Redaksi.co MAMASA : Program unggulan pemerintah yang digadang-gadang menjadi penyelamat gizi generasi muda kini terseret dalam skandal memuakkan. Di Aralle, Kabupaten Mamasa, makanan yang seharusnya menyehatkan justru ditemukan terkontaminasi ulat hidup, sebuah temuan yang langsung memicu kemarahan publik.
Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (PP IPMAPUS) Sulawesi Barat bereaksi keras. Mereka menyebut insiden ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan bukti nyata bobroknya pengawasan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibiayai uang negara.
Alih-alih memperbaiki kualitas gizi siswa, program tersebut kini dituding berpotensi menjadi sumber penyakit. Situasi ini memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan anak-anak sekolah yang menjadi sasaran utama program.
Sekretaris Jenderal PP IPMAPUS Sulbar, Ismuliadi, secara tegas menyebut kejadian ini sebagai kelalaian fatal yang tidak bisa ditoleransi. Ia menegaskan bahwa laporan yang diterima organisasinya menunjukkan kondisi dapur penyedia makanan jauh dari standar higienitas.
“Ini bukan sekadar kesalahan teknis. Ini kegagalan sistemik! Bagaimana mungkin makanan untuk siswa bisa terkontaminasi ulat? Ini bukti nyata bahwa proses pengolahan sangat jorok dan jauh dari standar kesehatan,” tegasnya.

Dalam sikap tanpa kompromi, PP IPMAPUS Sulbar melontarkan tiga tuntutan keras:
* Pertama, mereka mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Sulbar untuk segera mencabut izin operasional dapur penyedia yang dinilai gagal total menjamin keamanan pangan.
* Kedua, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat diminta turun langsung melakukan uji laboratorium guna memastikan tingkat bahaya yang mungkin telah dikonsumsi siswa.
* Ketiga, pemerintah didesak membuka transparansi anggaran dan proses penunjukan vendor, guna memastikan program ini tidak sekadar menjadi ladang bisnis tanpa kontrol kualitas.
Tak berhenti pada tuntutan, organisasi tersebut juga mengeluarkan ultimatum: jika tidak ada langkah tegas dalam waktu dekat, aksi protes besar siap digelar.
“Jangan jadikan anak-anak sebagai korban dari program yang amburadul! Ini uang negara, ini masa depan generasi. Kami tidak akan diam,” ujar Ismuliadi dengan nada geram.
Kasus ini kini menjadi sorotan panas di Sulawesi Barat dan berpotensi membuka persoalan yang lebih dalam terkait tata kelola program MBG. Insiden ini bukan hanya mencoreng wajah program nasional, tetapi juga menjadi alarm keras bahwa kelalaian dalam program publik bisa berujung pada ancaman nyata bagi kesehatan anak bangsa. (ZUL)

