Rabu, April 15, 2026
Beranda blog Halaman 181

Gus’e Menyapa Warga Kecamatan Jombang, Ning Gyta Ajak Hidup Sehat dan Guyub

0
0-0x0-0-0#

JEMBER, Redaksi.co – Suasana pagi di Kecamatan Jombang tampak begitu meriah dan penuh warna. Sejak matahari baru menampakkan sinarnya, ribuan warga sudah memadati area lapangan Desa Padomasan untuk mengikuti rangkaian Gus’e Menyapa. Acara Pesta Kampung diisi senam dan jalan sehat bersama Ning Gyta. Kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah kebersamaan masyarakat dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Jombang (09/11/2025).

Dengan senyum ramah dan energi yang menular, Ning Ghyta Eka Puspita, istri dari Bupati Jember Muhammad Fawaid, membuka acara dengan penuh semangat. Ia menyapa warga satu per satu, menebar semangat positif, terutama kepada para ibu-ibu yang antusias mengikuti gerakan senam diiringi musik ceria.

Seluruh OPD datang ke lapangan terbuka di samping kantor desa, sehingga tampak ribuan orang tumpah ruah.

Dalam sambutannya, Neng Gita mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat sehat dan guyub rukun.

“Saya bahagia sekali bisa melihat semangat panjenengan semua pagi ini. Olahraga itu bukan hanya soal tubuh yang sehat, tapi juga hati yang gembira dan kebersamaan yang kuat. Kalau kita kompak, Jombang pasti tambah maju dan bahagia,” ujarnya dengan senyum hangat.

0-0x0-0-0#

Kehadiran Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si. juga tampak di atas panggung Pesta Kampung.

Camat Jombang Farisa Jamal Taslim, S.STP., M.M. yang turut hadir bersama seluruh kepala desa dan perangkatnya semakin menambah kekompakan suasana.

Tidak hanya sekadar olah raga, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan semangat hidup sehat di tengah masyarakat.

Usai senam, peserta tampak bersemangat mengikuti jalan sehat sambil bercanda ringan dan menikmati udara pagi yang segar. Di sepanjang rute, warga yang menonton turut melambaikan tangan dan memberi semangat.

Tak hanya olah raga, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik, door prize dan hadiah utama, menambah keceriaan acara. Tawa, tepuk tangan, dan teriakan riang terdengar di mana-mana  menjadikan pagi itu bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga pesta kebersamaan warga Jombang.

Setelah tiba kembali di garis finish peserta jalan sehat disambut rintik hujan. Semakin lama hujan makin deras tetapi tidak menyurutkan antusias masyarakat Jombang. Alunan musik dan penyanyi di atas panggung membakar suasana dingin.

Jalan Sehat dan Pesta Kampung itu bagian dari rangkaian kegiatan Gus’e Menyapa di Kecamatan Jombang. Setelah itu Gus Fawait melanjutkan ke acara berikutnya,  pertemuan dengan petani, ketua RT RW, kader posyandu dan guru ngaji.

Reporter: Sofyan

Rumah Wartawan Ambulu Roboh Tiba-Tiba, BPBD dan Dinsos Gerak Cepat

0

JEMBER, redaksi.co – Musibah tak terduga menimpa Agus Sugiyanto, wartawan Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Jember. Tanpa hujan, tanpa angin, atap dapur rumahnya tiba-tiba roboh, Sabtu pagi (8/11/2025), di Dusun Krajan Gang 1 No.10 RT 02 RW 013, Kauman Selatan, Desa Ambulu, sekitar 100 meter arah selatan Masjid Jami Ambulu.

Pagi itu berjalan seperti biasa. Istrinya, Winarsih, baru saja mengantar anak mereka ke sekolah. Setiba di rumah, ia langsung menuju dapur untuk mencuci piring. Di ruang tamu, Agus tengah menulis berita untuk portal www.pandhalungan.com. Tiba-tiba terdengar suara “krak!” seperti kayu yang retak. “Mas, suara apa itu?” tanya Winarsih curiga. “Paling tikus, Ma,” jawab Agus santai.

