Beranda blog Halaman 203

Reses di Fakfak, Filep Wamafma Kritik Lemahnya Implementasi Otsus terhadap Masyarakat Adat

0

Fakfak, Redaksi.co – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat, Filep Wamafma, menyoroti masih minimnya partisipasi kelembagaan adat dalam implementasi Otonomi Khusus (Otsus) di Papua Barat. Hal itu disampaikannya saat melakukan reses di Dewan Adat Mbaham Matta, Rabu (7/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Filep menegaskan bahwa secara konstitusi negara mengakui dan menghormati satuan-satuan yang bersifat khusus, termasuk kelembagaan adat. Karena itu, menurutnya, lembaga adat memiliki posisi penting dalam pelaksanaan Otsus di Tanah Papua.

“Yang jadi masalah adalah sejauh mana peran atau partisipasi kelembagaan adat ini dalam pembangunan. Jangan sampai diabaikan, karena yang punya hak Otonomi Khusus itu adalah kelembagaan adat dan masyarakat adat,” ujarnya.

Ia menilai, apabila kelembagaan adat diabaikan, maka pelaksanaan Undang-Undang Otsus belum berjalan secara utuh sesuai amanat regulasi.

Filep mengaku telah menerima berbagai aspirasi masyarakat adat terkait implementasi Otsus. Ia menyebut, pada tanggal 13 mendatang dirinya dijadwalkan bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan untuk menyampaikan persoalan tersebut.

“Kalau di daerah sulit implementasi, maka kita minta Kementerian Polhukam dan Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan intervensi supaya implementasi Otsus dan partisipasi adat benar-benar berjalan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Filep juga menyoroti implementasi alokasi 10 persen Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang dalam Undang-Undang Otsus diperuntukkan bagi kelembagaan adat. Menurutnya, ketentuan tersebut merupakan hak yang melekat bagi Dewan Adat dan lembaga adat lainnya di Papua Barat.

Namun, ia menyebut hingga saat ini lembaga adat belum merasakan manfaat dari alokasi tersebut.

“Kalau tidak ada, uang itu dikemanakan? Kalau tidak didistribusikan bagi kelembagaan adat, maka harus ada pertanggungjawaban,” tegasnya.

Ia mengatakan persoalan tersebut akan dibahas bersama Menko Polhukam, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri agar dilakukan peninjauan kembali terhadap mekanisme distribusi dana tersebut.

Bahkan, Filep mengusulkan agar pemerintah pusat dapat menyalurkan langsung dana 10 persen DBH Migas kepada lembaga adat tanpa melalui birokrasi pemerintah daerah.

“Kalau memang lewat pemerintah daerah sulit didistribusikan, kenapa tidak kementerian langsung ambil alih dan distribusi langsung ke kelembagaan adat. Supaya jangan ada birokrasi yang banyak, karena kelembagaan adat ini membutuhkan dan perannya sangat penting,” ujarnya.

Filep juga menegaskan bahwa dirinya terlibat langsung dalam proses perumusan Undang-Undang Otsus, sehingga memahami secara jelas substansi pengaturan mengenai hak-hak masyarakat adat, termasuk alokasi 10 persen DBH Migas.

Menurutnya, ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh lembaga adat di Papua Barat, bukan hanya di Fakfak.

Ia berharap masyarakat adat tidak diposisikan sebagai pihak yang berseberangan dengan pemerintah, melainkan menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah.

“Saya mau lembaga adat ini menjadi mitra strategis pemerintah, sehingga apapun program perencanaan di daerah, lembaga adat, MRP, dan DPR Otsus harus terlibat aktif dalam penyusunan program-program daerah,” pungkasnya.

Nostalgia Sepak Bola Cikampek: Menjemput Bintang dari Akar Rumput Desa

0

𝙎𝙚𝙟𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙖𝙩𝙖𝙩 𝘼𝙣𝙬𝙖𝙧 𝙐𝙟𝙖𝙣𝙜 𝙇𝙚𝙜𝙚𝙣𝙙𝙖 𝙎𝙚𝙥𝙖𝙠𝙗𝙤𝙡𝙖 𝙉𝙖𝙨𝙞𝙤𝙣𝙖𝙡 𝘽𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙡 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝘾𝙞𝙠𝙖𝙢𝙥𝙚𝙠.

​𝗞𝗔𝗥𝗔𝗪𝗔𝗡𝗚 ( 𝗥𝗘𝗗𝗔𝗞𝗦𝗜.𝗖𝗢) — Dunia sepak bola di wilayah Kecamatan Cikampek, khususnya pada era 1980-an hingga 1990-an, menyimpan memori kolektif yang sangat membanggakan. Jauh sebelum adanya pemekaran wilayah yang membagi Cikampek Utara menjadi Desa Cikampek Utara, Cikampek Kota, dan Cikampek Barat, lapangan hijau telah menjadi pemersatu sekaligus kawah candradimuka bagi talenta-talenta muda.

​Geliat PORDES dan Lahirnya P.S. PERCITA di tingkat desa hingga PESAT di tingkat Kecamatan.

Dalam upaya menggali potensi remaja di bidang olahraga, Desa Cikampek Utara secara rutin menyelenggarakan Pekan Olahraga Desa (PORDES) setiap tahunnya. Ajang ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan proses seleksi yang sangat ketat. Panitia dengan teliti memilih pemain-pemain terbaik untuk mengisi skuad P.S. PERCITA (Persatuan Cikampek Utara). Klub kebanggaan desa ini kemudian mewakili Cikampek Utara dalam kompetisi antar desa tingkat Kecamatan Cikampek.

Atmosfer pertandingan selalu mencapai puncaknya di Lapangan PE’I, Desa Cikampek Selatan, yang menjadi saksi bisu rivalitas sehat antar desa di wilayah Kabupaten Karawang.

Kompetisi akar rumput yang dikelola dengan baik terbukti menjadi lumbung pemain berbakat. Beberapa penggawa P.S PERCITA berhasil mencuri perhatian dan direkrut oleh Persika Karawang.

Mereka kemudian memperkuat skuad Persika 1951 Karawang dalam ajang kompetisi Perserikatan Divisi II PSSI.

​Catatan emas terukir pada periode 1985-1987. Saat itu, Persika Karawang tampil perkasa dan berhasil promosi ke Divisi I. Salah satu momen yang tak terlupakan adalah ketika Persika melumat Persimaros dengan skor telak 6-1.

Langkah Persika menuju 4 besar Divisi I PSSI pun nyaris tercapai, meski akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 2-1 dalam laga yang dramatis.

​𝙀𝙧𝙖 𝙆𝙚𝙚𝙢𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙎𝙞𝙣𝙜𝙖𝙥𝙚𝙧𝙗𝙖𝙣𝙜𝙨𝙖

Sejarah sepak bola Karawang takkan lengkap tanpa menyebut nama-nama legenda seperti Ejan Risbara, Sarkadi, Murbahri, Ade Harun, Pupung, Endang Sodikin dan kawan-kawan.

Salah satu pencapaian yang paling dikenang oleh masyarakat adalah ketika Persika mampu menahan imbang raksasa Persib Bandung di Stadion Singaperbangsa.
​Kala itu, Persib Bandung merupakan “Sang Jawara” PSSI Perserikatan yang diperkuat oleh pemain-pemain label nasional seperti Adjat Sudrajat, Wawan Karnawan, Adeng Hudaya, 𝚁𝚘𝚋𝚒 𝙳𝚊𝚛𝚠𝚒𝚜 hingga Jajang Nurjaman. Namun, determinasi anak-anak Karawang mampu meladeni permainan bintang-bintang Bandung tersebut dengan skor imbang (0:0) 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚕𝚊𝚐𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛.

​𝙋𝙚𝙨𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙈𝙖𝙨𝙖 𝘿𝙚𝙥𝙖𝙣
Kisah sukses dari masa lalu ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa prestasi sepak bola daerah hanya bisa diraih jika akar rumput di tingkat desa dikelola dengan metode kompetisi yang benar dan berkelanjutan.

Dari kompetisi tingkat bawah inilah, bintang-bintang baru akan lahir dan kembali mengharumkan nama daerah di kancah nasional. (𝙎𝙆)

𝙋𝙚𝙣𝙪𝙡𝙞𝙨: 𝕊𝕦𝕜𝕚𝕣𝕞𝕒𝕟 𝕁𝕒𝕓𝕒𝕣

PD.IWO Aceh Besar Gelar Rakerda 2025-2030, Perkuat Konsolidasi dan Arah Organisasi

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Ikatan Wartawan Online PD Aceh Besar menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) periode 2025–2030 di Meeting Room Barika Coffee, Lambaro, Aceh Besar, Kamis, 7/5/2026

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penyusunan arah kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan.

