JEMBER, Redaksi.co – Semangat kemerdekaan dan nilai-nilai keagamaan berpadu dalam kirab ancak agung yang digelar keluarga besar SMK PGRI 5 Kencong, Kabupaten Jember, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Lebih dari 1.000 siswa kelas X dan XI mengikuti kirab yang dimulai dari lingkungan SMK PGRI 5 Kencong dan berakhir di kawasan Pasar Baru Kencong. Sementara itu, siswa kelas XII tidak dapat mengikuti kegiatan karena sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK PGRI 5 Kencong, Amarul Fadjri, mengatakan dari dua jenjang yang mengikuti kegiatan tersebut terdapat 24 rombongan belajar (rombel).
Masing-masing rombel membuat satu ancak agung. Dengan demikian, terdapat 24 ancak agung yang diarak dalam kirab tersebut.
Menurut Amarul, kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong dan kepedulian kepada para siswa, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.
“Selain memperingati HUT Kemerdekaan RI, kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kami ingin momentum ini menjadi motivasi bagi keluarga besar SMK PGRI 5 Kencong untuk berbagi kepada masyarakat umum, khususnya warga Kencong dan sekitarnya,” ujar Amarul.
Uniknya, ancak agung yang dibuat para siswa bukan hanya menjadi simbol dalam kirab. Setelah tiba di titik finis, seluruh ancak tersebut direncanakan dibagikan kepada masyarakat.
Dengan demikian, hasil kreativitas dan gotong royong para siswa tidak berhenti sebagai bagian dari perayaan, tetapi dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Antusiasme masyarakat pun terlihat sejak rombongan kirab tiba di kawasan Pasar Baru Kencong. Warga yang telah menunggu bahkan langsung mengerubungi ancak agung sebelum seremoni pembagian dilakukan.
Suasana tersebut membuat titik finis semakin ramai dan meriah. Warga tampak antusias menyambut kedatangan ancak yang dibawa oleh masing-masing rombel.
Bagi pihak sekolah, momentum tersebut justru menjadi gambaran nyata bahwa kegiatan pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas.
Para siswa juga diajak belajar mengenai kepedulian sosial, kebersamaan dan pentingnya berbagi kepada sesama.
“Anak-anak belajar bahwa memperingati kemerdekaan maupun Maulid Nabi tidak hanya melalui seremoni, tetapi juga bisa diwujudkan dengan tindakan nyata, seperti gotong royong, kebersamaan dan berbagi kepada masyarakat,” terang Amarul.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari wali murid. Satumi, salah satu wali murid SMK PGRI 5 Kencong, mengapresiasi kegiatan yang dinilainya memberikan pengalaman positif bagi para siswa.
“Kami sebagai wali murid tentu sangat mendukung kegiatan ini. Anak-anak tidak hanya belajar ilmu di sekolah, tetapi juga diajarkan kebersamaan, gotong royong dan berbagi kepada masyarakat.
Apalagi kegiatan ini sekaligus memperingati Maulid Nabi, sehingga nilai positifnya sangat banyak,” ujar Satumi.
Kirab 24 ancak agung tersebut akhirnya menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana semangat kemerdekaan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat dipadukan dalam sebuah kegiatan yang sarat makna.
Dari hasil bumi yang dikemas menjadi ancak agung, para siswa berjalan bersama menyusuri jalan menuju titik finis.
Di garis akhir, kreativitas dan hasil gotong royong tersebut kemudian berubah menjadi kebahagiaan yang dibagikan kepada masyarakat.
Bukan sekadar kirab, kegiatan ini menjadi pembelajaran bahwa kemerdekaan, keteladanan dan kepedulian kepada sesama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana: berjalan bersama, bergotong royong dan berbagi. (*)

