Beranda blog Halaman 18

Polres Probolinggo ungkap kejahatan jalanan dan Peredaran miras lintas daerah Amankan sejumlah tersangka

0

PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Polda Jatim mengungkap sejumlah kasus tindak pidana meliputi kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian kendaraan bermotor, hingga peredaran minuman keras tanpa izin.

http://(redaksi.co )(14 Agustus )(2026)

Hasil pengungkapan kasus tersebut disampaikan oleh Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar pada konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Kamis (13/8/2026).

Kasus pertama merupakan percobaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kecamatan Kraksaan Probolinggo, dengan mengamankan seorang tersangka berinisial R (16).

Polisi juga mengamankan barang bukti sepeda motor Honda PCX, BPKB, pakaian yang digunakan pelaku maupun korban, serta satu buah karambit.

Modusnya, tersangka berpura-pura menjadi korban penipuan untuk mendapatkan simpati korban dan meminta tolong mengantarkan tersangka menuju rumah kakaknya.

Namun, saat berada di jalan yang sepi, pelaku justru mengancam korban menggunakan karambit dan berusaha merampas sepeda motor Honda PCX milik korban.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal. Rasa kepedulian tetap harus disertai kewaspadaan,” ujar AKBP Rizki.

Karena pelaku masih berusia 16 tahun, proses hukum dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terhadap anak.

Selain itu, Polres Probolinggo Polda Jatim juga berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di Kecamatan Kraksaan Probolinggo dan mengamankan tersangka M.S. (46) serta beberapa barang bukti.

Pengungkapan berikutnya terkait peredaran minuman keras tanpa izin, dimana Polres Probolinggo Polda Jatim berhasil mengamankan barang bukti 3.170,2 liter Miras yang diangkut menggunakan dua bus umum antarkota.

Miras tersebut diduga merupakan bagian dari perdagangan antardaerah dan rencananya akan didistribusikan ke wilayah Cirebon, Jawa Barat, dan Kediri, Jawa Timur.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan pengungkapan tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut peredaran miras lintas daerah.

“Kami akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap pihak-pihak yang berada di balik peredaran miras tersebut,” tegas AKBP Rizki.

Sedangkan kasus terakhir adalah pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kecamatan Bantaran Probolinggo.

Polres Probolinggo Polda Jatim mengamankan dua tersangka, yakni M.M. (27) dan A. (25) dan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat dan satu unit telepon seluler.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana.

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan, ” kata AKBP Rizki.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan masyarakat, ” pungkas AKBP Rizki. (*)

http://(Agus. kustiadi )(14 Agustus )(2026)

PW IWO Aceh Kirim 8 Delegasi Hadiri HUT IWO ke-14 di Bengkulu

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Aceh mengirimkan delapan orang delegasi untuk menghadiri rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) IWO ke-14 yang dipusatkan di Provinsi Bengkulu.

Kehadiran delegasi PW IWO Aceh tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat sinergi dan konsolidasi IWO se-Indonesia.

Sejumlah agenda akan diikuti para delegasi, di antaranya Seminar Jurnalistik dengan tema “Membangun Ekosistem Pers Siber yang Profesional, Kredibel dan Berintegritas di Era Digital”.

Selain seminar, rangkaian kegiatan juga mencakup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IWO se-Indonesia, peringatan HUT IWO ke-14, serta kegiatan sosial berupa penanaman 1.400 batang mangrove.

Seminar jurnalistik tersebut akan menghadirkan pemateri dari unsur pimpinan IWO dan Dewan Pers. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas wartawan online sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pers siber yang semakin profesional dan berintegritas.

Ketua PW IWO Aceh, Chairan Manggeng, menyampaikan ucapan selamat atas HUT IWO ke-14. Ia berharap IWO terus berkembang, solid, dan berjaya dalam menjalankan peran sebagai organisasi profesi wartawan online di Indonesia.

“Kami sudah mengutus delapan pengurus untuk menghadiri HUT IWO yang akan diselenggarakan di Bengkulu. Kehadiran ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen PW IWO Aceh terhadap agenda organisasi secara nasional,” ujar Ketua PW IWO Aceh.