Rakerda turut dihadiri Dewan Kehormatan IWO Aceh Sri Rahayu, Ketua Dewan Etik IWO Aceh Putut Rananggono, Ketua PW IWO Aceh Chairan Manggeng, Sekretaris Wilayah Safri, Bendahara Wilayah Misriani, Wakil Bendahara Wilayah Bima, Ketua PD IWO Aceh Besar Pritha Riska Dewi, serta seluruh anggota IWO Aceh Besar.

Ketua PD IWO Aceh Besar, Pritha Riska Dewi, mengatakan Rakerda menjadi ruang bersama untuk memperkuat gagasan dan soliditas organisasi.

“Bagaimana kita bisa duduk bersama demi melahirkan gagasan-gagasan untuk IWO ke depannya. Saya juga berharap melalui Rakerda ini kita dapat mengambil keputusan terbaik demi kemajuan organisasi,” ujar Pritha.

Sementara itu, Ketua PW IWO Aceh, Chairan Manggeng, menegaskan bahwa Rakerda merupakan pondasi penting dalam menjalankan roda organisasi secara terarah dan profesional.

“Rakerda ini adalah pondasi sebuah organisasi. Forum ini menjadi tempat menentukan program kerja ke depan, menyusun anggaran, serta arah perjalanan organisasi,” kata Chairan.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara PD dan PW dalam setiap keputusan organisasi. Menurutnya, kekompakan internal menjadi kunci utama dalam membangun eksistensi dan citra organisasi di tengah perkembangan dunia media digital.

“Apapun hasil Rakerda, PD Aceh Besar tetap harus berkoordinasi dengan PW. Yang paling penting kita harus kompak dan mampu membranding organisasi kita sendiri, karena kitalah yang harus membesarkan organisasi ini,” lanjutnya.

Chairan turut menyampaikan salam dari Sekretaris Jenderal PP IWO kepada seluruh peserta Rakerda dan berharap kegiatan tersebut berjalan lancar serta menghasilkan keputusan yang konstruktif bagi kemajuan PD IWO Aceh Besar.

Rakerda tersebut diharapkan mampu melahirkan program kerja strategis yang adaptif terhadap tantangan dunia jurnalistik dan perkembangan media digital, sekaligus memperkuat peran IWO sebagai organisasi profesi wartawan yang profesional dan berintegritas di Aceh **** dl

PMII Mamuju Geruduk Kejati Sulbar, Soroti Ratusan Kasus Korupsi Mangkrak

0

Redaksi.co SULBAR : Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Mamuju menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, Kamis (7/5/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menyambut kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar yang baru sekaligus menyoroti banyaknya kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dinilai mangkrak dan belum terselesaikan sejak kepemimpinan sebelumnya.

Dalam aksinya, massa PMII Cabang Mamuju menyampaikan kekecewaan karena Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar yang baru tidak menemui peserta aksi. Pihak kejaksaan beralasan bahwa Kajati baru sedang tidak berada di kantor karena memiliki agenda lain.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan membawa sejumlah tuntutan terkait penegakan hukum dan penyelesaian kasus-kasus korupsi di Sulawesi Barat. Massa menilai masih banyak perkara yang belum menunjukkan kejelasan proses hukum.

Salah satu massa aksi dari PMII Cabang Mamuju Komisariat IKBS Fatimah Rayon Ekonomi, Fergiawan Rai Zacky, mengecam keras kinerja Kejaksaan Tinggi Sulbar. Ia menyebut, sejak tahun 2022 hingga 2025 terdapat lebih dari 200 kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang belum terselesaikan, ditambah sejumlah kasus baru pada tahun 2026.

Artinya, Kejaksaan Tinggi sampai hari ini gagal menjalankan tugas yang diamanahkan oleh negara. Kami tidak mau ada pemimpin yang merusak citra lembaga Kejaksaan Tinggi,” tegasnya di hadapan massa aksi.

