Pesat Legend Cikampek (Old Stars) yang diperkuat oleh legenda-legenda sepakbola kota Cikampek yang pernah jaya pada masanya, seperti: Endang Sodikin (ex Persika), Ade Harun (ex Persika), Aep Syaepuloh (ex Persika), Iwan Hendrawan (ex Bandung Raya), Yanto (ex Persika), serta Coach Murbahri (ex Persipo dan Warna Agung) juga pemain-pemain yang lainnya, menghadapi tuan rumah Gabrug FC.

𝘽𝘼𝘾𝘼 π™…π™π™‚π˜Ό:Β Jalan Licin Akibat Tanah Tumpah, Polres Purwakarta Gerak Cepat Tangani dan Evakuasi Korban

Laga persahabatan yang bertajuk, “Membangkitkan Persepakbolaan Daerah untuk Sepak Bola Nasional” ini didukung sepenuhnya oleh masyarakat Dawuan Timur.

Satu golΒ  Pesat Old Stars dicetak lewat tendangan finalty oleh H. Asep. Gabrug FC sempat menyamakan kedudukan lewat sontekan Suseno pada menit ke 26. Sorak penonton pecah tiap kali para legenda menunjukkan sentuhan khas yang dulu sempat menggetarkan stadion. Meski usia tak lagi muda, visi bermain dan semangat juang mereka masih terlihat jelas di atas rumput Sumur Bandung. Gol penentu kemenangan tuan rumah Gabrug FC dicetak oleh Eman lewat tendangan finalty di menit 72 babak kedua.

Turut hadir legenda Persika Karawang, Persipo, dan Warna Agung yaitu Murbahri yang memberikan pernyataan terkait gelaran ini.

 

π™Žπ™„π™ˆπ˜Όπ™† π™‹π™π™‡π˜Ό:Β Aksi Sigap Sat Samapta Polres Purwakarta Amankan Keberangkatan Haji Kloter 12

Setelah usai pertandingan Coach Murbahri mengatakan:

“Pertama saya ucapkan terima kasih untuk masyarakat Dawuan Timur yang sudah menggelar acara ini. Lapangannya ramai, anak-anak muda juga nonton. Ini bukti bahwa sepak bola di daerah kita masih hidup dan dicintai.”

“Acara seperti ini penting banget. Kita yang tua-tua main bukan cari menang, tapi mau nunjukin ke adik-adik bahwa sepak bola itu soal kebanggaan dan kebersamaan. Dulu Persika besar karena dukungan dari kampung-kampung seperti ini. Dari lapangan tanah, dari tarkam, lahir pemain yang akhirnya bisa tembus level nasional.”

“Harapan saya, kegiatan ini jangan berhenti di sini. Harus rutin. Pembinaan usia dini di Dawuan Timur dan Cikampek umumnya harus digalakkan lagi. Lapangan harus dirawat, kompetisi antar kampung dihidupkan, dan klub-klub lokal diberi panggung. Kalau fondasinya kuat di bawah, Persika dan sepak bola nasional pasti kebagian hasilnya.”

 

“Saya juga titip pesan ke pemain muda: jaga sikap, disiplin latihan, dan hormat sama proses. Skill bisa diasah, tapi mental juara dibentuk dari hal kecil. Mudah-mudahan dari Dawuan Timur ini lahir lagi Ejan Risbara, Sarkadi, atau Neng Syaepuloh yang baru untuk Indonesia.”

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara pemain, panitia, dan warga. Masyarakat berharap laga persahabatan legenda ini jadi agenda bulanan di Dawuan Timur. (SK)

Popular Articles