Sementara itu, Putut Rananggono, S.Ti., M.Si., selaku ketua rombongan delegasi PW IWO Aceh, mengatakan kehadiran delegasi Aceh di Bengkulu memiliki arti penting bagi organisasi.

Menurut Putut, kehadiran tersebut tidak hanya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan HUT IWO ke-14, tetapi juga menjadi momentum menunjukkan keseriusan PW IWO Aceh dalam menjalankan roda organisasi serta membangun komunikasi dengan jajaran IWO di tingkat pusat.

“Penting bagi IWO Aceh untuk hadir dalam kegiatan ini. Selain menunjukkan keseriusan PW IWO Aceh, kami juga akan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat koordinasi dan memastikan administrasi PW IWO Aceh dengan DPP IWO dapat berjalan dengan lancar,” kata Putut.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan di Bengkulu dapat memperkuat kebersamaan dan soliditas IWO se-Indonesia, sekaligus menghasilkan berbagai rekomendasi yang bermanfaat bagi perkembangan organisasi dan dunia pers siber ke depan.

Peringatan HUT IWO ke-14 di Bengkulu pun diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antar wartawan online dari berbagai daerah sekaligus mempertegas komitmen IWO dalam menjaga profesionalisme, kredibilitas, dan integritas pers di tengah pesatnya perkembangan era digital ****

SMA Negeri 3 Meulaboh Gelar Rutinitas Yasinan Setiap Pagi Jum’at

0

Aceh Barat.Redaksi.co
SMA Negeri 3 Meulaboh melaksanakan rutinitas Yasinan setiap hari Jumat di mushalla sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan khidmat dengan diikuti oleh para siswa, guru, serta tenaga kependidikan Jumat, 14/8/2026

Rutinitas Yasinan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membina spiritual sekaligus membentuk karakter siswa. Setiap pagi Jumat, para siswa dikumpulkan di mushalla untuk mengikuti pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama.

Pelaksanaan Yasinan ini dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 3 Meulaboh, Syarbaini, S.Pd. Selain memimpin pembacaan Yasin, Kepala Sekolah juga menyampaikan nasihat singkat kepada siswa yang berisi motivasi, penguatan karakter, serta pesan-pesan yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Para guru dan tenaga kependidikan turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Pendampingan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus menciptakan suasana yang tenang dan penuh kebersamaan.

Melalui rutinitas ini, sekolah tidak hanya menanamkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membiasakan siswa untuk memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk perilaku positif siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Dalam nasihatnya, Kepala Sekolah memberikan penguatan kepada siswa agar terus memperbaiki diri, menghargai guru, menghormati orang tua, menjaga pergaulan, serta meningkatkan semangat belajar. Pesan tersebut diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

SMA Negeri 3 Meulaboh terus berupaya menjadikan pembinaan spiritual sebagai bagian dari proses pendidikan. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, karakter, dan ketakwaan peserta didik.

Dengan dilaksanakannya Yasinan setiap pagi Jumat, sekolah berharap siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Rutinitas tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk pribadi yang baik dan bertakwa ****

Polres Lumajang Amankan tiga Tersangka komplotan pencurian Berkedok investasi FikTiF

0

LUMAJANG – Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang Polda Jatim mengamankan Tiga orang yang diduga terlibat dalam komplotan penipuan dan pencurian berkedok investasi fiktif dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

http://( redaksi.co )(14 Agustus )(2026)

Ketiga terduga pelaku berinisial Ketiga AWA, AM, dan AS diamankan di sebuah hotel di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu (9/8/2026) malam.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah seorang warga Kabupaten Bantul Yogyakarta menjadi korban pencurian uang tunai sebesar Rp 1 miliar di Jalan Brigjen Katamso Lumajang, Kamis (6/8/2026).

“Korban awalnya berkomunikasi dengan seseorang terkait rencana investasi. Selanjutnya disepakati untuk bertemu di Lumajang,” kata AKBP Riki, Jumat (14/8/2026).