PMII Cabang Mamuju mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar yang baru agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan perkara korupsi di wilayah Sulawesi Barat serta menuntaskan kasus-kasus yang dinilai mangkrak demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. (ZUL(

Wakapolda Malut Hadiri Puncak HUT Hari Buruh Internasional 2026 di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park  

0

REDAKSI. CO – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., menghadiri rangkaian acara peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park, Jumat (1/5). Kegiatan ini mengusung tema penguatan sinergi antara pekerja, industri, dan pemerintah untuk mewujudkan lingkungan kerja yang adil, nyaman, dan produktif.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, Presiden Director of Eternal Tsingshan Group, Xiang Bing He, Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Ikram Malan Sangaji, M.Si., Bupati Halmahera Timur (Haltim), Ubaid Yakub, serta para manajer dan 690 karyawan terbaik PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang menerima penghargaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni, melainkan momentum merefleksikan perjuangan panjang untuk keadilan jam kerja dan upah yang layak.

“Hari buruh bukan hanya tentang buruh, tetapi hak dasar setiap manusia. Pekerja bukan sekadar tenaga produksi, melainkan talenta manusia yang harus dihargai oleh pelaku industri,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti peran strategis pekerja dalam kesuksesan perusahaan. “Tanpa pekerja yang baik, PT. IWIP tidak akan berkembang pesat hingga sebesar sekarang. Karena itu, saya pesan kepada para pekerja agar terus meningkatkan kualitas dan kuantitas diri. Dan kepada pelaku industri, profit bukan segalanya. Perusahaan yang hebat adalah perusahaan yang menghargai pekerjanya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pekerja dan industri. “Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemkab Haltengah bukan hanya sebagai fasilitator dan regulator, tetapi kami menjaga keseimbangan. Kami memahami RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) para pelaku industri sedang menghadapi tantangan berat di era konflik dan kenaikan harga minyak dunia. Mari kita komitmen menjadikan Maluku Utara tempat kerja yang nyaman, maju dengan hati, suasana kekeluargaan, dan empati,” pungkasnya.

Di akhir sambutan, Gubernur memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polri dan TNI atas kinerja pengamanan yang menjaga Haltengah sebagai tempat kerja yang kondusif.

Sementara itu, perwakilan manajemen HRD PT. IWIP menyampaikan bahwa perusahaan memberikan penghargaan kepada 690 karyawan terbaik tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja unggul. “Apresiasi ini mari kita jadikan motivasi untuk terus meningkatkan kinerja ke depan,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara, Dr. Marwan Poli, SKM., MPII., menyoroti dua isu penting. Pertama, capaian karyawan lokal Maluku Utara di PT. IWIP yang saat ini masih 57 persen. “Kami harap bisa meningkat hingga 70 persen untuk menopang ekonomi daerah,” katanya. Kedua, ia mengingatkan pentingnya menekan angka kecelakaan kerja secara bersama-sama.

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangaji, menekankan bahwa pemerintah, serikat pekerja, dan karyawan adalah tiga entitas yang tak terpisahkan. “May Day intinya pemerintah menjamin keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan buruh. Peringatan hari buruh yang anarkis jangan sampai terjadi lagi karena bisa membiaskan makna esensial dari hari buruh itu sendiri,” tegasnya.

Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Hari Buruh Internasional secara tertib, aman, dan penuh kebersamaan di kawasan industri PT IWIP.

“Polri hadir bukan sebagai penekan hak-hak buruh, melainkan sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat termasuk seluruh pekerja dan pelaku industri. Peringatan May Day hari ini membuktikan bahwa dialog dan sinergi yang konstruktif mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif tanpa perlu aksi anarkis,” tegasnya.

Wakapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas kamtibmas di kawasan industri yang merupakan lokasi strategis nasional. “Polda Maluku Utara dan jajaran berkomitmen penuh untuk mendukung terciptanya iklim investasi yang aman dan nyaman. Kami mengapresiasi manajemen PT IWIP yang terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan pekerja, serta membuka seluas-luasnya kesempatan bagi tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh pihak, baik pekerja, manajemen, maupun masyarakat sekitar, untuk segera melaporkan potensi gangguan keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah hubungan industrial.

