Redaksi.co SULBAR : Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Mamuju menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, Kamis (7/5/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menyambut kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar yang baru sekaligus menyoroti banyaknya kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dinilai mangkrak dan belum terselesaikan sejak kepemimpinan sebelumnya.
Dalam aksinya, massa PMII Cabang Mamuju menyampaikan kekecewaan karena Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar yang baru tidak menemui peserta aksi. Pihak kejaksaan beralasan bahwa Kajati baru sedang tidak berada di kantor karena memiliki agenda lain.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan membawa sejumlah tuntutan terkait penegakan hukum dan penyelesaian kasus-kasus korupsi di Sulawesi Barat. Massa menilai masih banyak perkara yang belum menunjukkan kejelasan proses hukum.
Salah satu massa aksi dari PMII Cabang Mamuju Komisariat IKBS Fatimah Rayon Ekonomi, Fergiawan Rai Zacky, mengecam keras kinerja Kejaksaan Tinggi Sulbar. Ia menyebut, sejak tahun 2022 hingga 2025 terdapat lebih dari 200 kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang belum terselesaikan, ditambah sejumlah kasus baru pada tahun 2026.
“Artinya, Kejaksaan Tinggi sampai hari ini gagal menjalankan tugas yang diamanahkan oleh negara. Kami tidak mau ada pemimpin yang merusak citra lembaga Kejaksaan Tinggi,” tegasnya di hadapan massa aksi.
PMII Cabang Mamuju mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar yang baru agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan perkara korupsi di wilayah Sulawesi Barat serta menuntaskan kasus-kasus yang dinilai mangkrak demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. (ZUL(