Kapolres Lumajang mengatakan, dijemput dari salah satu Hotel di Lumajang dan bersama-sama menuju sebuah rumah di Desa Meleman, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

“Sebelum bertemu para pelaku, korban telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 1 miliar,” terang AKBP Riki.

Uang tersebut rencananya diserahkan untuk investasi menggunakan nama sebuah yayasan pendidikan yang berada di Yogyakarta.

Dalam skenario investasi tersebut, korban dijanjikan uangnya akan dikelola untuk proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur yayasan di bidang pendidikan.

Korban juga dijanjikan pengembalian modal sekaligus keuntungan dengan total mencapai Rp 4,8 miliar atau sekitar 60 persen dalam jangka waktu 10 tahun.

Setelah berbincang mengenai investasi, korban kemudian diminta memperlihatkan uang yang dibawanya.

Saat itu, uang Rp 1 miliar berada di dalam koper dan dibungkus menggunakan dua plastik yang masing-masing plastik berisi uang tunai sebesar Rp 500 juta.

“Setelah uang diperlihatkan, dua plastik berisi uang tersebut langsung dibawa oleh AWA yang kemudian melarikan diri ke arah belakang rumah,” ujar AKBP Riki.

Pada saat bersamaan, seorang lainnya yang berada di lokasi juga melarikan diri melalui bagian depan rumah.

Merasa ada hal yang tidak beres, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Lumajang.

Dari hasil penelusuran, Polisi memperoleh identitas AWA, warga Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.

“Personel kemudian melakukan pengembangan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan jaringan informan hingga akhirnya berhasil kami tangkap,” jelas AKBP Riki

Saat ini ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut. (*)

http://(Agus kustiadi )(14 Agustus )(2026)

Carut Marut Bansos, Warga Mampu Terima Bantuan, Warga Miskin Terabaikan

0

REDAKSI.CO, REMBANG, PURBALINGGA – Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di Desa bantarbarang /Kecamatan.Rembang, Kabupaten. Purbalingga kembali menjadi sorotan. Warga mengeluhkan distribusi yang dinilai tidak tepat sasaran dan diduga ada penyimpangan.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah keluarga yang tergolong mampu, memiliki kendaraan roda dua / empat dan rumah permanen, tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara warga yang masuk kategori miskin ekstrem justru tidak terdaftar, dan mendapatkan manfaat tersebut.

Fenomena ini sejalan dengan temuan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026, KPM yang tergolong _inclusion error_ atau berada di desil 5 ke atas yang seharusnya tidak layak menerima bansos.

Bahkan Kementerian Dalam Negeri mengungkap hasil uji coba digitalisasi bansos menemukan 76 persen penerima tidak tepat sasaran. Menteri Sosial juga menyebut 45 persen penyaluran Bansos dan PKH tidak tepat sasaran karena masalah data.

Pemerintah di harapkan dapat mulai memperketat penyaluran dengan sistem verifikasi kembali, dan mampu mencocokkan data Dukcapil, kepemilikan kendaraan, rumah, dan pekerjaan hanya dalam 5-10 detik untuk memastikan tepat sasarannya.

Namun, menurut Ombudsman RI, bansos tidak tepat sasaran termasuk maladministrasi kategori penyimpangan prosedur.
Praktik ini menambah panjang daftar masalah bansos 2026. Selain NIK invalid, data ganda, dan penerima sudah meninggal tapi masih menerima bansos.

Setelah kami Hubungi melalui wash up Camat Rembang, Kab.purbalingga menanggapi sebagai berikut.
“Berdasarkan pengecekan awal melalui web SIKS NG, kondisi sosial ekonomi yang bersangkutan perlu dilakukan verifikasi dan pemutakhiran data agar sesuai dengan kondisi faktual saat ini.

Data sosial ekonomi bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu. Apabila terdapat perbedaan antara kondisi di lapangan dengan data yang tersedia, maka langkah yang dilakukan adalah melalui mekanisme perbaikan data dan pemutakhiran data melalui aplikasi cek bansos dan operator SIKS NG Desa.
Untuk kepesertaan bansos maupun JKN, selanjutnya akan disesuaikan dengan kriteria dan mekanisme masing-masing program.