Beberapa menit kemudian, tanpa sebab jelas, separuh atap dapur beserta tembok pembatas ruang tengah mendadak roboh. Suara gemuruh disertai debu tebal memenuhi ruangan. Beruntung, Winarsih lolos dari reruntuhan hanya dalam hitungan detik.

Agus berlari dari ruang tamu dan mengevakuasi istrinya keluar rumah. Warga sekitar yang mendengar suara keras langsung berhamburan datang membantu, membersihkan puing-puing dengan alat seadanya.

Kabar robohnya rumah tersebut segera menyebar melalui grup WhatsApp GWI Jember. Rekan-rekan wartawan pun langsung bergerak, menghubungi Dinas Sosial, BPBD, dan Dinas PU BM SDA Jember.

Tak butuh waktu lama, bantuan dari kejadian itu rumah Agus berdatangan dari Dinas PU BM SDA menyalurkan 1 sak semen untuk membantu perbaikan, BPBD Jember, melalui Tim Reaksi Cepat yang dipimpin Ferry, membawa peralatan memasak, timba, dan perlengkapan rumah tangga, Dinas Sosial Jember datang membawa 2 paket sembako, 1 kotak peralatan dapur, dan 2 dus mi instan.

Dalam kejadian ini Agus memperkirakan kerugian akibat robohnya atap mencapai sekitar Rp25 juta. Meski terpukul, ia mengaku terharu atas cepatnya respon pemerintah dan kepedulian sesama wartawan.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Semua datang begitu cepat. Terima kasih untuk teman-teman dan warga yang peduli, ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ujar Agus dengan suara bergetar.

Agus yang dikenal sebagai wartawan yang ramah dan aktif menulis berita sosial serta program pemerintah daerah, kini merasakan langsung hangatnya solidaritas dari masyarakat dan rekan seprofesi.

Musibah tanpa sebab ini menjadi pengingat, bahwa meski atap bisa roboh kapan saja, kepedulian dan gotong royong masyarakat tak akan pernah runtuh.

Reporter: Sofyan

Pagelaran Seni Umbulsari, Simbol Kebangkitan Kesenian Tradisional Jawa Timur

0

JEMBER, redaksi.co – Ribuan warga tampak antusias menikmati beragam pertunjukan yang menampilkan kekayaan seni khas Jawa Timur. Di antaranya Tari Remo, Kuda Kencak dari Lumajang, Tari Mapeken oleh siswa-siswi SDN Tegalwangi 02, serta Ludruk Baru Muntjul, kelompok seni asal Kerangkongan, Umbulsari, yang menjadi magnet utama malam itu.

Pagelaran seni dan budaya ini digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan membangkitkan kembali kesenian tradisional di tengah arus modernisasi.

Acara berlangsung di Taman Olahraga Dusun Jatilawang, Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, Sabtu (8/11/2025) pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kebijakan, di antaranya: H. Deni Prasetya, SE – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Abdullah Afif, SE., MM. ,Kepala Seksi Laboratorium Kesenian UPT Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian, mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur

Selain itu berlangsungnya kegiatan ini juga di hadiri oleh Unsur Forkopimda Kabupaten Jember serta Unsur Forkopimca Kecamatan Umbulsari.

Dalam sambutannya, Abdullah Afif menegaskan bahwa kesenian rakyat seperti ludruk menyimpan nilai budaya dan sosial yang harus terus dijaga. “Ludruk adalah cermin kehidupan masyarakat. Ia bukan sekadar tontonan, melainkan sarana penyampai pesan moral dan kritik sosial,” ujarnya.

Ditempat yang sama H. Deni Prasetya menekankan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional Jawa Timur.

