Beranda blog Halaman 177

Kapolres Purwakarta Hadiri Penutupan TMMD ke-128, Ny. Candra Dewa Anom Turut Mendampingi

0

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menghadiri kegiatan Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bhayangkari Cabang Purwakarta Ny. Candra Dewa Anom turut hadir mendampingi Kapolres Purwakarta sebagai bentuk dukungan terhadap sinergitas TNI-Polri dan program pembangunan berbasis kemasyarakatan.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏 : Kapolres Purwakarta dan Dandim 061, Perkuat Sinergitas TNI-Polri untuk Jaga Kondusivitas Wilayah

Upacara penutupan TMMD dipimpin langsung Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih serta dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Purwakarta, jajaran pejabat Kodam III/Siliwangi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat hingga warga Desa Sukajadi.

Kegiatan berlangsung penuh semangat kebersamaan melalui berbagai rangkaian acara, mulai dari upacara penutupan, pemberian santunan kepada masyarakat, peninjauan kegiatan nikah massal hingga kunjungan ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

TMMD ke-128 Tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas, IPTU Tini Yutini mengatakan kehadiran jajaran Polres Purwakarta bersama Bhayangkari merupakan bentuk dukungan terhadap program pembangunan nasional dan penguatan sinergitas lintas sektor.

“TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta membangun desa yang lebih maju,” ujar IPTU Tini Yutini.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 :Perkuat Standar Pengamanan Tahanan, Dit Tahti Polda Jabar Supervisi Fungsi Tahti di Polres Purwakarta

Ia menambahkan, keterlibatan Bhayangkari dalam kegiatan sosial kemasyarakatan juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan terhadap program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

“Sinergitas dan kebersamaan yang terjalin dalam TMMD diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Purwakarta,” pungkasnya. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 : 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Parah.! Dokumen Palsu & Anggaran ‘Hantu’ Dikuliti, JOL Nasional Seret Sekretaris KPU ke Ranah Hukum!

0

Redaksi.co MAMASA : Borok dugaan korupsi di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamasa kini benar-benar meledak. Sederet laporan pertanggungjawaban bodong, dokumen yang diduga dipalsukan, hingga proyek “hantu” alias fiktif dalam pengelolaan anggaran Pilkada 2024 dikuliti habis-habisan.

Tak main-main, Lembaga Swadaya Masyarakat JOL Nasional langsung mengambil langkah ekstrem: siap menyeret skandal ini ke jalur hukum! Mereka membidik Sekretaris KPU Mamasa sebagai aktor yang harus bertanggung jawab penuh atas dugaan kejahatan administrasi dan finansial yang memuakkan ini.

Skandal panas ini membara setelah dua Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Nomor: 16/T/LHP/DJPKN-VI.MAM/PPN.03/11/2025 bocor ke publik. Isinya? Cetak biru dugaan perampokan uang rakyat yang terstruktur rapi.

Central Commite JOL Nasional, Cornelius Dehata, dengan lantang menyebut bahwa temuan BPK bukan lagi sekadar kelalaian administrasi, melainkan kejahatan pidana yang nyata.

Kami sementara mengkaji dua LHP KPU Mamasa. Dugaan pemalsuan dokumen dan tindak pidana korupsi di sana luar biasa kuat! Ini bukan salah ketik, ini kejahatan!” tegas Cornelius dengan nada tinggi kepada media, Kamis (21/5).

Bedasarkan data LHP BPK, berikut adalah rincian “bancakan” anggaran yang diduga dimanipulasi secara sadis:

* Dana Gaib PPK & PPS (Rp376,6 Juta): Anggaran bahan ATK dan laporan disapu bersih, namun seluruh Sekretaris PPK se-Kabupaten Mamasa bernyanyi bahwa mereka tidak pernah menerima sepeser pun dana tersebut. Nota pembelian dan tanda tangan diduga dipalsukan!

* Makan Minum ‘Fiktif’ Sirekap (Rp196,8 Juta): Dana simulasi aplikasi Sirekap diduga ditilep dan dialihkan untuk pengeluaran gelap di luar peruntukan resmi DIPA.