Warga berharap Dinas Sosial dan BPS setempat segera melakukan verifikasi dan validasi lapangan serta membuka ruang sanggah.

Bhabinkamtibmas dukung Budidaya tanaman cabai di Lahan p2 B di gendro

0

PASURUAN – Budidaya tanaman cabai di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Gendro, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mendapat dukungan dari Bhabinkamtibmas setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat memanfaatkan lahan untuk mendukung ketahanan pangan, Kamis (13/8/2026).

http://(redaksi.co )(14 Agustus )(2026)

Bhabinkamtibmas Desa Gendro Aipda Eko Nugroho melakukan sambang dan peninjauan tanaman cabai di lahan P2B. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pendampingan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat yang mengembangkan tanaman pangan.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus berpartisipasi dalam menanam berbagai komoditas pangan. Pemanfaatan lahan secara produktif diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, dukungan kepada masyarakat dalam mengembangkan tanaman pangan merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat lingkungan dan desa.

“Kami mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam komoditas pangan. Partisipasi warga sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk melalui pemanfaatan lahan P2B,” ujar AKP Budi Luhur Sedjati.

Kegiatan sambang dan peninjauan tanaman cabai tersebut berlangsung lancar, aman, dan kondusif. Melalui dukungan dan partisipasi masyarakat, budidaya tanaman cabai di lahan P2B Desa Gendro diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga.

http://( Agus kustiadi )(14 Agustus)(2026)

Eks Pj Kades Tampara Blm Tuntas Konsorsium Desak Kejari Wakatobi Segera Tetapkan Tersangka Dan Terbitkan DPO