“Ludruk dan kesenian tradisional lainnya merupakan jati diri Jawa Timur. Kita harus memastikan kesenian ini tetap hidup dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan ruh budaya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap tumbuh kembali kesadaran masyarakat untuk mencintai, merawat, dan melestarikan seni budaya lokal sebagai wujud kebanggaan terhadap warisan leluhur yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa.

Reporter: Sofyan

Ketua Ketua Dekranasda Aceh Barat Hadiri Rakor Tingkat Provinsi Di Banda Aceh

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Barat, Ny. Afrinda Novalia, SE, MM turut hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Dekranasda tingkat provinsi bersama 23 kabupaten/kota lainnya di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu 8/11/2025

Kegiatan strategis yang digelar hari ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi pembinaan UMKM dan pengembangan kerajinan unggulan daerah di Aceh.

Ny. Afrinda Novalia mengatakan, selain rakor, rangkaian acara juga diramaikan dengan Pameran Kriya Unggulan Dekranasda yang berlangsung di Pasar Tani, Jalan Nyak Makam, Banda Aceh. Puluhan stand menampilkan produk-produk unggulan berbasis budaya lokal, mulai dari kerajinan tangan, tenun, aksesoris, hingga kuliner khas yang menjadi kebanggaan daerah masing-masing.

Ny. Afrinda Novalia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting bagi daerah untuk saling belajar, sekaligus memperluas peluang promosi bagi pelaku UMKM binaan Dekranasda.

“Rakor dan pameran ini bukan hanya ajang pertemuan antar pengurus, tetapi juga kesempatan besar bagi perajin lokal untuk naik kelas, memperluas jaringan, dan mengenalkan produk Aceh Barat ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Stand pameran Aceh Barat pun menarik perhatian pengunjung, dengan menampilkan karya-karya kriya berciri khas daerah, yang dinilai mampu bersaing dan memiliki daya jual tinggi di pasar nasional, ucap Afrinda Novalia

Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong sinergi yang lebih kuat antar Dekranasda, serta mempercepat pertumbuhan sektor industri kreatif Aceh, khususnya dalam memperkuat ekonomi berbasis kerajinan lokal, pungkasnya ****

Polantas Menyapa, Sat Lantas Polresta Tikep Edukasi Keselamatan Lalu Lintas kpda Pengemudi Bento

0

REDAKSI. CO – Guna membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas dari dekat, Satuan Lalu Lintas Polresta Tidore menggelar kegiatan “Polantas Menyapa” kepada para pengemudi bentor (becak motor) di Pangkalan Bentor Pasar Sarimalaha, Jumat (7/11) kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, personel Unit Kamsel secara langsung menyapa para pengemudi yang sedang menunggu penumpang. Mereka memberikan sosialisasi dan himbauan mengenai pentingnya menciptakan Kamseltibcar Lantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas).

Beberapa poin penting yang ditekankan dalam himbauan tersebut meliputi ketaatan pada peraturan di jalan, keselamatan berkendara, penggunaan helm standar SNI, serta kelengkapan kendaraan.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H. menjelaskan Kegiatan “Polantas Menyapa” ini tidak hanya sekadar penyampaian imbauan, tetapi juga menjadi sarana dialog interaktif.

“Program ini merupakan wujud komitmen Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat pengguna jalan, khususnya para pengemudi bentor yang merupakan bagian penting dari angkutan umum kita. Dengan pendekatan yang humanis, pesan keselamatan diharapkan dapat lebih meresap,” ujar Kabid.

Diharapkan, melalui kegiatan ini para pengemudi bentor dapat meningkatkan kedisiplinan dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, sehingga turut menciptakan situasi jalan yang aman dan tertib bagi seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan.