“Mari kita rawat kondusivitas Maluku Utara, karena daerah yang aman adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama. Polri akan terus hadir mendampingi setiap elemen masyarakat dalam membangun daerah yang maju, berkeadilan, dan humanis,” pungkas Wakapolda.

ACE OLDFIELDS Optimis Tatap 2026: Target Penjualan Rp192 Miliar, Perkuat Ekspansi Digital hingga Pasar Ekspor

0

Redaksi.co, JAKARTA | Di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi industri manufaktur, PT ACE OLDFIELDS Tbk justru tampil percaya diri menatap 2026. Produsen peralatan pengecatan tersebut menargetkan pertumbuhan penjualan hingga Rp192 miliar dengan strategi ekspansi distribusi, penguatan pasar ekspor, dan transformasi pemasaran digital.

Optimisme itu disampaikan dalam Public Expose 2026 yang digelar di DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran, Kamis (7/5).

Direktur PT ACE OLDFIELDS Tbk, Albert, mengatakan keberhasilan perusahaan mencatatkan pertumbuhan sepanjang 2025 menjadi modal penting menghadapi tahun depan yang diprediksi tetap penuh tantangan.

“Di tahun sulit 2025 yang penuh tantangan, kami tetap mengalami pertumbuhan. Kami optimistis pada 2026 perseroan juga dapat terus bertumbuh,” ujarnya dalam paparan publik.

Perusahaan yang berdiri sejak 1989 itu dikenal sebagai pelopor produsen kuas dan rol cat di Indonesia dengan teknologi Australia. Hingga kini, ACE OLDFIELDS terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri peralatan pengecatan nasional.

Kinerja Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi
Sepanjang 2025, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp187,02 miliar atau meningkat dibanding tahun sebelumnya. Laba kotor tercatat Rp58,5 miliar, sementara laba bersih mencapai Rp10,5 miliar.

Di sisi keuangan, kondisi perusahaan dinilai sehat dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) berada di level 0,46.

Manajemen menyebut capaian tersebut menunjukkan ketahanan bisnis perusahaan di tengah perlambatan ekonomi global dan tingginya tekanan pasar.

“Kami berhasil menyamai bahkan melampaui pencapaian tahun sebelumnya di tengah tekanan ekonomi dunia,” ungkap manajemen.

Perkuat Pabrik dan Distribusi Nasional
Untuk menopang pertumbuhan, ACE OLDFIELDS telah menyelesaikan hampir 98 persen renovasi fasilitas produksi dan bersiap melanjutkan tahap kedua pengembangan pabrik pada tahun ini.

Perseroan juga terus memperluas distribusi nasional. Produk-produknya kini telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua

TNI-Polri dan Warga Ciherang Gotong Royong Mitigasi Lingkungan

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — 𝚂𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚍𝚞𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚐𝚘𝚝𝚘𝚗𝚐 𝚛𝚘𝚢𝚘𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝙱𝚑𝚊𝚋𝚒𝚗𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝙱𝚊𝚋𝚒𝚗𝚜𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝙲𝚒𝚑𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐, 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙿𝚊𝚜𝚊𝚠𝚊𝚑𝚊𝚗, 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚁𝚊𝚋𝚞 (06/05/2026).

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚔 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 09.00 𝚆𝙸𝙱 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚋𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝙰𝚒𝚙𝚍𝚊 𝙴. 𝚂𝚞𝚐𝚒𝚊𝚛𝚝𝚘 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝙱𝚑𝚊𝚋𝚒𝚗𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝙲𝚒𝚑𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙱𝚊𝚋𝚒𝚗𝚜𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚘𝚗𝚍𝚊𝚜𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚒𝚝𝚒𝚐𝚊𝚜𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚍𝚎𝚜𝚊.

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚐𝚘𝚝𝚘𝚗𝚐 𝚛𝚘𝚢𝚘𝚗𝚐 𝚒𝚗𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚏𝚘𝚔𝚞𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑-𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚜𝚒𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚕𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚊𝚒𝚛, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚖𝚋𝚊𝚞 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚑 𝚍𝚒 𝚊𝚛𝚎𝚊 𝚝𝚎𝚋𝚒𝚗𝚐, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚊𝚍𝚊 𝚐𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚒𝚛 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛 𝚜𝚝𝚛𝚞𝚔𝚝𝚞𝚛 𝚝𝚊𝚗𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚛𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚕𝚘𝚗𝚐𝚜𝚘𝚛.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Tinjau Pembangunan Jalan Desa Sukajadi

𝙺𝚎𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚊𝚗 𝚃𝙽𝙸-𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚘𝚜𝚒𝚝𝚒𝚏 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊, 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚍𝚒𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚊𝚍𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊-𝚜𝚊𝚖𝚊.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜, 𝙰𝙺𝙿 𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚂𝚞𝚔𝚊𝚗𝚍𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚠𝚊𝚜𝚙𝚊𝚍𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚌𝚞𝚊𝚌𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚗𝚝𝚞, 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚑𝚞𝚓𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚛𝚊𝚜 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞 𝚕𝚊𝚖𝚊.