0

Kasus Eks Pj Kepala Desa Tampara Tak Kunjung Tuntas, Konsorsium Desak Kejari Wakatobi Segera Tetapkan Tersangka dan Terbitkan DPO
REDAKSI.Co, WAKATOBI, SULAWESI TENGGARA — Konsorsium Pemerhati Keadilan Sulawesi Tenggara kembali menyoroti perkembangan penanganan perkara dugaan penyimpangan dalam pengelolaan pemerintahan dan keuangan Desa Tampara, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi, yang menyeret mantan Penjabat (Pj.) Kepala Desa Tampara.
Konsorsium mempertanyakan lambannya proses hukum terhadap perkara tersebut, terlebih apabila penanganannya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Menurut Konsorsium, peningkatan status perkara ke tahap penyidikan semestinya diikuti dengan langkah hukum yang lebih konkret, transparan, dan terukur.
“Kalau perkara ini sudah masuk tahap penyidikan, maka publik berhak mengetahui sejauh mana perkembangan penyidikannya. Jangan sampai masyarakat hanya diberikan informasi bahwa kasus sedang diproses, tetapi tidak pernah melihat adanya langkah hukum yang nyata,” tegas Konsorsium Pemerhati Keadilan Sultra.
Sebelumnya, persoalan Desa Tampara memang telah menjadi sorotan publik. Pemberitaan pada Februari 2026 menyebut adanya aksi penyegelan Kantor Desa Tampara oleh warga sebagai bentuk protes terhadap dugaan penyimpangan dan persoalan pemerintahan desa. Salah satu persoalan yang disorot adalah pengadaan anggaran Fiktif, tunggakan honorarium perangkat desa sejak 2024 hingga 2025.
Kejari Wakatobi juga sebelumnya menyampaikan bahwa perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyelewengan wewenang, tunggakan honorarium perangkat desa, serta dugaan penyimpangan dana BUMDes. Dalam keterangan yang diberitakan pada Mei 2026, nilai kerugian yang sedang dihitung disebut berada pada kisaran di atas Rp200 juta dan di bawah Rp800 juta berdasarkan audit Inspektorat. (Redaksi.Co)
Bagi Konsorsium, apabila alat bukti telah dianggap cukup untuk menaikkan perkara ke tahap penyidikan, maka proses selanjutnya tidak boleh berjalan tanpa kepastian.
Konsorsium mendesak Kejaksaan Negeri Wakatobi untuk segera memberikan kejelasan kepada publik mengenai:
Status hukum terkini perkara dugaan penyimpangan eks Pj. Kepala Desa Tampara;
Apakah telah dilakukan penetapan tersangka berdasarkan alat bukti yang telah diperoleh penyidik;
Berapa potensi kerugian negara/daerah berdasarkan hasil audit yang telah diperoleh;
Apa saja langkah penyidikan yang telah dilakukan;
Mengapa proses penanganan perkara terkesan berjalan lambat; dan Apabila pihak yang dipanggil secara patut terus-menerus tidak hadir dan keberadaannya tidak diketahui, agar Kejaksaan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan, termasuk penerbitan DPO apabila seluruh persyaratan hukumnya telah terpenuhi.
Konsorsium menegaskan bahwa tuntutan penerbitan Daftar Pencarian Orang (DPO) bukan dimaksudkan untuk menghakimi seseorang, melainkan sebagai langkah hukum yang harus ditempuh apabila berdasarkan ketentuan hukum orang yang bersangkutan memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam daftar pencarian.
“Jangan sampai persoalan keberadaan pihak yang sedang diperiksa justru menjadi alasan proses hukum tidak bergerak. Jika secara hukum memang telah memenuhi syarat untuk diterbitkan DPO, kami mendesak Kejari Wakatobi segera mengambil langkah tersebut,” Riman
Konsorsium juga meminta Kejaksaan Negeri Wakatobi membuka perkembangan perkara secara proporsional kepada masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan tidak muncul persepsi bahwa perkara tersebut sengaja diperlambat.
Konsorsium Pemerhati Keadilan Sultra menegaskan tiga tuntutan utama:
Pertama, Kejari Wakatobi harus segera menuntaskan proses penyidikan perkara dugaan penyimpangan eks Pj. Kepala Desa Tampara.
Kedua, apabila berdasarkan hasil penyidikan telah ditemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah dan telah terpenuhi ketentuan hukum, Kejari Wakatobi diminta segera menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.
Ketiga, apabila terduga yang diperlukan dalam proses hukum tidak diketahui keberadaannya dan telah memenuhi persyaratan hukum untuk dimasukkan dalam DPO, Kejari Wakatobi diminta segera menerbitkan DPO dan melakukan langkah pencarian sesuai prosedur hukum.
Konsorsium menilai bahwa masyarakat Desa Tampara berhak mendapatkan kepastian hukum. Penanganan perkara dugaan penyimpangan dana desa tidak boleh berhenti pada pemeriksaan administratif maupun sekadar wacana penegakan hukum.
“Publik tidak membutuhkan janji bahwa kasus sedang berjalan. Publik membutuhkan kepastian: apakah perkara ini akan dihentikan, dilanjutkan, atau dinaikkan sampai penetapan tersangka dan proses hukum berikutnya. Jangan biarkan masyarakat terus menunggu tanpa kepastian.”
Konsorsium Pemerhati Keadilan Sultra menyatakan akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut dan meminta seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, independen, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

*Polda Metro Jaya Bongkar Laboratorium Etomidate Jaringan Internasional, Cegah Produksi 14 Ribu Cartridge*

0

JAKARTA,REDAKSI.CO — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar laboratorium rahasia atau *_clandestine laboratory_* yang digunakan untuk memproduksi cartridge vape mengandung etomidate. Seorang warga negara China diamankan dalam pengungkapan jaringan internasional tersebut.

Pengungkapan berawal dari penindakan pada Minggu (9/8/2026) di sebuah apartemen di wilayah Tangerang. Dari hasil pengembangan, petugas kemudian menemukan lokasi lain yang berkaitan dengan aktivitas tersebut di Apartemen Gold Coast, Penjaringan, Jakarta Utara.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ahmad David mengatakan apartemen tersebut disamarkan sebagai tempat tinggal. Pelaku mendesain bagian tertentu dari ruangan untuk dijadikan tempat produksi cartridge vape yang mengandung etomidate.