Rapat Rutin Bulanan Paguyuban Pedagang Keliling Purworejo: Meningkatkan Silaturahmi

0

PURWOREJO || Redaksi.co — Pada hari Jumat kemarin, telah dilaksanakan pertemuan rutin bulanan Paguyuban Pedagang Keliling Purworejo di kediaman Bapak Muhammad Jazuli, yang menjabat sebagai Majir Paguyuban yang beralamat di Desa Majir, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sabtu 8 November 2025.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Paguyuban, Bapak Agus Riyanto, beserta Sekretaris, Bendahara, dan para anggota paguyuban yang terdiri dari pedagang keliling dan pengusaha lokal, serta tamu undangan lainnya.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan membangun kemitraan yang lebih solid antar para pedagang.

Selain itu, para peserta berdiskusi mengenai isu-isu terkini dalam dunia perdagangan keliling serta saling berbagi pengalaman dan strategi pemasaran yang efektif untuk mengembangkan bisnis mereka.

Ketua Paguyuban Bapak Agus Riyanto menyampaikan harapannya, “Kami berharap pertemuan ini dapat memperkuat hubungan antar pedagang dan sekaligus meningkatkan kualitas serta daya saing bisnis kita.”

Selain menjadi forum diskusi, pertemuan rutin ini juga menjadi wadah pelaksanaan arisan, yang berfungsi sebagai sarana menjaga kekompakan dan kebersamaan antara anggota Paguyuban Pedagang Keliling Purworejo.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas bisnis, baik di tingkat lokal maupun untuk pengembangan ke pasar yang lebih luas. (WS)

Drama Deadlock KUA-PPAS Lombok Barat: Antara Panggung Politik dan Realitas Kekuasaan

0

Drama Deadlock KUA-PPAS Lombok Barat: Antara Panggung Politik dan Realitas Kekuasaan

Lombok Barat, Redaksi.co — Polemik kebuntuan atau deadlock antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Lombok Barat kembali menjadi sorotan publik. Namun, masyarakat diimbau agar tidak ikut larut dalam pusaran perdebatan politik tersebut.

Menurut Samsul Gchunk dari Masyarakat Transparansi Anggaran, dinamika yang terjadi sejatinya merupakan hal lumrah dalam politik anggaran daerah.

> “Sandiwara politik memang panggungnya eksekutif dan legislatif. Tarik-ulur yang terjadi adalah bagian depan yang diperlihatkan kepada rakyat, sementara panggung belakang tetap menjadi arena lobi sesungguhnya,” ujar Samsul kepada Redaksi.co, Sabtu (8/11/2025).

Bupati Dapat Gunakan APBD Tahun Sebelumnya

Samsul menjelaskan, jika pada akhirnya Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), memilih menggunakan nomenklatur APBD tahun sebelumnya karena tidak tercapai kesepakatan dengan DPRD, langkah itu tidak menyalahi aturan.

> “Itu sah secara hukum dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang memperbolehkan kepala daerah menggunakan APBD tahun lalu apabila dalam 60 hari sejak pengajuan rancangan APBD belum ada persetujuan bersama,” jelasnya.

Menurutnya, keputusan semacam itu bukan bentuk pembangkangan politik, melainkan mekanisme hukum yang dirancang agar roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan tanpa harus menunggu kompromi politik yang berlarut-larut.

Peta Politik: LAZ dalam Posisi Strategis

Dari sisi politik, Bupati Lalu Ahmad Zaini (LAZ) berada pada posisi yang cukup kuat. Selain sebagai kepala daerah, LAZ juga menjabat sebagai Ketua DPW PAN Provinsi NTB, posisi strategis yang membawahi sepuluh kabupaten/kota di NTB.

> “Walaupun di Lombok Barat PAN hanya memiliki empat kursi DPRD, posisi LAZ sebagai pimpinan partai di tingkat provinsi tentu menempatkannya di level politik yang lebih tinggi dibanding para anggota DPRD yang rata-rata hanya menjabat ketua DPD partai di tingkat kabupaten,” terang Samsul.