  • “𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚖𝚋𝚊𝚞 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚠𝚊𝚜𝚙𝚊𝚍𝚊, 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚑𝚞𝚓𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚛𝚊𝚜 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜-𝚖𝚎𝚗𝚎𝚛𝚞𝚜. 𝙺𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚕𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚊𝚒𝚛 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚊 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚕𝚘𝚗𝚐𝚜𝚘𝚛 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚓𝚒𝚛,” 𝚞𝚓𝚊𝚛𝚗𝚢𝚊.

𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚃𝙽𝙸-𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚔𝚞𝚗𝚌𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚜𝚒𝚊𝚙𝚜𝚒𝚊𝚐𝚊𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚊.

𝙎𝙄𝙈𝘼𝙆 𝙋𝙐𝙇𝘼: Polres Purwakarta Gencarkan Penyuluhan P4GN, Ajak Warga Aktif Cegah Peredaran Narkoba

  • “𝙶𝚘𝚝𝚘𝚗𝚐 𝚛𝚘𝚢𝚘𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚒𝚗𝚏𝚛𝚊𝚜𝚝𝚛𝚞𝚔𝚝𝚞𝚛, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚍𝚞𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚊𝚙𝚊𝚛𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. 𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝, 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚜𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚠𝚊𝚜𝚙𝚊𝚍𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚊 𝚊𝚕𝚊𝚖,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙𝚗𝚢𝚊.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝, 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚌𝚒𝚙𝚝𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚒𝚑, 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚑 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚋𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚊 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙿𝚊𝚜𝚊𝚠𝚊𝚑𝚊𝚗. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

*Penanganan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

0

Jakarta , Redaksi.Co— Penanganan korban kecelakaan KRL di wilayah Bekasi masih terus dilakukan. Hingga Kamis (7/5/2026) pukul 13.00 WIB, sebanyak 13 korban masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan seluruh korban yang masih dirawat terus dipantau perkembangannya. Ia memastikan Sidokkes Polres Metro Bekasi Kota bersama pihak terkait terus berkoordinasi dalam penanganan para korban.

“Berdasarkan update data pukul 13.00 WIB, ada 13 korban yang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Saat ini tidak ada pasien yang tercatat rencana pulang maupun dirujuk ke rumah sakit lain,” ujar Kombes Budi dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Lanjut, ia menjelaskan para korban tersebar di tujuh rumah sakit. Rinciannya, 6 orang dirawat di RSUD Kota Bekasi, 1 orang di RS Mitra Bekasi Timur, 2 orang di RS Primaya Bekasi Timur, 1 orang di RSUD Kabupaten Bekasi, 1 orang di RS MMC Kuningan Jakarta, 1 orang di RS Primaya Barat, dan 1 orang di RS Eka Hospital Harapan Indah.

Para korban mengalami sejumlah kondisi medis, mulai dari cedera kepala, trauma perut, patah tulang, nyeri kepala, hingga kondisi pascaoperasi. Beberapa korban juga masih membutuhkan penanganan lanjutan dari tim medis.

“Sidokkes Polres Metro Bekasi Kota terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Kami memastikan para korban mendapatkan pendampingan dan penanganan medis sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Predator Seksual Anak Mengancam Mamasa, Kopri PMII Minta Hukum Bertindak Tegas

0

Redaksi.co MAMASA : Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur yang mengguncang Kabupaten Mamasa memantik kemarahan publik. Kali ini, giliran Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Cabang Mamasa yang angkat suara dengan nada keras dan tanpa kompromi terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Ketua Kopri PMII Mamasa, Nur Asri, menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak harus dihukum seberat-beratnya. Menurutnya, tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan kemanusiaan yang merusak masa depan generasi muda.

