Redaksi.co, JAKARTA | Di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi industri manufaktur, PT ACE OLDFIELDS Tbk justru tampil percaya diri menatap 2026. Produsen peralatan pengecatan tersebut menargetkan pertumbuhan penjualan hingga Rp192 miliar dengan strategi ekspansi distribusi, penguatan pasar ekspor, dan transformasi pemasaran digital.

Optimisme itu disampaikan dalam Public Expose 2026 yang digelar di DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran, Kamis (7/5).

Direktur PT ACE OLDFIELDS Tbk, Albert, mengatakan keberhasilan perusahaan mencatatkan pertumbuhan sepanjang 2025 menjadi modal penting menghadapi tahun depan yang diprediksi tetap penuh tantangan.

“Di tahun sulit 2025 yang penuh tantangan, kami tetap mengalami pertumbuhan. Kami optimistis pada 2026 perseroan juga dapat terus bertumbuh,” ujarnya dalam paparan publik.

Perusahaan yang berdiri sejak 1989 itu dikenal sebagai pelopor produsen kuas dan rol cat di Indonesia dengan teknologi Australia. Hingga kini, ACE OLDFIELDS terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri peralatan pengecatan nasional.

Kinerja Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi
Sepanjang 2025, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp187,02 miliar atau meningkat dibanding tahun sebelumnya. Laba kotor tercatat Rp58,5 miliar, sementara laba bersih mencapai Rp10,5 miliar.

Di sisi keuangan, kondisi perusahaan dinilai sehat dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) berada di level 0,46.

Manajemen menyebut capaian tersebut menunjukkan ketahanan bisnis perusahaan di tengah perlambatan ekonomi global dan tingginya tekanan pasar.

“Kami berhasil menyamai bahkan melampaui pencapaian tahun sebelumnya di tengah tekanan ekonomi dunia,” ungkap manajemen.

Perkuat Pabrik dan Distribusi Nasional
Untuk menopang pertumbuhan, ACE OLDFIELDS telah menyelesaikan hampir 98 persen renovasi fasilitas produksi dan bersiap melanjutkan tahap kedua pengembangan pabrik pada tahun ini.

Perseroan juga terus memperluas distribusi nasional. Produk-produknya kini telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua