Beranda blog Halaman 204

Lewat Majelis Taklim, Maryono Ajak Masyarakat Terus Tebar Nilai Kebaikan

0

Lewat Majelis Taklim, Maryono Ajak Masyarakat Terus Tebar Nilai Kebaikan

 

 

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, menegaskan bahwa keberadaan majelis taklim memiliki peran penting tidak hanya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dalam membangun kepedulian sosial dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

 

 

 

Hal tersebut disampaikan Maryono saat menghadiri pengajian rutin bulanan Forum Majelis Taklim (FORMAT) yang digelar di Masjid Raya Al-‘Azhom, Kamis (07/05/2026).

 

 

 

Menurutnya, majelis taklim menjadi ruang yang sangat positif bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat saling peduli dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

“Majelis taklim bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga menjadi ruang memperkuat hubungan antarsesama, membangun kebersamaan, dan menjaga suasana masyarakat yang harmonis,” ujar Maryono.

 

 

 

Ia juga mengapresiasi konsistensi FORMAT yang selama bertahun-tahun terus aktif menyelenggarakan pengajian rutin dan menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan religius masyarakat Kota Tangerang.

 

 

 

“Pengajian yang terus berjalan secara istiqamah selama lebih dari satu dekade tentu menjadi hal yang sangat baik. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius masyarakat Kota Tangerang terus tumbuh dengan positif,” lanjutnya.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Maryono turut mengajak para jemaah untuk terus menjaga kesehatan lahir dan batin melalui pola hidup yang baik, memperbanyak rasa syukur, serta menjaga pikiran dan hati tetap positif.

 

 

 

Menurutnya, menjaga kualitas hidup dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

“Menjaga diri bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga wudhu, memperbanyak dzikir, menjaga pikiran tetap tenang, dan meluangkan waktu bersama keluarga. Hal-hal sederhana seperti itu sangat berarti dalam menjaga kebahagiaan hidup,” tuturnya.

 

 

 

Kegiatan pengajian rutin FORMAT sendiri berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan diikuti ratusan jemaah dari berbagai wilayah di Kota Tangerang.

 

 

 

Menutup sambutannya, Maryono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan jemaah yang terus menjaga semangat pengajian dan silaturahmi di tengah masyarakat.

 

 

 

“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh keluarga besar FORMAT. Semoga kegiatan ini terus membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kota Tangerang,” pungkasnya.(*/red)

Dukung Ketahan Pangan, Polsek Plered Hadir Dalam Peluncuran Benih Padi Varietas Unggul

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Polsek Plered, Polres Purwakarta lakukan pengamanan kegiatan peluncuran Benih padi varietas unggul type baru (VUTB) Botani Senopati (IPB 13S) dan BAOTANI sehat (IPB 15S) di Kampung Rawabogo, Desa Rawasari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis, 7 Mei 2026.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kapolsek Plered, AKP Ali Murtadho mengatakan, pengamanan kegiatan dilakukan guna mengantisipasi kerawanan gangguan kamtibmas.

  • “Petugas melakukan pengaman dilokasi kegiatan yang dihadiri para petani. Selain itu Bhabinkamtibmas memiliki peran krusial dalam mendukung Dinas Pertanian dan sektor pertanian, khususnya untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional di tingkat desa,” ujar Ali.

Menurut dia, pengamanan dilakukan sebagai betuk kehadiran Polri disetiap kegiatan masyarakat dan merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Dukung Program Pemkab, Polsek Plered Ngosrek Bareng Warga

  • “Pengamanan dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman serta memberikan kelancaran pada kegiatan tersebut. Personel melakukan pengamanan dan pengawasan untuk melakukan tindakan awal apabila ada kejadian yang dapat menggangu stabilitas Kamtibmas,” ucapanya.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Penuh Haru dan Kekeluargaan, Polsek Cibatu Lepas AKP Udin Samosir di Penghujung Masa Tugas

Ali berharap, adanya kegiatan ini akan terjalin hubungan yang dekat antara personel Polri dengan masyarakat di wilayahnya.

  • “Sehingga bisa mempercepat penerimaan informasi-informasi kamtibmas yang ada di masyarakat jika terjadi masalah,” tambah Ali.

Berikut Keunggulan Varietas Padi Baru IPB (Botani Seed):
– Produktivitas Tinggi: Varietas IPB 13S memiliki potensi hasil mencapai 11,55 ton/ha, sementara IPB 15S juga dirancang untuk hasil tinggi (total 11-12 ton/ha).

-Kualitas Benih: Merupakan benih padi tipe baru yang dirancang cerdas iklim, lebih efektif dalam penggunaan air, dan hemat penggunaan urea.

-Karakteristik Fisik: Umumnya memiliki malai panjang dan daun bendera tegak, yang lebih tahan terhadap serangan hama dan burung.

-Kualitas Beras: Menghasilkan beras dengan rasa yang lebih enak/pulen, bertujuan meningkatkan nilai jual petani. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Tokoh Adat Mandar Kecewa Kepada BIYC, Serta Soroti Dampak Bagi Warga Lokal

0

Banyuwangi — Masuknya berbagai investor ke wilayah Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir terus menjadi perhatian masyarakat. Di satu sisi, kehadiran investasi dinilai mampu membuka peluang ekonomi dan mempercepat pembangunan daerah. Namun di sisi lain, sebagian masyarakat mengaku belum merasakan dampak signifikan dari keberadaan sejumlah investasi tersebut.

Hal itu disampaikan Icang, salah satu tokoh budayawan dari Kampung Mandar. Menurutnya, masyarakat pada dasarnya tidak menolak investor masuk ke wilayah Kampung Mandar maupun Banyuwangi secara umum. Bahkan, masyarakat memiliki harapan besar agar investasi yang hadir benar-benar membawa manfaat nyata bagi warga sekitar.

“Kami tidak pernah menolak investor datang ke Banyuwangi, khususnya di Kampung Mandar. Harapannya tentu investasi bisa membantu peningkatan ekonomi masyarakat, menyerap tenaga kerja lokal, serta mampu berkolaborasi dengan budaya dan tradisi masyarakat setempat,” ujar Icang.

Ia menilai pembangunan dan investasi seharusnya dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat lokal tanpa menimbulkan persoalan baru di tengah warga.

Selain itu, Icang juga berharap persoalan internal BIYC tidak sampai menyeret atau melibatkan masyarakat lokal sehingga menimbulkan gesekan sosial di lapangan.

“Yang diharapkan masyarakat adalah hubungan yang baik. Jangan sampai ada persoalan internal BIYC lalu masyarakat ikut terbawa atau menjadi pihak yang terdampak,” tambahnya.

Meski demikian, Icang mengaku terdapat sejumlah kekecewaan yang dirasakan sebagian masyarakat terhadap beberapa investasi yang masuk ke wilayah tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan adalah minimnya penyerapan tenaga kerja lokal.

Menurutnya, hingga saat ini masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa peluang kerja bagi warga sekitar belum berjalan maksimal sebagaimana harapan awal saat investasi mulai masuk.

“Harapan masyarakat sebenarnya sederhana, yakni bisa ikut merasakan manfaat secara langsung. Tetapi sebagian warga menilai penyerapan tenaga kerja lokal masih sangat minim,” katanya.

Tidak hanya soal pekerjaan, sebagian masyarakat juga merasa belum melihat dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan lingkungan sekitar.

Di sisi lain, Icang juga menyinggung pernah dimintai bantuan oleh BIYC untuk menghadapi insiden yang memicu ketegangan antara masyarakat dengan sejumlah organisasi maupun aparat. Meski tidak merinci peristiwa tersebut, ia berharap kondisi serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Kami berharap semua pihak bisa menjaga situasi tetap kondusif. Jangan sampai masyarakat dihadapkan atau dibenturkan dengan pihak mana pun karena itu justru akan merugikan semua,” ujarnya.

Sebagai kawasan yang dikenal memiliki sejarah dan budaya pesisir yang kuat, Kampung Mandar dinilai membutuhkan pola pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada investasi semata, tetapi juga memperhatikan kepentingan sosial, budaya, dan keberlangsungan masyarakat lokal.

Masyarakat berharap investasi yang masuk ke Banyuwangi dapat menjadi ruang kolaborasi yang saling menguntungkan antara pelaku usaha dan warga sekitar, sehingga pembangunan yang tercipta benar-benar memberikan manfaat luas dan berkelanjutan.