“Polda Metro Jaya mengungkap tindak pidana narkoba jaringan internasional yang melibatkan warga negara China. Apartemen tersebut digunakan sebagai tempat produksi narkotika golongan II jenis etomidate,” ujar Kombes Ahmad David.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aktivitas produksi dan peredaran tersebut telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Dalam kurun waktu itu, pelaku diduga telah melakukan tiga kali penjualan dengan jumlah keseluruhan mencapai 15.000 cartridge yang mengandung etomidate di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Pemasaran dilakukan dengan sistem *drop point*, yakni meletakkan barang pada titik tertentu untuk diambil pembeli. Komunikasi dan transaksi antara pelaku dengan pembeli dilakukan melalui media sosial.

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik mengamankan 350 cartridge etomidate siap edar serta sekitar 2,8 kilogram bahan baku. Apabila seluruh bahan tersebut diproduksi, diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 14.000 cartridge yang mengandung etomidate.

“Kami juga menemukan bahan baku yang diduga diimpor dari Vietnam. Seluruh barang bukti, termasuk peralatan pendukung produksi, telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Saat ini, pelaku beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Penyidik masih mendalami jaringan pemasok bahan baku, jalur distribusi, transaksi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Kombes Ahmad David mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba dengan menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” pungkasnya.

*Polda Metro Jaya Amankan Sejumlah Kegiatan Masyarakat, 8.095 Personel Gabungan Disiapkan*

0

JAKARTA,REDAKSI.CO — Polda Metro Jaya menyiapkan pelayanan dan pengamanan terhadap sejumlah kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah hukumnya pada Jumat (14/8/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Sejumlah kegiatan tersebut antara lain berlangsung di kawasan Senayan, RI Fest di Gambir, Jambore Nasional Pramuka di Jakarta Timur, serta beberapa aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penempatan personel disesuaikan dengan karakteristik kegiatan, potensi kerawanan, serta kebutuhan pengamanan di setiap lokasi.

“Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel untuk memberikan pelayanan dan pengamanan. Seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” ujar Kombes Budi.

Khusus untuk pengamanan kegiatan di kawasan Senayan, disiapkan 8.095 personel gabungan. Kekuatan tersebut terdiri atas 800 personel Mabes Polri, 4.230 personel Polda Metro Jaya, 1.163 personel polres jajaran, 1.850 personel TNI, serta 52 personel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan pemadam kebakaran.

Pengamanan dilaksanakan secara berlapis dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Penegakan hukum dilakukan apabila diperlukan sesuai situasi yang dihadapi dan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Personel yang terlibat dalam pengamanan juga telah diarahkan untuk tidak membawa senjata api.

Sementara itu, pengaturan dan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan arus kendaraan. Pengalihan arus hanya dilakukan apabila diperlukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

“Masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar Senayan, Jalan Gatot Subroto, Palmerah, dan kawasan DPR/MPR RI kami imbau memperhitungkan waktu perjalanan serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan kepadatan,” katanya.

Polda Metro Jaya mengajak masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh kegiatan berlangsung. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center Polri 110.

Tiket Harusnya Horror Ludes di Banyak Kota, Debut AAAClan Bikin Penonton Penasaran

0

JAKARTA,REDAKSI.CO — Belum resmi tayang serentak, Harusnya Horror sudah lebih dulu menunjukkan daya tariknya. Film yang menandai debut Reza Oktovian alias Reza Arap sebagai sutradara sekaligus debut akting geng AAAClan di layar lebar itu mencatat antusiasme tinggi melalui penjualan advance ticket sales (ATS) dan rangkaian special screening di sejumlah kota.

Tiket special screening dilaporkan habis di berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Bali, Banjarmasin, Batam, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Samarinda hingga Pontianak.
Fenomena tersebut menjadi sinyal menarik menjelang penayangan resminya pada 20 Agustus 2026.

Bukan hanya karena nama Reza Arap berada di balik kamera, tetapi juga karena Harusnya Horror membawa para personel AAAClan untuk pertama kalinya bermain bersama dalam sebuah film layar lebar.

Kehadiran mereka menjadi salah satu magnet utama film produksi Ess Jay Pictures tersebut. Gaya humor, spontanitas dan karakter para kreator yang selama ini dikenal melalui dunia digital kini dipindahkan ke medium layar lebar dengan pendekatan cerita yang memadukan horor, komedi, persahabatan dan drama.