* Skandal Kuitansi Hotel Palsu (Rp180,8 Juta): Biaya perjalanan dinas dikorupsi. BPK melakukan konfirmasi ke hotel-hotel terkait, dan pihak hotel geleng-geleng kepala: kuitansi itu palsu, nama pegawai KPU tidak pernah menginap, dan dokumen dicetak hanya demi mencairkan uang negara! Bahkan ada perjalanan dinas fiktif senilai Rp20 juta di mana pegawai yang dicatut namanya sama sekali tidak tahu kalau mereka “ditugaskan“.

* EO Debat Publik Fiktif (Rp32,4 Juta): Kegiatan Event Organizer (EO) debat publik tidak pernah dilaksanakan, tetapi anggarannya tetap dicairkan 100%.

* Pajak ‘Gelap’ (Rp52,1 Juta): Pajak sudah dipotong dari anggaran, tapi uangnya menguap dan tidak pernah disetorkan ke kas negara.

* 12 Paket Pengadaan Misterius (Rp706,5 Juta): Proyek pengadaan barang/jasa amburadul tanpa Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan spesifikasi teknis yang jelas, sarat aroma kongkalikong.

JOL Nasional menertawakan pembelaan picik dari oknum KPU Mamasa yang mencoba berlindung di balik narasi “kesalahan administrasi” dan buru-buru mengembalikan kerugian negara setelah kedoknya dibongkar BPK.

“Dalam hukum pidana korupsi, pengembalian uang negara tidak otomatis menghapus pidana! Kalau dokumen sudah dipalsukan, kalau perjalanan dinas sudah difiktifkan, dosanya tetap ada. Hukum harus jalan terus!” gertak Cornelius.

Ia menantang pihak KPU Mamasa untuk membuktikan argumen “kesalahan administrasi” mereka di depan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat.

JOL Nasional mendesak keras agar Kejati Sulbar tidak membuang waktu dan segera memanggil aktor-aktor kunci. Jantung administrasi lembaga harus dibedah total.

“Kalau temuannya sekotor ini, mengarah pada pemalsuan dokumen dan laporan fiktif, maka Kejati wajib memeriksa Sekretaris KPU Mamasa terlebih dahulu! Dialah yang memegang kendali administrasi, pencairan, dan pertanggungjawaban anggaran,” potong Cornelius tajam.

Kini, JOL Nasional tengah melakukan finalisasi kajian hukum. Begitu dokumen rampung, mereka akan resmi mendaftarkan laporan pidana guna menyeret para mafia anggaran di KPU Mamasa ke balik jeruji besi. Publik kini mengawal: beranikah aparat bertindak tegas, atau skandal seksi ini akan menguap begitu saja? (ZUL)

KPU Mamasa dalam Pusaran Skandal, FPPM dan Mahasiswa Siapkan Aksi Besar

0

Redaksi.co MAMASA : Lembaga penyelenggara pemilu yang seharusnya menjadi benteng suci demokrasi kini berada di pusaran prahara besar. Dugaan skandal korupsi berkedok kegiatan fiktif di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamasa memicu gelombang amarah yang tak terbendung.

Tidak tanggung-tanggung, Ketua Umum Front Pemuda Peduli Mamasa (FPPM) bersama Ketua Fraksi Mahasiswa langsung “menabuh genderang perang“. Mereka murka besar dan mengutuk keras borok anggaran tersebut yang dinilai sebagai bentuk pelacuran integritas dan pengkhianatan paling keji terhadap rakyat.

Skandal panas ini mencuat ke permukaan setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bocor, mengindikasikan adanya sederet item kegiatan bodong yang diduga sengaja dirancang untuk merampok uang negara.

Ini Bukan Main-Main, Ini Pelacuran Demokrasi!”

Dengan nada bergetar menahan amarah, Ketua Umum FPPM Kabupaten Mamasa menegaskan bahwa kasus ini adalah tamparan keras yang sangat memuakkan. KPU Mamasa dituding telah berubah fungsi dari pengawal suara rakyat menjadi sarang tikus berdasi yang asyik bermain anggaran.

Kami menilai dugaan kegiatan fiktif ini adalah bentuk pengkhianatan tertinggi terhadap rakyat! KPU yang seharusnya suci, justru tercemar oleh praktik yang memalukan, kotor, dan amoral. Ini mencederai kepercayaan publik dan tidak boleh ada toleransi!” gertak Ketua Umum FPPM.

Senada dengan itu, Ketua Fraksi Mahasiswa Sulbar menyebut kasus ini bukan sekadar urusan salah ketik atau kelalaian administrasi, melainkan kejahatan moral yang terstruktur, sistematis, dan masif.

“Kalau lembaga penyelenggara pemilu saja sudah berani main-main dengan anggaran fiktif, lalu rakyat mau percaya pada siapa lagi? Ini penghinaan bagi rakyat yang diperas pajaknya! Kejati Sulbar jangan mandul, jangan diam seribu bahasa. Hukum jangan hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke elite!” cetusnya berapi-api.

Sebagai bentuk perlawanan total, aliansi FPPM dan Fraksi Mahasiswa memastikan diri tidak akan tinggal diam di balik meja. Mereka mengumumkan akan menggerakkan massa dalam jumlah besar untuk menyerbu dan mengepung Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat serta Kantor KPU Provinsi Sulbar.

Aksi ini diklaim akan menjadi panggung penghakiman moral dari mahasiswa dan rakyat jelata yang muak melihat marwah demokrasi Mamasa dihancurkan oleh oknum penyelenggara pemilu yang haus harta.

7 Tuntutan Berdarah & Harga Mati Mahasiswa:

Untuk meredam amarah massa, aliansi pemuda dan mahasiswa ini melayangkan 7 maklumat keras yang wajib segera dipenuhi tanpa tapi:

* Gedor Kejati Sulbar: Segera panggil, periksa, dan telanjangi seluruh aktor intelektual di balik dugaan kegiatan fiktif KPU Mamasa sesuai LHP BPK.

* Sikat Tanpa Pandang Bulu: Usut tuntas aliran dana haram tersebut tanpa ada tebang pilih atau perlindungan dari “tangan gaib” elite politik.

* Evaluasi Total: Desak KPU Provinsi Sulbar untuk membersihkan dan merombak total jajaran KPU Mamasa yang terlibat skandal.

* Seret ke DKPP: Desak Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) segera memecat oknum-oknum tak bermoral yang merusak kehormatan institusi.

* Telanjangi Anggaran: Desak KPU Mamasa membuka seluruh dokumen anggaran secara telanjang dan transparan di depan publik.

* Copot dan Penjarakan: Pecat secara tidak hormat seluruh oknum yang terbukti menikmati uang haram kegiatan fiktif dan jebloskan ke sel tahanan.

* Lawan Intimidasi: Menolak keras segala bentuk lobi-lobi politik, kompromi di bawah meja, maupun upaya pembungkaman terhadap kasus ini.

“Kami tegaskan, mahasiswa dan rakyat tidak akan tinggal diam melihat lembaga demokrasi dihancurkan oleh oknum-oknum yang haus kepentingan! Jika kasus ini coba-coba dipeti-eskan, kami akan buat gelombang massa yang lebih mengerikan. Jangan pernah uji titik didih kemarahan rakyat!” tutup mereka dengan nada mengancam.

Kini, bola panas ada di tangan Kejati Sulbar dan KPU Provinsi. Akankah hukum berani menyentuh para ‘petinggi‘ KPU Mamasa, ataukah skandal seksi ini akan menguap begitu saja di bawah meja kompromi? Publik menunggu pembuktiannya. (ZUL)

Program Makan Bergizi Gratis di Purworejo Berujung Masalah, Rumah Warga Malah Ambrol!

0

PURWOREJO | Redaksi.co — Pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Senepo Timur, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, menyisakan masalah.