Lagi-Lagi Lebong Di Timpa Musibah Banjir Bandang,Dan Salah Satu Masyarakat Mengeluh Kepada Bupati Lebong

0

Lagi-Lagi Lebong Di Timpa Musibah Banjir Bandang,Dan Salah Satu Masyarakat Mengeluh Kepada Bupati Lebong

 

LEBONG REDAKSI.CO — Musibah banjir kembali melanda Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Kamis (7/5/2026). Luapan sungai Ketahun menggenangi sejumlah desa di beberapa kecamatan, dengan ketinggian air mencapai 2 meter di wilayah terparah.

 

Data sementara yang dihimpun tim redaksi menyebutkan, desa-desa yang terdampak antara lain: Desa Teluk Dien (Kecamatan Rimbo Pengadang), Desa Talang Leak I dan II (Kecamatan Bingin Kuning), Desa Ujung Tanjung (Kecamatan Lebong Sakti), Talang Bunut (Kecamatan Amen), serta beberapa desa di Kecamatan Uram Jaya.

Hasil pantauan langsung, banjir paling parah terjadi di Desa Talang Leak dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, serta di Desa Pangkalan, Kecamatan Uram Jaya, yang terendam air setinggi 2 meter.

 

Warga menyampaikan keputusasaan karena banjir sudah berulang kali terjadi di tahun 2026 ini. Salah seorang warga Kecamatan Lebong Sakti, Rendy(35) meluapkan emosinya.

“Untuk Bapak Bupati dan Wakil Bupati Lebong, tolong kami sudah capek selalu dilanda banjir. Sampai kapan ini akan berakhir? Setiap hujan agak lama sedikit, kami langsung kebanjiran,” ujar Rendy dengan nada getir, Kamis pagi

 

Sementara itu salah satu warga Ujung Tanjung, saat ditemui sedang membersihkan rumahnya, Lebong bukan lagi kabupaten yang nyaman untuk sebagai tempat tinggal, mulai dari persoalan banjir, gelap, jalan berlobang hingga Air bersih menjadi momok yang menjengkelkan ” 10 tahun kedepan Lebong bakal menjadi apa,tengelam di musim hujan kekeringan kekurangan air bersih saat musim kemarau, pemerintah daerah harus tanggap” tegas Buwan

 

Warga pun berharap adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana banjir yang kian parah ini.

 

Sementara itu, awak media telah berupaya menghubungi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong melalui sambungan telepon seluler untuk memastikan data resmi wilayah terdampak. Namun, hingga berita ini diterbitkan, sambungan telepon belum dapat tersambung.

 

Masyarakat Lebong menunggu sikap serius pemerintah harus ada mitigasi dan tindakan kongkret.,,

Rilis (red)

Binrohtal Polsek Bungursari, Perkuat Keimanan Personel dan Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — 𝚂𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚔𝚑𝚒𝚍𝚖𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚍𝚒 𝙼𝚞𝚜𝚑𝚘𝚕𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙱𝚞𝚗𝚐𝚞𝚛𝚜𝚊𝚛𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚛𝚘𝚑𝚊𝚗𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚕 (𝙱𝚒𝚗𝚛𝚘𝚑𝚝𝚊𝚕) 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚒𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚖𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗, 𝙺𝚊𝚖𝚒𝚜 (07/05/2026).

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 08.30 𝚆𝙸𝙱 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚄𝚜𝚝𝚊𝚍 𝙳𝚎𝚗𝚍𝚒 𝚂𝙿 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙱𝚞𝚗𝚐𝚞𝚛𝚜𝚊𝚛𝚒, 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝙰𝚂𝙽. 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙱𝚞𝚗𝚐𝚞𝚛𝚜𝚊𝚛𝚒 𝙺𝚘𝚖𝚙𝚘𝚕 𝚁. 𝙳𝚊𝚗𝚍𝚊𝚗 𝙽𝚞𝚐𝚛𝚊𝚑𝚊 𝙶𝚊𝚘𝚜, 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚠𝚊𝚔𝚒𝚕𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚆𝚊𝚔𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙰𝙺𝙿 𝚁𝚁. 𝚁𝚊𝚏𝚎𝚎𝚚𝚊 𝙷𝚊𝚢𝚢𝚞.

𝙱𝚒𝚗𝚛𝚘𝚑𝚝𝚊𝚕 𝚛𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚔𝚠𝚊𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚝𝚊𝚑𝚞𝚊𝚗 𝚒𝚕𝚖𝚞 𝚊𝚐𝚊𝚖𝚊 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕, 𝚜𝚎𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜, 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Dukung Program Pemkab, Polsek Plered Ngosrek Bareng Warga

𝚁𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊𝚠𝚊𝚕𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚞𝚔𝚊𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚑𝚘𝚕𝚊𝚠𝚊𝚝, 𝚝𝚊𝚞𝚜𝚒𝚊𝚑 𝚊𝚐𝚊𝚖𝚊, 𝚝𝚊𝚠𝚊𝚜𝚞𝚕, 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊𝚊𝚗 𝚂𝚞𝚛𝚊𝚝 𝚈𝚊𝚜𝚒𝚗, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚍𝚘𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊. 𝚂𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚑𝚊𝚛𝚞 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚗𝚝𝚞𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚢𝚊𝚝𝚒𝚖 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝙲𝚒𝚋𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐, 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙱𝚞𝚗𝚐𝚞𝚛𝚜𝚊𝚛𝚒, 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚍𝚞𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙱𝚞𝚗𝚐𝚞𝚛𝚜𝚊𝚛𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚙𝚒𝚛𝚒𝚝𝚞𝚊𝚕, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚖𝚋𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚍𝚞𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝙎𝙄𝙈𝘼𝙆 𝙋𝙐𝙇𝘼:Polres Purwakarta Gencarkan Penyuluhan P4GN, Ajak Warga Aktif Cegah Peredaran Narkoba

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜, 𝙰𝙺𝙿 𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚂𝚞𝚔𝚊𝚗𝚍𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙱𝚒𝚗𝚛𝚘𝚑𝚝𝚊𝚕 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚛𝚊𝚕 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒.

  • “𝙿𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚛𝚘𝚑𝚊𝚗𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚕 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚔𝚑𝚕𝚊𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔. 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚙𝚒𝚛𝚒𝚝𝚞𝚊𝚕 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊, 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚝𝚞𝚗𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚢𝚊𝚝𝚒𝚖 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚍𝚞𝚕𝚒𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙𝚗𝚢𝚊.

𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙱𝚒𝚗𝚛𝚘𝚑𝚝𝚊𝚕 𝚛𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚒𝚗𝚒, 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙱𝚞𝚗𝚐𝚞𝚛𝚜𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚜𝚘𝚕𝚒𝚍, 𝚙𝚛𝚘𝚏𝚎𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚒 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Lagi-Lagi Lebong Di Timpa Musibah Banjir Bandang,Dan Dikeluhkan Salah Satu Masyarakat Kepada Bupati Lebong

0
Lagi-Lagi Lebong Di Timpa Musibah Banjir Bandang,Dan Dikeluhkan Salah satu Masyarakat Kepada Bupati Lebong

LEBONG – REDAKSI.CO — Musibah banjir kembali melanda Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Kamis (7/5/2026). Luapan sungai Ketahun menggenangi sejumlah desa di beberapa kecamatan, dengan ketinggian air mencapai 2 meter di wilayah terparah.

Data sementara yang dihimpun tim redaksi menyebutkan, desa-desa yang terdampak antara lain: Desa Teluk Dien (Kecamatan Rimbo Pengadang), Desa Talang Leak I dan II (Kecamatan Bingin Kuning), Desa Ujung Tanjung (Kecamatan Lebong Sakti), Talang Bunut (Kecamatan Amen), serta beberapa desa di Kecamatan Uram Jaya.

Hasil pantauan langsung, banjir paling parah terjadi di Desa Talang Leak dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, serta di Desa Pangkalan, Kecamatan Uram Jaya, yang terendam air setinggi 2 meter.

Warga menyampaikan keputusasaan karena banjir sudah berulang kali terjadi di tahun 2026 ini. Salah seorang warga Kecamatan Lebong Sakti, Rendy(35) meluapkan emosinya.

“Untuk Bapak Bupati dan Wakil Bupati Lebong, tolong kami sudah capek selalu dilanda banjir. Sampai kapan ini akan berakhir? Setiap hujan agak lama sedikit, kami langsung kebanjiran,” ujar Rendy dengan nada getir, Kamis pagi

Sementara itu salah satu warga Ujung Tanjung, saat ditemui sedang membersihkan rumahnya, Lebong bukan lagi kabupaten yang nyaman untuk sebagai tempat tinggal, mulai dari persoalan banjir, gelap, jalan berlobang hingga Air bersih menjadi momok yang menjengkelkan ” 10 tahun kedepan Lebong bakal menjadi apa,tengelam di musim hujan kekeringan kekurangan air bersih saat musim kemarau, pemerintah daerah harus tanggap” tegas Buwan

Warga pun berharap adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana banjir yang kian parah ini.

Sementara itu, awak media telah berupaya menghubungi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong melalui sambungan telepon seluler untuk memastikan data resmi wilayah terdampak. Namun, hingga berita ini diterbitkan, sambungan telepon belum dapat tersambung.

Masyarakat Lebong menunggu sikap serius pemerintah harus ada mitigasi dan tindakan kongkret.,,
Rilis (red)

*Desk Ketenagakerjaan Polda Metro Jaya Fasilitasi Mediasi, Hak Pekerja Dipenuhi*

0

Jakarta, Redaksi.Co- Polda Metro Jaya terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui Desk Ketenagakerjaan sebagai ruang respons dan fasilitasi persoalan ketenagakerjaan. Salah satunya dilakukan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dengan memfasilitasi mediasi perkara dugaan tindak pidana di bidang ketenagakerjaan antara pelapor berinisial SRB dan pihak terlapor, dengan didampingi penasihat hukum masing-masing.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Anton Hermawan mengatakan mediasi itu digelar sebagai upaya penyelesaian perkara dengan tetap mengedepankan pemenuhan hak pekerja. “Mediasi dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelesaian perkara dengan tetap memperhatikan hak-hak pekerja dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Akbp Anton dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Perkara ini bermula saat SRB mengaku pernah bekerja di salah satu perusahaan swasta sejak Maret 2024 hingga Juli 2025. Pada Juli 2025, SRB menerima pemberitahuan pemutusan hubungan kerja atau PHK. Namun, ia mengaku hanya menerima gaji terakhir yang dipotong dan belum menerima pesangon serta uang penggantian hak.

Berdasarkan hasil klarifikasi, SRB mengaku mengalami kerugian materiil akibat belum terpenuhinya sejumlah hak pekerja. Dalam prosesnya, terdapat anjuran dari Disnaker Kota Jakarta Selatan agar pihak perusahaan membayarkan hak pekerja kepada SRB sesuai ketentuan.

Adapun hak pekerja tersebut meliputi selisih kekurangan upah, uang pesangon, serta uang penggantian hak cuti.

AKBP Anton mengatakan mediasi tersebut berakhir dengan kesepakatan damai. Pihak terlapor menyetujui pembayaran hak pekerja sesuai anjuran Disnaker Kota Jakarta Selatan dan pembayaran dilakukan saat kesepakatan perdamaian berlangsung. “Pelapor juga telah membuat dan menandatangani surat pencabutan laporan polisi setelah haknya dikembalikan,” jelasnya.

Polda Metro Jaya mengimbau para pekerja maupun pemberi kerja untuk mengedepankan komunikasi, itikad baik, serta mekanisme hukum yang berlaku dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. Desk Tenaga Kerja diharapkan menjadi ruang pelayanan yang membantu masyarakat memperoleh solusi secara proporsional dan berkeadilan.

Kabel PLN Terbakar di Atas Pohon Senggepur, Damkar Lombok Barat Bergerak Cepat Padamkan Api di Dsn Bongor

0

Kabel PLN Terbakar di Atas Pohon Senggepur, Damkar Lombok Barat Bergerak Cepat Padamkan Api di Dsn Bongor

📍 Lombok Barat, -Redaksi.Co Kamis 7 Mei 2026  Suasana pagi di Dusun Bongor, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, mendadak gempar setelah warga melihat kobaran api muncul dari kabel besar milik PLN yang melintas di atas pohon senggepur, Kamis pagi (7/5/2026).

Kru Damkar Lombok Barat

Percikan api yang menyala di atas pohon tersebut sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk melihat langsung kejadian yang mengundang perhatian masyarakat setempat. Asap hitam terlihat membumbung dari kabel yang terbakar, sementara warga khawatir api dapat merembet ke pepohonan, rumah warga, maupun jaringan listrik lainnya karena lokasi kabel berada dekat akses jalan utama masyarakat.