Namun di balik tawa yang ditawarkan, Harusnya Horror menyimpan sisi emosional yang cukup kuat. Film ini turut menjadi salah satu karya yang menghadirkan penampilan mendiang Lula Lahfah, yang dikenang seluruh pemain dan kru sebagai sosok yang memiliki tempat istimewa selama proses produksi.

Kenangan tersebut kembali terasa dalam rangkaian media screening dan kegiatan promosi film. Kehadiran kursi yang disiapkan khusus untuk mengenang Lula dengan karangan bunga menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat bahwa sosoknya masih menjadi bagian dari perjalanan film ini.

Bagi Reza Oktovian, pengalaman menggarap Harusnya Horror merupakan proses belajar yang tidak biasa. Ia bahkan menggambarkan debut penyutradaraannya seperti menjalani perkuliahan yang langsung berujung pada tugas akhir.

“Ini debut penyutradaraan saya, dan saya menganggapnya seperti kuliah saat syuting, tapi langsung skripsi.”
Reza mengaku hari pertama menjadi salah satu momen yang paling berkesan. Ia harus beradaptasi dengan besarnya produksi, jumlah kru dan tanggung jawab untuk memimpin keseluruhan proses kreatif.

Meski demikian, proses tersebut akhirnya berjalan dengan lancar dan menjadi pengalaman penting dalam perjalanan kreatifnya. Di balik proses produksi itu, Reza juga menyimpan kenangan mendalam terhadap Lula.

“Lula sangat besar ada di film ini. Dia tidak pernah mengeluh dalam keadaan apa pun, selalu bawakan makanan untuk seluruh kru dan pemain lainnya. Dia sangat lovable.”
Kedekatan tersebut membuat kepergian Lula terasa semakin membekas bagi keluarga besar Harusnya Horror. Film ini pun akhirnya bukan hanya menjadi sebuah proyek hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan bersama yang akan terus dibawa oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Dari sisi cerita, Harusnya Horror mencoba menawarkan warna yang dekat dengan generasi muda. Penulis skenario Rahabi Mandra turut menerjemahkan gagasan tersebut melalui cerita yang tidak berhenti pada komedi dan kejutan horor.

Menariknya, kecintaan Rahabi terhadap anime One Piece ternyata menemukan titik temu dengan Reza Arap yang memiliki ketertarikan serupa. Kesamaan tersebut ikut memengaruhi proses kreatif dan penerjemahan visual film.

Hasilnya adalah sebuah film yang mencoba memainkan batas antara kelucuan, kegilaan situasi, persahabatan hingga emosi.
Selain Reza Arap, film ini diperkuat para anggota Marathon, di antaranya Tierison atau Jot, Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy alias King Aloy, Bravyson, Niko Junius, Ariyanto alias Ibot, serta Teguh Prakoso alias Tepe.
King Aloy bahkan membawa karakter dan gimmick yang dekat dengan kesehariannya sebagai content creator. Kehadiran karakter tersebut diperkirakan menjadi salah satu elemen yang mudah diterima penonton Gen Z.

Deretan pemain lainnya juga diisi Ronny P Tjandra, bintang muda Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos atau Celloz. Dengan tiket yang sudah terjual habis dalam sejumlah agenda special screening, Harusnya Horror kini tinggal menunggu pembuktian ketika resmi bertemu penonton bioskop Indonesia.

Apakah fenomena tiket ludes tersebut akan berlanjut menjadi kesuksesan di box office?
Jawabannya akan mulai terlihat ketika Harusnya Horror resmi tayang serentak pada 20 Agustus 2026.

Film ini diproduseri David Suwarto, Sridhar Jetty dan Jimmy Lalwani.
Bagi Reza Arap dan AAAClan, film ini bukan sekadar debut. Harusnya Horror menjadi langkah pertama mereka membawa energi khas dunia kreator ke layar lebar dengan tawa, kekacauan, persahabatan, sekaligus kenangan yang membuat perjalanan film ini terasa jauh lebih personal.

Perkembangan terbaru Harusnya Horror dapat diikuti melalui Instagram @harusnyathemovie dan @essjay.pictures.