Ia menambahkan, apabila langkah bupati dalam menekan besaran pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD dilakukan untuk menjaga efisiensi, pemerataan pembangunan, dan menghindari korupsi, maka langkah tersebut justru layak mendapat dukungan publik.

> “Selama tujuannya jelas untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan politik, rakyat pasti mendukung,” tambahnya.

Politik Anggaran dan Panggung Kesepakatan

Samsul menilai bahwa drama politik antara eksekutif dan legislatif bukanlah hal baru di Lombok Barat. Perdebatan keras di awal, kata dia, sering kali diakhiri dengan kesepakatan bersama.

> “Kita sudah sering dipertontonkan tarik-ulur anggaran yang ujung-ujungnya disepakati juga. Contohnya pembangunan Alun-Alun depan Kantor Bupati, yang semula menuai kritik namun akhirnya disetujui karena dianggap strategis untuk mendukung rencana pembebasan jalan dari Masjid Jami’ Gerung ke arah timur,” ujarnya.

Selain itu, perubahan tampilan Gedung Putih Kantor Bupati menjadi biru-putih juga menjadi simbol langkah politik dan identitas pemerintahan yang baru.

> “Semua aman-aman saja tanpa protes berarti. Itu bagian dari strategi komunikasi kekuasaan yang halus,” tambahnya.

Legacy Kepemimpinan dan Persepsi Publik

Samsul menilai, arah kebijakan dan keputusan politik yang diambil oleh Bupati Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mencerminkan upaya membangun legacy atau jejak kepemimpinan yang akan dikenang di masa mendatang.

> “Jejak itu sedang ditanam, baik dari sisi kebijakan, pembangunan, maupun simbol politik. Itu wajar, setiap pemimpin tentu ingin meninggalkan warisan yang bisa diingat publik,” tegasnya.

Ia menutup dengan pernyataan bahwa perdebatan antara eksekutif dan legislatif saat ini sejatinya hanyalah bagian dari dinamika politik daerah yang akan berujung pada kesepakatan.

> “Pada akhirnya mereka akan duduk bersama. Semua hanya soal waktu,” pungkas Samsul.

📰 Redaksi.co

Penulis: Abach Uhel

Editor: Tim Redaksi

Semarak Kejurda Regu Kibar Bendera DKI Jakarta: Forbasi Dorong Prestasi Non-Akademik Siswa

0

Redaksi.co, Jakarta | Federasi Olahraga Baris-Berbaris Indonesia (Forbasi) DKI Jakarta menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Regu Kibar Bendera di Balai Kota Jakarta. Ajang ini menjadi wadah bagi pelajar tingkat SMP dan SMA untuk menyalurkan semangat disiplin dan sportivitas dalam bidang baris-berbaris.

Ketua Forbasi DKI Jakarta, Causar Putra Elman, mengatakan kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan berjenjang menuju tingkat nasional yang akan digelar pada Desember mendatang.

“Untuk Jakarta ada 30 tim kelompok umur 15 tahun dan 30 tim kelompok umur 19 tahun. Ini bagian dari pembinaan berkelanjutan dari tingkat cabang hingga nasional,” ungkap Causar.

Ia menambahkan, Forbasi berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Komnas Anak, untuk memastikan pembinaan berjalan aman dan positif bagi peserta muda.

Kausar juga menyoroti pentingnya kegiatan ini sebagai jalur prestasi non-akademik bagi pelajar.

“Kami ingin anak-anak punya kesempatan berprestasi di luar akademik. Sertifikat kejuaraan ini bisa jadi bekal jalur prestasi mereka,” ujarnya.

Meski hanya digelar satu hari, Kejurda ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memfasilitasi penggunaan Balai Kota sebagai lokasi perlombaan.

Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari upaya Forbasi untuk memasyarakatkan olahraga baris-berbaris sejak usia dini. Rencananya, pada Desember mendatang Jakarta akan kembali menjadi tuan rumah final kejuaraan nasional untuk kategori PBB (Peraturan Baris-Berbaris.).