Diduga, akibat beroperasinya dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu membuat dinding ruang tamu rumah warga bernama Aristo Pringgo Sutanto ambrol.

Tak hanya itu, ruang penyimpanan tabung gas milik SPPG yang bermitra dengan Yayasan HB Sejahtera itu dibangun menjorok sehingga mengganggu akses jalan masuk.

Aristo, melalui pengacaranya, Dewa Antara, membeberkan bahwa, kliennya tersebut memang tidak menempati dan jarang datang ke rumah di Senepo Timur.

“Saat datang ke sana, klien saya kaget, karena tiba-tiba ada tembok di belakang rumahnya sepanjang kurang lebih lima meter.”

Tembok itu menghalangi akses ke lahan belakang rumah.

Saat proses pembangunan SPPG, pihak yayasan juga tidak pernah permisi atau ijin ke klien saya. Padahal SPPG itu ada di pemukiman penduduk,” kata Dewa dalam jumpa pers di Kutoarjo, Rabu malam (20/5/2026).

Dewa melanjutkan, pembuatan ruang tabung gas yang menjorok ke akses jalan masuk rumah kliennya juga membahayakan, karena terbuka menghadap ke rumah kliennya.

“Pihak SPPG/yayasan, punya nomor WA klien saya, kenapa tidak ijin (saat membuat tempat tabung gas dan tembok belakang) lewat WA? Kami patut menduga, ijin-ijin terlait bangunan, AMDAL dan IPAL SPPG tersebut juga belum ada,” kata Dewa.

Dia meminta agar Bupat, Wakil Bupati, Dandim, Polrea dan Satgas MBG turun untuk melakukan sidak ke SPPD di Senepo Timur.

  • “Kami harap pemerintah turun, pastikan ijin-ijin dan pengelolaan limbahnya bagaimana. Yang paling berbahaya itu tempat tabung gas besar terbuka menghadap rumah warga,” tegas Dewa.

Sebagai upaya untuk memperoleh keadilan kliennya, Dewa akan segera ke BPN Purworejo untum meminta penataan batas tanah agar ada kepastian.

Kedua, pihaknya juga akan mencari tahu, memperjelas status ijin SPPG karena selama ini, tidak pernah meminta ijin ke tetangga terdekat.

  • “Langkah ketiga, jika diperlukan, kami akan melakukan upaya langkah-langkah hukum,” tegasnya. 

Hingga berita ini ditulis, kami masih berusaha mendapatkan kontak SPPI (Kepala SPPG) atau Kepala Yayasan HB Sejahtera untuk memberikan klarifikasi atau statemen terkait permasalahan tersebut. (WS)

Danrem 182/JO Tinjau Pembangunan KDKMP di Manokwari Selatan, Proyek Rampung 100 Persen

0

Manokwari Selatan. Redaksi.co — Komandan Korem 182/JO, Irwan Budiana, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manokwari Selatan, Kamis (21/5/2026), dengan meninjau langsung pembangunan KDKMP yang berada di Kampung Margo Mulyo.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus mengecek kesiapan fasilitas sebelum nantinya digunakan masyarakat sesuai fungsinya.

Dalam peninjauan itu, Danrem menerima laporan bahwa pembangunan KDKMP telah selesai secara fisik atau mencapai 100 persen. Rampungnya pembangunan tersebut diharapkan segera memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan dan kebutuhan warga di wilayah Manokwari Selatan.

Danrem 182/JO menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pembangunan hingga dapat diselesaikan tepat waktu. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara aparat TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Dandim 1808/Manokwari Selatan atas upaya dan koordinasi yang dilakukan selama proses pembangunan berlangsung.

“Pembangunan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan fasilitas yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas,” ujar Danrem.

Lebih lanjut, ia berharap keberadaan KDKMP dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan dan pelayanan di daerah.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Korem 182/JO dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua Barat melalui penguatan kolaborasi lintas sektor demi kemajuan daerah.

Pembagian 18 KPM BLT DD Desa Nangai Tayau Berjalan Dengan Sukses Ini Pesan PJS Kades

0
0-0x0-0-0#

Pembagian 18 KPM BLT DD Desa Nangai Tayau Berjalan Dengan Sukses Ini Pesan PJS Kades

Lebong -Redaksi.co – kamis  21 mei 2026, Pemdes Nangai tayau hari ini melakukan penyaluran BLT-DD tahap pertama, sebanyak 18 KPM menerima BLT-DD tahap ke satu tepatnya di kantor desa Nangai Tayau kec Amen

0-0x0-0-0#

Dalam pembagian BLT-DD ini terlihat hadir ,, Kepala Desa , BPD, dan pendamping desa dan pendamping kecamatan,Babinkamtibmas,Perangkat Desa, serta Masyarakat Penerima, Manfaat Serahkan Bantuan pertama Kalinya di hari kamis 21 Mei 2026

‎‎Dalam penyaluran BLT-DD Kepala Desa  Nangai Tayau menyampaikan pesan kepada penerima manfaat

“Bapak/Ibu sekalian, pada kesempatan ini, saya selaku Kepala Desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat dan daerah, khususnya Kementerian Desa, atas dukungan dan bantuan Dana Desa yang dapat kita manfaatkan untuk berbagai program pembangunan, termasuk BLT Dana Desa ini.

‎BLT Dana Desa ini merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang terdampak kondisi ekonomi sulit. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga penerima, membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, serta memberikan stimulus untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

‎Kepada saudara-saudara penerima BLT Dana Desa,

‎‎saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan kebutuhan. Prioritaskan untuk kebutuhan pokok seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan.

‎Saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat desa agar dapat mendukung program pembangunan desa, termasuk BLT Dana Desa ini. Mari kita jaga dan gunakan bantuan ini dengan bijak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.”

Demikian arahan dari saya, semoga acara pembagian BLT Dana Desa ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi kita semua. Pungkas PJs kades  Herleni,S.sos

Rilis CIKAK S,A

Pemkab Aceh Barat Lakukan MoU dengan BPSDM Kemenhub,Buka Kesempatan Kuliah Kedinasan Transportasi

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM bersama Plt Sekretaris Daerah, DR. Kurdi, Asisten Administrasi Umum, Safrizal, SP, MSc Kepala Dinas Perhubungan, Erdian Mourny serta Kepala BPKD, Edy Juanda pada Kamis (21/5/2026), melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BPSDM Kementerian Perhubungan terkait pengembangan SDM di bidang transportasi, yang dilaksanakan di kementerian setempat.

Kerja sama tersebut menjadi angin segar bagi putra-putri Aceh Barat yang bercita-cita menempuh pendidikan kedinasan di sektor transportasi, khususnya di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

Bupati Tarmizi menyampaikan bahwa melalui kerja sama ini, putra-putri Aceh Barat kini memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan pada program Diploma III (D-III) maupun Diploma IV (D-IV) di bidang transportasi.
“Dulu seluruh putra-putri Aceh Barat harus bersaing sangat ketat untuk bisa lulus. Namun Alhamdulillah, sekarang Aceh Barat sudah diberikan kuota khusus sebanyak lima orang setiap tahunnya,” ujar Tarmizi.

Tidak hanya itu, Pemkab Aceh Barat juga membuka peluang lebih luas melalui jalur mandiri tanpa batas kuota bagi siswa yang berminat melanjutkan pendidikan dengan pembiayaan pribadi.
Menurut Tarmizi, program pendidikan tersebut memiliki prospek menjanjikan karena para lulusan berpeluang langsung memperoleh tiket menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
“Alhamdulillah, Aceh Barat saat ini sudah memiliki tujuh orang alumni, bahkan kemarin dua orang telah kami serahkan SK 100 persen PNS,” ungkapnya.