Aksi Sahabudin menjinak kan Api

Kepala Dusun Bongor, Mubajirin Azmi, mengatakan dirinya pertama kali mendapat laporan dari warga terkait adanya kabel besar PLN yang terbakar di atas pohon senggepur. Mendapat laporan tersebut, ia langsung bergerak cepat menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Barat guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Titik koordinat Api di atas pohon

Begitu saya mendapat laporan dari warga bahwa kabel besar PLN di atas pohon senggepur menyala dan terbakar, saya langsung menghubungi Damkar Lombok Barat agar segera ditangani,” ujar Mubajirin Azmi kepada awak media.

Tidak berselang lama, dua unit kendaraan Damkar Lombok Barat tiba di lokasi kejadian. Kehadiran petugas Damkar langsung mendapat perhatian warga yang berkerumun menyaksikan proses pemadaman api di pinggir jalan dusun tersebut.

Danru Regu II Damkar Lombok Barat, Sahabudin, yang hadir langsung di lokasi bersama anggotanya bergerak cepat melakukan penanganan. Dengan penuh kewaspadaan dan kehati-hatian, petugas memadamkan api yang menyala pada kabel listrik tersebut agar tidak semakin meluas dan membahayakan warga sekitar.

Kurang dari 20 menit, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi kembali aman terkendali. Setelah api berhasil dipadamkan, pihak Damkar melalui Danru Regu II kemudian melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak PLN melalui layanan pengaduan 123 guna menindaklanjuti kondisi kabel yang hangus terbakar agar segera mendapat penanganan teknis lebih lanjut dari pihak terkait.

Dalam insiden tersebut, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi dari warga Dusun Bongor maupun masyarakat sekitar. Meski demikian, kejadian ini sempat membuat warga khawatir mengingat kabel yang terbakar berada dekat dengan area pepohonan serta jalur aktivitas utama masyarakat.

Warga setempat mengapresiasi gerak cepat Damkar Lombok Barat yang dinilai sigap menangani kejadian tersebut sehingga api tidak meluas dan situasi dapat segera dikendalikan. Api yang sempat menari liar di atas kabel itu akhirnya berhasil dilumpuhkan sebelum menjalar lebih jauh. 🔥🚒

Sumber : Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Jurnalis : Abach Uhel

Waduh.! Nama PLN UP3 Mamuju dan UP2K Sulbar Terseret Dugaan Pungutan Program BPBL di Mamasa

0

Redaksi.co MAMASA : Dugaan penyalahgunaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Kementerian ESDM Tahun 2024–2025 mencuat di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Sejumlah warga di Desa Indobanua dan Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, mengaku diminta membayar biaya pemasangan listrik hingga jutaan rupiah meski program tersebut sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Temuan ini menyeret nama PLN UP3 Mamuju dan UP2K Sulbar setelah warga menyampaikan adanya pembayaran pemasangan listrik berkisar Rp1,3 juta hingga Rp2 juta untuk daya 900 kWh dengan instalasi sederhana berupa 2 hingga 3 titik lampu.

Warga Dusun Popanga, Desa Indobanua, Asriadi, mengungkapkan bahwa dari 22 Kepala Keluarga dengan 21 rumah di wilayahnya, sebagian besar menggunakan listrik PLN subsidi. Namun, masyarakat tetap diminta membayar biaya pemasangan.

Ada yang bayar Rp1,3 juta sampai Rp2 juta untuk pemasangan listrik dan meteran,” ungkap Asriadi.

Pengakuan serupa disampaikan Marding, warga Desa Indobanua, yang mengaku menyerahkan uang sebesar Rp2 juta kepada seseorang bernama Rusli untuk biaya pemasangan listrik.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat menyebutkan sedikitnya 15 rumah dan 17 Kepala Keluarga telah melakukan pembayaran dengan nominal bervariasi. Ironisnya, warga mengaku tidak menerima kuitansi, bukti pembayaran, maupun dokumen resmi lainnya.

Nursan, warga Dusun Palado, menilai Program BPBL diduga tidak menyentuh seluruh masyarakat yang membutuhkan di Desa Indobanua.

Warga hanya diminta setor uang, tidak ada tanda tangan ataupun bukti pembayaran resmi,” kata Nursan.

Dalam pengakuan warga, pembayaran KWh disebut dilakukan melalui seseorang bernama Firman bersama Sudarmin.

Sementara itu, Irfan, warga Dusun Galung, menyebut masih terdapat sekitar delapan Kepala Keluarga yang belum menikmati aliran listrik PLN dari total sekitar 30 Kepala Keluarga di wilayah Galung, Pullao, dan Indobanua.

Di Desa Pamoseang, keluhan serupa juga disampaikan warga. Janaria, seorang ibu tunggal pengguna listrik 900 kWh, mengaku membayar Rp1,8 juta untuk pemasangan listrik. Nurhayati, seorang lansia pengguna kategori non subsidi, mengaku membayar Rp2 juta. Sedangkan Sapiya, juga seorang lansia, menyebut telah membayar Rp1,8 juta.

Temuan lain yang memicu pertanyaan publik adalah adanya rumah warga lanjut usia di Desa Indobanua atas nama Mahmud dan Laida yang menggunakan meteran listrik 900 kWh namun tercatat dalam kategori “listrik bukan subsidi”.

Pada sejumlah meteran listrik warga juga ditemukan identitas bertuliskan:

– PT Smart Meter Indonesia

– UPS Mamuju

– UPL Mamasa

– Keterangan “Listrik Bukan Subsidi

– PT Melocinda

Berdasarkan hasil penelusuran awal dan pengakuan masyarakat, terdapat sejumlah indikasi yang mengarah pada dugaan penyimpangan pelaksanaan program ketenagalistrikan di wilayah tersebut.

Beberapa di antaranya meliputi dugaan pungutan biaya pemasangan terhadap masyarakat penerima bantuan, minimnya transparansi administrasi, hingga ketidaktepatan sasaran BPBL karena masih adanya warga yang belum menikmati listrik meskipun program bantuan berjalan.

Selain itu, penggunaan kategori non subsidi bagi warga lansia dan masyarakat ekonomi lemah dengan daya 900 kWh juga menimbulkan pertanyaan terkait validitas pendataan penerima manfaat.

Situasi ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian masyarakat sekaligus mencederai tujuan utama Program BPBL yang seharusnya membantu warga kurang mampu memperoleh akses listrik secara layak dan terjangkau.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN UP3 Mamuju, UP2K Sulbar maupun pihak terkait lainnya mengenai dugaan tersebut. (ZUL)

Polres Purwakarta Gencarkan Penyuluhan P4GN, Ajak Warga Aktif Cegah Peredaran Narkoba

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Polres Purwakarta terus mengintensifkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui kegiatan penyuluhan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (02/05/2026) di Masjid Imam Malik, Perumahan Pondok Jaya Indah, Kelurahan Munjul, Kecamatan Purwakarta, dan menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan yang ditegaskan kembali pada Rabu (06/05/2026).

Sebanyak 80 warga setempat mengikuti kegiatan dengan antusias. Penyuluhan disampaikan oleh Unit I Satres Narkoba Polres Purwakarta yang dipimpin IPDA Kardiman Mulyana, S.H., dengan materi yang komprehensif, mulai dari dasar hukum narkotika, penggolongan zat terlarang, hingga dampak buruk penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan dan kehidupan sosial.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Kapolres Purwakarta Dorong Transparansi Dana Desa dalam Sosialisasi Akuntabilitas 2026

Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai regulasi terkait, seperti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta dikenalkan jenis obat-obatan tertentu yang berpotensi disalahgunakan. Tak hanya itu, peserta juga dibekali cara menghindari penyalahgunaan narkotika dan langkah-langkah preventif dalam menjaga diri serta lingkungan.

Penyuluhan ini menjadi langkah strategis Polres Purwakarta dalam memperkuat kesadaran masyarakat melalui pendekatan edukatif dan humanis, dengan memanfaatkan tempat ibadah sebagai sarana penyampaian pesan kamtibmas.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam memerangi narkoba.

  • “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ungkapnya.

Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan bahaya narkotika dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait berbagai regulasi yang mengatur tindak pidana narkotika dan psikotropika, termasuk Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta edukasi mengenai obat-obatan tertentu yang rawan disalahgunakan. Tak kalah penting, masyarakat juga dibekali cara-cara menghindari penyalahgunaan narkotika serta langkah preventif dalam menjaga diri dan lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Polres Purwakarta dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba melalui pendekatan edukatif dan humanis, dengan memanfaatkan ruang-ruang keagamaan sebagai sarana penyampaian pesan positif.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam memerangi peredaran narkoba.

  • “Pencegahan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif, salah satunya dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika di lingkungannya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari bahaya narkotika serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan obat terlarang. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