“Forbasi berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memberi ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi sehat. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan mendapat apresiasi lebih luas,” tutup Causar.

Ketum PROGIBRAN Firdaus Oiwobo Apresiasi Langkah Hukum Terhadap Roy Suryo

0

Redaksi.co, Jakarta | Organisasi Pro Gibran (Progibran) menggelar konferensi pers di kawasan Mahakam, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025), usai kabar penetapan status tersangka terhadap Roy Suryo dan beberapa pihak lain oleh Polda Metro Jaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Progibran, Dr. M. Firdaus Oiwobo, Amd., S.H., S.H.I., M.H., Pid., Pdt., CFLS, CLA, ALC, CMK, Ketua Dewan Pembina Progibran Andre Yakub, sejumlah aktivis, serta publik figur seperti Barbie Kumalasari dan Ketua Umum LSM Kampak Mas-RI Macindy Pradhita.

Dalam keterangannya, Firdaus Oiwobo menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya atas langkah hukum yang diambil terhadap Roy Suryo. Ia menilai penetapan tersangka tersebut sebagai bentuk keberhasilan aparat menjaga stabilitas nasional dari provokasi dan opini menyesatkan.

“Status tersangka Roy Suryo patut disyukuri. Ini kemenangan moral bagi masyarakat yang selama ini melawan provokasi dan fitnah terhadap Presiden Jokowi, Mas Gibran, serta Pak Prabowo,” ujar Firdaus.

Firdaus juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses hukum hingga ke persidangan.

“Kami siap turun ke lapangan bila diperlukan. Progibran berdiri untuk menjaga dan mendukung pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran agar tetap fokus membangun bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Barbie Kumalasari menyampaikan rasa lega atas hasil perjuangan panjang tim Progibran.

“Selama tujuh bulan kami berjuang melawan opini yang menyesatkan. Akhirnya kebenaran terungkap,” kata Barbie

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kampak Mas-RI, Macindy Pradhita, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hukum yang diambil aparat.

“Rakyat butuh ketenangan, bukan kegaduhan. Kami mendukung pemerintah agar Indonesia tetap damai dan sejahtera,” ujar Macindy.

Konferensi pers diakhiri dengan ajakan Firdaus kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.

Pemkab Aceh Barat Salurkan Bantuan Untuk Warga Yang Terdampak Ledakan Tabung Oksigen

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH bersama dengan Kepala Dinsos, Kepala BPBD dan Camat Johan Pahlawan mengunjungi serta menyerahkan bantuan kepada warga terdampak musibah ledakan tabung oksigen beberapa waktu lalu.

Bantuan dari Pembak Aceh Barat tersebut diserahkan langsung oleh Said Fadheil kepada Keuchik Desa Gampa di halaman kantor Keuchik setempat pada Jumat 7/11/2025)

Said mengatakan, bantuan yang diberikan berupa makanan untuk anak bayi dan orang dewasa, dan beberapa perlangkapan atau kebutuhan lainnya.

“Harapan kami dari Pemkab Aceh Barat, bantuan ini dapat segara disalurkan untuk memudahkan masyarakat yang terkena musibah ini,” kata Said.

Dikatakan Said, berdasarkan hasil pantauan nya di sekitar lokasi kejadian terdapat sejumlah rumah yang mengalami kerusakan berat, ledakan tabung oksigen tersebut berdampak hingga radius 230 meter.

“Yang sudah terdata ada sebanyak 15 rumah yang rusak, tapi sampai saat ini pihak desa masih terus mendata rumah – rumah mana saja yang terkena dampak dari ledakan tabung oksigen pada Rabu lalu,” katanya.

Said berharap, bantuan yang diberikan oleh Pemkab Aceh Barat tersebut dapat membantu dan meringankan beban masyarakat yang terdampak dari insiden ledakan tabung oksigen pada Rabu lalu ****