Ia menegaskan, di tengah kondisi fiskal daerah yang masih lemah, keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta minimnya lapangan pekerjaan, pemerintah daerah dituntut menghadirkan solusi konkret untuk masa depan generasi muda.
“Kondisi daerah dengan fiskal lemah, PAD kurang, dan lapangan kerja yang terbatas harus dijawab dengan langkah nyata. Maka pemerintah harus menghadirkan solusi-solusi konkret untuk membuka peluang masa depan anak-anak daerah,” tegasnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu jalan strategis dalam mencetak SDM unggul Aceh Barat di sektor transportasi sekaligus membuka akses pekerjaan yang lebih pasti bagi generasi muda daerah, pungkas Tarmizi ****

*Polda Metro Jaya Tangani Dugaan Kekerasan Seksual Anak oleh Pelatih Inline Skate*

0

Jakarta , Redaksi.Co- Polda Metro Jaya menangani kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang melibatkan seorang pelatih sepatu roda atau inline skate di wilayah Tangerang Selatan. Polisi menegaskan penanganan perkara ini dilakukan dengan mengutamakan perlindungan terhadap korban.

Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari mengatakan korban merupakan anak berusia 16 tahun. Karena itu, proses pemeriksaan dilakukan secara hati-hati dan bertahap dengan memperhatikan kondisi psikologis korban.

“Dalam perkara yang melibatkan anak sebagai korban, kami memastikan proses penanganan dilakukan dengan mengedepankan perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban,” ujarnya, pada kamis (21/5/2026).

Kombes Rita menjelaskan, perkara tersebut bermula dari relasi antara pelatih dan anak didiknya dalam sebuah klub olahraga. Penyidik menduga tersangka memanfaatkan relasi kepercayaan sebagai pelatih terhadap korban yang masih di bawah umur.

“Dari hasil penyidikan sementara, tersangka diduga memanfaatkan relasi kepercayaan sebagai pelatih terhadap korban. Peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu tertentu di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan,” ujar Rita.

Ia menambahkan, kasus tersebut terungkap setelah keluarga korban mengetahui adanya komunikasi antara korban dan tersangka. Setelah mendapat pendampingan, korban kemudian menjalani pemeriksaan secara bertahap hingga menyampaikan peristiwa yang dialaminya.

“Penyidik telah memeriksa korban, keluarga, saksi terkait, ahli psikologi, ahli digital forensik, serta tenaga medis untuk memperkuat pembuktian perkara,” kata Rita.

sementara, Kasubdit 3 Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kompol Donny Kristian Bara’langi mengatakan sejumlah barang bukti elektronik dan dokumen pendukung telah diamankan penyidik.

“Pendampingan terhadap korban terus dilakukan. Kami ingin memastikan korban mendapatkan ruang aman selama proses hukum berjalan,” kata Donny.

Polda Metro Jaya mengimbau orang tua, keluarga, serta lingkungan pendidikan dan olahraga untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak. Polisi meminta masyarakat segera melapor apabila mengetahui atau mencurigai adanya kekerasan terhadap anak.

“Kami mengajak semua pihak bersama-sama menjaga ruang tumbuh anak agar tetap aman. Apabila mengetahui atau mencurigai adanya kekerasan terhadap anak, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Donny.

*Polda Metro Jaya dan Polres Jakbar Panen 219 Kg Ikan Nila di Greenhouse Palmerah*

0

Jakarta Barat, Redaksi.Co — Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat melaksanakan panen ikan nila merah di Greenhouse SPPG Palmerah, Jakarta Barat, Rabu sore (20/5/2026).

Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Ardanto Nugroho sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan penguatan ekosistem rantai pasok bahan baku sumber protein yang berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Ardanto Nugroho menyampaikan bahwa budidaya ikan nila merah di Greenhouse Palmerah merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat dalam menghadirkan sumber pangan protein berkualitas, aman dan berkesinambungan.

“Ikan nila ini telah dibudidayakan selama kurang lebih 120 hari sejak penebaran benih dengan perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan dan terstandar,” ujarnya, Rabu, 20/5/2026

Panen kali ini merupakan panen parsial ke-3 setelah sebelumnya dilakukan pemanenan beberapa minggu lalu.

Dari hasil panen tersebut, diperoleh sebanyak 219 kilogram ikan nila merah yang nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku di SPPG Palmerah Polda Metro Jaya.

Ardanto menjelaskan bahwa pengembangan Greenhouse Palmerah akan terus dilakukan secara konsisten, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal SPPG Palmerah, tetapi juga sebagai upaya mendukung suplai bahan pangan bagi SPPG Polri lainnya di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program kemandirian pangan nasional, khususnya dalam penyediaan sumber protein yang sehat dan berkualitas bagi masyarakat.

Melalui program budidaya berkelanjutan ini, diharapkan Greenhouse Palmerah dapat terus berkembang menjadi salah satu sentra pangan mandiri yang mampu memberikan manfaat luas, baik bagi masyarakat sekitar.

IPMAPUS Bongkar Dugaan Bobroknya Pelayanan RS Regional Sulbar

0

Redaksi.co SULBAR : Rumah Sakit (RS) Regional Sulawesi Barat kini tengah diguncang isu miring. Alih-alih menjadi tempat bernaung bagi warga yang mencari kesembuhan, rumah sakit pelat merah ini dituding berubah menjadi “momok” menakutkan dan beban finansial baru yang mencekik leher masyarakat miskin.

Kritik tajam dan berapi-api ini dilontarkan langsung oleh Ketua Pelaksana Tugas (PLT) IPMAPUS Cabang Mamuju, Sahrul. Berdasarkan kajian mendalam bersama Pengurus Pusat PP IPMAPUS Sulbar, ia membongkar borok sistem pelayanan rumah sakit yang dinilai sudah berada di titik nadir.

Salah satu temuan paling seksi dan krusial yang diungkap adalah dugaan praktik pemerasan terselubung terhadap pasien BPJS. Warga yang seharusnya mendapatkan pengobatan gratis, justru diduga dipaksa merogoh kocek pribadi untuk membeli obat di luar apotek rumah sakit. Alasan yang dipakai manajemen selalu klasik: stok obat kosong atau biaya baru diganti setelah klaim BPJS cair.

Bagaimana mungkin pasien BPJS masih dibebankan membeli obat di luar? Ini bukan lagi persoalan sepele, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat untuk hidup! Keluarga pasien dipaksa mencari uang tambahan, berutang, hingga menanggung tekanan ekonomi di tengah situasi darurat,” kecam Sahrul dengan nada tinggi.

Tak hanya diperas secara material, pasien di RS Regional Sulbar juga disebut-sebut mengalami “penyiksaan” secara moral. IPMAPUS menyoroti potret pelayanan yang semrawut:

* Antrean super panjang yang menumpuk saban hari.

* Lambatnya penanganan medis di saat pasien bertaruh nyawa.

* Dokter yang tak kunjung datang, memaksa pasien menunggu dalam ketidakpastian.

Kami menduga ada pembiaran terhadap kondisi pelayanan yang semrawut ini. Jika ini terus terjadi, sejauh mana tanggung jawab pihak rumah sakit terhadap keselamatan nyawa manusia?” cecar Sahrul.

Melihat carut-marut yang tak kunjung usai, IPMAPUS Cabang Mamuju tidak tinggal diam. Mereka secara resmi mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk segera melakukan sidak dan pemeriksaan menyeluruh (audit) terhadap manajemen RS Regional Sulbar.

Sahrul memperingatkan agar jajaran manajemen rumah sakit tidak mencoba berlindung di balik tameng alasan administratif atau teknis.

Kami meminta APH segera mengambil langkah serius! Jangan sampai rumah sakit milik pemerintah justru diduga menjadi tempat masyarakat kehilangan hak kesehatannya yang dijamin negara. Jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran hukum, pihak rumah sakit wajib bertanggung jawab secara moral dan hukum. Seret mereka!” tutup Sahrul dengan tegas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan miring yang dialamatkan kepada mereka. (ZUL)