Ini bukan sekadar khilaf, ini adalah kejahatan kemanusiaan. Pelaku bertindak atas nafsu yang merusak masa depan generasi kita. Kami menuntut hukuman seberat-beratnya tanpa celah untuk diringankan,” tegas Nur Asri dalam pernyataannya.

Kopri PMII Mamasa juga mendesak aparat penegak hukum agar tidak bermain-main dalam menangani perkara tersebut. Mereka meminta proses hukum dilakukan secara terbuka, transparan, dan tanpa intervensi pihak manapun.

Tak hanya itu, organisasi perempuan PMII tersebut bahkan meminta perhatian langsung dari Jaksa Agung RI agar kasus yang melibatkan korban anak tidak mandek atau melemah di tingkat lokal.

Dalam sikap resminya, Kopri PMII Mamasa menyampaikan sejumlah tuntutan keras, di antaranya:

* Mendesak hukuman maksimal bagi pelaku sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.

* Meminta pengawasan ketat dari Kejaksaan agar proses hukum berjalan transparan.

* Menilai tindakan pelaku telah mencederai nilai adat, budaya, dan moral masyarakat Mamasa.

* Mendesak perlindungan psikologis bagi korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Menurut Nur Asri, dampak kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya menghancurkan korban secara mental, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda di Mamasa.

Kita tidak ingin generasi Mamasa dinodai oleh perilaku bejat seperti ini. Jika hukum lemah, predator lain akan merasa bebas berkeliaran. Kami tidak akan diam sampai keadilan benar-benar ditegakkan,” ujarnya.

Pernyataan keras Kopri PMII Mamasa ini langsung menjadi sorotan dan memantik dukungan publik agar aparat penegak hukum bertindak cepat serta tegas terhadap pelaku kekerasan seksual anak. (ZUL)

Penguatan Aparatur Wilayah, Sekda Dorong Pelayanan Publik Lebih Responsif

0

Penguatan Aparatur Wilayah, Sekda Dorong Pelayanan Publik Lebih Responsif

 

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan melalui peningkatan kapasitas aparatur di tingkat wilayah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Tata Pemerintahan yang diikuti aparatur kecamatan dan kelurahan se-Kota Tangerang di Aula Kantor Kecamatan Tangerang, Kamis (07/05/2026).

 

 

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, menegaskan, di tengah perkembangan zaman dan tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat, aparatur pemerintah dituntut mampu bekerja secara profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

 

 

Menurutnya, tata pemerintahan yang baik tidak hanya berbicara soal administrasi dan regulasi, tetapi juga menyangkut integritas, kedisiplinan, serta komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

 

 

“Kebutuhan masyarakat saat ini semakin beragam, sementara harapan terhadap pelayanan publik juga terus meningkat. Karena itu, tata pemerintahan yang baik menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, cepat, dan tepat sasaran,” ujar Herman.

 

 

 

Ia menambahkan, masyarakat pada dasarnya tidak melihat seberapa kompleks sistem birokrasi yang dijalankan pemerintah. Hal yang paling dirasakan masyarakat adalah kualitas pelayanan yang diberikan secara langsung.

 

 

 

“Pada akhirnya masyarakat tidak melihat seberapa rumit sistem yang kita miliki. Yang mereka rasakan adalah apakah pelayanan itu mudah diakses, cepat, responsif, dan mampu memberikan kepastian,” katanya.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Herman, juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas aparatur kecamatan dan kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 

 

 

Menurutnya, kecamatan dan kelurahan memiliki posisi strategis sebagai representasi pemerintah yang paling dekat dengan warga sehingga kualitas pelayanan di wilayah menjadi cerminan kualitas pemerintahan secara keseluruhan.

 

 

 

“Pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat hadir dari wilayah. Karena itu, aparatur kecamatan dan kelurahan harus memiliki kapasitas, integritas, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

 

 

 

Herman menegaskan, Pemkot Tangerang terus berkomitmen mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat.

 

 

 

Ia pun berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam lingkungan kerja masing-masing agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

 

 

 

“Mari terus memperkuat semangat kebersamaan, menjaga komitmen sebagai pelayan publik, dan memastikan setiap kebijakan serta pelayanan yang diberikan benar-benar berdampak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Herman.(*/red)